Senin, Mei 11, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 837

Penjualan Positif, Laba Bersih Antam Tumbuh 541 Persen

0

Perusahaan emas PT Aneka Tambang (Persero) Tbk mengumumkan peningkatan laba kotor perusahaan hingga. 208 persen. Jika laba tahun seeblumnya mencapai Rp 600,6 miliar, tahun 2018 naik menjadi Rp 1,85 triliun.

Sementara itu, kenaikan laba bersih tahunan pada 2018 sebesar Rp 874,42 miliar. Nilai ini naik 541 persen dari tahun sebelumnya Rp 136,5 miliar.

Sedangkan selama kada kuartal pertana 2019, Antam membukukan laba Rp 304,73 miliar dengan laba bersih mencapai Rp 171,67 miliar. Antam membukukan

Sementara itu, Antam membukukan capaian penjualan sebesar Rp 6,22 triliun. Nilai penjualan naik 9 persen dari periode sama pada tahun lalu Rp 5,73 triliun.

“Kita akan kejar ke depannya, akan kita susul,” ujar Direktur Utama Antam, Arie Prabowo Ariotedjo di Jakarta, Senin (20/5).

Sekretaris Perusahaan Antam, Kunto Hendrapawoko mengatakan capaian ANtam ini tak lepas dari produksi dan penjualan komoditas utama Antam yang positif serta pengelolaan biaya tunai yang baik di tengah kondisi volatilitas harga komoditas global.

 

Milenials Prioritaskan Lokasi dan Harga Saat Cari Hunian

0

Banyak hal pertimbangan orang dalam mencari hunian, tak terkecuali generasi milenials. Berdasarkan hasil riset Rumah123 periode 1-15 April 2019 diketahui jika lokasi dan harga masih jadi priotitas utama.

Lokasi sebagai prioritas pertama dengan presentase 20.68%, diikuti harga (20.50%), fasilitas (20.03%), promo khusus (19.52%), dan desain (19.28%).

Rumah123.com mencatat permintaan properti 2019 tetap meningkat jika dibanding 2018, baik dari sisi penjualan atau sewa. Khusus untuk sewa, pertumbuhannya bahkan dua kali lipat dari persentase penjualan. Adapun berdasarkan tipenya, apartemen mengalami peningkatan permintaan yang tinggi dibanding rumah, yang meningkat hingga 42.85% dari tahun sebelumnya.

“Milenial banyak yang mengakses informasi melalui digital, harapan ke depannya semua hal berkaitan properti, seperti KPR milenial ini, bisa ditelusuri dengan mudah dari internet,” kata Maria Mani, Country GM Rumah123

Tim Business Intelligent Rumah123 mengatakan persentase pencari informasi seputar properti meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya.

“Semakin banyak orang yang memiliki aspirasi terhadap properti, mengalahkan dominasi persentase first time home buyers dalam dua tahun terakhir.. Bahkan masyarakat Indonesia yang sedang aktif mencari properti untuk dibeli atau bahkan investasi, yang justru didominasi oleh millenials, yang memiliki rentang usia 22–28 tahun, dengan rentang gaji 5 – 10 juta,” ujarnya.

 

Pengembang Properti Ini Bagi Deviden Rp 20 Miliar

0

Pada Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk tahun buku 2018, PT Intiland Development Tbk membagikan sebesar Rp20,7 miliar. Nilai dividen yang dibagikan kepada para pemegang saham tersebut setara 10,2 persen dari perolehan laba bersih Perseroan tahun 2018.

Pada RUPST yang diselenggarakan di Jakarta, 15 Mei 2019, Pemegang Saham memberikan persetujuan atas seluruh laporan dan rencana Perseroan yang tertuang dalam agenda RUPST. Pemegang saham juga memberikan persetujuan untuk penggunaan laba bersih tahun 2018 senilai Rp203,7 miliar.

Archied Noto Pradono Direktur Pengelolaan Modal dan Investasi Intiland mengungkapkan sisanya sebesar Rp180,9 miliar ditetapkan sebagai laba ditahan dan sebesar Rp2 miliar sebagai cadangan wajib, ungkap Archied .

“Kondisi sektor properti masih cukup berat dan belum kembali kondusif. Tapi kami percaya peluang tetap ada dengan fokus pada segmen-segmen pengembangan yang memberi ruang untuk menciptakan pertumbuhan usaha, kata Archied.

Di tengah tantangan yang terjadi di industri properti, Perseroan pada tahun lalu membukukan pendapatan usaha sebesar Rp2,6 triliun, atau naik sebesar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya sebesar Rp2,2 triliun. Laba usaha dan laba bersih tercatat mencapai Rp327 miliar dan Rp203 miliar atau masing-masing mengalami penurunan sebesar 5,2 persen dan 31,6 persen.

Penurunan kinerja profitabilitas terutama disebabkan oleh menurunnya margin laba kotor dan tingginya beban bunga, ungkap Archied.

Berdasarkan hasil laporan keuangan triwulan I yang berakhir 31 Maret 2019, Perseroan berhasil membukukan pendapatan usaha Rp887,6 miliar, atau naik sebesar 25 persen dibandingkan triwulan I 2018 yang mencapai Rp709,2 miliar. Laba usaha dan laba bersih Perseroan tercatat mencapai Rp156 miliar dan Rp48 miliar.

Perseroan melihat tantangan yang dihadapi para pelaku di industri properti tahun ini masih cukup berat. Dibutuhkan terobosan-terobosan yang efektif untuk mempertahankan kinerja usaha, baik dari aspek strategi ekspansi, manajemen konstruksi, pemasaran dan penjualan, hingga aspek pengelolaan biaya.

 

Berkonsep Work & Play, Lamudi Pilih GoWork Jadi Kantor Barunya

0

Tempat kerja bareng alias GoWork Pacific Place kembali dipilih perusahaan rintisan platform properti yang berdiri sejak 2014, Lamudi.co.id sebagai kantor barunya.

Peresmian kantor baru tersebut dihadiri Mart Polman (Managing Director Lamudi.co.id), Anne Maria Hermans (Vice President of Operation and People Lamudi.co.id), dan Yoga Priyautama (Comercial Director Lamudi.co.id), Kamis (16/05/2019).

Lamudi yang menempati lantai 1 dan 2 itu menyewa space seluas 600 m2 selama dua tahun. Dengan konsep work & play, Lamudi.co.id mempekerjakan karyawan 120 orang rata-rata milenial berusia 24 tahun ini.

Kantor baru Lamudi di GoWork dengan konsep co-working space disukai oleh generasi milenial karena lingkungan kerja yang asyik, nyaman, namun tetap menunjang produktivitas sehingga menjadi “rumah baru” bagi karyawannya untuk lebih grow lagi.

“Peresmian kantor baru Lamudi.co.id ini merupakan bukti nyata perusahaan rintisan ini telah mengalami pertumbuhaan revenue mencapai 300% dibanding tahun sebelumny, kata  Mart Polman.

Tak hanya itu platform ini juga telah melayani lebih dari 100 pengembang properti. Sejak bulan Januari, website trafic Lamudi.co.id telah mencapai 1,5 juta per bulannya.

Mart berharap dengan adanya kantor baru Lamudi.co.id dapat meningkatkan semangat kinerja bagi seluruh pihak yang terlibat dalam peningkatan layanan perusahaan untuk masyarakat dan developer partners.

Berkonsep Work & Play, Lamudi Pilih GoWork Jadi Kantor Barunya

0

Tempat kerja bareng alias GoWork Pacific Place kembali dipilih perusahaan rintisan platform properti yang berdiri sejak 2014, Lamudi.co.id sebagai kantor barunya.

Peresmian kantor baru tersebut dihadiri Mart Polman (Managing Director Lamudi.co.id), Anne Maria Hermans (Vice President of Operation and People Lamudi.co.id), dan Yoga Priyautama (Comercial Director Lamudi.co.id), Kamis (16/05/2019).

Lamudi yang menempati lantai 1 dan 2 itu menyewa space seluas 600 m2 selama dua tahun. Dengan konsep work & play, Lamudi.co.id mempekerjakan karyawan 120 orang rata-rata milenial berusia 24 tahun ini.

Kantor baru Lamudi di GoWork dengan konsep co-working space disukai oleh generasi milenial karena lingkungan kerja yang asyik, nyaman, namun tetap menunjang produktivitas sehingga menjadi “rumah baru” bagi karyawannya untuk lebih grow lagi.

“Peresmian kantor baru Lamudi.co.id ini merupakan bukti nyata perusahaan rintisan ini telah mengalami pertumbuhaan revenue mencapai 300% dibanding tahun sebelumny, kata  Mart Polman.

Tak hanya itu platform ini juga telah melayani lebih dari 100 pengembang properti. Sejak bulan Januari, website trafic Lamudi.co.id telah mencapai 1,5 juta per bulannya.

Mart berharap dengan adanya kantor baru Lamudi.co.id dapat meningkatkan semangat kinerja bagi seluruh pihak yang terlibat dalam peningkatan layanan perusahaan untuk masyarakat dan developer partners.

Neraca Perdagangan Defisit Parah, Masyarakat Akan Semakin Sulit

0

Jebloknya nilai ekspor ke angka US$ 12,6 miliar atau turun 13,1% dari tahun lalu dan impor ke angka US$ 15,10 miliar menyebabkan neraca perdagangan pada April 2019 mencatatkan defisit hingga US$ 2,5 miliar.

Defisit neraca perdagangan Indonesia periode April 2019 ini  merupakan yang paling buruk dalam sepanjang sejarah RI. Artinya lebih banyak uang yang keluar dari Indonesia ketimbang yang masuk. Apalagi jika jumlahnya sangat besar, artinya banyak sekali uang yang berhamburan ke luar negeri.

Maka dari itu, transaksi berjalan menjadi fondasi yang sangat penting bagi stabilitas nilai tukar mata uang. Dalam hal ini rupiah. Bila rupiah kekurangan pasokan modal di dalam negeri, maka akan sulit untuk menahan tekanan mata uang lain.Tak heran jika nilai mata uang rupiah semakin melemah.

Pada awal 2011, kurs rupiah masih berada di sekitar Rp 9.000/US$, sedangkan pada akhir perdagangan hari Rabu (15/5/2019) sudah sebesar Rp 14.455. Artinya sudah melemah hingga 60,6%.

Selain itu, sejak CAD mulai menghantui, Bank Indonesia (yang sejatinya adalah lembaga yang mengatur kebijakan moneter) mulai turun tangan untuk mengendalikan CAD.

CAD kuartal I-2019 sudah sebesar US$ 6,9 miliar atau setara 2,6% PDB, lebih dalam ketimbang kuartal I-2018 yang hanya 2,01% PDB.

Bila tahun ini CAD tidak bisa dikerdilkan, atau bahkan melebar, maka rupiah akan semakin rentan terhadap gejolak ekonomi global. Pelemahan rupiah menjadi semakin sulit untuk dihindari.

Alhasil menjadi sulit untuk membayangkan BI menurunkan suku bunga acuan. Alih-alih turun, potensi naik malah membesar.

Saat suku bunga acuan BI sedang tinggi, maka dampak yang paling terasa ke masyarakat awam adalah bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang relatif tinggi. Dengan demikian masyarakat akan semakin sulit karena beban hidup semakin tinggi seiring dengan biaya-biaya ikut naik

Utang RI Naik 347,84 Triliun, Kemenkeu: Masih Aman

0

Utang Indonesia yang naik Rp 347,84 triliun setahun, masih dianggap aman Kementrian Keuangan. Pada April 2018 utang pemerintah Rp 4.180,61 triliun, Kini menjadi Rp 4.528,45 triliun pada April 2019.

Hal ini terutuang dalam rilis perkembangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Kementrian Keuangan, pemerintah membuka data kondisi keuangan negara termasuk utang pemerintah.

Kemenkeu menilai,rasionya setara dengan 29,65% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebab batas yang telah ditetapkan pemerintah, yakni 60% terhadap PDB.

Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kementerian Keuangan Nufransa Wira Sakti menjelaskan utang yang diambil pemerintah telah diputuskan secara matang, baik untuk pembayaran maupun risikonya.

“Sejauh ini, masih dalam kondisi aman. Utang sudah diatur dalam UU, di mana batas maksimal yang diperbolehkan dalam UU adalah 60% dari PDB. Sampai saat ini, utang Indonesia masih di seputaran 30% dari GDP. Jadi masih sangat jauh dari batas yang diperbolehkan,” tutup dia.

Pengamat Ekonomi dari Indef Enny Sri Hartarti mejelaskan tingkat uang yang berbahaya dinilai dari tak seimbangnya produktivitas. Hal ini lah yang nantinya bisa membuat utang meningkat tanpa adanya timbal balik. Ia mencontohkan dengan memberikan fasilitas pada Unit Kecil, Mikro, dan Menengah (UMKM).

Dengan meningkatkan produktivitas dari utang maka bisa mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi. Dengan begitu, maka utang yang meningkat dapat segera dibayarkan agar tak menjadi beban.

 

Menkominfo Incar Tower Masjid Untuk Pemancar Telekomunikasi

0

Masjid bukan hanya tempat ibadah semata, Masjid juga bisa digunakan sebagai penunjang dunia telekomunikasi. Pantas saja jika Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengincar tower-tower mesjid untuk bisa digunakan sebagai pengganti Base Transceiver Station (BTS) alias tiang pemancar telekomunikasi.

“Kami sudah melakukan survei, masjid itu ada tower-nya, itu bisa dimanfaatkan untuk BTS,” kata Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara di ajang “Prisma Fair 19TH” di Jakarta, Sabtu (18/05/2019).

Menurutnya masjid bisa memperoleh pendapatan tambahan sedangkan operator mendapatkan kemudahan. “Jadi, tak perlu lagi mendapat izin lingkungan dan sebagainya. Kami akan coba dorong lagi nanti,” tambahnya.

Kominfo menyatakan rencana bakal terus didorong untuk direalisasikan, terutama di Jakarta yang sudah memenuhi syarat. Rudiantara menyampaikan basis datanya sudah disiapkan oleh dewan masjid.

Pemerintah Ungkap Pos-Pos Penyebab Belanja Negara Bengkak

0

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan keuangan negara terogok cukup dalam untuk belanja pegawai senilai Rp113,8 triliun. Belanja negara ini naik 11,9 persen dari semula hanya Rp101,7 triliun pada April 2018.

Peningkatan belanja ini lantaran terjadi kenaikan tunjangan kinerja serta kenaikan gaji bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), hingga banjir bantuan sosial (bansos) kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Sementara itu. realisasi belanja negara sampai April 2019 telah mencapai Rp631,8 triliun atau naik 8,4 persen dari posisi belanja bulan sebelumnya Rp582,9 triliun dari April 2018 .

Selain itu, belanja barang juga meningkat karena penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 pada 17 April lalu yang menghabiskan anggaran hingga 25 triliun. Biaya tersebut untuk tunjangan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan pihak keamanan, seperti Kepolisian, Kementerian Ketahanan, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Selanjutnya, peningkatan belanja juga terjadi karena pembayaran bunga utang yang naik 4,2 persen menjadi Rp82,6 triliun. Tak ketinggalan, ada peningkatan belanja hibah menjadi Rp354,3 miliar dan belanja lain Rp700 miliar.

Sementara itu, belanja ke daerah atau Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tercatat sebesar Rp261,7 triliun atau naik 3,9 persen. Realisasi TKDD berasal dari transfer ke daerah sebesar Rp247,7 triliun atau naik 4,2 persen dan dana desa Rp14 triliun atau turun 1,7 persen.

Dalam Waktu Singkat Modal Asing Keluar Rp 11,3 Triliun, Rupiah Makin Tertekan

0

Ketegangan perang dagang Amerika dan China berdampak pada bergejolaknya perekonomian termasuk di tanah air. Indonesia adalah salah satu negara yang terimbas. Salah memindahkan modal dari Indonesia dipindahkan ke negara maju.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan terjadi modal asing keluar terutama portofolio outflow pada 13-16 Mei terjadi keluar modal asing atau net jual Rp 11,3 triliun

“Rp 11,3 triliun terdiri dari Rp 7 triliunan di pasar SBN dan sisanya Rp 4 triliun lebih di pasar saham,” terang Perry di Gedung BI, Jumat (17/05/2019).

Menurutnya, investor jangka Pendek memang biasanya masuk dalam 2 minggu, kemudian keluar karena ketidakpastian pasar global. Perry mengatakan, karena aliran modal asing keluar maka rupiah tertekan. Namun Perry menjamin, BI akan terus selalu berada di pasar.