Senin, Juni 15, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 780

GoFood Bagikan Tren Kuliner Pilihan Konsumen di JCF 2019

0

GoFood, layanan pesan-antar makanan online terbesar di Indonesia dan di Asia Tenggara, hari ini membagikan tren kuliner pilihan konsumen di sela-sela Jakarta Culinary Feastival (JCF) 2019 yang diselenggarakan di Senayan City Jakarta, 3-6 Oktober 2019.

Kepercayaan mitra merchant dan pelanggan menjadikan GoFood pemimpin di industri, dimana hal ini diperkuat dengan pertumbuhan merchant di platform GoFood yang terus meningkat dalam satu tahun terakhir, yaitu mencapai 2,43 kali lipat.

Selain itu, beberapa jenis kuliner kian mengalami transaksi yang meningkat hingga lebih dari 100%. Hal ini menjadikan GoFood sebagai barometer tren kuliner baru di Indonesia.

VP Corporate Affairs Food Ecosystem Gojek, Rosel Lavina menjelaskan teknologi GoFood sukses mempertemukan konsumen dengan ribuan restoran dan pengusaha kuliner UMKM.

“GoFood kini sudah berkembang lebih dari sekadar layanan pesan-antar makanan, tapi juga menjadi katalog kuliner terlengkap bagi konsumen dengan 400.000 merchant. Konsumen GoFood kian loyal, terbukti dengan pertumbuhan pengunjung aplikasi GoFood yang meningkat hingga 2,63 kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya,” katanya.

Sebelumnya, kepercayaan pelanggan terhadap aplikasi GoFood juga diungkapkan oleh hasil riset Nielsen Singapura berjudul “Understanding Indonesia’s Online Food Delivery Market” yang mengungkapkan 84% konsumen yang menggunakan lebih dari satu aplikasi pesan-antar makanan menganggap GoFood menawarkan layanan terbaik dibandingkan rata-rata industri (39%).

Alasannya beragam, mulai dari pilihan menu beragam (87%); pilihan merchant beragam (83%); aplikasi mudah digunakan (83%); menilai mitra driver Gojek ramah, sopan, dan informatif (82%); hingga layanan pesan-antar makanan tercepat (79%).

Pertumbuhan transaksi GoFood sendiri salah satunya dipengaruhi oleh program promosi yang terus ditawarkan kepada pelanggan.

“Kami senang mitra merchant menyambut baik inisiatif yang kami hadir untuk mendatangkan gelombang pengguna baru bagi GoFood, termasuk salah satunya memberikan kesempatan bagi merchant untuk mengikuti program promo. Dengan mengikuti program promo, merchant GoFood dapat meningkatkan penjualan hingga lebih dari 60%,” kata Rosel.

Lebih lanjut mengenai tren makanan yang paling banyak dipesan lewat aplikasi GoFood hingga Agustus 2019, makanan dengan bahan dasar ayam dan varian burger dengan bumbu lokal masih menjadi favorit konsumen.

Diikuti oleh pilihan minuman favorit masyarakat, seperti minuman brown sugar, minuman gandum, regal drinks, danboba. Pertumbuhan ini paling banyak dikontribusikan oleh konsumen di 5 wilayah dengan jumlah transaksi tertinggi, diantaranya Jabodetabek, Bandung, Surabaya, Yogyakarta, dan Makassar.

 

Investasi Perhotelan di Asia Pasifik Bukukan Investasi US$ 4,5 Miliar

0

 

Investasi di bisnis perhotelan mencapai US$ 4,5 miliar dalam enam bulan pertama 2019. Lebih dari setengah nilai investasi tersebut berasal dari para pembeli lokal di Jepang, China dan Australia, ungkap konsultan real estate global JLL.

Menurut laporan terbaru JLL bertajuk Hotel Investment Highlight  para investor menghadapi tantangan yang semakin berat dalam mengambil keputusan investasi di tengah ketidakpastian geopolitik. Untuk mencapai target imbal hasil, sejumlah investor telah mengevaluasi ekspektasi risiko demi meraih peluang di negara mereka masing-masing.

Bisnis perhotelan di Jepang mencatat volume transaksi domestik tertinggi di wilayah Asia Pasifik, sebesar US$ 1,14 miliar selama enam bulan pertama di tahun 2019. Dari jumlah tersebut, REITs menyumbang hampir setengah dari total nilai yang diinvestasi di pasar. Ini berasal dari sejumlah kesepakatan bisnis, antara lain akuisisi Hilton Tokyo Odaiba senilai US$ 563,5 juta oleh Japan Hotel REIT Investment Corporation dan pembelian Hotel Oriental Express Osaka Shinsaibashi senilai US$ 25,2 juta.

“Permintaan dari investor institusional Jepang tumbuh karena biaya pinjaman yang rendah serta ekspektasi pertumbuhan pasar yang berkelanjutan yang ditopang oleh acara-acara skala besar yang akan diselenggarakan di negara tersebut, seperti 2019 Rugby World Cup, Tokyo 2020 dan 2025 World Expo,” kata Mike Batchelor, CEO Asia, JLL Hotels & Hospitality.

“Kami percaya bahwa peningkatan 12 persen perkiraan pengunjung internasional ke Jepang pada 2019 akan terus memacu investor lokal untuk mengeksplorasi peluang bisnis perhotelan di kota-kota besar seperti Tokyo dan Osaka selama sisa tahun ini,” tambahnya.

Menyusul di posisi kedua sebagai pasar dengan volume perdagangan terbesar di kawasan tersebut adalah China yang mencatatkan volume investasi domestik sebesar US$ 1,1 miliar. Pada kuartal I 2019, raksasa internet lokal JD.com membeli Beijing Jade Palace senilai US$ 400 juta. Hotel ini akan diubah menjadi perkantoran serba guna pada akhir tahun.

Batchelor mengatakan kesepakatan ini adalah bagian dari serangkaian investasi domestik yang mengincar aset-aset hotel untuk dijadikan fasilitas alternatif seperti perkantoran.

“Dengan perhitungan harga per meter persegi di China, aset-aset hotel cenderung bernilai lebih rendah daripada properti komersial lainnya. Mengingat profil hasil yang rendah dari transaksi tersebut, investor asing kemungkinan akan keluar dari pasar hotel, sehingga terjadi lebih banyak transaksi domestik di China,” Katanya.

Penanam modal domestik mendominasi sektor perhotelan di Australia di paruh pertama 2019. Sektor ini sudah lama menjadi incaran pemodal asing. Dengan nilai investasi hampir mencapai 80 persen dari total nilai sebesar $388,2 juta, hotel-hotel domestik yang menjadi target diantaranya NEXT Hotel Brisbane, Hilton Surfers Paradise, MACq 01 Hotel dan Mayfair Hotel Adelaide.

Craig Collins, CEO Australasia, JLL Hotels & Hospitality menjelaskan luas, lokasi, dan jenis aset yang ditawarkan di paruh pertama sesuai dengan keinginan para investor lokal.

“Itu sebabnya mengapa mereka sangat dominan. Dari tahun 2018 sampai Juni 2019, investor asal Australia meningkatkan investasi mereka tiga kali lipat di sektor perhotelan,” jelasnya.

“Sementara investor domestik terus menjadi sangat aktif, pasar investasi hotel Australia tetap merupakan fokus kuat bagi para investor asing. Berdasarkan aktivitas transaksi yang diproyeksikan untuk paruh kedua tahun 2019, kami estimasi modal internasional akan mendominasi akuisisi hotel selama sisa tahun ini,” tambahnya.

Terus Bagikan Kebaikan, Danone-Aqua “Ganti Baju”

0

Danone-AQUA, meluncurkan label baru yang menandakan komitmen nyata perusahaan untuk terus membagikan kebaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia. Bersamaan dengan peluncuran tersebut, Danone-AQUA juga meluncurkan Pojok Hidrasi Sehat di Farmers Market sebagai langkah nyata kebaikan lainnya.

Label baru Danone-AQUA ini menampilkan ilustrasi berbagai pegunungan di Indonesia yang dikelilingi oleh lingkaran cahaya dan aliran air; menceritakan warisan kebaikan Danone-AQUA kepada masyarakat Indonesia selama lebih dari 45 tahun terakhir, dari generasi ke generasi.

“Danone-AQUA memastikan untuk memilih, menjaga, dan merawat 17 sumber air pegunungan kami, agar dapat mengalirkan kebaikan kepada masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke melalui air berkualitas terbaik, proses yang ramah lingkungan, dan program pemberdayaan masyarakat di sekitar area operasional kerja,” ujar Intan Ayu Kartika, Brand Director Danone-AQUA.

Untuk meneruskan kebaikan tersebut kepada lebih banyak masyarakat Indonesia, Danone-AQUA bekerja sama dengan Farmers Market meluncurkan Pojok Hidrasi Sehat. Ini adalah sebuah area khusus di dalam Farmers Market yang memberikan informasi menarik mengenai pentingnya hidrasi sehat serta bagaimana kualitas air mineral ditentukan oleh kualitas sumber airnya.

“Sejalan dengan Danone-AQUA yang terus mengalirkan kebaikan kepada masyarakat, Farmers Market juga berusaha untuk memberikan kebaikan tersebut dengan menyediakan produk berkualitas terbaik dan pengalaman berbelanja yang nyaman. Instalasi interaktif Danone-AQUA di rak-rak toko kami dapat membantu mencapai tujuan tersebut karena dapat menjadi sarana edukasi yang menarik bagi pelanggan, di mana pelanggan akan selalu diingatkan untuk tetap terhidrasi dengan baik. Ini adalah sebuah kebaikan sederhana yang dapat memperluas kepedulian kami terhadap kesehatan pelanggan,” ujar Maria Suwarni, Chief Merchandising & Marketing Officer PT Supra Boga Lestari Tbk.

Tingkat hidrasi masyarakat Indonesia saat ini sudah mengalami kemajuan, di mana 78% anak-anak, 79% remaja, dan 72% orang dewasa telah memiliki hidrasi yang cukup*. Untuk menjaga momentum positif ini dan memastikan hidrasi tersebut terpenuhi secara sehat, masyarakat perlu mengadopsi gaya hidup sehat, sesederhana dengan mulai minum air secara cukup.

“Karena otak kita terdiri dari 75% air, dehidrasi dapat menyebabkan perubahan emosi, kurang konsentrasi, sakit kepala ringan, dan kelelahan. Kehilangan cairan dan elektrolit juga dapat menyebabkan kram otot yang menghambat kinerja kita. Karena itu, kita perlu mengkonsumsi air yang cukup setiap hari dan menjadikannya sebuah kebiasaan,” kata dr. Tria Rosemiarti, Hydration Science Director Danone-AQUA.

=

Bisnis Fresh & Healthy Drink Laris Manis Seperti di Singapura dan Malaysia

0

 

Minuman berbahan dasar jelly yang dapat dengan mudah ditemui di banyak tempat memberi gambaran usaha minuman bubble diterima baik. Tak heran banyak orang tertarik menjajal peruntungan dengan membuka usaha minuman bubble. Each A Cup adalah salah satu waralaba minuman bubble asal Singapura yang masuk Indonesia sejak Mei 2013 dibawah naungan PT Cipta Selera Inti Boga.

“Kami tertarik membawa Each A Cup ke Indonesia karena di Negara asalnya, yakni Singapura juga di Malaysia Each A Cup sangat diminati pelanggan. Karena itu, kami tertarik jadi master franchise Each A Cup dan yakin akan sukses seperti di Singapura dan Malaysia,” ujar Cecilia Velita, Direktur Each A Cup

Lebih lanjut Velita mengatakan di Negara asalnya Singapura, Each A Cup telah memiliki 40 outlet, dan lebih dari 100 outlet di Malaysia. Sedangkan di Indoensia Each A Cup pertama kali membuka outlet di Kelapa Gading. Melihat respons yang positif dari masyarakat, hanya berjarak 6 bulan dari outlet pertama Each A Cup kembali membuka outlet kedua dibilangan Bintaro. Kini Each A Cup telah memiliki 3 outlet yang terletak di Kelapa Gading, Bintaro, dan Kemanggisan.

“Dalam waktu dekat ini kita akan buka lagi dua outlet yang rencananya di Pantai Indah Kapuk dan Hayam Wuruk,” tambah Velita.

Sebagai master franchise di Indonesia, PT Cipta Selera Inti Boga memiliki hak untuk mengembangkan Each A Cup di Indonesia lewat jalur waralaba. Namun baru Desember 2014 ini PT Cipta Selera Inti Boga men-share hak waralaba Each A Cup. Menurut Velita banyak tawaran menjadi Terwaralaba (Mitra) Each A Cup sejak awal beroperasi, namun Velita mengatakan tidak ingin terburu-buru membuka kerja sama waralaba.

“Kami tertarik untuk men-share waralaba Each A Cup karena banyak permintaan dan agar semakin cepat berkembang, dan saya rasa ini waktu yang tepat untuk membuka kerja sama waralaba,” ujar Velita.

Each A Cup.

Velita mengatakan konsep Each A Cup berbeda dari minuman bubble pada umumnya. Jika brand bubble lain telah menyiapkan teh yang telah diolah dalam tempat penyimpanan, tidak demikian dengan Each A Cup dimana teh langsung diolah begitu ada pesanan dengan cara di bru yaitu diseduh sambil diputar dengan alat khusus seperti blender.

Selain itu Each A Cup tidak menggunakan sirup atau pemanis buatan sehingga lebih sehat. “Jadi minuman yang kita hadirkan ke pelanggan lebih fresh dan lebih healty karena kita menggunakan sari buah asli,” terangnya.

Each A Cup menawarkan 70 varian rasa diantaranya Pearl Milk Tea, Jasmine Green Tea, Oolong Milk Tea, Sakura Green Tea, Korean Citron Juice, QQ Korean Citron, Taiwan Pineapple Green Tea, Coffee Milk Tea, Mocha Ice Blended, hingga Taro Ice Blende.

Selain banyak pilihan rasa, Each A Cup juga menawarkan 12 macam varian topping mulai dari Mini Pearls, Big Pearls, Mixed Fruit Jelly, Mesona Jelly, Ai-yu Jely, Yoghurt Popping Boba, Mango Pudding, Almond Agar, Azuki Beans, White Pearls, Lychee Coconut Jelly, dan Passion Fruit Popping Boba.

Harga yang ditawakan cukup bervariasi yaitu mulai dari Rp 17 – 25 ribu/cup dan Rp 3 ribu/topping. Dengan banyaknya pilihan rasa dan harga yang cukup terjangkau tidak heran bila Velita mengaku mampu menjual sekitar 100 – 150 cup per hari. “Jika sedang weekend atau hari libur maka penjualan bisa mencapai dua kali lipatnya,” ujar Velita.

Investasi.

Investasi yang dibutuhkan adalah sebesar Rp 700 juta. Dari nominal tersebut Terwaralaba akan mendapatkan booth island, dessain dekorasi, peralatan usaha, bahan baku awal, dan media promosi berupa brosur. Investasi tersebut belum termasuk sewa tempat dan berlaku untuk kontrak kerja sama selama 5 tahun. Ditambahkan Velita, lokasi yang harus disiapkan oleh Terwaralaba minimal seluas 20 – 25 meter². Yang menarik, Pewaralaba akan mencarikan dan memberikan training karyawan.

Selanjutnya Terwaralaba dikenakan biaya royalty fee sebesar 5% – 10% tergantung dari omset yang didapatkan yang mulai dibayarkan pada bulan ke 2 setelah membuka outlet. Terwaralaba juga diwajibkan membeli bahan baku dari Pewaralaba seperti cup, teh, kopi, dan topping tanpa minimal pembelian.

Velita mengatakan Terwaralaba ditargetkan mampu balik modal dalam waktu 2 tahun. Dengan target penjualan 100 – 150 cup per hari. Dengan demikian, Terwaralaba akan mendapatkan omset sekitar Rp 51 juta/bulan. Setelah dikurangi biaya sewa tempat, royalty fee, dan biaya operasional lainya Terwaralaba akan mengantongi keuntungan bersih sebesar Rp 29 juta/bulan atau 56% dari omset. Untuk mencapai target tersebut faktor lokasi sangat berpengaruh. Menurut sulung dari dua bersaudara ini lokasi yang cocok untuk membuka outlet Each A Cup adalah di mal kelas menengah ke atas.

 

Kebaya dan Rok Batik Casual Diminati Eksekutif Muda

0

 

Memilih usaha dibidang fesyen khususnya produk budaya berupa batik dan kebaya ini bukan karena tanpa alasan. Jauh sebelum batik booming di Indonesia perempuan yang memiliki nama lengkap Herlin Fidyastuti ini pun sudah sering bersinggungan dengan batik.

“Zaman kuliah dulu saya sudah akrab dengan batik, tapi karena melihat perkembangan batik dan kebaya pada saat itu masih biasa saja, saya pun tidak terlalu menekuninya dengan serius,” ungkapnya.

Meski pengetahuan mengenai jenis kain dan motif batik sangat minim, namun dengan pengalamannya sebagai seorang account eksekutif ia pun optimis kalau usahanya ini bisa berkembang. “Saya sudah tau brand dan marketnya,  jadi tinggal saya kembangkan saja peta bisnis yang akan saya tekuni,” yakin Herlin.

Saat memulai usaha batik, Herlin mengeluarkan modal Rp 50 juta yang digunakan untuk belanja berbagai macam produk kain batik dibeberapa daerah. Kemudian batik tersebut ia jual kembali di berbagai pameran, baik pameran lokal maupun nasional.

“Jadi awalnya saya jual-jual kain dulu, kemudian ada customer yang kasih masukan kenapa tidak jual baju jadi sekalian, Nah dari sinilah saya mulai bikin dress, berkembang menjadi rok batik pakain gamis batik dll,” terang Herlin

Untuk menghemat modal Herlin bekerjasama dengan beberapa maklon pengrajin batik yang ada di Pekalongan. “untuk kerjasama maklon batik dengan pengrajin yang ada di Pekalongan ini hanya berbentuk kain, selebihnya untuk proses jahit saya memiliki workshop sendiri yang ada di ITC Kuningan, Jakarta Selatan,” Jelas Herlin.

Sejak awal usaha Herlin hanya fokus pada produk pakaian batik, namun seiring perkembangannya ibu dari dua anak ini pun mulai melihat persaingan batik yang semakin ketat, akhirnya ia pun mulai melengkapi koleksinya dengan pakaian kebaya yang didesain untuk kalangan eksekutif muda.

Produk. Batik yang ditawarkan Mahadevi ini pun cukup beragam, dari mulai batik yang masih dalam bentuk kain hingga batik yang sudah berbentuk pakaian jadi seperti rok dan dress. Adapun mengenai harga dari batik Mahadevi ini mulai dari Rp 400 ribu hingga Rp 7 juta.

Seperti kain batik tulis lebar 2 m x 2 meter dengan bahan katun ditawarkan Rp 400-800 ribu, kemudian kain batik tulis bahan viscose lebar 2 meter x 2 meter diatawarkan dari mulai Rp 500 ribu – Rp 3 juta, kain batik tulis dengan kombinasi bahan ATBM ditawarkan antara Rp 1 juta –Rp 4 juta, kain batik tulis bahan sutra Tenun ATMB ditawarkan Rp 2 – Rp 7 juta.

Selain batik dalam bentuk kain, beberapa produk unggulan Mahadevi lainnya adalah rok batik dan kebaya batik. Untuk model Rok batik ini memang dibuat seperti tidak terkesan rok, melainkan seperti kain yang dililitkan. “orang Jakarta kan pengennya simple dan tidak mau ribet, jadi saya bikin rok batik saja yang sudah siap pakai tanpa harus ribet melilitkan kain,” papar Herlin.  Untuk harga rok batik ini cukup variatif, dari yang termurah Rp 400 ribu sampai dengan yang termahal Rp 2 juta.

Sedangkan untuk koleksi kebaya yang ditawarkan Mahadevi cukup beragam, dari mulai kebaya katun biasa tanpa bordir dengan harga Rp 500 ribu, kemudian kebaya bordir motif Rp 750, kebaya bordir dengan bahan taffeta Rp 750-850 ribu, kebaya semi sutra bludru Rp 2.5 juta hingga kebaya full bordir dan payet dibanderol Rp 2.5 juta.

Mengenai model kebaya ini sendiri juga bermacam-macam, namun yang menjadikan kekuatan dari kebaya Mahadevi ini adalah hasil dari modifikasi aplikasi payet dan bordir. Selain itu model yang casual dan sederhana membuat kebaya Mahadevi banyak disukai kalangan eksekutif muda. Mahadevi juga memiliki koleksi tambahan berupa shal dan selendang yang ditawarkan antara Rp 200 ribu-Rp 500 ribu/pieces.

Untuk batik Tiap tahun Herlin selalu membuat desain produk baru sekitar 5-10 pieces.  Sedangkan untuk kebaya, motif dan model hampir dipastikan tiap bulan selalu ada yang baru.

Pemasaran

Saat ini kepemilikan showroom menjadi salah satu pemasaran yang dianggap penting bagi Herlin, dengan memiliki 7 outlet penjualan yang terletak di pusat perbelanjaan bergengsi, membuat nama Mahadevi semakin dikenal. Selain mengandalkan showroom, Herlin juga menjual berbagai macam produknya ini melalui event pameran, seminar, web, iklan di media cetak, Twitter, WordPress dan Facebook.

“Promosi saya belum yang gila-gilaan, lebih banyak di outlet, dan banyak dibantu oleh media, baik media cetak atau televisi. Kebetulan juga produk kami sering dipinjam untuk acara-acara dibeberapa stasiun TV, yang paling rutin acara kunjungan finalis putri indonesia, semua pakaian kita support, lumayan juga buat promosi. Selain itu dari majalah-majalah pemotretan juga banyak membantu. Saya juga sering ikut fashion show,” jelas wanita kelahiran pemalang, Jawa Tengah ini.

Saat ini kapasitas produksi Herlin untuk batik tulis 100 potong/bulan, batik cap kombinasi 200 potong/bulan, batik cap 100 potong/bulan, rok 200 potong/bulan, blus 100 potong/bulan,  rok terusan 100 potong/bulan, kebaya 300 potong/bulan, kebaya anak 100 potong/bulan, kemeja anak 100 potong/bulan dan kemeja 100 potong/bulan.

Sehingga jika ditotal kapasitas produksi Mahadevi tiap bulannya mencapai 1500 pieces. Dari kapasitas produksi yang dihasilkan, setidaknya Herlin bisa menjual antara 500-800 produk tiap bulannya.  Sehingga omset yang dapat diraih Herlin per bulan bisa mencapai lebih dari Rp 200 juta dengan keuntungan bersih mencapai 50 %.

 

Hindari Pemasaran Lewat Keagenan

0

 

Produk aksesoris anak berupa topi karakter berprospek baik ke depannya, asalkan terus mengikuti perkembangan dunia anak, misalnya tema film, tokoh kartun atau fashion anak. Produk tersebut juga harus benar-benar kreatif.

Bisnis ini bisa dilakukan dalam skala home industry maupun pabrikan. Dengan proses pembuatan yang mudah alias tidak terlalu rumit, membuat bisnis skala home industry dan pabrikan bisa melakukan pergantian model secara cepat dan lebih fleksibel. Yang penting pelaku usaha bisa membangun citra, misalnya memiliki karakter-karakter unggulan yang dibuat.

Agar home industry bisa bersaing dengan pabrikan, tema-tema karakter yang ditawarkan harus lebih spesifik/lebih sempit, mencari relasi misalnya baik tempat wisata anak (misalnya Dufan), tempat makan yang bisa menawarkan aksesoris anak sebagai salah satu media promosi atau tempat-tempat yang membangun kreativitas anak, misalnya tempat kursus atau tempat bermain anak.

Tentunya pelaku usaha harus jeli melihat kira-kira apa yang akan menjadi tren selanjutnya dalam dunia anak-anak. Misalnya mengacu pada tren luar negeri. Namun kebanyakan pelaku saat ini hanya mengacu pada tren yang sudah berlangsung, padahal tren tersebut bisa saja segera berubah.

Karena perkembangan media anak sudah merata, maka bisnis ini tentu berpeluang baik di kota maupun daerah. Namun tren tersebut lebih cepat terjadi di kota, barulah nantinya selang beberapa waktu disusul daerah. Tren di daerah cenderung agak telat dibanding di kota, misalnya saat di kota masanya sudah akan berlalu, di daerah baru menjamur/booming.

Pemasaran bagi pemula paling efektif rajin mengikuti pameran atau event-event menarik yang berisi hiburan untuk anak-anak. Apalagi jika kita mengikuti event yang pemberitahuannya disebarkan melalui televisi.

Selain itu, pemula bisa membangun komunitas demi kemudahan promosi. Jangan langsung memberikan harga diskon. Barang yang cocok bisa diberi potongan harga, apabila akan habis masa booming-nya. Jika Anda memiliki modal kuat, bisa langsung dengan membuka toko, namun jika modal kurang, Anda bisa menyewa booth atau menitip ke toko perlengkapan anak. Cara kemitraan, misalnya melalui agen perlu diwaspadai karena produk ini trennya sangat cepat berubah. Jika melalui keagenan, dikhawatirkan menjelang masanya habis, produk masih banyak terdapat di agen.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Untuk memulai bisnis ini, pemula harus kreatif. Bila perlu, dia sendiri yang menjadi desainernya. Sehingga bisa mengkreasikan tema atau model yang sudah ada. Jadi pelaku harus memiliki kemampuan tersebut. Pelaku usaha harus mampu melihat tema-tema atau isu yang sedang tren di kalangan anak. Pemula harus gencar mencari event acara anak. Pemilihan lokasi juga penting, misalnya mencari lokasi yang ramai atau dekat dengan toko-toko perlengkapan anak atau tempat wisata.

Ada baiknya pemula menyasar kelas menengah bawah terlebih dahulu, nantinya bisa menarik segmen menengah atas jika dana yang lebih besar sudah terkumpul. Atau jika Anda memiliki modal kuat alias besar, bisa langsung membuat produk yang menyasar kelas menengah atas. Tetap saja semua itu tergantung dari budget yang dimiliki yang nantinya akan digunakan untuk membeli bahan baku yang murah atau yang mahal. Jadi nantinya Anda bisa menyasar seluruh segmen pasar.

Produk ini sangat mudah ditiru sehingga banyak dijajakan di masyarakat. Otomatis membuat persaingan terlihat cukup ketat. Jangan khawatir dengan produk impor, sebab sejauh ini produsen lokal mampu mengejar kualitas produk impor. Untuk mengatasi ketatnya persaingan sangat tergantung pada kreativitas yang ada, jika topi karakter cukup kreatif, tentu bisa bersaing dengan produk impor.

Persaingan paling ketat justru terjadi pada kelas menengah, yang mana tingkat kreativitasnya bisa menarik konsumen kalangan atas. Untuk produk kalangan atas belum terlalu banyak pesaingnya karena biasanya dibuat dalam jumlah yang cenderung terbatas alias limited edition serta bisa customized, menyesuaikan selera konsumen.

Tips Marketing:

  • Lebih memperhatikan periode/waktu. Jangan sampai terlambat memperkenalkan produk sesuai masa trennya.
  • Rajin mengikuti pameran dan event ramai baik untuk anak dan keluarga
  • Membangun citra, misalnya dengan membuat karakter dari tokoh-tokoh yang disukai anak-anak
  • Jika Anda menyasar kelas bawah, hati-hati dalam menawarkan harga. Karena pada kelas ini, harga menjadi hal yang cukup sensitif.

 

Oleh: Makfudin Wirya Atmaja,

PPM MANAJEMEN

Jl. Menteng Raya 9, Jakarta 10340

Email mwa@lppm.ac.id

6 Pengembang Bentuk Komite Koridor Timur Jakarta

0

 

Enam pengembang besar membentuk Komite Koridor Timur Jakarta. Keenamnya ialah PT Summarecon Agung Tbk, PT Jababeka Tbk., PT Lippo Cikarang Tbk., PT Sirius Surya Sentosa (Vasanta Innopark), PT Pollux Properti Indonesia Tbk. dan PT PP Properti Tbk.

Komite Koridor Timur Jakarta dibentuk sebagai terobosan baru untuk semakin mengukuhkan kawasan tersebut sebagai destinasi hunian dan investasi yang tidak kalah dengan berbagai kawasan lainnya di Jakarta.

“Melalui Komite Koridor Timur Jakarta ini, harapannya, sejumlah pengembang dapat bersinergi untuk menyampaikan berbagai kelebihan atau plus point yang ada di koridor tersebut,” kata Executive Director PT Summarecon Agung Tbk. Albert Luhur.

Ia meyakini Koridor Timur Jakarta bakal menjadi koridor yang sangat penting, karena nantinya akan saling terintegrasi hingga ke Jawa Timur melalui pembangunan infrastruktur yang masif.

Sementara itu, Director PT Jababeka Tbk. Sutedja S Darmono menyebut koridor timur ialah kawasan industri untuk industri menengah ringan sehingga tidak menciptakan polusi seperti daerah industri lainnya. Karena itu, kata dia, sangat nyaman sebagai kawasan hunian.

“Komite ini akan saling bersinergi untuk membangun bersama. Misalnya, melakukan pemasaran atau kampanye bersama untuk mendobrak image negatif yang selama ini telah berkembang di masyarakat, yaitu kemacetan dan kawasan industri,” terang Sutedja.

Koridor Timur Jakarta yang terdiri dari Bekasi, Cikarang, dan Karawang merupakan salah satu jantung penting bagi perekonomian Indonesia. Produk Domestik Bruto (PDB) yang dikontribusikan koridor itu pada 2018 mencapai Rp14,8 triliun, tumbuh 5,17% lebih tinggi dari capaian 2017.

Meningkatkan Pendapatan Usaha Laundry

0

 

Kunci keberhasilan suatu usaha (apalagi sudah berjalan dua tahun), adalah pemisahan antara keuangan pribadi (gaji dari kantor Anda) dan keuangan usaha (pendapatan usaha laundry Anda). Fungsi pemisahan ini adalah untuk melihat kinerja usaha Anda, yang dalam kasus Anda ternyata bukannya untung, melainkan untuk menutupi biaya gaji pegawai pun masih harus ditomboki dari uang pribadi Anda.

Saran saya, karena usaha Anda ini sifatnya waralaba, coba diskusikan dengan Pewaralaba (franchisor) Anda mengenai kondisi yang Anda alami saat ini. Jika Pewaralaba Anda memang bertanggung jawab, dia akan memberikan saran-saran dan solusi yang dianggap dapat menanggulangi keadaan ini. Terus terang saya sendiri heran jika sampai dua tahun Anda “berdarah-darah” menomboki biaya gaji pegawai dan Pewaralaba Anda tenang-tenang saja melihat kondisi ini.

Jangan lupa lho Pak, meskipun ini waralaba, namun Anda juga tetap harus aktif terlibat menjalankan bisnis Anda. Jangan menggantungkan 100% pada franchisor. Seringkali kurang maksimalnya suatu waralaba justru terjadi karena si pemilik bisnis kurang mengurusi bisnisnya (mungkin karena terlalu sibuk dengan pekerjaan di kantornya). Apalagi jika si pemilik sebenarnya tidak memiliki kecintaan yang tinggi terhadap bidang usaha waralaba yang digelutinya, peluang kegagalannya akan lebih tinggi.

Jika memang nanti, franchisor tidak bisa memberikan solusi memuaskan maka ada dua pilihan yang bisa Anda pertimbangkan. Yang pertama jika Anda memang mencintai bidang laundry dan yakin Anda mampu mendedikasikan waktu dan kreativitas lebih banyak untuk usaha Anda, maka Anda bisa melanjutkan usaha ini sendiri tanpa melanjutkan waralaba dengan franchisor.

Hanya saja Anda harus perhatikan apakah ada konsekuensi hukum dalam perjanjian waralaba yang melarang Anda untuk berbisnis di bidang yang sama dalam kurun waktu tertentu. Jangan sampai Anda berurusan dengan hukum gara-gara lalai mencermati hal ini.

Dan yang kedua, jika Anda memang kurang punya “feel” terhadap bisnis ini, sebaiknya dihentikan saja dan saya sarankan Anda cari peluang bisnis lain yang dapat Anda tekuni dengan penuh kecintaan karena niscaya hasilnya akan jauh lebih memuaskan dan Anda bisa mengembangkan usaha tersebut.

Demikian Saya menanggapi permasalah yang Anda hadapi dalam menjalankan usaha laundry kiloan. Semoga yang saya sampaikan bermanfaat untuk Anda dan juga para pembaca lainnya. Sukes untuk Anda.

 

Oleh : Pietra Sarosa, MSM

Managing Director Sarosa Consulting Group

Indonesia Stock Exchange Building Tower II 17th F1 Jakarta 12190

 

Meningkatkan Omset Usaha Booth Fried Chicken & Burger

0

 

Produk terutama ayam goreng termasuk jenis produk yang diminati banyak orang, baik muda maupun tua. Kalau burger kebanyakan lebih disukai generasi yang muda. Nah menyangkut produk ini, Anda harus cek lebih dulu apakah ayam goreng dan burger buatan Anda memiliki rasa yang enak dan renyah, menggunakan bahan-bahan yang cukup berkualitas dan segar, serta disajikan dengan higinis?

Lalu apakah para pembeli yang pernah makan, tidak pernah komplen? Apakah banyak pembeli yang datang kembali untuk membelinya? Atau kalau perlu lakukan pengujian dengan meminta orang mencicipi dan memberi masukan bagaimana responnya. Kalau jawabannya positif maka dari segi produk tidak ada masalah. Namun kalau sebaliknya, maka masalah produk harus dibereskan lebih dulu, misal dari segi kualitas.

Kedua, menyangkut lokasi booth. Apakah selama ini Anda meletakkan booth di lokasi yang banyak dilewati orang yang lalu lalang dan tidak ada pesaing makanan yang sejenis? Jika ya, maka pemilihan lapak atau tempat sudah benar. Namun jika Anda letakkan di lokasi yang sepi pengunjung, maka penempatan booth perlu ditinjau ulang.

Pikirkan, apakah selama ini booth Anda (jika booth bisa berpindah) pernah diletakkan di lokasi yang memiliki pasar sudah jelas. Sebagai contoh di sekitar sekolah, kos-kosan universitas, perumahan yang padat penduduk atau sekitar gedung-gedung yang banyak pekerjanya? Tempat-tempat seperti ini sangat cocok untuk menjual makanan, terlebih lagi jika booth Anda mangkal sendirian.

Ketiga, telitilah apakah tawaran Anda memiliki nilai pembeda dibanding booth-booth yang ada di sekitarnya? Anda tidak bisa sekedar menawarkan produk yang sama atau standar, kecuali booth Anda sendirian di lokasi yang ramai pengunjung. Ini dimungkinkan karena orang tidak ada pilihan lain untuk mengisi perutnya yang lapar dengan ayam goreng atau burger Anda.

Meski demikian, syarat standar utama makanan Anda harus terpenuhi seperti poin pertama di atas. Namun demikian, untuk membuat booth Anda dilirik banyak orang dan membuat orang tertarik mencoba, maka harus ada keunikan atau pembeda dari ayam goreng atau burger Anda. Sebagai contoh di Amerika Serikat, ada burger yang cukup laris meski sudah ada banyak burger terkenal seperti McD atau Burger King.

Nama resto burger ini Heart Attack Grill. Apa yang unik? Burger yang disajikan dengan ukuran yang “wow”, roti dan isinya berlapis sangat tinggi, dengan rumah makan yang diatur bak rumah sakit. Burger lokal kita juga ada yang unik seperti Burger Klenger yang membuat orang yang makan sampai “klenger” karena kekenyangan.

Untuk itu, Anda harus berikan pembeda dari tawaran Anda supaya banyak dilirik dan dicoba orang yang lewat. Pembeda atau diferensiasi adalah mutlak harus ada kalau mau laris. Saya beri contoh ide misalnya ayam goreng “remuk”. Ayam goreng ini digoreng dengan sangat garing atau krispi dan tulang-tulangnya sampai remuk. Bukankah nama “ayam goreng remuk” membuat orang penasaran untuk mencoba dibanding sekedad ayam goreng? Dikombinasikan dengan sambal yang pedas akan membuat orang semakin menarik.

Juga jika lokasi booth Anda dekat dengan perkantoran bisa Anda buat paket boks nasi sehingga tidak hanya menjual ayam goreng dalam  bentuk potongan namun sebagai paket makan siang. Dalam hal ini penentuan harga juga sesuai dengan standar konsumen yang dibidik.

Keempat, dari segi promosi. Promosi merupakan upaya komunikasi untuk menarik pengunjung datang. Selain tiga poin di atas yang harus Anda lakukan, poin keempat adalah melakukan promosi. Dari segi booth, desain penampilan booth Anda yang mencuri perhatian atau eye catching.

Misalnya dari segi kombinasi warna, diberi lampu LED yang mudah membuat orang menoleh dan didesain dengan bersih. Kemudian tawarkan paket menu unggulan Anda, tidak sekedar bertuliskan “jual fried chicken” atau “burger” tetapi kombinasikan dengan diferensiasi yang Anda ciptakan. Juga layani pelanggan yang datang dengan ramah dan cepat.

Sekarang, coba Anda cek kembali booth Anda dengan empat poin di atas. Lakukan perbaikan atau perombakan jika belemu memenuhi empat syarat utama di atas. Maju terus bisnis ayam goreng dan burger Anda!

 

Oleh: Istijanto Oei,

Pelatih dan Konsultan Bisnis Prasetiya Mulya,

Penulis Buku: ”Jurus-jurus Sakti Wirausaha”

dan ”Rahasia Sukses Toko Tionghoa”

www.istijanto.com

 

 

Kiat-Kiat Sukses Usaha Mainan Anak Kreatif: Selalu Ready Stock

0

 

Mainan edukatif merupakan satu alat yang dapat membantu perkembangan saraf motorik pada anak. Produksi mainan edukatif bisa dilakukan pada industri rumahan. Salah satu pelaku usaha mainan edukasi adalah Thamrin, pemilik Atham Toys. Keinginan pria kelahiran Jakarta 1975 tersebut untuk terjun ke usaha produksi mainan edukasi anak pada tahun 2008 silam karena melihat prospeknya yang besar.

“Inspirasi saya dapatkan ketika saya melihat produk mainan edukasi anak dijual dengan harga mahal, ada yang Rp 75 ribu dan Rp 120 ribu untuk 1 produk. Saya kagum padahal saya coba hitung modalnya murah tapi harga jual fantastis. Di sini saya bisa mengambil peluang dengan menjual produk sejenis namun dengan harga relatif murah,” kenangnya sembari tersenyum.

Untuk memenangkan persaingan, selain menjaga kualitas produk mainan, Thamrin juga melakukan strategi selalu ready stock di atas 75% dan memberikan pelayanan one day delivery service untuk wilayah Jakarta dengan ketentuan minimal pembelian Rp 300 ribu.

“Walaupun dalam satu hari tidak ada pesanan di workshop saya tetap terus produksi,” ungkapnya.

Thamrin melakukan promosi usahanya melalui online, dan memasarkan lewat bantuan Agen, dan menitipkan produk ke pasar tradisional serta pasar modern seperti Pasar Pagi Jakarta Utara, Pasar Prumpung Jakarta Timur, Bekasi, Pasar Swalayan Tip-Top. Saat ini Thamrin telah memiliki 50 Agen dengan syarat keagenan cukup melakukan pembelian produk pertama minimal Rp 510 ribu. Dan hingga saat ini Thamrin telah melayani pesanan luar kota mulai dari Medan hingga Balikpapan.

Keahlian membuat mainan edukasi diperoleh Thamrin secara otodidak. Ketika pertama kali menjalankan usaha, ia masih  memaklonkannya di daerah Sukabumi Jawa Barat.

“Waktu saya maklon dengan pengrajin sambil mempelajari kualitas produk, tetapi lama kelamaan saya mulai ingin produksi sendiri karena dari pengrajin kurang begitu bagus dan tidak sanggup membuat dalam jumlah besar,” tegasnya.

Kemudian Thamrin mulai memproduksi sendiri mainan edukasinya. Sedangkan bahan baku Thamrin menggunakan kayu Jati Belanda, Pinus, dan Ramin, yaitu palet sisa impor yang masuk ke Indonesia. Bahan-bahan baku ini dibeli dari para pengepul yang banyak terdapat di daerah Klender dan Cakung Jakarta Timur dengan harga Rp 2.500 sampai Rp 15 ribu per potong ukuran 2x15x110 cm.

Ketika sudah mulai memproduksi sendiri, ide desain didapatkan melalui searching internet, melihat contoh produk mainan edukasi dari New Zealand, Inggris, dan Thailand. Hingga saat ini Thamrin sudah dapat memproduksi 150 jenis mainan edukasi anak dengan varian harga yang berbeda-beda mulai dari Rp 25 ribu – Rp 170 ribu.

Di antaranya Puzzle Sablon ukuran 20×30 cm dengan harga Rp 40 ribu, Puzzle Stiker Angka dan Alphabet Rp 32,5 ribu, Hammer Set 3 pasak – 6 pasak dijual dengan harga Rp 42,5 ribu – Rp 68 ribu, Geometric Susun Rp 48 ribu – 75 ribu dan masih banyak lainnya. Jenis mainan edukasi yang paling banyak dipesan dan laris adalah Puzzle Sablon, gambar dan juga Regular Alphabet seperti Puzzle Alphabet Angka dan Puzzle Angka yang dalam sebulan bisa terjual hingga 700-900 pcs.

 

Oleh: Atham Toys (Toko Mainan Kayu Edukatif)

Jl. Budaya No.15, Kel. Batu Ampar, Kec. Kramat Jati Condet, Jakarta Timur

Web: www.mainankayu.com