Senin, Mei 11, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 846

Belanja Pemerintah Naik, Pemerintah Harus Bayar Bunga Utang Rp 70,6 T

0

Besar pasak daripada tiang demikian gambaran kas keuangan Negara di era pemrintahan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla ini. Untuk membayar bunga utang saja pemerintah harus mencari utang. Hebatnya lagi bunga utang yang harus dibayarkan seperempat dari total APBN 2019. Tak heran jika ke depan akan kembali terdengar pemerintah kembali mencari utang luar negeri, menarik investasi dengan sejumlah bantuan utang hingga menjual surat utang Negara (SUN) dengan bunga diatas rata-rata.

Sebagai gambaran hingga Maret lalu, Pemerintah telah melakukan pembayaran bunga utang  hingga Rp 70,6 triliun atau 25,6% dari pagu APBN 2019. Angka ini meningkat 3,1% dari periode yang sama di 2018 yang tercatat sebesar Rp 68,5 triliun. Pembayaran bunga utang masih akan terus berlanjut pada kuartal selanjutnya.

Pembayaran bunga utang ini masuk ke komponen belanja pemerintah pusat. Mengutip data APBN er April 2019 yang memuat data 31 Maret 2019, Senin (22/04/2019) terlihat total belanja pemerintah mencapai Rp 260,7 triliun atau naik 11,4%.Belanja pemerintah didorong tingginya Belanja Pegawai untuk pembayaran gaji PNS dan tunjangan yang mencapai Rp 84,1 triliun. Sementara, belanja barang mencapai Rp 37,7 triliun dan belanja modal Rp 9,1 triliun.

Sementara realisasi subsidi yang masuk pos belanja pemerintah mencapai Rp 21,8 triliun. Serta yang cukup menarik adalah pos bantuan sosial yang meningkat 106,6% menjadi Rp 37,7 triliun dari Rp 17,9 triliun di periode yang sama tahun 2018.

Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan, Luky Alfirman mengatakan, pemerintah sedang mengantisipasi utang jatuh tempo pada kuartal II-2019. Salah satu upaya antisipasi itu yakni dengan menarik utang di awal tahun untuk membayar utang jatuh tempo. Namun ia tidak menyebut besaran utang jatuh tempo tersebut.

“Di kuartal II-2019 nanti banyak utang jatuh tempo makanya antisipasinya dengan cara front loading (penarikan utang lebih awal),” ujarnya di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta,

Tanpa Expert, Aset, dan Epos Jangan Berharap Anda Sukses

0

Mengapa orang kaya semakin kaya?, demikian petikan kata yang cukup menarik disimak menjadi pengantar dari buku Kubik Leadership karya Jamil Azzaini, CEO Kubik Leadership dan juga Founder Akademi Trainer. Dalam buku ini dikupas tuntas bagaimana seorang sukses. Beberapa di antaranya harus memiliki expert, aset, epos. Tanpa ketiganya, jangan berharap Anda menjadi sukses. Berikut sekilas bocorannya.

Kehidupan ini berpola, orang-orang yang sangat sukses pun punya pola. Dan saya sangat yakin bahwa pola yang paling mendasar (pondasi) kesuksesan adalah formula perkalian antara expert, aset, dan epos. Saat seseorang ingin sukses, ia wajib memiliki expertise (keahlian) yang melekat pada dirinya. Keahlian itu terus diasah hingga banyak orang mengakui keahliannya.

Selain itu, ia juga mengoptimalkan semua aset diri yang telah Allah swt berikan kepadanya. Aset fisik atau metafisik dioptimalkan dengan kerja keras. Aset kecerdasan (otak) dioptimalkan dengan kerja cerdas dan aset hati dioptimalkan dengan kerja ikhlas. Tidak cukup hanya itu, mereka pun memperbanyak perbuatan baik (energi positif: epos) kepada banyak orang di sekitarnya.

Tanpa expert, aset, epos jangan berharap Anda menjadi sukses. Ini adalah pondasi dasar, kudu atau wajib ada pada diri orang yang ingin sukses. Jadi silahkan renungkan, apakah keahlian Anda? Apakah Anda sudah terbiasa bekerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas? Apakah memperbanyak epos sudah menjadi habit Anda? Apabila Anda ingin mendalami hal ini, baca buku Kubik Leadership (Gramedia)

Dari berbagai literatur yang saya baca dan juga pengamatan serta diskusi saya di banyak negara dari empat benua yang saya kunjungi, ternyata kesuksesan khususnya dalam hal kekayaan itu bisa dipercepat dan juga bisa terus dipertahankan. Hasil studi litaratur, pengamatan dan diskusi, saya rangkum dalam tulisan berikut ini, Mau Lanjut? Orang-orang yang kaya dan semkin kaya serta mampu mempertahankannya setidaknya memiliki beberapa ciri.

Pertama, fokus kepada solusi. Saat masalah menimpa dirinya, orang sukses selalu mencari berbagai solusi atas permasalahan tersebut. Mereka tidak mencari kesalahan, kelemahan pihak lain, apalagi sibuk mencari kambing hitam. Mereka sibuk mencari solusi, itulah yang membuat mereka tidak kehabisan akal.

Sementara saat masalah menimpa orang lain, dia akan berusaha mencari solusi untuk orang tersebut. Solusi yang ditawarkan menjadi bisnis baru bagi orang sukses tersebut. Mereka memiliki mindset “bagi orang masalah, bagi kami rupiah.” Dengan mindset inilah kekayaan mereka semakin berlimpah. Silakan perdalam pembahasan tentang fokus kepada solusi ini di buku Secrets of the Millionaire Mind yang ditulis oleh T. Hary Eker.

Kedua, bersahaja dan humble. Pernahkah Anda berjumpa dengan orang yang terlihat biasa saja ternyata dia kaya raya? Saya sudah sering bertemu dengan orang semacam ini. Orangnya tampak biasa saja, saat kenal lebih jauh ternyata konglomerat. Mereka mampu mengumpulkan banyak uang dengan cepat, setelah terkumpul mereka investasikan, sedekahkan dan sebagian kecil untuk membiayai kehidupannya.

DNA mereka, dna orang gaya. Tidak mudah pamer, apalagi pencitraan di social media. Kata sebagian mereka “biasanya yang kesohor, hidupnya sering tekor”. Bagi mereka naik pesawat bisnis bisa, tapi naik kelas ekonomi juga biasa. Makan di restoran mewah tahu tata kramanya, tidak canggung makan di warteg atau warung tenda. Mereka bisa diajak diskusi oleh orang pintar, tetapi bisa ngobrol santai saat ngobrol dengan orang jalanan.

Thomas J Stanley dan William D. Danko, mempertegas hal ini dalam bukunya The Millionaire Next Door. Hati-hati, ada orang kaya raya di sebelah pintu Anda. Mereka tidak memamerkan kekayaannya namun mereka sungguh kaya raya dimana kekayaannya bisa diturunkan ke generasi berikutnya.

Sebenarnya masih ada beberapa ciri lagi, tapi saya sudah ditunggu rekan bisnis untuk diskusi. Semoga manfaat ya, silakan dishare bila dirasa menginspirasi.

Salam SuksesMulia

 

Tahun 2019, BTN Incar Salurkan KPR untuk 800.000 Unit Rumah

0

Target PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk di tahun 2019 ini adalah mengincar dapat menyalurkan kredit perumahan untuk 800.000 unit rumah. Salah satunya dengan mendukung Program Satu Juta Rumah.

Hingga kuartal I/2019, Bank BTN telah menyalurkan kredit perumahan untuk 207.317 unit rumah atau senilai Rp22,65 triliun yang terdiri atas 150.064 unit rumah KPR Subsidi senilai Rp9,62 triliun dan 57.253 unit KPR Non-Subsidi senilai Rp13,02 triliun. Realisasi ini setara 25,91% dari target unit yang ditetapkan perseroan pada 2019.

“Kami terus berkomitmen mendukung Program Satu Juta Rumah. Kami yakin bisa mencapai 800.000 unit pada akhir tahun nanti,” jelas Maryono, Direktur Utama Bank BTN.

Per 31 Maret 2019, Bank BTN mencatatkan penyaluran kredit dan pembiayaan naik 19,57% secara tahunan (year-on-year/yoy) dari Rp202,5 triliun pada triwulan I/2018 menjadi Rp242,13 triliun.

Maryono menjelaskan kuatnya pertumbuhan kredit di Bank BTN tersebut bersumber dari lini sektor perumahan dan non-perumahan. Di sektor perumahan, kredit tercatat tumbuh 19,11% yoy dari Rp184,46 triliun pada akhir Maret 2018 menjadi Rp219,72 triliun di akhir Maret 2019.

Permintaan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Subsidi yang masih tinggi menjadi pendorong kuat kenaikan total kredit di segmen ini. Catatan keuangan Bank BTN merekam KPR Subsidi naik 28,87% yoy dari Rp79,14 triliun per 31 Maret 2018 menjadi Rp101,99 triliun di periode yang sama tahun ini.

Per triwulan I/2019, KPR Non-Subsidi pun naik sebesar 14,37% yoy menjadi Rp79,83 triliun. Dengan capaian tersebut, KPR emiten bersandi saham BBTN ini tumbuh sekitar 22,07% yoy menjadi Rp181,83 triliun pada 31 Maret 2019.

Rapor hijau tersebut sukses menempatkan Bank BTN sebagai pemimpin pasar di segmen KPR dengan pangsa sebesar 39,35% per Desember 2018. Bank BTN juga masih menempati posisi wahid di pasar KPR Subsidi dengan pangsa sebesar 92,96% per 31 Maret 2019.

Kemudian, di segmen kredit perumahan, kredit konstruksi juga terpantau naik 8,96% yoy menjadi Rp29,45 triliun pada akhir Maret 2019. Pada akhir bulan ketiga tahun ini, kredit perumahan lainnya tercatat telah disalurkan senilai Rp8,44 triliun.

Di sektor kredit non-perumahan, Bank BTN juga mencatatkan pertumbuhan sebesar 24,24% yoy. Kenaikan tersebut ditopang laju positif penyaluran kredit di segmen kredit konsumer dan kredit komersial yang naik masing-masing sebesar 25,53% yoy menjadi Rp4,97 triliun dan 23,88% yoy menjadi Rp17,43 triliun per triwulan I/2019.

 

PT Sayana Integra Properti Gelar Signing Ceremony Bersama PT Total Bangun Persada

0

Kawasan superblok Sakura Garden City (SGC) yang telah melakukan Groundbreaking pada pertengahan tahun lalu, menunjuk kontraktor utama PT Total Bangun Persada, Tbk. Signing Ceremony antara PT Sayana Integra Properti yang diwakili oleh Nobuya Ichiki selaku Chief Executive Officer (CEO) dan Janti Komadjaja, President Director PT Total Bangun Persada, Tbk digelar di kantor Marketing Gallery

“PT Total adalah salah satu perusahaan kostruksi berpengalaman dan terbaik di Indonesia. Karena itu kami optimis jika pembangunan proyek kami bersama Total dapat memuaskan keinginan dan kebutuhan para customer,” ujar Nobuya Ichiki di Jalan Bina Marga, Cipayung, Jakarta Timur (27/04)..

Nobuya menuturkan, selain kontraktor utama, pihaknya juga telah menunjuk anak perusahaan dari Daiwa House Industry, Co, Ltd. yakni Daiwa Life Next sebagai pengelola manajemen apartemen nantinya.

“Daiwa Life Next memiliki reputasi yang termasuk dalam 4 manajemen properti teratas di Jepang dan telah menoreh banyak prestasi,” sebutnya.

Saat ini progress pembangunan pondasi untuk phase pertama yang menghimpun dua tower (Cattleya dan Dahlia) telah selesai dan segera memasuki tahapan pembangunan basement. Kedua tower ini ditargetkan akan selesai dibangun dan melakukan serahterima secara bertahap pada akhir 2021 mendatang.

Sebagai superblok, SGC menawarkan banyak kelebihan, mulai dari konsep yang terintegrasi hingga pemilihan material yang berkualitas.

“Terlebih, untuk wilayah Jakarta Timur, proyek properti skala superblok masih cukup jarang, karena itu kami optimis Sakura Garden City sangat prospektif,” terang Robert, President Director Trivo Group.

SGC dikembangkan di atas lahan seluas 10 ha. Superblok terbesar dan terlengkap di Jakarta Timur ini nantinya akan dilengkapi dengan 12 tower kondominium yang merangkum 5000 unit apartemen dengan target pasar kaum milenial dan para professional.

Kepada konsumen, SGC menawarkan unit-unit apartemen dengan beragam tipe, mulai dari studio dengan luas 29,9 m2 hingga tipe tiga kamar tidur dan tipe loft dengan luas hingga 176m2. Adapun, harga yang ditawarkan mulai dari Rp500 juta per unit.

Selain hunian, SGC juga akan dilengkapi dengan pusat perbelanjaan, ruko, hotel premier, gedung perkantoran, serta pusat F&B di dalam satu kawasan. Adapun, estimasi total investasi SGC adalah senilai US$ 800 juta.

Luhut Sebut Kerjasama Investasi Indonesia Jadi Bagian Jalur Sutra China Mustahil Dihindari

0

Menko Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan menyaksiakan penandatanganan kerjasama investasi Indonesia jadi bagian jalur Sutra China yang diteken oleh Deputi Infrastruktur Kemenko Kemaritiman, Ridwan Djamaluddin dan Wakil Menteri Bappenas China, Ning Jizhe di sela-sela Belt and Road Forum di Beijing, China, Kamis (25/04/2019).

Pelabuhan Kuala Tanjung menjadi bagian dari proyek jalur sutra China. Pelabuhan berlokasi di Sumatera Utara itu masuk tahap pertama dari proyek skala besar one belt one road (OBOR).

Sumatera Utara menjadi satu dari empat koridor yang ditawarkan Indonesia untuk masuk dalam skema OBOR di samping Sulawesi Utara, Kalimantan Utara, dan Bali. Selain Kuala Tanjung, dua proyek yang akan ikut jalur sutra China dalam waktu dekat yaitu Kawasan Industri Sei Mangke dan Bandara Kualanamu.

“Kita manfaatkan network China untuk meningkatkan performa Kuala Tanjung ini. Mereka bersedia memanfaatkan network mereka untuk menggunakan jasa pelabuhan Kuala Tanjung,” kata Luhut melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta,

Menko Luhut berharap, ekonomi Sumut bisa cepat tumbuh dengan berbagai proyek infrastruktur yang akan dibangun. Presiden Jokowi, kata dia, juga sudah memerintahkan agar tol dari Siantar ke Danau Toba bisa rampung pada 2021.

Dia menjelaskan, empat koridor ini dipilih karena angka kemiskinan di empat provinsi dengan populasi 30 juta ini ada di kisaran 7-9 persen, kecuali Bali. Oleh karena itu, proyek yang dibangun di empat koridor ini harus membuka lapangan kerja yang banyak.

Jangan Biasakan Akalmu Mabuk Keajaiban

0

Tulisan ini berdasarkan pengalaman pribadi saya berinteraksi (sekedar ngobrol dan berdebat) dengan kelompok “pemuja” petahana. Saya beri istilah “pemuja”, karena mereka ini sudah menganggap petahana satu-satunya sosok yang akan menyelamatkan Indonesia. “Ratu Adil”-lah istilahnya.

Petahana tidak ada cacat sedikitpun bagi mereka. Ketika ditunjukkan kebodohan, kebohongan dan kegagalan petahana mereka tetap tak bergeming. Pernah saya tunjukkan beberapa video petahana yang gagap dan gugup di depan kamera saat menjawab pertanyaan wartawan.

Pernah juga saya tunjukkan betapa petahana mengaku tidak membaca apa yang ditandatangani nya, mengaku IPK nya tidak lebih dari 2, sampai ketidakmampuan beliau berbahasa asing.

Berbagai macam data yang seharusnya menggiring pemahaman bahwa petahana tidak kompeten atau tidak smart, tidak diindahkan oleh mereka. Awalnya saya tidak ambil pusing, karena itu biasa.

Saya pikir, ini adalah fenomena defens mechanism saja. Namun, saya melihat argumentasi menarik dari mulut mereka, yang menggiring saya pada kesimpulan bahwa defense mereka bukan defens biasa.

Saya ingat salah satu teori tentang perilaku relijius orang-orang pagan (penyembah berhala). Mereka menyembah benda-benda, atau makhluk-makhuk seperti hewan dan tumbuhan, bukan karena akal tapi mereka yakin bahwa yang disembah itu mampu memberikan kebaikan.

JIka dipikir dengan akal, maka mereka tahu bahwa benda dan makhluk yang disembah itu tidak logis dapat memberikan kebaikan kepada mereka. Namun mengapa terus disembah? Pakar psikologi agama mengatakan, justru karena tidak logis itulah maka berhala-berhala itu disembah. Para penyembah berhala itu disebut sebagai orang-orang yang “mabuk keajaiban”.

Mereka adalah orang-orang yang menyukai keajaiban secara berlebihan. Sebagai contoh, untuk menjelaskan kejaiban yang dimaksud: para penyembah berhala itu tahu, kalau ingin kaya, mereka harus bekerja dengan rajin. Jadilah pedagang atau jadilah pegawai. Namun itu rasional, bukan keajaiban.

Ajaib itu menjadi kaya dengan menyembah batu! Tidak masuk akal, namun justru itulah yang namanya keajaiban. Kalau masuk akal, itu bukan keajaiban tapi logis/rasional.

Saya perhatikan, dinamika psikologis inilah yang berkerja dalam otak kelompok pemuja petahana tersebut. Semakin ditunjukkan bahwa petahana memiliki kekurangan-kekurangan dan tidak logis kalau beliau dapat memperbaiki Indonesia, semakin mereka bersemangat mendukung petahana.

Beberapa diantara mereka mendebat dengan nasehat adiluhung orang Jawa, “wong pinter ora mesthi bener, wong bener ora mesthi pinter”.

Mereka mau mengatakan, “ya, petahana memang bodoh, tapi dia orang yang benar”. Padahal nasehat Jawa itu maksudnya, “wong (sing ketok) pinter ora mesthi bener, wong sing bener (ora kudu ketok) pinter”, karena tidak mungkin orang dapat mencapai kebenaran tanpa ilmu, dan orang yang pintar adalah orang yang berilmu.

Para pendukung jenis ini, akan semakin khusyuk membela petahana justru ketika ada bukti kekurangan petahana. Bagi mereka, dunia ini berjalan tak logis dan semuanya bertentangan. Dengan kondisi hutang melambung tinggi, BUMN merugi, nilai tukar rupiah yang cenderung melemah, harga-harga naik, dan kepercayaan terhadap pemerintah menurun, masih ada pemuja-pemuja yang percaya bahwa petahana mampu membalikkan keadaan.

Padahal kualitas pribadi beliau secara intelektual lemah, literasinya kurang, gagap dan gugup jika tampil tanpa teks, pergaulan dunianya kurang berwibawa, dan boneka partai. Namun justru kualitas-kualitas itulah yang membuat mereka semakin berharap keajaiban, “bisa saja orang ini yang justru yang menyelamatkan Indonesia”. Itulah sebabnya Ruhut mengatakan, “Joko wi adalah rahmat Tuhan untuk Indonesia”.

Perilaku seperti ini bukan barang baru di Indonesia. Ingatlah Ponari, dukun cilik yang dikabarkan mampu menyembuhkan segala macam penyakit dengan sebuah batu.

Masuk akal? Tidak!

Tapi justru itulah yang mendorong orang-orang datang untuk merasakan keajaiban. Kalau Ponari itu seorang dokter spesialis dengan gelar akademik doktor (S3), pasti yang datang tidak sebanyak itu. Kenapa?

Kalau dokter bisa menyembuhkan penyakit, itu bukan keajaiban. Itu logis! Biasa!

Saya sering tersenyum, namun berterima kasih atas perhatian kawan dan murid-murid saya yang menasehati, “Pak, jangan sering ngatain orang dungu. Tidak baik”. Namun, bagi saya, tidak ada kata yang pas untuk perilaku seperti ini selain “dungu”, karena mereka menolak ajakan berpikir logis, dan malah memaksa akalnya berpikir terbalik.

Mengapa bisa begitu? Jiwa mereka mabuk keajaiban. Orang yang mabuk, selalu ingin merasakan sesuatu yang memabukkan itu. Kalau sesuatu yang memabukkan itu berupa khamr, maka khamr lah yang diinginkan. Dalam kasus ini, sesuatu yang memabukkan itu adalah “keajaiban”, maka keajaiban akan menjadi klangenan buat mereka.

Terakhir, saya ingin mengingatkan, buat kawan-kawan muslim yang masih mabuk keajaiban. Sadarlah! Ingat, Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallama mukjizat terbesarnya ialah Al-Qur’an. Beliau, shalallaahu ‘alaihi wa sallama, tidak memfungsikan Al-Qur’an sebagai alat pertunjukkan (show) keajaiban kepada orang beriman.

Beliau tidak pernah terbang walaupun kalau beliau minta kepada Allah, pastilah dikabulkan. Beliau tidak membelah lautan seperti Nabi Musa a.s., tidak pula tahan dibakar api seperti Nabi Ibrahim a.s. Mengapa? Karena keajaiban-keajaiban itu ditujukan untuk orang-orang yang sulit memahami kebenaran dengan akalnya.

Sedangkan Rasulullah shalallaahu ’alaihi wa sallama menunjukkan mukjizat Al-Qur’an kepada orang-orang beriman dengan penjelasan rasional, sehingga keyakinan itu menancap kuat dalam sanubari orang beriman.

Jangan biasakan akalmu mabuk keajaiban, karena itu sama dengan menutup pintu hidayah. Bagaimana Al-Qur’an yang logis dan rasional itu dapat diterangkan kepada otak yang sudah dibiasakan mabuk keajaiban, kawan? Please…

Oleh: Dr Ichsanudin Noorsy SH MSi, Pengamat Ekonomi

Bengkulu Memanggil, 12 Ribu Warga Mengungsi, Kerugian Mencapai 7,3 Miliar

0

Dampak dari banjir yang merendam sebagian besar daerah Bengkulu membuat 12 ribu orang dari 13 ribu warga di Bengkulu terpaksa mengungsi. Hingga Minggu (28/04/2019), korban jiwa ada 10 orang meninggal dan 8 masih hilang sedangkan terdampak mencapai 13 ribu orang.

Seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini terdampak banjir dan longsor. Wilayah paling parah adalah Kabupaten Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, Kepahiang, Lebong, Kaur dan Rejanglebong.

Bencana ini juga mengakibatkan 184 rumah rusak, 4 unit fasilitas sekolah rusak, dan ada 40 titik lokasi infrastruktur jalan, jembatan yang rusak tersebar di sembilan kabupaten/kota. Selain itu ada sekitar 106 ekor sapi, 21 ekor kambing dan 4 ekor kerbau dan total hewan ternak yang mati akibat banjir dan tanah longsor tersebut .

Wilayah terdampak di wilayah Kabupaten Kaur yakni di jalan Padang Leban menuju desa Air Kering putus total, ruas jalan Mentiring menuju Kecamatan Kinal terdapat sebuah box culvert terputus.

Di wilayah Bengkulu Selatan ruas jalan SP3 Kelutum menuju SP3 Pino terdapat longsor di Desa Pagar Gading Pino Raya, kemudian ruas Jalan Nasional SP3 Rukis-Kaur terdapat jembatan sungai air Manna terputus. Berikutnya jembatan belly Air Manna-Sibilo terputus, ruas jalan Manggul – Pasar Bawah terendam banjir.

Wilayah Bengkulu Utara terdapat di Tanjung Agung Palik satu jembatan terputus, jalur Gunung Selan-Kuro Tidur terdapat oprit jembatan terputus. Rute Air Talang Pandan – Kerkap Lais terdapat jembatan amblas, jalur Lais – Arga Makmur tertutup banjir sehingga tidak bisa lewat, irigasi air palik desa Aur Gading tertimbun.

Gubernur Bengkulu Rohidin Marsyah mengatakan menambahkan bahwa penangangan korban bencana sudah dilaksanakan bersama jajaran khususnya BPBD kabupaten dan kota namun bantuan pemerintah pusat sangat diharapkan untuk penanggulangan pascabanjir dan longsor. Ia menambahkan, ada anggaran yang digunakan yaitu dana “on call” untuk tahun 2019 sekitar Rp5 miliar.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu pada Sabtu, 27 April 2019 dampak bencana alam ini menelan kerugian materi mencapai Rp7,3 miliar.

Rinciannya, di Bengkulu Selatan, kerugian material dan infrastruktur ditaksir mencapai Rp2,8 miliar, perahu dan alat tangkap ikan diperkirakan Rp1,5 miliar. Kemudian di Kaur, kerugian materil ditaksir tidak kurang dari Rp150 juta.

Selanjutnya di Kepahiang, mengalami kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp3 miliar. Sementara, untuk kerugian di sejumlah daerah di Bengkulu masih dihitung Tim BPBD Kabupaten/Kota yang tersebar di delapan daerah. Sejumlah instansi pemerintah dan aparat gabungan telah mendirikan dan membentuk posko di sejumlah titik.

Stok beras di Provinsi Bengkulu masih cukup tersedia untuk membantu korban bencana dan pihaknya juga telah menyampaikan ke pihak Bulog untuk menurunkan bantuan. Kini Bengkulu memanggil seluruh rakyat Indonesia untuk turut menyalurkan bantuan demi meringankan beban masyarakat terdampak bencana.

“Dikomplain” Istana, Hampir Copot Jantung Pemilik Catering Ini

0

Sebuah pesan singkat berisi: “ada complain mba”, sempat membuat jantung pemilik catering Daun Ketumbar, Aloh Marchamah hampir copot. Maklum bukan sembarang, pengirim pesan adalah pemesan catering dari istana negara untuk R1-1 alias Presiden RI Joko Widodo.

Namun jawaban berikutnya cukup membuatnya lega, “katanya terlalu enak”. Pesan yang membuatnya deg-degan hingga tak bisa tidur itu pun akhirnya membuatnya senang. Ia pun mengucapkan terima kasih atas kepercayaan Istana menjadikan catering Daun Ketumbar pilihan soal makanan enak.

“Ya Allah….sdh mau copot rasanya jantung ini…dr RI 1 dapet Complain spt ini…Alhamdulillah…Semoga kami Daun Ketumbar bisa lebih baik lagi,” tulis Al sapaan akranya di media sosialnya.

Bisnis catering yang dirintis sejak tahun 2012 secara otodidak ini diterima lidah konsumennya mulai dari karyawan, pejabat hingga menjadi langganan istana Negara.

Bisnis yang dimulai dari rumah ini berkembang pesat. Dari hanya orderan perdana 20 porsi dan paling banyak 250 porsi, kini Daun Ketumbar bisa melayani beberapa pesanan catering dari perkantoran di Jakarta dan sekitarnya hingga ribuan porsi. Semakin banyak orderan catering setiap harinya membuat Al terus menambah jumlah karyawan dari 2 orang menjadi 15 orang rekan kerja yang sangat loyal padanya.

“Alhamdulillah sekarang sudah punya dapur sendiri di Ahmad Yani Patra I No 3 Komplek Pertamina, Jakarta Pusat,” ujar wanita berparas ayu nan cantik ini.

Berbagai macam produk catering yang ditawarkan mulai dari Nasi Box, Snack Box, Prasmanan, Special Aneka Tumpeng, Foodstall, Aneka Bubur, Aneka Kue Traditional, dan lainnya. “Semua menu yang ditawarkan bertema tradisional,” papar wanita kelahiran, Yogyakarta 5 Maret 1969.

Menyuguhkan menu makanan tradisional yang bercitarasa tinggi, Daun Ketumbar menawarkan harga bersahabat. Untuk Snack Box Rp.15 ribu – Rp.25 ribu, Nasi Box Rp.31 ribu – Rp.65 ribu, Tumpeng 20 porsi Rp.900 ribu – Rp.3 juta (50 porsi), Jajanan Tampah Rp. 350 ribu – Rp.450 ribu, Aneka Bubur Rp.750 ribu untuk 30 porsi, aneka foodstall seperti Siomay, Dimsum, Bakso, Es Doger, dan lainnya mulai dari Rp.27 ribu, serta Prasmanan Komplit mulai dari Rp.85 ribu.

Dengan menawarkan berbagai menu makanan tradisional, Daun Ketumbar menyebar dari mulut ke mulut konsumen yang pernah memesan catering dari Al. Kini Daun Ketumbar bisa diakses di website https://daunketumbar.com/ IG: @daunketumbarcatering, FB: Daun Ketumbar Catering.

“Alhamdulillah, konsumen banyak yang puas, dan pesen lagi sampai jadi langganan, mulai dari perusahaan ternama, BUMN, Kementrian hingga Istana Negara, dan lainnya,” ujar wanita ramah berjilbab ini.

Jam terbang berbisnis yang cukup panjang, memantapkan Al dalam memilih calon konsumennya. Tak heran 6 tahun menjalankan bisnis Daun Ketumbar Catering, Al belum pernah mengalami pengalaman pahit yang merugikan usahanya.

“Kalau dibohongi belum pernah dan jangan sampai terjadi. Paling pernah hanya mundur pembayaran karena prosedur,” beber ibu dari Intan Noor Hayati, Abdurrahman Al Ghiffari, dan Nesya Ramadhani ini.

Buah dari usaha yang dilakoninya siang malam tanpa mengenal hari libur ini bisa dinikamti Al bersama keluarga dan karyawan yang turut memajukan Daun Ketumbar Catering.

Ungkapan rasa terima kasih dan bersyukur atas nikmat yang telah Tuhan berikan diwujudkannya dengan menyempatkan diri untuk Gathering bersama karyawan disetiap kesempatan. Selain itu, Al telah umroh bersama kakak dan adik-adik kandungnya tahun lalu.

Sukses menjalankan bisnis catering, Al memiliki mimpi untuk memiliki sebuah tempat makan yang friendly,dan nyaman. “Saya juga ingin punya waktu khusus buat anak-anak yatim dan yang kurang beruntung bisa makan sepuasnya di tempat kami. Semoga Allah meridloi dan mewujudkannya,” pungkas Al.

Sebelum memantapkan diri memutuskan berbisnis catering, Aloh Marchamah telah lebih dulu menjadi seorang perias pengantin puluhan tahun

Pak Fud, Jangan Ajari Kami Arti Bela Negara

0

Di media sosial, hari hari ini viral unggahan video Pak Mah(fud) MD anggota Dewan Pengarah BPIP (Badan Pembinaan Ideologi Pancasila) bentukan presiden Jokowi. Pak Fud mengatakan, petahana kalah di daerah yang dulunya dianggap dan diidentifikasi sebagai daerah garis keras secara keagamaan.

Anggota Dewan Pengarah BPIP yang digaji dengan uang rakyat ini dengan tegas menyebut daerah seperti Aceh, Sumatera Barat, Jawa Barat, dan Sulawesi Selatan.

Apakah maksud Pak Fud mengidentikkan daerah garis keras secara keagamaan ini terkait dengan DI/TII dan GAM di Aceh, PRRI di Sumatera Barat, DI/TII di Jawa Barat, dan DI/TII serta Permesta di Sulawesi Selatan pada masa lalu ? Apakah secara tidak langsung Pak Fud mengatakan kami pemberontak dan ekstrimis ?

Saya sebagai salahsatu orang yang ditakdirkan terlahir dari nenek moyang bertrah campuran Batak Mandailing dan Bugis serta garis turunan orang awak Minang, merasa tersinggung dengan pernyataan Pak Fud itu.

Sebelum adanya PRRI, terlebih dahulu tanah leluhur kami sempat dijadikan pusat pemerintahan darurat republik Indonesia atau dikenal dengan PDRI.

Kalaulah kami orang Minang kala itu oportunis, sudah kami halau utusan pemerintah pusat kala itu. Karena dengan dipindahkannya pemerintahan ke Sumatera Barat, sama saja artinya memindahkan medan pertempuran ke tanah leluhur kami.

Kalau lah kami ini dianggap ekstrimis, mungkin kala itu kami juga enggan menyerahkan republik ini ke Pulau Jawa setelah negeri kami diobrak-abrik Belanda saat PDRI. Tapi apa fakta yang sebenarnya, PDRI disambut baik oleh masyarakat Minang. Dari dalam hutan-hutan kami semangat perjuangan dikobarkan dan eksistansi NKRI disampaikan melalui stasiun-stasiun pemancar radio hingga ke luar negeri.

Terkait Pemerintahan Revolusioner Republik Indonesia (PRRI), jika itu dianggap sebagai daerah yang diidentifikasi garis keras, mari kita lihat awal adanya gerakan ini. Sejarah PRRI bukanlah pemberontakan maupun tuntutan mendirikan negara baru, melainkan bentuk protes kepada pemerintah pusat kala itu. Di mana saat itu terjadi ketimpangan pembangunan antara Pulau Jawa dengan daerah-daerah di luar Pulau Jawa.

Tapi apa dikata, pemerintah yang berada di Pulau Jawa menganggap protes kami sebagai sebuah pemberontakan. Siapakah korban dari penumpasan dan pengerahan militer terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah militer Indonesia ini ? Korbannya adalah Republik Indonesia. Karena tokoh PRRI yang ditumpas merupakan para pejuang kemerdekaan, pendiri dan pembela NKRI.

Jika kami orang Minang tidak memilih Jokowi dianggap tidak rasional dan mengedepankan emosional keagamaan, lagi-lagi Pak Fud gagal mengenali karakter kami orang Minang.

Kalaulah karena emosional keagaamaan semata, tidaklah mungkin Pak SBY menang telak di Sumatera Barat pada pilpres 2005 dan 2009. Dimana kala itu kencang berhembus hoax tentang agama Buk Ani Yudhoyono yang dikatakan Katolik lantaran namanya Kristianti Herawati.

Jadi, hendaknya Pak Fud bijaklah menempatkan diri. Jika selaku anggota Dewan Pengarah BPIP, maka bicaralah tentang ideologi yang merekatkan. Bukan memancing kemarahan yang berdampak kepada keretakan bangsa dan NKRI.

Kalau Pak Fud sebagai mantan Ketua MK, maka berbicaralah terkait masalah-masalah hukum yang terjadi selama Pemilu 2019 berlangsung. Jikalau Pak Fud berbicara selaku timses, tentu harus ada SK yang membuktikannya.

Maaf Pak Fud dan dengan segala kerendahan hati, jangan tuding kami orang Mandailing, Bugis, Minang sebagai orang-orang garis keras yang berbeda haluan dengan NKRI. Jangan ajari kami arti bela negara. Jangan ajari pula kami bagaimana seharusnya memilih pemimpin. Nenek moyang kami telah meninggalkan dasar-dasar yang kuat dalam pituah yang diturunkan turun-temurun, dari generasi ke generasi.

Ketika SMA saya dapat pelajaran tentang pemimpin menurut orang Minang adalah “Bak kayu gadang di tangah koto (Bagai kayu besar di tengah kota), ureknyo tampek baselo (akarnya tempat bersila), batangnyo tampek basanda (batangnya tempat bersandar), dahannyo tampek bagantuang (dahannya tempat bergantung), daun rimbunnyo tampek bataduah (daun rimbunnya tempat berteduh), tampek bahimpun hambo rakyat (tempat berkumpul hamba rakyat), pai  tampek batanyo (pergi tempat bertanya), pulang tampek babarito (pulang tempat berkabar), sasek nan kamanyapo tadorong nan kamanyintak, tibo dikusuik kamanyalasai, tibo dikaruah mampajaniah, mahukum adia bakato bana (marilah kuatkan yang benar, jangan benarkan yang kuat. Adil dan bijak dalam bernegara).

Jika Pak Jokowi tidak bisa menang di daerah Aceh Sumatera Barat dan Sulawesi Selatan bisa jadi ada kriteria yang tertuang dalam pituah adat setempat yang tidak terpenuhi oleh Pak Jokowi. Menang dan kalah adalah hal yang biasa dalam demokrasi. Janganlah jadi juara dengan menghalalkan segala cara. Raihlah kemenangan sesuai aturan perundangan dan kejujuran.

Oleh: Ferry Is Mirza (Wartawan Senior)

Berkali-Kali Salah Input Data, Komisioner KPU Dilaporkan ke Bawaslu

0

Sekali, dua kali salah mungkin rakyat bisa memaklumi, namun dengan kesalahan input yang terjadi berkali-kali dan merugikan salah satu paslon membuat rakyat bertanya-tanya. Tak salah kiranya Advokat Cinta Tanah Air (ACTA) melaporkan komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) ke Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu).

Laporan ini terkait kesalahan dalam melakukan entri data Pilpres 2019 di website https://infopemilu.kpu.go.id  dengan Sistem Informasi Penghitungan Suara Pemilu (Situng) KPU yang tidak sesuai form C1.

“Kami melaporkan Komisioner KPU RI terkait kesalahan dalam melakukan entri data Pilpres 2019 di website https://infopemilu.kpu.go.id karena data yang diinput KPU RI tidak sesuai dengan hasil perhitungan di TPS pada Form C1,” kata tim advokasi ACTA, Hanfi Fajri dalam keterananya, Sabtu (27/04/2019).

Dirinya menduga kesalahan tersebut bukan karena human error tapi person error oleh oknum KPU yang mana kesalahan itu sudah diakui oleh Komisinoner KPU dengan jumlah 105 kesalahan entri data. Dirinya melihat kesalahan itu selalu merugikan pasangan calon nomor 02, Prabowo-Sandi.

“Masa iya kesalahan yang dilakukan berkali kali selalu merugikan paslon 02 terus? Kalo namanya human error pasti random lah error-nya, bukan berarti kesalahan tersebut selalu 02 dan tidak pernah 01,” kata Hanfi.

Baginya, perbedaan angka yang tertulis pada website kpu tersebut dengan Formulir C1 di TPS yang merugikan Paslon 02 selalu berulang ulang secara terstruktur , sistematis dan masif.

Adapun alasan dirinya menyebut itu masif karena pengurangan angka pada paslon 02 sudah 105 kali dilakukan oleh KPU. Maka, kata dia, tindakan yang dilakukan oleh KPU tersebut tidak bisa dianggap sepele atau biasa saja.

Apalagi, menggunakan biaya sangat besar untuk melakukan kegiatan Pemilu, namun diperlakukan tidak adil dan netral. Maka dari itu, dirinya menduga tindakan tersebut tidaklah profesional, terbuka, dan jujur dalam penyelenggaran pemilu.

“Maka atas tindakan KPU yang menghilangkan suara rakyat merupakan kejahatan pada pemilu terpenuhi unsur unsur Pasal 532 juncto pasal 535 juncto pasal 536 UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilu,” kata Hanfi