Besar Pasak dari Tiang, Defisit APBN Maret 2019 Rp 102 Triliun

0
376

Besar pasak dari tiang, demikian pepatah yang menggambarkan kondisi perekonomian Indonesia saat ini, dimana posisi belanja lebih tinggi dibandingkan pendapatan. Dampak dari semua itu defisit ABPN hinggha 31 Maret 2019 naik hampir 2 kali lipat jika dibandingkan pada periode Februari 2019 yang sebesar Rp 54,6 triliun.

Kementerian Keuangan RI mencatat kondisi APBN pada Maret 2019 masih mengalami defisit. Tercatat, defisit APBN 2019 pada Maret sebesar Rp 102 triliun. Angka defisit pada Maret 2019 juga lebih tinggi dibanding tahun lalu periode yang sama sebesar Rp 85,8 triliun

“Defisit APBN hingga 31 Maret 2019 sebesar Rp 102 triliun atau 0,63 persen dari PDB. Lebih tinggi dibandingkan realisasi defisit periode yang sama tahun lalu yang 0,58 persen dari PDB,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan Luky Alfirman di Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Senin (22/04/2019).

Luky mengatakan defisit yang terjadi pada APBN 2019 ini karena posisi belanja lebih tinggi dibandingkan pendapatan. Menurutnya belanja negara pada Maret 2019 sebesar Rp 452,1 triliun atau naik 7,7 persen dari tahun lalu periode yang sama sebesar Rp 419,6 triliun. Kenaikan belanja negara didorong dari belanja pemerintah yang sebesar Rp 260,7 triliun.

Sementara, dari sisi penerimaan pada Maret 2019 pemerintah meraup penerimaan negara sebesar Rp 350,1 triliun. Penerimaan negara tersebut lebih banyak disumbang dari penerimaan perpajakan yang sebesar Rp 279,9 triliun.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.