Senin, Mei 11, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 849

Hingga 2020 Tol Jawa dan Sumatra Beroperasi Sepanjang 1852 Kilometer

0

Fokus pemerintahan Joko Widodo 5 tahun pertama pemerintahannya adalah membangun infrastruktur. Tak heran dalam waktu 4,5 tahun, pemerintah mampu membangun tol baru sepanjang 949 kilometer. Panjang ini melampaui pencaian pembangunan jalan tol dalam periode 1974-2014 sejauh 784,7 kilometer.

Tak hanya itu, meski hingga hingga awal 2020 pemerintah menargetkan panjang jalan tol beroperasi mencapai 1.852 kilometer. Walhasil, masih ada rencana pengoperasian ruas-ruas baru sejauh 903 kilometer hingga awal 2020.

Kepala Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PUPR Danang Parikesit mengatakan, panjang jalan tol bertambah berkat pembukaan ruas-ruas baru maupun ruas-ruas lanjutan secara bertahap di 39 jalan tol, tersebar di Jawa dan Sumatra. Di Jawa, jalan tol tersambung dari Merak hingga Probolinggo sejauh 964 kilometer. Jumlah ini akan terus memanjang seiring pembangunan ruas Probolinggo-Banyuwangi.

“Kami optimistis target 1.852 kilometer ini bisa tercapai karena ada tambahan dari Trans Sumatra dan JORR 2 (Jakarta Outer Ring Road) serta ruas-ruas lainnya,” ujar Danang di Jakarta, Senin (22/04/2019).

Dia menjelaskan, JORR 2 yang mencakup enam ruas sepanjang 111,37 kilometer akan beroperasi secara bertahap. Ruas Kunciran – Serpong (11,14 kilometer) dan Serpong Cinere (10,14 kilometer) akan beroperasi lebih dahulu pada Juni 2019. Jalan tol lingkar ini akan menambah kapasitas jalan tol baru di Jabodetabek sehingga diharapkan bias mengurangi kepadatan di jalan arteri maupun di jalan tol eksisting.

Di luar jalan tol JORR 2, jalan tol di Jawa pada 2019 bakal menyumbang delapan ruas tol dengan panjang 119,5 kilometer. Bila ditambah ruas Probowangi sepanjang 173 kilometer, Merak hingga Banyuwangi bakal terhubung dengan jalan sepanjang 1.148 kilometer.

Sementara itu, di Sumatra, sedikitnya tiga ruas akan beroperasi menyusul pengoperasian ruas Bakauheni-Terbanggi Besar (140,9 kilometer). Ketiga ruas itu yakni Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (185 kilometer), Kayu Agung-Palembang-Betung Seksi I (33,5 kilomeer), dan Pekanbaru-Dumai Seksi I (32,8 kilometer).

Danang menuturkan, tahun ini dua ruas di Kalimantan dan Sulawesi juga bakal beroperasi, yaitu Balikpapan – Samarinda (99 kilometer) dan Manado-Bitung (39 kilometer). Dua jalan ini bahkan bisa digunakan secara fungsional pada musim mudik Idul Fitri 1440 Hijriah yang jatuh pada akhir Mei 2019 mendatang.

 

Pasca Lebaran, WIKA Garap Proyek Stasiun MRT Di Taiwan dengan Kontrak Rp 200 Miliar

0

Setelah mengantongi kontrak baru dari pengerjaan rumah susun di Aljazair senilai Rp170 miliar pada Januari 2018, kontraktor pelat merah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk juga mendapatkan kontrak pengerjaan housing di Dubai senilai Rp300 miliar pada Februari 2018. Tak hanya itu, WIKA juga mendapatkan pekerjaan stasiun mass rapid transit di Taiwan dengan nilai Rp200 miliar pada April 2019.

Direktur Operasi III Wijaya Karya Destiawan Soewardjono mengungkapkan kontrak luar negeri yang didapatkan perseroan senilai Rp560 miliar per Februari 2019. Akan tetapi, perseroan telah mendapatkan kontrak pekerjaan stasiun mass rapid transit (MRT) di Taiwan senilai Rp200 miliar pada April 2019 namun pengerjaan akan dilakukan pasca Lebaran.

Destiawan mengungkapkan kontrak tersebut permulaan untuk pengerjaan sekitar 4 stasiun dari total 12 stasiun. Menurutnya, kontrak di Taiwan tersebut berpeluang bertambah hingga menjadi Rp500 miliar untuk pengerjaan sekitar 8 stasiun.

Selain di Taiwan, dia mengatakan perseroan juga tengah mengincar proyek jembatan di Serawak, Malaysia. Nilai kontrak dari pekerjaan itu ditaksir mencapai Rp1,7 triliun dengan porsi emiten berkode saham WIKA itu sebesar 40%. “Join sama kontraktor lokal untuk jembatan Batang—Saribas. Saat ini sedang dilakukan klarifikasi,” tuturnya.

Destiawan memproyeksikan perseroan dapat mengantongi nilai kontrak baru dari luar negeri senilai Rp1,5 triliun—Rp2 triliun pada semester I/2019. Target yang dibidik dari luar negeri senilai Rp4,5 triliun tahun ini. Sampai dengan pertengahan tahun 2019, sejumlah kontrak baru yang bakal didapatkan perseroan yakni dari Aljazair, Malaysia, serta Dubai.

.

 

Sejumlah Mal Sediakan Lapak Bagi Usaha Kecil

0

Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2018 yang berisi tentang pengelola pusat perbelanjaan memiliki tanggung jawab untuk turut menyediakan 20 persen tempat untuk pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM), Industri Kecil Menengah (IKM) dan pengrajin binaan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Jakarta Timur di sejumlah pusat perbelanjaan atau mal.

Salah satunya di Cityplaza Jatinegara Mall. Menurutnya, pihak Cityplaza Jatinegara Mall sangat mendukung program Pemprov DKI Jakarta guna memajukan UKM dan IKM yang ada di wilayah Kota Administrasi Jakarta Timur.

General Manager Cityplaza Jatinegara Mall Bambang mengatakan, Cityplaza Jatinegara Mall yang akan menyediakan tempat bagi para pelaku UKM dan IKM yang ada di Jakarta Timur. “Intinya kita dari pihak Cityplaza Jatinegara Mall sangat mendukung program pemerintah untuk memajukan UKM dan IKM Jakarta Timur,” ujar Bambang.

Bambang berharap, dengan adanya pusat kerajinan khas Jakarta, Cityplaza Jatinegara Mall bisa menjadi destinasi wisata belanja bagi para wisatawan dari luar daerah dengan harapan semakin banyak pengunjung yang datang ke Cityplaza Jatinegara Mall.

“Harapan kami tidak hanya wisatawan luar daerah saja yang datang, tapi wisatawan asing diharapkan bisa datang juga untuk melihat hasil kerajinan khas Jakarta di Citiplaza Jatinegara Mall ini nantinya,” tukas Bambang.

Selain di Cityplaza Jatinegara Mall, masih ada lima pusat perbelanjaan lain yang menyediakan tempat untuk para pengusaha dan pengrajin. Diantaranya berada di Aeon Mall, Arion Mall, Basura, Mall Cipinang Indah dan Tamini Square.

Bukit Asam Targetkan PLTS Di Bandara Soeta Beroperasi Juli 2019

0

Aliran listrik di bandar udara Soekarno-Hatta, Jakarta, segera digantikan dengan pembangkit listrik tenaga surya. Hal ini disampaikan Sekretaris Perusahaan Bukit Asam Suherman. Menurutnya, Bukit Asam untuk menangani pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) di bandar udara (bandara) Soekarno-Hatta, Jakarta yang dapat beroperasi pada Juli 2019 atau Agustus 2019.

Pengembangan PLTS yang dilakukan oleh emiten berkode saham PTBA itu didasari oleh dua hal. Pertama, diversifikasi bisnis ke energi baru terbarukan (EBT) dan kedua menjadi perusahaan energi terintegrasi. Proyek itu merupakan pilot project untuk pengembangan fasilitas sejenis di bandara lainnya. PLTS tersebut direncanakan memiliki kapasitas 1 megawatts (MW).

Seperti diketahui, Bukit Asam juga memiliki sejumlah proyek pengembangan di bidang gasifikasi atau penghiliran tambang serta pembangkit listrik. Perseroan mengganggarkan investasi Rp6,47 triliun pada 2019 dengan rincian Rp1,13 triliun untuk yang bersifat rutin dan Rp5,35 triliun pengembangan

Beberapa proyek pengembangan miliki PTBA yakni Proyek Gasifikasi atau Penghiliran Tambang Peranap, Proyek Gasifikasi Tambang Tanjung Enim, Pembangkit Listrik (PLTU) Mulut Tambang Sumsel 8, PLTU Feni Halmahera Timur, dan proyek angkutan batu bara.

PTBA mengantongi pendapatan Rp21,16 triliun pada 2018. Realisasi itu naik 8,71% dari Rp19,47 triliun  pada 2017. Dari situ, perseroan membukukan laba bersih Rp5,02 triliun pada 2018. Pencapaian itu naik 12,23% dari Rp4,47 triliun pada 2017.

Pemerintah Genjot Industri Ekonomi Digital 

0

Di era industri 4.0, pemerintah fokus mengembangkan bisnis ekonomi digital  salah satunya dengan memfasilitasi kerjasama antara industri digital (swasta) dan pemerintah dalam wadah bernama NextICorn (Next Indonesia Unicorn). NextICorn ini mencari dan mewadahi berbagai startup terbaik di Indonesia yang siap menerima investasi baik asing maupun dalam negeri.

Kerjasama dalam bentuk yayasan ini merupakan lembaga yang didirikan dengan tujuan untuk melembagakan keberlangsungan kerja sama antara pemerintah dengan ekosistem startup.

Yayasan ini diwakili tokoh-tokoh ekonomi digital di Indonesia. Antara lain founder dari Unicorns Indonesia William Tanuwijaya dari Tokopedia, Nadiem Makarim dari GO-JEK, dan Achmad Zaky dari Bukalapak. Pembentukan yayasan ini menunjukkan kepedulian pemerintah untuk menjadi fasilitator, bagi pelaku bisnis startup di Indonesia, yang kini mengambil andil bagi pertumbuhan ekonomi bangsa.

Terbentuknya yayasan ini menurut Menteri Kominfo Rudiantara adalah sebagai bentuk para pelaku ekonomi digital bekerja dengan hati, bukan hanya mementingkan keuntungan pribadi.

“Pembentukan yayasan ini juga sebagai bentuk nyata terbentuknya ekosistem jangka panjang yang berkelanjutan sehingga industri ekonomi digital dapat berkembang lebih cepat dan baik,” ujarnya.

“Dibentuk oleh industri, dijalankan oleh industri, dan untuk industri. Maka dari itu saya berharap ke depannya yayasan ini mampu memfasilitasi startup Indonesia agar ikut serta menjadi unicorn hingga decacorn,” lanjutnya.

Kini, Yayasan NextICorn dapat menyediakan fasilitas berupa pendanaan, teknologi, pemasaran, dukungan model usaha, dan akses bertemu dengan Ventur Capital (VC) yang diinginkan

Yayasan ini sudah dibentuk sejak tahun 2017 berdasarkan gagasan bersama. Bermula dari tahun 2015, ketika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengajak lima perusahaan startup Indonesia yang baru berkembang yaitu, GO-JEK, Tokopedia, Traveloka, MatahariMall, dan Kaskus ke Silicon Valley untuk diperkenalkan kepada para pemimpin dan investor digital ternama.

 

Angkasa Pura Raih 3 Penghargaan Asia-Pacific Stevie Awards

Sebagai perusahaan yang dinilai memiliki kinerja baik, PT Angkasa Pura II (Persero) diapresiasi industri bisnis global. Kali ini, AP II mendapat tiga penghargaan dari Asia-Pacific Stevie Awards 2019.

Stevie Award sendiri diakui sebagai penghargaan bisnis tertinggi di dunia yang menjadi salah satu hadiah paling didambakan di dunia. Di wilayah Asia-Pasifik, Stevie Awards diperebutan oleh seluruh organisasi bisnis yang berada di 29 negara wilayah tersebut.

Ketiga penghargaan yang diperoleh AP II

Pertama, GOLD STEVIE WINNER – Award for Innovation in Customer Service Management, Planning & Practice. Penghargaan ini berhasil diraih menyusul inovasi AP II menghadirkan iMATE Lounge (i-Millenial Airport Travel Experience Lounge) yang dahulu dikenal dengan nama DiLo (Airport Digital Lounge).

iMATE Lounge pertama kali hadir di Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta dan akan menyusul di terminal lain serta bandara lainnya. Keberadaan iMATE Lounge merupakan upaya AP II memenuhi kebutuhan perjalanan zaman now.

Di lounge itu, traveler dapat menemukan berbagai pelayanan berbasis digital seperti virtual assistant melalui chat bot, co-working space, digital wayfinding, hingga melakukan reservasi perjalanan atau akomodasi.

Penghargaan Kedua BRONZE STEVIE WINNER – Award for the Innovative Use of Technology in Human Resources. Penghargaan ini disabet AP II karena mampu menghadirkan program pelatihan yang simpel dengan memanfaatkan teknologi, disebut dengan Mobile Learning. Adapun Mobile Learning sendiri dapat diakses melalui aplikasi iPerform yang merupakan apps khusus bagi karyawan AP II.

Kemudian penghargaan Ketiga BRONZE STEVIE WINNER – Award for Innovation in Human Resources Management, Planning & Practice. Penghargaan ini diterima oleh AP II sehubungan dengan pengimplementasian Organization Ambidextrous, ini terkait dengan organization use case di AP2 dimana sejak 2016 AP2 telah membangun unit organisasi ProBis (Project Business).

Ada 3 ProBis yg cukup berperan dalam 3 tahun terakhir ini di AP2 yakni : ProBis Digital Airport, ProBis Airport Digital Business dan ProBis Tourism Development utk memecah “kebuntuan” organisasi existing yang rigid dan yang hanya fokus kepada culture of productivity beralih kepada unit organisasi yang flexible, memiliki kemampuan kapabilitas dinamis (dynamic capability) dan dengan orientasi baru yaitu culture of growth untuk mendukung visi perusahaan menjadi “The Best SMart Connected Airport Operator in The Region”.

Direktur Utama AP II, Muhammad Awaluddin mengatakan tiga penghargaan dari Asia-Pacific Stevie Awards 2019 ini membuktikan bahwa tranformasi digital dan human capital di AP II telah sukses dan berada di jalur yang benar.

“Transformasi yang dilakukan AP II sejak dua tahun lalu berada di jalur yang benar di mana kami berharap hasil transformasi ini dapat membuat bandara-bandara yang dikelola perseroan menjadi kebanggaan kita semua, dan sejajar dengan bandara berkelas dunia lainnya,” ujar Muhammad Awaluddin.

Menperin Pastikan Bisnis Makin Moncer Pasca Pilpres

0

Menteri Perindustrian (Menperin) Airlangga Hartarto optimistis investasi dan ekspansi di industri manufaktur bakal bertumbuh usai Pemilu 2019. Secara keseluruhan, industri manufaktur ditargetkan tumbuh 5,4 persen pada 2019.

Industri makanan dan minuman (mamin), permesinan, tekstil dan pakaian jadi, kulit, barang dari kulit, alas kaki, barang logam, komputer, dan barang elektronik diproyeksi menjadi subsektor yang menikmati kenaikan paling tinggi.

“Setelah Pemilu 2019 akan banyak proyek prioritas yang akan segera berjalan, termasuk beberapa proyek prioritas seperti di industri petrokimia. Selain itu, finalisasi peraturan mengenai mobil listrik dan pemberian insentif bagi industri,” kata Airlangga di Jakarta, Sabtu (20/4/2019).

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong tumbuhnya industri petrokimia di Indonesia untuk memperdalam struktur manufaktur dari sektor hulu sampai hilir.

Industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia menyumbang ekspor sebesar US$13,93 miliar pada 2018. Adapun investasi yang masuk ke sektor kimia dan farmasi mencapai Rp39,31 triliun.

Selain itu, kata dia, finalisasi peraturan mengenai mobil listrik dan pemberian insentif bagi industri. Airlangga mengatakan tren pertumbuhan industri seusai pemilu akan terjadi, karena Indonesia adalah negara yang paling matang dalam penerapan sistem demokrasinya. Menurutnya, demokrasi yang matang menjadi modal pemerintah dalam menarik investasi dari luar negeri.

“Optimisme pembangunan yang digaungkan pemerintah saat ini juga penting untuk menarik investasi. Semua sektor industri akan running setelah pilpres dan pileg,” ujarnya.

 

 

Berbagai Kebutuhan Proyek Konstruksi Hadir di IndoBuildtech Expo 2019

0

Berempat.com – Pameran material dan teknologi bangunan serta interior, Indobuildtech Expo kembali hadir. Pada tahun ini pameran yang diinisiasi oleh PT Debindo-ITE tersebut mengangkat tema Establishing Architecture 4.0. Pada perhelatan ini terdapat banyak produk dan teknologi terbaru yang berlangsung selama lima hari sepanjang 20-24 Maret 2019 di ICE BSD, Tangerang.

Sebanyak 500 lebih exhibitor hadir sebagai representasi dari ribuan top world-class brands dari dalam dan luar negeri. Selama pameran berlangsung akan diadakan sebanyak 191 program bisnis.

General Manager PT Debindo-ITE Raditia Zafir Ahmad mengatakan, para exhibitor IndoBuildTech Expo 2019 menampilkan rangkaian produk top-brand terbaru untuk kebutuhan proyek konstruksi di sektor properti dan infrastruktur selaras dengan tren implementasi arsitektur 4.0.

Itu sejalan juga dengan tren revolusioner teknologi material dan interior bangunan yang semakin mengutamakan inovasi, fitur ramah lingkungan dan keberlanjutan.

“Tema dihadirkan secara signifikan dan sinergis dengan dukungan 23 asosiasi profesi dan asosiasi bisnis, melalui pelaksanaan rangkaian kegiatan Panel Diskusi Pakar dan Profesional, Presentasi Ilmiah, Presentasi Produk, Workshop, Seminar dan lain-lain yang tercakup dalam agenda Business Programme.” kata Raditia dalam keterangan resminya, Kamis (21/3).

Di IndoBuildTech juga akan ditampilkan Architecture 4.0 Zone. Para pengunjung akan diberikan ragam pengetahuan tentang teknologi, software, dan produk 4.0, serta pengalaman baru berkenalan dengan inovasi teknologi Artificial Intelligence (AI).

Lalu, ada pula IndoBuildTech Concept and Exhibition di Pre-Function Hall 10 yang menampilkan karya-karya arsitek terkemuka dalam bentuk market dan panel display informasi arsitektur serta dokumentasi realisasi rancang bangun tersebut. Di area yang sama juga ditampilkan karya-karya instalasi arsitektur dari biro-biro arsitek terkemuka Indonesia.

Sementara di Hall 5 sampai Hall 10 akan digelar secara bersamaan 4 pameran dari industri bangunan dan konstruksi sehingga secara keseluruhan menjadi sebuah platform bisnis terbesar dan terlengkap bagi para pebisnis dan profesional, serta masyarakat umum yang ingin mendapatkan solusi terbaik untuk kebutuhan material dan teknologi serta interior bangunan.

Raditia menambahkan, para pengunjung dapat memanfaatkan peluang memperluas jejaring bisnis dengan para calon mitra strategis yang dibutuhkan misalnya mitra perusahaan kontraktor yang tampil di IndoConsTech Expo, penyedia produk spesialis industri kaca di IndoGlassTech Expo, penyedia produk dan teknologi lighting di IndoLightTech Expo, serta penyedia produk dan layanan spesialis smart building management di IFME 2019.

Cari Ide Bisnis Kekinian di IFBC 2019

0

Berempat.com – Ajang pameran bisnis Indonesia Franchise and Business Concept Expo (IFBC) 2019 telah resmi digelar akhir pekan ini, 22-24 Maret 2019 di Balai Kartini, Jakarta. IFBC merupakan wadah tepat bagi calon pengusaha untuk mendapatkan ide-ide memulai bisnis.

Founder Kebab Turki Baba Rafi, Hendy Setiono pun mengungkapkan bahwa ajang pameran bisnis semacam ini bisa mendatangkan ide bisnis. Bahkan, ide bisnis yang semula terlihat sederhana bisa menjadi berkembang. Lihat saja, Hendy kini pun mempunyai Baba Rafi Enterprise dan Hendy Setiono Foundation.

“Ada pergeseran tren dari 10 tahun lalu mulai usaha dengan milenial yang baru mulai bisnis. Saya ada di perbatasan generasi itu. Baba Rafi mulai dari ide sendiri, era sekarang berbisnis begitu lagi. Ide, kembangkan sendiri, bisa tapi slow,” ujarnya saat ditemui di IFBC 2019 pekan ini.

Menurutnya, di era milenial saat ini bisnis sudah harus bersifat kolaborasi. Namun, kolaborasi yang dilakukan bergantung pada tingkatan yang ada. Misalnya, untuk tahap awal, bisa mengikuti franchise yang sudah ada sebagai bentuk memulai keberanian melangkah menjadi pengusaha.

Namun, tak ada formula yang pasti dalam mewujudkan ide bisnis hingga berhasil. Hendy menuturkan ada pengusaha yang sukses karena terlebih dulu membuat perencanaan bisnis, tapi ada juga yang langsung melakukan eksekusi dan berhasil.

“Itulah yang membuat usaha ini bersifat dinamis. Tidak pernah ada jawaban benar dan salah, menurut pendapat kita mana yang terbaik, ya dijalani,” imbuhnya.

RemitPro Tambah Layanan Kirim Uang Real Time ke Seluruh Rekening Bank!

0

Berempat.com – RemitPro terus meningkatkan layanan bagi masyarakat yang ingin melakukan pengiriman maupun pencairan uang secara real time ke seluruh rekening bank di Indonesia. Untuk bisa mengamodokir hal itu, RemitPro menjalin kerjasama dengan penyelenggara transfer dana PT Eka Bakti Amerta Yoga Sejahtera (EBAYS).

Melalui kerjasama ini, masyarakat pengguna layanan transfer dana juga dapat melakukan pencairan kiriman dananya di 4.800 kantor Pos dan di lebih dari 10.000 cabang Bank Rakyat Indonesia (BRI) diseluruh Indonesia.

Head of Money Transfer RemitPro Arman Bhariadi mengatakan, dengan semakin banyaknya tempat untuk mencairkan pengiriman uang, maka masyarakat tidak perlu lagi jauh-jauh sampai perlu mengeluarkan biaya untuk ke tempat pencairan uang.

“Layanan RemitPro akan semakin mudah ditemukan karena hadir di pelosok desa melalui tempat pencairan tunai (Agen Siaga RemitPro) dengan jam buka yang sangat fleksibel serta ketersediaan dana untuk pencairan kiriman,” ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Selasa (19/3).

Ia pun berharap hal tersebut dapat memberikan keuntungan berupa kemudahan akses dan efisiensi waktu, serta biaya bagi masyarakat yang ingin mencairkan dana kiriman, baik dari dalam maupun luar negeri yang dikirimkan melalui operator pengiriman uang dunia seperti Western Union.

“Saat ini, sekitar 60% masyarakat belum memiliki rekening bank sehingga RemitPro gencar untuk memberikan layanan yang maksimal bagi masyarakat. Kami harap dengan dapat dilakukannya pencairan uang di lebih dari 10.000 cabang Bank Rakyat Indonesia, 4.800 kantor Pos Indonesia, serta agen Siaga RemitPro yang kami buka di pelosok kota maupun desa dapat memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi masyarakat yang ingin melakukan pencairan kiriman uang dari luar dan dalam negeri,” tambah Arman.

RemitPro berkomitmen akan terus melakukan terobosan demi kenyamanan para pengguna jasa RemitPro dengan tetap mengutamakan keamanan. Dan di saat yang bersamaan akan mengembangkan jaringan pencairan kiriman dana agar keluarga Buruh Migran Indonesia (BMI), dan keluarga para pekerja dalam negeri yang mengirimkan dananya dari kota tempat mereka bekerja ke desa, di mana keluarga mereka tinggal dapat dengan mudah menerima uang kiriman mereka.