Hadapi Era Industri 4.0, Microsoft Klaim Telah Sediakan Solusi di 5 Sektor Ini

0
374

Berempat.com – Saat ini kita sudah memasuki era Industri 4.0, yakni era yang sudah serba terkomputerisasi. Untuk bisa bersaing di era Industri 4.0, Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto selalu mengatakan bahwa setiap jenis usaha perlu menguasai teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Di era Industri 4.0 ini berbagai teknologi digital yang terus berkembang akan banyak diimplementasikan, seperti kecerdasan buatan (AI), Internet of Things, Human Machine Interface, teknologi robotik, dan teknologi percetakan 3D.

Dalam menghadapi era Industri 4.0 tersebut, Microsoft mengklaim bahwa pihaknya telah menyediakan solusi yang dibutuhkan di sektor-sektor industri penting. Setidaknya, ada 5 sektor yang diklaim Microsoft tersebut.

Manufaktur

Menurut studi terbaru Microsoft yang bekerja sama dengan IDC, pendapatan domestik bruto (PDB) untuk kawasan Asia Pasifik diperkirakan sebesar US$ 387 miliar pada tahun 2021 dan tumbuh 1,0 % per tahun. Namun, perkiraan tersebut dapat terealisasi jika sektor manufaktur di Asia Pasifik melakukan transformasi digital.

Di Indonesia, pengembangan model bisnis baru pada industri manufaktur telah dilakukan oleh PT Waskita Karya Tbk. Waskita diketahui mengadopsi Azure Site Recovery yang disediakan oleh PT Sarana Solusindo Informatika yang tak lain adalah mitra Microsoft.

“Dengan Azure Site Recovery, bisnis kami memiliki perlindungan otomatis dan pemulihan bencana yang sederhana dalam komputasi awan. Kami mampu memilah big data yang sangat penting secara terpadu untuk bisnis kami,” ujar Senior IT Infrastructure PT Waskita Karya Tbk. Paul Soselisa dalam keterangan rilis, Selasa (25/9).

Ritel

Di bidang retail, Microsoft mengklaim bahwa salah satu produknya telah digunakan oleh The Body Shop Indonesia sebagai pendukung proses bisnis di era digital, yakni intelijen bisnis dari Nawatech yang juga merupakan mitra Microsoft.

“Alat analisis bisnis dari Power BI ini memungkinkan karyawan kami untuk mengakses data dan informasi, membuat laporan, dan membuat keputusan bisnis dengan lebih efisien,” ujar Human Capital Director The Body Shop Indonesia Mira F. Soetjipto.

Kesehatan

Di sektor ini, Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi salah satu yang siap menghadapi era Industri 4.0 sebab telah menggunakan Enterprise Resource Planning (ERP) dari mitra Microsoft, PT Mikro Sinergi Informatika.

“ERP menyatukan aplikasi bisnis, data, dokumen, dan perangkat untuk otomatisasi bisnis kami dan meningkatkan kolaborasi antara sumber daya manusia kami. Kami dapat mengontrol dan memantau informasi secara efisien serta menerima akuntabilitas dan transparansi laporan keuangan dan logistik,” jelas Bendahara PMI Suryani Motik PhD.

Pendidikan

Di sektor pendidikan, Universitas Bina Nusantara (Binus) menjadi yang terdepan dalam menyiapkan sistem e-Learning yang memanfaatkan Microsoft Azure untuk mengembangkan aplikasi dan SharePoint untuk menyimpan konten. Binus dapat mengaplikasikan teknologi tersebut berkat kerja sama dengan mitra Microsoft, PT Pasifik Cipta Mandiri.

“Sistem e-Learning yang disebut Project Digital Asset Management System (DAMS), memungkinkan pengajar dan siswa kami mengakses dan menelusuri konten digital yang dimiliki oleh Bina Nusantara seperti jurnal, tesis, audio, dan video pendidikan dalam satu aplikasi,” ungkap IT Director Bina Nusantara Group Ivan Sangkereng S.T., M.M,.

Perhotelan

Industri perhotelan juga tak luput dari jangkauan Microsoft. Topotels Hotels & Resorts menjadi salah satu hotel yang merasakan solusi dari Microsoft melalui penerapan Rhapsody Hotel Management System.

Sistem yang dikembangkan oleh penyedia informasi dan teknologi PT Realta Chakradarma ini memberdayakan hotel dan operator hotel untuk mengintegrasikan proses bisnis secara mulus.Dibangun pada platform Microsoft Azure, sistem ini dapat digunakan dengan aman antara kota, pulau, dan negara.

“Sebagai operator hotel, Topotels memastikan keberlangsungan hotel di Indonesia serta AsiaTenggara. Teknologi yang disediakan oleh PT Realta Chakradarma memungkinkan kami untuk mengambil, memproses, dan menganalisis semua data dan transaksi secara real-time sebagai bagian dari pengelolaan operasional hotel,” ungkap Chief Technical Officer& Co-Founder, Topotels Hotels & Resorts Ojahan Oppusunggu.

Chief of Partner Officer and Director of Small Medium – Corporate Segments of Microsoft Indonesia, Mulia Dewi Karnadi mengatakan, dengan kolaborasi sebagaimana yang sudah dipaparkan sebelumnya, maka akan ada lebih banyak bisnis di Indonesia yang dapat mendukung tujuan pemerintah agar Indonesia masuk 10 besar ekonomi global terbesar pada tahun 2030.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.