Selasa, Mei 12, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 824

Kolaborasi Brownies dan Savory Cake Hadirkan Brownsafary yang Unik

0

Kecintaan di bidang kuliner khususnya bakery memantapkan Ivana Indriany terjun ke usaha kuliner. Meski tak memiliki background ilmu kuliner, tak menyurutkan niat Ivana mengeksplorasi resep. Meski sempat gagal menjual Lapis Brownies, namun kreasi paduan Brownies dan Savory Cake dalam Brownsafary sukses merebut pasar pecinta cake dengan citarasa asin dan manis yang menggoyang lidah.

Ivana memulai bisnis dengan menjual hanya Brownies Original, namun seiring berjalannya waktu, ia pun mengkreasikan berbagai jenis brownies yang tidak ada di tempat lain.

Yang terbaru adalah Brownsafary yang merupakan perpaduan antara Brownies dan Savory Cake. Dalam Brownsafary, konsumen akan menemukan rasa cake yang unik yang merupakan perpaduan antara rasa manis dari Brownies dan asin dari Savory Cake.

Pada lapisan atas Brownsafary yang merupakan Savory Cake terdiri dari smoke beef, cheese dan terdapat juga sentuhan Italia yang diwakili oregano. Sedangkan untuk lapisan bawah yang merupakan brownies cokelat yang berisi kacang dan keju.

Kedua lapisan tersebut dipisahkan cream cheese yang membuat Brownsafary semakin kaya rasa dan memiliki sensasi berbeda. Karena tidak menggunakan pengawet, membuat Brownsafary hanya bisa bertahan 4 hari sejak dibuat.

Menurut Ivana, hadirnya Brownsafary ini tak lepas dari kegagalannya dalam mengembangkan kreasi Pisbrow (lapis brownies). Karena sudah ada nama yang sama sehingga Ivana tidak bisa mendaftarkan Pisbrow buatannya dalam HAKI.

“Dari situ saya terus berfikir dan berkreasi untuk membuat produk lain yang belum ada dipasaran dan akhirnya ketemu produk ini,” ungkapnya.

Dalam membuat Brownsafary, Ivana harus melalui masa uji coba resep yang tidak sebentar mulai dari kue yang bantat, hingga gosong harus dilaluinya.

Sebagai produk pioner, Ivana menjual Brownsafary dengan harga yang terjangkau sekitar Rp 65 ribu per loyang ukuran 20×10 cm. Selain Brownsafary, Ivana Cakes juga menjual berbagai jenis cookies seperti nastar, kastengel, putri salju dan lainnya.

“Kami juga membuat kue ulang tahun, nasi box, snack box dengan harga yang terjangkau,” tambah wanita yang mampu menjual ratusan toples cookies ini.

Ivana berbagai tips usahanya. Mulai dari berani mencoba, memiliki kemauan yang tinggi hingga pantang menyerah menjadi pegangan Ivana dalam menjalankan usaha ini.

 

Dari Jualan Door to Door, Kini Rancanangan Pemilik Butik Ini Diminati Konsumen Luar Negeri

0

Otty H Chandra Ubayani demikian nama designer pemilih Oh Boutique ini. Sejak kuliah ia telah mulai merintis bisnis secara door to door produk branded. Kecintaannya pada dunia fesyen dan jiwa bisnis yang semakin tajam diaktualisasikan dengan membuka bisnis butik Sincero di Kemang, Jakarta Selatan yang menjual baju dan tas branded. Namun imbas krisis moneter membuat butik yang dirintis bersama sahabatnya Pengacara Henny Wijoyo itu harus tutup.

Sempat gagal, tak menyurutkan semangat Otty membuka bisnis kembali. Lewat OH Boutique jiwa seni dan talenta desainnya tercurahkan. Ia yang sangat mencintai desain motif lokal dari berbagai daerah selalu menampilkan karya yang menonjolkan kesan mahal dan nyaman. Tak heran berbagai macam desain karyanya banyak mencuri perhatian.

“Saya selalu mengangkat tema dengan motif dari berbagai daerah untuk dikenalkan hingga ke mancanegara,” paparnya.

Di setiap karya desain kreasi Otty selalu mengutamakan kualitas, model yang sedang hits tanpa melupakan kenyamanan bagi pengguna. Bukan hanya itu, produk fesyen OH Boutique juga sangat limited dan eksklusif.

“Kita membuat karya desain sangat terbatas bahkan by custom. Jadi nggak akan tuh ketemu baju yang sama di satu acara atau pesta,” ujar alumnus Program Pendidikan Magister Kenotariatan FH Universitas Diponegoro Semarang ini.

Otty kerap menemukan ide design pada pukul 03.00 WIB sambil menunggu waktu subuh tiba. Selain itu, ia selalu update fashion show dunia sebagai referensi, mengikuti tren mode dari dalam dan luar negeri hingga model dari brand terkenal yang sedang maupun akan hits.

Beberapa karyanya berupa gaun maupun dress dan lainnya kerap dipakai dalam acara fashion show Putri Indonesia. Tak heran ia sering diajak pameran ke luar negeri. Ia juga mengikuti fashion show Sarung dengan ibu-ibu menteri era Presiden Joko Widodo dan masuk dalam buku Sarung yang mendapat dukungan Duta Besar salah satu Negara dan APINDO.

Otty diajak ibu-ibu menteri serta Dewan Kerajinan Nasional yang dipimpin Ibu Yusuf Kalla dan Iriana Joko Widodo sebagai Pembina pada ajang fashion show Tenun di JCC Jakarta yang dihadiri ibu-ibu menteri Kabinet Kerja.

Ke depan Otty memiliki keinginan untuk terus mengembangkan sayap bisnisnya lebih besar lagi dengan memperkenalkan karya lokal ke pasar mancanegara. “Banyak hal yang belum saya lakukan. Saya ingin wujudkan  mimpi-mimpi agar semangat menjalani hidup,” pungkasnya.

 

 

Bocoran Membangun Bisnis Hotel Budget

0

Salah satu operator yang rajin menambah portofolio bisnis hotel budget adalah PT Intiwhiz International, anak usaha PT Intiland Development Tbk yang bergerak di bidang usaha hospitality dan jasa pengelolaan bisnis perhotelan.

Pilihan PT Intiland Development masuk ke bisnis hotel 10 tahun lalu bisa dibilang sangat tepat dengan kondisi saat ini. Menurutnya banyak konsumen hotel yang cek in setelah makan malam dan cek out pagi hari. “Mereka itu ke hotel memang untuk istirahat. Bahkan sebagian tidak sempat sarapan, karena harus ngejar pesawat,” ujar Direktur & CEO Intiwhiz International Moedjianto S. Tjahjono

Dengan mengetahui kebutuhan konsumen tersebut, Intiland mengambangkan hotel budget dengan brand Whiz Hotel di Yogyakarta menyusul Semarang dan Bali di tahun 2008. “Kita bangun hotel sesuai dengan kebutuhan konsumen. Kamar kamitidak besar, tapi kasurnya nyaman dan kita punya patennya. Ada juga mini resto dengan menu kuliner khas daerah tersebut,” tambahnya.

Sebelum membangun sebuah hotel budget, Intiwhiz telah mnghitung detil kriteria kota, lokasi, luas tanah dan jumlah kamar, biaya hingga waktu balik modal. Menurut Moedjianto tak semua kota bisa dimasukinya. “Kita gak akan buka di kota yang harganya tidak reasonable,” jelasnya.

Sementara itu lokasi harus berada atau dekat dengan pusat keramaian dengan luas tanah sekitar 800-1200 meter persegi yang bisa dibangun 100-120 kamar. Adapun anggaran untuk tanah maksimal Rp 10 miliar sedangkan total investasinyasekitarRp 50 juta. “Kalau kotanya tepat, lokasinya strategis, kita targetkan 8 tahun sudah balik modal,” tandasnya.

Moedjianto mengatakan dari 22 hotel Intiwhiz sebagian besar adalah hotel budget bintang 2 dan 3, dengan tingkat okupensi rata-rata 76%. “Tingkat hunian kamar hotel masih bagus di saat belum bergairahnya bisnis hotel,” cetusnya. Adapun tariff kamar hotel Whiz Hotel mulaid ari Rp 350.000 hingga Rp 400.00, sedangkan Whiz Prime sekitar Rp 400.000 hingga Rp 500.000, dan Grand Whiz Hotel Rp 400.000 –  Rp 600.000.

Menurut survey DailySocial pengguna hotel budget memiliki kriteria sendiri dalam memilih tempat menginap. Faktor harga menjadi pertimbangan utama, disusul jarak dengan destinasi terdekat. Sementara itu, faktor lain seperti tingkatan bintang suatu hotel dan fasilitas justru tidak terlalu menjadi perhatian. Adapun kisaran harga hotelbudgetmulai dari Rp.300.000 hingga Rp.700.000 per malamnya.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) rata-rata tingkat okupensi hotel budget(bintang 2 dan 3) naik 5,79 poin dari 51,98 poin menjadi 57,77 poin.

 

10 Pertanyaan Menemukan Passion

0

Mungkin, sekarang Anda mulai bertanya-tanya, bagaimana mengenali passion dalam diri. Tenang, saya telah menyiapkan 10 pertanyaan yang biasa saya ajukan kepada pebisnis. Dan ini teruji, jika Anda mampu menjawab ya ke-10 pertanyaan ini nanti, maka, Anda kemungkinan sukses di bidang yang Anda geluti 99%. Karena, orang-orang yang jelas nyata kesuksesan di bisnisnya masing-masing, setelah saya mengajukan pertanyaan ini. Mereka semua bisa menjawab ya.

Dan sebelum Anda menjawab pertanyaan berkualitas yang akan mengubah hidup Anda ini, saya mensyaratkan satu hal. Saat Anda menjawab nanti, jujurlah kepada diri Anda sendiri. Karena, ini menjadi barometer, apakah yang sedang Anda lakukan sekarang sudah menjadi passion atau belum?

Sementara bagi Anda yang belum mempunyai bisnis sendiri, namun sedang berencana, pada pertanyaan di bawah ini, ubahlah kata ”bisnis” dalam hal apa?

Question Quality of Passion

  1. Apakah bisnis ini menjadi favorit bagi Anda? Mengapa?
  2. Apakah bisnis ini bisa membuat Anda mengembangkan diri dan mengekplorasi diri? Mengapa?
  3. Bila Anda sedang mendapat masalah, Apakah bisnis ini bisa membuat Anda merasa lega (menetralkan) emosi Anda, bila menjalankannya? Mengapa?
  4. Apakah mudah untuk Anda kerjakan? Mengapa?
  5. Apakah mudah bagi  Anda untuk mempelajarinya? Mengapa?
  6. Apakah bisnis ini membuat Anda merasa selalu ingin melakukannya, lagi dan lagi? Mengapa?
  7. Apakah Anda rela mengerjakannya, walau tidak dibayar? Mengapa?
  8. Apakah bisnis ini membuat Anda merasa asyik mengerjakannya, tanpa terasa waktu cepat berlalu dan apakah Anda rela meluangkan waktu lebih untuk bisnis ini (yang sedang Anda kerjakan)? Mengapa?
  9. Apakah bisnis ini, setelah selesai Anda mengerjakannya, membuat Anda merasa lega, atau aktivitas yang bisa memasukkan Anda dalam kondisi ’lelah tapi puas’ (Happy)? Mengapa?
  10. Apakah bisnis ini menghasilkan kebanggaan pribadi, “Terima kasih, Untung ada Anda?” Mengapa?

Nah, kira-kira apa manfaat yang akan Anda peroleh setelah menemukan dan Anda mengetahui passion Anda? Bagi saya cukup dengan satu kalimat, ”Anda tidak merasa lagi sedang bekerja, kecuali sedang bermain-main. Bahkan, Anda akan menganggap bisnis yang sedang Anda kerjakan sebagai jiwa Anda.”

 

 

Oleh:

Rahmadsyah, Mind-Therapist

Mind-Talks Training & Consulting

Certified Hypnotherapy from IBH

Certified Personal Coach from Krishnamurti

Certified Master Practitioner NLP from NF-NLP Florida

Web: www.rahmadsyah.com

Email: rahmadnlp@gmail.com

Wanita Ini Sukses Jalankan Bisnis Fashion, Kuliner hingga Kontraktor

Adalah Siti Sundari, seorang perempuan cantik dan rendah hati yang mampu mengkolaborasi antara passion, peluang dan keputusan untuk membangun sejumlah bisnis.

Jiwa entrepreneur perempuan yang biasa dipanggil Ari ini muncul sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas di Medan. Dengan uang saku pas-pasan, Ari bersama Kakak sudah membuka usaha penyewaan peralatan untuk pernikahan. Namun usaha tersebut tidak berlangsung lama. Tepat di tahun 2005, Ari memutuskan untuk melanjutkan pendidikan Sarjana Ekonomi di Unissula, Semarang dan Pascasarjana di Universitas Diponegoro, Semarang.

Di sela-sela kuliah, perempuan kelahiran Medan, 21 April 1986 ini sudah bekerja di bidang administrasi. Tetapi seiring berjalannya waktu, panggilan hati dan kreativitas Ari di bidang bisnis datang begitu kuat. Ia mulai mencoba peruntungan untuk berbisnis fashion.

Pertama kali membuka bisnis, ia membeli pakaian jadi lalu ia mengikuti pameran. Untuk jenis busana yang dipilih, Ari tidak mengikuti tren, tetapi ia lebih suka menjual pakaian yang nyaman dikenakan. Akhirnya Ari memutuskan untuk memproduksi busana sendiri dengan label Rifa. Hingga kini ia mempunyai empat toko pakaian di Kudus, Jombang, Salatiga dan Kalimalang.

Rata-rata busana yang dihadirkan adalah gamis dengan atasan yang dijual harian untuk menengah ke atas. Sementara untuk harga yang ditawarkan mulai dari Rp 200 ribu.

Memasarkan produknya agar dapat diterima masyarakat luas, strategi yang diterapkan Ari adalah menjaga pelanggan dan mempertahankan kualitas. Ari percaya jika kualitas yang dihadirkan sesuai dengan harga yang ditawarkan, maka konsumen akan bertahan bahkan bertambah.

Selain menekuni bisnis fashion, Ari juga sudah berkecimpung di bisnis kuliner sejak tahun 2010, tetapi sempat vakum. Namun di tahun 2015, Ari memulainya kembali lewat bisnis katering sampai sekarang.

Di bulan November 2018, Ari membuka kuliner baru dengan nama Nasi Kulit Sultan. Nasi Kulit Sultan adalah nasi putih biasa yang disajikan dengan kulit ayam dan ditambah taburan serundeng. Uniknya meski rasanya gurih dan lezat, Ari membuatnya tanpa menggunakan MSG.

Tak hanya kuliner dan fashion, perempuan yang ramah ini juga sudah menekuni bisnis kontraktor sejak ia duduk di bangku kuliah. Bisnis kontraktor dijadikan bisnis sampingan Ari sebagai pasif income. Ia memiliki properti seperti rumah dan kos-kosan yang disewakan.

Emoh Nguli, Generasi Milenial Pilih Jadi Entrepreneur

0

Generasi milenial yang jumlahnya akan terus bertambah 5 tahun ke depan, rupanya memiliki cara pandang lain dalam hal pekerjaan.

Pola pikir terbuka dan tak ingin terkekang aturan, generasi milenial enggan menjadi karyawan. Mereka cenderung menginginkan menjadi pebisnis.

Menurut hasil penelitian Sea Group bekerjasama dengan World Economic Forum (WEF) dengan 14 ribu sampling anak muda Indonesia merilis 24% responden ingin memiliki bisnis sendiri, 16,5% ingin melanjutkan bisnis keluarga dan 3,2% ingin bekerja di perusahaan startup.

Di tingkat Asia Tenggara, Indonesia meraih peringkat pertama dengan 25,7% anak muda Indonesia memilih jadi entrepreneur daripada karyawan.

Menurut Santitam Sathiratai, Chief Economist Sea Group alasan utama anak muda Indonesia memilih jadi entrepreneur karena potensi penghasilan yang lebih besar daripada yang diperoleh seorang karyawan.

Generasi milenial memiliki sikap berani, dan ingin hidup mandiri. Hal ini sejalan dengan era digital yang menjadi jalur tepat bagi anak muda Indonesia untuk menjadi pengusaha.

Dilengkapi Anti Lubang, Motor Elektrik iFlow Siap Mengaspal Agustus

Pasca dilkenalkan dalam model konsep setahun lalu, akhirnya join venture Kymco dan 22Motors akhirnya merilis motor elektrik iFlow.

iFlow merupakan motor dengan tenaga baterai dari Kymco Ionex dan akan diproduksi di India.

22Motors mendedikasikan iFlow dengan penuh inovasi teranyar seperti dibenamkannya teknologi IoT canggih dan lainnya. Paling menarik, iFlow dilengkapi deteksi anti lubang guna menghindari pengendara terjebak pada lubang saat berkendara.

Selain mengutamakan kenyamanan pengendara juga menjaga kualitas motor sehingga tidak mudah rusak.

iFlow segera meramaikan jalanan mulai Agustus 2019 yang ditawarkan dengan harga US$ 1.290 atau Rp 18,4 juta (kurs 14.300/US$).

Pembeli motor iFlow tidak akan mendapatkan beterai, namun konsumem bisa menukar baterai di stasiun penukaran baterai milik 22Kymco.

22Kymco akan menambah jumlah stasiun pengisian Ionex di seluruh India akan mengembangkan jaringan 300 diler.

Perusahaan Tambang Emas Ini Terbitkan Obligasi Rp 3 Triliun dengan Bunga 10-11%

0

Berbagai cara dilakukan perusahaan publik guna mendapatkan suntikan dana segar guna mendukung operasional hingga pengembangan bisnis perusahaan. Hal ini pula yang dilakukan PT J Resources Asia Pasific Tbk.

Perusahaan tambang emas ini siap menerbitkan obligasi lewat Penawaran Umum Berkelanjutan Obligasi.

Tak sembarang, perusahaan ini menargetkan total dana hingga Rp 3 triliun dengan tahap awal Rp 500 miliar.

Yang menarik, besar bunga obligasi yang ditawarkan 10-11%/tahun. Bunga obligasi dibayarkan triwulanan.

William Sunarta, Direktur PT J Resources menunjuk penjamin pelaksana emisi PT BNI Sekuritas dan PT Indo Premier Sekuritas.

Lebih lanjut ia mengatakan penawaran obligasi tahap I tahun 2019 setelah dikurangi biaya emisi, seluruhnya akan digunakan untuk modal kerja perusahaan guna mendukung operasional group J Resources serta refinancing Medium Term Notes (MTN) yang jatuh tempo Mei 2020-Februari 2021.

BI: Utang RI per April Tembus Rp 5.577,4 Triliun

0

Utang luar negeri (ULN) Indonesia terus meningkat. Menurut rilis Bank Indonesia (BI) hingga akhir April 2019, utang Indonesia naik 8,7 persen dibandingkan bulan sebelumnya menjadi Rp 5.577,4 triliun (kurs 14.326/US$).

Menurut BI, ULN tersebut terdiri atas utang pemerintah dan bank sentral sebesar Rp 2.717,7 triliun dan Rp 2.859,6 triliun terdiri atas utang BUMN.

BI mengklaim peningkatan ULN karena transaksi penarikan neto utang luar negeri serta dipengaruhi penguatan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

BI menyebut meski ULN meningkat, namun dari sisi penyerapan utang cenderung melambat. ULN hingga April 2019 naik 186,7 miliar US$ atau tumbuh 3,4% (yoy). Sedangkan pertumbuhan utang bulan Maret naik 3,6% (yoy).

Peningkatan ULN swasta disebut BI jauh lebih besar dari pemerintah atau naik 14,5% (yoy) lebih tinggi dari bulan sebelumnya yakni 13,0% (yoy).

Cushy Churros: Modal Rp 45 Juta Setahun Balik Modal

0

Masyarakat Indonesia memang dikenal memiliki rasa penasaran yang tinggi dan terbuka dengan segala sesuatu yang baru, tidak terkecuali soal makanan. Tak heran bila jajanan asing yang belum pernah dijual di dalam negeri, selalu diantre pelanggan. Hal tersebut yang menginspirasi Denny Lim membuka usaha jajanan khas Spanyol Churros.

Bermodal uang sebesar Rp 30 juta yang digunakan untuk sewa tempat, membeli peralatan dan bahan baku, serta modal awal akhirnya membuka Chuross bengan brand Cushy Churros di Super Mall Karawaci, Jakarta Barat.

Masih belum familiarnya Churros membuat banyak orang yang penasaran untuk mencoba jajanan khas Spanyol tersebut. Meski begitu penjualan masih belum memuaskan, baru 6 bulan kemudian Danny pindah lokasi ke area makanan (food court).

Keputusan tersebut terbukti tepat, pasalnya di lokasi tersebut Denny mampu meraup omset rata-rata sebesar Rp 1 juta/hari yang bisa meningkat hingga dua kali lipat pada akhir pekan dan liburan.

“Sewa tempatnya memang lebih mahal, tapi sebanding dengan omset yang didapatkan,” ujar Denny.

Mungkin nama Churros belum begitu familiar ditelinga masyarakat Indonesia. Wajar saja, pasalnya masing sangat sedikit pelaku usaha jajanan khas Negeri Matador tersebut. Menurut pria kelahiran Jakarta 10 Juni 1991 ini Churros adalah donat khas Spanyol berbentuk panjang dengan tekstur bergerigi pada bagian sampingnya yang dibalut serbuk cinnamon dan hidangkan dengan saus cokelat.

Selain Churros, Cushy Churros juga menawarkan Cupuff yaitu Churros dengan ukuran sedikit lebih besar namun memiliki tekstur yang lebih lembut dari Churros. Ada 6 pilihan saus dan topping yang ditawarkan Cushy Churros yaitu Dark Chocolate, Milk Chocolate, Hazelnut Chocolate, Strawberry, Green Tea, dan Aren Caramel. Sedangkan untuk pilihan topping yang disediakan Cushy Churros adalah Oreo, Cheese, Almond, Marshmellow, Cookie Crumble, dan Rainbow Sprinkless.

Seporsi Cushy Churros  cukup dijual Rp 15 – 25 rib isi 6-7 Churros atau 5-6 Cupuff. Dari harga jual tersebut Denny mengaku mendapatkan margin keuntungan sebesar 300% dari harga pokok penjualan.

“Selain itu kami juga menawarkan Ice Cream dan aneka minuman blended,” ujarnya.

Investasi.

Ada 2 pilihan investasi yang ditawarkan yaitu paket Mini Booth sebesar Rp 45 juta dan Booth Island sebesar Rp 75 – 100 juta tergantung luas lokasi.

Denny mengaku tidak menargetkan kapan Terwaralaba (Mitra) akan balik modal. Hanya saja berdasarkan pengalaman Terwaralaba dapat balik modal dalam setahun. Dengan target omset sebesar Rp 400 – 500 ribu/hari untuk paket Mini Booth, dan Rp 1 juta untuk paket Booth Island maka Terwaralaba akan meraup keuntungan bersih sebesar Rp 4 – 8 juta/bulan.

Untuk itu Denny menyarankan Terwaralaba memilih lokasi yang strategis seperti depan mini market dan mal. “Kita menyerahkan pemilihan lokasi sepenuhnya pada Terwaralaba, karena Terwaralaba yang paling paham lokasi mereka,” ujarnya.