Mengintip Kebutuhan dan Ketersediaan Waterglass untuk Industri Nasional

0
192
Mengintip Kebutuhan dan Ketersediaan Waterglass untuk Industri Nasional.

Kebutuhan banyak, tapi kapasitas produksinya masih terbatas

Berempat.com – Jarang diekspos atau diwartakan media, namun sebetulnya industri kimia di Indonesia bisa dibilang terus bertumbuh setiap tahun. Pertumbuhan yang dimaksud adalah tingginya permintaan bahan kimia di Indonesia, khususnya untuk kebutuhan industri. Sodium silicate atau waterglass merupakan salah satu bahan kimia yang terbilang besar kebutuhannya di Indonesia.

Industri yang membutuhkan waterglass di Indonesia terbilang cukup banyak. Mulai dari industri sabun dan detergen, keramik, pengecoran logam, silica gel, coating, hingga tekstil dan batik. Hitung saja, ada berapa banyak perusahaan yang bergerak di masing-masing industri tersebut saat ini.

Di sisi lain, Indonesia memiliki kekayaan alam pasir silika yang cukup berlimpah sebagai bahan baku utama waterglass, seperti wilayah Samarinda, Lampung, Bangka, Rembang dan Tuban yang diklaim sebagai wilayah sumber pasir silika di Indonesia.

Mengenai data pasti ketersediaan pasir silika di Indonesia memang belum ada badan atau lembaga yang mendatanya. Tapi, bila menelisik pada data dari Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah impor waterglass untuk memenuhi kebutuhan industri terus menunjukkan peningkatan yang signifikan setiap tahunnya.

Mulai dari tahun 2010 Indonesia mengimpor sekitar 20 ribu ton waterglass. Angka tersebut terus naik setiap tahunnya. Tahun 2011 Indonesia mengimpor 34 juta ton, tahun 2012 sebesar 39 juta ton, 2013 naik menjadi 39 juta ton, dan 2014 sebesar 45 juta ton.

Perlunya Indonesia mengimpor waterglass untuk memenuhi kebutuhan industri memang tak bisa terelakkan. Tommy, Business Development Manager PT Indo Chemica Lestari (ICL) sebagai salah satu produsen waterglass di Indonesia mengungkapkan, saat ini untuk sekali pesanan waterglass biasanya paling sedikit berada di angka 8-10 ton.

Namun, sayangnya industri waterglass di Indonesia masih tergantung pada impor untuk memenuhi tingginya kebutuhan tersebut. Tak lain kebutuhan untuk bahan baku seperti cullet dan soda ash.

“Karena itu, kalau kita bisa memenuhi kebutuhan waterglass di Indonesia, maka tidak perlu lagi sampai impor dan harga pun bisa menjadi lebih murah,” terangnya.

Ia menjelaskan, ada beberapa hal yang membuat produsen waterglass di Indonesia belum bisa memenuhi permintaan pasar dalam negeri, salah satunya keterbatasan kapasitas produksi industri cullet yang dibutuhkan untuk pembuatan waterglass di Indonesia.

 

Komitmen Memenuhi Permintaan Waterglass Dalam Negeri

Sebab merasa belum ada satu pun produsen waterglass dalam negeri yang mampu memenuhi tingginya kebutuhan pasar nasional, ICL yang merupakan anak usaha dari Lestari Group ini pun menyatakan komitmennya. Tentu saja, hal tersebut didukung oleh kapasitas dapur produksi yang tinggi.

“Produsen waterglass di Indonesia sebetulnya sudah ada dan tersebar di beberapa wilayah. Tapi, kapasitas dapur produksinya tidak besar sehingga berdampak terhadap kebutuhan waterglass para klien. Klien yang butuh waterglass dalam jumlah besar biasanya harus memesan di dua bahkan tiga tempat,” tukas Tommy.

Sementara itu, saat ini Indo Chemica Lestari memiliki dapur produksi waterglass di wilayah Tigaraksa, Tangerang. Dapur produksi itu diklaim mampu memproduksi 100 ton waterglass per hari. Karena itu, Indo Chemica Lestari berani menjamin kestabilan ketersediaan waterglass bagi konsumennya.

“Jadi ICL ini punya dua dapur produksi, yang pertama itu di Samarinda memproduksi cullet yang lokasinya dekat dengan tambang pasir silika sebagai bahan baku. Nah, yang kedua ada di Tangerang untuk memproduksi waterglass yang mana butuh cullet sebagai bahan baku. Jadi bisa dibilang kesiapan kami dari hulu ke hilir sudah aman,” papar Tommy.

Tommy pun menambahkan, tambang pasir silika yang dimiliki PT Indo Chemica Lestari memiliki kandungan silika 99%.

Dengan begitu, artinya Indo Chemica Lestari sudah bisa memastikan tak ada hambatan dalam memenuhi tingginya permintaan waterglass di Indonesia. Pasalnya, Indo Chemica Lestari sudah mengunci dua sektor penting, yakni ketersediaan bahan baku dan besarnya kapasitas dapur produksi.

Ia pun mengklaim, apalagi dengan kapasitas sebesar itu maka otomatis pelaku industri yang membutuhkan waterglass dalam jumlah besar tak perlu lagi memesan di dua bahkan tiga tempat yang berbeda, tapi cukup memesan di satu tempat, yaitu Indo Chemica Lestari.

Mengklaim Produknya Lebih Baik Dibanding yang Lain

Tak cukup dengan memastikan ketersediaan bahan baku dan besarnya kapasitas produksi, Indo Chemica Lestari juga menguatkan lini bisnisnya dengan teknologi mutakhir. Teknologi tersebut diklaim menjadi yang paling maju di Indonesia untuk urusan produksi cullet dan waterglass. Pasalnya, teknologi tersebut dapat memastikan kualitas yang dihasilkan adalah yang terbaik.

“Itu bisa dilihat dari produk waterglass Indo Chemica Lestari yang lebih jernih daripada waterglass dari beberapa perusahaan lain, umumnya terlihat lebih kusam,” klaim Tommy.

Perbedaan tersebut, terangnya, bisa terjadi karena adanya perbedaan teknologi furnace dan pembakaran yang digunakan pada proses pembuatan cullet. Teknologi itulah yang  membuat waterglass produksi Indo Chemica Lestari memiliki kualitas lebih baik dibandingkan yang lain.

Namun, ia enggan memaparkan lebih jauh soal teknologi yang dimaksud. “Itu rahasia dapur dong. Nanti kalo bocor bisa diikutin kompetitor,” kelakarnya.

Saat ini, Tommy mengaku sudah ada 6 perusahaan yang menjadi konsumen setia PT Indo Chemica Lestari. Dan bila melihat dari kapasitas dapur yang dimiliki, ia meyakini bahwa PT Indo Chemica Lestari masih bisa menampung lebih banyak lagi permintaan waterglass dari banyak calon konsumen.

#Ads

========================================================

*Revisi kami lakukan pada Rabu (18/7) di bagian redaksi yang menulis kandungan silika sebesar 95% menjadi 99%. Revisi juga dilakukan pada info grafis.

Sudah aktif menulis sejak 2011. Menggemari fiksi. Beberapa karya cerpen sudah dibukukan dan dimuat di berbagai media online. Sudah menelurkan 4 buah buku bertema inspirasi bisnis.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here