Selasa, Mei 12, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 812

6 Langkah Jadi Pengusaha Bagi Pemula

0

Setidaknya ada enam langkah yang bisa dilakukan bagi Anda yang ingin menjadi seorang pengusaha. Sudah siap?. Yuk kita mulai ya dari yang pertama

Pertama, Niat

Untuk memulai usaha, tentukan niat anda apa untuk memulai usaha ini. Karena niat sangat penting menentukan arah dari usaha Anda. Niat menjadi pengusaha bermacam-macam seperti mencari profit, pingin terkenal, mandiri, tidak terikat oleh waktu jam kantor maupun agar tidak di suruh-suruh oleh orang lain.

Niatkan dari awal bahwa Anda membangun usaha  bukan hanya mendapatkan profit, bukan hanya untuk meningkatkan ekonomi semata, namun juga untuk bermanfaat untuk orang lain. Jika dari awal salah niat, maka dipastikan usaha yang di bangun tidak akan membuahkan hasil dan hanya membuang-buang waktu Anda. Dan tak kalah penting adalah mencari rizki untuk mendapatkan ridho dari Nya.

Kedua, Focus Ke Peluang Yang Ada

Ketika niat Anda sudah lurus dalam membangun bisnis, selanjutnya adalah melihat peluang bisnis. Karena Anda membuka bisnis tanpa melihat peluang kedepan, maka kemungkinan bisnis Anda terhambat tumbuh menjadi lebih besar. Cara melihat peluang bisnis salah satunya dengan mengamati sekitar Anda.

Contoh jika di sekitar Anda jauh dari pasar, Anda bisa menghadirkan layanan belanja atau membuka didepan rumah kebutuhan pokok untuk rumah tangga. Lalu bisa juga melihat peluang bisnis dengan hobi yang Anda senangi. Contohnya jika Anda suka memelihara kelinci, Anda bisa berbisnis kelinci hias maupun kelinci daging.

Lalu cara melihat peluang usaha Anda selanjutnya bisa dnegan bekerja sama dengan orang lain. Jika Anda mempunyai teman yang punya kemampuan, Anda bisa bekerja sama dengannya. Bisa jadi teman Anda yang membuat produknya lalu Anda yang menjualnya.

Ketiga, Cari Referensi

Untuk mencari referensi bisnis, Anda bisa melihat di social media lalu lihatlah apa yang sedang dibutuhkan oleh orang banyak. Bisa juga Anda membaca buku-buku bisnis agar wawasan bisnis Anda bertambah. Lalu untuk mencari referensi bisnis, Anda bisa mengikuti pelatihan-pelatihan bisnis offline maupun online. Anda akan bertemu orang-orang yang sudah terbiasa dengan bisnis lalu bisa melakukan diskusi untuk referensi bisnis Anda.

Keempat, Restu

Setelah Anda menetapkan niat, melihat peluang dan mencari refensi bisnis Anda, langkah selanjutnya adalah meminta restu dari orang yang anda sayangi. Mintalah restu kepada orang tua Anda, karena restu orang tua membuat apapun yang Anda lakukan pastinya akan lancar.

Dengan restu orang tua, hambatan apapun yang Anda akan hadapi akan terasa ringan dan Anda akan kuat menghadapi cobaan di bisnis Anda. Jika Anda sudah menikah, mintalah restunya karna pasangan Anda yang akan menemani manis pahitnya perjuangan Anda dalam bisnis. Pasangan Anda lah orang yang akan mendengarkan keluh kesah dalam bisnis Anda dan juga bisa memberikan solusi ketika Anda sedang kesusahan

Kelima, Bekali Dengan Ilmu Dan Bimbingan Mentor

Bisnis tanpa Ilmu adalah sia-sia. Karena dengan ilmu bisnis Anda akan jauh lebih berkembang. Dan tentu saja dengan ilmu hal-hal buruk dapat dihindari seperti kesalahan perhitungan modal, salah target pasar sampai dengan meminimalisir kerugian.

Cara mendapatkan ilmu bisa dengan mengikuti pelatihan bisnis, seminar maupun ikut kelas e-course yang tersedia. Juga sangatlah penting mempunyai mentor. Mentor akan membimbing dan akan memberitahu hal hal apa saja yang harus dilakukan dan dihindari dalam bisnis Anda. Memilih mentor jangan asal memilih karena kesalahan memilih mentor akan membuat bisnis Anda semakin terpuruk.

Keenam, Tawakal

Di bawah ini merupakan salah satu hadist mengenai keuntungan orang yang bertawakal

“Dan barangsiapa bertawakal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendakiNya). Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS ath-Thalaq [65] : 3)

Banyak orang yang salah memahami dan menempatkan arti tawakal yang sesungguhnya. Tidak jarang ada yang menanggapinya dengan ucapan: “Iya, tapi kan bukan cuma tawakal yng harus diperbaiki, usaha yang maksimal juga harus terus dilakukan!”.

Benar sekali bahwa usaha itu penting, namun sadarilah bahwa usaha saja tidak cukup. Sadarilah bahwa semua ini adalah milikNya, jadi ketika semua usaha telah dilakukan maka bersandarlah kepadaNYa.

Ketika tawakal sudah di jalankan maka semua akan terasa mudah dan ringan. Dalam bisnis hal terpenting adalah persisten / tekun. Di zaman sekarang banyak orang yang melakukan sesuatu namun tidak sampai selesai atau tuntas. Jika Anda memutuskan sesuatu maka mulailah sampai tuntas.

Jika Anda melakukan sesuatu namun tidak menuntaskannya maka hal itu hanya akan membuang waktu Anda dan juga sia-sia. Buatlah bisnis mulai dari sekarang untuk dapat bermanfaat bagi orang banyak di masa depan.

Luruskan niat Anda dalam berbisnis selain mencari keuntungan juga bermanfaat kepada sesama agar Lelah Anda dalam berbisnis menjadi ibadah di sisi Nya.

 

Oleh : Tim entrepreneurID

Tingkatkan Cuan dengan Pernuhi Permintaan Konsumen

Pada dasarnya, permintaan konsumen dapat muncul dari keinginan dan atau kebutuhan konsumen. Terus, apa bedanya permintaan yang datang dari keinginan dan dari kebutuhan konsumen?

Bagi konsumen, keinginan tidak selalu harus terpenuhi, misalnya ingin baju yang mahal, sepatu yang bagus, ingin makan yang enak, ingin HP yang canggih, dll. Keinginan konsumen yang belum terpenuhi biasanya bisa diganti dengan yang lainnya, contoh, belum terpenuhinya keinginan memiliki HP yang canggih karena keterbatasan uang yang dimiliki, masih bisa diganti dengan membeli terlebih dahulu HP yang sesuai anggaran, atau menunggu uang terkumpul dulu.

Sementara, bagi konsumen kebutuhan adalah sesuatu yang harus terpenuhi. Kebutuhan akan makan, minum, transportasi, dll. Kebutuhan ini juga umumnya tidak dapat diganti sehingga mutlak harus dipenuhi. Konsumen yang sedang haus hanya bisa dipenuhi dengan sebuah produk minuman. Konsumen yang ingin bepergian jauh, hanya bisa dipenuhi dengan alat transportasi.

Dengan pemahaman tersebut, sangat disarankan pelaku usaha untuk melakukan dua hal ini:

  1. Memiliki produk yang merupakan kebutuhan konsumen, karena produk yang merupakan kebutuhan konsumen akan memiliki potensi transaksi yang lebih besar dibanding produk yang baru merupakan keinginan konsumen
  2. Kalaupun produk yang diusahakan merupakan produk keinginan konsumen, pelaku usaha harus mampu membuat produk itu menjadi kebutuhan konsumen. Perhatikan produk HP, bagi konsumen dahulu masih menjadi keinginan, sehingga tidak/belum terbeli tidak menjadi masalah, namun saat ini HP sudah mulai menjadi kebutuhan bagi sebagian besar konsumen, yang bila tidak terpenuhi/dimiliki akan menimbulkan masalah. Meskipun dengan skala yang berbeda namun pelaku usaha dapat meniru apa yang dilakukan oleh industri telepon genggam (HP) tersebut, yang mampu secara perlahan menjadikan produk keinginan menjadi produk kebutuhan konsumen.

Permintaan Karena Peran Keluarga dan Lingkungan

Permintaan konsumen tidak selalu datang dari keinginan atau kebutuhan sendiri. Tidak jarang seorang konsumen membeli sebuah produk bukan karena konsumen tersebut menginginkan atau membutuhkan, namun karena keluarganya (istri atau anak) yang menginginkan atau membutuhkannya (perhiasan, seragam sekolah, ice cream, dll).

Oleh karena itu, dalam aktivitas pemasaran juga perlu memperhatikan orang lain dan lingkungan yang berada di sekitar target pasar/konsumen yang dimaksud, karena banyak pihak yang terlibat dalam sebuah keputusan membeli atau melakukan transaksi.

Ada beberapa pihak yang terlibat dalam sebuah keputusan membeli, seperti pihak yang memiliki ide atau kebutuhan, pihak yang mengambil keputusan, pihak yang memiliki uang untuk membeli, pihak yang melakukan pembelian ke lokasi, hingga pihak yang menggunakan produk.

Bisa saja seorang konsumen merupakan pihak yang membutuhkan sekaligus yang memutuskan dan memiliki uang untuk membeli serta digunakan sendiri, namun bisa juga antara satu pihak dengan pihak lain berbeda orang. Bila demikian, maka pelaku usaha perlu memperhatikan kepada pihak yang mana perhatian harus difokuskan.

Sebagai contoh, produk mainan anak-anak, sepertinya pihak yang membutuhkan, dalam hal ini anak-anak adalah pihak yang paling harus menjadi fokus perhatian, karena biasanya pihak-pihak lain akan mengikuti anak tersebut, termasuk orangtua yang memutuskan dan memiliki uang.

Bagi pelaku usaha, memahami permintaan konsumen sangat diperlukan, karena konsumen memiliki perilaku permintaan yang unik dan berbeda satu dengan yang lainnya. Masih banyak perilaku permintaan konsumen yang dapat digali dan perlu dipelajari, selain yang telah dijelaskan dalam tulisan ini.

Namun demikian, semoga dengan beberapa hal tentang permintaan konsumen yang telah dijelaskan di atas, pelaku usaha mendapat masukan dan pemahaman baru berkaitan dengan aktivitas usaha sehari-hari. Semoga bermanfaat.

 

Oleh : Aris Budi Setyawan

Program DIII Bisnis dan Kewirausahaan

Universitas Gunadarma

 

The SIMA Resmi Dipasarkan Dengan Tawaran Diskon

0

Pengembang properti PT Grage Trimitra Usaha (GTU) baru saja melakukan perjanjian kerjasama dengan PT BRI Tbk yang dilakukan Direktur Utama PT GTU Ray Rumawas dengan Andika Sibarani, Pemimpin Cabang PT BRI (Persero) Tbk. Jakarta.

Dengan dilakukannya kerjasama ini, sekaligus juga dimulainya The SIMA Office Tower, sebagai bagian dari apartemen IZZARA di Jl. TB. Simatupang, Jakarta Selatan.

Dalam kerjasama ini telah disepakati saling mendukung penjualan ruang perkantoran The SIMA dalam bentuk fasilitas kepemilikan unit kantor. Ini kerjasama kedua setelah kerjasama pemilikan dan sewa apartemen The IZZARA.

Adapun penawaran kredit pemilikan apartemen (KPA) IZZARA ditawarkan suku bunga 5,25% untuk dua tahun pertama masa kredit. Tak hanya itu,  IZZARA memberikan promosi Cashback DP sebesar 15%. Cukup membayar DP 5%, konsumen bisa langsung akad kredit dengan unit yang siap huni atau disewakan. Sementara untuk KPO The SIMA,akan diberikan diskon DP bagi sejumlah pembeli pertama unit ruang kantor.

The SIMA Office Tower terdiri dari 30 lantai dengan 3 lantai retail area dengan floor plate area seluas 2.000 m2 dengan fasilitas lengkap, 5 basement parkir, 5 passanger lift, dan 6 passanger lift untuk high zone area serta 1 service lift.

 

 

Benamkan Fitur 5G, Apple 12 Diluncurkan Tahun 2020

0

Sebagai gadget kelas premium, iPhone 12 memang sangat ditunggu-tunggu kehadirannya. Maklum magnet dari smartphone satu ini sangat kuat. iPhone memiliki pasar kelas menengah ke atas yang cukup loyal. Bukan hanya itu, prestis yang melekat pada ponsel ini menjadi daya pikat utama penjualannya terus melesat.

Seperti dilansir Phone Arena, iPhone 12 akan segara hadir dengan fitur terbaru yang dirilis tahun 2020. iPhone 12 akan mengalami peningkatan pada kamera, handset mendukung teknologi Time-of-Flight serta penambahan Apple iPhone murah (iPhone 12R) pada jajaran iPhone terbaru.

Tidak hanya peningkatan pada kamera, ponsel juga mendukung fitur 5G. Fitur 5G ini diharapkan sudah sepenuhnya didukung oleh semua handset iPhone 12. Bukan hanya itu, Apple akan meluncurkan iPhone 5G pertamanya pada tahun 2020 dengan menggunakan modem yang disediakan oleh Qualcomm.

Setidaknya ada tiga model iPhone yang akan diluncurkan. iPhone berlayar 6,7 inci, 6,1 inci, dan 5,4 inci. Ketiga model akan memiliki layar OLED, yang lebih berwarna daripada panel LCD. iPhone berlayar 6,1 inci tidak akan menggunakan teknologi 5G.

 

Kewalahan Penuhi Permintaan Belut 2 Ton Sehari

0

Berawal saat menyambangi sebuah pasar di Lampung pertengahan tahun 2008, secara tak sengaja M Fajar Junariyata menjumpai pedagang belut. kala itu di Lampung harga belut masih sangat murah Rp 8 ribu per kilo sedangkan di wilayah Jabodetabek harga belut sudah menembus Rp 28 ribu per kilo. Melihat cukup jauhnya ketimpangan harga tersebut membuat pria yang akrab disapa Fajar ini menangkap sinyal bisnis.

Tak menunggu waktu lama Fajar akhirnya melakukan usaha jual beli belut dengan merogoh kocek Rp 1,2 juta sebagai modal awal. Setiap hari belut yang dijualnya di pasar selalu habis, berapa pun jumlah belut yang dibawa. Aktivitas jual beli belut dilakukan Fajar hampir 7 bulan dengan pergi pulang Sentul Lampung setiap akhir pekan.

Memasuki awal 2009 Fajar mengalami kecelakan hebat saat ingin kembali ke Sentul. Hal itu membuat Fajar harus memutar otak agar bisnis belutnya tetap berjalan. Tercetuslah ide untuk membudidaya belut sendiri karena jika terus mengambil dari Lampung dirasa Fajar kurang efisien dari segi waktu, biaya dan tenaga.

Di masa trial and error Fajar mencoba budidaya belut dengan memakai 6 drum kaleng yang dirangkai menjadi 3 drum berdiameter 80cm di pekarangan rumahnya seluas 800 meter persegi di bilangan Babakan Madang, Sentul Bogor, Jawa Barat dengan modal yang terbilang sangat minim hanya Rp 600 ribu. Dengan mengikuti cara konvensional yaitu menggunakan lumpur sebagai media pembesaran menurut Fajar hasil yang dirasa tidak seimbang dengan tenaga yang dikeluarkan selama masa pembesaran.

“Saya angkut lumpur dari sungai, sudah cape-cape ternyata hasilnya gak seimbang,” kenang pria kelahiran Sragen 49 tahun lalu ini.

Kendati hasilnya masih belum maksimal Fajar tak patah arang untuk terus mencoba dengan memodifikasi teknik budidaya. Setelah mengalami beberapa kali uji coba akhirnya suami dari Sulistiana ini menemukan cara yang cukup efisien dan mampu meningkatkan produksi hingga 3-4 kali lipat. Yaitu, teknik budidaya belut air bening sehingga tak lagi memerlukan lumpur sebagai media.

“Setelah saya analisis secara berkelanjutan belut itu termasuk hewan yang tidak dapat mempertahankan diri karena tidak memiliki sirip, gigi, patil dan sisik layaknya ikan sehingga belut memerlukan lumpur hanya sebagai tempat mempertahankan diri saja. Dibiakkan tanpa lumpur pun belut tetap bisa hidup dan untuk sekadar perlindungan saya gunakan kedebong pisang,” ujar Fajar.

Seiring waktu Fajar terus mengembangkan usahanya dengan melakukan pembesaran dan pembenihan. Khusus pembenihan wadah penampungan harus tetap terisi lumpur sebagai media untuk berkembang biak.

Fajar bisa memnggeluti usaha di bidang agribisnis karena sudah hobby sedari kecil, semua teknik budidaya belut ia dapatkan secara otodidak tanpa mengikuti pelatihan.

“Kebetulan saya terlahir sebagai anak desa yang gemar berkebun dan beternak oleh karenanya kini saya juga telah mendirikan PKBM Baitul Ilmi sebagai sarana pelatihan budidaya belut,” ujar pria jebolan S3 Ilmu Filsafat UNJ ini.

Pangsa Pasar Luas

Fajar melihat hingga detik ini prospek usaha belut masih cerah karena pangsa pasar yang luar biasa luas. Memenuhi permintaan dalam negeri saja ia masih kewalahan. Seperti permintaan dari salah satu supermarket modern sehari rata-rata 100 kg belut.

Bahkan permintaan jauh lebih tinggi untuk pasar ekspor. Khusus untuk memenuhi pasar Jepang, permintaannya hingga 2 ton setiap hari, namun Fajar belum bisa menyanggupi secara berkesinambungan karena produksi belut yang masih tidak stabil ditambah dengan peternak belut yang jumlahnya belum banyak dan skalanya masih kecil.

“Saya paling baru bisa menyanggupi 1 minggu 2 ton sedangkan untuk kebutuhan dalam negeri 3 hari sebanyak 50 kg,” uajr anak ke-3 dari 7 bersaudara ini.

Melihat jumlah permintaan yang begitu tinggi tak jarang Fajar memenuhinya dengan belut tangkapan alam. Dari permintaan pasar yang begitu tinggi Fajar merasa tak pernah menjumpai pesang karena bagi Fajar sesama peternak belut merupakan suatu usaha yang saling melengkapi, bahkan Fajar sangat menganjurkan bagi siapa pun untuk membudidayakan belut supaya permintaan pasar yang begitu tinggi bisa sedikit tertutupi.

 

Kenapa Harus Menjadi Pengusaha?

0

Masih tetap semangat di minggu kedua di bulan Juli ini?. Ingin mendapatkan pendapatan tambahan namun bingung caranya?, Lelah dengan aktifitas sehari-hari di dunia pekerjaan?, Ingin mengubah kehidupan sekarang menjadi lebih baik?. Jawabannya adalah dengan menjadi pengusaha

Memulai menjadi seorang pengusaha baiknya di mulai dari sekarang. Kenapa harus menjadi pengusaha?, Dan kenapa harus mulai dari sekarang?

Banyak alasan kenapa harus mulai menjadi pengusaha, jika Anda adalah seorang pekerja kantoran berpikirlah bahwa Anda mempunyai batas waktu untuk bekerja.

Tidak selamanya tubuh anda akan mampu bekerja di masa yang akan datang dibanding dengan masa sekarang. Dengan menjadi pengusaha Anda mempersiapkan masa depan Anda yang lebih baik dengan bekerja lebih sedikit di masa depan karena sudah membangun usaha mulai dari sekarang.

Dan juga bagi para ibu rumah tangga. Liatlah harga sembako yang semakin hari semakin naik sedangkan gaji suami tidak lah berubah. Dengan menjadi pengusaha bukan hanya keluarga yang dapat dijaga, juga dapat membantu memenuhi kebutuhan rumah tangga tanpa meninggalkan keluarga.

Sekarang adalah waktu yang tepat bagi anda memulai usaha dikarenakan di masa depan banyak orang yang lebih membutuhkan pekerjaan. Dengan membuka usaha bukan hanya dapat membantu diri Anda namun juga dapat membantu orang lain dengan membuka lapangan kerja untuk mereka.

Oke itu lah 6 hal yang dilakukan ketika memulai

– usaha

– Niat

– Focus ke peluang yang ada

– Cari referensi

– Restu

– Bekali dengan ilmu dan bimbingan mentor

Tidak ada kata terlambat dalam memulai usaha, teruslah berjuang menggapai impian Anda. Hari ini berat, Esok lebih berat lagi. Akan tetapi esok lusanya, akan ada hari yang indah. Jika Anda tidak menyerah, Anda masih memiliki kesempatan. Menyerah adalah kegagalan terbesar. (Jack Ma)

Semoga bermanfaat untuk bisnis Anda kedepannya Anda ke depannya.?

 

Oleh : Tim entrepreneurID

Pentingnya Memahami Permintaan Konsumen

Salah satu kunci keberhasilan sebuah usaha adalah dengan memahami permintaan dari konsumen. Secara teori, ada hukum permintaan yang mengatakan, “apabila harga sebuah produk tinggi/mahal, maka permintaan konsumen akan berkurang, dan sebaliknya bila harga produk tersebut turun maka permintaan konsumen terhadap produk tersebut akan meningkat”, dengan catatan faktor selain harga, untuk sementara dianggap tidak berubah (ceteris paribus).

Hukum permintaan tersebut memberikan pesan yang sederhana bagi pelaku usaha, jika ingin permintaan dari konsumen naik, maka turunkanlah harga. Namun demikian, dalam kehidupan sehari-hari, sering kali hukum tersebut tidak berjalan karena selain harga banyak faktor lain yang mengalami perubahan (syarat ceteris paribus tidak berlaku). Sehingga, meskipun telah menurunkan harga, permintaan tidak kunjung mengalami peningkatan, karena ternyata:

  1. Meskipun harga sudah lebih murah, namun harga barang sejenis milik pesaing jauh lebih murah (penurunan harganya lebih banyak)
  2. Pendapatan konsumen atau daya beli konsumen turun lebih besar dari persentase penurunan harga tersebut, sehingga meski sudah murah namun tetap saja masyarakat tidak menambah pembeliannya atau belum mampu membelinya
  3. Pelayanan yang buruk, sehingga meski harga sudah turun namun konsumen merasa enggan membeli karena mendapatkan perlakuan/pelayanan yang tidak baik
  4. Kualitas yang menurun, sehingga konsumen tetap tidak menambah permintaannya karena menyadari bahwa meski harga turun namun konsumen akan mendapat produk dengan kualitas yang juga kurang baik.

Masih banyak faktor lain yang bisa terjadi (seperti lokasi, kelengkapan dan ketersediaan produk dalam jumlah yang cukup, cara pembayaran, dll), sehingga kebijakan penurunan harga tidak selalu diikuti dengan naiknya permintaan.

Dengan memahami ini, maka yang perlu dilakukan adalah mencoba mengantisipasi faktor-faktor selain harga tersebut. Bila ingin permintaan meningkat dengan penurunan harga yang telah dilakukan, maka pelaku usaha harus tetap memperhatikan harga dari pesaing, tetap memberikan pelayanan yang baik dan seterusnya.

Permintaan Riil dan Permintaan Potensial

Hal lain yang perlu diketahui oleh pelaku usaha adalah tentang Permintaan Riil dan Permintaan Potensial. Permintaan riil adalah permintaan konsumen yang kemudian diikuti dengan terjadinya transaksi (benar-benar menjadi transaksi), sementara permintaan potensial, adalah permintaan yang memiliki potensi menjadi sebuah transaksi, namun masih memerlukan upaya tambahan dari pelaku usaha agar menjadi permintaan riil.

Sering kali kita jumpai, karena pelaku usaha sudah melakukan promosi dengan baik, kemudian seorang konsumen sudah datang ke lokasi usaha, sangat tertarik dan ingin membeli sebuah produk, namun kemudian membatalkan niatnya. Mengapa demikian? Ternyata warna yang diinginkan tidak ada, ukuran yang dikehendaki tidak tersedia, harus membayar tunai sementara uang yang dibawa tidak cukup, tidak tersedia layanan antar padahal produk yang dibeli sangat besar ukurannya dan berat, dan alasan sejenis lainnya.

Dengan contoh tersebut dapat dilihat bahwa pelaku usaha sudah kehilangan kesempatan (potensi) mendapat sebuah transaksi, hanya karena tidak menyediakan pilihan warna dan ukuran yang komplit, tidak menerima pembayaran dengan kartu kredit atau tidak ada skema pembayaran secara kredit, dan tidak bersedia membantu mengantar produk yang akan dibeli, dan seterusnya. Oleh karena itu, agar permintaan potensial tersebut berubah menjadi transaksi maka penyebab-penyebab konsumen tadi membatalkan niatnya, perlu diatasi.

Oleh : Aris Budi Setyawan

Program DIII Bisnis dan Kewirausahaan

Universitas Gunadarma

Tekan Harga Tiket Pesawat, Pemerintah Bebaskan Pajak Produk Impor

0

Industri penerbangan yang terus mendapat sorotan karena harga tiket pesawat yang mahal membuat pemerintah mengambil keputusan memberi insentif bagi perusahaan di industri penerbangan yang melakukan impor. Insentif tersebut berupa pembebasan pajak pertambahan nilai (PPN).

Bebas pajak bagi industri penerbangan ini terkait dengan industri yang bergerak di bidang jasa persewaan, perawatan, dan perbaikan pesawat udara. Jasa persewaan pesawat udara dari luar daerah pabean (leasing). Maklum sejumlah industri jasa dan produk tersebut termasuk suku cadang berkontribusi atas kenaikkan harga tiket pesawat.

Sekretaris Kementerian Koordinator (Kemenko) Perekonomian Susiwijono mengatakan Peraturan tersebut terbit besok atau dua hari lagi. PP ini juga sudah direstui Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kabarnya PP yang mengatur pemberian insentif PPN tidak dipungut sudah disetujui bapak presiden.

Sebelumnya, pemerintah memastikan penurunan tiket pesawat jet LCC. Penurunan tiket berlaku pada Selasa, Kamis dan Sabtu pukul 10.00-14.00 waktu setempat.

 

Mobil Listrik China Bersiap Buka Pabrik di Indonesia

0

Jika industri kendaraan bermotor asal Eropa, hingga Korea memilih hengkang dari Indonesia lain halnya dengan industri mobil asal China. Melihat besarnya pasar mobil di Indonesia yang dibuktikan dengan diterima baiknya bisnis kendaraan bermotor asal China di Indonesia menarik China merelokasi pbarik mobil listrik ke Indonesia.

Setidaknya ada dua produsen mobil listrik China yakni BYD dan JAC berniat memindahkan pabriknya ke Indonesia. Namun keduanya belum menyebut berapa nilai investasi dan kapan realisasinya.

“Mobil listrik, mau relokasi yang kemarin kita datangi BYD, JAC,” ujar Ridwan Djamaluddin, Deputi III Bidang Koordinasi Infrastruktur, Kementerian Koordinator Kemaritiman di Jakarta, Rabu (10/7/2019).

Perusahaan asal China ini memastikan syarat untuk investasi serta menunggu payung hukum berupa Peraturan Presiden (Perpres) kendaraan listrik.Sementara itu, lokasi pembangunan pabrik juga belum ditentukan. Namun kemungkinan besar di Jawa Barat.

 

Branding Versus PPB (Pura-Pura Branding)

0

Kalau kebetulan melintasi jalur highway sepanjang Texas – New Mexico, mungkin Anda beruntung melewati sebuah desa kecil bernama Elida. Di sepanjang jalan, ada dua hingga tiga papan iklan yang menawarkan jasa branding. Ya, benar. Jasa Branding. Branding adalah istilah yang mereka gunakan untuk memberi cap atau tanda khusus pada hewan ternak.

Istilah branding, pertama kali berasal dari istilah brandr. Yakni kosakata kuno yang dipakai di daerah Jerman Utara (Scandinavia) pada tahun 1300-an, yang dikenal dengan nama bahasa Old Norse. Sekarang bahasa itu sudah berkembang menjadi bahasa Jerman modern. Pada jaman itu, para tuan tanah pemilik ternak, memberi cap pada hewannya dengan cara memberi stempel dengan alat berupa besi panas. Tujuannya, agar ternak mereka memiliki CIRI KHAS yang mudah dikenali. Sebab dalam padang penggembalaan yang luas, bisa saja ternak mereka tertukar dengan milik orang lain.

Dalam konsep branding seperti yang lazim kita kenal sekarang ini (termasuk juga personal branding), memiliki tujuan yang serupa. Yakni agar kita memiliki ciri khas atau keunikan yang mudah dikenali. Terutama dalam era sekarang ini, di mana aspek “recognizability” sangat penting dalam karir maupun bisnis. Semakin jelas identitas seseorang, semakin besar peluang untuk mendapatkan sukses. Semakin kita dikenal orang, semakin luas networking yang dimiliki, dan semakin tinggi pula peluang untuk berhasil.

Keberhasilan tertinggi dalam personal branding, adalah saat antara yang kita harapkan dengan apa yang ada di benak orang lain sudah sama, atau minimal selaras. Misalnya kita mengharapkan agar orang lain tahu tentang skill kita dalam marketing, dan orang lain langsung mengenal kita sebagai ahli marketing, maka di saat itu branding kita sudah selaras.

Namun, tunggu dulu. Itu saja tidak cukup. Sebab setelah itu, orang akan menunggu bukti dari branding kita. Apakah benar kita adalah ahli marketing? Apakah benar kita memiliki skill tertentu seperti yang diiklankan? Dan sudahkah kualitas kita setara dengan apa yang kita ucapkan?

Branding adalah JANJI. Jika tidak ditepati, maka artinya branding diri kita palsu. Inilah yang membedakan antara branding yang sebenarnya, dengan PPB (Pura-Pura Branding), alias pencitraan semu. Seperti semangka berdaun sirih. Atau durian isi rambután. Pendek kata, antara kemasan dan isi tidak selaras. Itulah Pura-Pura Branding. Sedangkan branding yang sesungguhnya, ada jaminan bahwa antara apa yang diucapkan dengan kenyataan sesungguhnya adalah sama.

Banyak orang terjebak dalam jerat pura-pura ini. Baik karena tujuan instan, misalnya ingin cepat terkenal. Bisa juga karena hendak memenuhi harapan orang lain. Contohnya, seseorang yang bekerja sebagai pegawai Bank, karena tuntutan keluarga atau kekasih. Padahal bakat sebenarnya adalah di bidang militer. Atau bisa juga orang terjerat dalam branding yang keliru, karena belum tahu bagaimana cara mengenali branding diri yang sebenarnya.

Bagaimana cara untuk mengetahuinya? Beberapa indikasinya adalah: a) Jika merasa tidak bahagia atau kurang puas dengan apa yang dilakukan selama ini, b) Jika merasa ingin seperti orang lain, sekalipun sebenarnya tidak cocok, c) Jika merasa terpaksa dalam melakukan sebuah pekerjaan, d) Jika sering terombang-ambing, antara meneruskan pekerjaan/bisnis yang sekarang atau pindah ke jalur baru, e) Jika tidak mampu menyebutkan dengan jelas apa sebenarnya arah hidup yang hendak dituju.

Jika Anda mengalami salah satu atau beberapa gejala di atas, ada kemungkinan Anda hidup dalam brand diri yang semu. Segera sisihkan waktu untuk merenungkan kembali dan mengevaluasi. Selanjutnya, gunakan itu sebagai bahan untuk mengevaluasi dan membenahi personal branding Anda.

 

Oleh: Julie Nava

Certified Personal Branding Strategist (CPBS)

CEO JN Consulting

Email: nava.julie@yahoo.com atau info@jnconsulting-indo.com.