Sabtu, Mei 9, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 899

Tingkat Pengangguran yang Terus Merosot dan Lapangan Kerja yang Terus Tumbuh

0

Berempat.com – Pemerintah tampaknya telah berhasil untuk menekan angka pengangguran setiap tahunnya selama periode 2015-2018. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran terbuka di tahun 2015 tercatat 6,18%, turun menjadi 5,61% pada 2016, lalu  di tahun 2017 kembali turun menjadi 5,50%. Dan terus merosot menjadi 5,34% pada Agustus 2018.

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengungkapkan, tingkat pengangguran terbuka (TPT) tahun ini menjadi yang terendah selama pemerintahan Jokowi-JK.

“Bicara masalah pengangguran, harus dikatakan capaian pemerintah saat ini bahwa  turunnya angka pengangguran sesuai yang kita harapkan, “ ujar Hanif dalam Press Conference Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) di Jakarta, Kamis (8/11).

Hanif melanjutkan, secara keseluruhan trennya telah positif, namun Hanif memastikan perluasan kesempatan kerja harus terus dilakukan di perkotaan dan pedesaan. Sebab pertumbuhan industri manufaktur, pariwisata, makanan dan minuman juga berkontribusi terhadap penyerapan lapangan kerja.

“Tren dari semua basis pendidikan, TPT alami penurunan, ini artinya positif. Saya ingin lihat dari sisi ini agar kita optimis dan optimis melihat bangsa ini . Kalau tidak, nanti isinya mengeluh dan komplain, seolah-olah tak ada masa depan,” katanya.

Kendati demikian, TPT dari pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) masih menjadi yang paling tinggi walau terus alami penurunan. Seperti di tahun 2015, TPT pendidikan SMK sebesar 12,65%, turun menjadi 11,11% pada 2016, lalu sempat naik lagi pada 2017 menjadi 11,41% dan turun menjadi 11,24% pada Agustus 2018.

Di samping menurunnya angka pengangguran, Hanif mengakui masih banyak persoalan SDM di angkatan kerja yang harus ditemui, termasuk lulusan SMK. Hingga saat ini profil ketenagakerjaan secara keseluruhan di tahun 2018 masih menantang. Dari 131 juta angkatan kerja, 58% di antaranya masih lulusan SD/SMP.

Namun, Hanif menegaskan pihaknya telah melakukan terobosan-terobosan berupa perbaikan akses dan mutu pendidikan formal, utamanya pendidikan dasar dan pendidikan menengah.

Pihaknya juga telah memperbaiki akses dan mutu vocational training secara massif. Langkah massifikasi diperlukan untuk mengatasi tiga problem tenaga kerja, yakni kualitas, kuantitas dan persebaran tenaga kerja.

“Itu kunci masa depan, akses dan mutu harus diperbaiki, ” ujarnya.

Ditambahkan Hanif, yang dilakukan pemerintah untuk memperkuat pemagangan dan vocational training, salah satunya yakni kebijakan triple skilling (skilling, upskilling dan re-skilling).

Sementara itu, pada kesempatan yang sama Kepala PPN/Bappenas Bambang Brodjonegoro menambahkan, jumlah lapangan kerja Indonesia pada 2018 telah melampaui target Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2018 dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2015-2019, yakni meningkat 2,99 juta dibandingkan 2017 sehingga menjadi 9,38 juta.

Secara absolut, terang Bambang, jumlah pengangguran juga turun sebesar 40 ribu orang, sehingga TPT telah berhasil diturunkan menjadi 5,34 persen tahun ini.

“Penurunan ini dapat dicapai dengan penciptaan kesempatan kerja sebanyak 2,6 sampai 2,9 juta orang, dan lapangan kerja formal di sektor bernilai tinggi dapat menyerap angkatan kerja berpendidikan SMA ke atas,” ujar Bambang.

Modalku Jadi Satu-satunya Wakil ASEAN di Jajaran The Fintech 100

0

Berempat.com – KPMG dan H2 Ventures telah merilis daftar perusahaan financial technology (Fintech) paling inovatif di dunia dalam “The Fintech 100”. Dalam daftar tersebut terdapat banyak perusahaan fintech, baik yang sudah lama maupun yang masih kategori startup. Dan salah satu perusahaan fintech asal Indonesia masuk dalam daftar tersebut ialah Modalku.

Dalam daftar tersebut, Modalku terpilih dalam kategori Emerging 50 yang diisi oleh startup paling inovatif dalam menerapkan praktik dan teknologi finansial. Yang membanggakan, selain menjadi satu-satunya perusahaan fintech P2P lending asal Indonesia, Modalku juga menjadi satu-satunya wakil dari kawasan Asia Tenggara.

Terpilihnya Modalku masuk dalam daftar “The Fintech 100” berkat misinya dalam mendukung inklusi keuangan serta menjadikan pinjaman usaha lebih mudah diakses oleh UMKM yang layak kredit.

Sebagai informsi, perusahaan yang masuk dalam daftar The Fintech 100 terpilih setelah melewati tahap riset global yang ekstensif dan berdasarkan data dari berbagai aspek yang dilakukan oleh KPMG dan H2 Ventures. Tiga dari sekian aspek yang menjadi pertimbangan dalam penilaian ialah jumlah investasi modal ventura yang diterima oleh perusahaan fintech, produk yang ditawarkan, dan inovasi model bisnis.

Selain itu, Modalku juga terpilih untuk kali kedua secara berturut-turut dalam daftar Fintech 250. Itu adalah daftar perusahaan-perusahaan terkemuka dunia yang menciptakan terobosan di dunia teknologi finansial versi CB Insights.

Adapun untuk bisa masuk dalam daftar Fintech 250, CB Insights memilih berdasarkan data yang diberikan perusahaan dan Mosaic Score perusahaan-perusahaan tersebut.

Mosaic Score merupakan sistem algoritme CB Insights yang mengukur kesehatan dan potensi pertumbuhan dari suatu perusahaan. Melalui pendekatan objektif berbasis bukti dan statistik ini, Mosaic Score dapat memprediksi momentum perusahaan, kesehatan pasar, dan potensi kesuksesan finansial suatu perusahaan.

Menurut Co-Founder & CEO Modalku Reynold Wijaya, kepercayaan menjadi salah satu nilai yang dimiliki oleh Modalku sehingga bisa masuk dalam daftar fintech terbaik di dunia. Kepercayaan yang dimaksud meliputi kepercayaan dari pengguna platform, pemerintah, maupun kepercayaan dari badan internasional seperti KPMG, H2 Ventures, dan CB Insights.

“Semua ini memberikan motivasi tambahan bagi tim Modalku untuk terus maju dan menjadi yang terbaik,” ujar Reynold.

#ShopeeBersamaPaluDonggala Berhasil Galang Dana Rp 711 Juta

0

Berempat.com – Shopee melalui kampanye #ShopeeBersamaPaluDonggala telah berhasil mengumpulkan donasi Rp 711.449.600 dari 90 ribu pendonasi. Dalam kampanye tersebut, Shopee menggandeng empat mitra lembaga kemanusiaan yang meliputi Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), Aksi Cepat Tanggap (ACT), Rumah Zakat, dan Dompet Dhuafa.

Sebagai informasi, dalam kampanye #ShopeeBersamaPaluDonggala, Shopee memberikan pilihan paket donasi kepada pengguna dalam memberikan donasi dari empat badan kemanusiaan yang terlibat, mulai dari Rp 25.000 hingga Rp 150.000.

Setelah memilih, pengguna akan menerima sertifikat digital sebagai bukti bahwa sumbangan telah diterima dan akan diproses oleh masing-masing lembaga yang telah dipilih. Selain itu, pengguna juga dapat memilih dengan cara memberikan likes dan membagikan foto #ShopeeBersamaPaluDonggala di akun Instagram Shopee. Setiap likes yang diberikan setara dengan sumbangan senilai Rp 3.000.

Menurut Country Brand Manager Shopee Rezki Yanuar, keempat mitra lembaga kemanusiaan tersebut akan menjadi pendistribusi penggalangan dana dari Shopee kepada korban bencana. Adapun nantinya bentuk donasi yang akan diterima oleh para korban beragam, seperti dalam bentuk makanan, pakaian, logistik, air bersih, dan layanan medis, dan obat-obatan.

“Kami sangat mengapresiasi bantuan donasi yang diberikan oleh para pengguna untuk Palu dan Donggala, baik yang langsung membeli paket donasi di aplikasi kami, maupun dengan memberikan likes dan membagikan foto #ShopeeBersamaPaluDonggala di akun Instagram Shopee,” ujar Rezki di Jakarta, Rabu (07/11).

Atas besarnya antusiasme pada kampanye tersebut, Rezki pun mengungkapkan terima kasih kepada masyarakat Indonesia. Melalui kampanye tersebut, imbuh Rezki, kami berharap dapat memberikan kontribusi positif bagi masyarakat Indonesia dan menumbuhkan solidaritas untuk membantu saudara yang membutuhkan.

Penjaminan Fintech Berprinsip Syariah Lebih Dominan Dibukukan Jamkrindo

0

Berempat.com – Pada sembilan bulan pertama 2018, Perusahaan Umum (Perum) Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) mencatat volume penjaminan financial technology (fintech) sebesar Rp 145,68 miliar. Dari jumlah tersebut, 65,8% di antaranya berasal dari penjaminan dari prinsip syariah, sedangkan jenis konvensional hanya berkontribusi 43,02%.

Lebih lengkap, volume penjaminan fintech ini berasal dari 38.695 nasabah di 2 perusahaan Peer-to-Peer (P2P) lending, yakni PT Investree Radhika Jaya dan PT Amartha Mikro Fintek. Dari kedua perusahaan tersebut, Amartha masih mendominasi volume penjaminan sebesar 90,99%, sedangkan Investree hanya 9,01%.

Menurut Direktur Bisnis Penjaminan Jamkrindo Amin Mas’udi, angka volume penjaminan di kuartal 3-2018 ini berkontribusi 0,12% terhadap total volume penjaminan perseroan selama Januari-September 2018 yang tercatat Rp 126,48 triliun.

Jamkrindo pun optimistis sampai akhir tahun ini volume penjaminan fintech dapat menembus Rp 200 miliar. Selain itu, volume penjaminan fintech masih akan mengandalkan 2 perusahaan P2P lending itu karena perseroan belum akan menambah kerja sama penjaminan dengan perusahaan P2P lending lainnya.

SAP: Berbagai Perusahaan Besar Dunia Sudah Gunakan SAP

0

Berempat.com – SAP telah mengklaim bahwa berbagai perusahaan terkemuka di seluruh dunia tengah merangkul solusi pengelolaan jaringan end-to-end dan biaya keseluruhan berbasis cloud milik SAP.

Pasalnya, solusi-solusi tersebut diklaim dapat mendukung para pemimpin bisnis yang mengerti bahwa mereka harus melakukan kolaborasi dan kemampuan untuk membagi data melintasi batas organisasi.

Hal tersebut pun dibuktikan SAP dengan melonjaknya pendapatan cloud SAP di kuartal 3-2018 sebanyak 41% dan pemesanan cloud baru tumbuh hingga 31% (yoy).

Dalam keterangan resmi yang diterima Berempat.com, Kamis (8/11), perusahaan di seluruh dunia mengadopsi solusi cloud dari SAP untuk jaringan end-to-end dan manajemen biaya untuk mendapatkan informasi berharga dalam mempercepat perubahan menjadi perusahaan cerdas.

Misalnya pada kuartal ketiga 2018:

  • KIO Networks, perusahaan konsultan dan layanan TI dengan lebih dari 15 tahun pengalaman di pasar Meksiko, pindah ke portofolio cloud dari SAP untuk menjadi perusahaan cerdas. Perusahaan yang memiliki 38 pusat data di Meksiko, Amerika Tengah, Karibia dan Eropa ini mengadopsi SAP Ariba, SAP Concur dan solusi SAP Fieldglass untuk meningkatkan efisiensi dalam manajemen anggaran perjalanan, merampingkan proses pengadaan, meningkatkan hubungan dengan vendor dan mengotomatisasi administrasi pekerja eksternal. Semua ini dilakukan dengan tujuan utama membuat proyek lebih cepat untuk tingkat kontribusi yang lebih cepat kepada pelanggan KIO.
  • Delivery Hero SE, perusahaan berbasis di Jerman ini adalah pemimpin dalam pemesanan makanan online dan seluler. Telah beroperasi di lebih dari 40 juta negara dengan lebih dari satu juta pesanan per hari. Perusahaan ini memilih SAP S/4HANA Cloud, SAP Analytics Cloud, SAP Ariba, dan solusi SAP Concur untuk membantu pertumbuhan skala. Saat ini perusahaan itu telah mengelola 28 merek di seluruh dunia untuk mendorong pertumbuhan yang cepat.
    “Kami memilih solusi cloud SAP dibandingkan yang lain karena mereka memberi kami kemampuan untuk menilai total pembelanjaan kami di seluruh bisnis dan akses ke data yang tepat, pada waktu yang tepat yang memungkinkan keputusan waktu nyata. Hubungan dengan SAP sangat penting untuk kesuksesan berkelanjutan kami,” kata Senior Director, Finance System Delivery Hero Johannes Langguth.
  • IloLay, perusahaan susu Argentina yang mengekspor produknya ke lebih dari 30 negara ini tengah berada di jalan menuju intelligent enterprise dengan bantuan solusi SAP. Ilo Lay, yang mengolah lebih dari 500 juta liter susu dalam satu tahun, memilih solusi SAP S/4HANA, SAP Ariba and SAP SuccessFactors untuk meningkatkan road map transformasi digital, mempertahankan dan membina karyawan, meningkatkan pengadaan serta mendukung rencana pertumbuhan mereka.
  • Grupo Energía Bogotá (GEB), perusahaan multinasional terkemuka asal Amerika Latin di bidang tenaga listrik dan gas alam terus membentuk proses transformasi digital dengan penambahan solusi cloud dari SAP. Perusahaan dengan wilayah operasional di Kolombia, Peru, Guatemala dan Brasil, mengadopsi solusi SAP Ariba untuk mengoptimalkan proses outsourcing, kini memiliki visibilitas manajemen kontrak yang lebih baik dan memiliki kontrol penuh atas pembelian strategis.

Dengan solusi SAP Concur, GEB memiliki kontrol, manajemen dan visibilitas semua biaya perjalanan perusahaan di dalam grup dan dalam anak perusahaannya. Demikian juga, perusahaan berusia 120 tahun ini akan dapat memperluas kapasitasnya melalui SAP Cloud Platform untuk terus menerapkan rencana strategis perusahaannya pada satu platform komersial data dan cloud.

“Keputusan bisnis yang biasanya dibuat selama satu tahun atau lebih sekarang harus dilakukan dalam beberapa bulan atau minggu,” kata presiden Cloud Business Group dan Executive Board, SAP SE. “Tetap berada di depan mengharuskan Anda memiliki sistem dan jaringan di tempat, di dalam dan di luar perusahaan Anda, untuk memberi Anda visibilitas dan kontrol total-dan itulah yang diberikan oleh SAP.”

Dengan solusi SAP Ariba, SAP Concur, dan Sap Fieldglass, SAP menghadirkan jaringan terkuat dengan pengalaman pengguna terbaik di seluruh pengelolaan sumber dan pemasok, perjalanan dan biaya, serta manajemen tenaga kerja.

Mengapa Tujuan Sederhana Selalu Sangat Memikat?

0

Berempat.com – Berkat kekhasan dalam cara otak kita mengevaluasi tujuan, orang merasa lebih mudah untuk mencapai tujuan inkremental kecil daripada mempertahankan status quo. Terutama jika konteksnya dipandang tidak menguntungkan.

Temuan tersebut merupakan hasil dari penelitian yang dipimpin oleh profesor pemasaran dari INSEAD, IE Business School dan Pamplin College of Business.

“Ketika mengevaluasi kesulitan tujuan, otak kita pertama-tama mempertimbangkan celah antara titik awal dan keadaan yang diinginkan. Biasanya, semakin besar jaraknya, semakin sulit tujuannya. Namun, jika tidak ada kesenjangan untuk dibicarakan, seperti dalam kasus tujuan status quo, otak mulai memindai konteks, mengantisipasi kemungkinan alasan kegagalan,” tulis rekan penulis studi Amitava Chattopadhyay, Profesor Pemasaran dan Glaxo Smith Kline yang Ditunjuk Profesor Inovasi Perusahaan di INSEAD.

Misalnya, jika sasaran Anda adalah untuk menjaga berat badan yang sama tahun ini, Anda dapat mulai mempertimbangkan kemungkinan makan di luar secara teratur karena beban kerja yang tinggi, jumlah perjalanan bisnis mendatang, fakta bahwa toko donat baru telah dibuka di lingkungan Anda, dan sebagainya.

“Penilaian kami tentang konteks itu aneh dalam arti bahwa itu sangat dipengaruhi oleh bias negatif,” kata Antonios Stamatogiannakis, Asisten Profesor Pemasaran di IE Business School.

Otak kita telah berevolusi selama ribuan tahun untuk menjadi lebih sensitif terhadap berita buruk daripada berita baik. Sebagian besar dari kita secara naluriah memberikan lebih banyak bobot untuk alasan potensial kegagalan daripada alasan untuk sukses.

Ketika tujuan status quo secara langsung dibandingkan dengan tujuan yang melibatkan perbaikan sederhana, objektivitas berlaku: tidak adanya jeda membuat tujuan status quo tampak lebih mudah, seperti yang didiktekan oleh logika. Namun demikian, dalam skenario perbandingan langsung seperti itu, peserta penelitian masih lebih suka mengejar tujuan tambahan kecil atas tujuan “pemeliharaan”, karena mereka mengharapkan pencapaian ini menjadi lebih memuaskan.

Hasil ini dijelaskan dalam “Pencapaian versus Tujuan Pemeliharaan: Persepsi Kesulitan dan Dampak terhadap Pilihan Sasaran”, sebuah makalah yang ditulis oleh Chattopadhyay, Stamatogiannakis dan Dipankar Chakravarti, Profesor Pemasaran di Pamplin College of Business. Makalah mereka diterbitkan dalam edisi November 2018 tentang Perilaku Organisasi dan Proses Keputusan Manusia.

Proses dua langkah

Di enam studi, Chattopadhyay dan rekan penulis penelitiannya menunjukkan bahwa otak menilai kesulitan sasaran dengan menggunakan proses dua langkah. Pertama datang ukuran celah yang akan dijembatani. Tetapi jika celah itu nol, otak secara default menuju langkah kedua, yang merupakan konteks di mana tujuan harus dicapai. Pengkajian konteks biasanya memicu bias negatif, yang mengapa ketika dinilai dalam isolasi tujuan perawatan dianggap lebih sulit daripada yang melibatkan peningkatan kecil.

Dalam studi pertama, peserta dibagi menjadi kelompok-kelompok yang masing-masing mengevaluasi kesulitan jenis tujuan tertentu. Sementara kesulitan tujuan umumnya berkorelasi dengan ukuran kesenjangan, tujuan yang melibatkan kenaikan sederhana dinilai lebih mudah daripada yang melibatkan status quo (dinilai secara terpisah).

Ketika diminta untuk menjelaskan peringkat mereka, peserta yang mengevaluasi tujuan status quo dengan cepat menyebutkan semua rintangan yang bisa muncul. Dalam studi selanjutnya, para peserta lebih tertarik untuk mengejar tujuan pencapaian yang sederhana daripada mempertahankan status quo, bahkan ketika uang riil sedang dimainkan.

Implikasi

Manajer menetapkan tujuan seperti kuota penjualan harus menyadari bahwa tujuan status quo kurang menarik daripada yang melibatkan sedikit peningkatan. Ini mungkin benar, terutama jika ekonomi mengalami penurunan, karena tujuan status quo akan secara tepat menarik perhatian staf ke konteks negatif dan memiliki efek demoralisasi.

“Pemasaran, promosi yang mengharuskan konsumen untuk mencapai tujuan pencapaian yang sederhana, seperti peningkatan kecil dalam saldo akun nasabah bank, mungkin terbukti lebih populer daripada promosi yang tidak melibatkan tujuan tersebut,” kata Chattopadhyay.

Sumber: INSEAD

Kontribusi Weston Energy untuk Korban Bencana

0

Berempat.com – Indonesia merupakan salah satu negara dengan wilayah yang rawan bencana. Menurut Badan Meteorologi Kilmatologi dan Geofisikan (BMKG), sepanjang sejarah Indonesia telah dilanda gempa disertai tsunami sebanyak 12 kali dengan korban lebih dari 700.000 jiwa yang harus mengungsi.

Hal inilah yang kemudian mendasari Founder dan CEO Weston Energy, Wynn Nathaniel berinisiatif untuk membangun sebuah ekosistem hunian sementara yang ramah lingkungan bagi korban bencana. Hunian tersebut akan disertai dengan fasilitas pemulihan psikis bagi korban bencana.

Hunian tersebut dapat dibangun hanya dalam 5 hari yang dilengkapi dengan sistem listrik menggunakan tenaga surya. Pembangunan ini merupakan hasil kolaborasi antara Weston dengan beberapa pihak mitra sebagai solusi dalam mendukung proses pemulihan para korban bencana.

Bentuk desain ekosistem hunian sementara korban bencana buatan Weston Energy. (Dok. Weston Energy)

Kendati hanya dalam dibuat 5 hari, namun hunian tersebut sudah dilengkapi dengan kesiapan struktur tahan gempa demi memastikan keamanan bagi masyarakat. Desainnya pun dibuat bersinergi dalam mendukung pemulihan fisik dan psikis korban dengan dilengkapi fasilitas seperti hunian sementara, sekolah anak, ruang aktivitas, tempat ibadah, serta fasilitas Mandi, Cuci, Kakus (MCK).

Namun, agar bisa mereleasikan proyek hunian sementara untuk korban bencana, saat ini Weston Energy sedang menggalang dana secara private kepada beberapa pihak. Menurut catatan, sampai hari ini, dana yang sudah terkumpul hampir 50% dari biaya realisasi.

“Dalam jangka waktu dekat, kami akan mengadakan sebuah konser amal bersama musisi-musisi indonesia untuk mengajak masyarakat terlibat untuk merealisasikan karya kolaborasi kami untuk Palu, dan mereleasasikan proyek ini secepatnya untuk menyediakan hunian sementara yang layak untuk korban bencana,” ujar Wynn dalam keterangan resminya, Rabu (7/11).

Weston Energy merupakan startup yang berdiri pada 2015 silam yang bergerak di bidang energi terbarukan dengan prinsip socialpreneur. Weston Energy sampai saat ini sudah berkontribusi secara nyata dalam menyediakan listrik di desa-desa terpencil.

Sebagai informasi, Weston Energy pun merupakan salah satu startup lulusan akselerator program GK-Plug and Play Indonesia pada angkatan ke-2.

“Kami sangat senang, salah satu startup binaan kami dapat memberikan dampak besar bagi Indonesia, salah satunya proyek baru Weston yaitu hunian sementara untuk korban bencana alam. Kualitas seperti inilah yang kami cari pada sebuah startup,” tutur Managing Director GK-Plug and Play Indonesia Wesley Harjono.

Weston Energy bergabung di Plug and Play Indonesia di tahun 2017 dam menjadi salah satu dari 12 startup yang bergabung di program akselerasi GK-Plug and Play Indonesia.

“GK-Plug and Play Indonesia membantu kami dalam hal pengembangan bisnis model, koneksi, dan eksposure untuk Weston,” imbuh Wynn.

Hingga saat ini, GK-Plug and Play Indonesia sudah mengakselerasi lebih dari 30 startups dan sedang membuka program akselerasi pada angkatan ke-4  sampai dengan 5 Desember 2018.  Pendaftaran bisa dilakukan melalui link berikut ini: http://bit.ly/applypnp4

Pemerintah Bisa Mendorong Ekspor dengan Mencari Pasar Baru

0

Berempat.com – Saat ini kondisi perekonomian global masih dinamis seiring dengan perang dagang AS-China yang masih berlanjut. Dampaknya pun sampai kepada perekonomian Indonesia, termasuk pada kinerja ekspor. Pasalnya, beberapa negara tujuan ekspor Indonesia menerapkan proteksionisme berlebihan, seperti India yang menerapkan bea masuk 50% untuk produk CPO asal Indonesia.

“Jika digabung total porsi dari ketiga negara itu (AS, China, India) 34% dari total ekspor non-migas. Padahal ekspor CPO berkontribusi 15% dari total ekspor non-migas (Indonesia),” ujar Pengamat Ekonomi Indef Bhima Yudhistira Adinegara dalam acara diskusi ‘Potensi Ekspor di Tengah Pelemahan Rupiah’ yang digelar Forum Warta Pena di Puri Denpasar Hotel, Jakarta, Rabu (7/11).

Menurut Bhima, ada hal yang bisa dilakukan pemerintah untuk bisa meningkatkan ekspor di tengah gejolak pasar global. Terutama karena melemahnya rupiah terhadap dolar AS. Solusi yang bisa dilakukan pemerintah, ujar Bhima, ialah dengan memberikan kelonggaran pada setiap pungutan, khususnya ekspor CPO diturunkan menjadi US$15-US$20 per ton. Bhima juga mendorong pemerintah untuk memperluas pasar ekspor baru seperti Afrika Tengah, Eropa Timur, dan Rusia.

“Bagi kendala logistik, pemerintah bisa memberikan keringanan pajak (tax holiday) untuk forwarder atau jasa ekspor dari Indonesia ke Afrika misalnya,” sambung Bhima.

Kemudian, Bhima juga menilai bahwa saat ini belum ada integrasi antarkementerian terkait dalam memberikan kemudahan bagi para eksportir. Menurutnya, saat ini Kementerian Perdagangan, Kementerian Keuangan, dan Kementerian Perindustrian masih punya ego sektoral.

“Yang satu melihat kalau diberi banyak insentif fiskal nanti target penerimaan pajak jangka pendek berkurang. Belum akur,” tukasnya.

Bhima pun sempat mengambil data dari BPS secara kumulatif mengenai nilai ekspor Indonesia. Adapun pada Januari–September 2018 ekspor Indonesia mencapai US$134,99 miliar atau naik 9,41% dibanding periode yang sama tahun lalu, sedangkan ekspor non-migas mencapai US$122,31 miliar atau naik 9,29%.

Berdasarkan hal tersebut, Bhima memperkirakan ekspor tahun depan bisa mencapai 9,5%-10% (yoy) dengan eskpor tekstil pakaian jadi ke AS yang masih solid. Pasalnya pada Januari-September 2018 sektor tersebut ekspornya tumbuh 29,8%. Selain itu, tahun depan akan terbuka penjualan produk ke luar negeri, seperti kulit, besi baja, barang dari kulit, ekspor makanan minuman dan pengolahan tembakau.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Komite Tetap Pengembangan Ekspor Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Handito Hadi Joewono mengatakan, salah satu upaya untuk mendorong nilai ekspor ialah dengan memasuki pasar baru.

Hal tersebut bisa dilakukan oleh segala sektor, mulai dari UMKM maupun industri besar. Namun, pendekatan keduanya bisa dilakukan dengan berbeda. Untuk industri besar, Handito dapat diberikan insentif pajak termasuk tax holiday, sedangkan untuk perusahaan UMKM ialah dengan pendorongan ekspor dan mengefektivkan fasilitas pembayaran ekspor.

Selain itu, Handito menilai bahwa pemerintah perlu meningkatkan daya beli masyarakat untuk bisa mendorong ekspor.

“Upaya menggairahkan dunia usaha berarti mendorong pertambahan omset penjualan dengan peningkatan daya beli masyarakat untuk produk yang dijual di dalam negeri,” kata Handito.

Opera Umumkan Investasi Strategis kepada StarMaker Inc.

0

Berempat.com – Opera Limited mengumumkan telah menjajaki investasi strategis kepada StarMaker Inc., perusahaan teknologi media sosial yang bergerak pada industri musik dan hiburan dengan pertumbuhan yang cukup pesat. Investasi tersebut tentu akan memperkokoh posisi Opera sebagai penyedia browser terkemuka dalam bidang pencarian konten digital terintegrasi dan rekomendasi platform yang didukung teknologi AI.

“Kami sangat senang dapat berinvestasi pada StarMaker, sebagai salah satu platform media sosial berbasis musik yang sangat populer di berbagai negara berkembang,” ungkap CFO Opera Frode Jacobsen dalam siaran pers, Selasa (6/11).

StarMaker adalah platform yang memungkinkan penggunanya dapat merekam dan membagikan video musik mereka, berkolaborasi dengan musisi lain, berkomunikasi dengan pengguna lain, serta mengikuti idola mereka di platform tersebut. Perusahaan ini mempunyai basis pengguna yang kuat dan aktif di beberapa negara berkembang, seperti Indonesia, India, dan berbagai negara di Timur Tengah.

“StarMaker melengkapi konten menarik yang sudah ada pada platform Opera News. Untuk itu, kami bersemangat mengambil bagian dalam perjalanan perusahaan dalam melanjutkan inovasi produk serta pertumbuhan pengguna,” imbuh Frode.

Investasi strategis Opera pada StarMaker akan menjadi dasar peluang bagi kedua perusahaan untuk saling memanfaatkan kekuatan merek dan produk yang unik guna mempercepat pertumbuhan kedua perusahaan.

Sebagai informasi, Opera telah meluncurkan dana investasi senilai US$30 juta atau setara Rp 450 miliar dengan pre-money valuation senilai US$125 juta atau Rp 1,875 triliun melalui pembelian saham preferen yang diterbitkan oleh StarMaker, menunjukkan kepemilikan saham sebesar 19,35%. Sebagai bagian dari investasi, Opera mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan kepemilikan sahamnya menjadi 51% di semester kedua 2020.

Melanjutkan investasi ini, Yahui Zhou, selaku CEO dan Chairman Board of Directors Opera akan tetap memegang 65,78% dari ekuitas di StarMaker. Board of Directors Opera memperoleh analisis valuasi dari bank investasi pihak ketiga yang berdiri sendiri sebelum mendapatkan persetujuan dari transaksi ini.

Alibaba Bakal Impor Barang dari Indonesia Hingga 5 Tahun Mendatang

0

Berempat.com – Alibaba Group dikabarkan siap mengimpor barang dari 120 negara, termasuk Indonesia dalam jangka 5 tahun mendatang. Untuk bisa merealisasikan hal tersebut, Alibaba telah mengalokasikan dana setidaknya US$200 miliar.

CEO Alibaba Group Daniel Zhang mengungkapkan, upaya tersebut dilakukan dalam rangka membangun infrastruktur perdagangan masa depan untuk meralisasikan ekonomi digital global, yakni memungkinkan setiap negara di dunia bisa berjualan.

“Globalisasi merupakan salah satu strategi penting untuk pertumbuhan jangka panjang Alibaba,” ungkap Zhang sebagaimana dikutip dari Antara, Rabu (7/11).

Impor akan dilakukan Alibaba sepanjang 2019-2023 yang diambil dari berbagai negara, seperti Jerman, Jepang, Australia, Amerika Serikat, Korea Selatan, hingga Indonesia. Melalui sejumlah unit bisnis Alibaba, perusahaan e-commerce terbesar di Tiongkok tersebut akan menyasar masyarakat kelas menengah Tiongkok.

“Kelas menengah China sedang ‘booming’. Saat pendapatan naik, masyarakat China menginginkan kecepatan akses terhadap banyak produk berkualitas tinggi dari berbagai negara di dunia,” ujar GM Ekspor-Impor Tmall, Alvin Liu.

Tmall dianggap berada di posisi yang tepat untuk membantu merek-merek internasional yang ingin memasuki pasar China. Apalagi pasar China sedang berkembang pada saat para konsumen sedang memperbaiki taraf hidupnya.