Sistem Keuangan Stabil Tapi Bergerak Lambat

0
373

Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) menilai saat ini diprediksi terjadi perlambatan pertumbuhan ekonomi. Volume perdagangan juga tengah melambat di berbagai negara yang kemudian dapat berdampak pada ekonomi dalam negeri.

“KSSK mengamati beberapa risiko global yaitu pelemahan ekonomi global dan penurunan volume perdagangan ini. Ini setelah kita mengikuti IMF Spring Meeting. Keempat pimpinan merekam dan melihat pembahasan satu sisi tendensi pelemahan dan penurunan volume perdagangan tapi sisi lain menyampaikan kinerja ekonomi Indonesia dan sektor keuangan cukup baik,” jelas Ketua Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Sri Mulyani Indrawati.

Meskipun begitu ia mengatakan, kondisi ekonomi dalam negeri sepanjang Kuartal I-2019 dalam kondisi normal dan berjalan baik. Ini merupakan hasil rapat koordinasi yang dilakukan oleh seluruh anggota KSSK terdiri dari Bank Indonesia, OtoritasJasaKeuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

“Dalam rapat yang berjalan dari malam hari hingga larut malam, kita KSSK menyampaikan hasil pemantauan dari stabilisasi keuangan. Hasilnya stabilitas keuangan triwulan I-2019 terjaga dengan baik,” ujar Sri Mulyani di Kantor Kemenkeu, Jakarta, Selasa (23/4).

Ekonom Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah menilai dalam ukuran stabilitas memang sistem keuangan kita saat ini stabil. Tapi  tidak hanya sekedar perlu stabil saja.

“Kita perlu stabil yang produktif, ibarat bawa mobil, mobil itu melaju kencang dan stabil, tapi kondisi keuangan kita sekarang seperti mobil sedang bergerak lambat dengan stabil. Jadi keuangan kita stabil tapi bergeraknya lambat dilihat dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang rendah, pertumbuhan kredit yang rendah, pembiayaan yang tidak cukup tinggi. Jadi tidak cukupp roduktif,” tandasnya.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.