Senin, Mei 11, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 854

Tahun Ini Pengusaha Targetkan Ekspor Semen Tembus 7 Juta Ton

0

Berempat.com – Para pengusaha semen yang tergabung dalam Asosiasi Semen Indonesia (ASI) menargetkan ekspor semen dan clinker dapat tembus 7 juta ton. Angka tersebut lebih tinggi jika dibandingkan realisasi ekspor pada tahun lalu sebesar 5,7 juta ton. Sementara di tahun 2017 ekspor semen hanya di angka 2,9 juta ton.

Sementara itu, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor semen dari Indonesia pada 2018 berhasil tumbuh 84,51% secara year-on-year (yoy), menjadi US$237,74 juta.

Ekspor menjadi fokus bagi industri semen nasional mengingat masih terjadinya oversupply dalam negeri.

“Tahun ini kelebihan pasokan kami perkirakan masih akan terjadi, apalagi dengan adanya pabrik baru di Sulawesi Utara yang kapasitas produksinya diperkirakan mencapai 2 juta ton. Dengan demikian, ekspor menjadi solusi bagi kami untuk meningkatkan konsumsi semen,” ujar Ketua Umum ASI Widodo Santoso, Senin (4/3).

Untuk tahun ini, Widodo memperkirakan produksi semen nasional akan tumbuh mencapai 110 juta ton. Sementara proyeksi permintaan dari dalam negeri hanya 75 juta ton. Karena itulah ekspor menempati target lebih tinggi sebagai solusi. Apalagi para pelaku sektor tersebut dinilai agresif untuk mencari pasar di luar negeri.

Beberapa negara tujuan ekspor semen produksi Indonesia yang selama ini tercatat ialah Australia, Bangladesh, Sri Lanka, Papua Nugini, Filipina, Mauritius, Timor Leste, serta beberapa negara di Benua Afrika.

Selain itu, Indonesia juga menyasar pasar baru yang sedang dikembangkan untuk tujuan ekspor, yaitu China. Menurutnya, sudah ada beberapa perusahaan yang menyasar China karena di sana permintaan untuk proyek properti dan infrastruktur cukup tinggi.

Dia pun berharap dengan adanya sejumlah perjanjian dagang dan ekonomi komprehensif yang dilakukan oleh Indonesia, ekspor semen pun dapat digenjot. Apalagi pasar ekspor di negara Asia Selatan dan Afrika sangat menjanjikan.

Widodo sendiri menegaskan bahwa peningkatan ekspor semen sangat dibutuhkan di tengah masih rendahnya serapan dalam negeri. Sepanjang tahun lalu, serapan semen di pasar domestik hanya tumbuh 4,9% menjadi 69,51 juta ton.

Permintaan semen pun masih terkonsentrasi di kawasan Indonesia bagian barat seperti Sumatra dan Jawa, yaitu sebesar 74% dari total produksi semen nasional. Sisanya, permintaan tersebar di Kalimantan, Sulawesi dan Nusa Tenggara.

Program Tol Laut Berhasil Bikin Volume Distribusi Nasional Selalu Naik

Berempat.com – Program tol laut yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo diklaim berhasil menaikkan volume distribusi nasional dalam tiga tahun terakhir. Hal tersebut diungkap oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemhub Wisnu Handoko.

Wisnu mengutip data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) selama tiga tahun terakhir yang menunjukkan bahwa distribusi logistik melalui angkutan laut tercatat naik sebesar 41 juta ton.

“Program Tol Laut dari waktu ke waktu mengalami perkembangan yang cukup signifikan dalam menyumbang kenaikan volume distribusi logistik nasional,” ungkapnya pada keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (5/3).

Menurut data BPS, volume distribusi logistik nasional tahun 2015 mencapai 238 juta ton, yang naik menjadi 279 juta ton pada 2018.

Wisnu berpendapat, selain program tol laut, bertambahnya kapal-kapal tol laut yang mengangkut barang ke seluruh wilayah Indonesia turut andil dalam menyumbang kenaikan volume distribusi logistik nasional.

“Untuk mengoptimalkan peranan Tol Laut dalam rantai logistik nasional, Pemerintah mendorong penyelenggaraan angkutan logistik Tol Laut bukan hanya port to port (dari pelabuhan ke pelabuhan), tapi sampai end to end (langsung sampai ke konsumen). Sehingga tepat sasaran ke masyarakat agar dapat merasakan harga yang terjangkau,” tambahnya.

Sehingga Pemerintah melalui Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan yang bekerja sama dengan Maritime Research Institute Nusantara (MARIN) menggagas program kontainer masuk desa.

“Sebagai perwujudan kehadiran negara, Kementerian Perhubungan segera mengimplementasikan program kontainer masuk desa untuk memperkuat konektivitas ekonomi desa dan nasional melalui program tol laut demi mewujudkan program Nawacita pemerintah dalam rangka menghadirkan negara di beranda terdepan NKRI,” tegas Wisnu.

Selain diharapkan mampu menurunkan disparitas harga, program kontainer masuk desa diharapkan dapat memastikan ketersediaan berbagai bahan pokok dan penting di wilayah desa yang selama ini belum maksimal.

Pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Pelindo Marine Service, anak perusahaan PT Pelindo III Surabaya yang akan menyiapkan mini kontainer (minicon) dengan ukuran yang memungkinkan agar bisa masuk ke wilayah pedesaan dan pulau terpencil, yang tidak memiliki infrastruktur jalan raya yang lebar dan hanya mampu diangkut dengan truk kecil atau mobil bak terbuka.

Selain itu, berdasarkan catatan BPS, Pelabuhan Panjang di Lampung naik 25,2%, dari 9,5 juta ton pada 2015 menjadi 11,9 juta ton pada 2018. Lalu Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan naik 7,3%, dari 4,1 juta ton menjadi 4,4 juta ton. Sedangkan untuk Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta naik 2,8%, dari 13,8 juta ton menjadi 14,2 juta ton.

Sementara itu, pengiriman barang yang terjadi lewat Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dalam tiga tahun terakhir turun 12,9% dari 5,4 juta ton di tahun 2015 menjadi 4,7 juta ton tahun 2018. Begitu pula di Pelabuhan Balikpapan Kalimantan Timur, turun 3,2% dari 9,6 juta ton menjadi 9,3 juta ton.

Sudah Tahu Belum? BUMN Buka 11.000 Lowongan Kerja Lho!

0

Berempat.com – Perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan membuka lowongan secara bersamaan. Tak sedikit, jumlahnya ada sekitar 11.000 lowongan yang akan dibuka. Pembukaan lowongan besar-besaran ini dilakukan dalam rangka merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) BUMN yang ke-21.

Di antara 11.000 lowongan yang dibuka tersebut, 1.000 di antaranya dikhususkan bagi para disabilitas. Karena jumlahnya yang tergolong besar, pembukaan lowongan dilakukan sepanjang Maret-April 2019.

Namun, PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGN) tak ikut serta dalam pembukaan lowongan besar-besaran ini. Pasalnya, belum lama ini PGN sudah membuka lowongan dengan total 32 ribu pelamar yang mendaftar.

Saat ini, melansir dari data resmi PGN, proses penyeleksian sudah masuk seleksi tahap dua. Nantinya, yang lolos hingga tahap akhir akan mengisi 120 posisi tersedia. Setelah proses seleksi itu selesai, PGN akan kembali membuka lowongan tahap kedua. Kabarnya, lowongan tahap kedua jumlahnya akan lebih banyak lagi.

Sementara itu, PT Pertamina menjadi menjadi salah satu perusahaan BUMN yang ikut serta dalam pembukaan lowongan besar-besaran ini. Total, Pertamina akan membuka 313 posisi.

Buat Para Pecinta Alam, Nih 5 Tips Memilih Fesyen yang Ramah Lingkungan

0

Berempat.com – Para pecinta alam biasanya akan lebih selektif dalam memilih fesyen yang hendak digunakan. Pasalnya, ada beberapa produk fesyen yang cenderung merusak lingkungan, entah karena limbah produksinya atau bahan yang digunakan harus mengorbankan ekosistem alam.

Melihat hal tersebut, industri fesyen pun mulai melakukan inovasi dengan meluncurkan produk yang ramah lingkungan, atau dikenal sebagai eco-friendly fashion. Produk ini memerhatikan aspek-aspek lingkungan, etika dan sosial untuk memastikan bahwa produksi dan penjualan produk-produk mode tak merusak lingkungan.

Karena itu, kini para pecinta alam pun tetap bisa tampil fashionable tanpa perlu khawatir produk yang digunakan tak ramah lingkungan. Kalau kamu adalah pecinta alam dan ingin tampil fashinable dengan produk ramah lingkungan, kamu bisa mengikuti 5 tips dari Timberland ini.

  1. Botol air minum daur ulang
Koleksi Timberland ‘The Nature Needs Heroes’

Botol air minum plastik telah menjadi salah satu sampah konsumen yang sering mengotori sungai, laut, dan tempat pembuangan akhir. Namun tak perlu lagi khawatir karena kini sudah ada teknologi yang bisa mendaur ulang polyethylene terephthalate (PET), bahan yang terkandung dalam botol plastik, dan mengubahnya menjadi bahan untuk membuat sepatu, seperti bot.

Contohnya, bahan yang bernama ‘ReBOTL’ milik Timberland yang berbahan dasar botol minum air plastik. Bahan ini kemudian digunakan untuk memproduksi sepatu bot dan chukka. Setidaknya 233 juta botol air minum plastik telah didaur ulang untuk dijadikan sepatu Timberland ini lho.

  1. Katun organik
Koleksi Pria Timberland SP19

Tidak seperti katun konvensional yang tumbuh menggunakan bahan kimia yang mengotori udara, air dan tanah, katun organik ditanam menggunakan metode yang minim dampak negatifnya pada lingkungan. Proses menanam katun organik menjaga fertilitas tanah, mengurangi penggunaan pupuk beracun, dan memastikan biodiversitas biologis pertanian. Maka itu, baju dan aksesoris terbuat dari katun organik jauh lebih ramah lingkungan karena memakai bahan baku berkelanjutan.

  1. Bahan kulit bersertifikasi
‘Boat Shoes’ Timberland

Produk-produk yang menggunakan bahan kulit memiliki daya tarik tersendiri, baik dari segi estetika dan daya tahan. Akan tetapi, bahan kulit juga harus ramah lingkungan. Leather Working Group (LWG) adalah asosiasi yang terdiri dari merek, perusahaan manufaktur, dan penyamakan kulit yang membuat produk-produk kulit ramah lingkungan. LWG memberi rating emas, perak, dan perunggu pada penyamakan kulit yang memenuhi aturan-aturan terkait kelestarian lingkungan. Merek-merek yang sadar lingkungan akan selalu mengambil bahan baku dari penyamakan kulit bersertifikat dari LWG.

  1. Bebas PVC
Koleksi Timberland Pastel Women

PVC atau polyvinyl chloride adalah salah satu polimer plastik yang paling umum digunakan. Karena sifatnya yang tahan air, PVC umum digunakan oleh industri mode untuk membuat sepatu, jaket dan tas. Namun, proses produksi PVC melepaskan kimia berbahaya ke udara, air dan tanah. Mengingat hal ini, akan lebih baik untuk membeli sepatu, pakaian dan aksesoris yang mempunyai sifat seperti PVC namun terbebas dari polimer plastik ini.

  1. Bebas PFC
Timberland Pastel Women Collection

PFC atau perfluorocarbons adalah senyawa yang sering ditemukan di durable water repellent (DWR), yaitu lapisan atas pada perlengkapan outdoor dari jaket hingga tenda, yang tahan air dan bisa melindungi pemakai dari basah.

Seperti PVC, proses pembuatan PFC melepaskan kimia ke udara, air, dan tanah, dengan demikian mengancam kesehatan manusia dan lingkungan. Teknologi masa kini telah memungkinkan DWR diproduksi bebas dari PFC. Maka itu, menggunakan perlengkapan bebas PFC sangat disarankan.

Dan untuk mengetahui apakah pakaian dan sepatu tertentu sudah ramah lingkungan, kamu perlu melakukan riset terhadap praktik tanggung jawab lingkungan yang dianut merek-merek tertentu.

Lalu, periksa juga label-label di pakaian dan sepatu untuk mempelajari bahannya. Terakhir, bertanyalah pada penjaga toko untuk memahami lebih jauh mengenai bahan-bahan yang digunakan di pakaian dan sepatu yang diinginkan.

Terus Terbang Tinggi, Traveloka Resmi Menjejakkan Kaki di Australia

Berempat.com – Platform pemesanan tiket asal Indonesia, Traveloka terus terbang tinggi. Kali ini, Traveloka resmi menjejakkan kakinya di Australia. Diharapkan kehadiran platform ini dapat mendukung 20 juta kunjungan wisatawan asing ke Indonesia.

Kepala Kemitraan Global di Traveloka Yady Guitana percaya bahwa ekspansi ini dapat bermanfaat bagi pertumbuhan perusahaan dan bagi perekonomian Indonesia. Selain itu, Australia merupakan negara dengan infrastruktur internet yang sangat baik.

“Kami berharap kehadiran digital kami di Australia dapat semakin memperkaya kehidupan pengguna kami dengan memberdayakan mereka untuk menemukan dunia di sekitar mereka, dengan menawarkan berbagai produk perjalanan dan gaya hidup dalam satu platform,” ujar Yady sebagaimana dikutip dari Entrepreneur (1/3).

Dengan begitu, saat ini pengguna Australia dapat mengakses Traveloka melalui situs web maupun aplikasi untuk memesan lima produk yang disediakan, yakni pemesanan tiket pesawat, akomodasi, paket penerbangan dan hotel, transportasi bandara, serta atraksi dan berbagai kegiatan.

Berdasarkan Statista.com, pada tahun 2018, Indonesia berada di peringkat kedua setelah Selandia Baru sebagai negara pilihan bagi wisatawan Australia untuk dikunjungi. Kemudian menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), tercatat 1,3 juta turis Australia telah mengunjungi Indonesia tahun lalu. Tahun ini, angkanya diperkirakan akan meningkat 15% menjadi 1,5 juta.

Selain di Australia, Traveloka telah hadir di beberapa negara lainnya di Asia Tenggara seperti Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, dan Filipina.

Terus Berinovasi, BCA Akan Permudah Nasabah Buka Rekening Lewat Aplikasi

0

Berempat.com – PT Bank Central Asia Tbk. kembali melakukan dobrakan dengan melakukan inovasi dalam hal pelayanan dengan memanfaatkan teknologi. Kali ini, BCA telah menyiapkan pelayanan pembukaan rekening cukup melalui aplikasi. Menurut rencana, inovasi ini akan diluncurkan pada 11 Maret 2019 mendatang.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiatmadja pun berharap, inovasi ini akan mampu mendongkrak pertumbuhan nasabah baru.

“Tunggu 11 Maret. Harapannya nasabah baru bisa tambah dari situ,” ujar Jahja di Jakarta, Kamis (28/2).

Inovasi teknologi memang menjadi salah satu konsen bagi BCA sejauh ini. Hal itu dapat terlihat dari besaran nilai investasi yang digelontorkan BCA untuk teknologi. Jahja menyebut BCA telah menginvestasikan Rp5,2 triliun untuk hal pengembangan perangkat keras maupun lunak.

Tak heran jika BCA tergolong agresif berinovasi digital dalam kurun beberapa tahun terakhir ini. Sebelumnya, BCA telah mengenalkan keyboard untuk ponsel pintar Android. Inovasi tersebut dibuat untuk memudahkan nasabah yang ingin cek saldo maupun transfer agar tak perlu membuka aplikasi mobile banking.

“Jadi, saat kita chat dan butuh transfer bisa langsung tanpa perlu keluar dan akses aplikasi BCA seperti sebelumnya,” terang Jahja.

Selain itu, BCA juga mengembangkan sistem pembayaran bagi perusahaan teknologi berbasis financial technology (Fintech). PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek) menjadi satu di antaranya yang telah mengaplikasikan fitur OneKlik BCA untuk top up Go-Pay.

Sebagai informasi, BCA menunjukkan pertumbuhan laba bersih sebesar 10,9% atau menjadi Rp25,9 triliun sepanjang tahun 2018, dibandingkan tahun 2017 sebesar Rp23,3 triliun.

Meningkatnya laba bersih ini didorong oleh pendapatan operasional BCA yang terdiri dari pendapatan bunga bersih yang meningkat 8,3% menjadi Rp45,3 triliun dan pendapatan operasional lainnya yang tumbuh 17,0% menjadi Rp17,7 triliun pada 2018.

Begini 3 Cara Mengembangkan SDM di Era Revolusi Industri 4.0

0

Berempat.com – Di era revolusi industri (RI) 4.0, kemajuan sebuah negara tak lagi ditentukan oleh sumber daya alam yang dimiliki, melainkan ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM). Karena saat ini perkembangan teknologi terus berkembang pesat sehingga membutuhkan SDM yang berkompeten. Untuk itu, penting mengembangkan SDM yang dimiliki di era RI 4.0 ini.

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengungkapkan, ada tiga cara untuk bisa meningkatkan kualitas SDM agar memiliki daya saing. Ketiga cara itu bisa ditempuh melalui jalur pendidikan, pelatihan, dan pengembangan karier.

“Peningkatan kualitas tenaga kerja dapat dilakukan melalui tiga jalur utama. Pertama melalui jalur pendidikan, kedua melalui jalur pelatihan kerja, dan ketiga melalui jalur pengembangan karier di tempat kerja,” ujar Hanif di Jakarta, Jumat (28/2).

Jalur pendidikan berfungsi untuk membangun pondasi yang kokoh untuk pengembangan kualitas tenaga kerja. Oleh karena itu, lanjut Hanif, walaupun secara umum misinya mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi secara khusus juga dapat membangun kerangka dasar kompetensi.

Setelah itu, jalur pelatihan kerja akan berfokus pada pembangunan dan pengembangan pilar-pilar kompetensi kerjanya yang nantinya, menurut Hanif, akan dimantapkan di tempat kerja. Di tempat kerja kemudian SDM akan melalui pengembangan karier dan profesionalisme tenaga kerja.

Dengan demikian, pendidikan, pelatihan kerja, dan pengembangan karier di tempat kerja merupakan suatu estafet proses pengambangan kualitas sumber daya manusia dan tenaga kerja.

Selain itu, Direktur ILO Jakarta, Michiko Miyamoto menuturkan, revolusi industri 4.0 tidak hanya menghilangkan jenis pekerjaan lama dan menciptakan pekerjaan baru, tapi juga mengubah mekanisme sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Perkembangan teknologi telah menciptakan peralatan canggih di bidang konstruksi yang bisa meminimalisir risiko pekerjaan. Namun, hal terpenting adalah bagaimana kita bisa melibatkan generasi muda dalam membangun budaya K3 sejak dini,” kata Michiko.

Pelaku UKM Lebih Mudah Dapat Pinjaman Dengan Membentuk Komunitas

0

Berempat.com – Perusahaan peer to peer (P2P) Lending yang berafiliasi dengan Digiasia Bios, KreditPro mengumumkan adanya program Faedah Komunitas. Ini merupakan program yang diusung untuk memudahkan pelaku Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang ingin mendapatkan pinjaman. Caranya adalah dengan membentuk komunitas yang beranggotakan minimal 5 orang.

“Kami melihat adanya market yang cukup besar untuk pinjaman kelompok di Indonesia dan peluncuran Faedah Komunitas ini merupakan bagian dari upaya kami untuk meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia,” ujar CEO KreditPro Adelheid Helena Bokau pada keterangan tertulisnya, Jumat (28/2).

Saat ini, menurut KreditPro, Faedah Komunitas sudah berjalan dan telah terbentuk 117 kelompok dengan total anggota 900 orang yang terdiri dari pelaku UKM dan petani. Selain itu, tak hanya memberikan pinjaman modal, KreditPro juga memberikan pendampingan rutin terhadap anggota Faedah Komunitas.

“Selain memberikan pinjaman modal, kami juga memberikan pendampingan secara rutin terhadap anggota dari Faedah Komunitas,” imbuh Helena.

Faedah Komunitas sendiri telah hadir di beberapa kota di Indonesia, seperti Tangerang, Bandung, Majalengka, Tegal, Pemalang, Pekalongan, Kendal, Semarang, Yogyakarta, Cilacap dan Banyumas.

“Kami targetkan Faedah Komunitas akan hadir di 45 Kota pada ahir tahun 2019 ini,” ungkap Helena lagi.

Ia pun berharap, hadirnya Faedah Komunitas dapat meningkatkan inklusi keuangan di Indonesia dan dapat membantu tumbuhnya perekonomian daerah.

Ternyata Ini Alasan Nadiem Tak Pakai Nama Go-Jek di Thailand dan Vietnam

0

Berempat.com – Salah satu Unicorn Indonesia, Go-Jek telah resmi meluncurkan layanannya di Thailand pada Desember 2018 lalu. Sebelumnya, perusahaan ride-hailing yang didirikan Nadiem Makarim ini sudah mengaspal di Vietnam. Namun, uniknya, tak seperti Grab, perusahaan satu ini memberikan nama berbeda untuk layanannya di masing-masing negara.

Seperti di Thailand, Go-Jek menamakan perusahaannya GET dan di Vietnam diberi nama Go-Viet. Nadiem pun mengungkapkan ada alasan kenapa tak menggunakan nama Go-Jek di Thailand maupun Vietnam.

“Kami harus memberi kepercayaan kepada tim lokal. GOJEK sukses banget di Indonesia karena benar-benar dimiliki oleh masyarakat Indonesia, bukan hanya soal nasionalis dan familiar. Nama itu (Go-Jek) tidak ada koneksi di Thailand. Kami tidak mau hanya pencitraan,” ungkap Nadiem saat berbicang dengan awak media di Bangkok waktu setempat, Rabu (27/2).

Hal senada disampaikan oleh CO-Founder dan CEO GET, Pinya Nittayakasetwat. Menurutnya, nama GET jauh lebih mudah diingat di Thailand. Dan nama GET diambil dari slogan ‘we GET know’.

“Kami tahu (we get know) apa yang kalian inginkan, perlukan, ingin lakukan. Jadi kenapa GET, karena itu kata terbaik bagi perusahaan kami,” jelas Pinya.

Selain tak menggunakan nama Go-Jek, GET pun tak mengusung identitas warna milik Go-Jek, yakni hijau. GET justru mengusung seragam jaket dan helmet berwana kuning neon atau mereka sebut dengan istilah safety yellow.

Kendati demikian, kehadiran GET di Thailand memang disambut baik oleh pemerintah Thailand. Wakil Menteri Kementerian Masyarakat dan Ekonomi Digital Thailand Pansak Siriruchatapong mengatakan, selama lebih dari 5 tahun pemerintah telah mendorong perkembangan ekonomi digital di negara tersebut. Dan hadirnya GET yang didukung Go-Jek diyakini mampu mendorong ekonomi digital di Thailand.

“Ini contoh yang baik untuk kerja sama. Saya harap Thailand dapat bergandengan dengan negara lainnya seperti indonesia. Kita sebagai negara dari bagian Asia Tenggara harus menjadi pencipta ekonomi,” ujarnya.

Rampungkan Banyak Proyek Infrastruktur, Waskita Bukukan Laba Bersih Rp4,6 T

0

Berempat.com – PT Waskita Karya (Persero) Tbk. mencatatkan peningkatan laba bersih di tahun 2018 sebesar 9,9% atau menjadi Rp4,6 triliun, dibanding tahun 2017 sebesar Rp4,2 triliun. Selain itu, emiten berkode WSKT ini pun mencatatkan peningkatan pendapatan usaha sebesar 7,9% atau menjadi Rp48,7 triliun, daripada tahun 2017 sebesar Rp45,2 triliun.

SVP Corporate Secretary Waskita Karya, Shastia Hadiarti mengatakan, dengan membaiknya kinerja perseroan ini menjadi bukti bahwa Waskita senantiasa memberikan nilai tambah bagi para stakeholders.

“Semakin membaiknya kinerja Perseroan dari waktu ke waktu merupakan bukti bahwa PT Waskita Karya (Persero) Tbk sebagai agen pembangunan senantiasa memberikan nilai tambah bagi seluruh stakeholders,” terang Shastia, Kamis (28/2).

Menurut Shastia, kinerja perseroan semakin membaik setelah diterimanya pembayaran atas proyek dan dana talangan tanah sebesar Rp36,75 triliun pada tahun lalu. Adapun pembayaran yang diterima ialah untuk Proyek Jalan Tol Batang-Semarang sebesar Rp5,75 triliun, proyek Light Rail Transit (LRT) Palembang sebesar Rp3,9 triliun, proyek Tol Pasuruan-Probolinggo sebesar Rp2,1 triliun, proyek Tol Salatiga-Kartasura sebesar Rp2 triliun, proyek Ruas Tol Terbanggi Besar-Kayu Agung (porsi VGF Tol Semarang-Batang) senilai Rp1,96 triliun, dan penerimaan proyek lainnya sebesar Rp18,23 triliun serta adanya pengembalian dana talangan tanah sebesar Rp2.8 triliun.

Kinerja positif ini juga dibarengi dengan produktivitas perusahaan yang banyak merampungkan proyek infrastruktur di tahun lalu, seperti Proyek LRT Sumatera Selatan, Proyek Kereta Api Bandara Soekarno-Hatta, Bendungan Raknamo Nusa Tenggara Timur, Proyek Bandar Udara Ahmad Yani Semarang, Proyek Bandar Udara Kertajati dan Proyek Runway Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda.

Dan beberapa proyek Tol yang di antaranya Pejagan–Pemalang Seksi 3 dan 4, Proyek Jalan Tol Pemalang–Batang, Proyek Jalan Tol Batang–Semarang, Proyek Tol Salatiga–Kartasura, Proyek Jalan Tol Solo–Ngawi, dan Proyek Jalan Tol Ngawi-Kertosono.