Mengelola Risiko Usaha

0
81
Mengelola resiko usaha (dok .dictio.id)

 

Secara sederhana, risiko usaha dapat diartikan sebagai kemungkinan terjadinya penyimpangan hasil usaha dari yang diharapkan, atau kemungkinan terjadinya kerugian usaha. Di dalam prakteknya risiko tersebut tidak dapat dihilangkan, pelaku usaha hanya bisa menghindari, menghadapi, memindahkan atau mengurangi risiko tersebut. Menghindari berarti tidak melakukan usaha tersebut. Menghadapi berarti bersedia menanggung kerugian yang mungkin akan terjadi/dialami. Memindahkan berarti meminta pihak lain (asuransi misalnya) untuk menanggung risiko yang akan terjadi, dan mengurangi risiko berarti pelaku usaha melakukan berbagai hal untuk mengurangi/memperkecil risiko kerugian yang akan terjadi.

Setiap usaha memiliki risiko, mulai dari saat persiapan hingga usaha tersebut sudah berjalan. Pada saat persiapan, banyak risiko sudah menanti, seperti: risiko karena salah memilih jenis usaha yang akan dijalankan, risiko karena salah memilih lokasi usaha, risiko karena salah membuat anggaran, risiko karena salah memilih rekanan, risiko karena salah memilih waktu pembukaan usaha, dan masih banyak lagi. Bila risiko–risiko saat persiapan tersebut terjadi, maka berbagai kerugian sudah menanti, seperti sepinya pengunjung, membengkaknya biaya, konflik dengan rekan kerja, dan sebagainya.

Di samping itu, banyak risiko juga sudah menanti saat usaha mulai berjalan. Pada bagian produksi beberapa risiko yang bisa terjadi antara lain risiko langkanya bahan baku, risiko kenaikan harga bahan baku, risiko salah dan keterlambatan kedatangan pesanan bahan baku, risiko kerusakan mesin, risiko listrik atau telepon mati, risiko kesalahan proses produksi, dan lain–lain. Berbagai macam risiko di bagian produksi tersebut dapat mengakibatkan biaya produksi menjadi naik, sehingga mengurangi daya saing produk. Dampak merugikan lainnya adalah keterlambatan atau terganggunya proses produksi, sehingga mengecewakan konsumen, dan seterusnya.

Tidak hanya di bagian produksi, setelah usaha berjalan, bagian pemasaran juga dihadapkan dengan berbagai macam risiko, seperti risiko dari adanya persaingan, risiko naik turunnya daya beli masyarakat, risiko berubahnya selera konsumen (tren yang berubah), risiko kenaikan nilai tukar, risiko karena menjual secara kredit, dan masih banyak lagi. Berbagai macam risiko pemasaran tersebut dapat menimbulkan kerugian usaha yang diakibatkan dari tidak lancarnya, macetnya cicilan penjualan kredit yang diberikan, pembajakan produk, menurunnya permintaan konsumen karena menurunnya daya beli, usang atau kedaluwarsanya model produk yang dipasarkan, dan seterusnya.

Dalam prakteknya, setelah usaha berjalan, tidak hanya bagian produksi dan bagian pemasaran saja yang memiliki risiko, hampir setiap bagian dihadapkan pada berbagai macam risiko, bagian SDM juga memiliki risiko, seperti tidak hadirnya karyawan, berpindahnya karyawan kunci ke perusahaan pesaing, demo yang dilakukan karyawan, sakitnya karyawan, dan sejenisnya. Secara umum risiko tersebut akan mengakibatkan terganggunya proses produksi, proses pemasaran, dan proses dalam sebuah usaha lainnya. Demikian pula bagian keuangan, juga harus memperhatikan risiko adanya tindakan kecurangan, kekurangan modal, kesalahan pencatatan, dan lain-lain. Berbagai risiko di bagian keuangan ini akan berdampak pada berkurangnya keuntungan, tidak sehatnya usaha, hingga terganggunya bagian lain.

Secara umum, risiko yang telah dijelaskan tersebut sebagian besar berasal dari dalam usaha itu sendiri (kecuali beberapa risiko seperti kurs, turunnya daya beli konsumen, dan lain–lain). Namun demikian, masih ada beberapa risiko dari luar perusahaan yang patut diwaspadai, seperti risiko karena perubahan peraturan pemerintah, seperti penataan jalur hijau, berkaitan dengan pajak usaha, maupun izin-izin usaha lainnya, risiko adanya bencana alam, yang sering kali tidak terduga, risiko perkembangan teknologi yang begitu cepat, sehingga teknologi yang ada menjadi cepat usang atau tertinggal, reaksi masyarakat yang bisa muncul tiba-tiba hanya karena sebuah isu, pemberitaan media masa, dan lain–lain.

Dengan semua penjelasan tersebut akhirnya dapat dipahami, bahwa setiap usaha memang tidak dapat terlepas dari adanya risiko usaha, dan sekali lagi yang dapat dilakukan hanya mengelola sebaik mungkin risiko tersebut, sehingga dampak kerugiannya dapat ditekan. Selanjutnya ialah bagaimana cara mengelola risiko–risiko tersebut. Secara ringkas, lima langkah dasar untuk mengelola risiko tersebut adalah:

  1. Identifikasi (buat daftar ) setiap risiko yang bisa terjadi
  2. Lakukan analisis dan ranking atau urutkan sesuai dengan besarnya dampak kerugian yang akan ditimbulkannya
  3. Tentukan upaya-upaya untuk mengatasinya, sesuai dengan urutan yang ada
  4. Lakukan upaya tersebut, sesuai pilihan skenario yang telah dibuat
  5. Lakukan evaluasi

 

Oleh: Aris Budi Setyawan

Program DIII Bisnis dan Kewirausahaan Universitas Gunadarma

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.