Senin, Mei 11, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 841

RI Sabet Tiga Piala dan Juara Umum MTQ Internasional

0

Membanggakan, tiga putra-putru terbaik bangsa berhasil menjadi juara dalam ajang MTQ Internasional yang digelar di Auditorium Shaikh Zayed Center Nasr City Kairo akhir April lalu.

Indonesia diwakili oleh Adriyan dari Jakarta, Nur Layli dari Nusa Tenggara Barat, dan Muhkhlis Latasi dari Sulawesi. Selain itu, finalis lain datang dari Malaysia, Turki, Tajikistan, Kirgistan, Nigeria, Irak, dan Afganishtan.

Mukhlis berhasil menjadi juara satu MTQ putra, Adriyan juara satu MHQ putra, dan Nur Laili juara MHQ Putri.Indonesia berhasil memborong tiga piala sekaligus hingga mengantarkannya sebagai juara umum MTQ Internasional 2019.

Presiden PPMI (Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia) Mesir, Saeful Jihad, Lc berterima kasih dan mengucapkan selamat kepada para pemenang yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional.

Ketiganya mendapat tiket umrah yang disediakan oleh salah satu pengusaha asal Mesir. Sayyid Muhammad Ragab selaku pemilik perusahaan ritel Ragab Sons memberikan 12 tiket umrah untuk 12 finalis MTQ Internasional 2019.

“Saya senang sekali diadakannya MTQ Internasional ini. Dengan acara ini kecintaan kepada Al-Qur’an bertumbuh. Saya senang bisa membantu pelajar asing yang sedang belajar di Mesir” ujar beliau.

MTQ Intenasional yang diselenggarakan PPMI Mesir bekerja sama dengan The World Association for Al-Azhar Graduates (WAAG), KBRI Cairo dan Dewan Masjid Indonesia (DMI), telah sampai hingga babak final dan menyisakan 12 peserta dari total 55 peserta yang berasal dari 20 Negara.

 

Tokoh Kubu Prabowo Dijadikan Tersangka, Pengamat: Ini Pembungkaman Oposisi

0

Pasca ditetapkannya tokoh 212 dan juga panyelenggara Ijtima Ulama III dan pertemuan tokoh nasional, Bachtiar Nasir sebagai tersangka dalam kasus pencucian uang tahun 2016, Kepolisian RI juga mentapkan tokoh pendukung Prabowo Eggi Sudjana sebagai tersangka dengan kasus dugaan makar. Selain itu Mayjen 9Purn) Kivlan Zein juga diciduk polisi di Bandara Kamis (10/05/2019).

Seperti diketahui, Kivlan Zein baru saja memimpin orasi damai di depan Bawaslu yang meminta Bawaslu jujur dalam penghitungan suara dan bersikap adil pada kedua belah pihak pada pemilu kali ini.

Masih banyak tokoh pendukung capres 02 itu yang dipanggil polisi seperti Lius Sungkarisma, hingga ust Felix Siaw. Sementara itu Buni Yani, Asma Dewi dan Achmad Dhani yang juga pendukung Prabowo sudah diamankan di hotel prodeo.

Pengamat politik Universitas Al-Azhar, Ujang Komarudin menilai pemanggilan dan penetapan tersangka pada pendukung Prabowo adalah satu cara membungkam oposisi. Selain hal ini juga sudah masuk dalam kriminaliasi tokoh dan ulama yang kritis.

 

 

Tim Hukum Nasional Mengancam Demokrasi, Kebebasan Bicara dan Pers

0

Menteri Koordinator Politik, Hukum dan Keamanan, Wiranto mengatakan, pemerintah akan membentuk tim hukum nasional. Tim itu bertugas untuk mengkaji tindakan atau ucapan dar itokoh-tokoh tertentu yang bisa dianggap melanggar aturan hukum. Tim tersebut bertugas mengkaji ucapan, tindakan, pemikiran dari tokoh-tokoh tertentu.

“Siapa pun dia, yang nyata-nyata melanggar dan melawan hukum,” kata Wiranto di Jakarta, Selasa (07/05/2019).

Tim itu berisi pakar-pakar, seperti pakar hukum tata negara, para profesor, dan doktor berbagai universitas. Mantan Panglima ABRI ini juga mengaku telah berkomunikasi dengan para pakar tersebut. Wiranto menegaskan, tim ini dibentuk agar mereka yang menyebarkan hasutan atau ujaran kebencian diberikan sanksi yang tegas. Termasuk makian kepada presiden sebagai kepala negara.

“Cercaan, makian terhadap Presiden yang masih sah sampai nant iOktober tahun ini, itu sudah ada hukumnya, ada sanksinya,” tambahnya.

Wiranto menyebut, hal-hal seperti itu membuat kenyamanan masyarakat terganggu, baik sebelum atau sesudah Pemilu menjadi ikut terganggu. Ia mengatakan pelanggaran yang dimaksud tak hanya sebata sinsiden di dunia nyata tetapi juga di media sosial.

“Tidak perlu ragu-ragu lagi, sehingga nanti merupakan titik pengingat bagi pihak-pihak tertentu jangan seenaknya di negeri yang ada dasar hukum ini,”katanya.

Pengamat Politik Universitas Indonesia, Syahrul Hidayat mengatakan masyarakat saat ini mengertiakan kekhawatiran para tokoh dalam hal berpendapat. Tapi pemerintah harusbijak juga jika masyarakat saat ini sudah sangat dewasa sehingga tidak harus diatur-atur instansi sehingga masyarakat tidak pernah menjadi subjek.

“Demokrasi itu esensinya masyarakat penentu suara akhir dan tiap orang bebas untuk berbicara,” tegasnya.

Terkait pemerintah gusar atas pendapat tokoh yang mengkritisi pemerintah, Syahru lmenegaskan jika orang tersebut bicara tidak benar, toh masyarakat yang nanti akan menghukumnya, salah satunya tidak memilihnya jika ikut dalam kontestasi politik seperti Pemilu, Pileg atau Pilkada.

Memang pemerintah juga memiliki hak, jika orang tersebut benar terbukti membuat kegaduhan, menghasut public order, mengganggu public hokum baru bertindak. Namun berapa banyak aparat, pemerintah, masyarakat mengertiakan Public Order seperti yang berlaku di negara-negara maju.

“Saya rasa masyarakat banyak belum paham, tapi jika pemerintah memposisikan sebagai pemantau Public Order, siapa yang memantau?. Di negara maju seperti Inggris misalnya masyarakat bebas bicara namun jika sudah menghasut, bicara bohong, jika maju pemilihan, pasti masyarakat tidak akan pilih (sanksi sosial) setelah itu baru hukum bertindak,” jelasnya.

Terkait akan dibantuknya tim hukum nasional, Syahrul menilai jika hanya sebatas ide, wacana tidak masalah, namun jika sampai memiliki implikasi hukum tentu ini bisa mengancam demokrasi.

 

Kamaruddin Simanjuntak: People Power adalah Kejahatan

0

Istilah people power belakangan ini sering kita dengar. Sosok Amin Rais, pertama kali mengatakan ini berkaitan dengan Pemilu. Ia menegaskan beberapa waktu lalu akan melakukan people power kalau Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan kecurangan dalam Pemilu 2019. Seperti kita ketahui bersama Amin rais adalah pendukung Calon Presiden no urut 02 Prabowo Sandi.

People power sendiri adalah aksi penggulingan kekuasaan Presiden secara paksa melalui aksi demonstrasi rakyat. Seluruh rakyat dimobilisasi turun ke jalan agar Presiden meletakkan jabatannya karena dinilai telah melanggar konstitusi atau melakukan penyimpangan.

Masih kental dalam ingatan kita, pada tanggal 21 Mei 1998, tepatnya 20 tahun lalu, gerakan reformasi ini juga pernah ada dan menumbangkan Rezim Orde Baru yang telah berkuasa 32 tahun lamanya saat itu.

Bukan saja dalam negeri ada beberapa, sebut saja penguasa yang harus kehilangan jabatan-nya karena aksi people power, Misalnya;

-Ferdinand Marcos, Terpilih sebagai Presiden Filipina pada 1964. Selama dua dekade masa pemerintahannya, kronisme dan korupsi meluas. Miliaran uang negara disedot ke rekening pribadi Marcos di Swiss. Pada 1986, Marcos kembali terpilih menjadi Presiden Filipina. Namun pemilu yang diduga dipenuhi kecurangan, intimidasi dan kekerasan ini. Marcos akhirnya diturunkan dari jabatannya dalam Revolusi EDSA pada tahun sama.

-Hosni Mubarak, Mubarak menjabat sebagai Presiden Mesir selama 3 dekade sejak 1981. Pada 11 Februari 2011, Mubarak yang berusia 83 tahun akhirnya mengundurkan diri dari kursinya sebagai presiden menyusul aksi unjuk rasa besar-besaran oleh rakyat Mesir selama 18 hari di awal 2011 yang menewaskan 850 orang, dan masih banyak contoh lagi aksi serupa.

Menurut Praktisi hukum Kamaruddin Simanjuntak bahwa seruan people power saat ini merupakan bentuk ketidak percayaan masyarakat kepada MK, akibat berulang kali Hakim Mahkamah Konstitusi tertangkap tangan ‘OTT KPK’ karena kejahatan penyalahgunaan narkoba dan korupsi serta jual beli isi putusan perkara.

“Saya berharap agar kwalitas hakim ini diperbaiki agar sebanding dengan kewenangan yang diberikan kepada mereka (Final and binding) yang langsung mempunyai kekuatan hukum yang tetap dan mengikat sejak diucapkan Hakim MK dan tidak bisa lagi diganggu gugat,” ucap Kamaruddin kepada Berempat.com.

Kasus serangan fajar yang melibatkan anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar juga menambah keruh, Bowo Sidik Pangarso, membuat pengakuan mengejutkan terkait kasus suap yang menjeratnya sebagai tersangka yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi. Bowo bahkan menyeret nama Nusron Wahid.

“Mereka merasa lembaga Negara tidak serius, Bawaslu sebenarnya ada tetapi mereka menilai ini hanya seperti macan ompong saja,” tandasnya.

Saat ditanya siapakah yang berhak menilai bahwa Pemilu tahun ini telah terlaksana sesuai dengan aturan? selain KPU dan Bawaslu, dan atas penilaian siapa Pemilu dikategorikan curang atau tidak. Kamaruddin menegaskan hanya Mahkamah Konstitusi yang punya kewenangan untuk itu.

Jangan Dianggap Remeh

Satu hal yang menarik yang ia katakan dalam konteks people power ini jika aksinya berjalan mulus maka kekuasaan berpindah tetapi jika gagal maka pelakunya akan diganjar dengan hukuman yang berat seperti di Turki beberapa saat lalu.

Tetapi, buru-buru Kamaruddin menegaskan people power ini sebenarnya kalau ditinjau dari segi hukum adalah kejahatan dan termasuk permufakatan jahat untuk menggulingkan pemerintah yang sah.

“Kalau people power berhasil maka disebut kudeta berhasil jika tidak maka mereka akan diganjar dengan hukuman. Jadi disini tergantung dari berhasil atau tidaknya,” tegas pria yang hobby menggunakan mobil buatan Amerika ini.

Yang pasti, katanya seruan People Power tidak boleh dianggap remeh, karena dari tujuan nya saja sudah jelas yaitu pengerahan massa untuk merebut kekuasaan dari pemerintahan yang sah. Itulah alasan Jokowi mengerahkan Brimob dari daerah-daerah ke Jakarta guna mengantisipasi ini.

Lebih lanjut Kamaruddin mengatakan bahwa pelaku People power dapat dijerat dengan pasal makar dan permufakatan jahat, bila sudah ada bukti permulaan yang cukup.

Pelakunya dapat dijerat dengan pasal 107 KUHP dan 110 jo Pasal 87 KUHP atau Pasal 28 yat 2 jo Pasal 45 ayat 2 Undang-undang no 19 Tahun 2016 tentang informasi dan transaksi elektronik.

“Saya berharap seruan ini hanya sekedar koreksi saja agar KPU bertindak hati-hati, tetapi sekali lagi, jangan dianggap remeh karena sejatinya aksi people power ini adalah pengerahan masa untuk merebut kekuasaan dari Pemimpin yang sah,” ucap pemilik firma hukum Victoria ini sambil menutup.

Wirausaha itu Bukan Perkara Untung Sedikit atau Banyak

0

Pengusaha yang merintis bisnis dari nol, Hendi Setiono yang merupakan founder dari bisnis franchise Kebab Baba Rafi ini menuliskan motivasi bagi pelaku usaha. Seperti dilansir dalam media sosialnya, Hendi menuliskan bahwa wirausaha itu bukan perkara untung sedikit atau banyak.

Menurutnya, wirausaha itu bicara tentang mental. Mental bahwa wirausaha itu tidak selalu berhasil, tidak selalu mulusm kadang sepi order, kadang untung sedikit, bahkan seringkali juga ketipu.

“Tapi, seni berwirausaha itu tetaplah indah. Saat untung, rejeki itu derasnya sederas air hujan yang paling deraas menguji wirausahawan untuk bersyukur dan tidak sombong, serta tidak melalaikan kewajiban dari Allah,” tulisnya.

Tapi, lanjut Hendi saat tidak ada order?, sepinya seperti kemarau yang kering, kering kerontang. Sebaiknya juga harus tetap tenang, maka diuji dengan pedih dan sabar. “Dan inilah yang harus dijalani, bagaimana pun Allah menentukan takdir-Nya,” tambahnya.

Hendi mengatakan yang harus terus diyakini adalah inilah jalan nafkah, yang terkandung berlimpah di dalamnya banyak berkah.

Inilah jalan nafkah, yang bisa memperbanyak teman dan menambah kawan juga menjalin tali siraturrohim yang erat kepada karib kerabat serta menjalin ukhuwah dengan para sahabat. Inilah jalan nafkah, yang Rasul dan para Sahabat lakukan.

“Inilah jalan nafkah, yang 9 pintunya terbuka untuk mereka yang mau bersusah payah tanpa keluh kesah. Dan juga yang mesti diingat, harta hasil wirausaha, bukanlah semata mata kekayaan yang bisa kita dapatkan. Tapi seberapa besar dari harta itu bisa bermanfaat untuk membahagiakan keluarga juga orang lain..baik miskin atau fakir

“Karena kebahagiaan hakikatnya adalah disaat kita mampu membahagiakan keluarga dan orang lain yang membutuhkan. Dan juga meninggikan kalimat Allah di muka bumi dari andil harta kita. Semakin banyak uang yang kita kumpulkan, semakin banyak yang bisa kita amalkan, meskipun untuk beramal sholeh tak melulu dengan uang,” katanya.

Ia mengatakan, teruslah berwirausaha, teruslah memburu omzet juga profit, tapi tentu tidak lupa ketika barang dagangan dan harta sampai nisab wajib berzakat. Sedikit atau banyak hasil yang didapat itu tetaplah indah, karena itulah seni dalam berwirausaha..ada rasa syukur tersendiri yang hanya bisa dirasakan seorang wirausaha, baik dalam suka maupun duka.

“Selamat menjadi wirausaha yang profesional, Amanah dan mampu memberi manfaat bagi orang banyak. Aamiin,” pungkasnya.

 

Gunakan AI Atasi Masalah Sampah, Duet Gringgo dan Datanest Terima Hibah $25 juta

0

Dua perusahaan start-up lulusan akselerator program GK-Plug and Play Indonesia yakni Gringgo dan Datanest, salah satu dari 20 organisasi penerima hibah dengan nilai total sebesar $25 juta dari Google.org melalui Google AI Impact Challenge.

Hibah dini diberikan Google AI Impact Challenge bagi Lembaga lembaga nonprofit, social enterprise, serta penelitian dari seluruh penjuru dunia untuk mengajukan ide seputar penggunaan AI untuk mengatasi tantangan sosial kemasyarakatan. Ada lebih dari 2600 lembaga yang mengajukan ide mereka untuk memperoleh hibah ini.

Yayasan Gringgo Indonesia akan bekerjasama dengan Datanest.io, startup penyedia platform Data-Science-as-a-Services yang bergerak pada industri Machine Learning & Artificial Intelligence, untuk menerapkan sistem kecerdasan buatan (AI).

Penggunaan Ai ini untuk meningkatkan kapasitas daur ulang, mengurangi polusi plastik di laut, dan memperbaiki pengelolaan sampah di lingkungan dengan sumber daya yang minim secara “real time”.

Minggu depan, Febri dan Olivier (pendiri Gringgo) bersama dengan Thibaud (pendiri Datanest.io), akan terbang menuju San Francisco untuk mempersiapkan pelaksanaan hal tersebut dengan Google.

“Merupakan suatu kehormatan untuk terpilih sebagai salah satu penerima hibah Google AI Impact Challenge. Kami merasa sangat gembira melihat sejauh mana kami dapat melangkah dan memberikan dampak yang lebih besar melalui kerjasama kami dengan Google dan Datanest. Dan sebagai satu-satunya penerima hibah dari Asia Tenggara, kami akan menyumbangkan nilai yang positif bagi kawasan serta Indonesia.” Tutur Febriadi Pratama, Ketua Yayasan Gringgo Indonesia dalam rilis Google pada Selasa pada saat acara I/O berlangsung di Mountain View, California,
Amerika Serikat. (07/05/2019).

Wesley Harjono selaku Managing Partner GK-Plug and Play
Indonesia juga merasa bangga dengan pencapaian kedua startup tersebut. Menurutnya kolaborasi kedua startup itu mampu memberikan dampak yang besar bagi Indonesia melalui penanggulangan sampah.

 

 

Sektor Industri Drop, Pertumbuhan Ekonomi Memburuk

0

Badan Pusat Statistik melaporkan ekonomi Indonesia triwulan I 2019 tumbuh sebesar 5,07 persen year on year (yoy). Capaian pertumbuhan ekonomi ini lebihrendah dari triwulan sebelumnya (triwulan IV 2018) yang tumbuh sebesar 5,18 persen yoy, meskipun sedikit lebih tinggi dari triwulan I 2018 (5,06 persen yoy).

Peneliti senior Indef Enny Sri Hartati menegaskan kualitas pertumbuhan Indonesia memburuk. Triwulan I 2019 sebenarnya pengeluaran Lembaga Non Pemerintah naik sampai 16%. Pengeluaran Pemerintah masih 18% tapi belanja-belanja yang langsung dinikmati oleh masyarakat seperti dana bantuan sosial sebenarnya bisa mendorong daya beli masyarakat. Namun berbagai macam potensi pengeluaran yang terjadi di tahun politik dan berbagai macam percepatan alokasi anggaran yang langsung dinikmati masyarakat sama sekali tidak menggerakkan sektor produktif.

“Itu persoalannya. Kalau kita lihat semua komponen yang bergerak di triwulan I 2019 adalah sektor konsumtif.  Pertumbuhan sektor industri kita sangat drop di bawah 4% dan ini terendah. Pertumbuhan sektor industri seburuk-buruknya masih sekitar 4%, faktanya di triwulan I 2019 hanya 3,86%. Ini tidak sekadar persoalanbiasa, karena bagaimana kita bermimpi di triwulan II, triwulan III dan triwulan IV 2019 nanti akan ada perbaikan?. Kuncinya adalah sektor produktif. Kalau sektor produktif ini lemah maka tidak akan berkelanjutan,” terangnya di acara Press Conference “Jalan Terjal Target Pertumbuhan: Respon Perkembangan Ekonomi Triwulan I” di Jakarta pada Rabu (08/05/2019).

Ia menilai Pemerintah selalu mengkambinghitamkan sektor global seperti harga komoditas, padahal sektor eksternal hanya 20% perannya. Ia menegaskan bahwa sumber utama pertumbuhan ekonomi kita justru berada di dalam negeri.

“Golden momen investasi seharusnya bisa dinikmati Indonesia. Dampak dari perang dagang membuat aliran investasi lari ke emerging market dan itu sudah dinikmati oleh Vietnam, Thailand dan Malaysia. Bank Indonesia mengatakan pertumbuhan ekonomi terjaga, kalau itu terus yang kita anggap kebenaran maka pertumbuhan 5%-an ini tidak akan pernah beranjak naik. Secara global, sebagian besar negara yang mengalami perlambatan pertumbuhan itu sangat tergantung kepada market. Indonesia basis pertumbuhannya adalah sumberdaya, artinya ketika pertumbuhan ekonomi hanya di 5%an jangan lagi-lagi mengkambinghitamkan faktoreksternal, tetapi inilah bentuk ketidakmampuan pemerintah dalam mengoptimalkan sumber pertumbuhan dalam negeri kita,” jelasnya.

 

Laporan keuangan Garuda Janggal BEI dan BPK Minta Diaudit Kantor Akuntan Publik

0

PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) kembali menjadi bahan perbincangan publik. Pada laporan keuangan 2018, Garuda Indonesia secara mengejutkan mencatatkan laba bersih US$ 809,85 ribu atau setara Rp 11,33 miliar (kurs Rp 14.000).

Kondisi ini berbanding terbalik dengan kondisi yang sama di tahun sebelumnya yang rugi sebesar US$ 216.582.416.
Kejanggalan laporan keuangan tersebut bermula dari kerjasama yang dilakukan antara PT Mahata Aero Teknologi dan PT Citilink Indonesia, penyediaan koneksi WiFi di armada pesawat. Kerjasama tersebut kemudian diperluas ke Garuda Grup, yang juga mengikutsertakan Sriwijaya Air. Dari sana, Garuda akan mendapatkan pembayaran dari Mahata Aero Teknologi sebesar US$239,94 juta.

Pembayaran tersebut, US$28.000.000 di antaranya merupakan bagi hasil Garuda Indonesia dengan PT Sriwijaya Air. Namun, hingga akhir 2018 belum ada pembayaran yang masuk dari Mahata Aero Teknologi. Walaupun begitu, Garuda Indonesia dalam laporan keuangan sudah mengakuinya sebagai pendapatan tahun lalu.

Dua komisaris dari pihak Trans Airways yang menjadi pemegang saham Garuda Indonesia dengan kepemilikan sebesar 25,61 persen berpendapat angka itu terlalu signifikan hingga mempengaruhi neraca keuangan Garuda Indonesia. Jika nominal dari kerjasama tersebut belum masuk sebagai pendapatan, perusahaan sebenarnya masih merugi US$244.958.308.

Berbagai pihak berwenang mulai memberikan tanggapan seperti PT Bursa Efek Indonesia (BEI) hingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Mereka akan meminta keterangan mulai dari manajemen hingga Kantor Akuntan Publik (KAP) yang mengaudit laporan keuangan tersebut. Apalagi laporan keuangan 2018 milik Garuda Indonesia mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Laporan keuangan ini dianggap janggal dan ditentang oleh dua komisaris perusahaan.

Kejanggalan laporan keuangan itu membuat Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) akan memanggil kantor akuntan publik (KAP) yang mengauditnya. Adapun KAP yang mengaudit laporan keuangan GIAA 2018 adalah Tanubrata Sutanto Fahmi Bambang & Rekan(Member of BDO International).

“KAP mengaudit berdasarkan perintah BPK. Jika memang terjadi [kejanggalan laporan keuangan] seperti itu, maka untuk tahap awal kami akan mengundang KAP-nya dulu,” kata Anggota BPK, Achsanul Qasasi.

BPK akan memanggil KAP tersebut untuk meminta penjelasan terkait laporan keuangan GIAA. Setelah itu BPK hendak memanggil direksi Garuda Indonesia untuk melakukan pemerikaaan lebihjauh. “Setelah itu baru kami lakukan Audit untuk mengetatahui detailnya,” kata Achsanul.

 

Rajin Terbitkan SBN, Pemerintah Pertimbangkan likuiditas

0

Meski begitu seringnya pemerintah menerbitkan Surat Berharga Negara () sejak pertengahan 2018 hingga 2019, Kementrian Keuangan menjamin tidak menimbulkan pengetatan likuiditas bagi industri keuangan.

Pada Januari 2019, Kemenkeu menerbitkan Sukuk Tabungan dengan serapan dana Rp4 triliun. lalu, Februari 2019, Sukuk Ritel telah menyerap Rp15 triliun. Nilai ini jauh dari SBN ritel yang jatuh tempo pada Maret 2019 itu senlai Rp31,5 triliun. Dengan demikian, dana dari SBN ritel kembali ke nasabah dan berpotensi kembali ke pasar keuangan.

“Jadi kalau dihitung net, sebenarnya (dana yang masuk ke SBN) negatif,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kemenkeu Luky Alfirman.

Menurutnya surat utang yang diterbitkan pemerintah memiliki denominasi valas, tidak hanya rupiah. “Jadi kalau ada obligasi valas seharusnya itu tidak mengganggu,” katanya

Pada 2019, pemerintah masih mempertahankan pendanaan “front-loading” atau penerbitan instrumen utang awal tahun sebagai mengantisipasi tekanan dari perekonomian global di pertengahan dan akhir tahun. Hal itu disinyalir menjadi salah satu penyebab likuiditas perbankan yang mengetat.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menegaskan likuiditas perbankan saat ini cukup aman. Sebab, OJK selalu mengukur dana perbankan yang ‘parkir’ di Bank Indonesia (BI), treasury, dan surat berharga.

Wimboh juga menambahkan saat ini isu di perbankan adalah segmentasi likuiditas. Ada bank yang punya likuiditas melimpah, dan ada pula bank yang likuiditasnya ketat.

“Kalau 2019 kondisi lebih baik. Sekarang likuiditas kembali normal. LDR naik bisa juga turun dan DPK naik karena rupiah, BI lakukan stabilitas. Likuiditas isu temporary dan ini masalah struktural bukan likuiditas,” jelasnya.

.

 

 

Dewan Pengarah Ijtima Ulama Jadi Tersangka, Pengamat: Ini Kriminalisasi Ulama

0

Pasca menjadi dewan pelaksana Ijtima Ulama III, Ustad Bachtiar Nasir ditetapkan sebagai tersangka oleh Kepolisian RI.

UBN begitu ia akrab disapa ditetapkan menjadi tersangka kasus dugaan penggelapan dana Yayasan Keadilan Untuk Semua (YKUS) dan tindak pidana pencucian uang (TPPU). Kasus ini terjadi sekitar tahun 2016-2017 lalu.

Menurut Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo, UBN dana umat yang digunakan untuk kegiatan yang tak sesuai peruntukannya. Polri pun telah memiliki alat hasil audit rekening YKUS.

Dedi menegaskan, jumlah uang yang diduga diselewengkan mencapai Rp 1 miliar. Aliran dana dari Bachtiar Nasir yang saat itu Ketua GNPF MUI, ke Turki yang seharusnya untuk donasi Aksi Bela Islam 411 dan 212 sehingga diduga dana tersebut diselewengkan.

“Ada penyimpangan penggunaan rekening. Ini adalah dana umat, dana masyarakat, tapi peruntukannya bukan untuk bantuan, tapi untuk kegiatan-kegiatan lain,” ucap Dedi.

Ujang Komarudin, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar menegaskan jika ditetapkannya UBN sebagai tersangka sangat dekat dengan penyelenggaraan ijtima ulama III yang digelar di Sentul, Bogor, saat hari buruh 2 mei lalu. “Ini seperti pembungkaman pihak oposisi dan masuk kriminalisasi ulama,” tegasnya.