Selasa, Juni 16, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 770

Terarium Kembali Tren, Ini Cara Pembuatannya

0

Terarium berasal dari istilah terrestrial yang berarti daratan yang berhubungan dengan bumi. Terarium adalah cara atau model menanam yang bisa berisi tanaman atau hewan yang terdapat dalam wadah atau media yang tembus pandang, misalnya terbuat dari kaca. Dalam hal ini, tentu saja hewan yang digunakan berukuran kecil seperti jenis reptil, misalnya katak, iguana mini, dan lain–lain yang bisa masuk ke dalam wadah kaca tersebut.

Perkembangan Terarium

Awalnya, terarium ditemukan secara tidak sengaja oleh Nathaniel B. Ward, seorang fisikawan berkebangsaan Inggris yang melakukan percobaan di laboraturiumnya. Setelah penemuan tersebut, terarium sering dimanfaatkan untuk mengatasi kesulitan membawa sampel atau contoh tanaman yang akan diteliti untuk perjalanan jarak jauh. Terarium mulai masuk ke Indonesia dibawa oleh para bangsawan Belanda yang menempatkannya sebagai hiasan di dalam rumah.

Terarium sendiri berkembang menjadi tidak hanya sekadar hiasan di dalam rumah yang dimiliki para bangsawan, namun juga bisa dibuat sendiri, dijual bebas bahkan bisa dibeli oleh siapa saja. Tidak hanya itu, pembuatan terarium juga bisa dijadikan peluang bisnis yang menjanjikan. Setelah lama meredup, Terarium mulai booming kembali pada sekitar tahun 1995, di saat tanaman hias mulai dilirik sebagai usaha yang memiliki prospek yang cerah.

Terarium

Tujuan utama pembuatan terarium ini adalah untuk menghijaukan rumah dengan pemanfaatan lahan yang sempit. Beberapa kelebihan terarium sebagai teknik penanaman inkonvensional adalah mengirit lahan namun tetap bisa menghijaukan rumah dan tidak mengotori bagian rumah.

Hal ini berbanding terbalik dengan penanaman dalam pot yang lebih membutuhkan ruang untuk bisa tumbuh dan juga bisa mengotori lantai karena pada bagian bawah pot terdapat lubang sebagai tempat keluar akar dan air setelah disiram. Jadi terarium aman untuk disimpan di dalam rumah dan sangat membantu program go green yang semakin ramai digalakan oleh organisasi lingkungan hidup dan pemerintah.

Meskipun terbagi menjadi terarium tanaman dan terarium hewan, namun terarium yang umum dibuat berbentuk miniatur taman dengan satu atau beberapa jenis tanaman dengan penambahan pelengkap dan aksesori. Tidak semua jenis tanaman bisa tumbuh dalam terarium.

Ciri–ciri tanaman yang dapat hidup dan tumbuh dalam terarium adalah bentuknya harus mungil/kecil, tidak bisa tumbuh menjulang tinggi, tidak berbatang kayu tetapi berpelepah daun atau berbatang lunak. Daunnya harus berukuran kecil, memiliki corak daun yang indah, berurat daun yang jelas, dan bertekstur lembut.

Tanaman tersebut juga harus memiliki pertumbuhan yang lambat, bentuk pertumbuhannya melingkar, dan dapat menjalar atau merambat. Tanaman–tanaman itu juga harus sangat tahan terhadap kelembaban tinggi atau pada keadaan sangat kering. Jenis–jenis tanaman yang biasa dipakai adalah jenis indoor yang mampu bertahan dalam suhu dan temperatur ruangan dan memiliki toleransi yang cukup tinggi terhadap pancaran sinar matahari yang sedikit.

Berdasarkan ciri–ciri jenis tanaman, terarium dibagi menjadi dua, yaitu wet terarium dan dry terarium. Tanaman yang termasuk kategori wet terarium adalah Calathea, Marantha, Dracaena, Fittonia, Gesneriaceae, Pakis, Palem, Peperomia, Scindapsus, Suplir, Syngonium, Hypoestes, dan Sansievera. Sedangkan tanaman dry terarium adalah Crypthantus, Kaktus, dan Sukulen.

Peluang Bisnis

Sebagai peluang bisnis, usaha pembuatan terarium ini cukup menjanjikan karena pelaku usahanya masih sangat sedikit. Umumnya, pelaku yang menggeluti usaha ini memiliki ketertarikan bercocok tanam. Bila tidak memiliki hobi tersebut, biasanya pelaku akan cenderung bosan.

Peluang usaha di bidang ini semakin terbuka lebar karena bila sebelumnya terarium hanya dijadikan sebagai hiasan di dalam rumah, sekarang terarium banyak dijadikan sebagai suvenir, hadiah ulang tahun, dan kado untuk farewell party. Namun dewasa ini terarium paling banyak dimanfaatkan sebagai program go green.

Tren terbaru pada usaha ini yaitu menyewakan terarium. Biasanya, klien yang tertarik untuk menggunakan jasa rental adalah perkantoran besar, seperti perusahaan–perusahaan ternama, bank, kantor pemerintahan, Rumah Sakit dan lain–lain. Dengan menyewakan terarium, balik modal bisa lebih cepat dengan sistem kontrak dan dari biaya perawatan setiap bulan.

Bila memiliki terarium sebanyak 5 wadah dengan masing–masing wadah berdiameter 40 cm dan biaya rental sebesar Rp 100 ribu per bulan per unit, maka akan balik modal pada bulan ketujuh. Jika jumlah terarium lebih banyak dan biaya rental lebih tinggi/mahal, maka balik modal bisa lebih cepat.

Bagi yang tertarik menjalankan usaha ini, disarankan untuk membekali diri dengan mengikuti kursus atau membeli buku yang berkaitan dengan terarium. Biaya kursus, mulai dari Rp 350 ribu per paket. Dengan mengikuti kursus diharapkan pemula mengetahui sedikit mengenai dasar untuk mulai melakukan pembuatan terarium. Misalnya, teknik–teknik untuk mengetahui jenis tanaman yang baik untuk terarium dan cara penanamannya.

Modal awal untuk pemula berkisar Rp 2 juta, yang digunakan untuk membeli bahan dan alat–alat. Bahan–bahan seperti media dan tanaman dapat dibeli di kios–kios pertanian. Namun bila ingin mengurangi budget, maka bisa menggunakan wadah yang sudah ada di rumah. Untuk perlengkapannya, beberapa alat bisa diganti dengan memanfaatkan garpu atau sendok makan.

Terarium umumnya dijual dengan harga paling murah sekitar Rp 30 ribu dan harga paling mahal hingga ratusan ribu rupiah. Bila komposisi tanaman banyak dan menggunakan wadah kaca yang besar serta indah, maka harga terarium bisa melambung hingga jutaan rupiah.

Untuk pengusaha lama, dituntut agar lebih kreatif karena terarium tidak hanya untuk pajangan, tapi bisa juga sebagai hadiah atau suvenir. Intinya, harus mengikuti perkembangan terarium. Agar sisi kreatif tetap terasah, harus membaca banyak literatur dan melihat berbagai event. tentang terarium.

Dalam usaha pembuatan terarium, bentuk promosi yang cukup efektif adalah mengikuti berbagai pameran terutama lingkungan hidup. Selain itu, juga bisa melalui internet, brosur atau membuat kios di rumah. Lakukan juga pendekatan dengan beberapa kelompok Dharma Wanita karena biasanya mereka melakukan banyak acara, misalnya arisan atau acara amal.

Cara Pembuatan

Terarium termasuk produk yang mudah dan cepat dibuat. Bahan yang diperlukan adalah media berupa arang, moss, kompos, dan zeolit, tanaman, wadah kaca, batu – batuan, pasir warna–warni, dan aksesori. Sedangkan peralatannya terdiri atas sekop, garpu kecil, corong, kuas cat kecil, gunting tanaman, sprai, dan tisu atau lap basah.

Media yang digunakan untuk menanam terarium terdiri atas arang, moss, kompos, dan zeolit. Keempat media tersebut memiliki fungsi masing–masing dalam pertumbuhan tanaman. Arang berfungsi untuk drainase dan mengikat gas–gas beracun dari akar. Moss untuk menyimpan air. Sedangkan kompos sebagai makanan bagi tanaman dan pada zeolit terkandung unsur hara mikro yang dibutuhkan tanaman.

Zeolit ini juga bisa digunakan sebagai indikator kekeringan tanaman tersebut. Bila zeolit berwarna putih menandakan kekeringan dan membutuhkan penyiraman. Sebaliknya, bila zeolit berwarna biru/hijau, berarti media masih lembab dan basah.

Sebelum arang, moss, kompos, dan zeolit digunakan sebagai media tanaman, ada beberapa perlakuan yang harus diperhatikan. Untuk arang harus dijemur di bawah sinar matahari sampai benar–benar kering. Setelah kering, arang direndam pada pupuk cair jenis NPK selama semalam. Moss dan kompos sebaiknya disiram dengan air panas yang bertujuan untuk sterilisasi.

Sedangkan zeolit harus disangrai selama 15 menit di atas api sedang untuk menghilangkan/mengurangi kadar air yang dikandung hingga kering atau berwarna putih. Jika tidak dilakukan perlakuan khusus sebelum digunakan, maka dikhawatirkan akan mengontaminasi tanaman pada terarium. Salah–salah, tanaman bisa sakit bahkan mati.

Untuk wadah terarium, dapat menggunakan wadah yang terbuat dari bahan kaca, akrilik, atau plastik. Namun disarankan untuk memakai wadah kaca karena selain ketahanannya lebih baik dibandingkan wadah lain, penampilan wadah kaca juga terlihat mewah dan indah. Untuk wadah berbahan akrilik, bahannya bisa cepat buram apabila terkena air dengan frekuensi yang sering. Sedangkan plastik tidak tahan lama.

Bila bahan dan alat telah siap, maka langkah awal adalah membersihkan wadah kaca dengan menyemprotkan alkohol hingga melapisi dinding kaca. Pertama masukkan arang, tutupi dengan moss, kemudian tambahkan kompos. Setelah itu, masukkan tanaman yang akarnya sudah bersih dari tanah dan telah disemprotkan alkohol. Sepertiga akar tanaman dianjurkan untuk menyentuh arang.

Lapisi lagi dengan kompos dan terakhir tutup dengan zeolit. Bila ingin terlihat lebih colorful, maka dapat ditambahkan pasir warna, batu atau aksesori lain. Siram tanaman dengan cara disemprot pada dinding bagian dalam wadah kaca. Dengan hanya satu kali penyiraman pada awal tersebut, tanaman bisa tahan hingga minimal tiga bulan pertama.

Perawatan terarium sangat penting untuk kelangsungan hidup tanaman. Perawatan yang dilakukan terbilang mudah, hanya membutuhkan penyiraman, itu pun tidak harus teratur setiap hari. Bila zeolit telah berwarna putih/abu, maka sebaiknya segera disiram.

Jika masih berwarna biru/hijau, sebaiknya tidak usah disiram karena tanaman masih lembab. Penyiraman pada terarium dilakukan dengan cara disemprot pada dinding bagian dalam wadah kaca agar aliran air bisa rata membasahi media terarium. Terarium sebaiknya tidak sering disiram karena bisa menyebabkan kebusukan pada akar.

Pemberian pupuk juga harus dilakukan untuk memenuhi kebutuhan nutrisi tanaman yang sebaiknya dilakukan setiap enam bulan sekali. Pupuk yang digunakan harus pupuk cair yang pemberiannya bersamaan dengan penyiraman. Sebenarnya, tanaman sudah cukup mendapatkan nutrisi dari keempat media yang dipakai sehingga tidak terlalu memerlukan pemberian pupuk setiap bulan.

Oleh: Anie Kristiani,

Pemilik Cristata House of Terarium,

Penulis Buku “Membuat Terarium: Taman Mungil Dalam Kaca, Dari Hobi Menjadi Bisnis”

Teknik Mendapatkan Investor yang Tepat

0

 

Dalam menjalankan rencana kegiatan usaha, masalah yang pokok dan menjadi kendala utama adalah kebutuhan modal investasi dan modal kerja. Seringkali banyak yang salah kaprah karena pemahaman makna modal investasi dan modal kerja. Modal investasi adalah kebutuhan dana untuk mengadakan beberapa pembiayaan yang berkaitan seperti tanah, bangunan, alat–alat produksi, mobil transportasi dan lain lain.

Sedangkan modal kerja adalah pembiayaan berkaitan dengan, pengadaan bahan baku utama untuk proses produksi, bilamana kegiatan usaha tersebut memiliki sifat dan proses produksi. Bila usahanya dalam bentuk perdagangan modal kerja digunakan untuk pengadaan, persediaan dan biaya operational kegiataan transaksi jual beli.

Sumber dari modal investasi sebaiknya tidak didapatkan melalui utang yang memiliki tingkat bunga yang tinggi, apalagi kalau menggunakan sumber dari kartu kredit. Ini sungguh suatu kekeliruan yang besar dalam memulai sebuah rencana usaha. Sumber modal kerja bisa didapatkan dari fasilitas pembiayaan untuk pengembangan usaha kelas menengah melalui bank-bank syariah atau baitul mat tanwil yang saat ini cukup  tersebar di seluruh penjuru tanah air.

Sebelum memasuki teknik dan cara menemukan investor yang tepat untuk rencana usaha, sebaiknya kita sudah membuat proposal usaha yang pernah disampaikan di edisi sebelumnya. Tetapi pisahkanlah proposal tersebut ke dalam dua bagian proposal yang terdiri atas Master Proposal dan Detail Proposal.

Master Proposal adalah proposal yang memuat tentang konsep rencana usaha yang akan kita jalankan dan di dalam proposal ini cukup hanya memuat hal hal yang sifatnya tidak detail dan konsep global, misalnya:

  • Judul Rencana Usaha
  • Visi dan Misi Usaha
  • Latar Belakang
  • Konsep usaha dan Analisa SWOT
  • Rencana Investasi
  • Rencana Rugi Laba
  • Perhitugan Return on Investment
  • Konsep Bagi Hasil.

Sedangkan proposal yang kedua, yaitu Detail Proposal, memuat hal–hal kunci untuk menjalankan usaha tersebut. Tujuan ini dilakukan dengan upaya untuk menghindari investor yang berniat tidak baik, hanya mendengarkan presentasi kita saja dan kemudiaan menyontek proposal rencana usaha kita kemudian mengcopy dan mengeksekusi rencana usaha tersebut tanpa menggandeng Anda sebagai partner usahanya. Detail proposal ini memuat, seperti:

  • Cara-cara membuat produk/jasa yang akan dijual (formulasi)
  • Sumber – sumber bahan baku yang kompetitif.
  • Teknik/cara memasarkan produk/jasa tersebut.
  • Cara mengelola usaha tersebut dll

Detail proposal ini kita presentasikan ssetelah ada kejelasan (Clarity) bahwa calon partner kita tadi bersungguh-sungguh ingin berkongsi.

Lihat keseriusannya dalam menandatangani konsep perjanjian kerja sama yang tertuang dalam sebuah perjanjian yang tersusun secara baik dan benar serta legitimate. Proses penempatan uang muka untuk modal investasi awal.

Bentuk kongsi yang baik terdiri atas bilangan ganjil, misalnya bertiga, berlima atau bertujuh. Hal ini dilakukan dalam upaya proses pengambilan keputusan atau sikap dalam kebijakan menjalankan usaha agar tidak terjadi dead lock (buntu) sehingga dapat menimbulkan perpecahan perkongsian.

Penting untuk diperhatikan dalam memilih partner kongsi atau mencari investor atas rencana usaha kita adalah kesamaan pandangan dan visi ke depan serta latar belakang dari si investor sehingga dalam perjalanan menjalankan usaha tidak terjadi perbedaan persepsi atau pandangan yang cukup signifikan.

Komposisi ideal dalam sebuah perkongsian adalah, ada yang paham di bidang pemasaran dan penjualan, ada yang paham dibidang administrasi dan keuangan serta seorang lagi paham di bidang pengembangan sumber daya manusia. Memang idealnya komposisi seperti ini tetapi kalaupun sampai mengalami kesulitan untuk menemukan dengan tipe–tipe seperti ini, kita bisa meminta komitmen di awal bahwa investor yang bersangkutan boleh menunjuk seseorang yang bisa dipercaya untuk menjalankan rencana kegiatan usahanya kepada orang yang dipercaya untuk ditunjuk mewakilinya.

Hal–hal  semacam ini sangat wajar dalam kita berkongsi dan model seperti ini sudah sering terjadi  di dunia usaha. Ada yang punya kemampuan tetapi tidak punya modal. Ada yang punya modal tetapi tidak punya ide usaha.

Ada juga sebuah bentuk, seperti berikut ini. Dalam sebuah reuni, muncul sebuah ide kongsi usaha. Si A punya ternak dan pemotongan sapi, Si B kontraktor pembuatan Ruko dan Kios, Si C jago masak Bakso. Ngobrol  ngalor ngidul, kongkow, gaul, ngrumpi  sampai akhirnya mereka bertiga ini sepakat untuk membuat sebuah kios bakso seger lan mantep. Jadilah mereka selalu bertemu untuk mendiskusikan rencana usaha tersebut dan luar biasa, mereka bertiga akhirnya sukses…Luar biasa  hanya bermodal silaturohmi.

 

Oleh: Yoyok Indrayatno

Pelatih Kewirausahaan dari ACC Indonesia

(Amanah Coaching Clinik Indonesia)

 

Lampaui Target, TEI 2019 Sukses Capai Transaksi Rp153,38 Triliun

0

 

Trade Expo Indonesia (TEI) ke-34 tahun 2019 sukses mencapai transaksi sebesar USD 10,96 miliar atau senilai Rp153,38 triliun. Nilai ini meningkat 29,04 persen dibanding pencapaian tahun lalu sebesar USD 8,49 miliar atau senilai Rp127,33 triliun. Pameran ekspor terbesar di Indonesia tersebut diselenggarakan di International Convention Exhibition (ICE) di Tangerang, Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten pada 16—20 Oktober lalu.

TEI tahun ini berhasil mencapai nilai transaksi USD 10,96 miliar atau senilai Rp153,38 triliun. Capaian ini meningkat 29,04 persen dibandingkan tahun lalu,” ungkap Menteri Perdagangan Agus Suparmanto di Jakarta pada Jumat (25/10/2019).

Mendag menjelaskan, transaksi yang terjadi selama TEI 2019 meliputi transaksi perdagangan, jasa, dan investasi. Transaksi perdagangan terdiri dari transaksi produk (barang) sebesar USD 1,54 miliar.

Untuk transaksi produk meliputi transaksi perdagangan barang yang berasal dari penandatanganan kontrak dagang/MoU (USD 698,34 juta), transaksi di stan pameran (USD 687,60 juta), misi dagang lokal (USD 50,63 juta), penjajakan kesepakatan dagang (business matching) (USD 67,11 juta), Kementerian Kelautan dan Perikanan (USD 10,43 juta), forum bisnis hortikultura (USD 8,78 juta) serta kuliner dan pangan nusa (USD 457,14 ribu). Sedangkan transaksi perdagangan jasa sebesar USD 120,08 juta. Sementara itu, transaksi investasi berhasil membukukan nilai sebesar USD 9,29 miliar.

Pada gelaran TEI kali ini negara dengan transaksi terbanyak adalah Mesir sebesar USD 270,51 juta yaitu sebesar 18,13% dari total nilai transaksi; Jepang sebesar USD 260,01 juta (17,43%); Tiongkok sebesar USD 201,52 juta (13,51%); India sebesar USD 96,71 juta (6,48%); dan Inggris sebesar USD 94,44 juta (6,33%).

Sedangkan produk yang paling diminati adalah makanan olahan sebesar USD 390,26 juta (26,16%); kertas dan produk kertas sebesar USD 289,64 juta (19,41%); kelapa sawit/CPO sebesar USD 166,65 juta (11,17%), produk pertanian sebesar USD 128,92 juta (8,64%); dan kopi kertas sebesar USD 111,85 juta (7,50%).

Untuk misi pembelian, selama penyelenggaraan TEI ke-34 tercapai 114 kesepakatan dagang dengan total nilai kontrak sebesar USD 3,19 miliar. Nilai tersebut terdiri atas transaksi investasi, produk barang, seperti makanan olahan, kertas dan produk kertas, produk pertanian dan perkebunan, produk perikanan, bumbu masak, serta rempah-rempah dan lainnya.

Kesepakatan dagang tersebut berasal dari 31 negara yaitu Jepang, Mesir, Amerika Serikat, Malaysia, Somalia, Spanyol, India, Australia, Kanada, Brasil, Korea Selatan, Hungaria, Libya, Thailand, Belanda, Belgia, Vietnam, Tiongkok, Jerman, Inggris, Singapura, Nigeria, Taiwan, Arab Saudi, Irak, Yordania, Filipina, Italia, Palestina, Romania, dan Aljazair.

Sementara itu, untuk kegiatan business matching telah menghasilkan 247 transaksi potensial dengan nilai mencapai USD 67,11 juta. Selama lima hari pelaksanaan TEI 2019, kegiatan business matching ini diikuti buyers dari 36 negara, antara lain Amerika Serikat, Korea Selatan, Malaysia, Kanada, Meksiko, Mesir, Hungaria, Jepang, Bulgaria, Vietnam, India, Singapura, Madagaskar, Maroko, Filipina, Sudan, Hongkong, Thailand, Oman, Srilanka, Pakistan, Serbia, Algeria, Zimbabwe, Australia, Jordan, Afrika Selatan, Tiongkok, Botswana, Tunisia, Yaman, Chili, Inggris, Turki, Brasil. Produk yang paling diminati adalah makanan dan minuman, produk pertanian, tekstil dan produk tekstil, produk kecantikan dan kesehatan, serta furnitur dan perabotan.

“Hal tersebut menunjukkan eksportir Indonesia mampu meyakinkan para buyers mancanegara untuk bertransaksi di tengah persaingan global yang semakin ketat. Artinya, eksportir mampu menghasilkan produk yang sesuai dengan selera pasar, berdaya saing tinggi dengan harga yang kompetitif, serta sikap profesional yang menumbuhkan kepercayaan dari kalangan buyers internasional,” jelas Mendag.

TEI ke-34 kali ini Kemendag pertama kalinya menyediakan meja pelayanan informasi (help desk) untuk memberikan informasi dan layanan publik mengenai perizinan ekspor, impor, dan investasi. Penyelenggaraan help desk bekerja sama dengan beberapa K/L seperti Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Kementerian Perindustrian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Keuangan, Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia, Kementerian Ketenagakerjaan, Kementerian Pertanian, Badan Koordinasi Penanaman Modal, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Badan Standardisasi Nasional, Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, dan unit-unit terkait di Kementerian Perdagangan. Selama penyelenggaraan TEI ke-34, layanan ini tercata telah dimanfaatkan oleh hampir 2.000 orang.

Pada kesempatan ini, Mendag juga mengundang para pemangku kepentingan (stakeholder) untuk kembali berpartisipasi pada TEI ke-35 yang rencananya akan diselenggarakan pada 30 September-4 Oktober 2020 di International Convention Exhibition (ICE), Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten.

Kami berharap TEI 2020 mendatang semakin mendukung  pergeseran perdagangan dari luring ke daring sehingga mendorong lebih banyak partisipasi berbagai perusahaan perdagangan elektronik dan pelaku teknologi digital untuk merespons tren global tersebut,” pungkas Mendag.

Kolaborasi HP Indonesia-Kanprinting Hadirkan Inovasi Percetakan Tekstil Digital Terbaru

0

HP Inc. Indonesia menggandeng @kainprinting, merek busana Muslim lokal, memamerkan koleksi desain pakaian Muslim di ajang Jakarta Fashion Week 2020. Koleksi ini dicetak sepenuhnya dengan HP Stitch S500, inovasi pecetakan tekstil digital terbaru. Koleksi pakaian Muslim hasil kerja sama dengan @kainprinting ini sekaligus menandai kerja sama pertama HP Inc. Indonesia dengan merek busana Muslim lokal di salah satu ajang fashion terbesar di Indonesia.

“Industri fashion Indonesia menyumbangkan 18,01% dari total PDB sektor industri kreatif di 2018, dan menjadi penyumbang terbesar untuk kegiatan ekspor. Dari tahun ke tahun, industri ini membuktikan telah menjadi kontributor yang signifikan untuk PDB ekonomi kreatif. Dengan semakin kompetitifnya industri ini, para desainer fashion dan produsen tekstil terus mencari inovasi untuk merealisasikan inspirasi mereka dengan cara yang lebih hemat waktu maupun biaya,” ujar Hendry Widjaja, Chief Operating Officer HP Indonesia.

“Kami menciptakan kembali kreativitas dengan HP Stitch S Series yang menawarkan teknologi pengelolaan warna terbaik di kelasnya untuk industri fashion, pakaian olahraga, spanduk, dekorasi interior, dan tekstil,”  tambahnya.

Fast fashion di Indonesia telah mendisrupsi banyak pengusung ritel fashion, karena perubahan pada perilaku konsumen yang mengarahkan pada pilihan yang sesuai dengan gaya hidup mereka. Pasar fashion lokal sangat kompetitif. Agar dapat menarik perhatian di industri ini, para desainer fashion dengan ciri khas (niche) harus menciptakan estetika mereka sendiri yang terpersonalisasi serta dibuat khusus, dengan memanfaatkan teknologi dan pengetahuan baru untuk menciptakan pakaian yang diminati pasar.

@kainprinting adalah sebuah merek fashion lokal yang berspesialisasi di busana Muslim siap pakai. @kainprinting bekerja sama dengan HP guna memanfaatkan kemampuan terbaru dalam pencetakan tekstil untuk menghadirkan kreasi terbaru mereka di ajang Jakarta Fashion Week.

Koleksi ‘@kainprinting X HP Stitch’ menampilkan 13 desain hijab dan busana Muslim siap pakai yang terinspirasi oleh fasilitas riset rumah sakit dengan berbagai atributnya. Busana yang dipamerkan di ajang Jakarta Fashion Week 2020 ini seluruhnya dicetak dengan printer HP Stitch S series terbaru, yang menawarkan perpaduaan warna1 tercepat di dunia, baik di industri pencetakan maupun penyimpanan cloud, dengan tetap memastikan hasil cetak berkualitas tinggi untuk keseluruhan koleksi.

“Industri fashion busana Muslim di Indonesia berkembang dengan begitu pesat, dan kami terus berinovasi dalam desain dan teknologi untuk menjadi yang terdepan,” ujar Firman Nurimansyah, Lead Designer @kainprinting.

“Di koleksi terbaru ini, kami mencetak desain kami di bahan-bahan seperti voal, terry, scuba, dan bulu domba, dengan aneka warna yang menonjolkan karakter dan nuansa desain. Koleksi ini merupakan sebuah eksperimen dengan warna dan menemukan keseimbangan di dalamnya. Saya bangga dapat mempersembahkan koleksi yang dihasilkan dari perpaduan antara seni dan teknologi,”   sambungnya.

Printer HP Stitch, yang dipersembahkan bersama perangkat HP Smart Color, serta spectrophotometer pertama yang langsung terpasang di dalamnya, menghasilkan pengelolaan warna yang tepat dari waktu ke waktu, di semua serinya. Hasil cetak berkualitas tinggi akan menghemat waktu dan biaya dengan mengurangi pencetakan ulang yang tidak perlu.

Selain itu, perpaduan teknologi HP Thermal Inkjet dan pewarna standar industri akan menghasilkan warna yang lebih tahan lama. Printer HP Stitch juga hadir dengan HP PrintOS, sistem operasi percetakan yang hadir dengan aplikasi via web dan ponsel, sehingga memudahkan dalam memaksimalkan kerja printer dan menyederhanakan alur produksi.

Para pemilik printer dapat mengakses platform PrintOS yang terbuka, aman, dan tersimpan di cloud dari mana pun mereka berada, serta mampu mengelola pekerjaan mulai dari pemesanan hingga pengiriman.

Printer HP Stitch S500 adalah andalan untuk tempat produksi, karena printer ini memungkinkan sublimasi pewarna yang dapat diprediksi dan menghasilkan limbah produksi yang lebih rendah. Dengan konfigurasi printhead 2xCMYK yang simetris dan Optical Media Advance Sensor, printer serba bisa berukuran 64-inci ini mendukung one pass mode untuk warna penuh yang dapat diandalkan dan mendukung kecepatan yang benar-benar tinggi. Printer HP Stitch S500 didesain khusus untuk  tempat usaha berproduksi tinggi.

FRISIAN FLAG® Junio Dukung Anak Raih Minat dan Bakat Terbaik

0

 

Kehadiran teknologi, serta arus informasi yang kian deras membuat orang tua milenial menghadapi tantangan yang berbeda dengan generasi sebelumnya, khususnya dalam mendukung tumbuh kembang anak mereka: generasi alpha. Lahir di era globalisasi, generasi ini dihadapkan dengan berbagai pilihan, termasuk minat yang beragam. Minat pada anak dapat mulai dikenali sejak periode usia emas (usia 1-5 tahun). Namun untuk mendukung potensi dan minat anak ini, penting bagi orang tua untuk juga melengkapi kebutuhan dasar anak berupa pemenuhan nutrisi yang baik dan seimbang.

Marketing Director Frisian Flag Indonesia, Felicia Julian mengatakan kesadaran dan pengetahuan akan pentingnya pemenuhan kebutuhan nutrisi di masa emas pertumbuhan, perlu dipahami oleh orang tua, guna mendukung potensi terbaik anak sejak usia dini. Sebagai mitra terpercaya, Frisian Flag Indonesia menghadirkan produk susu siap minum terbarunya FRISIAN FLAG® Junio. Hadir dengan inovasi terbaru yang rendah gula, produk ini memadukan manfaat susu sapi dengan asam amino esensial terlengkap, dan diperkaya dengan ‘Nutribrain’ yang mengandung 9 vitamin, 6 mineral serta omega 3 dan omega 6.

“Selain kaya akan manfaat, FRISIAN FLAG® Junio juga hadir dalam empat pilihan rasa yang disukai anak. Selain rasa cokelat dan stroberi, rasa plain kami hadirkan sebagai pilihan tepat untuk mengajarkan anak minum susu secara mandiri. Dengan harga terjangkau, inovasi juga kami hadirkan melalui pilihan rasa pisang, karena buah pisang adalah MPASI pertama yang diperkenalkan pada anak – menjadikannya produk susu pertama di kelasnya yang hadir dengan varian rasa ini,” paparnya.

Selain pertumbuhan fisik dan kognitif, di usia emas, anak juga mulai menunjukkan rasa ingin tahu dan minat terhadap sesuatu. Psikolog Klinis Anak, Kantiana Taslim menyampaikan,

“Minat seorang anak dimulai dari perasaan penasaran atau curiosity yang mendorong anak untuk bereksplorasi. Minat juga merupakan aspek penting dalam hubungan antara orang tua dan anak. Sebagai orang tua, memberikan respon yang antusias akan membuat anak semangat untuk lebih mencari tahu dan mengeksplorasi banyak hal . Namun perlu diingat, anak-anak generasi alpha ini tumbuh secara berbeda dari orang tua mereka, sehingga pendekatan yang dilakukan pun perlu disesuaikan dengan kondisi yang ada,” sambungnya.

Terkait peran orang tua dalam memaksimalkan minat dan potensi generasi alpha, berikut 4 langkah yang perlu diperhatikan:
1. Penuhi kebutuhan nutrisi harian, khususnya yang berperan dalam pembentukan otak anak
2. Berikan stimulus melalui berbagai macam aktivitas, namun jangan memaksakan minat orang tua pada anak. Biarkan anak berproses menemukan minatnya sendiri
3. Mengajarkan optimisme dengan menstimulasi dan mendorong anak untuk terus mencoba
4. Memberikan apresiasi terhadap usaha anak untuk meningkatkan motivasi dan hindari penilaian atau judgment

Corporate Affairs Director Frisian Flag Indonesia, Andrew F. Saputro menambahkan untuk membantu anak meraih minat dan potensi terbaik mereka, penting bagi orang tua untuk menempatkan diri sebagai pembimbing dan pendukung yang membantu menstimulasi proses eksplorasi minat anak.

Nutrisi makro dan mikro yang terkandung dalam FRISIAN FLAG® Junio berperan penting dalam mendukung pertumbuhan, aktivitas harian dan proses eksplorasi anak. Kehadiran produk ini sekaligus menjadi wujud komitmen FFI yang mengusung visi ‘Nourishing by Nature’ melalui ketersediaan gizi berkualitas bagi keluarga Indonesia.

“Kami percaya, dengan terus memberikan asupan nutrisi berkualitas, membuka kesempatan bagi anak untuk tumbuh dengan minat yang berbeda, serta menanamkan nilai-nilai penting dan mendasar pada anak sejak dini – generasi ini akan tumbuh menjadi generasi yang berkualitas, kompetitif dan siap menghadapi berbagai peluang dan tantangan yang akan mereka hadapi di masa datang,” pungkasnya.

 

Hadapi Pelemahan Ekonomi Global, Menkeu Dituntut Berani Lakukan Ekspansi Fiskal

0

 

Sri Mulyani Indrawati kembali dipercaya menjadi menteri keuangan di kabinet Jokowi Indonesia Maju periode 2019-2024. Ia mengatakan ada permintaan khusus dari Presiden Jokowi untuk menelurkan kebijakan prioritas dalam menjaga perekonomian nasional. Terutama terkait kondisi terkini di mana tengah diselimuti ketidakpastian global.

“Saya rasa banyak hal untuk Indonesia menghadapi perekonomian global dan pelemahan ekonomi seluruh dunia. Dibutuhkan kebijakan menjaga pertumbuhan kita,” tuturnya di Istana Kepresidenan, Jakarta.

Terpilihnya kembali Sri Mulyani, Direktur Riset Center of Reform on Economics (Core) Indonesia, Piter Abdullah, mengaku tak sependapat apabila Sri Mulyani Indrawati kembali dipilih sebagai Menteri Keuangan (Menkeu) di Kabinet Jokowi Jilid II. Menurutnya hal itu antara lain karena tidak konsistennya kebijakan perpajakan di era Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Kita sekarang ini menghadapi kondisi perlambatan ekonomi global dan ada ancaman resesi. Seharusnya dalam teori ekonomi countercyclical atau  melawan proses perlambatan ekonomi dengan melakukan pelonggaran fiskal,” jelasnya.

Piter menilai seharusnya yang dilakukan adalah ekspansi fiskal yang dicirikan oleh dua hal. Pertama kelonggaran tax, intensif pajak, yang berdampak pada penerimaan pajak turun, tapi di sisi lain terjadi ekspansi fiskal dimana belanja pemerintah dinaikkan, seperti misalnya menaikkan gaji  pegawai negeri. Kalau belanja pemerintah dinaikkan dan penerimaan pajak diturunkan maka defisitnya melebar. Ciri kebijakan countercyclical  salah satunya adalah terjadi pelebaran defisit.

“Di era Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam dua tahun terakhir di tahun 2019 defisit anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) ditekan jadi 1,8  persen dan tahun 2020 defisit APBN ditekan jadi 1,7 persen. Ini kebijakannya mau countercyclical atau apa, ini cari aman. Yang kita butuhkan sekarang itu pertumbuhan ekonomi, kalau nggak kita bisa mengarah ke resesi. Lalu mana terobosan untuk menyelamatkan perekonomian kita,” terangnya.

Ia menilai Sri Mulyani lebih cocok menjadi Menko perekonomian yang mampu untuk memiliki wibawa dalam mengendalikan semua kementerian. Sosok Menteri Keuangan seharusnya yang berani mengambil keputusan yang sangat tidak populer. Defisit anggaran kita sekarang diatur UU maksimal 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Untuk menghadapi perlambatan ekonomi global Menkeu harus berani mengusulkan kalau perlu ada Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perpu) supaya aturan defisit diubah maksimal 5% dari PDB karena kita membutuhkan ekspansi fiskal. Memang yang perlu dipahami kalau defisit dilebarkan dampaknya utang pemerintah akan naik. Menkeu harus berani berhadapan dengan masyarakat dan DPR untuk mempertanggungjawabkan bahwa kita perlu pembiayaan untuk mencegah dari ancaman resesi.

Selain itu menurutnya Indonesia membutuhkan APBN yang adil, dimana penduduk miskin bisa merasakan manfaat APBN karena APBN itu alat untuk mendistribusikan kesejahteraan.

“Jadi adil nomor satu dan setelah adil baru bicara sehat. Dari rasio, pemerintah selalu mengatakan utang kita masih aman, masih jauh di bawah batas aman 60%. Ini artinya kita punya ruang dan kalaupun defisit bertambah dalam satu atau dua tahun sekitar 3-5% itu tidak akan membuat lonjakan rasio utang kita sampai 60%. Inilah tugas Menteri Keuangan untuk memanfaatkan ruang fiskal itu untuk kesejahteraan sebesar- besarnya bagi rakyat,” ujarnya.

“Selain itu Kementerian Keuangan tidak mengambil posisi  mensinergikan kebijakan fiskal dengan moneter. Dari awal Gubernur Bank Indonesia sudah melonggarkan moneter, tetapi tidak diimbangi pelonggaran fiscal oleh Kementerian Keuangan. Yang harus dicatat pelonggaran moneter tidak akan maksimal efektif kalau fiskalnya ketat,” sambungnya.

Kartu Kredit Tak Tepat Digunakan Sebagai Modal Usaha

0

 

Kasus yang ramai jadi sorotan media saat ini, hanya satu dari sekian banyak orang yang mendapat masalah karena kartu kredit. Banyak sekali pasangan keluarga muda yang mengalaminya karena salah pemahaman atas fungsi kartu kredit. Fungsi kartu kredit adalah salah satu alat pembayaran non tunai dengan tujuan untuk memperkecil risiko membawa uang tunai. Kartu kredit punya banyak fitur-fitur yang memberi banyak sekali kemudahan membuat daya tariknya luar biasa. Sehingga setiap orang berkeinginan untuk memilikinya tetapi salah dalam penggunaannya.

Saya sering mendapat pertanyaan, bagaimana kalau memulai usaha dengan modal awal menggunakan sumber dana dari menggesek kartu kredit. Hal itu sangat tidak saya sarankan karena kartu kredit memiliki fungsi hanya sebagai alat pembayaran non tunai.

Risiko yang akan dihadapi bila terjadi kartu kredit yang macet, data pribadi keuangan Anda yang tercatat di Bank Indonesia yang disebut SID (Sistem Informasi Debitur) akan menunjukkan kondite yang tidak baik sehingga Anda tidak bisa mendapatkan referensi untuk kredit-kredit yang lain, misalnya kepemilikan rumah, kredit modal kerja dan lain-lain. Banyak sekali para pelaku usaha yang terjebak oleh kartu kredit untuk menjalankan usahanya, karena tidak memahami fungsi dan kegunaan kartu kredit.

Hal-hal yang harus dilakukan berkaitan dengan kartu kredit: Pilih kartu kredit yg sesuai kebutuhan, kartu kredit bukan uang tunai Anda,  baca ketentuan/biaya, pilih kredit limit rendah, dan potong kartu Anda jika sudah tak terkontrol.

Hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan dengan kartu kredit yang Anda miliki: Punya lebih dari dua kartu kredit, menggunakan untuk pengambilan cash, menggunakan untuk modal usaha, membayar tagihan secara minimal, membiarkan penerbit menaikkan credit limit, tergiur dengan point reward, serta membayar fasilitas yg tidak Anda gunakan.

Bila Anda sudah sangat memahami risiko dan kegunaannya secara tepat kelola perencanaan keuangan Anda dengan baik dan benar. Ingat untuk mengembangkan usaha Anda, banyak sekali sumber pembiayaan yang bunganya tidak tinggi. Jenis jenis pembiaya ini bisa ke Baitul mt Tanwil, Bank Perkreditan Rakyat, Bank Syariah, atau mencari partner investasi yang sepaham.

Hal yang terakhir yang perlu diketahui oleh Anda, yaitu jenis–jenis biaya yang muncul bila kita memiliki kartu kredit, antara lain: Iuran tahunan, bunga retail, cash advance, bunga penarikan tunai,  biaya terlambat bayar, biaya pembayaran kurang dari minimum, over limit, penggantian kartu, materai, biaya bayar dengan ATM, biaya salinan transaksi, kenaikan pagi kredit, dan biaya penolakan autodebet. Tentunya setelah mengetahui jenis-jenis biaya ini harus lebih berpikir seribu kali untuk menggunakan kartu kredit sebagai sumber pendanaan untuk modal kerja usaha.

Untuk mendapatkan modal usaha kita bisa memulai dengan membuat proposal usaha terlebih dahulu. Kemudian dengan melakukan silaturohmi yang berulang-ulang kepada calon investor yang tepat dan berminat atas proposal kita tersebut, baru kita mulai berkongsi dengan pembagian yang tentunya disepakati oleh kedua belah pihak.

Oleh : Yoyok Indrayatno, Pengamat Bisnis

Dorong Pertumbuhan Ekonomi dan Lapangan Kerja, Fintech Do-It 100% Serap Pekerja Indonesia

0
Berani keluar dari zona nyaman menjadi salah satu alasan Jennifer Claudia yang sekarang menjabat Chief Executive Officer (CEO) PT Glotech Prima Vista (Do-It) kembali ke Indonesia. Bagaimana tidak? Lulusan Boston University, Amerika Serikat ini sebelumnya memiliki karir yang sangat mapan di luar negeri.

Namun, karena kecintaannya yang begitu besar pada Indonesia, Jennifer pun memutuskan pulang ke Indonesia dengan harapan dapat berkontribusi dan memajukan negara. Tepatnya, Jennifer menilai ada dua permasalahan mendasar dalam perekonomian Indonesia, yakni akses permodalan bagi pelaku UMKM dan kurang siapnya menghadapi kemajuan teknologi, dimana hal ini memotivasi Jennifer untuk mendirikan perusahaan fintech P2P yang mengacu pada praktek pengelolaan risiko yang digunakan perbankan, namun disesuaikan juga dengan budaya dan kebutuhan masyarakat lokal.

“Saya memulai Do-It modal awalnya hanya berasal dari keluarga dan kerabat dekat. Saya yakinkan bahwa Indonesia jauh lebih menarik dibandingkan luar negeri dan sebagai warga negara Indonesia, saya memiliki tanggung jawab untuk ikut membangun negara,” tutur Jennifer yang sebelumnya bergelut sebagai bankir ini.

“Selain itu, saya ingin mencari cara untuk mendukung offline merchant melalui teknologi digital, dan seiring itu saya juga merasa penting untuk meningkatkan literasi keuangan pada umumnya,” tambahnya.

Perjuangan Jennifer dalam mendirikan Do-It ini pun berbuah manis, bukan hanya dari keluarga dan kerabat dekat, pendana institusional seperti perbankan pun mulai melirik Do-It untuk bekerjasama.

Tercatat, Do-It telah menandatangani nota kesepahaman dengan Bank DKI, BPD Bali, dan tiga Bank Perkreditan Rakyat. Disamping itu, Do-It juga membangun ekosistem untuk mendorong produktifitas masyarakat melalui kolaborasi dengan payment aggregator seperti AIQQON sehingga mitra Do-It dapat menerima pembayaran melalui kartu kredit, kartu debit, dan e-money (OVO, LinkAja, Dana).

“Salah satu tantangan yang paling besar dalam mengembangkan industri fintech di Indonesia adalah kurang siapnya teknologi. Oleh karena itu, diawal kami menggandeng salah satu perusahaan IT di Asia Pasifik untuk melakukan transfer teknologi ke Indonesia. Saat ini teknologi tersebut sudah sepenuhnya dikelola dan dikembangkan oleh talenta terbaik Do-It yang seluruhnya warga negara Indonesia,” ungkap Jennifer.

“Saya merasa bahwa hanya orang Indonesia yang dapat mengerti perjuangan dan kesulitan yang dihadapi masyarakat kita, termasuk para pelaku UMKM. Diluar itu, sebagai perempuan, saya juga memiliki komitmen pribadi untuk memberdayakan perempuan Indonesia,” sambungnya lagi.

Hal ini selaras dengan arahan Presiden Jokowi untuk meningkatkan kualitas SDM di Indonesia agar menjadi lebih produktif dan inovatif, sehingga dapat semakin bersaing di tingkat global. Sesuatu yang penting mengingat segmen kelas menengah (middle class) kini sudah sangat besar, diperkirakan sebesar 241 juta pada 2020 mendatang, sehingga daya beli pun perlu disalurkan agar tidak tercipta masyarakat berpola konsumtif melainkan diarahkan menjadi semakin produktif.

Tercatat per September 2019, Do-It telah menyalurkan pinjaman ke lebih dari 300.000 pengguna di 34 provinsi seluruh Indonesia.

Kedepannya, Do-It sangat terbuka untuk terus meningkatkan kolaborasi dengan berbagai pihak khususnya UMKM maupun startup lokal lain untuk memajukan kesejahteraan masyarakat.

Agar Produk yang Kita Jual Cepat Closing

0

 

Dalam bisnis, closing merupakan hal yang sangat penting. Closing dalam bisnis merupakan suatu kegiatan dimana calon pembeli berhasil melakukan transaksi kepada suatu produk. Banyak di sekitar kita para pebisnis yang mempunyai produk bagus namun gagal terjual atau closing. Hal tersebut disebabkan oleh beberapa hal seperti berikut ini:

Salah target pasar. Ini yang sering terjadi, menjual kepada orang yang kurang tepat. Seperti menembak kan 10 peluru namun target yang kena hanya dua. Selain tidak efektif malah akan membuang-buang waktu kita.

Tidak Membangun Hubungan Dengan Calon Pembeli. Menjual atau menwarkan sesuatu itu sama dengan kita membangun suatu hubungan. Dimana bukan hanya antara harga produk dengan calon pembeli, namun antara value produk dengan calon pembeli. Kebanyakan pebisnis hanya menawarkan saja produk bisnisnya tanpa menjalin suatu relasi atau hubungan.

Salah Teknik Marketing Dalam Memasarkan Produk. Ini juga efek dari salahnya target pasar. Otomatis juga salah teknik marketing yang digunakan dalam menawarkan produk kepada calon pembeli.

Dari ketiga masalah di atas, entrepreneurID merangkum 3 cara untuk dilakukan agar masalah di atas dapat terselesaikan.

Yang Pertama, Evaluasi Ulang Target Pasar
Ketika target pasar salah, otomatis kita hanya membuang-buang waktu saja, karena kita menawarkan produk kita kepada orang yang kurang tepat. Evaluasi kembali target pasar produk kita. Mulai dari umur, gender, sifat, kebiasaan, sampai dengan kesukaan mereka. Sehingga kita bisa tau orang seperti apa yang harus kita tawarkan.

Yang Kedua, Bangun Interaksi Dengan Calon Pembeli
Bisnis itu seperti menjalani sebuah hubungan, pastinya ada komunikasi yang terbangun antara penjual dengan calon pembeli. Interaksi bisa dibangun didalam sebuah personal message, dengan menayakan kondisi hingga memecahkan masalah yang di alami oleh calon pembeli. Sehingga calon pembeli merasa diperhatikan dan kepercayaan terhadap bisnis kita akan terbangun sehingga calon pembeli semakin yakin dengan apa yang kita tawarkan.

Yang Ketiga, Menentukan Teknik Marketing Yang Tepat
Teknik marketing ada banyak, cara memilihnya dengan menentukan target pasar kita terlebih dahulu. Jangan sampai teknik marketing yang kita lakukan tidak sesuai dengan calon pembeli kita. Contohnya kita mempunyai calon pembeli yang masih bersekolah, otomatis kita menggunakan sosial media seperti instagram maupun line.

Bayangkan jika kita menggunakan sms ataupun twitter, otomatis hasilnya akan tidak maksimal dan cenderung nihil. Maka dari itu, cek kembali teknik marketing yang kita gunakan, apakah sudah sesuai dengan target pasar kita atau tidak. Oke itulah beberapa hal mengenai cara agar produk kita dapat closing.

Berbisnis bukan hanya melakukan transaksi semata namun juga bisa memberikan manfaat. Jadi fokuslah menjual suatu produk yang dapat memecahkan masalah orang lain.

Seperti Nadiem makarim dengan Gojeknya, William Tanuwijaya dengan tokopedianya, atau Fery Unardi dengan Travelokanya. Mereka fokus memecahkan masalah orang lain sehingga mereka bisa terus bertumbuh dan sukses dengan bisnis yang mereka bangun

Selamat berjuang untuk kita semua yang sedang berjuang dalam membangun impian-impian kita di masa depan. Dan ketika gagal, maka bangkitlah karena kegagalan merupakan bagian dari suatu perjalanan menuju kesuksesan.

 

Oleh: Tim entrepreneurID

Riset Berkelanjutan Sebagai Petunjuk Arah Pengembangan Usaha

0

 

Dari hasil dialog interaktif yang saya lakukan lewat radio, dan hasil pengamatan di lapangan, banyak sekali wirausahawan dan calon wiarausahawan yang seakan terjebak, terasa kehilangan arah saat berproses membangun usaha. Tidak ada kompas atau acuan yang bisa jadi penunjuk jalan bagaimana proses usaha harus dijalankan selanjutnya, untuk mencapai tujuan yang diharapkan. Dalam melakukan kegiatan usaha, sebaiknya lakukan sebuah riset kecil berkelanjutan sebagai acuan penentu arah usaha Anda.

Banyak sekali pelaku usaha yang memiliki modal kerja berkelimpahan sering mengambil sikap dengan membeli informasi produk, pasar, pelanggan dan kompetitor, hanya dari perusahaan riset. Tentunya untuk pengusaha yang belum mampu tidak bisa membeli informasi tersebut karena keterbatasan modal.

Ketidaksabaran memulai membangun usaha seringkali tidak terbendung di awal, namun  di tengah jalan kerap dihadapkan pada berbagai masalah seperti penambahan modal, terjadi kemacetan di piutang dagang, penumpukan persediaan, atau berbagai masalah lain tergantung jenis usahanya. Masalah tersebut sering membingungkan karena harus cepat dicari solusinya.

Hal tersebut bisa diminimalisir jika Anda mampu merangkum informasi tentang produk yang ditawarkan, pelanggan yang dituju, dan kompetitor yang bersinggungan langsung dengan produk Anda.

Kegiatan riset bisa kita mulai saat kita akan melakukan usaha, misalnya melakukan riset untuk memilih tempat usaha, menentukan target  pasar yang dituju (jenis dan kelas pelanggan), dan riset untuk mengetahui siapa pesaing kita.

Riset Tempat Usaha dan Potensinya. Bagaimana kita melakukan riset  untuk memilih tempat usaha, bisa dilakukan dengan mencari tempat sesuai kebutuhan usaha, dari segi tipe, luas, dimensi bangunan, dan perlu juga membuat sketsa secara sederhana. Selanjutnya lihat bagaimana segmen pasar di sekitar lokasi tersebut, hal itu bisa dilakukan dengan cara melihat data kependudukan. Meliputi, jumlah penduduk, jumlah kepala keluarga aktif dan jenis mata pencahariannya, jumlah penduduk berdasar umur dan jenis kelamin, pola belanja penduduk ke pasar tradisional, minimarket atau ke pasar modern.

Kemudian coba lihat potensi tempat usaha, dengan menggali informasi yang merujuk dari tempat usaha yang akan ditentukan; posisinya (tengah kota/pinggir kota), karakter lingkungan (tempat tinggal, lingkungan usaha, tempat wisata, tempat pedesaan atau hanya tempat persingahan saja).

Tipe perumahan dikategorikan, meliputi real estate, perumnas, rusun, apartemen, rumah dinas, dan lain-lain. Tipe lingkungan tempat usaha tersebut elit, sedang atau kumuh. Perhatikan juga jalan di calon tempat usaha, lihat dari fungsinya, jalan dalam kota, antar kota atau jalan perkampungan, lihat juga satu arah atau dua arah, apakah jalan tersebut dilewati kendaraan umum atau tidak, jika ya berapa jumlah, kendaraan, roda empat, roda dua & sepeda.

Ketersediaan area parkir juga harus diperhatikan, sudah tersedia atau belum, berapa kapasitasnya untuk kendaraan roda empat, berepa untuk roda dua.

Survey Berkaitan dengan Kegiatan Kompetitor. Kita harus mampu melihat dan mengidentifikasi siapa saja kompetitor dari usaha yang akan dijalankan baru kita menjalankan kegiatan riset. Bebera parameter berikut yang harus kita jadikan bahan untuk menggali informasi berkaitan dengan competitor:

  • Informasi mengenai produk/jasa yang di jual
  • Informasi mengenai harga produk/jasa pesaing kita.
  • Informasi tentang sumber bahan baku diperoleh dari mana
  • Informasi bagaimana cara membuatnya
  • Informasi bagaimana cara mendistribusikannya
  • Memahami kegiatan kegiatan penjualan dan pemasaran atas produk atau jasa yang dijualnya

Hasil riset ini bisa dijadikan sebagai acuan untuk menentukan tindakan tindakan strategis yang bertujuan untuk meningkatkan performance kegiatan usaha. Karena itu, riset-riset tersebut harus dilakukan berkelanjutan, karena ada beberapa kondisi yang bisa jadi berubah.

 

Oleh:  Yoyok Indrayatno

Pelatih Kewirausahaan dari ACC Indonesia

( Amanah Coaching Clinik Indonesia)