Senin, Mei 11, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 847

GOJEK Rilis Inovasi Chat dengan Teman

GOJEK sebagai penyedia layanan mobile on-demand dan pembayaran digital multi-service terdepan di Asia Tenggara kembali menghadirkan inovasi yang memudahkan penggunanya.

Kali ini, GOJEK memperkenalkan inovasi fitur chatting antar teman yang tersedia di aplikasi GOJEK. Fitur chat antar teman dalam aplikasi ini merupakan yang pertama kalinya dihadirkan oleh aplikasi penyedia layanan on-demand di Indonesia. Tidak hanya bisa ngobrol dengan teman, para pengguna setia GOJEK juga bisa patungan bayar dengan GO-PAY lebih mudah hanya dengan tiga klik.

Kristy Nelwan, VP Corporate Communications GOJEK mengatakan bahwa sebagai super-app terdepan di Asia Tenggara, GOJEK terus memperkuat layanan melalui inovasi teknologi untuk memberikan pengalaman terbaik bagi pelanggan.

“Dengan fitur terbaru ini, para pelanggan bisa bertukar kabar atau berdiskusi baik dengan satu teman saja atau japri-japrian , maupun beberapa teman sekaligus dengan cara membuat grup. Tidak perlu gonta-ganti aplikasi, kini dengan aplikasi GOJEK pengguna bisa pesan layanan transportasi, makanan, bayar di tempat, diskusi bersama hingga #PatunganGampang,” ujar Kristy.

Pengguna yang sudah melakukan update aplikasi GOJEK dapat menemukan fitur chatting ini di bagian bawah aplikasi GOJEK. Dalam membuat grup, pengguna bisa menambahkan teman hingga 100 orang.

“Fitur chatting sudah dapat digunakan oleh semua pengguna. Untuk #PatunganGampang,saat ini baru tersedia untuk para pengguna yang sudah melakukan proses verifikasi dengan cara mengunggah KTP dan selfie dalam aplikasi GOJEK. Para pengguna yang belum melakukan verifikasi, yuk segera melakukan proses ini supaya bisa chatting antar teman lewat aplikasi GOJEK,” tambah Kristy.

Guna membuat patungan lebih mudah, saat ini terdapat dua pilihan pembayaran yang tersedia dalam fitur chatting , yaitu ‘Bayar ( pay )’ dan ‘Minta ( request )’. Kedua pilihan ini akan memudahkan pengguna dalam membayar serta mengatur pembagian atau pemisahan tagihan ketika patungan dengan GO-PAY tanpa harus menggunakan aplikasi terpisah.

“Supaya #PatunganGampang, pengguna bisa membagi jumlah patungan secara merata dengan teman dalam satu grup, atau bahkan membagi ke tiap teman dengan jumlah yang berbeda,” kata Kristy.

Fitur ini juga bisa dimanfaatkan untuk beli makanan, arisan, donasi, hingga jasa titip atau jastip.

“Masukan dan kebutuhan pelanggan selalu menjadi bahan pertimbangan penting kami dalam berinovasi. Harapannya, fitur baru ini dapat membuat pengalaman pelanggan semakin mulus dalam menggunakan layanan-layanan GOJEK bersama dengan teman, keluarga atau kolega, serta tidak ribet saat patungan,” ujar Kristy.

Fitur chatting antar teman di aplikasi GOJEK sudah bisa dimanfaatkan mulai 1 April 2019 bagi pengguna yang sudah melakukan update aplikasi GOJEK dan verifikasi akunnya.

“GOJEK akan terus mengembangkan inovasi-inovasi lainnya untuk membantu pelanggan menjalani aktivitas keseharian dengan lebih efektif dan efisien, sekaligus terus memberdayakan masyarakat sektor ekonomi informal untuk dapat berpartisipasi dan meningkatkan kesejahteraan dengan cara bergabung bersama ekosistem kami,” tutup Kristy.

 

Keluarga Besar Presiden RI ke-3 Jenguk Bu Ani

0

Keluarga besar Presiden RI ke-3, Bapak BJ Habibie berkunjung ke National University Hospital (NUH) Singapura untuk menjenguk Ibu Ani Yudhoyono, Minggu (28/04/2019) pukul 15.00 waktu Singapura,

Presiden Habibie didampingi oleh kedua putranya Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie beserta Istri Ibu Widya L. Habibie termasuk adik Presiden Habibie, Ibu Sri Soedarsono dan Bapak Timmy Habibie beserta Istri. Rombongan keluarga besar Habibie diterima dengan hangat oleh Bapak SBY yang didampingi oleh Edhie Baskoro Yudhoyono beserta Istri, Aliya Rajasa Yudhoyono.

Pertemuan kedua Presiden berlangsung dengan penuh kekeluargaan karena di kala kedua keluarga besar mengalami musibah sakit baik Keluarga SBY dan keluarga Habibie juga saling menjenguk.

Pak Habibie beserta kedua putranya mendapatkan kesempatan langsung untuk menyapa Ibu Ani Yudhoyono di dalam kamar perawatan. Pak Habibie memberikan motivasi, semangat dan doa untuk kesembuhan Ibu Ani. Pak Habibie sempat menyaksikan sinar mata Ibu Ani yang memancarkan semangat untuk kesembuhan.

Di akhir pertemuan, Bapak SBY mengucapkan terima kasih atas kunjungan Pak Habibie beserta keluarga besar dan mendoakan agar Pak Habibie selalu dalam keadaan sehat dan diberikan usia panjang oleh Allah Swt sehingga tetap dapat berkontribusi kepada bangsa dan negara.

Lebih lanjut Bapak SBY menyampaikan, kini, baik Pak Habibie maupun Pak SBY sendiri menjadi “orang tua” di negeri ini yang akan terus mendorong dan menyemangati generasi penerus untuk membangun bangsa. Pasca Pemilu 2019 ini, Pak SBY juga berharap bangsa ini kembali rukun dan bersatu menuju masa depan Indonesia yang lebih baik.

 

 

Kakak Erick Tohir Siap Suntik Tri Indonesia Lewat Skema Rights Issue Senilai Rp 47 Triliun

0

Kakak Ketua Tim Pemenangan Jokowi- Amin, Erick Tohir yakni Boy Tohir berencana menyuntik dana segar ke PT Hutchison 3 Indonesia (Tri Indonesia) melalui skema penyerapan saham hasil penerbitan saham baru (rights issue) perseroan senilai Rp 47 triliun.

Pria bernama lengkap Geribaldi Tohir ini akan menyerap lagi saham Tri lewat PT Tiga Telekomunikasi, bersama pemegang saham lama yakni Hutchison Asia Telecom.

Struktur pemegang saham baru setelah pemegang saham lama baik Tiga maupun Hutchison menyerap rights issue nantinya yakni 66% Hutchison Asia Telecom, 33% Tiga Telekomunikasi, dan 1,0% Cyber Access Communications.

Tiga Telekomunikasi ialah perusahaan yang terafiiasi dengan Boy Thohir, sementara Hutchison Asia Telecom adalah anak usaha dari Grup CK Hutchison, perusahaan yang dibangun oleh konglomerat Hong Kong, Li Ka-Shing.

 

Tak Setuju Laporan Keuangan Garuda Indonesia, Dua Komisaris “Nyanyi”

0

Dua komisaris PT Garuda Indonesia Tbk tidak setuju dengan pencatatan laporan keuangan Garuda Indonesia tahun 2018. Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) 24 April 2019, Chairal Tanjung dan Dony Oskaria menyampaikan keberatan dalam laporan di dokumen soal pencatatan laporan keuangan Garuda Indonesia tahun 2018. Komisaris ini mewakili PT Trans Airways dan Finegold Resources Ltd.

Seperti diketahui, pemegang saham PT Garuda Indonesia Tbk antara lain PT Trans Airways sebesar 25,61 persen, pemerintah Indonesia sebesar 60,53 persen dan masyarakat dengan kepemilikan di bawah lima persen sebesar 13,84 persen.

Keduanya meminta masukan dan tanggapan kepada Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) mengenai perlakuan akuntansi transaksi kerja sama Citilink dan Mahata. Ini terkait perjanjian kerja sama penyediaan layanan konektivitas dalam penerbangan antara PT Mahata Aero Teknologi dan PT Citilink Indonesia pada 31 Oktober 2018.

Dari kerja sama itu, perseroan akan mendapatkan pendapatan dari Mahata Aero Teknologi sebesar USD 239.940.000. Di antaranya sebesar USD 28.000.000 merupakan bagian hasil perseroan yang didapat dari PT Sriwijaya Air. Namun, hal itu dinilai tidak dapat diakui dalam tahun buku 2018.

Komisaris menilai kalau pengakuan pendapatan dari perjanjian Mahata oleh perseroan sebesar USD 239.940.000 merupakan jumlah signifikan. Apabila tanpa pengakuan pendapatan ini perseroan akan alami kerugian sebesar USD 244.958.308.

“Adapun dengan mengakui pendapatan dari perjanjian Mahata maka perseroan membukukan laba sebesar USD 5.018.308,” tulis Chairal Tanjung dan Dony Oskaria, Komisaris Perseroan

Dampak dari dari pengakuan pendapatan tersebut, laporan keuangan perseroan tahun buku 2018 menimbulkan “misleading” atau menyesatkan yang material dampaknya dari sebelumnya membukukan kerugian yang signifikan menjadi laba, terlebih perseroan adalah perusahaan publik atau terbuka.

Adanya potensi yang sangat besar untuk penyajian kembali laporan keuangan perseroan tahun buku 2018 yang dapat merusak kredibilitas perseroan.

Selain itu, pengakuan pendapatan ini menimbulkan kewajiban perpajakan perseroan baik PPh maupun PPN yang seharusnya belum waktunya. Hal ini dapat menimbulkan cashflow bagi perseroan.

Klaim Prabowo-Sandi Unggul, Rektor UKRI Persilahkan Cek Validitas

0

Simpang siur hasil quick count dan real count yang menunjukkan hasil yang berbeda membuat Direktur Lembaga Afiliasi Pengetahun Ilmu dan Teknologi (Lapitek) Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) mengungkap Prabowo-Sandi unggul dari Jokowi-Ma’ruf.

Dari hasil survei terakhirnya, Lapitek menyimpulkan bahwa 11 provinsi mayoritas menginginkan Jokowi melanjutkan kepemimpinannya di periode ke dua. Sementara 23 provinsi mayoritas menginginkan Prabowo menjabat Presiden di periode 2019-2024.

“Di tiap provinsi suaranya bervariasi. Ada yang relatif seimbang. Ada suaranya yang jomplang. Jokowi-Ma’ruf Amin memperoleh 35,90 persen sementar Prabowo-Sandi memperoleh 62,20 persen. Sisanya adalah suara tidak sah,” kata Direktur Lapitek, Racman Nijar Setiady di UKRI Bandung, Kamis (26/4).

Dijelaskan Rachman, survei ini adalah tahapan akhir dari survei sebelumnya terkait harapan masyarakat terhadap pemimpin di masa yang akan datang. Survei ini melibatkan 10.252 relawan di seluruh wilayah Indonesia yamg menjangkau lebih dari 8.000 lokasi. Margin of Error surei ini diangka 2,46 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Rektor UKRI, Boyke Setiawan menegaskan, survei ini memenuhi syarat metodologi ilmiah dengan dan hasilnya bisa dipertanggungjawabkan. Apalagi ditunjang dengan sarana yang memadai.

“Kami punya fakultas teknik informatika, fasilitas sambungan internet 200 Mbps, jaringan relawan yang banyak dan ahli survei yang kompeten. Silahkan kawan wartawan bisa langsung mengecek langsung ke ruangan,” tandas Boyke

 

 

Dirut PLN yang Minta Rakyat Cabut Meteran itu Jadi Tersangka KPK

0

Masih segar dalam ingatan, saat rakyat menjerit akan kenaikan tarif dasar listrik secara berjenang yang membuat rayat makin tercekik. Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir dengan entengnya berseloroh jika ingin hemat listrik, cabut saja meterannya.

Hampir dua tahun ucapan yang banyak membuat rakyat sakit hati, kini Sofyan Basir menyandang startus tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Orang nomor satu di perusahaan listrik Negara ini terlibat kasus proyek PLTU Riau-1.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menyebut penyidik KPK telah memantau Sofyan Basir sejak tahun 2015. Sebab, KPK meyakini Sofyan Basir telah terbukti membantu memuluskan proyek PLTU Riau-1 untuk dimenangkan oleh pengusaha Johannes B Kotjo.

“Dia bersama-sama membantu Eni Saragih selaku anggota DPR dan kawan-kawannya untuk menerima hadiah dari Johannes terkait kesepakatan kontrak proyek PLTU Riau-1,” ucap Saut.

Dalam kasus ini, Sofyan Basir dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 ayat (2) KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP

Meskipun terlambat penetapannya, kinerja KPK harus diapresiasi dalam mengungkap kasus ini, karena publik bertanya sdh hampir 10 bulan kenapa belum menetapkan tersangka dari pihak PLN, padahal bukti2nya sdh lebih dari cukup, maka tdk tertutup kemungkinan dari pengembangan keterangan Sofyan Basyir bisa menyeret Nicke Widyawati dan Iwan Supangkat dalam konspirasi ini.

Mengingat munculnya proyek PLTU Riau 1 mulanya diawali oleh perencanaan yg saat itu dibawah kewenangan Direktur Perencanaan Strategis 1 Nickey Widyowati, krn awalnya pihak Blackgold Natural Resources Ltd berminat terhadap proyek pembangkit PLTGU Jawa 3, tapi oleh Sofyan Basyir dikatakan sdh ada jagonya, disarankan untuk ambil PLTU Riau 1.

Bahkan sdh saatnya KPK mengungkap kasus lainnya dlm proyek pembangkit 35.000MW yg mungkin sama modusnya dgn kasus PLTU Riau 1, karena praktek itu sdh menjadi rahasia umum.

Hal ini penting, karena semua dana suap yg terungkap hampir USD 50 juta dibagi untuk politisi Golkar dan dijanjikan kepada direksi PLN yg terungkap dipersidangan akan merupakan ” sun cost” bagi investor, dan tentu biaya itu akan dibebankan kepada harga jual listrik kepada PLN dan ujungnya rakyat dan negara yang dirugikan.

 

 

Dirut PLN yang Minta Rakyat Cabut Meteran itu Jadi Tersangka KPK

0

Masih segar dalam ingatan, saat rakyat menjerit akan kenaikan tarif dasar listrik secara berjenang yang membuat rayat makin tercekik. Direktur Utama PT PLN, Sofyan Basir dengan entengnya berseloroh jika ingin hemat listrik, cabut saja meterannya.

Hampir dua tahun ucapan yang banyak membuat rakyat sakit hati, kini Sofyan Basir menyandang startus tersangka dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).  Orang nomor satu di perusahaan listrik Negara ini terlibat kasus proyek PLTU Riau-1.

Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang menyebut penyidik KPK telah memantau Sofyan Basir sejak tahun 2015. Sebab, KPK meyakini Sofyan Basir telah terbukti membantu memuluskan proyek PLTU Riau-1 untuk dimenangkan oleh pengusaha Johannes B Kotjo.

“Dia bersama-sama membantu Eni Saragih selaku anggota DPR dan kawan-kawannya untuk menerima hadiah dari Johannes terkait kesepakatan kontrak proyek PLTU Riau-1,” ucap Saut.

Dalam kasus ini, Sofyan Basir dijerat Pasal 12 huruf a atau b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang perubahan UU No 31/1999 tentang Pemberantasan Tipikor juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP atau Pasal 56 ayat (2) KUHP juncto Pasal 64 ayat (1) KUHP

Meskipun terlambat penetapannya, kinerja KPK harus diapresiasi dalam mengungkap kasus ini, karena publik bertanya sdh hampir 10 bulan kenapa belum menetapkan tersangka dari pihak PLN, padahal bukti2nya sdh lebih dari cukup, maka tdk tertutup kemungkinan dari pengembangan keterangan Sofyan Basyir bisa menyeret Nicke Widyawati dan Iwan Supangkat dalam konspirasi ini.

Mengingat munculnya proyek PLTU Riau 1 mulanya diawali oleh perencanaan yg saat itu dibawah kewenangan Direktur Perencanaan Strategis 1 Nickey Widyowati, krn awalnya pihak Blackgold Natural Resources Ltd berminat terhadap proyek pembangkit PLTGU Jawa 3, tapi oleh Sofyan Basyir dikatakan sdh ada jagonya, disarankan untuk ambil PLTU Riau 1.

Bahkan sdh saatnya KPK mengungkap kasus lainnya dlm proyek pembangkit 35.000MW yg mungkin sama modusnya dgn kasus PLTU Riau 1, karena praktek itu sdh menjadi rahasia umum.

Hal ini penting, karena semua dana suap yg terungkap hampir USD 50 juta dibagi untuk politisi Golkar dan dijanjikan kepada direksi PLN yg terungkap dipersidangan akan merupakan ” sun cost” bagi investor, dan tentu biaya itu akan dibebankan kepada harga jual listrik kepada PLN dan ujungnya rakyat dan negara yang dirugikan.

 

 

Pilpres Tercurang, TPS Menghilang

0

Pilpres 2019 sudah selesai. Prabowo Subianto mengklaim menang dengan perolehan suara 62 persen. Sejumlah lembaga survei melalui hitung cepat ( quick count ) menyatakan Jokowi menang dengan selisih 8 persen. Pendapat publik terbelah. Di media mainstream, apalagi media sosial, perang opini berlangsung sangat seru. Semua pendukung paslon 02 yakin kandidatnya menang.

Sikap pendukung 01 sama, tapi masih ada semacam keraguan. Mereka masih wait and see. Bahkan Jokowi dalam pidato “kemenangan” kemarin tidak berani mengklaim telah memenangkan pilpres. Inilah sebuah era post truth yang sudah menjadi pandemi (wabah) global di seluruh dunia. Kamus Oxford mendifinisikan kata ini sebagai situasi dimana keyakinan dan perasaan pribadi lebih berpengaruh dalam pembentukan opini publik dibandingkan fakta-fakta yang obyektif.

Mengapa itu semua bisa terjadi? Khusus di Indonesia disebabkan adanya public distrust (ketidakpercayaan publik) yang sangat akut terhadap lembaga survei dan pemerintah. Apapun yang disampaikan mereka tidak akan dipercaya publik. Situasi ini mengingatkan kita kepada pepatah lama “sekali lancung ke ujian, seumur hidup orang tidak akan percaya.”

Masalahnya lembaga-lembaga survei ini —tentu tidak semua—khususnya LSI (lembaga survei istana) atau Surtana tidak hanya sekali lancung. Namun kedapatan berkali-kali lancung. Jadi bagaimana mungkin publik bisa percaya.

Kalau toh benar hasilnya seperti yang mereka umumkan —Jokowi menang dengan selisih 8 persen— kita patut bertanya. Bagaimana dengan hasil survei sebelumnya yang pernah mereka umumkan, Jokowi unggul dengan selisih angka di atas 25 persen?

Silahkan buka jejak digital mereka. Masih basah. Beberapa hari sebelum pencoblosan, semua lembaga survei istana memberi angka Jokowi 57 persen lebih. Sementara Prabowo hanya 30an persen.

Jarak elektabilitas kandidat yang mereka dukung di atas 20 persen ini bukan pertama kali. Pada Pilkada Serentak 2018 di Jabar dan Jateng mereka juga melakukan hal yang sama.

Para pollster bayaran ini pasti akan berkelit bahwa dinamika pemilih dengan berbagai variabelnya memungkinkan terjadinya perubahan elektabilitas. Terjadi migrasi. Angka yang belum menentukan sangat berpengaruh, dan segala macam argumentasi lainnya.

Itu semua hanya dalih untuk menutupi fakta bahwa publikasi survei digunakan untuk menggiring opini publik. Memperkuat keyakinan Inkumben dan para pendukungnya, sekaligus melemahkan semangat dan daya juang oposisi.

Polemik antara peneliti senior Litbang Kompas Bambang Setiawan dengan Denny JA membongkar fakta yang disembunyikan. Denny seperti disebut oleh Bambang menyembunyikan “angsa hitam.” Menggelembungkan elektabilitas Jokowi.

Bisa dibayangkan kalau Litbang Kompas yang selama ini diidentifikasi berada di barisan pendukung inkumben pun mempertanyakan kelakuan lancung Denny JA. Apalagi publik secara luas.

Dengan perilaku lancung lembaga survei istana ini, sangat wajar bila publik tidak meyakini hasil QC. Mereka mencurigai ada konspirasi mencurangi hasil pilpres. Ini adalah bisnis kotor kartel survei.

Lembaga survei istana mematok angka kemenangan. Hasil penghitungan suara KPU tinggal disesuaikan. Apa boleh buat, keyakinan itu begitu kuat dibenak publik.

Independensi dan integritas KPU menjadi taruhannya. Namun melihat proses pemilihan para komisioner KPU yang melibatkan DPR, sulit berharap mereka independen.

Partai politik di DPR sangat berkepentingan menempatkan orang-orangnya di KPU. Dan saat ini komposisi DPR dikuasai oleh parpol pendukung inkumben.

Sebagai sebuah metode ilmiah dengan basis statistik, QC harusnya sangat akurat. Margin errornya plus minus 1 persen. Kalau proses dan tahapannya benar hasil real count KPU tidak akan jauh berbeda.

Dugaan adanya proses kecurangan yang terencana, terstruktur dan masif makin kuat, ketika sedang berlangsung QC, handphone- tokoh penting pendukung Prabowo yang bertanggung jawab atas penghitungan suara mendapat serangan robo call.

Handphone mereka tak dapat digunakan karena mendapat telefon terus menerus, dengan jeda tak sampai satu menit dari nomor-nomor luar negeri. Kebanyakan nomor itu berasal dari negara di Amerika Selatan.

Telefon-telefon tersebut berasal dari robot mesin terhadap nomor-nomor yang telah menjadi target.

Sebelumnya beberapa akun medsos dan nomor handphone para pendukung paslon 01 dan tokoh oposisi juga menjadi korban pembajakan.

Dengan kontestan hanya dua kandidat, mudah diduga siapa pelakunya. Mereka adalah tim paslon 01, atau setidaknya kelompok yang mendukung mereka.

Bukan hasil, tapi proses

Lepas dari kontroversi hasil perhitungan antara kedua kubu, satu hal yang harus menjadi perhatian kita bersama adalah proses pilpres kali ini.

Memperdebatkan hasil pilpres berdasar klaim, membuat kita hanya berorientasi pada hasil, tanpa peduli bagaimana prosesnya. Situasi ini sangat menyedihkan. Tak peduli bagaimana prosesnya. Halal, haram, hantam. Yang penting menang.

Sangat jelas bahwa sejak jauh-jauh hari kita menyaksikan dengan mata telanjang, rezim penguasa harus menang, sekalipun dengan cara curang.

Para pengamat asing juga sudah sejak jauh-jauh hari menengarai rezim Jokowi menggunakan cara-cara otoriter dan anti demokrasi untuk menang.

Kriminalisasi para ulama dan tokoh oposisi, hukum yang berat sebelah dan berpihak. Kooptasi dan tekanan terhadap media massa. Pengerahan aparat keamanan menekan dan menggiring pemilih. Penyalahgunaan anggaran bansos di kementerian. Dana-dana di BUMN dikuras habis untuk money politics.

Para pejabat tinggi negara mendatangi para ulama membawa amplop-amplop tebal. Sementara jutaan amplop uang dalam pecahan kecil disiapkan untuk menyuap rakyat. KPK misalnya, berhasil menangkap pelaku dan menyita ratusan ribu amplop itu. Pelakunya adalah pendukung rezim ini.

Mendekati pilpres jurus kecurangan kian kencang. Di Malaysia surat-surat suara sudah tercoblos atas nama paslon 01. Salah seorang komisioner KPU menganggap itu hanya sampah.

Di seluruh Indonesia kecurangan serupa banyak ditemukan. Banyak pemilih yang diidentifikasi sebagai pendukung paslon 02 tidak mendapat undangan. Yang lebih ajaib ada TPS yang tiba-tiba menghilang.

Fenomena hilangnya TPS ini tidak pernah kita temukan sepanjang sejarah pemilu di Indonesia, bahkan pada masa Orde Baru sekalipun yang sering disebut-sebut penuh kecurangan. Yang hilang atau dilarikan paling-paling hanya kotak suara. Level kecurangan rezim Orde Baru masih kalah jauh bila dibandingkan dengan rezim Jokowi.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) sendiri mengakui pemilu kali ini sangat banyak kecurangan. Laporan yang masuk dari 121.993 TPS, Bawaslu mendapati petugas KPPS di 4.589 tidak netral. Padahal total jumlah TPS sebanyak 809 ribu.

Kita sepakat —lepas dari kecurigaan terhadap independensi terhadap KPU— kita harus bersabar menanti proses penghitungan suara hingga selesai. Kawal ketat dan jangan beri celah sedikitpun ruang atas kecurangan.

Demokrasi kita tidak boleh dibajak oleh tangan-tangan kotor yang bersembunyi di balik kekuasaan.

Tugas besar kita bersama untuk menyatukan bangsa yang terpecah belah, terkotak-kotak dalam dua kubu besar yang saling mengintai, mencari-cari kesalahan dan saling menjatuhkan.

Setelah berjuang keras, kalah menang adalah konskuensi dari takdir. Kita tinggal menjalaninya. Jangan lupakan bahwa kita tetap satu bangsa. Bangsa Indonesia yang besar.

Agama mengajarkan kepada kita harus berikhtiar sekeras mungkin, setelah itu berserah diri, bertawakal pada Allah. Harus berprasangka baik, ber-khusnudzon pada skenario Allah. Yang terbaik menurut manusia, belum tentu baik menurut Allah.

Jabatan tinggi atau kelimpahan rezeki bisa jadi bukan berkah, tapi malah musibah ( istidraj ) kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi. Mari kita berdoa untuk kebaikan bangsa dan negara. Diberi pemimpin yang adil. Pemimpin yang mengayomi semua golongan. Bukan pemimpin yang hanya mementingkan sekelompok orang. Apalagi elit pemilik modal dan elit partai yang mendukungnya.

Oleh: Hersubeno Arief, Konsultan Media dan Politik

Sequis Life dan Great Giant Pineapple Resmi Bergabung dengan GK-Plug and Play Indonesia (GK-PnP)

0

Platform inovasi global Plug and Play yang telah membangun program startup akselerator, corporate innovation , dan in-house VC ini telah berekspansi di lebih dari 20 lokasi di seluruh dunia dengan memberikan sumber daya dan dukunngan yang diperlukan bagi para startup untuk berhasil di Silicon Valley dan sekitarnya. Lebih dari 10.000 startup dan 280 mitra resmi perusahaan,telah menciptakan ekosistem startup terbaik di banyak industri.

Menyusul beberapa perusahaan ternama Astra Internasional, BNI, BTN dan Sinarmas untuk masuk ke dalam ekosistem. Kini GK-Plug and Play Indonesia (GK-PnP) telah sukses menggandeng 2 korporasi baru dari Gunung Sewu Group yaitu Sequis Life dan Great Giant Pineapple.

“Kami menyambut gembira adanya kemitraan antara Sequis dengan GK-Plug and Play Indonesia (GK-PnP). Dengan kerja sama ini, kami bisa mendapatkan akses langsung ke berbagai startup berskala global melalui ekosistem yang dimiliki Plug and Play,” ujar Ujar President Director & CEO PT Asuransi Jiwa Sequis Life, Tatang Widjaja.

Tatang melihat adanya potensi untuk mendapatkan kesempatan dalam memilih dan menjalin kerja sama dengan perusahaan startup terbaik yang nantinya dapat kami manfaatkan untuk menjaring ide-ide kreatif dan merealisasikan solusi baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini dan masa depan serta mengoptimalkan kerjasama dengan mitra bisnis.

“Kemitraan ini akan memiliki manfaat besar karena akan membantu akselerasi strategi bisnis kami serta membuat kami selangkah lebih dekat dengan tujuan awal pendirian Sequis, yaitu menjadi perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan terkemuka di Indonesia dan membantu nasabah kami untuk mencapai hari esok mereka yang lebih baik,” tambahnya.

Kerjasama antara Great Giant Pineapple (GGP) dengan GK-Plug and Play Indonesia dapat menjadi terobosan besar bagi GGP selaku perusahaan hortikultura di Indonesia. GGP menaruh perhatian besar dalam perkembangan teknologi, dan melihat adanya potensi pada kerjasama ini, mengingat semakin pesat perkembangan teknologi di dunia, dan khususnya di Indonesia.

“Dengan adanya kerjasama antara GGP dan GK-Plug and Play Indonesia, dapat mengakomodir kebutuhan dan permintaan jasa teknologi yang berkaitan dengan kegiatan usaha hortikultura, sehingga diharapkan GGP bisa menjadi pelopor (pioneer) dalam penggunaan agri-teknologi.” ujar Iswanto, Presiden Direktur PT. Great Giant Pineapple,” sambungnya.

Di sisi lain, GK-Plug and Play Indonesia menambahkan bahwa visi GK-Plug and Play Indonesia sebagai penyedia ekosistem terbesar di Indonesia untuk merangkul kerjasama antara korporasi dan startup.

“Kami sangat senang untuk menyambut dua (2) mitra korporasi baru yaitu Sequis Life dan Great Giant Pineapple di eksosistem inovasi kami. Visi GK-Plug and Play Indonesia adalah menjadi salah satu penyedia ekosistem inovasi teknologi terbesar di Indonesia untuk sektor Fintech, Insurtech, Agritech, IoT dan Mobility,” kata Wesley Harjono, Managing Partner GK-Plug and Play Indonesia.

Selain menggandeng 2 korporasi baru ke dalam ekosistem inovasi, GK-PnP telah berhasil mengakselerasi 16 startup binaan baik startup binaan dari dalam maupun luar negeri pada vertikal Internet of Things and Mobility, Food and Agritech serta Fintech dan Insurtech . Pada angkatan ke-4 ini adapun ada total 10 startup binaan dalam negeri diantaranya adalah Piniship, Logicnesia, Lacak.io, Rara Delivery, ATM Sehat, Ternak Kopi, Redkendi, Bizhare, Bandingin dan PayOK serta 6 startup dari luar negeri diantaranya adalah  Aquifi (Amerika Serikat), Intello Labs (Amerika Serikat), Magpie (Filipina), PolicyPal (Singapura), dan Coinhako (Singapura).

Sequis Life dan Great Giant Pineapple Resmi Bergabung dengan GK-Plug and Play Indonesia (GK-PnP)

0

Platform inovasi global Plug and Play yang telah membangun program startup akselerator, corporate innovation , dan in-house VC ini telah berekspansi di lebih dari 20 lokasi di seluruh dunia dengan memberikan sumber daya dan dukunngan yang diperlukan bagi para startup untuk berhasil di Silicon Valley dan sekitarnya. Lebih dari 10.000 startup dan 280 mitra resmi perusahaan,telah menciptakan ekosistem startup terbaik di banyak industri.

Menyusul beberapa perusahaan ternama Astra Internasional, BNI, BTN dan Sinarmas untuk masuk ke dalam ekosistem. Kini GK-Plug and Play Indonesia (GK-PnP) telah sukses menggandeng 2 korporasi baru dari Gunung Sewu Group yaitu Sequis Life dan Great Giant Pineapple.

“Kami menyambut gembira adanya kemitraan antara Sequis dengan GK-Plug and Play Indonesia (GK-PnP). Dengan kerja sama ini, kami bisa mendapatkan akses langsung ke berbagai startup berskala global melalui ekosistem yang dimiliki Plug and Play,” ujar Ujar President Director & CEO PT Asuransi Jiwa Sequis Life, Tatang Widjaja.

Tatang melihat adanya potensi untuk mendapatkan kesempatan dalam memilih dan menjalin kerja sama dengan perusahaan startup terbaik yang nantinya dapat kami manfaatkan untuk menjaring ide-ide kreatif dan merealisasikan solusi baru untuk memenuhi kebutuhan masyarakat saat ini dan masa depan serta mengoptimalkan kerjasama dengan mitra bisnis.

“Kemitraan ini akan memiliki manfaat besar karena akan membantu akselerasi strategi bisnis kami serta membuat kami selangkah lebih dekat dengan tujuan awal pendirian Sequis, yaitu menjadi perusahaan asuransi jiwa dan kesehatan terkemuka di Indonesia dan membantu nasabah kami untuk mencapai hari esok mereka yang lebih baik,” tambahnya.

Kerjasama antara Great Giant Pineapple (GGP) dengan GK-Plug and Play Indonesia dapat menjadi terobosan besar bagi GGP selaku perusahaan hortikultura di Indonesia. GGP menaruh perhatian besar dalam perkembangan teknologi, dan melihat adanya potensi pada kerjasama ini, mengingat semakin pesat perkembangan teknologi di dunia, dan khususnya di Indonesia.

“Dengan adanya kerjasama antara GGP dan GK-Plug and Play Indonesia, dapat mengakomodir kebutuhan dan permintaan jasa teknologi yang berkaitan dengan kegiatan usaha hortikultura, sehingga diharapkan GGP bisa menjadi pelopor (pioneer) dalam penggunaan agri-teknologi.” ujar Iswanto, Presiden Direktur PT. Great Giant Pineapple,” sambungnya.

Di sisi lain, GK-Plug and Play Indonesia menambahkan bahwa visi GK-Plug and Play Indonesia sebagai penyedia ekosistem terbesar di Indonesia untuk merangkul kerjasama antara korporasi dan startup.

“Kami sangat senang untuk menyambut dua (2) mitra korporasi baru yaitu Sequis Life dan Great Giant Pineapple di eksosistem inovasi kami. Visi GK-Plug and Play Indonesia adalah menjadi salah satu penyedia ekosistem inovasi teknologi terbesar di Indonesia untuk sektor Fintech, Insurtech, Agritech, IoT dan Mobility,” kata Wesley Harjono, Managing Partner GK-Plug and Play Indonesia.

Selain menggandeng 2 korporasi baru ke dalam ekosistem inovasi, GK-PnP telah berhasil mengakselerasi 16 startup binaan baik startup binaan dari dalam maupun luar negeri pada vertikal Internet of Things and Mobility, Food and Agritech serta Fintech dan Insurtech . Pada angkatan ke-4 ini adapun ada total 10 startup binaan dalam negeri diantaranya adalah Piniship, Logicnesia, Lacak.io, Rara Delivery, ATM Sehat, Ternak Kopi, Redkendi, Bizhare, Bandingin dan PayOK serta 6 startup dari luar negeri diantaranya adalah  Aquifi (Amerika Serikat), Intello Labs (Amerika Serikat), Magpie (Filipina), PolicyPal (Singapura), dan Coinhako (Singapura).