Kamis, Mei 7, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 59

Dari Kuliner sampai Jasa, Ini Ide Usaha di Ruko yang Bikin Untung

Memilih Ide Usaha di Ruko bisa jadi langkah strategis bagi siapa pun yang ingin mulai bisnis dengan lokasi yang menjanjikan. Ruko di pinggir jalan umumnya memiliki lalu lintas tinggi dan mudah diakses banyak orang, menjadikannya tempat ideal untuk membangun usaha dengan potensi keuntungan besar. Namun, agar bisnis benar-benar sukses, penting untuk memilih ide yang sesuai dengan kebutuhan pasar dan karakteristik lokasi tersebut.

Salah satu keunggulan Ide Usaha di Ruko adalah fleksibilitasnya. Ruko bisa disulap menjadi berbagai jenis bisnis, dari kuliner hingga jasa. Dengan kreativitas dan manajemen yang baik, ruko pinggir jalan bisa jadi sumber penghasilan yang stabil bahkan tanpa modal terlalu besar.

Peluang Emas dari Lokasi Strategis

Lokasi adalah faktor utama yang menentukan kesuksesan sebuah bisnis. Ruko di pinggir jalan biasanya punya visibilitas tinggi, artinya produk atau layanan kamu akan mudah terlihat oleh banyak orang yang lewat. Karena itu, penting untuk memilih Ide Usaha di Ruko yang mampu menarik perhatian dalam waktu singkat.

Berikut beberapa ide yang terbukti menguntungkan:

  1. Usaha Kuliner Cepat Saji
    Kuliner selalu jadi pilihan favorit karena semua orang butuh makan. Warung kopi modern, makanan kekinian seperti rice bowl, ayam geprek, atau minuman boba bisa menarik pelanggan dari berbagai kalangan.

  2. Toko Sembako atau Minimarket Kecil
    Ruko di area padat penduduk cocok dijadikan toko kebutuhan harian. Keuntungan bisnis ini stabil karena permintaan tidak pernah surut.

  3. Laundry dan Jasa Kebersihan
    Di daerah perumahan atau sekitar kos-kosan, usaha laundry masih sangat potensial. Pelayanan cepat dan hasil bersih bisa jadi nilai jual utama.

  4. Barbershop atau Salon Kecantikan
    Dengan tampilan ruko yang rapi dan nyaman, usaha jasa perawatan diri bisa menarik banyak pelanggan tetap.

  5. Warung Kopi atau Café Mini
    Tren nongkrong sambil bekerja membuat café kecil dengan konsep unik makin diminati. Apalagi jika kamu bisa menciptakan suasana cozy dan harga terjangkau.

  6. Jual Produk Fashion atau Aksesori
    Jika lokasi rukomu dekat area sekolah atau kampus, menjual pakaian, tas, dan sepatu bisa jadi peluang besar.

Tips Agar Bisnis di Ruko Cepat Berkembang

Menjalankan bisnis di ruko tidak cukup hanya dengan lokasi bagus. Kamu perlu strategi agar pelanggan betah dan bisnis bisa bertahan lama. Berikut beberapa tips yang bisa diterapkan:

  • Perhatikan tampilan depan ruko. Buat desain yang menarik dan mudah dikenali.

  • Gunakan media sosial. Promosi digital sangat efektif untuk memperluas jangkauan pelanggan.

  • Pelayanan cepat dan ramah. Kesan pertama pelanggan akan menentukan apakah mereka akan kembali atau tidak.

  • Sesuaikan jam operasional. Jika lokasi ramai pagi hari, buka lebih awal. Jika ramai malam, bisa buka hingga larut.

  • Lakukan analisis keuangan rutin. Pastikan arus kas sehat agar bisnis tetap berkelanjutan.

Dengan kombinasi antara lokasi strategis, konsep bisnis yang tepat, dan pengelolaan yang baik, Ide Usaha di Ruko bisa menjadi sumber penghasilan yang stabil dan jangka panjang. Yang terpenting adalah memahami kebutuhan pasar di sekitar lokasi dan terus berinovasi agar bisnis tetap relevan.

Indodax Sumbang Pajak Rp265,4 Miliar, Bukti Aset Kripto Kian Berperan dalam Fiskal Nasional

0

Perusahaan perdagangan aset digital Indodax mencatatkan kontribusi pajak mencapai Rp265,4 miliar sepanjang periode Januari hingga Agustus 2025. Angka tersebut setara dengan lebih dari separuh total penerimaan pajak kripto nasional dalam periode yang sama. Capaian ini menegaskan bahwa industri aset kripto, khususnya Indodax, bukan hanya tumbuh secara volume, tetapi juga turut menopang perekonomian nasional lewat kepatuhan pajak.

Vice President Indodax, Antony Kusuma, menjelaskan bahwa kontribusi tersebut mencerminkan semakin kuatnya adopsi masyarakat terhadap aset digital di Indonesia. “Nilai yang kami setorkan bukan hanya angka di atas kertas. Ini adalah bukti bahwa industri kripto telah menjadi bagian penting dari sistem keuangan yang sehat dan transparan,” ujar Antony di Jakarta, Minggu (5/10).

Ia menambahkan, sejak regulasi pajak kripto diterapkan, kinerja kepatuhan di kalangan pelaku industri terus meningkat. Dari tahun ke tahun, Indodax menunjukkan tren pertumbuhan kontribusi yang signifikan terhadap penerimaan pajak nasional.

Tren Pajak Kripto Terus Naik Seiring Peningkatan Adopsi Masyarakat

Berdasarkan data internal perusahaan, pada 2022 Indodax menyumbang total pajak senilai Rp114,63 miliar, terdiri dari PPN sebesar Rp60,04 miliar dan PPh sebesar Rp54,58 miliar. Setahun berikutnya, jumlah itu meningkat menjadi Rp91,47 miliar, sementara pada 2024 melonjak tajam menjadi Rp283,95 miliar. Hingga Agustus 2025, nilai setoran pajak dari perdagangan aset kripto di Indodax telah mencapai Rp265,4 miliar, dengan rincian PPN Rp124,69 miliar dan PPh Rp140,71 miliar.

Di sisi lain, data Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) menunjukkan bahwa penerimaan pajak dari aset kripto secara nasional mencapai Rp1,61 triliun hingga Agustus 2025. Angka tersebut berasal dari kombinasi Pajak Penghasilan (PPh) 22 sebesar Rp770,42 miliar dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dalam negeri sebesar Rp840,08 miliar.

Antony menilai, peningkatan penerimaan pajak ini menjadi indikator penting bahwa sektor kripto telah bertransformasi dari sekadar investasi alternatif menjadi pilar ekonomi digital yang nyata. “Ketika aturan pajak sejalan dengan karakteristik aset digital, hasilnya adalah pasar yang lebih sehat, transparan, dan dipercaya oleh investor,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kontribusi pajak bukan sekadar kewajiban administratif, melainkan simbol legitimasi industri kripto di mata pemerintah. “Semakin besar kontribusi pajak yang disetorkan, semakin jelas pula posisi aset digital sebagai bagian resmi dari ekosistem ekonomi nasional,” tegas Antony.

Ia juga optimistis bahwa dengan regulasi yang konsisten dan kebijakan yang adaptif, Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat perdagangan aset digital terbesar di Asia Tenggara.

Tren Pembayaran Digital, Pelanggan Warung Kini Lebih Suka Cashless?

Beberapa tahun terakhir, pola transaksi masyarakat mengalami perubahan besar. Jika dulu pembayaran tunai masih menjadi pilihan utama, kini semakin banyak orang yang beralih ke cashless. Kehadiran QRIS dan dompet digital membuat belanja di toko atau warung terasa lebih praktis. Fenomena ini sejalan dengan tren pembayaran digital yang terus berkembang dan memengaruhi cara orang berbelanja.

Bagi pelaku usaha kecil, tren ini jelas membawa keuntungan. Tidak hanya memudahkan transaksi, tetapi juga membuka peluang lebih besar untuk menarik pelanggan baru, terutama generasi muda yang lebih suka cashless. Karena itu, memahami kenapa pembeli semakin suka menggunakan pembayaran digital bisa membantu bisnis beradaptasi lebih cepat.

Apa Alasan Tren Pembayaran Digital Semakin Diminati?

Ada beberapa alasan kenapa masyarakat, baik pelanggan maupun pemilik usaha, semakin menyukai pembayaran digital. Berikut beberapa di antaranya:

1. Praktis dan Cepat

Tak perlu lagi menghitung kembalian atau mencari uang pas. Cukup scan QRIS, masukkan nominal, lalu selesai. Bagi pembeli, ini menghemat waktu, sementara bagi penjual, antrean bisa jadi lebih cepat terurai.

2. Aman dan Minim Risiko

Membawa uang tunai dalam jumlah besar seringkali berisiko. Dengan tren pembayaran digital, baik pembeli maupun penjual lebih merasa aman. Transaksi tercatat otomatis, sehingga meminimalkan kesalahan hitung maupun kehilangan.

3. Transparansi Keuangan

Bagi pemilik warung atau toko, setiap pembayaran digital akan tercatat. Hal ini membantu mereka memantau arus kas dengan lebih rapi. Tanpa repot mencatat manual, pemilik usaha bisa tahu berapa pemasukan harian hanya dari aplikasi.

4. Sesuai dengan Gaya Hidup Modern

Generasi muda kini terbiasa hidup serba digital. Mereka menggunakan e-wallet untuk transportasi online, belanja online, hingga makan di kafe. Maka, wajar jika kebiasaan ini juga terbawa saat belanja di toko atau warung kecil.

Manfaat Tren Pembayaran Digital untuk Pemilik Usaha Kecil

Tidak sedikit warung dan UMKM yang merasakan dampak positif dari tren pembayaran digital. Dengan menyediakan QRIS, pelanggan merasa lebih nyaman bertransaksi, bahkan seringkali jadi pelanggan tetap. Selain itu, adanya pilihan pembayaran cashless membuat usaha terlihat lebih modern dan profesional, meski hanya berupa warung kecil.

Pemilik usaha juga lebih mudah mengatur keuangan. Uang yang masuk bisa langsung digunakan untuk membayar supplier atau kebutuhan lain secara transfer, tanpa perlu bolak-balik ke bank. Bahkan, beberapa aplikasi dompet digital menawarkan promo atau cashback yang juga bisa menarik pelanggan lebih banyak.

Kebiasaan pelanggan yang semakin suka cashless bukanlah tren sementara, melainkan bagian dari perubahan gaya hidup. Tren pembayaran digital membuat transaksi lebih praktis, aman, dan transparan. Bagi pemilik toko atau warung, beradaptasi dengan perubahan ini adalah langkah penting agar usaha tetap relevan dan kompetitif di era modern.

Komdigi Tegaskan Wacana Blokir IMEI Bukan Aturan Seperti BPKB

0

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menegaskan bahwa wacana layanan Blokir IMEI dan pendaftaran ulang perangkat ponsel tidak dapat disamakan dengan kewajiban kepemilikan dokumen seperti Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB). Aturan ini bukan kewajiban baru, melainkan opsi sukarela yang ditujukan untuk melindungi pengguna ponsel dari risiko kehilangan maupun pencurian.

Direktur Jenderal Infrastruktur Digital Komdigi, Wayan Toni, menekankan bahwa masyarakat tidak perlu khawatir dengan isu yang beredar. “Kami perlu meluruskan, tidak benar jika seolah-olah pemerintah akan mewajibkan setiap ponsel memiliki tanda kepemilikan seperti BPKB. Sistem ini sifatnya sukarela, hanya bagi masyarakat yang ingin mendapatkan perlindungan tambahan bila ponselnya hilang atau dicuri,” ujar Wayan dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (4/10/2025).

Perlindungan Tambahan bagi Konsumen

Wacana Blokir IMEI ini muncul sebagai respons terhadap banyaknya laporan masyarakat yang identitas pribadinya kerap disalahgunakan setelah kehilangan ponsel. Melalui mekanisme ini, perangkat hasil tindak pidana dapat segera dinonaktifkan sehingga tidak lagi memiliki nilai jual bagi pelaku kejahatan.

“Dengan adanya sistem IMEI, masyarakat bisa lebih tenang. Jika ponsel hilang atau dicuri, perangkat dapat segera dilaporkan untuk diblokir. Apabila kemudian ditemukan kembali, ponsel bisa diaktifkan lagi. Jadi ini bukan beban baru, justru perlindungan tambahan bagi pengguna,” jelas Wayan.

Selain itu, kebijakan ini juga diharapkan mampu menekan peredaran ponsel ilegal (black market), melindungi konsumen dari penipuan, memastikan kualitas perangkat resmi, serta menjaga ekosistem digital tetap aman.

Masih dalam Tahap Diskusi dan Wacana

Wayan menegaskan, wacana Blokir IMEI masih sebatas rencana dan belum dibahas pada level pengambil keputusan tertinggi. Saat ini, Komdigi sedang menjaring masukan dari berbagai pihak, mulai dari akademisi, praktisi, hingga masyarakat luas.

“Direktur kami menyampaikan hal ini dalam forum diskusi akademik di ITB. Tujuannya agar kami bisa mendengar pandangan dari berbagai pihak sebelum kebijakan ini benar-benar difinalisasi,” ungkapnya.

Dengan demikian, kebijakan blokir dan pendaftaran ulang IMEI ini diposisikan sebagai langkah preventif untuk melindungi konsumen, bukan sebagai regulasi birokratis yang memberatkan. Komdigi berharap wacana ini dapat memperkuat kepercayaan publik terhadap sistem keamanan digital sekaligus menciptakan ekosistem yang lebih sehat bagi pengguna ponsel di Indonesia.

TikTok Bermasalah, Izin Sementara Dibekukan Komdigi

0

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) resmi mengumumkan bahwa izin TikTok dibekukan sementara, menyusul temuan dugaan pelanggaran kewajiban sebagai Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) Privat. Keputusan ini disampaikan Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, dalam konferensi pers pada Jumat (3/10/2025).

Alexander menuturkan, pembekuan tanda daftar PSE tersebut dilakukan setelah TikTok dinilai tidak memenuhi kewajiban sebagaimana diatur dalam regulasi. Salah satu poin yang menjadi sorotan adalah ketidaklengkapan data yang diminta pemerintah terkait aktivitas TikTok Live pada periode unjuk rasa 25–30 Agustus 2025.

“Langkah ini merupakan bentuk ketegasan pemerintah setelah TikTok hanya memberikan data parsial mengenai aktivitas live streaming, termasuk monetisasi yang terjadi selama periode tersebut,” jelas Alexander.

Dugaan Monetisasi Ilegal dan Permintaan Data

Komdigi sebelumnya meminta TikTok menyerahkan data lengkap yang meliputi traffic, aktivitas siaran langsung, hingga detail monetisasi berupa jumlah serta nilai pemberian gift. Permintaan itu muncul setelah ada dugaan sebagian akun memanfaatkan fitur live untuk praktik perjudian online.

TikTok dipanggil secara resmi pada 16 September 2025 dan diberikan tenggat hingga 23 September 2025 untuk menyerahkan data yang diminta. Namun, dalam surat bernomor ID/PP/04/IX/2025, pihak TikTok menyatakan tidak bisa memenuhi permintaan tersebut dengan alasan adanya kebijakan internal perusahaan.

Padahal, menurut Alexander, regulasi nasional jelas menyebutkan bahwa PSE lingkup privat wajib memberikan akses data elektronik kepada pemerintah untuk kepentingan pengawasan. Hal ini tertuang dalam Pasal 21 ayat (1) Permen Kominfo Nomor 5 Tahun 2020.

Masih Ada Ruang Pemulihan

Meski izin TikTok dibekukan, Komdigi menegaskan masih ada ruang untuk pemulihan status tersebut. Jika TikTok memenuhi kewajiban yang diminta, status pembekuan bisa segera dicabut. “TikTok sudah berkomunikasi dengan kami dan menawarkan solusi konstruktif. Jika kewajiban ini dipenuhi, izin akan dipulihkan,” ujar Alexander.

Ia menambahkan, perhatian utama pemerintah bukan sekadar pada kepatuhan administratif, melainkan juga pada dampak sosial dari fitur live streaming yang rawan disalahgunakan. Dugaan praktik monetisasi ilegal, termasuk perjudian online, dinilai berbahaya, khususnya bagi kelompok usia muda yang menjadi mayoritas pengguna platform tersebut.

Keputusan bahwa izin TikTok dibekukan ini menjadi peringatan keras bagi seluruh penyelenggara platform digital untuk patuh terhadap aturan nasional. Pemerintah menegaskan, perlindungan masyarakat di ruang digital akan selalu menjadi prioritas utama dalam setiap kebijakan pengawasan.

Rahasia Cara Menjadi Reseller Sukses, Strategi Praktis yang Bisa Dicoba Pemula!

Banyak orang yang baru terjun ke dunia bisnis online mencari tahu cara menjadi reseller sukses. Model usaha ini memang menarik karena bisa dimulai dengan modal minim, tanpa perlu repot memproduksi barang sendiri. Tinggal memilih produk, menjual, lalu menikmati margin keuntungan. Namun, untuk benar-benar berhasil, ada strategi yang harus dipahami agar langkah sebagai reseller tidak berhenti di tengah jalan. Memahami cara menjadi reseller sukses bukan hanya soal jualan, tapi juga membangun hubungan dengan konsumen dan supplier.

Bagi pemula, memulai perjalanan sebagai reseller bisa terasa membingungkan. Apa produk yang sebaiknya dijual? Bagaimana cara promosi yang tepat? Dan bagaimana agar konsumen percaya? Semua pertanyaan ini akan lebih mudah terjawab bila punya strategi yang jelas. Nah, artikel ini akan mengulas 10 langkah yang bisa dipraktikkan langsung untuk meningkatkan peluang keberhasilan.

Strategi Penting agar Reseller Bisa Berkembang dan Sukses

  1. Pilih Produk yang Tepat
    Jangan asal menjual, tapi pilih produk yang memang memiliki permintaan tinggi dan sesuai dengan minat pasar. Semakin relevan produk dengan kebutuhan konsumen, semakin besar peluang laku.

  2. Kenali Target Pasar
    Jangan menjual ke semua orang. Tentukan segmen pembeli, misalnya ibu rumah tangga, mahasiswa, atau pekerja kantoran. Dengan begitu, promosi bisa lebih terarah.

  3. Bangun Hubungan Baik dengan Supplier
    Reseller yang sukses biasanya punya relasi yang solid dengan pemasok. Pastikan supplier terpercaya, stok stabil, dan bisa mendukung kebutuhan pengiriman.

  4. Gunakan Media Sosial secara Maksimal
    Instagram, TikTok, dan WhatsApp adalah senjata utama reseller. Posting konten konsisten, gunakan caption menarik, dan manfaatkan fitur promosi agar lebih banyak orang melihat produk.

  5. Jaga Pelayanan Prima
    Balas chat dengan cepat, gunakan bahasa yang ramah, dan pastikan konsumen merasa dihargai. Pengalaman baik akan membuat pelanggan mau membeli lagi.

  6. Foto Produk yang Menarik
    Visual adalah kunci. Meski hanya reseller, pastikan foto produk jelas, estetik, dan mencerminkan kualitas.

  7. Kelola Keuangan dengan Bijak
    Catat setiap pemasukan dan pengeluaran. Banyak pemula gagal bukan karena produknya tidak laku, tetapi karena tidak bisa mengatur cash flow.

  8. Tawarkan Bonus atau Promo
    Diskon kecil atau hadiah sederhana bisa jadi pemicu calon pembeli untuk segera checkout.

  9. Bangun Personal Branding
    Jangan hanya jual produk, tapi tampilkan diri sebagai reseller yang terpercaya. Konsumen lebih suka membeli dari penjual yang terlihat profesional.

  10. Konsisten dan Sabar
    Bisnis reseller bukan jalan pintas. Butuh konsistensi, evaluasi, dan kesabaran untuk berkembang. Jangan menyerah hanya karena penjualan belum stabil di awal.

Menjadi reseller bisa jadi langkah awal yang menjanjikan untuk memulai bisnis, apalagi bagi pemula dengan modal terbatas. Kunci utamanya adalah memahami cara menjadi reseller sukses: pilih produk yang tepat, kenali target pasar, bangun personal branding, serta jaga hubungan baik dengan konsumen dan supplier. Dengan strategi yang konsisten, reseller bisa tumbuh menjadi bisnis yang lebih besar.

Free Fire World Series 2025 Jadi Panggung Global Bagi Produk Kreatif Indonesia

0

Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Garena Indonesia resmi membuka kolaborasi lintas subsektor dalam penyelenggaraan Free Fire World Series (FFWS) Global Finals 2025. Acara ini diperkenalkan dalam konferensi pers di Gold Ballroom, Thamrin Nine Complex, Jakarta, dan akan berlangsung pada 31 Oktober hingga 15 November 2025 di Indonesia Arena. Tidak sekadar menghadirkan turnamen e-sports, Indonesia juga menampilkan batik, musik elektronik, seni visual, hingga komik digital, sebagai bukti bahwa produk kreatif nasional mampu bersaing di panggung global.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa industri game menjadi salah satu subsektor penting yang kini berperan sebagai mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian. Menurutnya, FFWS 2025 adalah momentum untuk menunjukkan kekuatan talenta muda Indonesia.

Industri game bukan hanya soal hiburan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berkualitas, membuka peluang usaha, dan menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkompetisi di level dunia,” ungkap Teuku Riefky.

Kolaborasi Seni, Budaya, dan E-Sports

Dalam penyelenggaraan Free Fire World Series 2025, sejumlah kreator lokal dilibatkan untuk menampilkan kekayaan budaya Indonesia dalam balutan modern. Grup musik elektronik Weird Genius, seniman visual Muklay, komikus digital Tahilalats, hingga Guru Batik turut serta memperkaya gelaran ini. Perpaduan karya seni dengan kompetisi e-sports diharapkan menciptakan pengalaman baru bagi para penonton internasional.

“Kolaborasi hexahelix antara pelaku usaha, kreator, akademisi, komunitas, media, dan pemerintah adalah kunci untuk mempercepat lahirnya ciptaan lokal yang bisa bersaing secara global,” tambah Menteri Ekraf. Ia menegaskan bahwa dukungan Garena Indonesia dan berbagai pihak menjadi bukti ekosistem kreatif Indonesia semakin solid.

Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar, menilai bahwa FFWS bukan sekadar kompetisi, melainkan juga etalase inovasi. “Komunitas Free Fire adalah salah satu yang terbesar di dunia. Melalui keterlibatan seniman, musisi, hingga perajin batik, kita membuktikan karya anak bangsa bisa hadir di panggung global. Indonesia bukan hanya tuan rumah, tetapi juga penampil,” ujarnya.

Batik Jadi Ikon Baru di Dunia Game Indonesia

Country Head Garena Indonesia, Hans Saleh, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi kreatif ini. Ia menekankan bahwa e-sports dapat dipadukan dengan seni untuk membuka peluang ekonomi baru. “Free Fire World Series di Indonesia membuktikan bahwa e-sports tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga perayaan ide-ide kreatif dan keberagaman budaya,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Guru Batik, Dheni Nugroho, menyebut keterlibatan batik dalam turnamen ini sebagai sejarah baru. Ia memperkenalkan motif Glompol (kebersamaan) dan Nitik (ketekunan) yang dipilih khusus untuk merchandise resmi turnamen. “Kami ingin menunjukkan bahwa batik bukan kuno, justru bisa tampil modern dan relevan untuk generasi muda,” katanya.

Kehadiran produk kreatif di ajang FFWS 2025 menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tidak hanya mampu menjadi penyelenggara kompetisi kelas dunia, tetapi juga memanfaatkan panggung tersebut untuk memperkenalkan identitas budaya bangsa. Dengan audiens global yang mencapai jutaan penonton, momentum ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mengukuhkan posisi Indonesia di industri kreatif internasional.

UMKM Batik Jadi Penggerak Ekonomi di Momentum Hari Batik Nasional 2025

0

Menyambut Hari Batik Nasional 2025, Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya memperkuat ekosistem UMKM Batik agar mampu berperan lebih besar, tidak hanya sebagai penjaga warisan budaya bangsa, tetapi juga sebagai motor penggerak ekonomi nasional.

Staf Ahli Bidang Komunikasi dan Hubungan Antar Lembaga Kementerian UMKM, Sudaryano Lamangkona, menyampaikan bahwa peringatan Hari Batik Nasional tahun ini menjadi refleksi penting. Batik, menurutnya, bukan sekadar simbol identitas budaya, melainkan juga sumber penghidupan bagi ribuan perajin, pengusaha mikro, hingga komunitas lokal yang tersebar di berbagai daerah Indonesia.

“Sejak UNESCO mengakui batik sebagai warisan budaya tak benda pada 2 Oktober 2009, Hari Batik Nasional harus menjadi pengingat bahwa tradisi dan pertumbuhan ekonomi dapat berjalan berdampingan. Batik harus menjadi kekuatan Indonesia dalam percaturan global,” ujar Sudaryano dalam acara Batik Outlook 2025 sekaligus peluncuran Festival Batik 3 Kota di Jakarta, Kamis (2/10).

Festival Tiga Kota, Inovasi, dan Generasi Muda

Sudaryano menambahkan, Kementerian UMKM terus memberi dukungan bagi ekosistem batik melalui program Juragan UMKM dan kolaborasi dengan pemerintah daerah. Dukungan tersebut hadir dalam bentuk akses pasar lewat pameran, bazar, hingga pengembangan kanal penjualan digital. “Kami ingin UMKM menjadi garda terdepan yang menggerakkan ekonomi daerah sekaligus memperkuat ekonomi nasional,” jelasnya.

Selain itu, penguatan citra batik sebagai warisan dunia juga menjadi fokus utama. Pemerintah mendorong generasi muda untuk bangga mengenakan batik dalam kehidupan sehari-hari. Inovasi desain, penerapan teknologi modern dalam produksi, hingga penggunaan material ramah lingkungan terus ditekankan demi menjaga keberlanjutan UMKM Batik.

Festival Batik yang digelar di tiga kota—Pekalongan, Magelang, dan Malang—menjadi salah satu langkah konkret. Menurut Sudaryano, ketiga kota ini dipilih karena memiliki kontribusi besar dalam menjaga tradisi sekaligus membuka jalan bagi inovasi batik.

Peran Daerah dalam Menjaga Ekosistem Batik

Wali Kota Pekalongan, Afzan Arslan Djunaid, menegaskan bahwa ekonomi lokal di daerahnya sangat bergantung pada industri batik. “Sekitar 70 persen produksi batik nasional berasal dari Pekalongan, dan 20 persen di antaranya sudah masuk ke pasar internasional,” katanya. Sebagai Kota Batik Dunia, Pekalongan diharapkan terus memperkuat posisi batik Indonesia di kancah global.

Dari Malang, Wali Kota Wahyu Hidayat menjelaskan tentang program Kemis Mbois, yakni kewajiban mengenakan batik khas Malang setiap hari Kamis bagi ASN maupun masyarakat umum. Program yang sudah berjalan dua tahun ini terbukti meningkatkan permintaan batik lokal dan memberi dampak positif bagi perajin.

Sementara itu, Wali Kota Magelang, Damar Prasetyono, menyampaikan upaya daerahnya untuk meningkatkan daya saing batik melalui pembangunan IKM Center. Fasilitas tersebut difungsikan sebagai ruang promosi, produksi, sekaligus uji mutu produk UMKM, termasuk batik. “Kami ingin kualitas produk UMKM Magelang bisa bersaing di pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Unik dan Menguntungkan, Inilah 5 Bisnis Anti Mainstream untuk Pemula

Memulai usaha tidak selalu harus mengikuti tren yang sudah ramai digeluti banyak orang. Justru, memilih jalur berbeda bisa membuka peluang baru. Ada banyak bisnis anti mainstream yang bisa dijalankan dengan modal minim namun tetap berpotensi menghasilkan keuntungan besar. Konsep ini cocok terutama untuk pemula yang ingin menonjol dan tidak sekadar ikut-ikutan.

Alasan mengapa bisnis anti mainstream semakin diminati adalah karena pasar selalu mencari sesuatu yang unik dan berbeda. Di tengah persaingan ketat, produk atau jasa yang tampil beda biasanya lebih cepat menarik perhatian. Modal yang dibutuhkan pun tidak selalu besar, yang penting adalah kreativitas dan kemampuan membaca kebutuhan konsumen.

5 Ide Bisnis Unik yang Bisa Dicoba

Berikut beberapa ide yang bisa menjadi inspirasi untuk memulai langkah pertama:

  1. Jasa Dekorasi Custom untuk Acara Kecil
    Banyak orang hanya fokus pada dekorasi acara besar seperti pernikahan. Padahal, ada pasar potensial untuk dekorasi ulang tahun, lamaran sederhana, atau acara keluarga. Dengan sentuhan kreatif dan modal minim, ide ini bisa menjadi peluang.

  2. Bisnis Tanaman Mini dalam Pot Unik
    Tren urban farming membuat tanaman hias semakin digemari. Namun, alih-alih menjual tanaman biasa, coba tawarkan tanaman mini dengan pot custom seperti bentuk karakter, kaligrafi, atau desain lucu. Nilai tambah inilah yang membuat bisnis lebih menarik.

  3. Snack Sehat dengan Kemasan Kreatif
    Kebanyakan orang menjual camilan dengan konsep biasa. Cobalah memproduksi snack sehat seperti granola bar, keripik sayur, atau cookies rendah gula, lalu kemas dengan branding yang fun dan kekinian. Bisnis ini bisa dimulai dari dapur rumah dengan biaya kecil.

  4. Jasa Menulis Surat atau Kartu Personal
    Meski terdengar klasik, jasa menulis surat tangan atau kartu ucapan personal masih punya pasar tersendiri. Banyak orang mencari sentuhan personal yang tidak bisa digantikan digital. Modalnya? Hanya kertas berkualitas, pena, dan kreativitas.

  5. Rental Barang Unik untuk Konten Sosial Media
    Konten kreator sering butuh properti unik seperti kamera instax, dekorasi retro, atau outfit vintage. Dengan menyewakan barang-barang seperti ini, pemula bisa menjalankan bisnis anti mainstream tanpa harus punya toko besar.

Kunci Sukses Menjalankan Bisnis Anti Mainstream

Menjalankan ide unik memang menarik, tapi tetap perlu strategi agar bisa bertahan lama. Pertama, lakukan riset kecil untuk memahami siapa target pasar dan seberapa besar peluangnya. Kedua, manfaatkan media sosial sebagai etalase gratis untuk mempromosikan produk. Ketiga, jangan ragu menambahkan ciri khas yang membedakan dari kompetitor.

Selain itu, penting untuk menjaga kualitas meskipun modal terbatas. Konsumen akan lebih mudah merekomendasikan produk atau jasa jika mereka puas dengan pengalaman yang diberikan. Dengan begitu, bisnis kecil bisa tumbuh lebih cepat lewat promosi dari mulut ke mulut.

Pada akhirnya, memilih jalur bisnis anti mainstream bukan hanya soal tampil beda, tetapi juga soal berani menghadirkan solusi kreatif yang belum banyak ditawarkan orang lain. Dengan modal minim dan strategi yang tepat, pemula pun bisa membangun usaha yang menjanjikan.

Pengolahan Nonmigas Jadi Tulang Punggung Ekspor Nasional, Kontribusi Tembus 72,55%

0

Industri pengolahan nonmigas kembali menegaskan perannya sebagai penopang utama perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025, kontribusinya terhadap total ekspor nasional mencapai 72,55 persen atau senilai US$13,22 miliar. Angka tersebut menegaskan bahwa sektor manufaktur, khususnya pengolahan nonmigas, masih menjadi mesin utama penggerak ekspor Tanah Air.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan capaian ini menunjukkan daya tahan industri nasional di tengah ketidakpastian global. “Kontribusi lebih dari 70 persen membuktikan bahwa industri pengolahan nonmigas adalah penyumbang devisa terbesar sekaligus mesin utama ekspor Indonesia,” ujarnya di Jakarta, Kamis (2/10).

Jika dibandingkan tahun sebelumnya, ekspor industri pengolahan nonmigas pada Agustus 2025 naik 7,91 persen. Secara kumulatif Januari–Agustus 2025, total ekspornya menembus US$104,43 miliar dengan kontribusi 71,32 persen terhadap keseluruhan ekspor nasional.

Sejumlah komoditas unggulan menjadi penopang kinerja positif ini. Besi dan baja mencatat nilai ekspor US$2,79 miliar atau tumbuh 18,74 persen secara tahunan. Produk mesin dan perlengkapan elektrik mencapai US$1,42 miliar, naik 12,45 persen. Sementara produk kimia dan farmasi mencatat US$940 juta, meningkat 9,3 persen. Adapun makanan dan minuman olahan menyumbang US$1,1 miliar, naik 6,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.

Hilirisasi dan Substitusi Impor Jadi Fokus

Di sisi lain, impor bahan baku dan penolong bagi industri pengolahan nonmigas pada Agustus 2025 mencapai US$11,35 miliar, atau sekitar 74,5 persen dari total impor nasional. Agus menilai kondisi ini positif karena sebagian besar impor digunakan untuk kebutuhan produksi, bukan konsumsi akhir.

“Komposisi impor bahan baku yang tinggi menandakan bahwa aktivitas industri dalam negeri terus bergerak. Bahan baku itu nantinya diolah menjadi produk bernilai tambah tinggi yang kita ekspor kembali,” jelasnya.

Untuk menjaga keberlanjutan, pemerintah terus mendorong hilirisasi serta program substitusi impor. Menurut Agus, kebijakan hilirisasi akan memperluas basis ekspor, sementara substitusi impor memperkuat kemandirian industri bahan baku domestik.

Selain itu, Kemenperin memperkuat kerja sama internasional guna memperluas akses pasar serta memastikan iklim investasi industri tetap kondusif. “Dengan kontribusi besar terhadap ekspor, sektor pengolahan nonmigas terbukti menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Ke depan, kami berkomitmen memperkuat daya saing industri agar Indonesia mampu menjadi pemain penting dalam rantai pasok global,” tegasnya.

Capaian ekspor tersebut selaras dengan hasil Indeks Kepercayaan Industri (IKI) yang dirilis Kementerian Perindustrian. Pada September 2025, IKI tercatat sebesar 53,02 poin, masih dalam zona ekspansi meski sedikit melemah dibanding Agustus 2025 yang berada di angka 53,55 poin. Secara tahunan, pencapaian ini tetap lebih baik dibanding September 2024 yang mencatat 52,48 poin.

Dari 23 subsektor industri pengolahan, sebanyak 21 subsektor tercatat ekspansif, sementara hanya dua subsektor yang masih berada di zona kontraksi. IKI ekspor berada di level 53,99 poin, sedangkan IKI domestik mencapai 51,92 poin. Data ini mengindikasikan aktivitas industri tetap tumbuh positif, meski di tengah dinamika pasar global yang penuh tantangan.