Neraca Perdagangan Defisit Parah, Masyarakat Akan Semakin Sulit

0
4219

Jebloknya nilai ekspor ke angka US$ 12,6 miliar atau turun 13,1% dari tahun lalu dan impor ke angka US$ 15,10 miliar menyebabkan neraca perdagangan pada April 2019 mencatatkan defisit hingga US$ 2,5 miliar.

Defisit neraca perdagangan Indonesia periode April 2019 ini  merupakan yang paling buruk dalam sepanjang sejarah RI. Artinya lebih banyak uang yang keluar dari Indonesia ketimbang yang masuk. Apalagi jika jumlahnya sangat besar, artinya banyak sekali uang yang berhamburan ke luar negeri.

Maka dari itu, transaksi berjalan menjadi fondasi yang sangat penting bagi stabilitas nilai tukar mata uang. Dalam hal ini rupiah. Bila rupiah kekurangan pasokan modal di dalam negeri, maka akan sulit untuk menahan tekanan mata uang lain.Tak heran jika nilai mata uang rupiah semakin melemah.

Pada awal 2011, kurs rupiah masih berada di sekitar Rp 9.000/US$, sedangkan pada akhir perdagangan hari Rabu (15/5/2019) sudah sebesar Rp 14.455. Artinya sudah melemah hingga 60,6%.

Selain itu, sejak CAD mulai menghantui, Bank Indonesia (yang sejatinya adalah lembaga yang mengatur kebijakan moneter) mulai turun tangan untuk mengendalikan CAD.

CAD kuartal I-2019 sudah sebesar US$ 6,9 miliar atau setara 2,6% PDB, lebih dalam ketimbang kuartal I-2018 yang hanya 2,01% PDB.

Bila tahun ini CAD tidak bisa dikerdilkan, atau bahkan melebar, maka rupiah akan semakin rentan terhadap gejolak ekonomi global. Pelemahan rupiah menjadi semakin sulit untuk dihindari.

Alhasil menjadi sulit untuk membayangkan BI menurunkan suku bunga acuan. Alih-alih turun, potensi naik malah membesar.

Saat suku bunga acuan BI sedang tinggi, maka dampak yang paling terasa ke masyarakat awam adalah bunga Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang relatif tinggi. Dengan demikian masyarakat akan semakin sulit karena beban hidup semakin tinggi seiring dengan biaya-biaya ikut naik

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.