Senin, Mei 11, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 848

Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,6% dan Growth Investasi 7,5%

0

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah berasumsi bahwa pertumbuhan ekonomi akan berkisar antara 5,3%-5,6%. “Bapak Presiden mengharapkan kita bisa memacu sampai ke 5,6%,” ujarnya.

Sementara inflasi, menurut Menkeu, masih akan tetap terjaga antara 2-4%, suku bunga antara 5-5,3. Dan juga dari sisi nilai tukar yang mungkin masih agak bervariasi karena tahun ini digunakan asumsi Rp15.000/dolar AS namun sekarang sudah mencapai di Rp14.000. Jadi akan digunakan range yang masih lebar. Sementara untuk harga minyak, juga masih antara 60-70. Dan juga untuk lifting minyak maupun gas yang kira-kira mungkin setara dengan yang selama ini masih diproduksi, meskipun angkanya masih di dalam range.

Mengenai mesin pertumbuhan ekonomi, Menkeu menjelaskan, komposisi agregat demand tentu masih tetap konsumsi, ada di sekitar 5,2 persen. Kemudian investasi diharapkan tumbuh. Namun diungkapkannya, kalau untuk mendekati 5,6% pertumbuhan ekonomi diharapkan growth dari investasi mendekati 7,5%, sementara ekspor juga diharapkan tetap memiliki momentum tumbuh di sekitar 7% juga, dan impor tetap kita jaga pada pertumbuhan sekitar 6%.

“Itu semuanya adalah komposisi agregat demand-nya. Tapi sisi suplainya mungkin kita akan lihat lagi dari sisi produktivitas masing-masing sektor, apakah pertanian, terutama manufaktur yang selama ini kita harapkan untuk bisa tumbuh di atas yang selama ini hanya sekitar 4-5 persen, kita harapkan bisa tumbuh tinggi,” sambung Menkeu.

Sri Mulyani Indrawati mengatakan Presiden inginkan adalah baseline menggunakan tahun 2015, yang waktu itu sebenarnya sudah naik cukup Rp233 triliun untuk belanja barangnya. Sementara. sekarang ini belanja barang bisa mencapai Rp290 triliun.

“Jadi nanti kita akan lihat space ini pasti dialihkan oleh Bapak Presiden dan Wapres untuk lebih banyak menunjang anggaran belanja modal. Kapasitas dari Menteri PUPR, Menteri Perhubungan, Menteri Energi di dalam rangka untuk membelanjakan hal itu,” terang Menkeu.

Pemerintah Akan Fokus Peningkatan Investasi dan Ekspor Indonesia

0

Dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Bogor Pemerintah akan mendukung peningkatan investasi dan ekspor Indonesia. Terkait hal tersebut, semua kebijakan yang mendukung kedua hal tersebut dirangkum dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2020

Hal ini dipaparkan Menteri Keuangan Sri Mulyani di Istana Bogor, Selasa (23/04/2019). Menurutnya, arahan Presiden Joko Widodo seluruh porsi kebijakan maupun instrumen APBN harus digunakan untuk memacu investasi dan ekspor. Terutama bertumpu kepada bagaimana meningkatkan kualitas SDM [sumber daya manusia] juga untuk tetap menjaga pembangunan infrastruktur.

Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, mengharapkan adanya perbaikan infrastruktur terutama jalan-jalan, arteri-jalan yang masuk (selain jalan utama), terutama yang terletak di kabupaten/kota. Perbaikan-perbaikan tersebut juga mencakup infrastruktur yang mendukung iklim pariwisata di daerah karena keberadaan akses merupakan kunci penting dari keberhasilan dari sebuah destinasi pariwisata.

Jokowi menyatakan pemerintah akan terus berupaya melakukan reformasi birokrasi untuk meningkatkan daya saing, terutama yang berkaitan dengan perizinan, investasi, dan ekspor.

“Betul-betul  ini semua kementerian, kemudian Kemendagri [Kementerian Dalam Negeri] yang berkaitan dengan daerah juga agar diberikan tekanan-tekanan. Sekali lagi, kunci kita itu ada di sini,” tambahnya.

 

Menteri Perdagangan ASEAN Teken Dua Perjanjian Perdagangan dan Investasi

0

Di era pasar bebas, masih ditemukan beberapa kendala yang menghambat kelancaran bisnis di sektor perdagangan dan investasi. Karena itu sejumlah menteri perdagangan di kawasan Asean sepakat menandatangani  dua perjanjian penting yaitu Asean Trade in Services Agreement (ATISA) guna meningkatkan standar dan transparansi, sekaligus mengurangi hambatan dagang di bidang jasa antarnegara Asean.

Kedua protokol keempat amandemen Asean Comprehensive Investment Agreement (ACIA) bertujuan mendorong  investasi di regional Asia Tenggara. Kedua kesemaptan tersebut dicapai dalam pertemuan 25th Asean Economic Minister’s Retreat (AEM Retreat) di Thailand, Selasa (23/4).

Deputi Menteri Perdagangan Thailand Chutima Bunyapraphasara mewakili Menteri Perdagangan Thailand menyatakan, penandatanganan ATISA akan menjadi awal perjalanan Asean untuk memperkuat integrasi perdagangan jasa antarnegara, sekaligus menciptakan lingkungan yang terbuka untuk memperkuat daya saing bisnis di regional. Hal ini sejalan dengan peta jalan Masyarakat Ekonomi Asean pada 2025.

“ATISA akan menjadi instrumen penting dalam mengurangi hambatan dagang dan membantu meningkatkan perdagangan jasa di regional Asean,” ujarnya, Selasa (23/4).

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita menyatakan, komitmen setiap anggota Asean untuk mengurangi hambatan dagang menjadi salah satu substansi yang dibahas dalam AEM Retreat kali ini. Adapun, dia menilai dampak dari perjanjian ATISA dan ACIA yang diteken pada hari ini baru akan terasa dalam jangka panjang.

“Sesama anggota Asean berkomitmen mengurangi hambatan dagang antar negara, karena ini menjadi dasar Asean, dan kekuatan Asean tertumpu pada hal itu,” ujarnya.

Komitmen yang tertuang dalam ATISA mulai berlaku 180 hari sejak penandatanganan. Negara anggota Asean diwajibkan untuk mempublikasikan aturan dan regulasi investasinya di bidang perdagangan jasa untuk memungkinkan negara lain memproyeksikan investasinya di bidang tersebut.

Meski demikian, negara Asean yang berharap untuk mempertahankan regulasinya dalam perdagangan jasa di sektor tertentu dapat mempublikasikan ketentuan tersebut untuk memberi tahu negara lain mengenai kondisi dan syarat investasi yang dibutuhkan. Dalam hal ini, ATISA memberikan waktu hingga 5 tahun bagi setiap negara Asean untuk mempertimbangkan regulasi perdagangan jasa yang akan dipertahankan pasca perjanjian ini berlaku secara efektif.

 

 

Metro Starter Depok Apartemen TOD Terintegrasi Transportasi Terlengkap

0

Sebagai kawasan penyangga ibu kota, Depok, jadi pilihan banyak pekerja di Jakarta untuk bertempat tinggal. Selain lokasinya yang “nempel” Jakarta, Depok jadi pusat pendidikan sehingga pertumbuhan apartemen di kawasan tersebut kian semarak.

Sebentar lagi Depok akan memiliki apartemen berkonsep Transit Oriented Development (TOD) di lahan bekas terminal depok yang juga terhubung dengan stasiun KRL Depk Baru. TOD yang diberi nama Metro Starter Depok ini berkonsep mixed use development yang akan menjadi satu-satunya apartemen dengan sistem transportasi terlengkap di pusat Kota Depok. Dimana dalam kawasan tersebut akan terdapat terminal, statsiun, apartemen dan mal. Terminal depok ini terdapat bus banara, bus TransJakarta, Bus Antar Kota-Provinsi hingga kendaraan umum.

Trivo Group sebagai pengembang spesialis mal seperti PGC (Pusat Grosir Cililitan) dan SGC (Sentral Grosir Cikarang) ini bekerja sama dengan lahan Pemerintah Kota Depok (Pemkot Depok) dan PT KAI (Kereta Api Indonesia) membanun Metro Starter di atas lahan 3 hektare yang terdiri dari apartemen, mal dan ruko.

“Total akan ada 7 tower apartemen. Untuk tahap pertama kami akan membangun 3 tower terlebih dahulu,” ujar Tomy Nanlohy, Marketing Manager Metro Starter

Apartemen Metro Starter terdiri dari 3 tipe unit apartemen yakni tipe studio (32m2), tipe satu kamar tidur (56m2) dan tipe dua kamar tidur (66-79m2). “Harganya dimulai dari Rp600 juta hingga Rp1,5 miliar,” ungkap Tomy.

Untuk mal sendiri, rencana pengembang akan membangun mal sekelas Margo City. “Kita tahu sekitar kami itu sudah berdiri mal kelas C. Maka dari itu kami mau mengambil pangsa pasar yang berbeda yang lebih high,” jelas Tomy.

 

Perumnas Targetkan Marketing Sales Rp3,5 T-Rp4 T di Tahun 2019

0

Perusahaan Umum Pembangunan Perumahan Nasional (Perum Perumnas) cukup banyak mengerjakan proyek properti di tahun 2019. Perum Perumnas menargetkan dapat meraih pra penjualan atau marketing sales di tahun 2019 sekitar Rp3,5 triliun hingga Rp4 triliun.

Tahun ini Perum Perumnas akan melanjutkan pembangunan sejumlah proyek hunian berkonsep kawasan berorientasi transit atau transit oriented development (TOD) untuk memberikan kemudahan bagi MBR umengurangi biaya transportasi dan mengurangi jumlah pemakaian kendaraan pribadi. “Melanjutkan TOD-TOD itu, kita baru mulai konstruksi, kita teruskan dan selesaikan,” ujar Bambang Triwibowo, Direktur Utama Perum Perumnas.

Tiga proyek TOD yakni TOD di Rawa Buntu, Tangerang Selatan, TOD di Pondok Cina, Depok dan TOD Tanjung Barat, Jakarta Selatan yang diberinama Mahata. Nilai investasi tiga proyek TOD tersebut ditaksir sekitar Rp4 triliun.

Pembangunan proyek hunian berkonsep TOD di kawasan Jakarta, Depok, dan Tangerang tersebut merupakan kerja sama Perum Perumnas dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI). “Pembangunan rusun berkonsep TOD ini merupakan bentuk dari sinergi BUMN. Kami membangun TOD di atas stasiun yang mudah akses transportasinya,” ujar Bambang.

Sementara itu, Direktur Korporasi dan Pengembangan Bisnis Perumnas, Galih Prahananto mengatakan, target perusahaan dalam jumlah besar tersebut seiring dengan banyaknya jumlah proyek berjalan dan yang akan diluncurkan pada 2019. “Proyek yang diluncurkan Perumnas pada 2019 dipastikan masih akan tetap berfokus pada segmentasi menengah bawah. Tugas kami melayani masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dan backlog pun masih cukup tinggi, jadi tetap ekspansif,” ujar Galih.

Waskita Realty Capai Pre-sales Rp 696 Miliar dan Laba Bersih Rp 168,462 miliar

0

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PT Waskita Karya Realty (Waskita Realty) tahun buku 2018 baru saja digelar anak perusahaan dari PT Waskita Karya Persero Tbk ini. Pada RUPS perusahaan menetapan Penggunaan Laba Bersih Perseroan Tahun Buku 2018. Penetapan Kantor Akuntan Publik (KAP) untuk Melakukan Audit Laporan Keuangan Perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2019.

Waskita Realty membukukan pre-sales sepanjang tahun 2018 sebesar Rp 696 Miliar, laba bersih sebesar Rp 168,462 miliar meningkat dari Rp 127,42 Miliar 2017. Demikian juga dari asset perusshaan terjadi peningkatan signifikan dengan total asset signifikan menjadi Rp 4,290 triliun dari sebelumnya sebesar Rp 3,09 triliun.

Secara umum, meskipun kondisi ekonomi makro yang masih menghadapi ketidakpastian menjelang tahun politik, kinerja laba bersih Waskita Realty masih cukup positif dibandingkan dengan kinerja tahun 2017.

“Posisi keuangan dan struktur permodalan perseroan yang masih kuat serta dukungan dari induk usaha menjadi salah satu kunci dalam mendukung pengembangan perusahaan untuk menginisiasi proyek-proyek baru. Perusahaan masih akan melakukan pengembangan bisnis yang berorientasi pada Regular Development, Toll Road City, dan ke depannya Railroad City serta Aero City. Selain itu, Waskita Realty juga terus melakukan pengembangan-pengembangan yang dilakukan dengan adanya peluncuran beberapa proyek baru, seperti Vasaka Bali dan pembangunan Teraskita Hotel Bandung dan Makassar serta pengembangan ke depan Teraskita Hotel di kota lainnya yang akan menjadi brand hotel kebanggaan Grup Waskita,” Kata President Director PT Waskita Karya Realty, Tukijo

Ditambahkan pada tahun 2018, Waskita Realty tetap melakukan penetrasi pasar meskipun kondisi perekonomian Indonesia dan pertumbuhan industri properti masih mengalami stagnansi, dengan meluncurkan beberapa produk andalan seperti Solterra Place (melalui anak perusahaan PT Waskita Fim Perkasa Realti) dan Nines Plaza & Residence, serta penguasaan landbank seluas 350 Ha di Bekasi melalui anak perusahaan PT Waskita Modern Realti.

Selain itu perseroan juga melakukan sinergi dengan anak-anak perusahaan BUMN lainnya melalui penyertaan modal pada PT Hotel Karya Indonesia yang berfokus pada bidang perhotelan di Bali. Perseroan juga tetap menjaga komitmen kepada para konsumen dengan melakukan Topping Off dari dua proyek hunian vertical, yaitu 88 Avenue di Surabaya serta Yukata Suites di Tangerang. Berbagai usaha dalam membangun proyek-proyek baru dilakukan secara mandiri maupun melalui pendekatan sinergis dengan melakukan kerja sama dengan mitra strategis dan perusahaan BUMN lainnya untuk mengembangkan dan menciptakan produk real estate dan properti yang dapat diterima oleh pasar, baik end-user maupun investor.

Sepanjang tahun 2018, PT Waskita Karya Realty berhasil menorehkan prestasi melalui beberapa penghargaan, yaitu kategori The Best Mixed Use Concept Development in Indonesia dari Majalah Penghargaan Indonesia, kategori Top 10 Developers dalam ajang BCI Asia Awards, kategori The Prospective Mixed Use Development in Tangerang dari Properti Indonesia Award, kategori Inovasi Ide dan Strategi Pemasaran dari Sindo Innovation Award, kategori Mitra Pengembang BUMN Properti Nasional dari BTN Property Award, dan kategori Leading Developer with Integrated & Sustainable Property Concept dari Indonesia Property & Bank Award.

 

 

Transaksi Pengiriman Barang E-Commerce Naik 15%

0

Geliat bisnis e-commerce yang tumbuh begitu pesat membawa berkah bagi pengusaha jasa pengiriman barang. Tumbuh suburnya bisnis berbasis digital yang direspons positif masyarakat meningkatkan volume peningkatan pengiriman barang yang signifikan.

Hal ini dirasakan para pengusaha yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Jasa Pengiriman Ekspress, Pos, dan Logistik Indonesia (Asperindo) Jawa Timur. Sementara itu, menurut Ketua Asperindo Jawa Timur Ardito Soepomo mengungkapkan, barang dari transaksi online berkontribusi 30 hingga 40 persen.

’’Volume barang dari transaksi ini diperkirakan terus meningkat. Dibandingkan dengan tahun kemarin, pertumbuhannya diperkirakan 10-15 persen,” ucapnya, Minggu (21/04/2019).

Volume pengiriman pada momen Ramadan dan Idulfitri diperkirakan juga meningkat. Untuk itu, pihaknya mempersiapkan moda transportasi untuk menghadapi peningkatan volume pengiriman tersebut. Pesawat kargo menjadi salah satu transportasi alternatif.

 

 

Harga Jual dan Beli Emas Antam Stabil

0

Sejak lama, emas bisa dibilang sebagai komoditas investasi yang memiliki nilai yang stabil dan cenderung naik tiap tahunnya. Hingga Selasa (23/04/2019) harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) stabil di angka Rp 656 ribu per gram. Begitu juga dengan harga pembelian kembali (buyback) emas Antamtetap di posisi di Rp 574 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.40 WIB, sebagian besar emas Antam masih tersedia. Sementara itu, untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 6.800.000 atau Rp 680.000 per gram. Untuk ukuran 20 gram di posisi Rp 13.050.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen).

Berikut harga emas Antam di kantor Antam Pulogadung, Jakarta:

* Pecahan 0,5 gram Rp 352.500

* Pecahan 1 gram Rp 656.000

* Pecahan 2 gram Rp 1.261.000

* Pecahan 3 gram Rp 1.870.000

* Pecahan 5 gram Rp 3.100.000

* Pecahan 10 gram Rp 6.135.000

* Pecahan 25 gram Rp 15.230.000

* Pecahan 50 gram Rp 30.385.000

* Pecahan 100 gram Rp 60.700.000

* Pecahan 250 gram Rp 151.500.000

* Pecahan 500 gram Rp 302.800.000

* Pecahan 1.000 gram Rp 605.600.000

 

 

Dua Tahun Menunggu, Blue Bird Gunakan Taksi Mobil Listrik

Berbagai upaya pemerintah menekan emisi gas buang kendaraan bermotor, salah satunya mengupayakan penggunaan mobil listrik termasuk trasnsportasi umum. Blue Bird adalah salah satu perusahan moda transportasi yang baru meluncurkan penggunaan mobil dengan tenaga listrik untuk armada taksinya. Setidaknya terdapat 29 armada mobil listrik akan menambah armada taksi Blue Bird.

Direktur Blue Bird, Adrianto Djokosoetono mengatakan, penggunaan mobil listrik berkat sentilan dari pemerintah terkait langkah perusahaan untuk menurunkan kadar emisi. Sehingga, pria yang akrab disapa Andre ini memutuskan untuk menggunakan mobil listrik untuk armada taksinya.

“Lebih dari dua tahun lalu saya disentil pak Jonan, apa perusahaan taksi bisa lakukan untuk menurunkan emisi. Lalu, gak berapa lama pak BKS (Budi Karya Sumadi) juga tanya ke saya, mobil listrik gimana?” kata Andre saat peluncuran taksi mobil listrik di Kantor Pusat Blue Bird, di Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Senin (22/04/2019).

Adapun, armada mobil listrik tersebut untuk layanan Bluebird dan Silverbird, yaitu BYD e6 A/T sebanyak 25 unit dan Tesla Model X 75D A/T sebanyak 4 unit yang akan melayani masyarakat Indonesia mulai Mei 2019.

“Selama setahun lalu kami menghadap berbagai macam instansi, ESDM, Perhubungan, Keuangan, Pemda, BPTJ untuk membuat rencana, yang hari ini kita selesaikan jadi realisasi,” Andre menambahkan.

 

Besar Pasak dari Tiang, Defisit APBN Maret 2019 Rp 102 Triliun

0

Besar pasak dari tiang, demikian pepatah yang menggambarkan kondisi perekonomian Indonesia saat ini, dimana posisi belanja lebih tinggi dibandingkan pendapatan. Dampak dari semua itu defisit ABPN hinggha 31 Maret 2019 naik hampir 2 kali lipat jika dibandingkan pada periode Februari 2019 yang sebesar Rp 54,6 triliun.

Kementerian Keuangan RI mencatat kondisi APBN pada Maret 2019 masih mengalami defisit. Tercatat, defisit APBN 2019 pada Maret sebesar Rp 102 triliun. Angka defisit pada Maret 2019 juga lebih tinggi dibanding tahun lalu periode yang sama sebesar Rp 85,8 triliun

“Defisit APBN hingga 31 Maret 2019 sebesar Rp 102 triliun atau 0,63 persen dari PDB. Lebih tinggi dibandingkan realisasi defisit periode yang sama tahun lalu yang 0,58 persen dari PDB,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (22/04/2019).

Luky mengatakan defisit yang terjadi pada APBN 2019 ini karena posisi belanja lebih tinggi dibandingkan pendapatan. Menurutnya belanja negara pada Maret 2019 sebesar Rp 452,1 triliun atau naik 7,7 persen dari tahun lalu periode yang sama sebesar Rp 419,6 triliun. Kenaikan belanja negara didorong dari belanja pemerintah yang sebesar Rp 260,7 triliun.

Sementara, dari sisi penerimaan pada Maret 2019 pemerintah meraup penerimaan negara sebesar Rp 350,1 triliun. Penerimaan negara tersebut lebih banyak disumbang dari penerimaan perpajakan yang sebesar Rp 279,9 triliun.