Wanita Ini Sukses Jalankan Bisnis Fashion, Kuliner hingga Kontraktor

0
660

Adalah Siti Sundari, seorang perempuan cantik dan rendah hati yang mampu mengkolaborasi antara passion, peluang dan keputusan untuk membangun sejumlah bisnis.

Jiwa entrepreneur perempuan yang biasa dipanggil Ari ini muncul sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Atas di Medan. Dengan uang saku pas-pasan, Ari bersama Kakak sudah membuka usaha penyewaan peralatan untuk pernikahan. Namun usaha tersebut tidak berlangsung lama. Tepat di tahun 2005, Ari memutuskan untuk melanjutkan pendidikan Sarjana Ekonomi di Unissula, Semarang dan Pascasarjana di Universitas Diponegoro, Semarang.

Di sela-sela kuliah, perempuan kelahiran Medan, 21 April 1986 ini sudah bekerja di bidang administrasi. Tetapi seiring berjalannya waktu, panggilan hati dan kreativitas Ari di bidang bisnis datang begitu kuat. Ia mulai mencoba peruntungan untuk berbisnis fashion.

Pertama kali membuka bisnis, ia membeli pakaian jadi lalu ia mengikuti pameran. Untuk jenis busana yang dipilih, Ari tidak mengikuti tren, tetapi ia lebih suka menjual pakaian yang nyaman dikenakan. Akhirnya Ari memutuskan untuk memproduksi busana sendiri dengan label Rifa. Hingga kini ia mempunyai empat toko pakaian di Kudus, Jombang, Salatiga dan Kalimalang.

Rata-rata busana yang dihadirkan adalah gamis dengan atasan yang dijual harian untuk menengah ke atas. Sementara untuk harga yang ditawarkan mulai dari Rp 200 ribu.

Memasarkan produknya agar dapat diterima masyarakat luas, strategi yang diterapkan Ari adalah menjaga pelanggan dan mempertahankan kualitas. Ari percaya jika kualitas yang dihadirkan sesuai dengan harga yang ditawarkan, maka konsumen akan bertahan bahkan bertambah.

Selain menekuni bisnis fashion, Ari juga sudah berkecimpung di bisnis kuliner sejak tahun 2010, tetapi sempat vakum. Namun di tahun 2015, Ari memulainya kembali lewat bisnis katering sampai sekarang.

Di bulan November 2018, Ari membuka kuliner baru dengan nama Nasi Kulit Sultan. Nasi Kulit Sultan adalah nasi putih biasa yang disajikan dengan kulit ayam dan ditambah taburan serundeng. Uniknya meski rasanya gurih dan lezat, Ari membuatnya tanpa menggunakan MSG.

Tak hanya kuliner dan fashion, perempuan yang ramah ini juga sudah menekuni bisnis kontraktor sejak ia duduk di bangku kuliah. Bisnis kontraktor dijadikan bisnis sampingan Ari sebagai pasif income. Ia memiliki properti seperti rumah dan kos-kosan yang disewakan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.