Bengkulu Memanggil, 12 Ribu Warga Mengungsi, Kerugian Mencapai 7,3 Miliar

0
387

Dampak dari banjir yang merendam sebagian besar daerah Bengkulu membuat 12 ribu orang dari 13 ribu warga di Bengkulu terpaksa mengungsi. Hingga Minggu (28/04/2019), korban jiwa ada 10 orang meninggal dan 8 masih hilang sedangkan terdampak mencapai 13 ribu orang.

Seluruh kabupaten dan kota di provinsi ini terdampak banjir dan longsor. Wilayah paling parah adalah Kabupaten Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu, Bengkulu Utara, Bengkulu Selatan, Kepahiang, Lebong, Kaur dan Rejanglebong.

Bencana ini juga mengakibatkan 184 rumah rusak, 4 unit fasilitas sekolah rusak, dan ada 40 titik lokasi infrastruktur jalan, jembatan yang rusak tersebar di sembilan kabupaten/kota. Selain itu ada sekitar 106 ekor sapi, 21 ekor kambing dan 4 ekor kerbau dan total hewan ternak yang mati akibat banjir dan tanah longsor tersebut .

Wilayah terdampak di wilayah Kabupaten Kaur yakni di jalan Padang Leban menuju desa Air Kering putus total, ruas jalan Mentiring menuju Kecamatan Kinal terdapat sebuah box culvert terputus.

Di wilayah Bengkulu Selatan ruas jalan SP3 Kelutum menuju SP3 Pino terdapat longsor di Desa Pagar Gading Pino Raya, kemudian ruas Jalan Nasional SP3 Rukis-Kaur terdapat jembatan sungai air Manna terputus. Berikutnya jembatan belly Air Manna-Sibilo terputus, ruas jalan Manggul – Pasar Bawah terendam banjir.

Wilayah Bengkulu Utara terdapat di Tanjung Agung Palik satu jembatan terputus, jalur Gunung Selan-Kuro Tidur terdapat oprit jembatan terputus. Rute Air Talang Pandan – Kerkap Lais terdapat jembatan amblas, jalur Lais – Arga Makmur tertutup banjir sehingga tidak bisa lewat, irigasi air palik desa Aur Gading tertimbun.

Gubernur Bengkulu Rohidin Marsyah mengatakan menambahkan bahwa penangangan korban bencana sudah dilaksanakan bersama jajaran khususnya BPBD kabupaten dan kota namun bantuan pemerintah pusat sangat diharapkan untuk penanggulangan pascabanjir dan longsor. Ia menambahkan, ada anggaran yang digunakan yaitu dana “on call” untuk tahun 2019 sekitar Rp5 miliar.

Berdasarkan data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bengkulu pada Sabtu, 27 April 2019 dampak bencana alam ini menelan kerugian materi mencapai Rp7,3 miliar.

Rinciannya, di Bengkulu Selatan, kerugian material dan infrastruktur ditaksir mencapai Rp2,8 miliar, perahu dan alat tangkap ikan diperkirakan Rp1,5 miliar. Kemudian di Kaur, kerugian materil ditaksir tidak kurang dari Rp150 juta.

Selanjutnya di Kepahiang, mengalami kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp3 miliar. Sementara, untuk kerugian di sejumlah daerah di Bengkulu masih dihitung Tim BPBD Kabupaten/Kota yang tersebar di delapan daerah. Sejumlah instansi pemerintah dan aparat gabungan telah mendirikan dan membentuk posko di sejumlah titik.

Stok beras di Provinsi Bengkulu masih cukup tersedia untuk membantu korban bencana dan pihaknya juga telah menyampaikan ke pihak Bulog untuk menurunkan bantuan. Kini Bengkulu memanggil seluruh rakyat Indonesia untuk turut menyalurkan bantuan demi meringankan beban masyarakat terdampak bencana.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.