Angka Kemiskinan di Bawah 10%, Sri Mulyani: Sangat Istimewa

0
338
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ditemani Direktur Jenderal Pajak Robert Pakpahan usai menghadiri seminar pajak di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Rabu (11/7/2018).(Kompas.com/Andri Donnal Putera)

Berempat.com – Badan Pusat Statistik (BPS) telah merilis angka kemiskinan per Maret 2018. Hasilnya, angka kemiskinan tercatat turun menjadi 9,82%. Angka tersebut menjadi yang terendah sepanjang sejarah Indonesia.

“Apakah ini yang terendah, iya. Bisa saya sampaikan kalau dilihat pada tahun Maret 2011 itu persentasenya 12,49%,” ujar Kepala BPS Suhariyanto di kantornya, Senin (16/7).

Turunnya angka kemiskinan per Maret 2018 dan menjadi yang terendah dalam sejarah rupanya menjadi hal yang istimewa bagi Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Saya sambut dengan perasaan yang sangat istimewa karena selama saya jadi Menteri Keuangan dan di bank dunia, hari ini BPS umumkan tingkat kemiskinan 9,82%,” ungkapnya saat ditemui di Hotel Ritz-Carlton, Pacific Place, Jakarta, Senin (16/7) malam.

Yani juga mengatakan bahwa pencapaian ini menjadi yang pertama sepanjang sejarah. “The first time in the history Indonesia, tingkat kemiskinannya di bawah 10%,” imbuhnya.

Namun, Yani menegaskan bahwa pemerintah tak ingin hanya berhenti di situ. Ia memastikan pemerintah akan terus berupaya memperbaiki tingkat hidup masyarakat Indonesia. “Menurunkan di bawah 10% itu, kita tidak berhenti di situ. Kita ingin turunkan lebih lanjut,” paparnya.

Selain merilis angka kemiskinan, BPS juga merilis tingkat ketimpangan sosial yang berada di angka 0,38. Tingkat ketimpangan tersebut juga menurun dibanding sebelumnya. Karena itu, Yani pun meyakini bahwa saat ini Indonesia sudah menuju ke arah yang lebih baik.

“Sudah di bawah 0,39 atau 0,4 pada sebelumnya. Jadi Indonesia sudah menuju arah yang benar, dan terus menerus memperbaiki itu,” tambahnya.

Namun, kendati demikian, Suhariyanto masih menganggap bahwa tugas rumah pemerintah masih cukup besar untuk mengentaskan kemiskinan. Pasalnya, kendati menurun namun tingkat kemiskinan masih di angka 25,95 juta orang.

“Beberapa tahun belakangan ada penurunan tapi sangat lamban. Tapi ini persentase kemiskinan yang paling rendah 9,82%, tapi jumlahnya masih banyak,” ujar Suhariyanto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.