Sabtu, Mei 2, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 958

Kelebihan Pasokan dan Tertekan Dolar, Tepatkah Jika Menaikkan Harga Semen?

Berempat.com – Tahun 2018 industri semen Indonesia sepertinya sedang banyak menghadapi persoalan. Persoalan pertama ialah kelebihannya pasokan semen yang mencapai 107 juta ton, sedangkan kebutuhan semen nasional diprediksi tak lebih dari 80 juta ton. Belum lagi lemahnya rupiah terhadap dolar AS yang turut berimbas pada tingginya biaya produksi.

Sementara itu, beberapa pengamat juga menilai, persaingan antarprodusen semen pasti akan semakin ketat mengingat produk luar pun merambah pasar nasional.

Untuk menyiasati kondisi saat ini, beberapa produsen semen pun mulai memutar otak untuk bisa mendapatkan ‘kue’ lebih banyak. Salah satu strategi yang dilakukan oleh PT Indocement Tunggal Perkasa Tbk. ialah menaikkan harga jual semen antara 1-2% pada semester II 2018 ini.

Indocement memutuskan menaikkan harga jual lantaran melejitnya biaya produksi yang mesti ditanggung perusahaan. Menurut Direktur Utama PT Indocement Tunggal Prakasa Tbk. Christian Kartawijaya, selama kuartal I tahun 2018 biaya produksi yang ditanggung perseroan naik 11% dibanding periode sama pada tahun lalu. Namun, harga jual justru melemah lebih dari 7%.

“Setelah Lebaran ini, kami akan melakukan tes pasar dengan mencoba menaikkan harga jual, tetapi kenaikannya rendah sekali, pada kisaran 1%—2%,” ujar Christian di Jakarta, Senin (4/6).

Namun, apakah langkah yang diambil oleh Indocement sudah tepat dan dapat juga dilakukan oleh produsen semen lainnya?

Pengamat pasar modal dari Binaartha Sekuritas, Reza Priyambada justru menganggap apa yang dilakukan oleh Indocement tidak tepat. Bahkan ia menilai bahwa Indocement salah mengambil momentum. Pasalnya, industri semen saat ini sudah dibuat pusing oleh kelebihan pasokan yang juga berbuntut pada tertekannya harga jual semen.

“Mana mau konsumen beli dengan harga lebih mahal meski hanya satu sampai dua persen, sedangkan produk di pasar berlimpah,” tukas Reza seperti dikutip dari Wartaekonomi.co.id, Sabtu (30/6).

Reza justru berpendapat, hal yang semestinya dilakukan oleh perusahaan yaitu mendongkrak penjualan, salah satunya memperbanyak jaringan penjualan di level pengecer. Jika hal itu bisa dilakukan, Reza menilai bahwa margin perusahaan bakal bisa terdongkrak dengan sendirinya.

“Kalau memang penjualan secara bulk sedang jelek karena proyek-proyek infrastruktur atau properti juga sedang lesu, ya penjualan ecerannya dong yang digalakkan. Di level eceran ‘kan ketika orang mau bangun atau renovasi rumah, nggak ada istilah hold dulu. Mereka akan tetap belanja,” tegas Reza.

Huawei P20 Pro Rilis di Indonesia, Begini Keunggulannya

0

Berempat.com – Pabrikan ponsel pintar asal Tiongkok, Huawei kembali memperkenalkan produk terbarunya di Tanah Air. Kali ini Huawei P20 Pro yang diperkenalkan kepada publik. Ponsel pintar ini diklaim sebagai ponsel premium karena memiliki fitur yang belum terpasang pada kompetitornya.

“Akhirnya Huawei membawa premium andalannya ke Indonesia, ini adalah langkah awal karena masih banyak lagi perangkat lain. Huawei P20 Pro dilengkapi dengan triple Leica Camera sebagai terobosan inovasi terbaru yang dinobatkan sebagai best in 2018,” ujar Deputy Country Director Huawei Device Indonesia Lo Khing Seng saat peluncuran di Jakarta, Kamis (28/6).

Salah satu keunggulan Huawei P20 Pro ini memang terletak pada triple camera yang dimilikinya. Triple camera dari Leica tersebut diperkuat dengan teknologi kepintaran buatan (Artificial Intellegence/AI). Keunggulan dari triple camera tersebut ialah memiliki sensor 40, 20 dan 8 megapiksel dengan fungsi masing-masing RGB F/1.8 aperture, Monochrome F/1.6 aperture dan Telephoto F/2.4 aperture. Untuk kamera depan, P20 Pro memasang kamera 24 megapiksel dengan supports fixed focal length dan F/2.0 aperture.

Kemudian, soal layar Huawei P20 Pro memiliki layar OLED berukuran 6,1 inci dengan panel kaca 3D yang melengkung dan beresolusi FHD 1.080×2.240 piksel. Selain itu layar tersebut memiliki aspek rasio 18,7:9.

Selain itu, Huawei P20 Pro didesain fashionable yang dikombinasi dengan gradasi warna menarik dan sudah mendapat sertifikasi IP67 serta IEC 60529 yang membuat tahan air. Seng bahkan mengklaim jika produk tersebut mendapat skor DXOMark 109.

“Menjadikan Huawei P20 Pro berada di posisi paling atas di antara kompetitor. Sudah dilengkapi dengan Dolby Atmos untuk pengeras suaranya, sehingga pengguna tidak perlu membawa speaker untuk menyalakan musik,” imbuh Seng.

Untuk urusan dapur pacu, Huawei P20 Pro ini dilengkapi chipset Kirin 970 CPU dan menjalankan Android Oreo EMUI 8.1. Ponsel ini memiliki RAM 6 gigabite dengan ruang penyimpanan 128 gigabite, yang dapat diperbesar dengan memori eksternal microSD.

Keunggulan Huawei yang lain ada pada baterai yang berkapasitas besar, yakni 4.000 mAh dan terdapat pengelolaan baterai dengan teknologi AI.

Di Indonesia perangkat ini hadir dengan empat varian warna, yaitu Black, Twilight, Pink Gold dan Midnight Blue. Dalam boks P20 Pro akan tersedia Handset, USB-C earphones, Charger, USB-C Cable, USB-C, 3,5 milimeter headphone jack adapter, Protect case, Quick start guide, Eject tool, dan kartu garansi.

Seng mengungkapkan bahwa Huawei P20 Pro ini sudah dapat dibeli melalui Lazada dan Eraphone.com mulai tanggal 28 Juni hingga 4 Juli 2018. Harga yang ditawarkan untuk penjualan perdana ini ialah Rp 11,999 juta.

“Perangkat juga akan tersedia mulai pada 7-8 Juli 2018 dengan tawaran menarik khususnya bagi pelanggan di Central Park, Jakarta. Seperti cashback hingga Rp 800 ribu, trade-in ke Huawei P20 Pro mulai dari Rp 500 ribu dan hadiah menarik,” pungkasnya.

Semen Indonesia Masih Optimis Hadapi Tahun 2018

Berempat.com – Industri semen tengah mengalami tekanan lantaran mengalami kelebihan pasokan, belum lagi muncul sentimen lain atas keputusan Bank Indonesia (BI) menaikkan suku bunga acuan di level 5,25%. Namun, rupanya Corporate Secretary PT Semen Indonesia Tbk. Agung Wiharto menilai bahwa naiknya suku bunga acuan BI tak akan berpengaruh pada industri semen.

Agung menilai bahwa kontribusi semen terhadap proyek pembangunan saat ini hanya 10%. Di samping itu, proyek infrastruktur yang sudah berjalan tak akan berhenti sekalipun suku bunga dinaikkan.

“Orang membeli semen itu karena butuh dan enggak pengaruh sama harga, promosi, dan lain-lain,” terang Agung, Rabu (20/6).

Menurut Agung, dibanding memusingkan naiknya suku bunga produsen semen saat ini memilih fokus menghadapi lebihnya pasokan dengan melakukan berbagai upaya efisiensi. Apalagi kondisi tersebut pasti mendorong persaingan antara produsen semen yang semakin ketat.

Terkait dengan kenaikan suku bunga terhadap kondisi keuangan perseroan, Agung mengatakan pihaknya telah mempertimbangkan biaya dana dari berbagai sumber pendanaan, seperti kredit dan surat utang.

“Perusahaan akan memilih mana yang lebih efisien,” jelas Agung.

Inilah Clova Auto, Teknologi Kecerdasan Buatan Kolaborasi Toyota dan LINE

0

Berempat.com – LINE Corporation yang lebih dikenal dengan produk aplikasi pesan LINE, telah melahirkan asisten kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), Clova. Lahirnya proyek terbaru LINE tersebut rupanya langsung disambut antusias oleh Toyota Motor Corporation.

Karena itulah, kedua perusahaan tersebut pun mengumumkan kolaborasinya, yakni menghadirkan Clova di kendaraan model terbaru Toyota yang sudah dilengkapi Smart Device Link (SDL). Dengan kolaborasi tersebut Clova pun akan bernama Clova Auto. Pengumuman tersebut disampaikan di Tokyo, Kamis (28/6). Rencananya, Clova Auto akan diluncurkan mulai musim dingin 2018.

Dalam keterangan pers LINE, rencana kolaborasi ini tercetus sebagai upaya kedua perusahaan dalam mempermudah hidup para konsumennya, baik saat di rumah maupun saat berkendara. Kedua perusahaan sebetulnya sudah sempat mendemonstrasikan teknologi tersebut saat Tokyo Motor Show 2017.

Clova Auto terbaru memungkinkan penguna untuk memakai Clova saat berkendaraan dengan cara menghubungkannya dengan gawai di dalam mobil. Ini akan memungkinkan pengguna untuk tetap melakukan tugas sehari-hari dengan aman sambil berkendara.

Clova dapat membantu pengguna untuk mematikan lampu di rumah, memeriksa cuaca di tempat tujuan, mengirim dan menerima pesan LINE, melakukan panggilan gratis LINE, mendengarkan musik di LINE MUSIC, dan lainnya melalui perintah suara.

Pengguna pun tidak perlu menghentikan kendaraan untuk mengakses smartphone. Clova juga akan terhubung ke tampilan kendaraan serta tombol pengenal suara di roda kemudi agar memungkinkan pengguna mengoperasikan Clova dari jarah jauh, sehingga bisa tetap fokus pada berkendara.

Clova Auto pertama kali akan hadir di kendaraan Toyota dan akan tersedia bagi pengguna yang memilih kendaraan untuk dilengkapi gawai yang kompatibel dengan Clova. Toyota akan meluncurkan kendaraan-kendaraan tersebut mulai dari musim dingin ini.

Ke depannya, LINE akan mengembangkan dan mendukung berbagai fungsi dan layanan kendaraan menggunakan Clova Auto untuk memudahkan pengalaman berkendara.

LINE juga akan mendukung pengguna sebelum dan sesudah memasuki kendaraan Toyota. ‘LINE My Car Account’ sendiri telah hadir di model terbaru Toyota Crown, New Sport Corolla, dan Prius PHV untuk memungkinkan pengguna berkomunikasi dengan kendaraan mereka melalui LINE, menyetel tujuan di alat sistem navigasi, memeriksa banyaknya bensin, dan lainnya.

Selain itu, LINE juga mengumumkan peluncuran untuk umum Clova Extesion Kit, sebuah development kit untuk mengembangkan fitur LINE Clova di bulan Juli mendatang. Adapun LINE akan melakukan peluncuran bertahap 50 fitur yang disediakan oleh 34 mitra awal Clova Extension Kit.

Innovation Room, Ruang bagi Milennial untuk Berkreasi Persembahan Kemenaker

0

Berempat.com – Beberapa waktu lalu Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) telah memperkenalkan salah satu terobosan terbarunya, yakni Innovation Room. Dan kemarin, Kamis (28/6) Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri telah meresmikan peluncuran ruang yang terletak di Lantai M, Gedung Parkir Kementerian Ketenagakerjaan tersebut.

Innovation Room sendiri merupakan sebuah fasilitas yang diberikan oleh Kemnaker sebagai bentuk kepedulian terhadap generasi muda yang kreatif dan inovatif. Berbagai fasilitas dan program yang dirancang oleh Tim Innovation Room Kemnaker diklaim akan membantu anak muda, utamanya Generasi Milenial yang ingin berkreasi, baik di bidang bisnis rintisan (startup) maupun di industri kreatif lainnya.

Hanif menegaskan, penguasaan teknologi yang didominasi oleh anak muda mendorong Kemnaker untuk memfasilitasi dalam berkreasi. Sehingga hal tersebut diharapkan dapat menurunkan jumlah penganggur muda dan menciptakan lapangan kerja baru bagi generasi milennial.

“Saya mengundang para anak muda kreatif dan generasi milennials yang punya mimpi besar untuk datang berbondong-bondong memanfaatkan fasilitas ini,” ujar Hanif.

Hanif pun menyatakan, fasilitas Innovation Room ini akan menjadi wadah luar biasa bagi anak muda masa kini yang fleksibel, cepat, dan dinamis untuk bertransformasi menjadi backbone industri kreatif di Indonesia.

“Inovation Room ini juga wujud komitmen Kemnaker dalam peningkatan kualitas dan kapasitas angkatan kerja muda dalam menyambut industri baru dan bersaing secara global,“ imbuhnya.

Nantinya, kata Hanif, keberadaan Innovation Room diharapkan dapat menghasilkan pekerja digital dengan profesi-profesi baru yang selama ini belum terwadahi di dunia pendidikan, seperti jabatan UI/UX Designer, sosial media marketing, digital marketing, data scientist, dan lain-lain.

Di samping itu, Hanif pun meminta agar program Innovation Room bisa memberikan pembaruan mengenai penguasaan teknologi dan wawasan di dunia industri kepada para anak muda. Tujuannya agar mereka mengerti ‘know-how’ dan ‘know-why’ terkait teknologi produksi dan proses hingga mampu membuat prototype, melakukan pengujian dan demonstrasi, menduplikasi, dan mengadaptasi teknologi yang dibutuhkan.

“Saya berharap konsep Innovation Room Kemnaker ini dapat dikloning oleh Co-Working Space lainnya yang telah banyak diinisiasi oleh industri. Sehingga pada akhirnya mampu melaksanakan perubahan secara mandiri dalam produk digital,” harap Hanif.

Dalam sambutannya, Hanif juga mengajak seluruh mitra perbankan dan modal ventura untuk tidak ragu berkolaborasi dengan pelaku usaha yang tergabung dalam Innovation Room Kemnaker ini.

“Kita berharap melalui kolaborasi ini akan lahir banyak Creativepreneur baru. Sekaligus hal ini akan menjadi model penciptaan lapangan kerja baru yang akan sangat indah sekali jika dimulai dari Kementerian Ketenagakerjaan sendiri,” pungkasnya.

Wilayah Luar Jawa Makin Diminati untuk Lokasi Industri

Berempat.com – Padatnya Pulau Jawa saat ini rupanya cukup berdampak pada pengembangan kawasan industri di luar Jawa. Hal tersebut sebagaimana diungkapkan oleh Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, saat ini kawasan industri di luar Jawa meningkat 42,2% sampai dengan akhir 2017. Sebelumnya kawasan industri di luar Jawa hanya sebesar 28,01%.

“Sampai dengan akhir 2017 terdapat 21 rekomendasi kawasan industri yang telah diterbitkan Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan total luas lahan sebesar 13.155 hektar,” ungkap Airlangga dalam keterangan resminya, Kamis (28/6).

Adapun bila dijabarkan secara jumlah, Airlangga memaparkan jika total kawasan industri terdapat 87 kawasan sampai pada akhir 2017. Jumlah tersebut diklaim naik 17,5% dari pengembangan kawasan industri pada 2014 lalu yang hanya berjumlah 74 kawasan.

“Luasnya meningkat 64,6 persen dari 36 ribu hektare (ha) menjadi 59.700 ha,” tambah pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Industri Semen Masih Belum Mampu Keluar dari Tekanan

Berempat.com – Kelebihan pasokan nampaknya masih menjadi momok bagi industri semen Tanah Air. Pasalnya, hal tersebut masih membuat industri satu ini berada dalam tekanan. Menurut data dari Asosiasi Semen Indonesia (ASI), di tahun 2018 antara kapasitas terpasang dengan permintaan cukup timpang. Untuk kapasitas terpasang mencapai 107 juta ton, sedangkan permintaan hanya tumbuh 6% menjadi 72 juta ton.

Kondisi tersebut pun makin diperparah dengan persaingan yang terjadi antarperusahaan, baik perusahaan nasional maupun multinasional. Misalnya seperti beberapa perusahaan asal Cina dan Thailand yang memiliki kapasitas terpasang di Indonesia sekitar 23 juta, atau setara dengan 21% dari total kapasitas.

Sementara itu, Analis Indo Premier Sekuritas Hasan mengungkapkan bahwa kompetisi antarperusahaan semen masih berlangsung hingga tahun depan. Bahkan, dalam sebuah riset ia menemukan adanya sentimen negatif lain yang dapat membayangi industri semen, yakni kenaikan harga batubara dan pelemahan rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

Go-Jek Bakal Segera Beroperasi di Vietnam dan Thailand

0

Berempat.com – Rencana Go-Jek untuk segera ekspansi ke luar negeri bakal benar-benar terwujud dalam waktu dekat. Pasalnya, Go-Jek telah meluncurkan dua perusahaan mereka yang didirikan secara lokal di Vietnam dan Thailand. CEO Go-Jek Nadiem Makarim pun mengklaim bahwa hal tersebut merupakan gelombang pertama dari ekspansi internasional Go-Jek ke negara-negara ASEAN.

“Kedua perusahaan tersebut akan dikelola oleh tim manajemen sekaligus pendiri lokal, dengan didukung pengetahuan, keahlian, teknologi, serta investasi,” ungkap Nadiem dalam keterangan tertulisnya beberapa waktu lalu.

Namun, rupanya Go-Jek tak akan memakai nama yang sama saat ekspansi ke dua negara tersebut. Menurut Nadiem, untuk wilayah Vietnam pihaknya akan meluncurkan Go-Viet. Go-Viet sendiri akan memasuki tahap beta testing lebih dulu pada Juli mendatang yang akan melibatkan pengemudi dan konsumen. Sebelum kemudian meluncur secara penuh beberapa bulan setelahnya.

Sementara untuk kawasan Thailand merek yang akan diusung ialah GET. Peluncurannya baru akan dilakukan setelah Go-Viet seiring dengan konsultasi yang saat ini sedang berjalan dengan berbagai pemangku kepentingan setempat.

Nadiem pun menerangkan, kedua perusahaan tersebut akan menghadirkan layanan ride-hailing dan logistik pada tahap awal operasionalnya, sebelum kemudian akan diikuti oleh layanan pesan antar makanan dan pembayaran elektronik.

Apa yang dilakukan Nadiem bersama Go-Jek saat ini memang sudah dipersiapkan dan direncanakan sejak akhir tahun 2017. Keinginan ekspansi di pertengahan tahun ini pun tak terlepas dari penggalangan investasi Go-Jek terakhir yang berhasil menggaet Astra International, Warburg Pincus, KKR, Meituan, Tencent, Google, Temasek, dan lainnya.

Dari investasi yang didapatkan, Nadiem menjelaskan bahwa dana sebesar US$ 500 juta dialokasikan untuk ekspansi internasional. Hal tersebut sejalan dengan strategi perusahaan melebarkan sayapnya di Asia Tenggara.

“Strategi kami adalah mengkombinasikan teknologi kelas dunia yang telah dikembangkan,” sambung Nadiem.

Sementara itu, dalam keterangan yang sama, CEO sekaligus Co-Founder Go-Viet, Nguyen Vu Duc mengungkapkan bahwa Go-Jek adalah perusahaan teknologi pionir yang memiliki ekosistem dengan 18 layanan berbeda. Go-Jek juga didukung oleh investor strategis kelas dunia.

“Kami memiliki prinsip yang sama, yaitu hasrat untuk membawa dampak positif bagi masyarakat melalui peningkatan taraf hidup dan penghasilan, serta menumbuhkembangkan bisnis skala mikro, kecil, dan menengah,” ujarnya.

Kemudian, tak ketinggalan CEO sekaligus Co-Founder GET Pinya Nittayakasetwat turut mengungkapkan, kehadiran Tim GET terinspirasi oleh cara perusahaan memutarbalikkan masalah sehari-hari menjadi peluang bisnis yang sekaligus meningkatkan kualitas hidup jutaan orang.

“Kami bergerak dengan filosofi yang sama (dengan Go-jek), dan kami bersemangat untuk menghadirkan dampak positif bagi masyarakat Thailand,” ungkapnya.

PT Indah Kiat Bakal Bagikan Dividen Rp 547 Miliar

Berempat.com – PT Indah Kiat Pulp & Paper telah melangsungkan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPS T) pada Rabu (27/6) kemarin. Pada RUPST tersebut perusahaan telah sepakat untuk membagikan dividen sebesar Rp 547 miliar. Adapun dividen tunai per saham yang dibagikan sebesar Rp 100.

Pembagian dividen dengan nilai tersebut disepakati karena mengingat adanya peningkatan laba bersih yang didapat pada tahun buku 2017 lalu. Yakni sebesar US$ 413,2 juta, meningkat dibanding tahun 2016 sebesar US$ 202,7 juta.

Selain menentukan pembagian dividen, dalam RUPST juga disepakati pengambilan dana cadangan dari laba bersih sebesar Rp 13,95 miliar. Sementara sisanya masuk sebagai saldo laba.

Menurut penjabaran perusahaan, penjualan bersih konsolidasi yang didapat tahun 2017 mencapai US$ 3,13 miliar. Angka ini naik 15% dibandingkan tahun 2016 sebesar US$ 2,72 milar.

Selanjutnya, untuk periode tiga bulan hingga Maret 2018 tercatat penjualan bersih konsolidasi sebesar US$ 843,7 juta. Angka ini juga naik 13,1% apabila dibandingkan dengan periode tiga bulan pertama pada 2017.

Tertibnya Pilkada Serentak Mampu Dorong Pertumbuhan Ekonomi di 2019

0

Berempat.com – Tertib dan amannya penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak yang berlangsung pada Rabu (27/6) dinilai positif terhadap perekonomian Indonesia ke depannya. Ekonom CORE Indonesia M. Faisal menilai keamanan Pilkada serentak dapat mendorong ekonomi lebih tinggi pada 2019 nanti.

Faisal juga mengatakan bahwa berjalan tertibnya Pilkada serentak bisa menjadi indikasi yang baik untuk stabilitas menjelang Pemilu Presiden (pilpres) 2019 mendatang. Sebab, menurutnya, stabilitas politik merupakan modal penting untuk mendorong pertumbuhan ekonomi.

Apalagi, efek Pilpres 2019 nanti diyakini mampu mendorong tumbuhnya konsumsi rumah tangga lebih masif dibandingkan Pilkada 2018. Untuk Pilkada 2018 sendiri Faisal menilai bahwa dampaknya terhadap konsumsi rumah tangga tak terlalu besar. Karena Pilkada 2018 hanya membantu konsumsi rumah tangga kelas menengah bawah, dan kontribusi pada kelas tersebut dinilai kecil.

“Sekitar 40 persen pendapatan terbawah hanya 17 persen konsumsi nasional,” ungkap Faisal, Rabu (27/6).

Pernyataan hampir serupa juga datang dari Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani. Menurutnya, Pilkada serentak 2018 tak berdampak besar pada perekonomian. Pasalnya, pada pesta demokrasi kali ini terjadi penurunan permintaan atribut kampanye.

“Kami melihat ada pergeseran metode kampanye menjadi lebih fokus di media sosial. Berapa besarnya pergeseran belum dihitung. Tapi, yang jelas, kontribusi ke perekonomian turun,” ungkap Shinta, Selasa (26/6).

Selain itu, faktor menurunnya permintaan atribut kampanye juga datang dari aturan yang membatasi penggunaan atribut kampanye di masing-masing daerah. Hal tersebut sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 7 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 8 Tahun 2015 tentang Dana Kampanye. KPU mengatur dana yang berasal dari orang lain perseorangan nilainya paling banyak Rp 50 juta.