Rabu, Mei 6, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 952

Angka Kemiskinan di Bawah 10%, Sri Mulyani: Sangat Istimewa

0

Berempat.com – Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis angka kemiskinan per Maret 2018. Hasilnya, angka kemiskinan tercatat turun menjadi 9,82%. Angka tersebut menjadi yang terendah sepanjang sejarah Indonesia.

“Apakah ini yang terendah, iya. Bisa saya sampaikan kalau dilihat pada tahun Maret 2011 itu persentasenya 12,49%,” ujar Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Senin (16/7).

Turunnya angka kemiskinan per Maret 2018 dan menjadi yang terendah dalam sejarah rupanya menjadi hal yang istimewa bagi Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Saya sambut dengan perasaan yang sangat istimewa karena selama saya jadi Menteri Keuangan dan di bank dunia, hari ini BPS umumkan tingkat kemiskinan 9,82%,” ungkapnya saat ditemui di Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Senin (16/7) malam.

Yani juga mengatakan bahwa pencapaian ini menjadi yang pertama sepanjang sejarah. “The first time in the history Indonesia, tingkat kemiskinannya di bawah 10%,” imbuhnya.

Namun, Yani menegaskan bahwa pemerintah tak ingin hanya berhenti di situ. Ia memastikan pemerintah akan terus berupaya memperbaiki tingkat hidup masyarakat Indonesia. “Menurunkan di bawah 10% itu, kita tidak berhenti di situ. Kita ingin turunkan lebih lanjut,” paparnya.

Selain merilis angka kemiskinan, BPS juga merilis tingkat ketimpangan sosial yang berada di angka 0,38. Tingkat ketimpangan tersebut juga menurun dibanding sebelumnya. Karena itu, Yani pun meyakini bahwa saat ini Indonesia sudah menuju ke arah yang lebih baik.

“Sudah di bawah 0,39 atau 0,4 pada sebelumnya. Jadi Indonesia sudah menuju arah yang benar, dan terus menerus memperbaiki itu,” tambahnya.

Namun, kendati demikian, Suhariyanto masih menganggap bahwa tugas rumah pemerintah masih cukup besar untuk mengentaskan kemiskinan. Pasalnya, kendati menurun namun tingkat kemiskinan masih di angka 25,95 juta orang.

“Beberapa tahun belakangan ada penurunan tapi sangat lamban. Tapi ini persentase kemiskinan yang paling rendah 9,82%, tapi jumlahnya masih banyak,” ujar Suhariyanto.

BPS: Perdagangan Indonesia Juni 2018 Surplus US$ 1,74 Miliar

0

Berempat.com – Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis bahwa neraca perdagangan Indonesia pada Juni 2018 surplus hingga US$ 1,74 miliar. Dalam catatan tersebut, BPS menyebut bahwa ekspor Indonesia turun 19,8% atau menjadi US$ 13 miliar dibanding bulan sebelumnya. Begitu pun dengan impor yang turun lebih jauh sebesar 36,27% atau US$ 11,26 miliar dibanding bulan sebelumnya.

Namun, kendati demikian keduanya masih mengalami kenaikan secara tahunan, yaitu 4,67% year on year (YoY) untuk ekspor dan 12,66% YoY untuk impor.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, penurunan ekspor dan impor yang bertepatan di bulan yang terdapat Lebaran sudah menjadi hal biasa. Bahkan, menurutnya, pola ini juga terjadi selama 2 tahun sebelumnya.

“Penurunan ekspor Juni 2018 adalah sesuatu yang biasa terjadi setiap kita merayakan Lebaran. Terbukti dua tahun sebelumnya pattern-nya biasa. Di Ramadan naik tinggi, turun di lebaran, setelah itu naik lagi,” terang Suhariyanto di kantornya, Senin (16/7).

Lebih lanjut, sebab terjadinya penurunan ekspor Juni 2018 secara bulanan ialah menurunnya ekspor non-migas sebesar 22,57%. Hal itu juga efek dari penurunan pada komoditas kendaraan dan bagiannya, mesin dan peralatan listrik, dan mesin-mesin dan pesawat mekanik. Sementara ekspor migas naik 4,67%.

Begitu juga dengan penurunan impor Juni 2018 secara bulanan. Penyebabnya ialah menurunnya impor non-migas hingga 38,23%. Meski impor nonmigas juga turun 26,11%.

Secara kumulatif, ekspor Indonesia Januari-Juni 2018 mencapai US$ 88,02 miliar, tumbuh 10,03% YoY. Dan impor kumulatif Januari-Juni mencapai US$ 89,04 miliar, tumbuh 23,1% YoY.

Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia sepanjang semester satu 2018 mencatat defisit US$ 1,02 miliar. Angka tersebut lebih tinggi dibanding semester satu tahun lalu  yang menyentuh US$ 7,66 miliar.

Toffin Indonesia Buka Showroom Kopi Perdana di Jakarta Utara

Berempat.com – Agen dan distributor mesin kopi di Indonesia, PT Toffin Indonesia akhirnya membuka showroom kopi perdananya di Indonesia. Lokasi yang dipilih ialah di Jalan Pluit Permai No.4, Jakarta Utara. Toffin Coffee Showroom ini pun didesain memiliki dua hub, yakni pusat pelatihan (training center) dan pusat pengembangan bisnis (business development center).

CEO Toffin Indonesia Tony Arifin mengungkapkan, pembukaan showroom perdana ini tak lepas dari minat masyarakat yang semakin antusias terhadap kopi. Apalagi saat ini meminum kopi sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Karena itu, melalui showroom ini Tony ingin mengakomodasi minat masyarakat yang ingin mengenal kopi dan industrinya lebih jauh.

“Jadi kita nggak cuma jual mesin, tapi juga mau sharing knowledge,” ungkap Tony saat peresmian Toffin Coffee Showroom, Minggu (15/7) malam.

Saat ini Toffin Indonesia merupakan agen tunggal yang memegang lisensi 20 merek mesin dan peralatan kopi di Indonesia. Dan menurut klaim Tony, Toffin Indonesia sudah mampu meraup 85% pangsa pasar yang ada di Indonesia.

Lebih lanjut, Tony menjelaskan fungsi dari masing-masing hub yang terdapat di showroom perdana itu. Untuk pusat pelatihan, di tempat ini para penggemar kopi bisa mendapatkan sejumlah pelatihan menjadi barista, late art, dan perawatan mesin. Di sini penggemar kopi juga akan mendapatkan pengetahuan seputar jenis-jenis kopi dan bisa menyewa tempat untuk co-working space.

Sementara untuk pusat pengembangan bisnis dapat dimaksimalkan bagi yang ingin mengenal lebih jauh tentang industri dan bisnis kopi. Termasuk mengenai cara merancang bisnis kedai kopi, pengembangan menu inovatif, pengenalan mesin dan peralatan kopi, serta penjualan suku cadang.

Tony pun menegaskan bahwa seluruh fasilitas tersebut terbuka untuk umum. Bahkan, tak ada biaya kecuali pengunjung ingin memperdalam ilmunya sendiri.

“Karena dari sini kita ingin punya komunitas dan recananya setiap weekend kita mendatangkan speaker ahli dalam meracik dan berbisnis kopi,” imbuh Tonny.

Ke depan, Tonny mengungkapkan bahwa pihaknya ingin mengembangkan showroom serupa di kota lainnya. Karena itu, pihaknya sudah menargetkan beberapa kota yang dianggap berpotensi. “Surabaya dan Bali menjadi target berikutnya,” tandas Tonny.

Pada kesempatan yang sama, turut hadir Wakil Gubernur Sandiaga Uno yang turut andil dalam meresmikan Toffin Coffee Showroom. Sandiaga bahkan mengaku tertarik dengan konsep showroom yang ditawarkan Toffin Indonesia. Rencananya, Sandiaga juga ingin menggandeng Toffin Indonesia sebagai partner dalam program Oke Oce.

Mengintip Kebutuhan dan Ketersediaan Waterglass untuk Industri Nasional

0

Kebutuhan banyak, tapi kapasitas produksinya masih terbatas

Berempat.com – Jarang diekspos atau diwartakan media, namun sebetulnya industri kimia di Indonesia bisa dibilang terus bertumbuh setiap tahun. Pertumbuhan yang dimaksud adalah tingginya permintaan bahan kimia di Indonesia, khususnya untuk kebutuhan industri. Sodium silicate atau waterglass merupakan salah satu bahan kimia yang terbilang besar kebutuhannya di Indonesia.

Industri yang membutuhkan waterglass di Indonesia terbilang cukup banyak. Mulai dari industri sabun dan detergen, keramik, pengecoran logam, silica gel, coating, hingga tekstil dan batik. Hitung saja, ada berapa banyak perusahaan yang bergerak di masing-masing industri tersebut saat ini.

Di sisi lain, Indonesia memiliki kekayaan alam pasir silika yang cukup berlimpah sebagai bahan baku utama waterglass, seperti wilayah Samarinda, Lampung, Bangka, Rembang dan Tuban yang diklaim sebagai wilayah sumber pasir silika di Indonesia.

Mengenai data pasti ketersediaan pasir silika di Indonesia memang belum ada badan atau lembaga yang mendatanya. Tapi, bila menelisik pada data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah impor waterglass untuk memenuhi kebutuhan industri terus menunjukkan peningkatan yang signifikan setiap tahunnya.

Mulai dari tahun 2010 Indonesia mengimpor sekitar 20 ribu ton waterglass. Angka tersebut terus naik setiap tahunnya. Tahun 2011 Indonesia mengimpor 34 juta ton, tahun 2012 sebesar 39 juta ton, 2013 naik menjadi 39 juta ton, dan 2014 sebesar 45 juta ton.

Perlunya Indonesia mengimpor waterglass untuk memenuhi kebutuhan industri memang tak bisa terelakkan. Tommy, Business Development Manager PT Indo Chemica Lestari (ICL) sebagai salah satu produsen waterglass di Indonesia mengungkapkan, saat ini untuk sekali pesanan waterglass biasanya paling sedikit berada di angka 8-10 ton.

Namun, sayangnya industri waterglass di Indonesia masih tergantung pada impor untuk memenuhi tingginya kebutuhan tersebut. Tak lain kebutuhan untuk bahan baku seperti cullet dan soda ash.

“Karena itu, kalau kita bisa memenuhi kebutuhan waterglass di Indonesia, maka tidak perlu lagi sampai impor dan harga pun bisa menjadi lebih murah,” terangnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang membuat produsen waterglass di Indonesia belum bisa memenuhi permintaan pasar dalam negeri, salah satunya keterbatasan kapasitas produksi industri cullet yang dibutuhkan untuk pembuatan waterglass di Indonesia.

 

Komitmen Memenuhi Permintaan Waterglass Dalam Negeri

Sebab merasa belum ada satu pun produsen waterglass dalam negeri yang mampu memenuhi tingginya kebutuhan pasar nasional, ICL yang merupakan anak usaha dari Lestari Group ini pun menyatakan komitmennya. Tentu saja, hal tersebut didukung oleh kapasitas dapur produksi yang tinggi.

“Produsen waterglass di Indonesia sebetulnya sudah ada dan tersebar di beberapa wilayah. Tapi, kapasitas dapur produksinya tidak besar sehingga berdampak terhadap kebutuhan waterglass para klien. Klien yang butuh waterglass dalam jumlah besar biasanya harus memesan di dua bahkan tiga tempat,” tukas Tommy.

Sementara itu, saat ini Indo Chemica Lestari memiliki dapur produksi waterglass di wilayah Tigaraksa, Tangerang. Dapur produksi itu diklaim mampu memproduksi 100 ton waterglass per hari. Karena itu, Indo Chemica Lestari berani menjamin kestabilan ketersediaan waterglass bagi konsumennya.

“Jadi ICL ini punya dua dapur produksi, yang pertama itu di Samarinda memproduksi cullet yang lokasinya dekat dengan tambang pasir silika sebagai bahan baku. Nah, yang kedua ada di Tangerang untuk memproduksi waterglass yang mana butuh cullet sebagai bahan baku. Jadi bisa dibilang kesiapan kami dari hulu ke hilir sudah aman,” papar Tommy.

Tommy pun menambahkan, tambang pasir silika yang dimiliki PT Indo Chemica Lestari memiliki kandungan silika 99%.

Dengan begitu, artinya Indo Chemica Lestari sudah bisa memastikan tak ada hambatan dalam memenuhi tingginya permintaan waterglass di Indonesia. Pasalnya, Indo Chemica Lestari sudah mengunci dua sektor penting, yakni ketersediaan bahan baku dan besarnya kapasitas dapur produksi.

Ia pun mengklaim, apalagi dengan kapasitas sebesar itu maka otomatis pelaku industri yang membutuhkan waterglass dalam jumlah besar tak perlu lagi memesan di dua bahkan tiga tempat yang berbeda, tapi cukup memesan di satu tempat, yaitu Indo Chemica Lestari.

Mengklaim Produknya Lebih Baik Dibanding yang Lain

Tak cukup dengan memastikan ketersediaan bahan baku dan besarnya kapasitas produksi, Indo Chemica Lestari juga menguatkan lini bisnisnya dengan teknologi mutakhir. Teknologi tersebut diklaim menjadi yang paling maju di Indonesia untuk urusan produksi cullet dan waterglass. Pasalnya, teknologi tersebut dapat memastikan kualitas yang dihasilkan adalah yang terbaik.

“Itu bisa dilihat dari produk waterglass Indo Chemica Lestari yang lebih jernih daripada waterglass dari beberapa perusahaan lain, umumnya terlihat lebih kusam,” klaim Tommy.

Perbedaan tersebut, terangnya, bisa terjadi karena adanya perbedaan teknologi furnace dan pembakaran yang digunakan pada proses pembuatan cullet. Teknologi itulah yang  membuat waterglass produksi Indo Chemica Lestari memiliki kualitas lebih baik dibandingkan yang lain.

Namun, ia enggan memaparkan lebih jauh soal teknologi yang dimaksud. “Itu rahasia dapur dong. Nanti kalo bocor bisa diikutin kompetitor,” kelakarnya.

Saat ini, Tommy mengaku sudah ada 6 perusahaan yang menjadi konsumen setia PT Indo Chemica Lestari. Dan bila melihat dari kapasitas dapur yang dimiliki, ia meyakini bahwa PT Indo Chemica Lestari masih bisa menampung lebih banyak lagi permintaan waterglass dari banyak calon konsumen.

#Ads

========================================================

*Revisi kami lakukan pada Rabu (18/7) di bagian redaksi yang menulis kandungan silika sebesar 95% menjadi 99%. Revisi juga dilakukan pada info grafis.

Sepanjang Piala Dunia 2018, MAXstream Sudah Diunduh 4 Juta Kali

0

Berempat.com – Sepanjang pergelaran Piala Dunia 2018 lalu, Telkomsel sebagai Licensed Mobile Broadcaster pesta akbar sepakbola dunia itu menghadirkan berbagai pertandingan melalui aplikasi video digital MAXstream. Dan hasilnya, aplikasi tersebut sudah diunduh lebih dari 4 juta kali.

Dari angka tersebut, Telkomsel mengklaim bahwa 99% di antaranya merupakan pelanggan aktif. Tercatat, total penggunaan layanan data untuk saluran Piala Dunia di MAXstream mencapai 6,5 Petabyte.

Head of Digital Lifestyle Telkomsel Crispin Tristram pun mengaku sangat senang atas capaian tersebut. Terutama karena telah berhasil menghadirkan rangkaian pertandingan Piala Dunia 2018 kepada pelanggan langsung di ponselnya.

“Semoga pelanggan merasakan kenyamanan dan kemudahan ketika menikmati keseruan gelaran istimewa ini dengan hadirnya MAXstream. Hingga saat ini kami mencatat MAXstream sudah berhasil mengakomodasi total waktu tonton sebanyak lebih dari 2 miliar menit,” ungkapnya.

Selama tahap penyisihan grup, aksi dari negara-negara favorit seperti Perancis, Inggris, Argentina, Brazil, Jerman, dan Portugal menjadi menjadi yang paling banyak ditonton para pengguna MAXstream.

Kemudian, untuk babak semifinal, pertandingan yang paling banyak ditonton pengguna MAXstream adalah laga perempat final dari kesebelasan Perancis melawan Uruguay. Pertandingan tersebut menyedot perhatian 550.000 pengguna, rata-rata penonton di tiap laga pertandingan adalah 500.000 pengguna.

Dalam kurun waktu yang sama, total pelanggan yang mengakses aplikasi MAXstream mencapai 1,1 juta per hari dengan rata-rata waktu akses selama 90 menit.

Crispin pun mengungkapkan, ke depannya Telkomsel akan terus mengembangkan MAXstream, sehingga bisa memberikan pengalaman digital lifestyle yang semakin berkualitas bagi pelanggan ketika menggunakan aplikasi ini. Salah satunya adalah dengan menambah ragam konten video-on-demand dan saluran TV di aplikasi MAXstream, termasuk menghadirkan siaran olahraga terbaik dunia.

MAXstream sendiri merupakan one stop video portal dari Telkomsel yang berisi berbagai konten seperti film, TV show, olahraga maupun kartun dari berbagai saluran layanan video-on-demand dan saluran TV internasional. Aplikasi MAXstream sudah dapat diunduh dari Google Play maupun App Store, dan dapat dinikmati tanpa biaya tambahan.

Pelanggan dapat menikmati MAXstream dengan lebih hemat menggunakan paket kuota data bulanan VideoMAX, ataupun paket Ekstra Kuota VideoMAX. Paket ini tersedia dengan kuota mulai dari 2 GB hingga 20 GB dengan harga spesial. Pelanggan juga berkesempatan membeli Paket Ekstra Kuota VideoMAX 30 GB seharga Rp 10 hanya di aplikasi MAXstream. Kesempatan pembelian paket ini hanya berlaku sekali per pelanggan.

Lippo Cikarang dan Siloam Obati 500 Warga Desa Jayamukti Gratis

Berempat.com – PT Lippo Cikarang dan Rumah Sakit Siloam berkolaborasi dalam sebuah kegiatan sosial perusahaan (Corporate Social Responsibility/CSR) dengan melakukan pengobatan gratis. Adapun, Desa Jayamukti, Kecamatan Cikarang Pusat menjadi target. Tercatat sebanyak 500 warga mengikuti pengobatan gratis yang berlokasi di Kantor Desa Jayamukti pada 9 Juli 2018 lalu.

Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk. Simon Subiyanto mengatakan, kegiatan ini menunjukkan komitmen Lippo dalam melakukan program CSR yang berfokus pada sektor pendidikan, lingkungan, dan kesehatan.

“Pengobatan gratis yang dilakukan setiap tahunnya ini menunjukkan kepedulian kami kepada masyarakat di sekitar daerah operasional Lippo Cikarang,” lanjutnya.

Kegiatan CSR Lippo ini pun mendapat apresiasi dari Camat Cikarang Pusat Endin Samsuddin. “Saya mengucapkan terima kasih atas kontribusi Lippo Cikarang yang terus dilakukan dan diberikan kepada warga, terutama di Cikarang pusat dan sekitarnya,” ungkapnya.

Adapun jenis pengobatan gratis yang diberikan meliputi pengobatan umum, pemeriksaan gigi, dan pengecekan gula darah (GDS) bagi peserta yang berusia di atas 40 tahun.

Business Development Siloam Hospitals Lippo Cikarang Astu Juni menyambut kolaborasi dalam bakti sosial ini. Menurutnya layanan pengobatan gratis ini menjadi pengaplikasian dari visi Siloam Group yaitu “Melayani Kesehatan di Seluruh Lapisan Masyarakat”.

Tahun ini Lippo Cikarang sudah melaksanakan beberapa program CSR, seperti yang berhubungan dengan kegiatan Lingkungan yaitu ‘Fun Bike’ dalam rangka HUT Kodim 0509/ Kabupaten Bekasi, penanaman 2.000 pohon sukun bekerja sama dengan Kodim 0509/Kabupaten Bekasi, dan pembagian sembako 200 paket bekerjasama dengan Polres Metro Bekasi.

PT Lippo Cikarang Tbk. tidak hanya konsisten menunjukkan komitmennya pada program CSR. Belum lama ini, PT Lippo Cikarang Tbk menerima penghargaan Properti Indonesia Awards untuk kategoti The Prospective Housing Concept in Cikarang yang membuktikan komitmennya dalam menciptakan produk-produk berkualitas.

LPCK adalah pengembang kawasan perkotaan dengan luas area sekitar 3.400 hektar di mana industri sebagai basis ekonomi yang kuat. LPCK telah berhasil membangun lebih dari 17.192 hunian, dengan populasi 51.250 orang, dan 500.500 orang yang bekerja setiap hari di sekitar 1.200 perusahaan manufaktur yang tersebar di kawasan industri Lippo Cikarang.

LPCK merupakan Anak Perusahaan PT Lippo Karawaci Tbk (“LPKR”), yang merupakan perusahaan properti terbesar di Indonesia berdasarkan jumlah Aset dan Pendapatan. LPKR yang merupakan perusahaan tercatat di Bursa Efek indonesia, didukung oleh land bank yang besar dan mempunyai Recurring Income yang solid.

Bekasi Kini Punya Kampoeng Pelangi Sadar Jaminan Sosial, Seperti Apa Itu?

0

Berempat.com – Menteri Ketenagakerjaan M. Hanif Dhakiri telah meresmikan Kampoeng Pelangi Sadar Jaminan Sosial yang terletak di Dukuh Zamrud Blok N, Kota Legenda, Bekasi Timur, Jawa Barat.

“Saya mengapresiasi inisiatif untuk membangun Kampoeng Sadar Jaminan Sosial ini. Karena ini satu hal penting untuk terus menerus menyosialisasikan pentingnya jaminan sosial kepada masyarakat yang ada di bawah,” ujar Hanif, Minggu (15/7).

Menurut Hanif, dibentuknya Kampoeng Pelangi Sadar Jaminan Sosial sejalan dengan prinsip Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk membangun Indonesia dari daerah terluar. Hal tersebut juga berarti membangun masyarakat dari lapisan terbawah.

“Nilai kunci terpenting keberadaan Kampoeng Sadar Jaminan Sosial, adalah pemerintah menghadirkan jaminan sosial mulai di level masyarakat paling bawah yang membutuhkannya,” klaim Hanif.

Saat ini, sambung Hanif, pemerintah terus mendorong BPJS Ketenagakerjaan agar terus berkembang, baik dari sisi kepesertaan maupun manfaat program-program jaminan sosial.

Dengan adanya Kampoeng Pelangi Sadar Jaminan Sosial, Hanif pun berharap kesadaran masyarakat akan pentingnya jaminan sosial dapat meningkat.

“Nah kesadaran itu perlu dibangun agar seluruh warga negara tanpa kecuali mendapatkan manfaat jaminan sosial yang memadai dari negara,” tutur Menaker.

Selain peresmian Kampoeng Pelangi Sadar Jaminan Sosial, dalam kesempatan yang sama juga diresmikan Penggerak Jaminan Sosial Nasional (Perisai) BPJS Ketenagakerjaan berikut Pojok Perisai sebagai tempat operasionalnya.

“Diresmikannya Pojok Perisai ini diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi antara agen Perisai dengan masyarakat. Sehingga perlindungan bagi para pekerja telaksana dengan baik dan tersebar melalui program program BPJS Ketenagakerjaan,” ungkap Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto.

Seperti diketahui, BPJS Ketenagakerjaan telah meluncurkan sistem keagenan Penggerak Jaminan Sosial (Perisai) yang bertujuan untuk memperluas cakupan kepesertaan, khsusunya dari kalangan pekerja informal atau Bukan Penerima Upah (BPU) dan Usaha,Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

“BPJS Ketenagakerjaan telah menjalin hubungan dengan komunitas dan menggandeng mereka untuk dijadikan agen Perisai,” ujarnya.

Kondisi Ekonomi Kerap Disebut Krisis, KEIN: Indonesia Masih Sangat Sehat

0

Berempat.com – Kondisi dan kebijakan ekonomi Indonesia acap kali dijadikan ladang kritik oleh banyak pihak, terutama dari kelompok oposisi. Bahkan ada beberapa pihak yang menyebut ekonomi Indonesia tidak sehat karena banyaknya hutang. Namun, berbagai klaim tersebut justru berbanding terbalik dengan yang diungkapkan oleh Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN).

Wakil Ketua KEIN Arif Budimanta justru menegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia saat ini masih stabil. Ia juga menyebut jauh dari arah menuju krisis. Arif bahkan berani membandingkan bahwa situasi perekonomian Indonesia saat ini masih jauh lebih kuat daripada 1997/1998 maupun 2008.

“Kalau kita melihat indikator-indikator ekonomi yang ada, perekonomian kita dapat dipastikan masih sangat sehat,” ujarnya usai diskusi bertajuk ‘Indonesia di Ambang Krisis?’ di Jakarta, Sabtu (14/7).

Kendati demikian, Arif tak menampik kalau saat ini perekonomian Indonesia berada dalam tekanan global, khususnya terkait dengan nilai tukar rupiah. Namun, Arif beranggapan bahwa pergerakan nilai tukar masih sangat stabil. Ia juga menyebut kalau tekanan rupiah saat ini cenderung lebih stabil dibanding dua kali krisis sebelumnya yang menyebut fluktuasi nilai tukar sangat tajam.

Arif menjelaskan, salah satu indikator yang bisa dilihat ialah dari cadangan devisa yang masih stabil. Hingga Maret 2018, rasio cadangan devisa terhadap utang luar negeri masih berada di posisi 35,12%. Sementara pada krisis 1997 rasionya hanya 12,30%. Dengan demikian, kemampuan bank sentral menjaga stabilitas kurs dinilai relatif masih kuat.

Selain itu, menurut data Bank Indonesia (BI) per triwulan I-2018 tercatat adanya transaksi berjalan sebesar US$ 5,5 miliar (2,1% PDB). Angka tersebut lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya yang mencapai US$ 6,0 miliar (2,3% PDB). Kondisi yang baik ini mampu menopang ketahanan sektor eksternal perekonomian Indonesia.

Arif menerangkan, defisit transaksi berjalan sebenarnya terjadi sejak 2011. Hal itu, terutama dipengaruhi oleh pendapatan primer, yaitu berupa pendapatan investasi langsung yang dibayarkan kepada investor non-residen. Hal itu pun diyakini sekaligus menunjukkan bahwa investasi asing di Indonesia makin tumbuh dan marak.

Kehadiran investasi asing sangatlah penting karena ikut mendorong kinerja perekonomian nasional. Selain itu, peningkatan investasi juga berpeluang ikut menurunkan tingkat pengangguran karena kesempatan terserapnya tenaga kerja makin tinggi.

Tak kalah pentingnya, lanjut Arif, hasil survei Penjualan Eceran Bank Indonesia menunjukkan penjualan ritel di Indonesia meningkat. Pada Mei 2018, pertumbuhannya mencapai 8,3% secara tahunan (year on year). Pendukung kenaikan tersebut adalah komoditas sandang serta kelompok makanan, minuman, dan tembakau.

Soal daya beli, Arif justru memastikan bahwa kenaikan penjualan tersebut mengindikasikan jika secara rata-rata daya beli masyarakat masih terjaga dengan baik. Kredit UMKM menjadi salah satu faktor penting terjaganya daya beli masyarakat. Karena itu, Arif meminta agar pemerintah menjaga hal tersebut.

Menjaga daya beli masyarakat, bagi Arif, sangat penting demi menjaga stabilitas perekonomian nasional. Pasalnya, kondisi tersebut mampu menjamin kinerja sektor industri tetap terjaga, yang pada akhirnya berimbas positif terhadap daya serap tenaga kerja.

“Karena itulah, sekali lagi saya tegaskan bahwa kondisi perekonomian Indonesia masih sangat jauh dari krisis. Apalagi pemerintah terus mendorong potensi ekonomi di luar Jawa melalui pembangunan infrastruktur, sehingga dalam jangka panjang akan meningkatkan kinerja perekonomian nasional,” tuturnya.

Mendes Haramkan Proyek Program Padat Karya Tunai Libatkan Kontraktor

0

Berempat.com – Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo melakukan tinjauan langsung proyek Padat Karya Tunai di Desa Pangkalan Gelebak, Kecamatan Banyuasin, Sumatera Selatan. Dalam kunjungan tersebut, Eko menegaskan bahwa dalam pengerjaan proyek tersebut tidak boleh melibatkan kontraktor.

“Pengerjaannya harus dilakukan secara swakelola oleh masyarakat desa dan 30% dari nilai proyek tersebut wajib digunakan untuk membayar upah buat masyarakat yang bekerja. Dan harus dibayar harian atau mingguan,” terang Eko dalam keterangan resminya, Sabtu (14/7).

Dari upah yang diterima masyarakat yang bekerja itu, Eko meyakini bahwa pendapatan tersebut bisa dipergunakan untuk pengeluaran sehari-hari. Sehingga dampaknya bisa menggerakkan perekonomian di desa tersebut.

Selain itu, sebab program tersebut dilakukan dengan sewakelola atau padat karya, maka pembelian material pun harus dari desa tersebut. Seandainya yang dibutuhkan tidak ada di desa, sambung Eko, warga bisa membeli di tingkat kecamatan.

Adapun, proyek pembangunan di Banyuasin yang berjalan seperti pengecoran jalan desa yang menelan anggaran Rp 284 juta dari dana desa. Kemudian pembangunan Posyandu dengan anggaran sekitar Rp 73 juta, dan pembangunan jamban sebanyak 30 unit untuk 30 KK dengan anggaran sebesar Rp 68 juta.

Dengan adanya program Padat Karya Tunai tersebut, Eko yakin bisa membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian bagi warga desa.

“Dan uang yang digelontorkan bisa terus berputar di desa dan menghidupkan kembali ekonomi di desa,” ujar Eko.

OJK: Menghimpun Dana Masyarakat itu Fungsi Perbankan, Bukan Fintech

0

Berempat.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sudah mengeluarkan rambu-rambu bagi perusahaan teknologi keuangan (financial technology/fintech) peer to peer (P2P) lending agar tidak menghimpun dana masyarakat dalam waktu lama. Pasalnya, menurut OJK, fungsi tersebut hanya boleh dilakukan oleh Perbankan.

Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank OJK Riswinandi mengatakan, fintech lending tidak bisa memiliki eskposure atau kredit. Fintech lending hanya boleh menjadi perantara antara pemberi pinjaman (lender) dengan pemberi pinjaman (borrrower).

Untuk itu, perusahaan fintech hanya boleh menghimpun dana masyarakat maksimal 2 hari. “Dana tersebut harus disimpan di escrow account, maksimal dua hari kemudian harus disalurkan,” terang Riswinandi kepada awak media di Jakarta, Sabtu (14/7).

Riswinandi menerangkan, jika fintech menghimpun dana lebih dari dua hari maka dikhawatirkan terjadi kecurangan. Sebelumnya, ia mengaku pihaknya sempat mendapatkan usulan agar fintech boleh menghimpun dana masyarakat maksimal 60 hari. “Tetapi tidak kami izinkan,” tambahnya.

Riswinandi menambahkan, saat ini belum terlihat potensi kecurangan di fintech lending. Bahkan, menurutnya, rasio pembiayaan bermasalah (NPF) masih di bawah 2%. Kendati demikian ia mengaku bahwa saat ini OJK tengah membangun infrastruktur yang dapat terhubung dengan fintech agar dapat melakukan pengawasan secara daring.

Sampai dengan Juni 2018, OJK mencatat terdapat 64 perusahaan fintech yang sudah terdaftar.