Hindari Pemasaran Lewat Keagenan

0
38
Topi Karakter (dok alicdn.com)

 

Produk aksesoris anak berupa topi karakter berprospek baik ke depannya, asalkan terus mengikuti perkembangan dunia anak, misalnya tema film, tokoh kartun atau fashion anak. Produk tersebut juga harus benar-benar kreatif.

Bisnis ini bisa dilakukan dalam skala home industry maupun pabrikan. Dengan proses pembuatan yang mudah alias tidak terlalu rumit, membuat bisnis skala home industry dan pabrikan bisa melakukan pergantian model secara cepat dan lebih fleksibel. Yang penting pelaku usaha bisa membangun citra, misalnya memiliki karakter-karakter unggulan yang dibuat.

Agar home industry bisa bersaing dengan pabrikan, tema-tema karakter yang ditawarkan harus lebih spesifik/lebih sempit, mencari relasi misalnya baik tempat wisata anak (misalnya Dufan), tempat makan yang bisa menawarkan aksesoris anak sebagai salah satu media promosi atau tempat-tempat yang membangun kreativitas anak, misalnya tempat kursus atau tempat bermain anak.

Tentunya pelaku usaha harus jeli melihat kira-kira apa yang akan menjadi tren selanjutnya dalam dunia anak-anak. Misalnya mengacu pada tren luar negeri. Namun kebanyakan pelaku saat ini hanya mengacu pada tren yang sudah berlangsung, padahal tren tersebut bisa saja segera berubah.

Karena perkembangan media anak sudah merata, maka bisnis ini tentu berpeluang baik di kota maupun daerah. Namun tren tersebut lebih cepat terjadi di kota, barulah nantinya selang beberapa waktu disusul daerah. Tren di daerah cenderung agak telat dibanding di kota, misalnya saat di kota masanya sudah akan berlalu, di daerah baru menjamur/booming.

Pemasaran bagi pemula paling efektif rajin mengikuti pameran atau event-event menarik yang berisi hiburan untuk anak-anak. Apalagi jika kita mengikuti event yang pemberitahuannya disebarkan melalui televisi.

Selain itu, pemula bisa membangun komunitas demi kemudahan promosi. Jangan langsung memberikan harga diskon. Barang yang cocok bisa diberi potongan harga, apabila akan habis masa booming-nya. Jika Anda memiliki modal kuat, bisa langsung dengan membuka toko, namun jika modal kurang, Anda bisa menyewa booth atau menitip ke toko perlengkapan anak. Cara kemitraan, misalnya melalui agen perlu diwaspadai karena produk ini trennya sangat cepat berubah. Jika melalui keagenan, dikhawatirkan menjelang masanya habis, produk masih banyak terdapat di agen.

Hal yang Perlu Diperhatikan

Untuk memulai bisnis ini, pemula harus kreatif. Bila perlu, dia sendiri yang menjadi desainernya. Sehingga bisa mengkreasikan tema atau model yang sudah ada. Jadi pelaku harus memiliki kemampuan tersebut. Pelaku usaha harus mampu melihat tema-tema atau isu yang sedang tren di kalangan anak. Pemula harus gencar mencari event acara anak. Pemilihan lokasi juga penting, misalnya mencari lokasi yang ramai atau dekat dengan toko-toko perlengkapan anak atau tempat wisata.

Ada baiknya pemula menyasar kelas menengah bawah terlebih dahulu, nantinya bisa menarik segmen menengah atas jika dana yang lebih besar sudah terkumpul. Atau jika Anda memiliki modal kuat alias besar, bisa langsung membuat produk yang menyasar kelas menengah atas. Tetap saja semua itu tergantung dari budget yang dimiliki yang nantinya akan digunakan untuk membeli bahan baku yang murah atau yang mahal. Jadi nantinya Anda bisa menyasar seluruh segmen pasar.

Produk ini sangat mudah ditiru sehingga banyak dijajakan di masyarakat. Otomatis membuat persaingan terlihat cukup ketat. Jangan khawatir dengan produk impor, sebab sejauh ini produsen lokal mampu mengejar kualitas produk impor. Untuk mengatasi ketatnya persaingan sangat tergantung pada kreativitas yang ada, jika topi karakter cukup kreatif, tentu bisa bersaing dengan produk impor.

Persaingan paling ketat justru terjadi pada kelas menengah, yang mana tingkat kreativitasnya bisa menarik konsumen kalangan atas. Untuk produk kalangan atas belum terlalu banyak pesaingnya karena biasanya dibuat dalam jumlah yang cenderung terbatas alias limited edition serta bisa customized, menyesuaikan selera konsumen.

Tips Marketing:

  • Lebih memperhatikan periode/waktu. Jangan sampai terlambat memperkenalkan produk sesuai masa trennya.
  • Rajin mengikuti pameran dan event ramai baik untuk anak dan keluarga
  • Membangun citra, misalnya dengan membuat karakter dari tokoh-tokoh yang disukai anak-anak
  • Jika Anda menyasar kelas bawah, hati-hati dalam menawarkan harga. Karena pada kelas ini, harga menjadi hal yang cukup sensitif.

 

Oleh: Makfudin Wirya Atmaja,

PPM MANAJEMEN

Jl. Menteng Raya 9, Jakarta 10340

Email [email protected]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.