Selasa, Juni 16, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 769

Cara Membuat dan Memasarkan Sampo Kendaraan Bermotor

0

 

Pesatnya perkembangan pengguna kendaraan bermotor terutama sepeda motor beberapa tahun belakangan ini memberikan peluang yang sangat besar dalam usaha yang berhubungan dengan kendaraan bermotor. Salah satu usaha yang sekarang sedang menjamur ialah usaha cuci mobil maupun motor.

Usaha cuci motor ini cenderung mengalami pergeseran dalam penggunaan sabun atau sampo khusus kendaraan. Jika, biasanya di awal-awal dulu biasanya menggunakan produk pabrikan, kini pelaku usaha memakai sabun atau sampo industri skala rumah tangga. Alasannya, sampo buatan pabrik harganya relatif mahal.

Selain itu, persaingan antara sesama pengusaha cuci motor yang semakin ketat, membuat mereka harus mencari cara untuk menekan pengeluaran. Dengan menggunakan produk skala rumah tangga, dapat menekan pembelian sabun atau sampo hingga lebih murah 50% namun dengan kualitas yang tidak kalah dibandingkan dengan produk pabrikan. Harga produk yang lebih murah tersebut bisa terjadi karena pemasaran yang dilakukan tidak melewati jalur yang panjang.

Cuci motor pun mengalami beberapa perkembangan. Bila sebelumnya pilihan untuk mencuci motor hanya terbatas biasa saja, saat ini sudah ada pengembangan lain untuk cuci motor, yaitu dengan cairan busa yang sering disebut salju atau es krim dengan warna dan wangi yang menarik. Bentuk salju atau es krim tersebut berasal dari sampo yang digunakan.

Bahan dan Alat. Untuk memulai usaha pembuatan sampo cuci motor ini bisa dilakukan dengan modal yang tidak terlalu besar, minimal Rp 5 juta untuk membeli bahan baku, mesin mixer, dan jerigen. Selain itu, juga dibutuhkan modal pengetahuan mengenai bahan–bahan yang digunakan karena kebanyakan adalah bahan–bahan kimia. Untuk peralatannya, yang paling penting adalah mesin mixer yang khusus digunakan untuk membuat sabun, sampo dan sejenisnya.

Alat ini akan mencampurkan secara merata semua bahan baku yang digunakan. Kini banyak mesin mixer yang dibuat untuk skala industri kecil, dan bisa dibeli di toko-toko yang menjual mesin untuk usaha, seperti Tristar Machinery Jakarta, Komplek Dutamas Blok A2 no 12A., Jelambar – Jakarta Barat, telepon  021-70288024,  021-68767670. Harga mixer sendiri bervariasi, mulai dari Rp 2 juta hingga puluhan juta rupiah tergantung kapasitas. Sedangkan untuk pengemasan, biasanya menggunakan jerigen plastik kapasitas 20 liter.

Terdapat beberapa kriteria yang harus dipenuhi sehingga produk sampo yang dihasilkan dikatakan berkualitas, antara lain mempunyai daya bersih yang bagus, dan tidak merusak bahan yang dibersihkan, misalnya tidak merusak cat dan tidak meninggalkan plak (noda) pada mobil atau sepeda motor. Sabun atau sampo juga harus bersifat lembut dan aman bagi kulit,  dan yang terpenting dapat membuat kendaraan berkilap.

Bahan untuk membuat sampo motor adalah Texapon dan Sodium sulfat sebagai bahan utama, dan Waterpol sebagai daya kilap, CMC sebagai pengental, pewarna dan pewangi, serta air. Sementara peralatan utama yang digunakan ialah mixer untuk mencampur dan beberapa peralatan pendukung lain seperti sarung tangan, masker, kayu pengaduk dan lain-lain.

Komposisi bahan untuk memproduksi sampo cuci motor sebanyak 200 liter ialah 160 liter air, 20 liter Texapon, 8 kg Sodium sulfat, 1 kg waterpol dan 1 kg CMC, sedangkan pewangi dan pewarna secukupnya. Semua bahan-bahan tersebut bisa diperoleh di toko-toko kimia.

Dalam proses pembuatan sampo motor, sebaiknya menggunakan air dengan pH 7 agar bahan dan air menjadi stabil. Bila pH air tidak mencapai 7, maka akan meninggalkan noda pada mobil atau motor yang dicuci, khususnya mobil atau motor yang telah melakukan pengecatan ulang. Untuk menetralkan air bisa dilakukan dengan proses pengendapan air selama satu hari.

Cara Membuat. Proses pembuatan diawali dengan mencampurkan Texapon dan Sodium Sulfat dengan menggunakan mixer hingga tercampur dan terlihat sudah mulai mengental. Setelah tercampur, ditambahkan air sedikit demi sedikit hingga mengental. Kemudian dimasukkan Waterpol, dan disusul CMC. Jika telah tercampur rata, bisa ditambahkan pewarna dan pewangi secukupnya. Campuran sampo yang telah jadi sebaiknya didiamkan selama satu hari dengan tujuan agar semua bahan dapat menyatu dengan baik. Setelah itu, sampo dapat dikemas, dan daya tahannya bisa sampai satu tahun.

Pemasaran. Untuk memasarkan sampo cuci motor dan mobil ini dapat dilakukan dengan menawarkan kepada tempat-tempat cuci motor. Untuk memperluas pasar, pelaku usaha bisa menggunakan media massa (koran, majalah, tabloid), dan internet sebagai media promosi dan pemasaran. Dengan sistem semacam ini diharapkan produk yang dipasarkan dapat diketahui oleh masyarakat baik di daerah hingga seluruh Indonesia.

Untuk lebih memperluas pasar, sebaiknya pelaku usaha juga turut menjual peralatan pendukung usaha cuci motor seperti tanki snow wash, dan lain-lain, dan bisa menawarkannya dalam satu paket yang langsung bisa digunakan untuk memulai usaha, dan selanjutnya menawarkan menjadi supplier tetap samponya.

Penggunaan sampo cuci motor ini bisa dikatakan sangat irit. Untuk ¼ liter sampo dapat dicampur dengan 20 liter air, ½ liter sampo diencerkan dengan 40 liter air, dan 1 liter sampo ditambahkan 80 liter air. Campuran ¼ liter sampo dan 20 liter air bisa digunakan untuk mencuci 8 mobil dan puluhan sepeda motor.

Kendala yang kerap dikeluhkan pelaku usaha antara lain harga bahan baku kimia yang tidak stabil. Sementara untuk kendala lain hampir tidak ada karena untuk memasarkan produk ini tidak terlalu sulit.

Prospek usaha ini ke depan sangatlah bagus karena jumlah kendaraan bermotor semakin meningkat sehingga membuka peluang untuk usaha ini terus berkembang. Margin keuntungan dari usaha ini juga cukup besar, yaitu sekitar 40%. Namun, karena pelaku usaha sejenis sudah mulai banyak bermunculan, maka penting bagi pelaku usaha untuk mencantumkan keunggulan produk yang mereka buat dan tentunya juga menawarkan dengan harga yang bersaing. Kualitas produk juga harus terus dijaga agar konsumen tidak kecewa.

 

Oleh: Ahmad Baydawi,

Pemilik Jaya Tehnik Mandiri

Mengelola Risiko Usaha

0

 

Secara sederhana, risiko usaha dapat diartikan sebagai kemungkinan terjadinya penyimpangan hasil usaha dari yang diharapkan, atau kemungkinan terjadinya kerugian usaha. Di dalam prakteknya risiko tersebut tidak dapat dihilangkan, pelaku usaha hanya bisa menghindari, menghadapi, memindahkan atau mengurangi risiko tersebut. Menghindari berarti tidak melakukan usaha tersebut. Menghadapi berarti bersedia menanggung kerugian yang mungkin akan terjadi/dialami. Memindahkan berarti meminta pihak lain (asuransi misalnya) untuk menanggung risiko yang akan terjadi, dan mengurangi risiko berarti pelaku usaha melakukan berbagai hal untuk mengurangi/memperkecil risiko kerugian yang akan terjadi.

Setiap usaha memiliki risiko, mulai dari saat persiapan hingga usaha tersebut sudah berjalan. Pada saat persiapan, banyak risiko sudah menanti, seperti: risiko karena salah memilih jenis usaha yang akan dijalankan, risiko karena salah memilih lokasi usaha, risiko karena salah membuat anggaran, risiko karena salah memilih rekanan, risiko karena salah memilih waktu pembukaan usaha, dan masih banyak lagi. Bila risiko–risiko saat persiapan tersebut terjadi, maka berbagai kerugian sudah menanti, seperti sepinya pengunjung, membengkaknya biaya, konflik dengan rekan kerja, dan sebagainya.

Di samping itu, banyak risiko juga sudah menanti saat usaha mulai berjalan. Pada bagian produksi beberapa risiko yang bisa terjadi antara lain risiko langkanya bahan baku, risiko kenaikan harga bahan baku, risiko salah dan keterlambatan kedatangan pesanan bahan baku, risiko kerusakan mesin, risiko listrik atau telepon mati, risiko kesalahan proses produksi, dan lain–lain. Berbagai macam risiko di bagian produksi tersebut dapat mengakibatkan biaya produksi menjadi naik, sehingga mengurangi daya saing produk. Dampak merugikan lainnya adalah keterlambatan atau terganggunya proses produksi, sehingga mengecewakan konsumen, dan seterusnya.

Tidak hanya di bagian produksi, setelah usaha berjalan, bagian pemasaran juga dihadapkan dengan berbagai macam risiko, seperti risiko dari adanya persaingan, risiko naik turunnya daya beli masyarakat, risiko berubahnya selera konsumen (tren yang berubah), risiko kenaikan nilai tukar, risiko karena menjual secara kredit, dan masih banyak lagi. Berbagai macam risiko pemasaran tersebut dapat menimbulkan kerugian usaha yang diakibatkan dari tidak lancarnya, macetnya cicilan penjualan kredit yang diberikan, pembajakan produk, menurunnya permintaan konsumen karena menurunnya daya beli, usang atau kedaluwarsanya model produk yang dipasarkan, dan seterusnya.

Dalam prakteknya, setelah usaha berjalan, tidak hanya bagian produksi dan bagian pemasaran saja yang memiliki risiko, hampir setiap bagian dihadapkan pada berbagai macam risiko, bagian SDM juga memiliki risiko, seperti tidak hadirnya karyawan, berpindahnya karyawan kunci ke perusahaan pesaing, demo yang dilakukan karyawan, sakitnya karyawan, dan sejenisnya. Secara umum risiko tersebut akan mengakibatkan terganggunya proses produksi, proses pemasaran, dan proses dalam sebuah usaha lainnya. Demikian pula bagian keuangan, juga harus memperhatikan risiko adanya tindakan kecurangan, kekurangan modal, kesalahan pencatatan, dan lain-lain. Berbagai risiko di bagian keuangan ini akan berdampak pada berkurangnya keuntungan, tidak sehatnya usaha, hingga terganggunya bagian lain.

Secara umum, risiko yang telah dijelaskan tersebut sebagian besar berasal dari dalam usaha itu sendiri (kecuali beberapa risiko seperti kurs, turunnya daya beli konsumen, dan lain–lain). Namun demikian, masih ada beberapa risiko dari luar perusahaan yang patut diwaspadai, seperti risiko karena perubahan peraturan pemerintah, seperti penataan jalur hijau, berkaitan dengan pajak usaha, maupun izin-izin usaha lainnya, risiko adanya bencana alam, yang sering kali tidak terduga, risiko perkembangan teknologi yang begitu cepat, sehingga teknologi yang ada menjadi cepat usang atau tertinggal, reaksi masyarakat yang bisa muncul tiba-tiba hanya karena sebuah isu, pemberitaan media masa, dan lain–lain.

Dengan semua penjelasan tersebut akhirnya dapat dipahami, bahwa setiap usaha memang tidak dapat terlepas dari adanya risiko usaha, dan sekali lagi yang dapat dilakukan hanya mengelola sebaik mungkin risiko tersebut, sehingga dampak kerugiannya dapat ditekan. Selanjutnya ialah bagaimana cara mengelola risiko–risiko tersebut. Secara ringkas, lima langkah dasar untuk mengelola risiko tersebut adalah:

  1. Identifikasi (buat daftar ) setiap risiko yang bisa terjadi
  2. Lakukan analisis dan ranking atau urutkan sesuai dengan besarnya dampak kerugian yang akan ditimbulkannya
  3. Tentukan upaya-upaya untuk mengatasinya, sesuai dengan urutan yang ada
  4. Lakukan upaya tersebut, sesuai pilihan skenario yang telah dibuat
  5. Lakukan evaluasi

 

Oleh: Aris Budi Setyawan

Program DIII Bisnis dan Kewirausahaan Universitas Gunadarma

Huawei Indonesia Siap Boyong Seri Mate 30 Series

0

Pasca meluncurkan seri Mate terbarunya di ajang Global Launch di Jerman. Huawei Mate 30 Series masih melanjutkan tradisi keluar Mate, yaitu smartphone yang dilengkapi dengan teknologi terbaru dari Huawei, dan akan menentukan roadmap produk smartphone Huawei berikutnya.

Jika membicarakan seri Mate dari Huawei, fitur pertama yang biasanya dibahas adalah teknologi kameranya yang memang terbukti unggul dari seri Mate sebelumnya. Tapi sebelum pasar bisa merasakan dan mengalami sendiri kecanggihan seri Mate terbaru dari Huawei, inilah perjalanan seri Mate hingga bisa menjadi penentu teknologi smartphone Huawei sepanjang tahun.

Seri Mate merupakan seri flagship kedua dari Huawei yang biasanya diluncurkan di akhir tahun. Seri flagship lainnya, yaitu seri P, biasanya diperkenalkan di awal tahun. Produk pertama dari seri Mate diberi nama Huawei Ascend Mate dan diluncurkan pada tahun 2013, mengusung layar 6.1 inci dan display LCD, ukuran yang dianggap cukup besar pada masa tersebut. Saat itu teknologi kameranya adalah satu kamera 8MP yang ada di belakang ponsel, dan kamera 1MP di bagian depan.

Penerusnya, Ascend Mate2 4G diperkenalkan di tahun 2014. Dengan mengusung konektivitas 4G sebagai fitur utama, ponsel ini merupakan smartphone pertama yang menawarkan fitur konektivitas tersebut. Dengan ukuran layar masih tetap sama, bezel di Ascend Mate3 4G lebih tipis dan dilengkapi dengan on-screen button untuk menggantikan tombol besar di generasi sebelumnya. Produk selanjutnya dari seri Mate mulai memakai bahan metal unibody, dan seri Ascend Mate7 bahkan menjadi smartphone pertama yang dilengkapi dengan pemindai sidik jari.

Mulai seri Mate 8, Huawei memutuskan untuk menghilangkan kata Ascend dan konsisten menggunakan kata Mate sebagai seri produk. Sedangkan mulai seri Mate 9, Huawei memperkenalkan tiga varian sekaligus untuk memenuhi kebutuhan pasar yang beragam. Terdapat Mate 9, Mate 9 Pro, dan Mate 9 Porsche Design yang memiliki fitur unggulan masing-masing dan menargetkan kelas segmen yang berbeda. Kamera di ponsel ukuran 5,9 inci ini mulai menggunakan lensa Leica untuk pertama kalinya, dan dilengkapi resolusi kamera 12MP dan 20MP di belakang. Seri Mate 10 juga menawarkan hal serupa.

Yang mulai menarik perhatian publik yang lebih luas adalah Mate 20 dengan varian Mate 20, Mate 20 Pro, Mate 20 X dan Mate 20 RS Porsche Design. Keempat varian ini memiliki ukuran dan keunggulan yang berbeda, sama seperti pendahulunya. Mate 20 Pro yang dianggap sebagai varian teratas, melengkapi teknologi kameranya dengan tiga kamera Leica di belakang dengan formasi wide, ultra-wide, dan tele. Menurut DXOMARK, Mate 20 Pro menduduki salah satu peringkat teratas untuk skornya, karena mampu menangkap gambar dan video dengan warna yang apik, exposure yang akurat dan detail, dan berkat 3x optical zoomnya, bisa mengambil gambar zoom dengan baik.

Sebentar lagi, Huawei Indonesia akan memboyong seri terbaru dari Mate, yaitu Mate 30 Series. Sama seperti pendahulunya, Mate 30 Pro yang akan dibawa ke Indonesia merupakan varian dengan segmen paling atas. Mengusung sub tagline “Rethink Photography and Videography”, Mate 30 Series dilengkapi dengan Supersensing Cine Camera untuk menghasilkan gambar dan video yang mengesankan. Di bagian belakang, Mate 30 Pro mengusung quad camera system dengan 40MP Cine Camera, 40MP SuperSensing Camera, 8MP Telephoto Camera, dan satu 3D Depth Sensing Camera.

Keempat kamera ini memiliki tugas masing-masing. 40MP Cine Camera memungkinkan pengguna untuk menghasilkan video layaknya di film dengan fitur Ultra Low-light, Ultra-slow Motion, dan Ultra Wide Angle Time-lapse video. 40MP SuperSensing Camera memberikan detail dan kejernihan yang kaya di tiap foto, baik dalam kondisi gelap ataupun terang. 8MP Telephoto Camera memberikan fitur 3x Optical Zoom, 5x Hybrid Zoom, dan 30x Digital Zoom untuk menangkap gambar yang lebih jelas. Sedangkan 3D Depth Sensing Camera memberikan efek Bokeh yang profesional untuk foto dan video portrait.

Mengutip dari DXOMARK sebagai penentu benchmark kamera smartphone, Huawei Mate 30 Pro meraih skor 121, tertinggi sampai saat ini. Fitur kamera belakang dengan empat modul, termasuk time-of-flight sensor untuk bokeh mode yang lebih baik merupakan satu hal yang disorot. Begitu pula dengan fitur ultra-wide camera ukuran 18mm, yang merupakan terluas dibandingkan dengan smartphone lain di kelasnya.

“Kehadiran Mate 30 Series dengan segala keunggulan teknologi kamera yang sudah diakui oleh berbagai pihak tentunya akan semakin meramaikan pasar smartphone Indonesia,” kata Lo Khing Seng, Deputy Country Director, Huawei Consumer Business Group Indonesia. “Kami sendiri tidak sabar memberikan kesempatan kepada konsumen di Indonesia untuk merasakan kembali kecanggihan produk smartphone flagship kami melalui Mate 30 Series.”

Belajar Sukses dari Perjuangan Orang Lain

0

 

Kisah Sukses ini bertujuan untuk menunjukkan bahwa menduplikasi bukan hal yang tabu dalam dunia kewirausahaan, tetapi justru menjadi dasar rekomendasi bagi para pemula/pelaku usaha di dalam memulai usahanya. Tentunya dengan proses duplikasi ia menambahkan kreativitas baru sehingga akan menjadi suatu temuan bentuk baru dalam dunia usaha atau kewirausahaan.

Triyono kecil mempunyai cita-cita menjadi dokter, namun dalam proses kehidupan, ternyata tak seperti yang ia cita-citakan. Setelah lulus SMA ia mencoba ikut SPMB dan mengambil jurusan yang diinginkan namun gagal, justru ia diterima di jurusan Produksi Ternak Universitas Sebelas Maret Surakarta, yang saat itu masih bergabung dengan Fakultas Pertanian, yang sebelumnya hanya jadi pilihan kedua.

Kenyataan di dunia kuliah, dengan kondisi fisik yang terbatas di mana ia harus berjalan dengan ditopang kruk yang mengapit di kedua lengannya, ia berjuang semaksimal mungkin agar bisa mengikuti semua proses yang ada. Dari jalan hampir ratusan meter, naik turun lantai tiga dijalaninya sebagai rutinitas anak kampus yang aktif di dunia kemahasiswaan, lewat berbagai organisasi.

Sebagai anak dari keluarga yang pas-pasan, ayah yang sudah tidak bekerja lagi, dan ibu hanya ibu rumah tangga biasa, dan adik yang terpaksa mengalah tidak kuliah karena memang ekonomi keluarga sangat berat saat itu. Dan, justru saat itu sang adiklah yang membantu biaya kuliah dan ekonomi keluarga dengan bekerja di Jakarta.

Triyono hanya mempunyai celana panjang dua pasang, tak jarang ia pergi ke kampus tak bawa uang saku satu rupiah pun, kejadian seperti itu bukan sekali dua kali ia rasakan, hampir 60% proses kehidupan kuliahnya seperti itu.

Segala keterbatasan itu justru membuat Triyono memutar otak bagaimana agar kuliah bisa cepat selesai, ia kerja serabutan sana sani dan berhasil mendapat beasiswa dari Semester III sampai VII, tentunya hal ini sedikit agak membantu. Saat itu Triyono merasakan pertolongan dari Allah SWT, bahwa ia berhasil melewati itu semua.

Ketertarikan di dunia usaha mulai ia rasakan kuat pada Semester VIII. Saat itu ia nekat pinjam uang dari salah satu BPR di Solo sebesar Rp 7 juta, namun sayang usaha peternakan bebeknya gagal total, dari 400 ekor bebek hampir 300 ekor mati. Saat itu Triyono merasa  dunia sepertinya kiamat, usaha gagal, cicilan utang tiap bulan Rp 600 ribuan. Akhirnya dengan modal seadanya ia lari ke bisnis percetakan, tour and travel, dan untuk angsuran kadang ia sikut sana-sini.

Ketika lulus tahun 2007, Triyono belajar bisnis sapi potong untuk kurban. Ia baru merasakan bagaimana rasanya bisnis yang benar-benar untung. Tahun 2008 bersama teman ia nekat membangun usaha peternakan dan pembinaan pada kelompok tani dan dapat bantuan modal Rp 360 jutaan dari bank. Inilah titik awal kebangkitan usaha yang dilakukan Triyono. Tahun 2009 CV Tri Agri Aurum Multifarm (CV.TAMA) resmi berdiri, dan pada tahun itu ia mendiversifikasi usahanya ke ayam potong dengan total populasi 10 ribu ekor. Dan, pada tahun 2010 ia menjadi Finalis Wirausaha Mandiri kategori Industri dan Jasa dari Bank Mandiri.

Awal 2011 Triyono mendirikan rumah pemotongan hewan dan menjual produk dengan brand Daging Sehat, dengan target pasar Rumah Sakit, katering, hotel, restoran dan rumah tangga. Saat ini, quotanya mencapai 2-3 ton per hari, dan sudah masuk pasar Jabodetabek.

Begitulah cerita tentang Triyono yang secara fisik tidak sempurna tetapi dengan semangatnya/passion dan keyakinan yang dimilikinya ia mampu masuk menjadi Finalis Wirausaha Mandiri Awal 2010, dan kini usahanya kian sukses.

Hikmah atau pembelajaran yang bisa diambil dari cerita ini adalah: Untuk menjadi pelaku usaha atau wirausaha sukses dibutuhkan:

  • Sebongkah keberanian dan sikap untuk mengambil risiko
  • Selalu mendesain sebuah mimpi yang rasional dan memotivasi untuk mencapainya
  • Membangun passion dan belief yang baik.
  • Mampu memandang sebuah kegagalan dengan cara yang sederhana dan kemudian bangkit lagi untuk memulai.
  • Membangun silaturahmi yang baik di mana kegiatan usaha itu kita lakukan.
  • Membangun sikap bertanggung jawab atas kewajiban-kewajiban kepada pihak ketiga walau usaha sedang mengalami kegagalan.
  • Mau dan belajar pada setiap kegiatan proses usaha secara detail dan tercatat.
  • Tetap berani mengambil risiko mencari modal kerja yang cukup kompetitif.
  • Membuat formal legalitas yang sederhana sehingga dapat dipercaya oleh lembaga keuangan.
  • Membentuk kongsi bersama teman-teman yag memiliki pandangan visi dan misi ke depan yang sama.
  • Membangun brand atas produk yang akan dijualnya dan menyusun tagline.

Dengan membaca cerita dan hikmah dari paparan ini, untuk memulai usaha langkah dan semangat Triyono patut dicontoh. Semoga cerita dan paparan ini mampu memberikan inspirasi kepada kita terus dan terus untuk memilih berwirusaha sebagai langkah untuk membangun perekonomian negeri ini menjadi negeri yang penuh kemandirian.

 

Oleh: Yoyok Indrayatno,

Pelatih Kewirausahaan dari ACC Indonesia

(Amanah Coaching Clinik Indonesia)

 

Daya Saing Memble, Jadi Titik Lemah Ekonomi Indonesia

0

Di acara Dialog 100 Ekonom bersama mantan Wapres Jusuf Kalla yang diselenggarakan oleh Institute for Development of Economics and Finance (Indef) dan Paramadina Public Policy Institut (PPPI) di Jakarta, ekonom senior Indef Didik J. Rachbini memberikan beberapa catatan di bidang ekonomi.

Di hadapan Jusuf Kalla, Didik mengatakan pentingnya pemerintah untuk blusukan khusus ke industri-industri karena di sanalah titik lemah ekonomi kita. Jika di sana selesai, maka pertumbuhan ekonomi bisa lebih baik, meskipun tidak bisa menyamai pertumbuhan pada periode 1970-1997, yang tinggi sampai setingkat 7,1 persen rata-rata.

Hal paling krusial yang harus diselesaikan saat ini menurutnya adalah daya saing Indonesia yang lemah. Kemampuan ekspor sangat lemah dan tertinggal dari negara-negara tetangga, seperti Thailand, Vietnam, Malaysia, dan lain-lain. Defist neraca berjalan terus berlangsung, neraca jasa berat karena defisit neraca jasa angkutan dan defisit pendapatan primer sangat tinggi. Sekarang bertambah lagi beban neraca perdagangan semakin lemah. Itu karena kekuatan industri luluh lantak dan kita hanya berdagang komoditi ala jaman colonial.

Ia juga menyoroti kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di sisi pengeluaran yang boros dan populis. Menurutnya, kebijakan ekonomi hanya membagi-bagi kartu dan menebar uang tanpa melihat sisi produktivitasnya. Anggaran transfer ke daerah sampai Rp700 triliun habis 80-90% hanya untuk biaya rutin gaji pegawai, kantor, transportasi. “Banyak pos anggaran atau tepatnya puluhan ribu item yang boros dan sangat tidak produktif sangat sulit untuk ditertibkan, kecuali ada kepemimpinan yang baik,” ujarnya.

Menurutnya ekonomi dan kebijakan anggaran memerlukan kepemimpinan ekonomi yang tidak biasa. Jika tidak ada kepemimpinan ekonomi, maka APBN akan dicabik-cabik secara politik sampai tersisa ampas yang tidak bisa masuk ke proses produktif.

Di bidang hukum dan ekonomi, APBN dalam implementasinya juga akan menghadapi tantangan sangat berat, karena telah terjadi pelemahan KPK dengan Undang-undang KPK yang telah direvisi. “Pengawasan terhadap APBN dan korupsi dalam implementasinya adalah hal yang lebih krusial di masa mendatang karena pengawasan lebih lemah pada saat ini,” ujarnya.

Menurutnya perubahan UU KPK dengan cara gerilya dan tertutup telah menimbulkan masalah baru, tidak hanya dalam bidang ekonomi tapi juga dalam bidang politik, terutama ketegangan antara masyarakat, mahasiswa, media massa yang menentang revisi UU KPK dengan pemerintah dan DPR. Masalah politik ini masih akan terjadi sampai beberapa bulan mendatang. “Itulah concern para akademisi, para ekonom, termasuk concern ekonom senior Prof Emil Salim, yang juga hadir ikut turun gunung,” ujarnya.

Dalam kesempatan tersebut, JK  mengatakan untuk menilai kondisi perekonomian Indonesia harus menilai secara keseluruhan. Mulai dari kondisi ekonomi global, efeknya kepada Indonesia, dan hasil akhirnya. “Kalau kita berbicara tentang ekonomi Indonesia tentu tidak lengkap kalau kita tidak berbicara ekonomi Indonesia secara keseluruhan. Kita juga harus melihat apa korelasi sistem ekonomi di dunia kepada Indonesia,” jelasnya.

Menurutnya, sistem ekonomi dunia saat ini mengalami perubahan besar-besaran. Pasalnya, perusahaan raksasa di dunia tak lagi perusahaan yang berkecimpung dalam sektor energi atau keuangan seperti Saudi Aramco, Exxon, atau pun Citibank. “Dan apa efeknya kepada kita maka tentu akan menjadi suatu perubahan di dunia. Teknologi, climate change berubah semuanya. Dulu bisnis atau perusahaan itu energi, Exxon, Aramco dan sebagainya, atau perbankan seperti Citibank segala macam. Itulah multi nasional company yang hebat.”

JK menilai perusahaan-perusahaan raksasa dunia justru yang berkecimpung dalam ekonomi digital seperti Facebook, Apple, Microsoft, Amazon, dan sebagainya. Ini perubahan besar dan mendasar yang harus dilihat di sekarang dan masa depan. “Sekarang pengusaha yang paling besar dan yang paling kaya Microsoft, Apple, Amazon, Facebook. Artinya, energi dikalahkan oleh digital economy. Jadi perkembangan-perkembangan itu yang terjadi di dunia yang kemudian mengubah gaya ekonomi dunia dan efeknya kepada kita,”

Ia juga menyinggung soal konflik di berbagai belahan dunia baik Brexit, perang Dagang AS-China, konflik Korea dan Jepang, dan sebagainya. Indonesia yang merupakan negara di Asia Tenggara punya pilihan untuk mengambil keuntungan dalam berbagai konflik tersebut atau justru ikut mengalami kerugian. “Asia Tenggara mempunyai dua kemungkinan, bisa mencari keuntungan dari trade war atau mengalami kerugian dari trade war,”

Ia khawatir perlambatan ekonomi dunia akan berdampak pada ekonomi Indonesia. Pasalnya, Dana Moneter Internasional (IMF) kembali memangkas pertumbuhan ekonomi global menjadi tiga persen. Perekonomian kita bisa tumbuh di bawah lima persen kalau tidak ada tindakan tegas. Pemerintah tetap harus mewaspadai kemungkinan berlanjutnya perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok. Selama Donald Trump masih menjadi Presiden, ekonomi global akan sulit merekah.

 

Kiat Menghadapi Pedagang Lain yang Mendompleng Tempat

0

 

Lokasi usaha di perkantoran sangat ideal. Pasarnya sudah jelas, captive market, yaitu para pekerja kantoran di sekitar yang membutuhkan makan siang. Mereka tidak banyak pilihan karena terbatas dengan lamanya waktu istirahat kerja. Kalau kemudian banyak pedagang lain yang ikut jualan, ini sesuai dengan ungkapan “ada gula ada semut”.

Semakin banyak gula semakin banyak pula semutnya. Kehadiran pedagang lain seperti penjual Soto Mi dan Bakso memang bisa menambah jumlah pengunjung. Karena di ilmu bisnis rumah makan, tempat yang tampak ramai dikunjungi orang, justru akan semakin menarik banyak pengunjung. Banyaknya antrean, pelanggan berjubel justru menjadi daya tarik sebuah rumah makan. Apalagi orang membeli makanan suka variasi, ganti-ganti menu. Dengan banyak pedagang makanan, menjadikan semacam pusat makan siang. Sebaliknya rumah makan yang sepi akan membuat orang lain tidak tertarik datang. Orang yang menoleh akan berpikir kalau masakannya tidak enak.

Memang, kalau kita membuka usaha dan belum banyak pelanggan, dapat mendekati tempat lain yang laris dengan tujuan mendapat limpahan pelanggannya. Inilah kondisi yang terjadi di tempat makan Anda. Di awal, kehadiran penjual Soto Mi dan Bakso tampak mendompleng keramaian tempat makan Anda. Selama kapasitas tempat duduknya masih sisa tentu hal ini tidak masalah. Kehadiran penjual yang lain akan membuat tempat makan kita sebagai pusat tempat makan siang dan pelanggan tentu akan makan secara bergilir karena ingin ganti menu tiap hari.

Namun memang dalam perkembangannya, kapasitas tempat duduk ini menjadi kurang. Akibat negatifnya, tempat duduk di tempat makan Anda menjadi penuh. Ini membuat banyak pengunjung membatalkan niat makannya dan beralih ke tempat lain. Anda tentu saja merasa win lose, merasa dirugikan. Lalu bagaimana solusinya?

Pertama, bicarakan baik-baik dengan pedagang Soto Mi dan Bakso tadi tentang masalah tempat duduk pelanggan mereka. Kemukakan kalau selama ini banyak pelanggan Anda yang pergi karena tidak kebagian tempat duduk. Lalu minta solusi pemecahan masalah bersama. Untuk itu arahkan ke pedagang Soto Mi dan Bakso kalau mereka juga harus bisa menyediakan kursi atau meja yang mencukupi bagi pelanggannya.

Untuk tahap awal ini yang penting lakukan negosiasi yang bersahabat dengan para pedagang tadi. Gunakan prinsip win-win solution. Prinsip ini terjadi kalau mereka tetap bisa berjualan dan menyediakan kursi untuk pelanggannya masing-masing. Sarankan mereka menyediakan tempat duduk yang bisa muat banyak. Misalnya bangku panjang. Kalau mereka menyediakan kursi sendiri tentu pelanggannya tidak akan mengambil jatah kursi buat pelanggan Anda.

Kedua, jika kapasitas ruang tempatnya memang sudah terbatas, sarankan kepada para pedagang Bakso dan Soto untuk menawarkan pilihan baru yaitu beli untuk dibungkus (take a away). Misalnya, pakai mangkuk plastik dan pelanggan disarankan membawa untuk makan di kantornya. Cuma ini kalau dimungkinkan, meski pilihan ini agak sulit bagi konsumen. Dengan menyiapkan menu siap bungkus pas jam makan akan mengurangi kapasitas duduk. Jadi hanya menambah tawaran menu bagi para pedagang yang ada.

Cara ketiga kalau pedagang Bakso dan Soto Mi tidak bisa menyediakan tempat duduk sendiri adalah sistem pembagian tempat duduk. Ada porsi tempat duduk yang hanya khusus untuk pelanggan tempat makan Anda. Di tiap meja bisa ditulis semacam papan kecil dengan tulisan “Maaf, meja ini khusus untuk pelanggan rumah makan Bu Rossa”. Memang cara ini kurang mengenakkan hati para pedagang Soto Mi atau Bakso tadi. Yang penting lakukan dengan menginformasikan lebih dulu dan membagi meja secara adil dengan para pedagang tadi.

Kalau cara ketiga masih seringkali diterobos pelanggan makanan yang lain, maka solusi berikutnya adalah memasang semacam sekat. Papan sekat ini membatasi gerak pembeli lain yang sekadar menumpang makan di tempat makan Anda. Jadi pembeli yang makan bukan dari tempat makan Anda tidak bisa melewati sekat ini. Sekali lagi ini cara terakhir yang ditempuh kalau pedagang Bakso dan Soto Mi tadi tidak bisa mencoba memenuhi alternatif satu dan kedua di atas.

Harapan kita tentu pedagang Bakso dan Soto Mi bisa terlebih dulu menambah kapasitas tempat duduk. Yang penting lakukan semua ini dengan win-win solution demi terciptanya hubungan yang baik antara pedagang dan tempat makan Anda. Sampaikan secara simpatik dengan mengatakan kerugian Anda saat ini. Komunikasi terbuka dan perasaan sebagai teman atau saudara sangat dibutuhkan dalam menyelesaikan masalah ini. Selamat bernegosiasi.

 

 

Oleh: ISTIJANTO OEI

Pelatih dan Konsultan Bisnis Prasetiya Mulya,

Penulis Buku “Jurus–jurus Sakti Wirausaha

Cara Memilih Pegawai yang Tepat

0

 

Baru-baru ini, saya membawakan pelatihan dengan topik investasi untuk para calon pensiunan. Sebetulnya agak-agak berat membawakan topik ini terutama di hadapan para calon pensiunan. Bukan permasalahan pada beratnya topik, melainkan karena beratnya harus memberitahukan kepada mereka berita yang kurang menyenangkan. Karena mereka masih harus bekerja penuh waktu lagi setelah pensiun karena uang pensiun paling hanya bisa menghidupi mereka antara 3 – 5 tahun ke depan. Lalu sisanya bagaimana? Nah itu dia, mereka harus siap- siap meninggalkan kenyamanan pensiun dan kembali bekerja. Nah, tidak enak kan bicara seperti itu?

Cara yang bisa digunakan untuk menambah uang pensiun mereka adalah wirausaha. Secara mental, saya berusaha menyiapkan mereka untuk bersiap dalam menghadapi dunia usaha, yang sangat berbeda dengan dunia kerja secara profesional pada sebuah perusahaan milik orang lain. Bagaimana mereka harus menguasai, berbagai macam skill yang memungkinkan mereka untuk dapat mengelola usaha termasuk mengelola keuangan, manusia dan sebagainya.

Di antara mereka ada yang bertanya seperti ini pada saya, “Mas, bagaimana cara saya untuk bisa sukses?” Saya jawab, “salah satu caranya adalah kemampuan delegasi bapak dan ibu”.  Orang itu kembali menimpali, “Nah, itu dia Pak. Saya tidak bisa begitu saja percaya dengan orang lain. Ini terjadi karena pengalaman saya sebelumnya. Saya pernah dikhianati dan ditipu orang dalam menjalankan  bisnis. Saya jadi trauma.”

Pasti saya akan seperti itu kalau saya juga mengalami hal yang sama dan tetap saja kemampuan delegasi tugas merupakan keahlian esensial dalam berwirausaha. Oleh karena itu kita harus belajar caranya untuk meminimalkan resiko tersebut.

Jadi berdasarkan pengalaman di atas, maka saya akan sharing sedikit kepada Anda semua cara praktis mendapatkan SDM yang bisa dipercaya:

  1. Tentukan dulu jabatan dan tugas yang ingin Anda cari. Ini penting karena dengan mengetahui jenis jabatan serta pekerjaan tersebut, Anda bisa menentukan kriteria ideal pengisi jabatan tersebut.
  2. Pelajari dengan seksama karakter manusia. Ada berbagai macam metode yang bisa Anda gunakan. Nah, dengan menguasai karakter manusia tersebut lalu Anda cocokkan dengan kriteria ideal tersebut di atas maka Anda sudah bisa menyaring SDM yang akan bergabung dalam bisnis Anda. Ambilah orang-orang yang mendekati kriteria ideal yang sudah Anda tentukan sebelumnya.
  3. Tahapan yang ketiga adalah wawancara. Sampai dengan tahapan ini, Anda sudah bisa menilai apakah yang saat ini di hadapan Anda adalah orang yang bisa Anda percaya untuk menjalankan tugas. Ada beberapa hal yang perlu Anda ketahui dalam memperkuat skill Anda melakukan wawancara, yakni pola berpikir mereka, integritas, kemampuan komunikasi dan kemampuan mereka dalam melakukan pekerjaan. Hal ini akan semakin mengerucutkan pilihan Anda. Anda pun bisa meminta bantuan pada ahlinya, seandainya Anda sibuk, sehingga hasilnya akan semakin detail sehingga semakin memudahkan Anda.
  4. Terakhir, masa percobaan selama tiga bulan akan menjadi monitoring Anda terhadap orang tersebut. Kalau Anda ‘beruntung’ maka SELAMAT !!! Anda sudah harus bersiap untuk mendelegasi sebagian pekerjaan Anda.

Begitulah cara-cara yang bisa Anda gunakan untuk membuat Anda bisa benar-benar menjalankan usaha Anda. Sebab Anda baru bisa dikatakan memiliki bisnis kalau Anda menguasai dengan baik minimal cara-cara praktis yang disebutkan di atas. Hal ini masih harus diperkuat lagi dengan cara mengelola usaha dengan topik yang lain seperti mengelola SDM, keuangan dan lain-lain yang sudah saya sebutkan sebelumnya.

 

Oleh: Antonius Karya,

Master Trainer and Lead Consultant,

FinanSaleS MindTech TCC

Vasanta Innopark Siap Bangun Tower Ketiga

0

Sukses membangun dua Tower Vasanta Innopark yakni Aoki dan Botan dengan  PT PP Property Tbk sebagai main contractor dengan pembangunan menggunakan teknologi Kumkang. Vasanta kembali menyelenggarakan acara grand opening show unit tower terbaru, tower Chihana. Tower ketiga ini merupakan bagian dari proyek apartemen Vasanta Innopark yang dididirikan setelah adanya kerjasama joint venture dengan PT Diamond Development Indonesia, anak perusahaan dari Mitsubishi Corporation.

Ming Liang, Sales & Marketing Director Vasanta mengungkapkan rasa terima kasihnya atas antusiasme masyarakat terhadap dua tower Vasanta sebelumnya, Aoki dan Botan.

“Terimakasih atas sambutan yang besar dari masyarakat yang menjadikan dua tower sebelumnya yakni Aoki dan Botan sukses terjual lebih dari 1.400 unit sejak resmi diluncurkan akhir 2017 silam. Kebutuhan akan hunian berkualitas yang masih tinggi terutama di koridor timur menjadi landasan utama kami menghadirkan tower ketiga, Chihana Tower. Hari ini show unit tower Chihana diresmikan, dan NUP masih terus berlanjut hanya dengan Rp 5 Juta dan fully refundable,” ujar Ming.

Lebih lanjut Ming mengatakan, Chihana memiliki 3 tipe unit terbaru diantaranya studio, one bedroom, two bedroom di dalam kawasan industri MM2100. Setiap unit didesain khusus menggunakan gaya Jepang dalam hal efisiensi, fungsionalitas dan mudah dirawat.

“Kami merekomendasikan semua orang untuk datang, melihat, dan merasakan tata letak ruangan dengan suasana Jepang yang lebih nyata hanya di show unit Chihana,” kata Ming.

Unit dari Chihana dirancang khusus untuk memenuhi permintaan ekspatriat Jepang. Berdasarkan penelitian pasar yang berasal dari Jones Lang LaSalle, serviced apartement bergaya Jepang yang tersebar di Cibitung, Cikarang sampai Karawang memiliki tingkat occupancy hunian sebesar 80-95% per tahun.

Ukuran terkecil atau tipe studio tower Chihana memiliki luasan 30,57 meter persegi, sangat cocok untuk kunjungan singkat. One bedroom Chihana setara dengan kamar hotel Jepang pada umumnya sekitar 39,31 meter persegi, cukup fleksibel untuk tinggal jangka pendek dan panjang. Sementara two bedroom Chihana berukuran 49,79 meter persegi sangat nyaman untuk kebutuhan hunian jangka panjang.

Fasilitas khusus yang terdapat di tower Chihana juga setara dengan apartemen premium seperti lagoon pool, lapangan futsal outdoor, jacuzzi dan pemandian air panas khas Jepang (onsen).  Selain itu, ada juga kitchen set TOTO di dalam setiap unit khusus untuk pembeli VIP priority.

Kenji Shimazaki, Marketing Director PT Mitsubishi Corporation Indonesia menambahkan,

“Vasanta memiliki rekam jejak yang baik dalam bidang pengembangan proyek real estate. Selain itu, Vasanta juga memiliki komitmen yang sama dengan kami yaitu perusahaan yang berbasis Customer Oriented. Dengan keahlian kami dari Jepang, bersama Vasanta kami akan berkolaborasi memenuhi permintaan yang besar ini, serta memberikan yang terbaik untuk kualitas hidup yang lebih nyaman dengan harga terjangkau,” ujarnya.

Wilayah Koridor Timur Jakarta tercatat memiliki captive market yang sangat besar, berisikan 4.000 perusahaan yang tersebar di 9 kawasan industri dengan lebih dari 2 juta karyawan lokal dan 22.000 ekspatriat. 62% ekspatriat diantaranya berasal dari Jepang.

Vasanta Innopark merupakan proyek superblok yang dikenal dengan konsep The Genuine Integrated Japanese Town in Eastern Corridor. Fase pertama diatas lahan seluas 12 hektar akan dibangun kawasan komersial (meliputi mall, office, hotel, ruko), residential (apartemen, kondominium, serviced apartment), serta technology & education park. Masterplan Vasanta Innopark didesain langsung oleh Ong & Ong dan dilengkapi dengan 2 hektar Japanese Garden, Nihon Park, 1,5 km Japanese shopping street dan ITB Technopark.

Dari segi lokasi, Vasanta Innopark sangat strategis yakni berada tepat di pusat jantung industri Jepang, MM2100. Ditambah lagi akses langsung keluar masuk tol KM 24, dan akses menuju tol JORR II melalui Cibitung Interchange. Interchange ini akan menjadi Semanggi Baru di Koridor Timur yang menghubungkan ke segala penjuru seperti, Utara ke Tanjung Priok, Selatan ke Bogor, Timur ke Cikampek dan Jawa, serta Barat ke Pusat Jakarta. Loasi strategis tersebut semakin dimudahkan dengan beberapa pembangunan infrastruktur yang tengah berjalan yaitu Elevated toll II, HST Jakarta-Bandung, Pelabuhan Patimban, LRT dan MRT.

 

Smartphone Flagship Terbaru dengan Teknologi E3 Super AMOLED

0

Vivo V17 Pro, smartphone flagship terbaru dari vivo yang resmi diluncurkan di pasar Indonesia pada bulan September lalu menawarkan berbagai fitur unggulan bagi para pengguna, salah satunya dalam hal tampilan layar melalui teknologi E3 Super AMOLED.

“Bukan hanya menghadirkan tampilan layar penuh dengan bezel yang semakin tipis, pengalaman visual serta user experience kami maksimalkan melalui implementasi teknologi E3 Super AMOLED yang meningkatkan tampilan warna dan kontras pada layar secara signifikan. Berbagai aktivitas baik multitasking, streaming, hingga menampilkan gambar hasil kamera pun menjadi semakin nyaman bagi pengguna dengan vivo V17 Pro,” ujar Yoga Samiaji, Senior Product Manager vivo Indonesia.

Kehadiran E3 Super AMOLED dengan 100% DCI-P3 pada vivo V17 Pro memberikan pengaruh positif pada tingkat kekayaan warna yang dihasilkan pada layar smartphone. Pengguna dapat memperoleh hasil gambar yang lebih tajam dan warna yang lebih jelas saat menikmati konten pada smartphone seperti saat membaca berita, menonton video, maupun bekerja menggunakan smartphone.

Pemanfaatan layar ini juga mampu menambah tingkat kecerahan layar hingga 600 nits pada smartphone menjadi lebih terang dibandingkan dengan layar smartphone pada umumnya yang dapat diatur penggunaannya. Hal ini berguna bagi para pengguna yang sering melakukan aktivitas di luar ruangan untuk dapat tetap melihat tampilan pada layar smartphone dengan jelas.

Walaupun memiliki tingkat kecerahan yang lebih tinggi, layar vivo V17 Pro ini mampu menyaring paparan sinar biru yang dihasilkan oleh smartphone terhadap mata sebesar 42%. Hasilnya, mata pengguna akan lebih nyaman saat menggunakan smartphone.

Penggunaan E3 Super AMOLED di vivo V17 Pro ini juga mampu mengurangi konsumsi energi rata-rata sebesar 8% dibandingkan teknologi layar jenis lain, sehingga penggunaan baterai pada smartphone dapat lebih efisien dan pengguna tidak perlu khawatir baterai akan cepat habis.

Melengkapi fitur yang ditawarkan melalui pemanfaatan E3 Super AMOLED, vivo V17 Pro hadir dengan Ultimate All Screen berukuran 6,44” FHD+ dengan screen-to-body ratio sebesar 91,65% untuk memberikan tampilan layar penuh dan luas bagi para pengguna. V17 Pro juga memiliki aspect ratio layar sebesar 20:9 untuk memastikan tidak ada bagian tampilan yang terpotong saat pengguna membaca berita maupun membuka aplikasi media sosial.

vivo V17 Pro hadir dalam 2 pilihan warna yakni Silk White dan Satin Black. Ditawarkan dengan harga resmi Rp. 5.699.000,-, vivo V17 Pro bisa didapatkan vivo store dan retail mitra resmi vivo yang telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia.

Boks Motor, yang Cocok untuk Layanan Pesan Antar Usaha Kuliner

0

 

Layanan pesan antar, kini seolah telah menjadi salah satu layanan pendukung yang “wajib” dalam bisnis kuliner terutama di perkotaan. Dengan lalu lintas di perkotaan yang senantiasa padat, pelaku usaha lebih banyak memilih sepeda motor sebagai armada delivery service, agar ketepatan waktu kirim lebih terjaga. Selain itu sepeda motor tentu juga lebih irit bahan bakar dan lebih murah, dibandingkan menggunakan mobil. Agar sepeda motor bisa membawa produk dengan maksimal secara kuantitas dan menjaga agar produk tidak rusak hingga sampai ke tangan konsumen, biasanya digunakan peralatan tambahan pada sepeda motor, berupa boks atau tas.

Untuk pengiriman makanan, kebanyakan pelaku usaha memilih menggunakan boks daripada bentuk tas karena boks bisa diberi aplikasi yang menampilkan sisi marketing–nya seperti adanya tulisan, foto, logo dan lain-lain. Untuk membuat tempat pengiriman pun, pelaku usaha harus pintar–pintar memilih material utama boks, ukuran, dan warna. Ketiga unsur tersebut dapat mempengaruhi teknik pengiriman dan sisi marketing. Bahan baku yang umum dipakai untuk pembuatan wadah pengiriman adalah terpal, kanvas, aluminium, kayu, dan fiberglass. Masing–masing bahan tersebut memiliki keunggulan dan kelemahan.

Bahan terpal untuk wadah pengiriman biasanya dibentuk menjadi sebuah tas yang diletakkan pada kedua sisi sepeda motor. Keunggulan wadah pengantar berbahan terpal adalah harganya yang murah, sekitar Rp 300 ribu hingga Rp 500 ribu per tas dan terbilang mudah pembuatannya.

Kelemahannya, bahan terpal memiliki daya tahan yang kurang baik. Contohnya, bila terkena sinar matahari langsung dan terkena hujan secara terus menerus maka akan menurunkan daya tahan sehingga mudah rusak. Tempat pengiriman berbahan terpal ini bisa bertahan hingga sekitar satu tahun. Kelemahan lainnya yaitu wadah ini tidak dapat menimbulkan kesan mewah serta tidak bisa ditempelkan stiker berpola tulisan maupun foto/gambar yang bisa meningkatkan promosi.

Bahan baku kanvas tebal juga biasanya dibentuk menjadi tas seperti bahan terpal, namun desainnya berbeda. Bentuk tasnya berupa boks atau kotak sama sisi seperti tas yang digunakan armada layanan pesan antar McDonald. Untuk warnanya, didominasi warna hitam. Tas berbahan kanvas terbilang praktis sebab ketika menggunakan tidak memerlukan kunci pas untuk membuka baut misalnya saat pengisian bahan bakar. Tas berbahan kanvas ini dapat menumbuhkan eleganitas serta harganya pun masih  terjangkau.

Kekurangan dari tas berbahan kanvas ini masa pemakaiannya hanya satu tahun saja. Warna bahan kanvas cepat pudar bila sering terkena sinar matahari langsung. Tas kanvas juga tidak bisa menghalangi masuknya air hujan sehingga akan dapat merusak kemasan pada bagian dalam, terutama jika kemasan tersebut terbuat dari kertas karton atau kardus. Akibatnya, makanan di dalam kemasan menjadi rusak dan tidak bisa dimakan. Penggunaan tas berbahan kanvas ini menjadikan pemilik harus mengganti baru minimal satu tahun sekali.

Untuk produk makanan bisa juga dibuat boks pengantaran dari bahan aluminium. Namun jarang orang yang menggunakannya. Boks pengantaran aluminium memiliki keunggulan, yaitu harganya yang terjangkau yakni berkisar Rp 1 jutaan. Harga boks aluminium dilihat dari besar kecilnya ukuran. Daya tahan aluminium bisa hingga 2–4 tahun.Kekurangan dari bahan aluminium sebagai boks pengantaran, adalah tidak bisa ditempelkan tulisan yang fungsinya memberi informasi tambahan mengenai katering ataupun tidak bisa dilekatkan foto/gambar yang bisa menimbulkan daya tarik kepada siapa saja yang melihatnya. Boks berbahan aluminium juga tidak bisa menggunakan alat perekat seperti paku payung karena mudah lepas terutama saat terjadinya hentakan pada jalanan yang berlubang.

Bahan baku lain bisa berupa kayu misalnya tripleks. Pelaku usaha yang menggunakan kayu sebagai bahan baku boksnya juga jarang. Kalaupun ada, biasanya pemula yang memiliki dana terbatas. Ukuran boks kayu ini biasanya 50 cm x 50 cm x 50 cm dengan harga sekitar Rp 150 ribu per boks. Boks dari kayu, relatif  mudah dibuat karena itu tidak harus dipesan di tempat  khusus, bisa ke tukang kayu atau bahkan dibuat sendiri. Kelemahan dari boks berbahan kayu ialah mudah rapuh terutama karena terkena air hujan dan panasnya matahari. Karena air hujan bisa meresap ke dalam kayu, dikhawatirkan bisa merusak makanan yang terdapat di dalam boks.

Untuk membuat boks pengantaran, juga dapat menggunakan bahan fiberglass. Namun harga box fiberglass ini cukup tinggi karena proses pembuatannya membutuhkan waktu yang cukup lama, minimal selama satu minggu. Walaupun mahal, namun boks berbahan fiberglass kualitasnya baik, bahkan bisa bertahan hingga bertahun–tahun.

Boks berbahan fiberglass yang dibuat dengan ukuran 50 cm x 50 cm x 50 cm, biaya pembuatannya mencapai Rp 1,2 juta, sedangkan untuk ukuran 50 cm x 50 cm x 60 cm harganya Rp 1,3 juta. Ukuran tersebut sudah menjadi ukuran yang pas untuk sebuah boks delivery karena tidak terlalu besar dan tidak terlalu kecil. Ukuran boks tersebut dapat memberikan keamanan dan kenyamanan bagi pengantar terutama di kota besar yang sering dilanda kemacetan. Dengan ukuran tersebut, pengantar masih bisa bergerak lincah saat kondisi lalu lintas macet.

Boks pengantaran berbahan fiberglass bisa bertahan hingga 10 tahun dengan memperhatikan ketebalan fiberglas itu sendiri. Ukuran standar untuk ketebalan fiberglass adalah sebesar 3 mm untuk bagian dinding kiri, kanan, depan dan belakang, sedangkan untuk bagian bawah/lantainya ketebalannya 5 mm dan untuk atapnya sebesar 1 mm. Untuk produk makanan, pada bagian bawah/lantai harus memakai fiberglass yang lebih tebal daripada bagian lain karena untuk menopang produk. Pada dinding bagian dalam, baik bagian kanan, kiri, depan, belakang hingga atap sebaiknya dilapisi aluminium foil setebal 1 mm dan dilapisi busa setebal 2 mm. Tujuannya agar suhu panas atau dingin yang berasal dari luar tidak mempengaruhi rasa makanan yang berada di dalam boks. Pada dinding bagian luarnya, dapat dilapisi dengan cat berupa tulisan, foto/gambar atau logo.

Kelemahan dari boks berbahan fiberglass ini terletak pada aksesorinya yang mudah rusak, seperti kunci dan engsel. Kerusakan bisa terjadi karena kurang perawatan dari pengguna. Untuk menanggulangi kerusakan tersebut, dapat mengoleskan minyak sayur atau menyemprotkan minyak khusus seperti 4WD ke lubang kunci dan engsel.

Boks pengantaran berbahan fiberglass ini menggunakan bracket yang mempunyai fungsi sebagai penyanggah. Bracket pada boks sebaiknya menggunakan plat besi yang tebalnya mencapai sekitar 3 inci. Sebaiknya bracket dibuat permanen yang direkatkan oleh mur dan baut. Bracket ini yang disebut bracket siku memiliki keunggulan tidak mudah patah sebab pengikat bracket diletakkan pada handle dan pustep motor. Namun pemasangan bracket menjadi tidak praktis karena menyulitkan pengendara saat melakukan pengisian bahan bakar.

Selain bracket siku, juga ada bracket ayun. Bracket ini lebih praktis terutama memudahkan pengemudi saat pengisian bahan bakar. Yang harus dilakukan adalah mendorong boks pengantaran ke belakang dan jok motor bebek dapat dibuka. Di balik kepraktisannya, bracket ayun mempunyai kelemahan yakni terletak pada sistem ayunannya sehingga tidak semua sisi pengikat bracket direkatkan dengan baut dan mur sehingga boks menjadi tidak kencang. Terkadang bracket bisa bergeser bila ada hentakan atau guncangan adanya hal itu bracket akan mudah patah.

Dari kelima bahan baku tas/boks pengantaran, bahan kayu/tripleks serta kanvas tidak cocok digunakan untuk usaha pengantaran makanan. Bahan–bahan tersebut tidak bisa menjaga kesegaran makanan dari paparan sinar matahari maupun air hujan. Untuk bahan kayu/tripleks biasanya banyak digunakan sebagai gerobak usaha makanan keliling, seperti bubur ayam. Untuk boks pengantaran usaha katering,  boks berbahan baku fiberglass lah yang dirasa paling cocok karena bisa menahan sengatan matahari sehingga kesegaran makanan dalam boks tetap terjaga. Boks fiberglass juga bisa tahan hingga bertahun–tahun.

 

oleh: Yogi Virgianto, pemilik Aneka Cahaya Fiber, usaha yang bergerak di bidang desain, pembuatan, dan perbaikan produk dari fiberglass, di antaranya souvenir, patung, seluncur air, body dan asesories motor, bemper, speaker panel pada mobil, tandon air, perahu, jetski, box motor, miniatur pesawat, helm dan lain-lain.