Minggu, Mei 10, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 864

Travelio, Aplikasi yang Bantu Pemilik Properti Punya Passive Income

0

Berempat.com – Terdapat dua tipe pembeli properti, yakni yang ingin menempati atau sekedar menjadi investasi. Khusus yang berniat menjadikan investasi, biasanya properti akan disewakan. Namun, tentu menyewakan properti bukan pekerjaan mudah. Ujung-ujungnya, pemilik properti menggunakan jasa broker dan masih tetap harus membayar angsuran maupun biaya lainnya selama properti belum ada yang menyewa.

Beruntung, saat ini telah hadir platform sewa apartemen Travelio. Melalui Travelio Property Management, platform ini memberikan kemudahan kepada pemilik properti untuk memiliki passive income dengan menyewakan properti yang dimiliki.

“Travelio Property Management ini merupakan line up dari Travelio, di mana bertujuan membantu para investor atau pemilik apartemen mengelola apartemen mereka,” ujar Head of Bussines Development Travelio Felicia Gautama pada keterangan resminya di Jakarta, Rabu (6/2).

Saat ini, Travelio bahkan berani memberikan garansi pasti penghasilan setiap bulan kepada pemilik properti yang bergabung. Dengan syarat mereka mampu memenuhi standar brand dan standar harga Travelio.

Felicia pun mengungkapkan bahwa Travelio Property Management juga memberikan service coverage. Di mulai dari check in dan check out, pembersihan dan perawatan unit, laundry linen, pemasaran distribusi marketing channel, baik online maupun offline, sampai dengan handling complain.

Artinya, Travelio akan mengurus seluruh proses pengelolaan. Pemilik apartemen benar-benar tidak perlu mengelola apa pun lagi karena semua proses sudah dikerjakan Travelion.

Kemudian, imbuh Felicia, yang membedakan Travelio dengan agent property apartement lainnya ialah adanya sistem transparansi lewat aplikasi yang dinamakan Lio Partner, yakni pemilik unit dapat memantau atau melihat laporan detail unit mereka setiap bulannya.

“Lewat sistem tersebut, pihak owner akan mendapatkan notifikasi email saat ada yang check in, kemudian adanya detail pemesanan secara terperinci,” tuturnya.

Saat ini, Felicia menyebut jangkauan area yang dapat dikelola oleh Travelio Property Management meliputi Jakarta, Tangerang, Bekasi, Cikarang, Depok, Bandung dan Surabaya.

Waskita Beton Targetkan Kontrak Baru 2019 Capai Rp10,39 Triliun

0

Berempat.com – PT Waskita Beton Precast Tbk. tahun ini menargetkan adanya peningkatan kinerja di beberapa sektor. Di antaranya ialah peningkatan nilai kontrak, laba bersih, dan pendapatan. Untuk nilai kontrak, perusahaan berkode emiten WSBP ini menargetkan adanya kontrak baru hingga Rp10,39 triliun.

“Perseroan menargetkan laba naik sekitar 19 persen dibandingkan 2018. Perusahaan juga menargetkan nilai kontrak baru 2019 sebesar Rp 10,39 triliun, baik dari proyek internal maupun eksternal,” ujar Direktur Utama WSBP Jarot Subana dalam keterangan tertulis, Kamis (7/1).

Selain itu, produsen beton pracetak (precast) dan beton cair (ready mix) ini optimis mampu meraih pendapatan mencapai Rp9,37 triliun dan laba bersih Rp1,31 triliun di tahun ini. Sementara itu, anggaran belanja modal (capital expenditure/capex) tahun ini sebesar Rp922,96 miliar.

Sebagai perbandingan, tahun lalu nilai kontrak baru WSBP mencapai Rp6,66 triliun. Adapun total kontrak yang dikelola (order book) senilai Rp17,34 triliun, termasuk kontrak bawaan (carry over) tahun 2017 sebesar Rp10,68 triliun.

Sementara untuk pendapatan perseroan, hingga kuartal III-2018 WSBP mencatat sebesar Rp5,43 triliun atau naik 8,3% dibandingkan periode sama tahun 2017 yang sebesar Rp5,01 triliun. Kemudian peningkatan juga terjadi pada laba bersih sebesar 7,2% atau menjadi Rp885 miliar dibanding periode sama tahun 2017 sebesar Rp825 miliar. Adapun gearing ratio per kuartal III-2018 sebesar 75,4%, gross margin 28,7%, dan net profit margin 16,3%.

Selain itu, tahun lalu diketahui bahwa kapasitas produksi anak usaha PT Waskita Karya Tbk. (WSKT) ini mencapai 3,5 juta ton, meningkat 7,7% dibanding 2017 yang sebanyak 3,25 juta ton. Kapasitas tahun lalu juga meningkat 32% dibanding 2016 yang sebanyak 2,65 juta ton.

Saat ini, WSBP memiliki 11 plant. Tersebar di sejumlah daerah, yaitu Cibitung, Palembang, Karawang, Subang, Sadang, Sidoarjo, Kalijati, Bojonegara, Klaten, Gasing, dan Legundi. Perseroan juga memiliki 72 batching plant.

Permudah Millennial Miliki Rumah, CIMB Niaga Usung Program KPR Xtra

0

Berempat.com – Di tengah sulitnya generai millennial untuk memiliki rumah karena ketimpangan pendapatan dengan harga rumah yang terus melonjak, rupanya PT Bank CIMB Niaga Tbk. (CIMB Niaga) menawarkan program Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Xtra Bisa. Melalui program ini, CIMB Niaga memberikan kemudahan kepada nasabah yang berusia 21-35 tahun untuk bisa memiliki hunian.

Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Lani Darmawan mengatakan, generasi milenial selama ini dikenal lebih mementingkan gaya hidup dibanding menyiapkan kebutuhan masa depan seperti rumah.

“Karena itu kami menghadirkan program KPR Xtra Bisa dengan down payment, cicilan, dan bunga yang terjangkau oleh kantong para milenial,” terang Lani di Jakarta, Rabu (6/2).

Melalui program ini, Lani pun berharap dapat menjadi solusi bagi generasi Millennial untuk memiliki rumah pertama di usia muda.

Adapun untuk bisa menjalankan program ini dengan baik, CIMB Niaga menggandeng beberapa developer seperti Ciputra, Sinarmasland, Summarecon, Jaya Real Property, Alam Sutera, dan Damai Putra. Sementara untuk lokasi proyek yang menjadi bagian dari kerja sama ini tersebar di kawasan Tangerang, Bogor, dan Surabaya.

Dengan adanya program KPR XTRA Bisa ini Lani pun optimis dapat meningkatkan penyaluran KPR CIMB Niaga tahun ini, khususnya pada segmen anak muda. Hal ini sejalan dengan hasil booking KPR CIMB Niaga dari kalangan milenial yang menunjukkan tren positif sepanjang 2018.

“Kami akan terus memberikan berbagai penawaran kompetitif yang memadukan gaya hidup dan kebutuhan untuk mempersiapkan masa depan generasi penerus bangsa,” pungkasnya.

Ekonomi Indonesia Tahun 2018 Tumbuh, tapi di Bawah Target APBN

0

Berempat.com – Badan Pusat Statistik (BPS) menyatakan bahwa ekonomi Indonesia pada tahun 2018 tumbuh 5,17% dibanding tahun 2017 yang tercatat 5,07%. Namun, kendati demikian pertumbuhan tersebut tidak mencapai target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang ditetapkan sebesar 5,4%.

Meskipun begitu, Kepala BPS Suhariyanto mengatakan bahwa capaian pertumbuhan ekonomi ini sangat menggembirakan. “Jadi capaian pertumbuhan 5,17% ini cukup menggembirakan,” ujarnya di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (6/2).

Suhariyanto pun menyebut, pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun lalu sangat dipengaruhi perkembangan ekonomi global dan fluktuasi harga komoditas. Berdasarkan catatan BPS, harga komoditas non-migas di pasar global pada triwulan IV 2018 turun dibandingkan kuartal III dan kuartal IV 2017.

Selain harga komoditas non-migas yang turun, harga komoditas migas pun turun bila dibandingkan kuartal III 2018 dan kuartal IV 2017.

Kemudian, penurunan harga juga terjadi pada beberapa komoditas pangan dari kuartal IV 2018 ke kuartal III 2018, seperti minyak kelapa, minyak kelapa sawit dan ikan.

“Sementara yang mengalami penurunan dari kuartal IV 2017 ke kuartal IV 2018 antar lain minyak kelapa, teh, kedelai dan jagung,” lanjutnya.

Suhariyanto pun menyebut beberapa komoditas tambang mengalami penurunan harga seperti aluminium dan nikel.

Di samping itu, ia mengungkapkan bahwa ekonomi beberapa negara yang menjadi mitra Indonesia juga mengalami perlambatan. Tiongkok menjadi salah satu negara mitra Indonesia yang mengalami perlambatan ekonomi. Ekspor ke China yang tercatat di tahun 2018 hanya mencapai 14,5%. Ekonominya mengalami perlambatan menjadi 6,4% di kuartal IV 2018 atau lebih rendah dari 6,7% di kuartal IV 2017. Perlambatan ekonomi ini pun dialami oleh Amerika Serikat dan Singapura.

Mayora Group Klaim Torabika Cappucino Kuasai Pasar Rusia

0

Berempat.com – Mayora Group mencatatkan peningkatan ekspor produk kopi instan milik mereka, Torabika Cappucino ke Rusia. Peningkatan tercatat sebesar 30% atau senilai US$20 juta pada tahun 2018 dibanding tahun sebelumnya.

“Torabika Cappucino menjadi salah satu merek kopi instan cappucino yang sangat dimintai masyarakat Rusia, terutama di kalangan anak muda,” ujar Presiden Direktur Mayora Group Andre Atmadja di Gedung Mayora Group, Jakarta, Rabu (6/2).

Menurut Andre, Rusia memiliki tingkat konsumsi kopi cukup besar dibandingkan dengan negara lainnya. Selain kalangan dewasa, anak remaja di Rusia pun sudah mengonsumsi kopi baik instan maupun di cafe.

“Hal ini membuktikan bahwa produk dengan merek dari Indonesia bukanlah produk inferior, namun dapat bersaing di market global bahkan menjadi pemimpin pasar,” imbuh Andre.

Rusia memang menjadi market yang potensial untuk Mayora karena merupakan salah satu negara yang memiliki populasi penduduk yang tinggi dan tingkat pertumbuhan ekonomi yang baik. Tingkat konsumsi kopi di Rusia pun lebih tinggi dibandingkan negara lainnya. Karena itu, di tahun ini Andre mengungkapkan bahwa Mayora menargetkan pertumbuhan di pasar Rusia bisa tumbuh double digit.

Lepas 66 Ribu Lembar Saham, Presiden Direktur BCA Raup Rp1,85 Miliar

0

Berempat.com – Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja baru saja meraup dana segar setelah melepas sejumlah sahamnya di Bank BCA. Jahja diperkirakan melepas sebanyak 66.400 lembar saham pribadinya pada Kamis (31/1) lalu. Dengan melego saham pribadinya tersebut, Jahja berhasil meraup Rp1,85 miliar.

Pada keterbukaan informasi di Jakarta, Rabu (6/2), Corporate Secretary Bank BCA Jan Hendra mengungkapkan, Jahja melepas saham Bank BCA dalam dua kali kesempatan. Pertama sejumlah 52 ribu saham Bank BCA dilepas dengan nominal Rp27.800 per saham. Dari transaksi awal tersebut Jahja pun mengantongi dana sebesar Rp1.445.600.000.

“Saham sebelum transaksi berjumlah 8.060.602 lembar, sedangkan setelah transaksi berjumlah 8.008.602 lembar,” jelas Jan.

Kemudian pada transaksi kedua, Jahja melego sejumlah 14.400 lembar saham Bank BCA dengan nominal sebesar Rp28.150 per lembar saham. Sehingga total dana yang diraup Jahja pada transaksi kedua mencapai Rp405.360.000.

Dengan demikian, kepemilikan saham Jahja dalam Bank BCA tersisa lebih dari 7,99 juta saham.

Meriahkan Imlek, Investree Hadirkan Promo “Semua Bisa Cuan”

0

Berempat.com – Dalam rangka memeriahkan Tahun Baru Imlek, Investree menghadirkan program promo bertajuk “Semua Bisa Cuan”. Promo ini diberikan kepada borrower atau peminjam dan lender atau pemberi pinjaman yang berlaku hingga 31 Maret 2019. Promo tersebut merupakan bagian dari program kampanye “4ever Glow” yang merupakan bagian dari ulang tahun ke-4 Silvestree.

Investree memberikan promo potongan marketplace fee hingga maksimal Rp8 juta kepada borrower yang baru mendaftar dan telah disetujui untuk mengajukan pinjaman. Adapun promo ini hanya akan berlaku untuk produk unggulan Invoice Financing dan Invoice Financing Syariah. Potongan diberikan bagi pinjaman minimal Rp300 juta untuk Invoice Financing dan minimal Rp200 juta untuk Invoice Financing Syariah.

Mengutip dari keterangan resmi yang diterima Berempat.com, selama periode promo setiap borrower baru bisa mengajukan lebih dari satu kali pinjaman dengan maksimal potongan marketplace fee sebesar Rp8 juta.

Sementara untuk lender, promo yang diberikan berupa cashback hingga maksimal Rp8 juta bagi pendaftar baru yang memberikan pendanaan. Promo ini berlaku baik untuk lender ritel atau perseorangan maupun institusi bisa bergabung dalam promo ini.

Untuk lender ritel atau perseorangan, minimal pendanaan yang dilakukan selama masa promosi ini ialah Rp20 juta dengan maksimal total pendanaan Rp2 miliar dan maksimal cashback sebesar Rp 8 juta. Sementara lender institusional, cashback yang diberikan sekitar Rp8 juta yang bisa didapat dengan pendanaan minimal Rp1 miliar dan maksimal Rp2 miliar.

Untuk dapat menikmati promo ini, borrower atau lender harus memasukkan kode promo “SEMUABISACUAN” pada kolom kuesioner yang berisi pertanyaan “Dari mana Anda tahu tentang Investree?” saat proses mengisi formulir pendaftaran online di website Investree.

Potongan marketplace fee akan dikreditkan ke rekening borrower dan cashback dikreditkan ke rekening cash-in-hand lender maksimal 14 hari kerja setelah periode promo berakhir.

Dengan program promo ini, Investree berharap semakin banyak UKM yang terbantukan dengan akses pembiayaan dari Investree sekaligus dapat menjaring lebih banyak lender institusional.

AMD Pamer Kartu Grafis Radeon 7 di Indonesia, Ini Kelebihannya

0

Berempat.com – AMD akhirnya memamerkan kartu grafis Radeon 7 di Indonesia. Kartu grafis ini dirancang untuk memberikan kinerja mumpuni kepada AAA terbaru, e-Sports dan virtual reality (VR), aplikasi rendering 3D dan pengeditan video, serta beban kerja komputasi berat.

Menurut Channel Manager AMD Indonesia Zulvianes Budiman, Radeon 7 menggunakan arsitektur AMD Vega generasi kedua. Menggunakan memori 16 gigabyte yang mampu memiliki kecepatan hingga 1,8 GHz, dan menawarkan bandwidth hingga 1 terabyte per detik.

“Kartu grafis ini menjawab kebutuhan pengguna saat ini di mana workload modern membutuhkan memori lebih. Selain itu monitor atau display gaming modern membutuhkan performa lebih,” terang Zulvianes di Jakarta.

AMD mengklaim bahwa Radeon 7 memiliki 60 unit komputasi sehingga GPU yang diusung mampu menawarkan kinerja 25% lebih tinggi dari pendahulunya.

Sebelumnya, kartu grafis Radeon 7 ini telah diperkenalkan lebih dulu di ajang CES 2019, Las Vegas. Pada ajang tersebut, AMD memperlihatkan perbandingan dengan kartu Radeon Vega 64 generasi sebelumnya. Radeon 7 punya kinerja 29% lebih tinggi di Battlefield V, 40% lebih dalam game yang menggunakan Vulkan API, dan 20-25% dalam sejumlah judul eSports populer. Untuk pembuatan konten, GPU ini 36% lebih cepat ketimbang Vega 64.

Bila berminat, Radeon 7 kabarnya akan mulai dipasarkan pada 7 Februari mendatang dengan harga USD 699 atau setara Rp9,8 juta. Namun, AMD belum menginformasikan harga resminya di Indonesia.

“AMD akan menyediakan bundle dengan game The Division 2, Devil May Cry 5, dan Resident Evil 2,” pungkas Zulvianes.

Ikuti Arahan Kemenhub, Citilink Resmi Tunda Penerapan Bagasi Berbayar

Berempat.com – Citilink Indonesia mengumumkan penundaan bagasi berbayar yang sebelumnya ingin diterapkan pada 8 Februari 2019 mendatang. Maskapai penerbangan berbiaya rendah tersebut mengaku menunda penerapan bagasi berbayar sebagaimana yang diarahkan oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub).

“Citilink mengapresiasi arahan dari Kementerian Perhubungan dan akan menunda pemberlakuan kebijakan bagasi berbayar,” ungkap VP Corporate Secretary Citilink Indonesia Resty Kusandarina dalam keterangan resminya Selasa (5/2).

Namun, Resty belum bisa memastikan sampai kapan penundaan ini dilakukan sebab pengenaan biaya bagasi masih akan menunggu hasil evaluasi atau kajian lanjutan dari Kemenhub.

Kendati demikian, Citilink masih akan terus menyosialisasikan rencana pengenaaan biaya bagasi berbayar sebagai langkah edukasi kepada masyarakat atas kebijakan yang didasari oleh Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) 185 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Penumpang Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Berjadwal Dalam Negeri.

SilverPush Klaim Pertumbuhan 100% Lebih Tahun ke Tahun

0

Berempat.comPlatform teknologi pemasaran yang didukung oleh kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), SilverPush mengklaim telah mengalami pertumbuhan lebih dari 100% dari tahun ke tahun. 30% di antaranya merupakan pertumbuhan yang dihasilkan oleh bisnis internasional perusahaan. Pertumbuhan tersebut terjadi berkat ekspansi dan peluncuran teknologi inovatif yang dilakukan SilverPush.

Chief Revenue Officer SilverPush, Kartik Mehta menuturkan bahwa peluang pertumbuhan industri teknologi pemasaran di Asia sangat besar, mengingat jumlah pendapatan dari video online diperkirakan akan mencapai 21 persen CAGR di seluruh wilayah Asia pada tahun 2017-2022.

“Kami berharap kontribusi kami melalui video online akan mencapai 50 persen didukung oleh konsumen di Asia Pasifik. Pada tahun 2018, kami mulai bekerja sama dengan berbagai merek global seperti Ford, Nestle, Coca-Cola, Samsung, dan lainnya,” ujar Kartik dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (5/2).

Di kawasan Asia Tenggara sendiri SilverPush diklaim mengalami pertumbuhan pendapatan sebanyak lima kali lipat seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen akan video on-demand dan tampilan multiscreen.

Kartik menjelaskan bahwa masyarakat yang tinggal di kawasan Asia Tenggara menghabiskan lebih banyak waktu di perangkat seluler mereka dibandingkan dengan yang tinggal di kawasan lain. Sehingga terdapat peningkatan tetap dalam penetrasi internet dan smartphone.

“Bisnis ini pun menjadi semakin matang dan lebih terbuka untuk memadukan teknologi baru dalam strategi penjangkauan audiens. Kami berencana untuk memanfaatkan momen ini dan mengembangkan bisnis kami secara signifikan dengan membantu pemasar untuk secara efektif menargetkan keterlibatan audiens mereka,” ungkapnya.

Adapun teknologi terbaru SilverPush ialah “Mirrors” yang diluncurkan pada akhir tahun 2018 lalu berfungsi sebagai perangkat penting yang membantu kontekstualisasi penempatan iklan. Sebagai ilustrasi, Mirrors menggunakan AI untuk mengidentifikasi objek beserta orang dalam konten video sehingga dapat membantu iklan penerapan yang terkait dengan video yang sedang ditampilkan di layar. Hal ini memastikan bahwa hanya iklan relevan yang akan ditampilkan bersama dengan konten yang diminati oleh pengguna. Secara bersamaan hal ini akan membantu industri periklanan dalam mencapai target mereka secara lebih strategis serta meningkatkan pengalaman pengguna selama menyaksikan video.

SilverPush telah mendukung iklan dari berbagai merek dari wilayah Asia Pasifik seperti Indofood, Unilab dan Tiger Beer serta merek internasional seperti Unilever, KFC, Coca-Cola, Samsung, Johnson & Johnson dan lain-lain.

Selain India dan Asia Tenggara, SilverPush kini telah hadir di Afrika Selatan, Tanzania, Jepang, Mesir, dan Uni Emirat Arab. SilverPush pun akan turut memperluas layanan ke Australia dan Korea Selatan pada pertengahan tahun 2019 yang bertujuan untuk memperkuat kehadiran SilverPush di Hong Kong dalam waktu dua bulan ke depan.