Kiat-Kiat Sukses Usaha Mainan Anak Kreatif: Selalu Ready Stock

0
44
Mainan edukasi (dok neraca.co.id)

 

Mainan edukatif merupakan satu alat yang dapat membantu perkembangan saraf motorik pada anak. Produksi mainan edukatif bisa dilakukan pada industri rumahan. Salah satu pelaku usaha mainan edukasi adalah Thamrin, pemilik Atham Toys. Keinginan pria kelahiran Jakarta 1975 tersebut untuk terjun ke usaha produksi mainan edukasi anak pada tahun 2008 silam karena melihat prospeknya yang besar.

“Inspirasi saya dapatkan ketika saya melihat produk mainan edukasi anak dijual dengan harga mahal, ada yang Rp 75 ribu dan Rp 120 ribu untuk 1 produk. Saya kagum padahal saya coba hitung modalnya murah tapi harga jual fantastis. Di sini saya bisa mengambil peluang dengan menjual produk sejenis namun dengan harga relatif murah,” kenangnya sembari tersenyum.

Untuk memenangkan persaingan, selain menjaga kualitas produk mainan, Thamrin juga melakukan strategi selalu ready stock di atas 75% dan memberikan pelayanan one day delivery service untuk wilayah Jakarta dengan ketentuan minimal pembelian Rp 300 ribu.

“Walaupun dalam satu hari tidak ada pesanan di workshop saya tetap terus produksi,” ungkapnya.

Thamrin melakukan promosi usahanya melalui online, dan memasarkan lewat bantuan Agen, dan menitipkan produk ke pasar tradisional serta pasar modern seperti Pasar Pagi Jakarta Utara, Pasar Prumpung Jakarta Timur, Bekasi, Pasar Swalayan Tip-Top. Saat ini Thamrin telah memiliki 50 Agen dengan syarat keagenan cukup melakukan pembelian produk pertama minimal Rp 510 ribu. Dan hingga saat ini Thamrin telah melayani pesanan luar kota mulai dari Medan hingga Balikpapan.

Keahlian membuat mainan edukasi diperoleh Thamrin secara otodidak. Ketika pertama kali menjalankan usaha, ia masih  memaklonkannya di daerah Sukabumi Jawa Barat.

“Waktu saya maklon dengan pengrajin sambil mempelajari kualitas produk, tetapi lama kelamaan saya mulai ingin produksi sendiri karena dari pengrajin kurang begitu bagus dan tidak sanggup membuat dalam jumlah besar,” tegasnya.

Kemudian Thamrin mulai memproduksi sendiri mainan edukasinya. Sedangkan bahan baku Thamrin menggunakan kayu Jati Belanda, Pinus, dan Ramin, yaitu palet sisa impor yang masuk ke Indonesia. Bahan-bahan baku ini dibeli dari para pengepul yang banyak terdapat di daerah Klender dan Cakung Jakarta Timur dengan harga Rp 2.500 sampai Rp 15 ribu per potong ukuran 2x15x110 cm.

Ketika sudah mulai memproduksi sendiri, ide desain didapatkan melalui searching internet, melihat contoh produk mainan edukasi dari New Zealand, Inggris, dan Thailand. Hingga saat ini Thamrin sudah dapat memproduksi 150 jenis mainan edukasi anak dengan varian harga yang berbeda-beda mulai dari Rp 25 ribu – Rp 170 ribu.

Di antaranya Puzzle Sablon ukuran 20×30 cm dengan harga Rp 40 ribu, Puzzle Stiker Angka dan Alphabet Rp 32,5 ribu, Hammer Set 3 pasak – 6 pasak dijual dengan harga Rp 42,5 ribu – Rp 68 ribu, Geometric Susun Rp 48 ribu – 75 ribu dan masih banyak lainnya. Jenis mainan edukasi yang paling banyak dipesan dan laris adalah Puzzle Sablon, gambar dan juga Regular Alphabet seperti Puzzle Alphabet Angka dan Puzzle Angka yang dalam sebulan bisa terjual hingga 700-900 pcs.

 

Oleh: Atham Toys (Toko Mainan Kayu Edukatif)

Jl. Budaya No.15, Kel. Batu Ampar, Kec. Kramat Jati Condet, Jakarta Timur

Web: www.mainankayu.com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.