Jumat, Mei 8, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 918

Hanif Dhakiri Blak-blakan Tentang Iklim Ketenagakerjaan di Indonesia

0

Berempat.com – Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri menjabarkan seperti apa iklim ketenagakerjaan di Indonesia saat menjadi pembicara di US-Indonesia Investment Summit 2018 yang digelar AmCham Indonesia dan US Chamber of Commerce Washington di Jakarta, Kamis (27/9). Hanif menyebut bahwa Indonesia memiliki iklim ketenagakerjaan yang stabil.

“Adanya kepastian pengupahan, jaminan sosial, hubungan industrial yang baik serta perubahan paradigma Mayday yang makin kondusif akan mampu menarik investasi masuk ke Indonesia,” papar Hanif.

Hanif memperkuat argumentasinya dengan menyebut bahwa jumlah buruh yang ikut berdemo pada Mayday 2018 jauh menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Pada Mayday tahun 2015 Hanif menyebut terdapat 204.920 buruh yang menggelar aksi demo, sedangkan pada 2018 hanya 100.066 buruh yang menggelar aksi demo.

“Kami pun telah mendorong agar Mayday tidak lagi identik dengan demo buruh. Mayday is a funday,” imbuhnya.

Hal tersebut juga sejalan dengan menurunnya angka perselisihan industrial di Indonesia saat ini. Pada tahun 2014, Hanif menyebut terdapat 2.683 kasus perselisihan industrial, lalu turun menjadi 1.316 kasus pada Januari-Agustus 2018.

Hal positif lain yang diklaim Hanif ialah naiknya jumlah pekerja yang menjadi peserta jaminan sosial tenaga kerja. Sampai dengan Agustus 2018, Hanif menyebut peserta jaminan sosial tenaga kerja mencapai 28.127.702 orang.

Kemudian soal penempatan tenaga kerja. Hanif menyebut sepanjang 2015 hingga Agustus 2018 pemerintah telah menempatkan 9.483.672 orang. Sementara pemerintah menargetkan dapat menciptakan 10 juta lapangan kerja pada tahun depan. “Saya optimis target 10 juta lapangan kerja pada tahun 2019 dapat tercapai, “ tambahnya.

Hanif optimis sebab pada 2019, Presiden Joko Widodo telah menetapkan fokus di sektor pembangunan sumber daya manusia (SDM). Di pihak Kementerian Ketenagakerjaan pun mendukung fokus tersebut dengan menargetkan pelatihan vokasi secara nasional sebanyak 1,4 juta orang.

“Bahkan, Presiden juga mengarahkan untuk membangun 1.000 BLK Komunitas di tahun 2019, “ ujar Hanif.

Hingga saat ini, Hanif pun mengklaim bahwa pihaknya sedang dan terus berupaya meningkatkan kualitas dan kuantitas pelatihan vokasi melalui strategi triple skilling, yaitu skilling, upskilling dan reskilling. Bagi tenaga kerja yang belum punya keterampilan dapat mengikuti  program skilling agar punya keahlian di bidang tertentu.

“Bagi tenaga kerja yang telah memiliki skill dan membutuhkan peningkatan akan masuk program upskilling. Sedangkan yang ingin beralih skill dapat masuk ke program reskilling, “ tutur Hanif.

Atas semua penjabarannya tersebut, Hanif pun dengan pasti menyebut bahwa Indonesia sangat menguntungkan sebagai tempat untuk berinvestasi. “Saya pastikan berinvestasi di Indonesia akan membawa keuntungan bagi kita semua pada masa-masa yang akan datang,“ terang Hanif yang berbicara di hadapan Executive Director Southeast Asia U.S. Chamber of Commerce, John Goyer dan  Managing Director American Chamber of Commerce Indonesia, Lin Neumann.

APHI Beri Apresiasi kepada 7 Pilot Helikopter yang Sudah 40 Tahun Berkarier

0

Berempat.com – Bersamaan dengan berlangsungnya Rotary Wing Indonesia Conference 2018 pada hari kedua di JW Marriott, Jakarta, Kamis (27/9), Asosiasi Pilot Helikopter Indonesia (APHI) memberikan sebuah apresiasi kepada 7 pilot helikopter yang sudah 40 tahun berkarier. Ketujuh pilot tersebut ialah Capt. Bambang Triyogo, Capt. Sjahrani, Capt. Edy Susanto, Cap. Oemang Samson, Capt. Agus Moelyo, Capt. Pudji Mugi Santoso, dan Capt. J. Andryana Machmud.

Ketua APHI Capt. Imanudin Yunus mengatakan, apresiasi ini diberikan karena melihat tak mudahnya menjalani profesi sebagai seorang pilot. Pasalnya, seorang pilot harus rutin melakukan uji cek kesehatan setiap 6 bulan.

“Terkait apresiasi tadi gak semua orang bisa mencapai itu, hanya segelintir orang yang bisa mencapai itu. Karena seorang pilot, apakah pesawat aeroplane, apakah helikopter, itu dia harus maintenance medical setiap 6 bulan. Dia harus lulus jantung, harus lulus paru-paru, rontgen, darah dicek, kuping dicek, mata dicek, saraf dicek,” jelas Capt. Yunus kepada Berempat.com usai memberikan plakat penghargaan secara simbolik kepada ketujuh pilot.

Andai pilot tak lulus cek kesehatan saat dilab, Capt. Yunus memastikan pilot tersebut tak akan diizinkan terbang sampai mampu lulus cek kesehatan berikutnya. “Jadi, umur pilot itu sebenarnya cuma 6 bulan,” imbuhnya.

Selain cek kesehatan, Capt. Yunus pun memastikan bahwa seorang pilot harus menjalani uji kompetensi setiap 1 tahun sekali. Kompetensi itu meliputi pengetahuan, teori kesehatan, teknikal mesin, cockpit resource management (CRM), dangerous good management, dan banyak lagi.

“Itu selalu berulang. Saya nggak tahu apa, kayaknya cuma pilot tiap tahun dicek kompetensinya. Dicek itu terbangnya, terus teknikal, knowledge-nya, tiap tahun dicek,” ujarnya.

Karena itulah, Capt. Yunus menganggap bahwa menjalani profesi sebagai seorang pilot itu tidaklah mudah. Sebab apabila sudah 40 tahun berkarier, maka seorang pilot sudah melewati 80 kali uji cek kesehatan dan 40 kali uji kompetensi.

“Itu tidak semua orang mampu. Makanya kita kasih apresiasi. Kita kasih judul ‘This is just a few among 260 millon people’. Jadi hanya segelintir orang di antara 260 juta penduduk Indonesia,” tukasnya.

Sebagaimana dalam narasi yang dibuat Capt. Yunus pada sepenggal video sebelum pemberian pelakat, disebutkan juga bahwa para pilot yang sudah berkarier selama 40 tahun ini sudah memiliki paling sedikit 10.000 jam terbang. Bila diakumulasikan berdasarkan jarak, maka sama saja dengan sudah terbang ke bulan sebanyak 5 kali pulang-pergi, atau traveling mengelilingi bumi sebanyak 40 kali.

“Dan seorang pilot yang sudah mencapai usia 65 tahun adalah sebuah capaian prestasi yang tak semua orang bisa melakukannya, yang perlu kita beri apresiasi setinggi-tingginya. Atas nama Asosiasi Pilot Helikopter Indonesia (APHI) mengucapkan terima kasih atas loyalitas, dedikasi, integritas, yang telah diberikan selama ini,” sebut narasi dari Capt. Yunus.

Selain Capt. Yunus, Ketua National Air Carrier Assosiation (NACA) Denon Prawira Atmaja turut memberikan pelakat secara simbolik kepada ketujuh pilot helikopter yang mendapatkan apresiasi setinggi-tingginya atas masa bakti selama ini.

Ratusan Pilot Menganggur, Industri Helicity Diharapkan Dapat Menjadi Solusi

Berempat.com – Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut bahwa industri dirgantara di Indonesia belum mampu secara maksimal menyerap lulusan pilot. Sebab, rupanya sampai saat ini terdapat ratusan pilot yang menganggur lantaran belum mendapat kesempatan terbang semenjak lulus dari akademi.

“Sekarang ini mungkin masih ada sekitar 700-800 (pilot yang belum terserap) dan kita sedang menyekolahkan lagi di (STPI) Curug, itu kira-kira setahun 200 (orang). Jadi dari 700 itu kita serap lagi supaya mereka punya kualifikasi yang lebih (baik) lagi,” papar Budi usai membuka Rotary Wing Indonesia Conference 2018 di JW Marriott, Jakarta, Rabu (26/9).

Untuk itu, saat membuka konferensi yang merupakan rangkaian acara pameran internasional Rotary Wing Indonesia Airshow & Summit 2019 tersebut, Budi sempat mengungkapkan harapannya agar industri helicopter city transportation (helicity) atau taksi udara ini dapat berkembang sehingga mampu menyerap lebih banyak pilot.

Sebab itu pula, Budi meminta kepada Asosiasi Pilot Helikopter Indonesia (APHI) agar mau lebih terbuka kepada para lulusan pilot. Keterbukaan yang diharapkan Budi seperti memberikan pelatihan dalam pengoperasioan helikopter.

“Jadi saya harap asosiasi pilot ini mau membuka diri bagi mereka-mereka yang mau belajar untuk memberikan kesempatan,” harapnya.

Di samping itu, Budi sempat mengungkapkan bahwa di Indonesia saat ini tercatat sekitar 29 perusahaan yang mengoperasikan helikopter non-militer sebagai taksi udara. “Saat ini tercatat 29 perusahaan yang mengoperasikan helikopter, di mana saat ini beroperasi di udara Jakarta dan sekitarnya 12, dan yang khusus mengoperasikan di kawasan Jakarta itu hanya 1,” imbuhnya.

Budi sendiri tak menampik bahwa industri ini akan semakin besar seiring dengan makin dibutuhkannya transportasi udara sebagai alternatif dari kepadatan lalu lintas darat. Ia pun mengapresiasi adanya Rotary Wing Indonesia Conference 2018 sebagai ajang untuk berbagi ide dan gagasan para pemangku kepentingan dan pihak terkait di industri ini.

“Saya memiliki pengalaman saat Presiden (Joko Widodo) ingin mengunjungi satu kota di ujung Maluku yang hanya dengan helikopter kita bisa mencapai tempat-tempat itu. Dan dengan helikopter waktu yang kita gunakan, prosesnya itu begitu fleksibel karena kemampuan helikopter bisa terbang ke mana-mana dengan landasan yang minimal,” kisah Budi.

Dan sebagai bentuk dukungannya, Budi memastikan bahwa saat ini pihaknya bersama Airnav untuk mengkaji terkait regulasi transportasi helikopter. Budi pun mengungkapkan bahwa Jakarta akan menjadi prioritas utama dalam hal ketersediaan regulasi yang jelas sehingga industri taksi udara ini dapat berjalan dengan mulus.

“Yang paling penting dulu memang Jakarta karena Jakarta ini traffic-nya luar biasa, jaraknya cukup jauh, nah ini yang kita prioritaskan. Jakarta sebagai model. Kalo jakarta sudah selesai dengan suatu cara yang baik dan safety baru kita akan ke kota-kota yang lain,” ungkapnya.

Sebelumnya, Chairman CSE Aviation Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim pun meminta agar pemerintah melalui Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dapat segera menyusun regulasi yang konkret. Pasalnya, kalau tak benar-benar serius Indonesia dapat tertinggal dari negara lain karena ketidaksiapan aturan saat transportasi ini sudah menjadi kebutuhan yang masif.

“Sehingga kalo kita tidak bisa atau terlambat mengantisipasi hal ini, maka we will late. Dan saya percaya kita tak ingin itu terjadi,” ujar Chappy pada kesempatan yang sama.

Tips bagi Generasi Millennial agar Bisa Bersaing di Cepatnya Perubahan Zaman

0

Berempat.com – Makin ke sini tentu kita menyadari bahwa kemunculan teknologi membawa generasi milenial berada di perubahan zaman yang begitu cepat. Lihat saja, berbagai teknologi baru terus bermunculan yang berdampak pada berbagai perubahan, mulai dari sosial, perilaku individu, peluang, hingga persaingan.

Untuk bisa bersaing, tentu generasi milenial perlu memiliki sebuah acuan atau pedoman. Dalam hal ini, Meneri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri sempat mengungkapkan tips bagi generasi milenial agar bisa bersaing di cepatnya perubahan zaman.

Bagi Hanif, agar bisa bersaing generasi milenial perlu memiliki 3 hal penting, yakni keterampilan yang unggul, berinovasi, dan tampil di atas rata-rata.

“Pengetahuan, kekuatan Ide-ide kreatif dan inovasi yang revolusioner adalah keterampilan mendasar yang harus dimiliki dalam dunia kerja di masa mendatang,” tutur Hanif dalam keterangan resminya, Rabu (26/9).

Hanif berpendapat bahwa berbagai pekerjaan di masa depan akan lahir dalam suatu Ekonomi Inovasi. Ekonomi Inovasi ini memiliki 4 sarana fundamental, yakni IT dan Jaringan, Bioteknologi, serta Nanoteknologi dan Neuroteknologi.

“Jenis-jenis pekerjaan di masa depan bagi para milennials akan lebih membutuhkan keterampilan canggih, pendidikan tinggi, dan pelatihan teknologi high-level, “ ujar Hanif.

Hanif sempat menyinggung hasil riset McKinsey Global Institute Tahun 2012 lalu yang memprediksi Indonesia akan menjadi salah satu negara ekonomi terbesar ke-7 di dunia pada 2030 mendatang.

“10 tahun ke depan pasar kerja Indonesia akan diisi oleh generasi milenial yang jumlahnya lebih dari 100 juta orang. Oleh karena itu, generasi muda harus disiapkan keterampilan yang berhubungan dengan kecepatan, kompleksitas, resiko, perubahan dan kejutan,” tutur Hanif.

Regulasi ‘Taksi Udara’ Harus Segera Jadi Bila Indonesia Tak Ingin Tertinggal

Berempat.com – Kian padatnya lalu lintas di kota-kota besar saat ini, terutama Jakarta membuat moda transportasi udara menggunakan helikopter menjadi alternatif yang tepat. Cepat, efisien, dan aman merupakan hal yang ditawarkan moda transportasi taksi udara ini.

Chairman CSE Aviation Marsekal TNI (Purn.) Chappy Hakim bahkan menyebut bahwa kebutuhan masyarakat luas terhadap moda transportasi ini akan makin terbentuk di masa mendatang. Untuk itu diperlukannya regulasi jelas agar Indonesia bisa mendukung dan menyiapkan berbagai hal yang diperlukan jauh sebelum peminat taksi udara ini benar-benar masif.

“Cepat atau lambat, mampu atau tidak mampu, kehadiran rotary wing di negara kepulauan seperti di Indonesia tidak bisa dihindari,” ucap Chappy saat berbicara di Rotary Wing Indonesia Conference 2018 di JW Marriott, Jakarta, Rabu (26/9).

Karena itu, Chappy menekankan perlunya Indonesia segera membuat regulasi terkait moda transportasi helikopter ini. Pasalnya, Indonesia punya pangsa pasar besar untuk moda transportasi taksi udara yang tentu akan menarik perhatian pihak luar. Sebab itu, Chappy tak ingin ada orang asing yang datang untuk “mendukung” penyertaan regulasi taksi udara itu karena ketidakmampuan Indonesia untuk membuatnya sendiri.

“Sehingga kalo kita tidak bisa atau terlambat mengantisipasi hal ini, maka we will late. Dan saya percaya kita tak ingin itu terjadi,” terangnya.

Sebelumnya, CEO PT Whitesky Aviation Denon Prawiraatmadja pun sempat mengutarakan pernyataan serupa. Ia menilai bahwa regulasi pemerintah dapat membantu keberlangsungan industri transportasi taksi udara ini. Pasalnya, bila berkaca pada apa yang didapat oleh Whitesky sejauh ini dari pelayanan yang ditawarkan, jumlah peminatnya memang terbilang tinggi.

Whitesky diketahui menawarkan pelayanan helikopter non-militer untuk transportasi antarkota atau Helicopter City Transportation (Helicity) sejak akhir tahun 2017. “Jumlah penerbangan Helicity mencapai 40 penerbangan per bulan,” ucapnya pada Juni 2018 lalu sebagaimana dikutip dari Bisnis.com

Rute yang paling diminati ialah Jakarta-Bandung karena mampu ditempuh hanya dalam 40 menit.

Melihat tingginya penerbangan Helicity yang bisa dioperasikan oleh Whitesky bisa menjadi gambaran bahwa ke depan moda transportasi taksi udara ini memang akan dibutuhkan. Apalagi, Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki banyak lokasi terpencil yang hanya bisa dijangkau cepat oleh helikopter.

“Negara kepulauan ini banyak sekali tempat-tempat yang menjadi proyek-proyek sumber daya alam dan lain sebagainya yang membutuhkan transporatsi super cepat, efisien, dan aman,” tutur Chappy.

Bahkan, di sela-sela Rotary Wing Indonesia Conference 2018 Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut bahwa saat ini perusahaan pengoperasi taksi udara sudah mencapai 29 perusahaan.

“Saat ini tercatat 29 perusahaan yang mengoperasikan helikopter, di mana saat ini beroperasi di udara Jakarta dan sekitarnya 12, dan yang khusus mengoperasikan di kawasan Jakarta itu hanya 1,” terangnya.

Sebab itu, Budi tak menampik bahwa pemerintah perlu melakukan berbagai persiapan sebelum taksi udara ini menjadi kebutuhan yang masif di masyarakat.

“Oleh karenanya kami akan menugaskan tim dari kementerian Perhubungan dan beberapa korporasi khususnya Airnav untuk membuat regulasi khusus pengoperasian helikopter,” tutur Budi.

Oktober 2018, Bali Terpilih sebagai Tuan Rumah The Islamic Finance Debate

0

Berempat.com – Indonesia, khususnya Bali sepertinya mesti bersiap untuk menyambut para ahli dalam bidang keuangan Islam (Islamic finance) dunia pada Oktober 2018 mendatang. Pasalnya, Reuters bersama The Qatar Financial Center bakal melangsungkan “The Islamic Finance Debate-Where are we in 2018” di Bali.

Dalam rilis yang diterima Berempat.com pada Rabu (26/9) malam, Acara yang dijadwalkan berlangsung pada pukul 07.30 WIT-09.00 WIT tersebut merupakan ajang diskusi tinggi mengenai keuangan Islam yang akan diisi oleh para ahli. Diskusi ini dibuat sebab Reuters menilai jika keuangan Islam saat ini tengah berkembang pesat.

“Diperkirakan pada tahun 2022, total nilainya akan lebih dari US$ 3 triliun, naik dibanding tahun 2017 yang tercatat bernilai US$ 2,6 triliun,” tulis Reuters.

Tumbuhnya sistem keuangan Islam pada beberapa tahun ini didorong oleh fokus pada manfaat yang ditawarkan. Namun, tetap saja keuangan Islam ini harus menghadapi beberapa tantangan di depan.

Sebab itu, pada diskusi ini para panelis akan saling mengeksplorasi apa saja tantangan utama dan peluang dihadapi oleh keuangan Islam di dunia. Di dalamnya termasuk mengenai tata kelola dan kepatuhan, keuangan hijau & berkelanjutan, teknologi finansial (financial technology/fintech), inklusi keuangan, dan mobilisasi modal.

Reuters SVP for Sales and Content Solutions Munira Ibrahim mengatakan, saat ini penting untuk memahami peran apa yang dimainkan Keuangan Islam.

“Dengan panelis yang terhormat, acara ini akan membahas isu-isu kunci di Keuangan Islam; apakah itu telah mencapai puncaknya dan bagaimana memastikannya tetap kompetitif, relevan dan, yang terpenting menarik,” ujar Munira.

Adapun para ahli yang akan menjadi panelis di antaranya Direktur Pelaksana dan CFO World Bank Group Mr. Joaquim Levy; Sekretaris Jenderal Islamic Financial Service Board; Direktur Pembiayaan Syariah Kementerian Keuangan Indonesia Luky Alfirman; dan Direktur Senior & Kepala Keuangan Islam Global sekaligus S&P Peringkat Global Dr. Mohamed Damak.

Sementara yang akan berlaku sebagai moderator ialah Kepala Koresponden Keuangan Islam di Reuters Bernardo Vizcaino.

400 Proyek INSEAD di 80 Negara akan Dipresentasikan di International Summit for Change 2018

0

Berempat.com – Hoffmann Global Institute for Business and Society bersama ChangeNOW bakal menggelar International Summit for Change 2018 pada 28-29 September di STATION F di Paris, Prancis. Konferensi yang didirikan oleh alumni sekolah bisnis global INSEAD tersebut akan mengeksplorasi bukti riil dan inovasi yang dapat diimplementasikan oleh sektor bisni dalam menerapkan solusi terhadap masalah global yang paling mendesak.

Pada konferensi tersebut di hari pertama ChangeNOW bakal mempresentasikan 400 proyek dari para alumni INSEAD di 80 negara, job fair untuk pelajar, diskusi publik, dan pertemuan business to business (B2B).

Proyek INSEAD yang akan disajikan meliputi 1001 fontaines – Merintis respons inovatif terhadap masalah air minum yang aman; Irene Energy – Menginovasi back-office generasi berikutnya untuk industri energi; Pemakan plastik – Memastikan generasi berikutnya memiliki lautan untuk berenang; Zephyre – Menyesuaikan solusi untuk stasiun pengisian kendaraan listrik; Pembiayaan Mpower – Memberdayakan siswa melalui pinjaman inovatif; dan Startup Bootcamp – Menghubungkan ide dan investor melalui jaringan global.

Direktur Eksekutif Hoffman Global Institut Katell Le Goulven mengatakan, pihaknya kini menghadapi tantangan yang belum pernah terjadi sebelumnya terhadap pertumbuhan dan perkembangan global. Ia melihat adanya peningkatan pada risiko dari lanskap geopolitik yang berubah cepat dan dari laju kemajuan teknologi yang pesat.

“Kita perlu mengadakan pemikiran pemimpin, inovator, investor, dan pengusaha yang dapat mempengaruhi perubahan nyata. Ini adalah bagaimana kita mengubah langkah maju menjadi langkah menuju masa depan yang berkelanjutan,” ungkap Katell dalam keterangan rilisnya, Rabu (26/9).

Pada konferensi tersebut, dikabarkan juga bahwa Wakil Dekan INSEAD dan Dekan Inovasi Peter Zemsky akan memoderasi sesi “Tech for Good” untuk mengeksplorasi bagaimana teknologi yang muncul seperti blockchain dan kecerdasan buatan (AI) dapat dimanfaatkan untuk kebaikan sosial.

Untuk memulai percakapan tentang bisnis dan masyarakat sebelum konferensi tersebut, Institut menerbitkan halaman web di mana percakapan media sosial dapat dilihat secara real time. Selain itu, pengguna media sosial juga dapat bergabung dengan percakapan di Twitter dan Instagram menggunakan tagar #INSEADforGood. Untuk bergabung dengan percakapan, silakan kunjungi halaman web pertama yang diterbitkan oleh Institut di situs INSEAD.

“Ini adalah percakapan penting untuk bisnis dan masyarakat pada saat ini. Saya senang melihat Hoffmann Institute memimpin dan menyatukan para pemimpin yang harus menjadi bagian dari percakapan ini,” ucap Dekan INSEAD Ilian Mihov.

Nantinya, hasil diskusi dalam konferensi tersebut akan dibawa ke dalam Force for Good Conference yang akan diadakan pada 5 Oktober di Kampus INSEAD Eropa dan selanjutnya Alumni Forum Asia dijadwalkan untuk 10 November di Kampus Asia.

The Force for Good Conference akan menampilkan pidato utama oleh CEO Unilever Paul Polman, serta presentasi dan diskusi panel tentang mitos-mitos gender, keuangan berkelanjutan, dan topik-topik lain yang terkait dengan bisnis sebagai kekuatan untuk kebaikan.

Hadapi Era Industri 4.0, Microsoft Klaim Telah Sediakan Solusi di 5 Sektor Ini

0

Berempat.com – Saat ini kita sudah memasuki era Industri 4.0, yakni era yang sudah serba terkomputerisasi. Untuk bisa bersaing di era Industri 4.0, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto selalu mengatakan bahwa setiap jenis usaha perlu menguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Di era Industri 4.0 ini berbagai teknologi digital yang terus berkembang akan banyak diimplementasikan, seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things, Human Machine Interface, teknologi robotik, dan teknologi percetakan 3D.

Dalam menghadapi era Industri 4.0 tersebut, Microsoft mengklaim bahwa pihaknya telah menyediakan solusi yang dibutuhkan di sektor-sektor industri penting. Setidaknya, ada 5 sektor yang diklaim Microsoft tersebut.

Manufaktur

Menurut studi terbaru Microsoft yang bekerja sama dengan IDC, pendapatan domestik bruto (PDB) untuk kawasan Asia Pasifik diperkirakan sebesar US$ 387 miliar pada tahun 2021 dan tumbuh 1,0 % per tahun. Namun, perkiraan tersebut dapat terealisasi jika sektor manufaktur di Asia Pasifik melakukan transformasi digital.

Di Indonesia, pengembangan model bisnis baru pada industri manufaktur telah dilakukan oleh PT Waskita Karya Tbk. Waskita diketahui mengadopsi Azure Site Recovery yang disediakan oleh PT Sarana Solusindo Informatika yang tak lain adalah mitra Microsoft.

“Dengan Azure Site Recovery, bisnis kami memiliki perlindungan otomatis dan pemulihan bencana yang sederhana dalam komputasi awan. Kami mampu memilah big data yang sangat penting secara terpadu untuk bisnis kami,” ujar Senior IT Infrastructure PT Waskita Karya Tbk. Paul Soselisa dalam keterangan rilis, Selasa (25/9).

Ritel

Di bidang retail, Microsoft mengklaim bahwa salah satu produknya telah digunakan oleh The Body Shop Indonesia sebagai pendukung proses bisnis di era digital, yakni intelijen bisnis dari Nawatech yang juga merupakan mitra Microsoft.

“Alat analisis bisnis dari Power BI ini memungkinkan karyawan kami untuk mengakses data dan informasi, membuat laporan, dan membuat keputusan bisnis dengan lebih efisien,” ujar Human Capital Director The Body Shop Indonesia Mira F. Soetjipto.

Kesehatan

Di sektor ini, Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi salah satu yang siap menghadapi era Industri 4.0 sebab telah menggunakan Enterprise Resource Planning (ERP) dari mitra Microsoft, PT Mikro Sinergi Informatika.

“ERP menyatukan aplikasi bisnis, data, dokumen, dan perangkat untuk otomatisasi bisnis kami dan meningkatkan kolaborasi antara sumber daya manusia kami. Kami dapat mengontrol dan memantau informasi secara efisien serta menerima akuntabilitas dan transparansi laporan keuangan dan logistik,” jelas Bendahara PMI Suryani Motik PhD.

Pendidikan

Di sektor pendidikan, Universitas Bina Nusantara (Binus) menjadi yang terdepan dalam menyiapkan sistem e-Learning yang memanfaatkan Microsoft Azure untuk mengembangkan aplikasi dan SharePoint untuk menyimpan konten. Binus dapat mengaplikasikan teknologi tersebut berkat kerja sama dengan mitra Microsoft, PT Pasifik Cipta Mandiri.

“Sistem e-Learning yang disebut Project Digital Asset Management System (DAMS), memungkinkan pengajar dan siswa kami mengakses dan menelusuri konten digital yang dimiliki oleh Bina Nusantara seperti jurnal, tesis, audio, dan video pendidikan dalam satu aplikasi,” ungkap IT Director Bina Nusantara Group Ivan Sangkereng S.T., M.M,.

Perhotelan

Industri perhotelan juga tak luput dari jangkauan Microsoft. Topotels Hotels & Resorts menjadi salah satu hotel yang merasakan solusi dari Microsoft melalui penerapan Rhapsody Hotel Management System.

Sistem yang dikembangkan oleh penyedia informasi dan teknologi PT Realta Chakradarma ini memberdayakan hotel dan operator hotel untuk mengintegrasikan proses bisnis secara mulus.Dibangun pada platform Microsoft Azure, sistem ini dapat digunakan dengan aman antara kota, pulau, dan negara.

“Sebagai operator hotel, Topotels memastikan keberlangsungan hotel di Indonesia serta AsiaTenggara. Teknologi yang disediakan oleh PT Realta Chakradarma memungkinkan kami untuk mengambil, memproses, dan menganalisis semua data dan transaksi secara real-time sebagai bagian dari pengelolaan operasional hotel,” ungkap Chief Technical Officer& Co-Founder, Topotels Hotels & Resorts Ojahan Oppusunggu.

Chief of Partner Officer and Director of Small Medium – Corporate Segments of Microsoft Indonesia, Mulia Dewi Karnadi mengatakan, dengan kolaborasi sebagaimana yang sudah dipaparkan sebelumnya, maka akan ada lebih banyak bisnis di Indonesia yang dapat mendukung tujuan pemerintah agar Indonesia masuk 10 besar ekonomi global terbesar pada tahun 2030.

Rotary Wing Indonesia Conference 2018; Indonesia Butuh Transportasi Helikopter

Berempat.com – Sebuah konferensi terkait industri helikopter, Rotary Wing Indonesia Conference 2018 telah berlangsung pada hari ini, Rabu (26/9) dan Kamis (27/9) di JW Marriott, Jakarta. Konferensi ini merupakan rangkaian acara pembuka untuk kegiatan puncak, yakni berupa pameran internasional Rotary Wing Indonesia Airshow & Summit 2019 yang berlangsung pada 4-6 April 2019 di JIExpo Kemayoran, Jakarta.

Kegiatan yang diinisiasi oleh CSE Aviation dan Asosiasi Pilot Helikopter Indonesia (APHI) bersama Deibindo ini dibuka oleh Chairman CSE Aviation Marsekal TNI (Purn) Chappy Hakim. Menurut Chappy, alat transportasi menjadi sangat penting bagi Indonesia yang notabenenya adalah negara kepulauan.

“Sisi perhubungan dengan transportasi itu menjadi satu hal. Bisa dikatakan suatu kebutuhan yang tak bisa dihindari. Kita bicara sebagai negara kepulauan, maka ada hal mendasar di sini,” ujar Chappy di JW Marriott, Jakarta, Rabu (26/9).

Chappy pun menilai, di negara kepulauan macam Indonesia ini terdapat banyak tempat yang menjadi proyek besar di lokasi-lokasi terpencil. Sebab itu, dibutuhkan alat transportasi yang super cepat dan efisien.

“Di sisi lain, bisnis-bisnis itu akan terjadi pula di kota-kota besar. Kebutuhan masyarakat luas terhadap transportasi yang cepat, aman, dan dapat memberikan garansi serta kebutuhan dari mekanisme bisnis itu sendiri akan sangat tinggi,” imbuhnya.

Sebab itu, menurutnya, masyarakat luas perlu melihat secara realistis bahwa kebutuhan helikopter sudah tak dapat dihindarkan lagi. Dalam konteks ini, Chappy menyebut Indonesia harus sudah siap untuk menjawab kebutuhan itu ke depan.

“Cepat atau lambat, mau tidak mau, kehadiran rotary wing di negara kepulauan seperti di Indonesia tidak bisa dihindari.  Apabila kita tidak mampu, maka orang-orang dari negara lainlah yang akan datang (untuk mengisi). Mari kita sama-sama semua menyadari hal ini, dan mari kita semua melihat bahwa kebutuhan rotary wing dari konteks industri dan bisnis benar-benar harus kita fokus melihat ke depan,” tegas Chappy.

Pada kesempatan yang sama, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebut bahwa konektivitas antarwilayah di Indonesia sudah menjadi bagian dari mandat Nawacita Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Jusuf Kalla.

“Konektivitas itu bukan saja di perkotaan tapi juga sampai di ujung-ujung daerah pelosok untuk kita koneksikan,” ujarnya.

Selain itu, Budi menerangkan, konektivitas dalam konteks ini tak hanya bicara soal ekonomi dan sosial, melainkan telah menjadi martabat bangsa dalam menyatukan Indonesia. “Jadi kita punya tugas yang berat untuk bangsa ini,” imbuhnya.

Industri transportasi helikopter bagi Indonesia sendiri bukan hal yang baru. Budi bahkan menyebut bahwa saat ini terdapat 29 perusahaan yang mengoperasikan helikopter sebagai transportasi kota di wilayah Jakarta dan sekitarnya.

Budi bahkan menyebut bahwa pemerintah berencana akan membuat beberapa regulasi terkait transportasi helikopter di Indonesia, khususnya untuk regulasi penerbangan malam. Tujuannya tak lain agar mobilitas bisa lebih lama bagi pengguna helikopter.

“Memang perlu kita siasati dengan cara-cara yang baik dan kita lakukan persiapan-persiapan sehingga apabila traffic itu menjadi kebutuhan yang masif kita sudah siap,” tegas Budi.

Pada kesempatan ini, Budi selaku Menteri Perhubungan diberikesempatan untuk membuka pergelaran Rotary Wing Indonesia Conference 2018. “Dengan mengucap bismillah acara ini resmi dibuka,” tutupnya.

Budiyanto Darmastono, Sang Spesialis Bisnis Logistik

0

Dia pernah menjadi bagian penting dari NCS, sebelum kemudian membesarkan SAP Express

Berempat.com – Budiyanto Darmastono, ialah sosok di balik lahir dan berkembangnya PT Satria Antaran Prima (SAP Express), perusahaan logistik berbasis Android pertama di Indonesia. SAP Express lahir dengan visi-misi besar seorang Budiyanto yang tak asing pada teknologi.

Melansir dari situs resminya sap-express.id, SAP Express yang baru berdiri pada 9 November 2014 ini mampu menebar 40 cabang dan 200 titik gerai di Indonesia hanya dalam tempo setahun. Berkat capaian tersebut, pada Mei 2015 silam perusahaan yang identik dengan warna oranye ini menjadi salah satu peraih Rekor Bisnis Indonesia (ReBI) yang ke-13 sebagai Perusahaan Kurir Pertama dengan Mobile System berbasis Android serta Pembukaan Kantor Tercepat dan Terbanyak Dalam 6 Bulan.

Selain ReBI, dua penghargaan lain juga berhasil direngkuh oleh SAP Express di tahun yang sama, yakni Franchise Startup Award dan Indonesian Inspire & Best Company Award. Setahun berselang, tepatnya 2016, SAP Express meraih Indonesia Franchise Marketing Award dan dua tahun setelahnya sebuah penghargaan kembali hadir, yakni The Most Promising Brand 2018.

Berbagai penghargaan itu tentu bukan target utama yang ingin direngkuh oleh Budiyanto. Dalam sebuah kesempatan, Budiyanto sempat mengungkapkan target yang ingin diraihnya bersama SAP Express. Salah duanya ialah memiliki 1.000 gerai dan dapat melantai di bursa saham.

“Target saya 5 tahun perusahaan ini sudah go public,” ucapnya kepada saya saat dalam proses wawancara untuk keperluan profilnya dalam buku Indonesia Successfull Young Entrepreneurs.

Dan kini, saat usia perusahaannya akan berusia 5 tahun, Budiyanto telah menyatakan siap melakukan penawaran perdana (IPO) di bursa saham menjelang akhir tahun 2018. SAP diketahui bakal melepas 60% sahamnya dengan harga awal di angka Rp 220 – Rp 260 per lembar saham. Sementara, dana yang akan diterima nantinya dari IPO ini akan digunakan untuk merealisasikan targetnya yang ingin menumbuhkan 1.000 gerai.

Namun, ternyata SAP Express merupakan perusahaan logistik kedua yang dilahirkan oleh Budiyanto. Pria kelahiran Karanganyar, Solo, 1967 silam ini ternyata pernah menjadi salah satu aktor dari berdirinya sebuah perusahaan logistik kenamaan pada 1994 silam. Perusahaan itu bernama PT Nusantara Card Semesta atau yang lebih dikenal sebagai NCS. 17 tahun lamanya Budiyanto turut membesarkan NCS lewat tangan dinginnya, sebelum kemudian sebuah gejolak internal mendorongnya untuk melepaskan seluruh aset dan pengaruhnya dari perusahaan tersebut.

“Akhirnya pertumbuhannya sangat cepat. Sampai tahun 2011, kemudian saya tinggalkan NCS,” kisahnya yang lantas sempat menjajal bisnis properti selama 2 tahun.

Anak Guru yang Bercita-cita Menjadi Pegawai Bank

Terlahir dari keluarga guru, di mana ayah dan ibunya adalah guru, pun dengan ketiga kakaknya yang mengikuti jejak menjadi guru, nyatanya tak membuat Budiyanto remaja punya cita-cita menjadi guru. Budi justru lebih tertarik menjadi pegawai bank saat dewasa kelak.

“Karena yang saya lihat di zaman dulu, kehidupan guru itu susah karena hidup pas-pasan. Dulu saya pun hidup susah, sekolah pun susah. Sehingga saya putuskan ketika SMA itu saya cita-cita ingin menjadi pegawai bank,” kenang pria yang juga membeli franchise Rumah Makan Sederhana ini.

Namun, kendati tak ingin mengikuti jejak orangtuanya tak berarti Budi hilang kepedulian pula pada mereka. Budi justru masih menjalani hidupnya dengan mengantongi petuah-petuah yang diberikan oleh orangtuanya. Di kepalanya, tersemat pesan orangtua bahwa dirinya harus selalu baik kepada orang lain dan tak boleh menipu.

“Beliau (ornagtua) berpesan, ‘Le walaupun kamu disakitin, jangan kamu sakit hati’. Itulah nasehat yang masih saya pegang sampai saat ini. Makanya saya tidak pernah sakit hati sama orang,” ungkap Budi.

Sementara, cita-cita menjadi pegawai bank tentu bukan muncul tanpa alasan. Budi begitu percaya bahwa dengan menjadi pegawai bank dapat mengubah garis nasibnya. Ia bisa berprasangka demikian sebab dulu rumahnya pernah disekat dua untuk sebagian disewa oleh Bank BRI sebagai kantor. Maka saban hari matanya tak asing memandang tampilan pegawai bank yang necis. Tak jarang pula ia mendapati pegawai bank yang masih muda sudah mampu membeli motor.

Saat menginjak bangku SMA, Budiyanto yang suka hitung-menghitung memilih jurusan IPS dengan konsen akuntansi. Pilihan itu pun tak lain demi menunjang cita-citanya sebagai pegawai bank. Namun, Budiyanto tak benar-benar bekerja di bank kelak.

Selepas menempuh pendidikan Akuntansi D3 di Universitas Gadjah Mada (UGM) di Yogyakarta, Budi memutuskan merantau ke Jakarta. Di Ibu Kota, ia pun bekerja di salah satu perusahaan kartu kredit dunia, Diners Club International sebagai account officer. Di tahun ’90-an, kala itu Budi baru mendapat upah Rp 2 juta per bulan.

Namun, sadar akan pendidikannya yang hanya D3, di sela-sela bekerja Budi memutuskan untuk melanjutkan pendidikannya. Ia pun memilih menempuh pendidikan S1 di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STEI) Rawamangun, Jakarta.

“Saya memang mendalami akutansi karena suka hitung-hitungan,” aku Budi.

Segelintir Kisah Memulai NCS

Budi adalah anak ke-4 dari 6 bersaudara. Hanya dirinya dan kedua adiknya yang kini tak mengikuti rekam jejak ayah, ibu dan ketiga kakaknya berserta pasangan mereka, semua menjadi guru. Budi mengaku menyebarkan dogma kepada kedua adiknya untuk mengikuti jejak dirinya.

Namun, Budi tak serta-merta langsung dapat menemukan bisnis yang cocok untuk digelutinya. Selama masih bekerja sebagai karyawan, ia sempat mencoba berbagai bisnis sampingan, mulai dari berjualan kue, berjualan baju dengan menawarkan sistem cicil, hingga jual-beli mobil bekas.

Kala itu, Budi hanya berpikir bahwa apa yang dilakukannya di samping bekerja merupakan langkah awal dirinya dapat menemukan bisnisnya kelak. Sebab, yang ada di pikirannya kala itu hanya satu, “kalau saya terus-terusan jadi pegawai kapan lagi saya bisa membahagiakan keluarga saya?” Dari situlah ia pun berpikir jika memang tak ada jalan selain memulai usaha.

Sedikit demi sedikit, dari ragam bisnis sampingan yang dijalani Budi pun bisa menabung untuk modal. Waktu itu, tahun 1994, Budi yang berusia 27 tahun memutuskan menggunakan modal Rp 25 juta untuk mendirikan perusahaan kurir bersama istri dan rekan kerjanya. Perusahaan itulah yang saat ini dikenal dengan NCS.

“Karena saat itu di tahun 94/95 saya lihat bisnis kurir ini masih sangat sedikit pemainnya, tapi pangsa pasarnya besar sekali,” ungkap Budi.

Kala itu NCS memang mengambil pangsa pasar kurir dokumen perusahaan sebagai target utama. Namun, di enam bulan pertama Budi masih memijakkan setengah kakinya di NCS. Artinya, Budi masih berposisi sebagai karyawan dan belum benar-benar 100% menggarap NCS. Keputusan Budi untuk mundur sebagai seorang karyawan ketika ia tersadar bahwa NCS tak mengalami perkembangan di 6 bulan pertamanya.

“Akhirnya saya keluar dan pelan-pelan NCS pun naik kemudian setelah mendapatkan pekerjaan untuk mengirimkan dokumen, billing statement, paket. Modal saya itu dulu hanya Rp 25 juta. Karyawan saya hanya 5 orang. Dengan uang itu saya hanya bisa menyewa garasi kecil sekali di Slipi (Jakarta Barat),” kenangnya.

Budi mengklaim bahwa saat itu NCS sangat berbeda dengan perusahaan kurir lainnya. Di tahun 1995, kala perusahaan kurir lain masih manual, NCS justru tampil dengan teknologi meski terbilang sederhana, semacam penerapan resi pengiriman. “Yang penting semua pengiriman (datanya) diinput dan bisa laporan ke klien,” ujarnya.

Kendati pernah terkena dampak krisis moneter 1998, namun NCS mampu terus bangkit dan berkembang. Sebelum kemudian perbedaan mendorongnya untuk melepaskan NCS  pada 2011. Namun, pada 2014 Budi kembali ke bisnis kurir dengan mengerek benderanya sendiri, yakni SAP Express.

Strategi Ulung Budiyanto Mengembangkan SAP Express

Pernah menahkodai perusahaan kurir dari nol sampai berkembang selama 17 tahun tentu sudah membuat Budi tak hanya kenyang pengalaman, tapi juga berbagai strategi ulung. Berkat itulah ia pun mampu mendorong SAP Express melejit. Dalam tempo satu tahun berdiri, SAP Express telah memiliki 40 cabang dan 200 gerai, hingga terus bertambah menjadi 70 cabang di tahun 2018.

Setidaknya, hal pertama yang membuat SAP Express mampu berkembang pesat yaitu menerapkan apa yang pernah diusung Budi pada NCS, yakni penerapan teknologi. Sudah sejak awal Budi memang memiliki prinsip untuk memberikan sesuatu yang berbeda dalam setiap bisnis yang dijalaninya.

“Di perusahaan yang lain belum ada yang menggunakan teknologi Android. Dan ketika saya buka pada September 2014 kemarin, saya memang langsung meluncurkan sistem yang begitu launching menggunakan teknologi Android, di mana perusahaan lain belum menjalankan,” klaimnya.

Budi adalah seorang pebisnis yang punya latar belakang pendidikan akuntansi namun sangat mementingkan teknologi. Baginya, penerapan teknologi di era ini menjadi keharusan yang hakiki.

Hal kedua yang membuat SAP Express mampu berkembang pesat ialah strategi Budi dalam merekrut karyawan. Budi mengakui bahwa dirinya menganut konsep perbankan dalam merekrut karyawan untuk posisi strategis.

“Bank itu kalau membuat perusahaan yang besarnya cepat adalah dengan cara mengambil orang-orang yang pengalaman bekerja di Bank. Saya lihatnya ke sana,” ungkapnya sambil tersenyum.

Bagi Budi, menerapkan strategi perekrutan karyawan perbankan pada perusahaan yang bergerak di bidang jasa bukanlah hal yang keliru. Malah, ia menilai strategi semacam itu bisa diterapkan di banyak perusahaan. Sebab, menurutnya, strategi itu merupakan cara jitu lagi cepat untuk mengembangkan perusahaan yang baru berdiri.

“Kalau kita membuat perusahaan baru, lalu kita mengambil orang yang baru dan belum berpengalaman, maka itu akan sulit dan lama,” tukasnya.

Sederhananya, melalui strateginya ini otomatis berbagai ilmu dari perusahaan sejenis yang tertanam di benak karyawan-karyawannya dapat terkumpul menjadi satu. Kemudahanlah yang lantas didapatkan oleh Budiyanto sebagai Direktur Utama. Ia cukup memadupadankan berbagai ide dan ilmu untuk kemajuan SAP Express.

Namun, Budi mewanti-wanti satu hal yang mesti dipahami oleh pengusaha apabila ingin mengikuti jejaknya dalam bajak membajak karyawan. Yakni perusahaan yang menganut konsep seperti ini perlu mengeluarkan dana yang lebih besar.

“Jadi, ada dua konsep dalam hal bisnis. Apabila modal kita kecil harus pelan-pelan karena tidak bisa rekrut orang. Kedua, kalau ada modal harus berani rekrut orang. Tapi ada catatannya, kita berani rekrut orang yang berpengalaman dengan gaji besar, tapi dia harus memberikan effort yang jauh lebih besar kepada perusahaan,” terangnya.

Soal strategi bajak membajak karyawan ini, Budi menjamin bahwa hal serupa juga diterapkan oleh hampir seluruh perusahaan yang bisa tumbuh besar dalam tempo singkat di zaman ini.