Minggu, Mei 10, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 860

Siasat Bakrie Swasakti Utama Capai Target Penjualan Tahun 2019

0

Berempat.com – PT Bakrie Swasakti Utama optimis di tahun ini dapat mencapai target penjualan yang sudah ditetapkan. Anak usaha Bakrieland Development Tbk. ini akan mengandalkan tiga proyeknya yang terdapat di kawasan Rasuna Epicentrum, yakni The Masterpiece, The Empyreal, dan Ocea Condotel.

Sales & Marketing Division Head PT Bakrie Swasakti Utama, Hermon Simanjuntak mengatakan ada strategi yang dilakukan pihaknya untuk bisa menarik minat pembeli. Adapun strategi yang diusung ialah menyiasati uang muka (down payment) agar bisa lebih rendah dari harga normal, sampai dengan gratis berbagai biaya terkait urusan perbankan.

“Namun teknik ini situasional, mana yang lebih disukai calon customer itu yang akan kami gencarkan. Sebab penetrasi kami lakukan lewat dua cara, baik konvensional dan digital,” ujar Hermon beberapa waktu lalu.

Strategi yang diusung Bakrie Swasakti Utama ini sendiri bukan tanpa hasil. Tahun lalu, perusahaan ini pun melakukan hal serupa sehingga apa yang sudah dilakukan memang terbukti.

“Tahun 2018 properti disebut lesu, tapi penjualan kami masih tetap ada. Lalu sales di awal tahun 2019 sendiri sudah cukup memuaskan, meski belum mencapai 100% dari target yang ditentukan tiap bulannya. Dan kami tetap yakin, di akhir tahun semua produk yang tersisa akan sold out,” imbuhnya.

Namun, bila melihat Colliers International Indonesia, penjualan apartemen masih akan cenderung stagnan sampai tahun depan. Pasalnya, konsumen lebih memilih menunggu terbentukan pemerintahan yang baru.

Kendati demikian, Hermon menyebut bahwa potensi tersebut tidak akan terlalu berpengaruh pada properti segmen atas. Apalagi jika mengingat produk yang ditawarkan Bakrie punya pangsa pasar berbeda.

“Jika ditarik benang merahnya, penjualan properti segmen atas memang relatif lebih lamban lantaran waktu pengambilan keputusan di sisi konsumen yang lebih panjang,” jelasnya.

Untuk dua proyek, The Masterpiece dan The Empyreal misalnya, dibanderol dengan harga jual mulai Rp 3 miliar. Dan kini, unit di kedua apartemen hanya tersisa sekitar 5% dari total keseluruhan 463 unit.

“Apartemen The Masterpiece dan The Empyreal merupakan hunian yang siap dibangun untuk menjawab keinginan masyarakat atas tempat tinggal yang tenang dan nyaman di jantung kota Jakarta. Apartemen ini menyasar konsumen dari kalangan ekspatriat, profesional, pebisnis, eksekutif muda maupun investor,” ungkap Hermon.

Sementara untuk Ocea Condotel ditawarkan mulai dari Rp 1-2 miliar. Kondotel ini mengusung konsep arsitektur modern yang dibangun di atas lahan seluas 12.582 meter per segi dengan ketinggian 32 lantai dan berjumlah 324 unit.

“Ocea Condotel cocok untuk ajang investasi, bisa digunakan investor sebagai penginapan pribadi dalam dalam batas waktu tertentu. Pemiliknya bisa stay sampai 25 kali dalam satu tahun, mengikuti syarat dan ketentuan yang berlaku,” papr Hermon.

Bocoran Xiaomi Mi 9: Tanam Snapdragon 855 Hingga Usung 3 Kamera

0

Berempat.com – Belum lama ini tersiar bocoran smartphone terbaru Xiaomi yang akan segera melantai, yakni Mi 9. Bocoran tersebut diunggah oleh para petinggi Xiaomi melalui media sosial.

Melansir dari Phone Arena, Minggu (17/2), bos besar Xiaomi, Lei Jun menjadi salah satu yang turut mengunggah bocoran spek Mi 9 melalui media sosial. Lei mengunggah tabel perbandingan layar bagian bawah Mi 9 yang dikurangi 40% sehingga menjadi 3,6 milimeter.

Melalui unggahannya, Lei menegaskan bahwa Mi 9 akan lebih kecil dari Vivo X23 (3,8 milimeter) dan Huawei nova 4 (3,9 milimeter).Selain itu, Mi 9 juga akan memakai in-display fingerprint scanner atau sensor pemindai sidik jari yang ditanam di dalam layar.

Kemudian, Xiaomi pun kabarnya sudah membenarkan akan menggunakan chipset terbaru dan terkuat dari Qualcomm, Snapdragon 855, demikian tertulis di laman XDA.

Mi 9 juga akan mengusung 3 kamera belakang dengan kamera utama beresolusi 48MP, demikian yang diunggah oleh Manajer Produk Xiaomi Wang Teng Thomas. Adapun kamera utama 48MP akan didukung oleh sensor Sony IMX586, lensa wide-angle, bukaan f/1.75 dan ukuran piksel 0,8 mikronmeter.

Sementara kamera kedua berupa lensa telephoto resolusi 12MP yang dapat diperbesar dua kali secara optikal, bukaan f/2.2 dan ukuran piksel 1.0 mikronmeter. Dan kamera ketiga merupakan lensa wide-angle 117 derajat, bukaan f/2.2 dan ukuran piksel 1.0 mikronmeter.

Lalu, untuk kamera depan diperkuat resolusi 20MP yang memiliki fitur beauty berbasis kecerdasan buatan.

Xiaomi melindungi kamera belakang Mi 9 dengan kaca safir, sementara keseluruhan bodi terbuat dari baja tahan karat atau stainless steel.

Adapun beberapa warna yang akan disedikan Xiaomi meliputi gradasi biru, gradasi merah muda, biru solid, dan hitam atau abu-abu solid.

GreatEdu Jawab Tantangan Dunia Pendidikan di Era Revolusi Industri 4.0

0

Berempat.com – Revolusi Industri 4.0 (RI) yang terjadi saat ini menuntut banyak sektor untuk bisa beradaptasi, termasuk sektor pendidikan. Dengan adanya RI 4.0 dunia pendidikan sudah harus bisa mengadaptasi teknologi. Tujuannya tentu mempermudah transfer pengetahuan dan skill.

Inilah yang melatarbelakangi munculnya GreatEdu, aplikasi pendidikan berbasis sistem digital crowd learning yang mampu membangun partisipasi dan kolaborasi besar bagi seluruh penggiat pendidikan.

Aplikasi GreatEdu memungkinkan semua orang untuk bisa belajar, mengajar dan sharing pengetahuan hanya dalam satu aplikasi. Aplikasi ini pun menyediakan layanan yang memudahkan siswa bisa belajar tambahan bersama Tutor atau Kelas Lembaga. Siapa pun bisa belajar Skill bersama Tutor dan Kelas Kursus Skill.

Hal ini didukung kemudahan bagi Tutor dan Lembaga Bimbel/Kursus mempromosikan kelas mereka. Semua juga bisa menjadi Learning Creator sehingga siapa pun bisa memperkaya dan berbagi pengetahuan mereka.

“Ini akan membantu jutaan pelajar di pelosok mengakses bahan belajar secara mudah,” ujar salah satu pendiri GreatEdu Robert Edy Sudarwan saat peluncuran GreatEdu di Jakarta, Sabtu (16/2).

Terdapat enam fitur unggulan yang ditawarkan GreatEdu, yaitu GreatPrivat untuk layanan Bimbingan Belajar Tambahan bersama Tutor dan Kelas Bimbel, GreatSkill untuk Belajar Skill bersama Tutor dan Kelas Kursus/Pelatihan, Great Event untuk memudahkan siapa pun mencari & membuat event Pendidikan, GreatPedia layanan Sharing Bahan Belajar & Pengetahuan Q&A, Forum untuk tanya & jawab pelajaran, serta Exercise untuk sharing latihan soal dan ujian.

“GreatEdu membuka kerjasama dan kolaborasi dengan semua pihak untuk mengoptimalkan pengetahun dan skill agar lebih mudah diakses oleh siapa pun,” imbuh Robert.

Selain Robert, GreatEdu terlahir berkat sosok Arif Susanto, Hajon Mahdy Mahmudin, Tatang Yusuf Iskandar dan Ade Irma Setya Negara.

Perusahaan yang Memiliki Serikat Pekerja/Buruh Wajib Punya PKB

0

Berempat.com – Pemerintah mengimbau perusahaan yang sudah memiliki Serikat Pekerja/Serikat Buruh (SP/SB) untuk membuat Perjanjian Kerja Bersama (PKB). PKB berperan penting sebagai instrumen pengaturan hubungan industrial di tempat kerja manakala terjadi perselisihan.

“PKB ini adalah suatu sarana atau alat hubungan industrial yang dapat dipegang ketika terjadi suatu perselisihan,” kata Kasubdit PP dan PKB Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) Wiwik Wisnu Murti usai membuka Dialog Pembuatan Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Yang Berkualitas di Tangerang Selatan, Kamis (14/2).

Menurut Wiwik, dalam hubungan kerja sangat memungkinkan terjadi perselisihan antara pihak perusahaan dengan SP/SB. Untuk itu, PKB memiliki peranan penting sebagai instrumen dalam menyelesaikan perselisihan. Karena PKB dibuat atas kesepakatan kedua belah pihak.

“PKB ini adalah suatu mekanisme kesepakatan yang dilakukan oleh kedua belah pihak. Dalam hal ini perwakilan dari pengusaha atau manajemennya dengan serikat pekerja/serikat buruh yang ada di perusahaan,” jelas Wiwik.

Wiwik menjelaskan, PKB wajib dibuat manakala perusahaan sudah memiliki SP/SB. Untuk itu, ia mengimbau perusahaan yang belum memiliki SP/SB untuk membuat SP/SB. Sedangkan perusahaan yang sudah memiliki SP/SB tetapi belum memiliki PKB untuk segera membuat PKB.

Ia menambahkan, perusahaan yang belum memiliki PKB biasanya mengacu pada Peraturan Perusahaan (PP). PP tersebut pun sangat memungkinkan memiliki kualitas yang baik. Termasuk dalam persoalan pengaturan hubungan industrial.

Namun begitu, perusahaan yang memiliki SP/SB tetaplah harus membuat PKB. Meskipun secara konten, PP yang berlaku sudah baik dan komprehensif. “Maka kita dorong kalau PP-nya sudah bagus, buat aja PKB,” ujarnya.

Pembuatan PKB merupakan salah satu prioritas pembangunan nasional yang masuk dalam Renstra Kemnaker Tahun 2015-2019. Jumlah perusahaan yang telah membuat PKB pun terus bertambah dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2017, target perusahaan yang membuat PKB sebanyak 13.584 perusahaan dan tercapai 13.829 perusahaan. Kemudian tahun 2018, ditargetkan 13.910 perusahaan membuat PKB dan tercapai 14.418 perusahaan.

Sedangkan tahun 2019, target tersusunnya PKB sebanyak 14.257 perusahaan. Ia pun berharap realisasi tersusunnya PKB dapat kembali melampaui target.

“Tentu ini adalah tantangan bagi kita semua untuk berkomitmen membuat tata syarat kerja yang baik melalui PKB,” paparnya.

45 Sopir Truk Mendapat Sertifikat Kompetensi

0

Berempat.com – Sebanyak 45 sopir truk telah diberikan sertifikat kompetensi oleh Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M. Hanif Dhakiri di Jakarta, Kamis (14/2). Di sela-sela acara serah terima sertifikat, Hanif mendorong Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) untuk memperbanyak jumlah pengemudi atau sopir truk yang memiliki sertifikasi kompetensi.

Sertifikasi sopir truk diharapkan dapat mencegah dan mengurangi angka kecelakaan lalu lintas serta meningkatkan penghasilan sopir truk yang berujung juga pada keuntungan perusahaan.

“Kita ingin memastikan agar sopir-sopir truk memiliki perlindungan dari sisi kompetensi yang dimiliki. Dengan adanya sertifikasi, maka sopir truk akan mendapatkan upah lebih tinggi daripada yang belum tersertifikasi,” ujar Hanif.

Acara penyerahan sertifikasi ini diadakan dalam acara Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (APTRINDO) yang mengambil tema “Arah Kebijakan Pemerintah dalam Peningkatan Kapasitas dan peningkatan SDM Pengemudi yang Handal”.

Menurut Hanif, sertifikasi sopir truk juga dibutuhkan untuk  meningkatkan pengetahuan di bidang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Dengan begitu mereka bisa bekerja secara aman dan bertanggung jawab.

“Sopir yang tersertifikasi akan memahami dengan baik bidang K3. Banyak kasus dimana truk dikendarai oleh kernet. Hal semacam ini tidak akan dilakukan sopir yang tersertifikasi karena dia paham risikonya,” ungkap Hanif.

Kepala Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP)  Kunjung Masehat menambahkan, di negara-negara lain sopir telah memiliki sertifikat profesi. Hal ini bukan hanya terkait skill saja, melainkan soal safety.

“Tapi yang paling penting adalah etika, sikap, dan mental. Karena sekarang mindset perlu diubah turun-temurun dari kakek, anak, cucu mestinya ini dikasih keterampilan, knowledge, dan sikap kerja itu,” katanya.

Sebagai informasi, berdasarkan data Kemnaker pada tahun 2018, terdapat 7.794 sertifikasi pekerja khususnya di sektor transportasi dan pergudangan. Sementara itu, secara umum pada tahun 2018, Kemnaker telah mensertifikasi pekerja sebanyak 615.388 orang.

Ketua Umum APTRINDO Gemilang Tarigan mengatakan kebutuhan sopir truk yang memiliki sertifikasi kompetensi kerja masih sangat banyak. Apalagi berdasarkan data Aptrindo, saat ini terdapat sekitar 6,5 juta truk yang terdaftar di asosiasi.

Resmi Rilis, Ini Spesifikasi Fujifilm X-T30

0

Berempat.com – Fujifilm resmi merilis kamera mirrorless terbarunya X-T30. Kamera ini diklaim memiliki bodi yang lebih ringkas dan ringan dengan berat 383 gram, serta didukung fitur baru yang tidak dimiliki pendahulunya.

Pada X-T30 Fujifilm melakukan perubahan berupa penggantain selector buttons dengan tuas fokus yang  memungkinkan adanya ruang pegangan tambahan di bagian belakang. Selain bertujuan meningkatkan kenyamanan, perubahan dilakukan agar pengoperasian bisa lebih cepat dan intuitif.

X-T30 memiliki layar LCD 1,3 mm. Kemampuan layar sentuhnya diklaim punya respon yang lebih baik. Sementara untuk dapur pacu, X-T30 punya spesifikasi yang mirip X-T3 dengan menyematkan sensor X-Trans CMOS 4 berukuran 26,1 megapixel dan X-Processor 4 Quad Core-CPU.

Jumlah piksel fase deteksi pada sensor gambar X-Trans CMOS 4 telah meningkat menjadi 2,16 juta, atau sekitar 4 kali lipat dari model X-Trans CMOS 3. Area AF fase deteksi pada sensor sekarang mencakup seluruh frame, sehingga memungkinkan untuk fokus secara cepat dan akurat pada subjek di mana saja dalam bingkai.

Batas cahaya rendah untuk fase deteksi AF telah diperluas dari + 0,5EV ke -3EV, memungkinkan autofokus pada pencahayaan yang sangat minim seperti pada malam hari atau di bawah cahaya redup, seperti cahaya lilin.

Fitur Face Select yang disematkan dapat memberikan prioritas fokus otomatis pada wajah. Selain itu, kinerja mode Advanced SR Auto telah ditingkatkan sejalan dengan peningkatan kinerja AF kamera.

Dalam mode ini, kamera secara otomatis memilih pengaturan pemotretan optimal untuk adegan tertentu dari 58 preset, sehingga fotografer dapat mencapai kualitas gambar terbaik tanpa harus khawatir tentang pengaturan apa pun.

Di sektor video, X-T30 mendapat peningkatan signifikan dari pendahulunya. Kamera ini merekam dalam 6K (6240×3510) untuk menghasilkan kualitas menakjubkan di format 4K (3810×2160). Kamera juga mendukung format DCI (17: 9), yang memberikan tampilan sinematis yang lebih baik pada video.

Mode Film Simulation dapat diterapkan tidak hanya saat memotret tetapi juga saat merekam video, termasuk emulator gambar bergerak ETERNA. Video 4K/30P dapat direkam pada 4: 2: 0 8 bit ke SD card. Dengan kemampuan rekaman F-log dan 4: 2: 2 10bit melalui kemampuan port HDMI membuat kamera ini cocok digunakan videografer yang lebih serius.

Bila tertarik, Anda bisa membawa pulang X-T30 di kisaran harga sekitar Rp13 juta. Fujifilm memberikan penawaran khusus seperti bundling spesial dan diskon tambahan pada tanggal 25 – 31 Maret 2019 melalui platform e-commerce.

Saham Smartfren Disuspensi BEI, Ada Apa?

0

Berempat.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) terpaksa mesuspensi saham PT Smartfren Telecom Tbk. (Smartfren) pada Jumat (15/2). Suspensi yang dilakukan BEI ini merupakan tindak lanjut dari pergerakan saham salah satu emiten grup Sinarmas ini yang masuk lampu kuning pada Kamis (14/2). Pasalnya, saham Smartfren menunjukkan unusual market activity (UMA).

Kepala Divisi Operasional Perdagangan BEI Irvan Susandy menjelaskan, suspensi dilakukan BEI karena adanya peningkatan harga kumulatif yang signifikan atas saham Smartfren pada perdagangan kemarin. Karena itu, menurutnya, dalam rangka cooling down, BEI merasa perlu menghentikan sementara pergerakan saham Smartfren.

“BEI memandang perlu untuk melakukan penghentian sementara perdagangan saham dan waran seri II PT Smartfren Telecom Tbk (FREN dan FREN-W) pada perdagangan tanggal 15/02/2019),” terangnya dalam keterbukaan informasi di Jakarta, Jumat (15/2).

Suspensi atas saham Smartfren pun tidak hanya berlaku di pasar reguler, namun juga di pasar tunai. Irvan berdalih agar bisa memberi waktu kepada pelaku pasar dalam mempertimbangkan keputusan investasinya dalam Smartfren.

Sebagai informasi, harga saham Smartfren sempat anjlok pada Senin (11/2) sebesar 0,94% ke level Rp210 per saham. Nilai saham kembali anjlok pada esok harinya 0,95% ke level Rp208 per saham. Sebelum kemudian sampai ke titik terendah pada Rabu (13/2) yang anjlok 4,33% ke level Rp199 per saham. Namun, pada Kamis kemarin, saham Smartfren langsung melonjak 32,66% ke level Rp264 per saham.

Tagar Uninstall Bukalapak Meraja di Twitter, Pengaruhkah ke Bisnis?

0

Berempat.com – Pada Kamis (15/2) malam, tagar Uninstall Bukalapak menjadi trending topik di Twitter. Bahkan, sampai dengan siang ini, Jumat (15/2) tagar tersebut masih bertahan. Tagar Uninstall Bukalapak sendiri muncul setelah CEO Bukalapak, Achmad Zaky mengunggah status di akun twitter pribadinya terkait biaya R&D di Indonesia pada 2016 yang termasuk kecil. Yakni hanya sebesar US$2 miliar atau Rp2 triliun. lebih kecil dibanding negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Namun, yang menjadi persoalan warganet ialah kalimat yang ditulis di akhir unggahannya, yakni “Mudah2an presiden baru bisa naikin”. Sebab itu, banyak yang kemudian mengaitkan cuitan Zaky tersebut dengan Pilpres.

Kendati demikian, Achmad Zaky pun sempat mengunggah cuitan klarifikasi yang isinya meminta maaf kepada para pendukung Presiden sekaligus Calon Presiden Nomor Urut 2 Joko Widodo. Zaky meminta maaf atas mispersepsi pada kalimat presiden baru.

Selanjutnya, pernyataan resmi pun keluar dari Bukalapak melalui rilis yang disebar ke media massa pada hari ini. Pada rilis tertulis bahwa cuitan tersebut tidak bermaksud untuk mendukung atau tidak mendukung suatu calon presiden tertentu, melainkan ajakan untuk bersama membangun Indonesia melalui penelitian dan pengembangan ilmiah.

“Saya, Achmad Zaky selaku pribadi dan sebagai salah satu pendiri Bukalapak, dengan ini menyatakanpermohonan maaf yang sebesar-besarnya atas pernyataan yang saya sampaikan di media sosial. Saya sangat menyesali kekhilafan tindakan saya yang tidak bijaksana tersebut dan kiranya mohon dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya,” ujar Achmad Zaky dalam rilis tersebut.

Lantas, apakah munculnya tagar #UninstallBukalapak dapat memengaruhi keputusan konsumen untuk tak lagi membuka salah satu startup Unicorn Indonesia itu? Atau mudahnya, dapat memengaruhi laju bisnis Bukalapak?

Infografis oleh : Kovan (Berempat.com)

Untuk menjawabnya, kita bisa berkaca pada persoalan serupa yang pernah terjadi. Selain Bukalapak, seperti yang kita tahu, dua perusahaan startup berlabel Unicorn juga pernah didera tagar serupa di Twitter, yakni Go-Jek dan Traveloka.

Tagar #UninstallGojek muncul pada Oktober 2018 lalu sebagai bentuk protes warganet atas pernyataan resmi Gojek yang mengindikasikan dukungan terhadap Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di sosial media-nya. Apalagi, mengutip dari Selular.id, pernyataan yang sama juga dilontarkan oleh Wakil Presiden Pengembangan Bisnis dan Operasi Gojek Brata Santoso pada akun Facebook-nya.

Sementara, hampir serupa dengan Bukalapak yang dikaitkan pada pilihan politik, tagar #UninstallTraveloka muncul di Twitter setelah pianis Ananda Sukarlan melakukan walk out (WO) saat Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berpidato dalam acara peringatan 90 tahun berdirinya Kolese Kanisius pada November 2017.

Tak lama, beredarlah kabar bahwa salah satu pendiri sekaligus CTO Traveloka Derianto Kusuma yang turut hadir menyalami dan memberikan ucapan selamat ke Ananda setelah aksi WO yang dianggap sebagai dukungan terhadap aksi Ananda.

Pasca aksi di media sosial tersebut, baik Go-Jek maupun Traveloka sama sekali seperti tak terimbas dari aksi tersebut. Go-Jek dan Traveloka bahkan terus melebarkan sayapnya, seperti ekspansi ke beberapa negara. Baru-baru ini Go-Jek bahkan telah mengantongi putaran pendanaan terbarunya yang membuat valuasinya naik hingga hampir membawa Go-Jek menjadi Decacorn.

Maka bisa disimpulkan bahwa merajanya tagar #Uninstall yang ditujukan kepada kedua perusahaan Unicorn tersebut tak berdampak signifikan pada bisnisnya. Hal yang sama mungkin saja bisa dirasakan Bukalapak. Apa yang digaungkan di media sosial tak terlalu berdampak pada perjalanan bisnisnya.

EduPlan, Asuransi Pendidikan Ini Berikan Uang Pertanggungan Hingga 200%

0

Berempat.com – PT Bank Central Asia Tbk. (BCA) menjalin kerja sama dengan PT AIA Financial (AIA) untuk meluncurkan produk asuransi pendidikan Proteksi Edukasi Maksima (EduPlan) sebagai solusi persiapan dana pendidikan anak di masa depan. Asuransi ini merupakan solusi bagi persiapan dana pendidikan anak di masa depan.

Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS), biaya pendidikan diasumsikan terus meningkat 10-15% setiap tahunnya. Karena itu, untuk memberikan ketenangan bagi orangtua, BCA dan AIA menghadirkan produk asuransi EduPlan.

”Untuk menjawab tantangan tersebut serta sebagai wujud komitmen BCA dalam menyediakan solusi keuangan yang komprehensif bagi masyarakat, BCA bersama AIA menghadirkan EduPlan untuk membantu orang tua merencanakan pendidikan anak sejak dini,” ujar Direktur BCA Suwignyo Budiman saat konferensi pers di Jakarta, Kamis (14/2).

EduPlan merupakan asuransi jiwa tradisional yang tidak hanya memberikan manfaat dana pendidikan untuk anak, tapi juga manfaat pembebasan premi apabila terjadi risiko pada pemegang polis. Dengan membayar premi yang jumlahnya tetap dan tidak berubah selama 5, 10 atau 15 tahun, EduPlan memberikan jaminan pasti pemberian manfaat dana pendidikan dengan empat kali pembayaran, yaitu sebesar 80% UP di usia 18 tahun, 40% UP di usia 19 tahun, 40% UP di usia 20 tahun dan 40% UP di usia 21 tahun.

Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PT AIA FINANCIAL Ben Ng mengatakan, berdasarkan data AIA Customer Usage and Attitude Study pada 2018 lalu, sebanyak 89% keluarga Indonesia menginginkan masa depan yang lebih baik untuk keluarganya, dan 84% keluarga rela menyesuaikan gaya hidup untuk menyiapkan dana pendidikan anak.

“Melalui EduPlan, kami memberikan manfaat yang lebih komprehensif untuk menjamin dana pendidikan anak di masa depan sekaligus memberikan proteksi kepada masyarakat Indonesia. Peluncuran EduPlan juga semakin menguatkan kemitraan AIA dengan BCA yang telah terjalin selama lebih dari 12 tahun,” ujar Ben.

Di samping itu, berdasarkan data AIA Middle Class Survey, 94% berharap anak mereka dapat meraih pendidikan hingga mendapatkan gelar Sarjana. Hal ini membuka peluang bagi asuransi pendidikan untuk tumbuh lebih tinggi.

SIRCLO: e-Commerce Sumbang 20% Penjualan FMCG Korporasi

0

Berempat.com – SIRCLO baru saja merilis data terbaru mengenai penjualan produk fast moving consumer goods (FMCG). Tahun lalu diketahui e-commerce menyumbang 20% total penjualan perusahaan FMCG. Angka tersebut diprediksi masih akan terus meningkat di tahun ini.

“Setiap tahun, patokan untuk penjualan e-commerce terus meningkat dengan signifikan. Di akhir 2016, merek-merek FMCG menyasar agar e-commerce menyumbang 1 persen ke total penjualan. Namun tahun ini, mayoritas dari mereka menargetkan agar e-commerce berkontribusi 10 persen ke total penjualan. Dengan demikian menandakan pertumbuhan 10 kali lipat dibanding dua tahun yang lalu,” ujar Founder & CEO SIRCLO Brian Marshal dalam keterangan resminya yang diterima Berempat.com di Jakarta, Kamis (14/2).

Menurutnya, ada berbagai cara yang dapat ditempuh perusahaan FMCG untuk meningkatkan penjualan melalui online marketplace. Pertama, papar Brian, penting agar proses produksi dan merchandising, yaitu pengadaan sebuah produk, dijadikan lebih efektif dengan memperkuat pengaturan stok, pengendalian kualitas, serta pengunggahan koleksi baru secara reguler.

Kedua, perusahaan-perusahaan FMCG harus menargetkan berbagai aktivitas marketing, atau pemasaran ke konsumen di marketplace yang berpotensi untuk menjadi calon pelanggan.

Perusahaan-perusahaan FMCG pun bisa mengoptimalkan upaya promosi di platform marketplace dengan menggunakan aset digital, seperti iklan banner, newsletter, media sosial, dan promosi diskon.

“Yang ketiga, perusahaan-perusahaan FMCG harus membangun Customer Service, atau Layanan Pembeli, tersendiri. Melalui Layanan Pelanggan online ini, perusahaan-perusahaan dapat menanggapi pertanyaan pelanggan dan memberi pengalaman belanja yang memuaskan bagi para pelanggan. Memberi rasa puas adalah bagian penting dalam strategi menjaga loyalitas pelanggan,” kata Brian.

E-Commerce telah berkontribusi pada pertumbuhan FMCG di Indonesia secara signifikan dalam dua tahun terakhir ini. Namun, perusahaan-perusahaan FMCG menyatakan bahwa masih ada berbagai tantangan yang harus dilalui untuk dapat memaksimalkan posisi mereka di ranah e-commerce.

SIRCLO adalah perusahaan yang menyediakan solusi untuk merek-merek lokal dan besar untuk berjualan di jalur e-commerce. SIRCLO Commerce, layanan SIRCLO yang membantu brand untuk berjualan di berbagai kanal marketplace, menawarkan solusi mulai dari proses merchandising, pemasaran,  hingga logistik untuk pengiriman pesanan dan pergudangan untuk inventaris.

Fransiscus Kurniawan, PepsiCo Head of Trade Marketing and E-Commerce mengatakan bahwa pada umumnya perusahaan FMCG di Indonesia menghadapi setidaknya tiga tantangan besar ketika merambah dunia e-commerce. Tantangan terbesar yang dihadapi berkaitan dengan sumber daya manusia.

“Dibutuhkan minimal lima orang-bertugas sebagai Key Account, Store Operator, Customer Service, Logistic & Inventory, dan Graphic Designer – untuk menjalankan unit e-commerce dalam sebuah perusahaan dan ini semua membutuhkan investasi yang sangat besar dari awal. Selain itu, jumlah talenta yang piawai dan berpengalaman di bidang e-commerce FMCG belum banyak tersedia di pasar tenaga kerja Indonesia, sehingga perusahaan kesulitan untuk mempekerjakan orang yang sesuai,” kata Fransiscus.

Selain itu, Fransiscus menambahkan, tantangan lainnya adalah sistem rantai pasokan, mulai dari yang di internal perusahaan hingga distributor eksternal, yang belum terintegrasi ke platform e-commerce. Akibatnya, banyak proses terkait logistik, seperti pengambilan dan pengepakan produk yang dipesan secara online, masih dilakukan secara manual.

“Proses manual ini berpotensi menyebabkan terjadinya kesalahan yang mengakibatkan rendahnya performance penjualan,” lanjut Fransiscus.

Terakhir, dibutuhkan pengetahuan dan pengalaman untuk menjalankan penjualan melalui e-commerce yang berbeda tekniknya dibanding penjualan tradisional.

“Berjualan lewat e-commerce membutuhkan pengetahuan dan pengalaman untuk menentukan jenis platform yang cocok untuk sebuah merek atau produk, selain jenis promosi yang tepat untuk setiap platform e-commerce,” kata Fransiscus.

Salah satu solusi untuk menghadapi tantangan-tantangan ini adalah bekerja sama dengan penyedia solusi untuk channel management, atau manajemen jalur distribusi, yang mengkhususkan diri dalam membantu perusahaan FMCG untuk berjualan secara online.

“SIRCLO menyediakan one-stop solution bagi PepsiCo untuk menghadapi kendala-kendala tersebut, dengan servis yang bersifat dari ujung ke ujung, lengkap, dan terpercaya,” kata Fransiscus.