Program Tol Laut Berhasil Bikin Volume Distribusi Nasional Selalu Naik

0
140
Kapal Logistik Tol Laut. (Katadata/Arief Kamaludin)

Berempat.com – Program tol laut yang dicanangkan pemerintahan Joko Widodo diklaim berhasil menaikkan volume distribusi nasional dalam tiga tahun terakhir. Hal tersebut diungkap oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Laut Kemhub Wisnu Handoko.

Wisnu mengutip data yang dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) selama tiga tahun terakhir yang menunjukkan bahwa distribusi logistik melalui angkutan laut tercatat naik sebesar 41 juta ton.

“Program Tol Laut dari waktu ke waktu mengalami perkembangan yang cukup signifikan dalam menyumbang kenaikan volume distribusi logistik nasional,” ungkapnya pada keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Selasa (5/3).

Menurut data BPS, volume distribusi logistik nasional tahun 2015 mencapai 238 juta ton, yang naik menjadi 279 juta ton pada 2018.

Wisnu berpendapat, selain program tol laut, bertambahnya kapal-kapal tol laut yang mengangkut barang ke seluruh wilayah Indonesia turut andil dalam menyumbang kenaikan volume distribusi logistik nasional.

“Untuk mengoptimalkan peranan Tol Laut dalam rantai logistik nasional, Pemerintah mendorong penyelenggaraan angkutan logistik Tol Laut bukan hanya port to port (dari pelabuhan ke pelabuhan), tapi sampai end to end (langsung sampai ke konsumen). Sehingga tepat sasaran ke masyarakat agar dapat merasakan harga yang terjangkau,” tambahnya.

Sehingga Pemerintah melalui Ditjen Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan yang bekerja sama dengan Maritime Research Institute Nusantara (MARIN) menggagas program kontainer masuk desa.

“Sebagai perwujudan kehadiran negara, Kementerian Perhubungan segera mengimplementasikan program kontainer masuk desa untuk memperkuat konektivitas ekonomi desa dan nasional melalui program tol laut demi mewujudkan program Nawacita pemerintah dalam rangka menghadirkan negara di beranda terdepan NKRI,” tegas Wisnu.

Selain diharapkan mampu menurunkan disparitas harga, program kontainer masuk desa diharapkan dapat memastikan ketersediaan berbagai bahan pokok dan penting di wilayah desa yang selama ini belum maksimal.

Pihaknya juga sudah bekerja sama dengan Pelindo Marine Service, anak perusahaan PT Pelindo III Surabaya yang akan menyiapkan mini kontainer (minicon) dengan ukuran yang memungkinkan agar bisa masuk ke wilayah pedesaan dan pulau terpencil, yang tidak memiliki infrastruktur jalan raya yang lebar dan hanya mampu diangkut dengan truk kecil atau mobil bak terbuka.

Selain itu, berdasarkan catatan BPS, Pelabuhan Panjang di Lampung naik 25,2%, dari 9,5 juta ton pada 2015 menjadi 11,9 juta ton pada 2018. Lalu Pelabuhan Makassar, Sulawesi Selatan naik 7,3%, dari 4,1 juta ton menjadi 4,4 juta ton. Sedangkan untuk Pelabuhan Tanjung Priok Jakarta naik 2,8%, dari 13,8 juta ton menjadi 14,2 juta ton.

Sementara itu, pengiriman barang yang terjadi lewat Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya dalam tiga tahun terakhir turun 12,9% dari 5,4 juta ton di tahun 2015 menjadi 4,7 juta ton tahun 2018. Begitu pula di Pelabuhan Balikpapan Kalimantan Timur, turun 3,2% dari 9,6 juta ton menjadi 9,3 juta ton.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here