Waralaba Toko Bangunan, Meski Modalnya Gede, Untung Capai 76%

0
5754
Waralaba toko bahan bangunan (dok franchiseglobal.com)

 

Kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal menjadikan peluang usaha ini akan selalu dibutuhkan. Saat ini, peluang usaha properti tidak hanya fokus membangun rumah dan menjualnya saja, toko retail bahan bangunan juga memiliki prospek yang cerah ke depannya. Seperti yang dikatakan Mathius Jusuf, Marketing Director Podomoro City.

“Tentu para kontraktor atau pemilik rumah yang ingin merenovasi rumahnya membutuhkan bahan bangunan, dengan begitu toko bahan bangunan akan semakin dibutuhkan nantinya, terlebih dalam 3 bulan terakhir saja penjualan rumah sederhana mengalami peningkatan sebesar 10%,” terangnya.

Senada dengan Mathius, Burang Riyadi sebagai Pengamat Waralaba juga sependapat bahwa usaha toko bahan bangunan memiliki masa depan yang cerah. Menurutnya, sekarang ini banyak masyarakat yang semakin sadar akan kaidah rumah sehat dan merenovasi rumahnya.

“Usaha toko bangunan juga cenderung tidak cepat berubah dibanding jenis usaha lain semisal pakaian yang setiap bulannya berganti tren,” paparnya. Dari segi bisnis, usaha toko bangunan juga dapat dikembangkan dengan sistem waralaba, dan pesaingnya masih relatif sedikit.

Konsultasi Gratis.

Para pelaku usaha bahan bangunan sadar bahwa sekarang pelanggan tidak hanya datang untuk membeli bahan bangunan saja, tapi juga membutuhkan service berupa konsultasi dalam memilih bahan bangunan yang berkualitas.

“Jika dulu pelanggan hanya membeli bahan bangunan lalu pulang tanpa diberikan petunjuk tentang kualitas barang tersebut, sekarang banyak pelanggan yang lebih mementingkan kenyamanan dan pelayanan, harga nomor dua lah,” ujar Mathius.

Pernyataan Mathius juga diamini Oza Gunawan, eks Manager Franchise Solusi Rumah Holcim. Menurutnya dengan memberikan konsultasi dan pelayanan yang dibutuhkan pelanggan justru akan meningkatkan penjualan, karena bahan bangunan yang tidak terpikirkan oleh pelanggan sebelumnya akan ikut terjual serta meningkatkan omset.

Saat ini ada lebih dari 30 ribu toko bangunan tradisional di Jawa dan ratusan toko setiap harinya tutup karena hanya menjual bahan bangunan saja,sehingga  kalah bersaing.

“Namun dengan adanya konsultasi tentu terjadi dialog apa yang dibutuhkan pelanggan, dan kami memberikan konsultasi gratis dari mulai memilih bahan bangunan sampai estimasi biaya yang dibutuhkan untuk merenovasi rumah misalnya, sehingga kemungkinan terjadinya transaksi semakin besar,” tambah Oza yang kini bekerja di Semen Merah Putih ini.

Senada dengan Oza, Ferry Setiawan, Store Plan & Franchise Manager HBC (Home Builders Center) juga menyadari bahwa yang dibutuhkan pelanggan pada saat ini adalah pelayanan. Untuk itu Ferry memberikan bekal pengetahuan yang cukup kepada karyawan HBC tentang bahan bangunan agar dapat melayani pelanggan dengan baik.

“Selain itu HBC juga mengusung konsep supermarket bahan bangunan dan aksesoris full AC sehingga jauh dari kesan kotor dan kumuh dan pelanggan dapat merasa nyaman,” terangnya.

Investasi

Nah bagi yang tertarik menjajal usaha ini dan sedang mencari peluang waralaba toko bangunan, HBC dan Holcim membuka kesempatan menjadi Terwaralaba. Investasi yang ditawarkan pun cukup variatif, seperti HBC misalnya menawarkan 2 paket investasi yaitu Kategori A Rp 300 juta dan Kategori B Rp 525 juta, nominal tersebut belum termasuk sewa tempat.

Namun yang menarik Terwaralaba tak perlu pusing memikirkan dekorasi, karyawan, persediaan bahan bangunan dan semua operasional lainnya tiap bulannya karena sudah di-handle Pewaralaba (pemilik usaha waralaba). Terwaralaba (Mitar) akan mendapatkan profit sharing sebesar 3,5% – 6,5%  tergantung omset dan paket investasi yang dipilih.

Bagi Anda yang telah memiliki toko bahan bangunan namun tetap ingin re-branding tokonya, Holcim menyediakan pilihan Paket Solusi Rumah Ritail dengan investasi sebesar Rp 30 juta dan Terwaralaba akan mendapatkan rak display, meja konsultasi, komputer, software, dan desain toko serta training untuk karyawan.

Namun jika Anda memiliki modal cukup besar Holcim menyediakan pilihan paket Solusi Rumah PCM yang terdiri atas toko bangunan, tempat jasa servis dan tempat poduksi investasinya Rp 700 juta di luar sewa tempat dan bahan bangunan dan alat.

“Ya jika totalnya sekitar Rp 1,2 miliaran,” jelas Oza.

Mengingat investasinya yang cukup besar Ferry tak ingin terlalu muluk memberikan target balik modal yaitu selama 3 tahun dengan keuntungan bersih sebesar 3,5% – 6,5% sesuai dengan sharing profit yang diberikan Pewaralaba. Sementara Oza lebih optimis dengan menargetkan Mitra dapat balik modal dalam 1 – 3 bulan dengan investas Rp 30 juta dan asumsi mendapatkan omset sebesar Rp 280 juta dengan keuntungan bersih sebesar 76% dari omset. “Kalau dapet satu proyek seperti bangun gedung dalam satu bulan juga bisa balik modal,” aku Oza.

Pemasaran dan Promosi

Untuk mencapai target tersebut faktor lokasi tentu memegang peran penting, dan menurut Mathius lokasi yang cocok adalah di sekitar perumahan yang sedang berkembang. “Karena di sanalah pangsa pasar yang paling potensial,” ujarnya. Lebih lanjut Mathius juga menyarankan agar pelaku usaha toko bahan bangunan menjalin relasi dengan kontraktor dan pengembang.

Untuk menarik minat pelanggan, Ferry memberikan diskon sebesar 2,5% bagi pelanggan yang memiliki member card. Sementara untuk menjaring Terwaralaba, baik Ferry maupun Oza gencar melakukan promosi dengan mengikuti pameran, dan iklan di media cetak, online, maupun elektronik.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.