Begini 3 Cara Mengembangkan SDM di Era Revolusi Industri 4.0

0
774
Ilustrasi pekerja. (Antara/Yulius Satria Wijaya)

Berempat.com – Di era revolusi industri (RI) 4.0, kemajuan sebuah negara tak lagi ditentukan oleh sumber daya alam yang dimiliki, melainkan ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM). Karena saat ini perkembangan teknologi terus berkembang pesat sehingga membutuhkan SDM yang berkompeten. Untuk itu, penting mengembangkan SDM yang dimiliki di era RI 4.0 ini.

Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri mengungkapkan, ada tiga cara untuk bisa meningkatkan kualitas SDM agar memiliki daya saing. Ketiga cara itu bisa ditempuh melalui jalur pendidikan, pelatihan, dan pengembangan karier.

“Peningkatan kualitas tenaga kerja dapat dilakukan melalui tiga jalur utama. Pertama melalui jalur pendidikan, kedua melalui jalur pelatihan kerja, dan ketiga melalui jalur pengembangan karier di tempat kerja,” ujar Hanif di Jakarta, Jumat (28/2).

Jalur pendidikan berfungsi untuk membangun pondasi yang kokoh untuk pengembangan kualitas tenaga kerja. Oleh karena itu, lanjut Hanif, walaupun secara umum misinya mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi secara khusus juga dapat membangun kerangka dasar kompetensi.

Setelah itu, jalur pelatihan kerja akan berfokus pada pembangunan dan pengembangan pilar-pilar kompetensi kerjanya yang nantinya, menurut Hanif, akan dimantapkan di tempat kerja. Di tempat kerja kemudian SDM akan melalui pengembangan karier dan profesionalisme tenaga kerja.

Dengan demikian, pendidikan, pelatihan kerja, dan pengembangan karier di tempat kerja merupakan suatu estafet proses pengambangan kualitas sumber daya manusia dan tenaga kerja.

Selain itu, Direktur ILO Jakarta, Michiko Miyamoto menuturkan, revolusi industri 4.0 tidak hanya menghilangkan jenis pekerjaan lama dan menciptakan pekerjaan baru, tapi juga mengubah mekanisme sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3).

“Perkembangan teknologi telah menciptakan peralatan canggih di bidang konstruksi yang bisa meminimalisir risiko pekerjaan. Namun, hal terpenting adalah bagaimana kita bisa melibatkan generasi muda dalam membangun budaya K3 sejak dini,” kata Michiko.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.