Pemerintah Ungkap Pos-Pos Penyebab Belanja Negara Bengkak

0
478

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan keuangan negara terogok cukup dalam untuk belanja pegawai senilai Rp113,8 triliun. Belanja negara ini naik 11,9 persen dari semula hanya Rp101,7 triliun pada April 2018.

Peningkatan belanja ini lantaran terjadi kenaikan tunjangan kinerja serta kenaikan gaji bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), hingga banjir bantuan sosial (bansos) kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR).

Sementara itu. realisasi belanja negara sampai April 2019 telah mencapai Rp631,8 triliun atau naik 8,4 persen dari posisi belanja bulan sebelumnya Rp582,9 triliun dari April 2018 .

Selain itu, belanja barang juga meningkat karena penyelenggaraan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak 2019 pada 17 April lalu yang menghabiskan anggaran hingga 25 triliun. Biaya tersebut untuk tunjangan Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan pihak keamanan, seperti Kepolisian, Kementerian Ketahanan, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Selanjutnya, peningkatan belanja juga terjadi karena pembayaran bunga utang yang naik 4,2 persen menjadi Rp82,6 triliun. Tak ketinggalan, ada peningkatan belanja hibah menjadi Rp354,3 miliar dan belanja lain Rp700 miliar.

Sementara itu, belanja ke daerah atau Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tercatat sebesar Rp261,7 triliun atau naik 3,9 persen. Realisasi TKDD berasal dari transfer ke daerah sebesar Rp247,7 triliun atau naik 4,2 persen dan dana desa Rp14 triliun atau turun 1,7 persen.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.