Senin, Mei 11, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 840

Bukti Visum dan CCTV Antarkan Pilot Lion Air Ke Hotel Prodeo

0

Viralnya pemukulan seorang pilot Lion Air pada petugas hotel di Surabaya berujung dengan dijebloskannya pria bernama lengkap Arden Gabriel Sudarto (AGS) tersebut ke hotel Prodeo. Pasca melakukan penganiayaan pada karyawan La Lisa Hotel Surabaua beriinisial R, pilot AGS diamankan Unit Jatanras Sat Reskrim Polrestabes Surabaya.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera menjelaskan, tersangka AGS ditangkap dan sudah ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polrestabes Surabaya pada Rabu (08/05/2019).

Dengan 2 alat bukti berupa ekaman CCTV dan juga hasil visum korban penganiayaan, pilot AGS ditetapkan sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. Tersangka AGS dikenakan pasal 351 ayat (1) KUHP dan atau Pasal 335 KUHP dengan ancaman hukuman 2 tahun 8 bulan dan atau 1 tahun kurungan penjara.

Video pilot Lion Air memukuli pegawai Hotel La Lisa Surabaya viral setelah tersebar dari akun Facebook bernama Sandi Hermawan sejak 1 Mei 2019. Pada tanggal 3 Mei 2019, korban penganiayaan resmi melaporkan kasus tersebut ke Polrestabes Surabaya dengan didampingi managemen La Lisa Hotel Surabaya.

People Power Adalah Hak Rakyat

0

People power merupakan hak rakyat. Oleh karena dalam sebuah negara, rakyat merupakan pemilik tertinggi dari sebuah kedaulatan, jadi pemilik kedaulatan itu bukannya pemerintah dan/atau rezim, bukan pula partai politik, dst. Peran rezim hanya mengelola distribusi kekuasaan dan kewenangan sebagaimana amanat rakyat cq undang-undang (UU).

Ketika jalannya sebuah tata kelola tentang “sesuatu,” misalnya, tidak sesuai pakem (UU) yang telah disepakati, maka rakyat sebagai pemilik kedaulatan bisa menggugat melalui mekanisme yang ada. Tetapi jika mekanisme itupun sudah dimanipulasi oleh rezim maka kekuatan dan perlawanan mereka pun mengalir di jalanan. Itulah people power. Rakyat menggugat.

People power tidak identik dengan kerusuhan massa, atau demonstrasi anarkhis, dst. Tidak begitu narasinya, meski tak boleh dielak ada yang diujudkan seperti hal di atas. Hakiki people power lebih kepada penyampaian aspirasi melalui pameran kekuatan baik jumlah maupun kualitasnya. Apakah ada yang keliru dalam narasi di atas? Jadi, munculnya people power bukan ujug-ujug, namun lebih kepada “reaksi” atas sebuah “aksi.” Dan aksi tersebut biasanya perihal ketidakseimbangan, kecurangan, ketidakadilan terhadap rakyat dst.

Model people power apapun, kapanpun dan dimanapun, bakal distigma sebagai makar jika mengalami kegagalan, dan para pelakunya dapat dipidana, tetapi sebaliknya, ia akan dipuja-puji oleh sejarah bahkan menjadi pembelajaran bagi publik global ketika mampu menggulingkan sebuah rezim yang dinilai lalim dan otoriter.

Agaknya narasi ini —people power— yang kini kencang bergulir di dunia (geo) politik baik di tingkat lokal/nasional maupun global. Setiap people power pasti memiliki isu dan jargon. Kenapa? Selain sebagai sarana penyatuan, juga merupakan ruh dari gerakan dimaksud.

Arab Spring yang melanda Timur Tengah dekade lalu adalah model people power melalui gerakan massa dan mampu mendongkel beberapa rezim korup di Mesir, Yaman, Tunisa, dst kendati gagal di Suriah dan Libya. Isu yang diusung tentang korupsi dan pemimpin tirani, sedang jargonnya “Cukup!”. Artinya, kekuasaan rezim cukup sampai disini saja.

Kembali ke Libya dan Suriah, bahwa kegagalan “people power” di kedua negara akibat isu dan jargon tidak selaras dengan kondisi faktual yang berkembang. Pertanyaan selidik lagi menggelitik pun muncul, “Apakah gerakan massa pada Mei 1998 yang mampu menggulingkan Orde Baru adalah ujud people power?”

Jawabannya ada di lubuk hati yang paling dalam.

Oleh: Hendrajit, Pengkaji Geopolitik Global Future Institute

Yang Perlu Dipertimbangkan Saat Akan Menggunakan Conveyor

Berempat.com – Memilih conveyor pastinya harus yang terbaik untuk aplikasi agar bisa memaksimalkan kegiatan operasional dan menguntungkan dalam bisnis. Jenis conveyor sendiri beragam sesuai dengan fungsi dan manfaat masing-masing, seperti vertical conveyor, dust proof conveyor, atau aero mechanical conveyor (flexibel conveyor). Tapi, yang perlu diingat bahwa apa pun jenis conveyor yang diperlukan tetap saja harus mempertimbangkan beberapa hal.

Sebagai perusahaan produsen conveyor di Indonesia, kami menganggap selain penting untuk bisa mendapatkan conveyor yang tepat sesuai dengan kebutuhan, Anda juga perlu memastikan conveyor yang dipilih memiliki kinerja tingkat tinggi.

Berikut ini adalah yang perlu dipertimbangkan saat akan menggunakan conveyor.

Pahami Atribut Conveyor

Anda perlu mengetahui seperti apa karakteristik conveyor yang digunakan, juga karakteristik produk Anda seperti tingkat kekakuan hingga termasuk barang mudah pecah atau tidak. Kemudian pahami juga apakah ada properti lain yang bisa memengaruhi cara kerja conveyor.

Lalu, jangan lewati perhatian Anda terhadap beberapa hal ini, seperti persyaratan fungsional dan kinerja mesin, tarif dan kapasitas pengangkutan yang Anda inginkan, persyaratan dan kendala tata letak, bahan konstruksi seperti apa yang dibutuhkan, seberapa luas conveyor akan memakan tempat, apakah Anda membutuhkan conveyor yang bisa diubah setiap sudutnya (aero mechanical conveyor), dan seperti apa perawatan yang diperlukan oleh conveyor.

Perkiraan Usia Kerja

Dalam menggunakan conveyor, Anda perlu tahu perkiraan usia kerja dari sebuah conveyor sesuai dengan kebutuhan. Pasalnya, beberapa conveyor ada yang diperuntukkan untuk tugas ringan yang cocok untuk jangka pendek, dan ada beberapa yang diperuntukkan untuk tugas berat yang dirancang untuk operasi jangka panjang.

Energi Jangka Panjang

Dalam memilih conveyor, Anda juga harus mempertimbangkan seberapa besar energi conveyor akan memengaruhi biaya operasional bisnis Anda dalam jangka panjang.

Pabrikan

Saat memilih conveyor, kami menyarankan Anda untuk bekerja dengan pemasok yang menawarkan beberapa jenis conveyor. Sebab dengan begitu, Anda bisa mendapatkan penawaran lebih banyak terkait conveyor yang ada. Sehingga Anda pun bisa tahu conveyor mana yang Anda butuhkan.

Seperti PT Dissindo Pratama yang menawarkan 4 jenis conveyor, seperti belt conveyor, bucket conveyor, screw conveyor, dan jetflo conveyor. Selain itu, Dissindo juga menjadi perusahaan satu-satunya yang memiliki aero mechanical conveyor atau flexibel conveyor, bagging machine, auger filling machine, dosing and weighing, hingga palletizing atau tangan robot.

Bila Anda bingung jenis conveyor seperti apa yang dibutuhkan, maka Dissindo dengan senang hati akan memberikan saran, serta memberikan spek secara menditail seperti fungsi, materi yang bisa diangkut, estimasi biaya operasional dan energi.

Jaminan Kinerja

Pastikan bahwa pemasok mesin conveyor Anda dapat menjamin kinerja conveyor yang ditawarkan. Di Dissindo, kami memastikan semua solusi peralatan telah diuji.

Aero Mechanical Conveyor/Flexibel Conveyor

Aero mechanical conveyor atau flexible conveyor merupakan transfer material system yang menawarkan kapasitas pengangkutan tinggi dan transfer batch dengan kemiringan sudut yang bisa diubah-ubah. Dissindo menawarkan aero mechanical conveyor/flexibel conveyor dengan kapasitas sampai 20 ton/jam dengan kemiringan sudut yang bisa diubah hingga 90 derajat.

Aero mechanical conveyor atau flexible conveyor yang kami tawarkan memiliki kecepatan yang dapat diandalkan dalam mantransfer material, namun tingkat konsumsi energi yang rendah. Sampai saat ini, belum banyak perusahaan yang bisa menyediakan Aero mechanical conveyor atau flexible conveyor untuk keperluan pabrik. Dan Dissindo merupakan salah satu penyedianya.

Jadi, Dissindo merupakan solusi bagi Anda yang membutuhkan conveyor yang tepat untuk kelangsungan bisnis Anda. Dissindo merupakan perusahaan yang sudah berpengalaman selama lebih dari 15 tahun dengan ribuan klien. Dissindo juga telah tercatat sebagai anggota dari Persatuan Automasi Indonesia.

#Adv

23 Gadget Kompatibel Android Q Beta

0

Tren perkembambangan teknologi gadget begitu pesat, baru-baru ini Google yang selama ini dikenal sebagai perusahaan pencarian, beberapa tahun terkahir merambah ke bisnis digital. Terbaru Google mengeluarkan Android Q baru yang telah di uji pada perangkat Pixel keluaran Google, yang tidak edar di Indonesia.

Namun kini telah ada 23 perangkat dari 12 OEM akan mendukung Android Q beta 3, memungkinkan pemilik smartphone bukan Pixel bisa mencoba Android Q yang beredar resmi di Indonesia, yakni: Asus Zenfone 5Z, Huawei Mate 20 Pro, dan Realme 3 Pro.

sebelum mengunduhnya, Anda harus membersihkan semua data dan menghapusnya untuk menginstal Android Q beta. Berikutnya Anda juga akan menghadapi bug dan masalah saat mengoperasikan Android Q. Ingatlah dua hal itu sebelum Anda menginstalnya.

Berikut adalah daftar lengkap perangkat yang mendukung Android Q beta 3:

  • Google Pixel 2 dan Pixel 2 XL
  • Google Pixel 3 dan Pixel 3 XL
  • Google Pixel dan Pixel XL
  • Asus ZenFone 5Z
  • LG G8 ThinQ
  • OnePlus 6/6T/7
  • Oppo Reno
  • Realme 3 Pro
  • Essential PH-1
  • Vivo X27
  • Vivo NEX S
  • Vivo NEX A
  • Xiaomi Mi Mix 3 5G
  • Xiaomi Mi 9
  • HMD Global Nokia 8.1
  • Huawei Mate 20 Pro
  • Sony Xperia XZ3
  • Tecno Spark 3Pro

 

Klarifikasi Pencegahan Kivlan Zein di Bandara Soeta

0

Jaged media kembali dihebohkan dengan kabar pencegahan tokoh pendukung kubu Prabowo-Sandi, Mayjen (Purn) Kivlan Zein di Bandara Soekarno Hatta, Jumat (10/05/2019).

Menurut kabar yang berkembang Kivlan yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan makar oleh Kepolsian RI dituduh akan pergi ke Singapura melalui Batam.

Kabar yang sempat ramai ini dibantah seorang bernama Maria Zuraida, yang menuliskan Kivlan Zein dalam keadaan sehat dan sedang berada di Batam mengunjungi putri dan menantunya (anggota TNI AL) di Batam Center.

“Hari Sabtu, 11 Mei 2019, pk 13.12-13.31 dapat bicara via telp dg Mas Kivlan Zein. Beliau sehat2 saja. Saat ini beliau berada di Batam, sedang mengunjungi putri dan menantunya (anggota TNI AL) di Batam Center,” tulisnya seperti beredar di media sosial.

Menurutnya, Jumat kemarin beliau (Kivlan Zein) menggunakan pesawat Garuda, take off pk 18.30 dari Terminal 3 Bandara Soetta menuju Bandara Hang Nadim, Batam.

Saat di ruang tunggu Bandara Soetta, Mas Kivlan ditemui anggota Bareskrim Polri untuk menerima surat panggilan Bareskrim hari Senin 13 Mei 2019.

“Ahad insyaa Allah beliau kembali ke Jakarta. Jadi berita tentang Mas Kivlan akan ke Singapura atau ke Brunei Darussalam via Batam adalah tidak benar. Yang benar adalah menengok putri dan menantunya di Batam Center, Kota Batam,” tulisnya.

5 Faktor Penyebab Ekonomi Minus 0,52% Kuartal I Tahun 2019

0

Ekonomi Indonesia tumbuh 5,07% secara tahunan (year on year) di kuartal I-2019. Namun selama tiga bulan pertama tahun ini ekonomi tumbuh negative atau minus 0,52%.

Kepala Biro Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto menjelaskan pertumbuha nekonomi RI yang minus dalam tiga bulan pertama 2019 itu merupakan hal yang musiman. “Kuartal ke kuartal itu minus 0,52%, ini karena musiman. Dengan pertumbuhan itu, pertumbuhan ekonomi paling tinggi di sektor pertanian, kehutanan dan perikanan dampak 14,10% karena musim panen dari Januari-Maret. Lalu disusul jasa keuangan dan asuransi sebesar 3,33%” katanya di kantornya, Jalan Dr. Sutomo, Jakarta Pusat, Senin (06/05/2019).

Ia mengatakan, ada beberapa sektor yang mengalami perlambatan di kuartal I-2019. Mulai dari pertanian hingga batu bara.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menjelaskan penyebab ekonomi Indonesia tumbuh minus 0,52% di tiga bulan pertama 2019. Menurut Darmin salah satu penyebabnya adalah waktu panen yang bergeser.

“Kuartal I itu agak rendah. Apalagi kalau panen bergeser ke bulan April, Mei. Tahun ini juga bergeser macam-macam, ada yang ke Mei malah,” ungkapnya di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Selain itu, kata Darmin, rendahnya pertumbuhan ekonomi juga didorong kinerja ekspor-impor yang menyusut. “Ada pengaruhnya juga. Walaupun ekspor-impor kita nggak terlalu jauh bedanya itu dampaknya kepada PDB nggak terlalu besar tapi pasti adalah ekspor dikurangi impor ada dampaknya walaupun nggak besar,” ujarnya.

Namun menurut peneliti Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Bhima Yudhistira, ada beberapa faktor pertumbuhan ekonomi yang stagnan, yaitu:

  1. Motor utama pertumbuhan tidak berjalan optimal. Pemerintah lambat mengantisipasi perlambatan investasi dan ekspor. Terbukti 16 paket kebijakan gagal dan harusdi evaluasi total.
  2. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga stagnan di 5% itu pun sudah dibantu belanja pemilu, bantuan sosial (bansos), dana desa dan anggaran pemerintah lainnya. Artinya konsumsi rumah tangga beresiko tumbuh di 4.7-4.9% khususnya di semester 2 mendatang.
  3. Harga komoditas ekspor yang rendah menjadi ancaman laten sepanjang tahun. Kondisi ini bisa menurunkan pendapatan sekaligus daya beli di luar pulau Jawa. Implikasinya di Q1 2019 pertumbuhan ekonomi makin terkonsentrasi di pulau Jawa. Porsi pulau jawa telah mencapai 59% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Ini menafikan slogan Indonesia sentris.
  4. Pembangunan infrastruktur terbukti belum berhasil memberikan multiplier effect terhadap perekonomian. Kegagalan akibat sinergi BUMN dimana proyek infrastruktur terlalu dikuasai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan minimnya keterlibatan peran swasta.
  5. Industri manufaktur berada pada tahap yang membahayakan karena tumbuh 3.86%, jauh dibawah ekspektasi dan konsisten lebih rendah dari pertumbuhan ekonomi nasional. Sebagai pendorong sektor lainnya, lemahnya growth manufaktur mengancam kualitas pertumbuhan ekonomi dalam jangka panjang.

Ekonomi Tanpa Perhatikan Lingkungan Akan Terkoreksi

0

Isu lingkungan belum mendapat perhatian yang cukup di era pemerintahan Jokowi. Ketua Umum Jaringan Ahli Perubahan Iklim dan Kehutanan Indonesia (JAPIKI)  Mahawa Karuniasa menilai bahwa ketika pembangunan ekonomi dikedepankan tanpa memperhatikan isu lingkungan, di saat tertentu ekonomi akan terkoreksi karena natural capitalnya terdepresi.

Ekonomi dan lingkungan hidup bisa saling mendukung. Sebagai contoh Kabupaten Sumba Barat mampu mengubah kondisi lingkungan hidup ekstrim menjadi ekonomi pariwisata berkelanjutan dengan hasil Rp1 miliar per hektare.

“Seperti halnya sumber daya alam di Kalimantan berbasis minyak yang dieksplorasi dan dijual. Di sektor kehutanan banyak kayu ditebang padahal sebenarnya kayu bisa ditebang dengan tanpa merusak hutan dengan ketentuan dalam satu hektar lahan hanya ditebang kayu sebanyak satu meter kubik saja. Hanya karena aspek keserakahan dan ketidak tahuan akhirnya membuat ekonomi kehutanan di Kalimantan kolaps,” jelasnya di acara diskusi bertema “Tantangan Kebijakan Iklim, Pengunaan Lahan dan Lingkungan 2019-2024”  yang digelar Institute for Developmet Economic and Finance (INDEF) di Jakarta.

Ia menilai restorasi lahan gambut memang sudah mulai ada, tetapi perlu upaya lebih apalagi tahun 2020 sampai 2030 merupakan masa-masa penting di aspek lingkungan. Kalau pemerintah gagal menerapkan kebijakan di dekade itu maka perekonomian nasional bisa terancam dari aspek sumber daya alam.

“Trennya sampai sekarang pemerintah sudah impor minyak mendekati 50%. Kalau ini terjadi terus maka impor makin tinggi sehingga kita perlu mengembangkan energy terbarukan seperti mobil listrik untuk mengurangi konsumsi BBM, panel surya untu kenergi listrik rumah tangga dan lainnya. Sebenarnya perencanaan sudah banyak tapi tantangannya dalam implementasinya. Ini karena isu lingkungan dampaknya jangka panjang dan tidak berdampak politik lima tahunan,” paparnya.

Kepala Sekretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari (LTKI) Gita Syahrani menambahkan bahwa ekonomi yang dikembangkan tiap-tiap kabupaten adalahe konomi kerakyatan sehingga yang dikejar bukan hanya investasi yang masuk kepemerintah kabupaten saja tetapi betul- betul sampai ke desa. Seperti misalnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) diharapkan bisa menjadi penggerak roda ekonomi di masing-masing desa.

Kasus Novel Baswedan Mangkrak 2 Tahun, Amerika Siap Bantu

0

Kasus teror air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi, Novel Baswedan, turut disoroti lembaga internasional. Hingga dua tahun lamanya kasus penyiraman air keras terhadap Novel tidak juga terungkap.

Akhirnya, wadah pegawai lembaga antirasuah itu mendapat bantuan dari Tim Amnesty International untuk wilayah Asia Pasifik.

Ketua Wadah Pegawai KPK, Yudi Purnomo Harahap mengatakan kedatangan Manager Tim Advokasi Amnesty International untuk wilayah Asia Pasifik untuk membantu KPK dalam rangka melakukan internasionalisasi atas kasus Novel Bawedan yang sampai saat ini belum juga terungkap siapa pelakunya.

Menurut Yudi, sangat penting bantuan internasional ini dalam mengusut kasus penyerangan terhadap pegawai KPK. Apalagi sejauh ini tim gabungan yang dibentuk oleh Kapolri Jenderal Tito Karnavian belum juga berhasil membuka tabir kasus tersebut.

“Oleh karena itu kami berterima kasih atas kedatangan tim Amnesty International dari Amerika yang bersedia untuk membantu kami menyuarakan kasus Novel Baswedan ke dunia internasional, dalam hal ini melalui Kongres Amerika dan juga ke Kedutaan Besar Amerika di Jakarta,” ujar Yudi.

Pada kesempatan tersebut, Manager Advokasi Amnesty International wilayah Asia Pasifik, Fransisco Bencosme, mengatakan sangat prihatin atas kasus yang menimpa penyidik Novel, yang hingga saat ini belum juga terang kasusnya. Karena itu pihaknya merasa terpanggil untuk memberikan bantuan menguak kasus teror tersebut.

“Bahwa kedatangan Amnesty International dari Amerika Serikat di sini adalah untuk membantu proses upaya penyelidikan independen terhadap kasus yang terjadi dan dialami oleh penyidik senior Novel Baswedan. Juga menjadi satu langkah politik yang sangat mengkhawatirkan ketika Jokowi berkuasa (hampir) selama lima tahun bahwa ada komitmen-komitmen untuk melaukan pengawasan di sektor antikorupsi yang tidak berhasil dilakukan,” ujar Fransisco.

Fransisco menambahkan, Amnesty International sebagai organisasi HAM Internasional sangat berkomitmen untuk mendorong upaya penegakan hukum yang terkait HAM, terutama yang selaras dengan pemberantasan korupsi. Untuk itu, kata Fransico, sangat perlu apabila pihaknya ikut terlibat dengan kasus ini sehingga para pelaku teror bisa segera ditangkap.

“Dalam hal ini kami punya akses terhadap pengambil kebijakan di Amerika Serikat melalui jalur kongres, jalur parlemen untuk mengarusutamakan apa yang terjadi dalam situasi yang dihadapi oleh KPK dan Novel Baswedan di Indonesia,” ujarnya.

Novel Baswedan yang turut hadir dalam pertemuan, juga sangat berterima kasih atas bantuan internasional yang peduli dengan kasus yang menimpanya. Novel berharap dengan bantuan ini membuat pemerintah Indonesia sadar betapa pentingnya penuntasan kasus-kasus teror yang menimpa para penegak hukum.

“Tentunya saya berharap ke depan dari parlemen Amerika dan negara-negara lain yang terkait bisa membantu untuk mendesak pemerintah Indonesia menjadikan prioritas pengungkapan serangan kepada orang-orang KPK yang selama ini betul-betul dilakukan. Karena membiarkan teror-teror yang terjadi itu sama saja kita setujui ke depan masih akan ada teror lagi yang akan dilakukan,” ujar Novel.

Novel menambahkan, sangat ironi apabila suatu negara ingin terbebas dari korupsi namun membiarkan perkara-perkara teror terhadap para pemberantas rasuah.

“Dengan desakan dari dunia internasional kami berharap ke depan pemerintah menjadikan ini menjadi hal-hal yang penting untuk jadikan prioritas dalam pengungkapannya. Saya juga menyampaikan terima kasih kepada Amnesty Internasional dalam hal ini Fransisco yang telah hadir dan memberikan dukungan pada KPK lewat wadah pegawai,” ucapnya.

 

 

Sistem Keuangan Stabil Tapi Bergerak Lambat

0

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai saat ini diprediksi terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Volume perdagangan juga tengah melambat di berbagai negara yang kemudian dapat berdampak pada ekonomi dalam negeri.

“KSSK mengamati beberapa risiko global yaitu pelemahan ekonomi global dan penurunan volume perdagangan ini. Ini setelah kita mengikuti IMF Spring Meeting. Keempat pimpinan merekam dan melihat pembahasan satu sisi tendensi pelemahan dan penurunan volume perdagangan tapi sisi lain menyampaikan kinerja ekonomi Indonesia dan sektor keuangan cukup baik,” jelas Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Sri Mulyani Indrawati.

Meskipun begitu ia mengatakan, kondisi ekonomi dalam negeri sepanjang Kuartal I-2019 dalam kondisi normal dan berjalan baik. Ini merupakan hasil rapat koordinasi yang dilakukan oleh seluruh anggota KSSK terdiri dari Bank Indonesia, OtoritasJasaKeuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Dalam rapat yang berjalan dari malam hari hingga larut malam, kita KSSK menyampaikan hasil pemantauan dari stabilisasi keuangan. Hasilnya stabilitas keuangan triwulan I-2019 terjaga dengan baik,” ujar Sri Mulyani di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (23/4).

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menilai dalam ukuran stabilitas memang sistem keuangan kita saat ini stabil. Tapi  tidak hanya sekedar perlu stabil saja.

“Kita perlu stabil yang produktif, ibarat bawa mobil, mobil itu melaju kencang dan stabil, tapi kondisi keuangan kita sekarang seperti mobil sedang bergerak lambat dengan stabil. Jadi keuangan kita stabil tapi bergeraknya lambat dilihat dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang rendah, pertumbuhan kredit yang rendah, pembiayaan yang tidak cukup tinggi. Jadi tidak cukupp roduktif,” tandasnya.

 

 

Proyek OBOR RI-Cina Tambah Rusak Lingkungan

0

Wahana Lingkungan Hidup Indonesia atau Walhi, menilai kerja sama Indonesia dalam pembiayaan pembangunan ekonomi dengan China dalam One Belt One Road Initiative atau OBOR, dinilai, justru merusak lingkungan hidup.

Meskipun, dalam pernyataannya, Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan menyebutkan, di antara syarat yang diajukan untuk OBOR ialah ramah terhadap lingkungan. Namun, bagi Walhi, keinginan itu tidak dalam realisasinya.

“Sebelum OBOR itu pemerintah China, membuat laporan pelaksanaan. Di dokumen itu disebutkan sektor listrik masih memiliki porsi terbesar dan proyek listrik PLTU batu bara pada 2018 hampir 42 persen,” jelas Yuyun, di Kantor Walhi, Jalan Tegal Parang Nomor 14, Mampang, Jakarta, Senin 29 April 2019.

Lanjut dia, bank-bank China juga berada di urutan ketiga besar dalam pembiayaan proyek-proyek batu bara. Maka, ia sangsi, 28 proyek yang ditawarkan Indonesia dalam OBOR ini akan ramah lingkungan.

Sebab, Walhi melihat indikasi, kalau yang sudah dilaksanakan tersebut tidak berdampak pada ramah lingkungan. Sejak 2015-2017, lanjut Yuyun, sudah diberi peringatan agar bank dan perusahaan China memperhatikan dampak itu. Namun tidak juga diindahkan.

“Persoalannya enggak hanya di China, yang tidak peka terhadap perubahan iklim, tetapi pemerintah kita juga enggak peka terhadap itu. Dari 28 proyek yang diusulkan Indonesia untuk dibiayai skema OBOR, masih ada tiga pembangkit listrik bertenaga batu bara,” jelasnya.

Seperti pembangkit listrik PLTU Celukan Bawang di Kecamatan Gerokgak, Buleleng, Bali. PLTU Mulut Tambang di Sumatera Selatan, yang menurut Walhi justru tidak berpengaruh pada emisi. Dan, itu ditawarkan oleh pemerintah Indonesia sendiri.

“Artinya, Pemerintah Indonesia juga tidak punya sensitivitas pada lingkungan hidup dan perubahan iklim,” katanya