Pasca Lebaran, WIKA Garap Proyek Stasiun MRT Di Taiwan dengan Kontrak Rp 200 Miliar

0
384

Setelah mengantongi kontrak baru dari pengerjaan rumah susun di Aljazair senilai Rp170 miliar pada Januari 2018, kontraktor pelat merah PT Wijaya Karya (Persero) Tbk juga mendapatkan kontrak pengerjaan housing di Dubai senilai Rp300 miliar pada Februari 2018. Tak hanya itu, WIKA juga mendapatkan pekerjaan stasiun mass rapid transit di Taiwan dengan nilai Rp200 miliar pada April 2019.

Direktur Operasi III Wijaya Karya Destiawan Soewardjono mengungkapkan kontrak luar negeri yang didapatkan perseroan senilai Rp560 miliar per Februari 2019. Akan tetapi, perseroan telah mendapatkan kontrak pekerjaan stasiun mass rapid transit (MRT) di Taiwan senilai Rp200 miliar pada April 2019 namun pengerjaan akan dilakukan pasca Lebaran.

Destiawan mengungkapkan kontrak tersebut permulaan untuk pengerjaan sekitar 4 stasiun dari total 12 stasiun. Menurutnya, kontrak di Taiwan tersebut berpeluang bertambah hingga menjadi Rp500 miliar untuk pengerjaan sekitar 8 stasiun.

Selain di Taiwan, dia mengatakan perseroan juga tengah mengincar proyek jembatan di Serawak, Malaysia. Nilai kontrak dari pekerjaan itu ditaksir mencapai Rp1,7 triliun dengan porsi emiten berkode saham WIKA itu sebesar 40%. “Join sama kontraktor lokal untuk jembatan Batang—Saribas. Saat ini sedang dilakukan klarifikasi,” tuturnya.

Destiawan memproyeksikan perseroan dapat mengantongi nilai kontrak baru dari luar negeri senilai Rp1,5 triliun—Rp2 triliun pada semester I/2019. Target yang dibidik dari luar negeri senilai Rp4,5 triliun tahun ini. Sampai dengan pertengahan tahun 2019, sejumlah kontrak baru yang bakal didapatkan perseroan yakni dari Aljazair, Malaysia, serta Dubai.

.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.