Pemerintah Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5,6% dan Growth Investasi 7,5%

0
88

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah berasumsi bahwa pertumbuhan ekonomi akan berkisar antara 5,3%-5,6%. “Bapak Presiden mengharapkan kita bisa memacu sampai ke 5,6%,” ujarnya.

Sementara inflasi, menurut Menkeu, masih akan tetap terjaga antara 2-4%, suku bunga antara 5-5,3. Dan juga dari sisi nilai tukar yang mungkin masih agak bervariasi karena tahun ini digunakan asumsi Rp15.000/dolar AS namun sekarang sudah mencapai di Rp14.000. Jadi akan digunakan range yang masih lebar. Sementara untuk harga minyak, juga masih antara 60-70. Dan juga untuk lifting minyak maupun gas yang kira-kira mungkin setara dengan yang selama ini masih diproduksi, meskipun angkanya masih di dalam range.

Mengenai mesin pertumbuhan ekonomi, Menkeu menjelaskan, komposisi agregat demand tentu masih tetap konsumsi, ada di sekitar 5,2 persen. Kemudian investasi diharapkan tumbuh. Namun diungkapkannya, kalau untuk mendekati 5,6% pertumbuhan ekonomi diharapkan growth dari investasi mendekati 7,5%, sementara ekspor juga diharapkan tetap memiliki momentum tumbuh di sekitar 7% juga, dan impor tetap kita jaga pada pertumbuhan sekitar 6%.

“Itu semuanya adalah komposisi agregat demand-nya. Tapi sisi suplainya mungkin kita akan lihat lagi dari sisi produktivitas masing-masing sektor, apakah pertanian, terutama manufaktur yang selama ini kita harapkan untuk bisa tumbuh di atas yang selama ini hanya sekitar 4-5 persen, kita harapkan bisa tumbuh tinggi,” sambung Menkeu.

Sri Mulyani Indrawati mengatakan Presiden inginkan adalah baseline menggunakan tahun 2015, yang waktu itu sebenarnya sudah naik cukup Rp233 triliun untuk belanja barangnya. Sementara. sekarang ini belanja barang bisa mencapai Rp290 triliun.

“Jadi nanti kita akan lihat space ini pasti dialihkan oleh Bapak Presiden dan Wapres untuk lebih banyak menunjang anggaran belanja modal. Kapasitas dari Menteri PUPR, Menteri Perhubungan, Menteri Energi di dalam rangka untuk membelanjakan hal itu,” terang Menkeu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here