Selasa, September 1, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 59

Menkeu Purbaya Soroti Ketimpangan Pajak Kapal Asing, Industri Pelayaran Nasional Diperkuat

0

Komitmen pemerintah untuk memperkuat industri pelayaran nasional kembali ditegaskan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melalui langkah konkret penataan regulasi serta penanganan hambatan importasi di pelabuhan. Isu kesetaraan perlakuan usaha bagi industri pelayaran nasional menjadi perhatian utama dalam Sidang Kanal Debottlenecking Satuan Tugas Percepatan Program Strategis Pemerintah (P2SP) yang digelar pada Senin, 26 Januari 2026.

Sidang yang telah memasuki penyelenggaraan ketiga ini menjadi wadah pemerintah dalam menyerap langsung keluhan pelaku usaha sekaligus merumuskan solusi atas kendala regulasi dan operasional yang selama ini menghambat kegiatan bisnis. Hingga akhir Januari 2026, tercatat sebanyak 63 laporan masuk melalui kanal pengaduan resmi. Sebagian besar laporan tersebut telah diproses penyelesaiannya, sementara sisanya masih berada pada tahap verifikasi lanjutan dan pemantauan.

Salah satu isu krusial yang mencuat berasal dari laporan Indonesian National Shipowners’ Association (INSA). Organisasi tersebut menyoroti praktik sejumlah perusahaan pelayaran asing yang diduga memanfaatkan celah regulasi untuk menghindari kewajiban perpajakan di Indonesia. Kondisi ini dinilai menciptakan ketimpangan persaingan dan berpotensi melemahkan posisi industri pelayaran nasional di pasar domestik.

Menanggapi hal itu, Menteri Keuangan menekankan pentingnya penerapan prinsip kesetaraan perlakuan antara perusahaan pelayaran nasional dan asing. Ia menilai, perlakuan yang adil menjadi fondasi utama dalam menciptakan iklim usaha yang sehat sekaligus memperkuat daya saing industri pelayaran nasional di tengah dinamika perdagangan global.

Penataan Regulasi dan Solusi Hambatan di Pelabuhan

Sebagai langkah konkret, Kementerian Keuangan akan memperkuat koordinasi dengan Kementerian Perhubungan, khususnya dalam mengintegrasikan bukti kepatuhan pajak sebagai salah satu syarat penerbitan izin berlayar. Dengan mekanisme ini, kapal asing yang beroperasi di perairan Indonesia diwajibkan memenuhi standar kewajiban yang setara dengan perusahaan pelayaran nasional.

Selain persoalan perpajakan, sidang juga membahas hambatan lain berupa tertahannya barang impor di pelabuhan akibat perbedaan penafsiran klasifikasi kode HS (Harmonized System). Perbedaan interpretasi teknis tersebut dinilai kerap mengganggu kelancaran distribusi barang dan berpotensi menghambat aktivitas produksi industri dalam negeri.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Satgas P2SP akan melakukan klarifikasi lintas kementerian dengan melibatkan hasil verifikasi dari surveyor independen. Pemerintah juga memutuskan untuk mempercepat proses administrasi melalui surat resmi Satgas agar barang impor dapat segera diproses sesuai ketentuan yang berlaku, tanpa mengorbankan aspek kepatuhan hukum.

Menutup rangkaian sidang, Menteri Keuangan menegaskan bahwa seluruh kebijakan yang diambil akan terus dimonitor implementasinya di lapangan. Pemerintah berkomitmen menyempurnakan prosedur administrasi, memperkuat sinergi antarlembaga, serta menciptakan kepastian usaha yang lebih adil dan transparan bagi seluruh pelaku industri pelayaran nasional.

Produksi Susu UHT Diperkuat, Industri Susu Nasional Siap Dukung Program MBG

0

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat kesiapan industri pengolahan susu nasional guna mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satu fokus utama yang menjadi perhatian pemerintah adalah peningkatan Produksi Susu UHT, mengingat produk ini memiliki peran strategis dalam memastikan ketersediaan pangan bergizi yang aman, praktis, dan memiliki daya simpan panjang. Upaya tersebut sekaligus menjadi bagian dari penguatan ketahanan pangan dan peningkatan kualitas gizi masyarakat.

Komitmen penguatan Produksi Susu UHT tercermin dari realisasi investasi PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk senilai Rp1,14 triliun. Investasi tersebut diarahkan untuk memperluas kapasitas produksi sekaligus meningkatkan efisiensi proses industri agar mampu memenuhi kebutuhan program MBG secara berkelanjutan.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa industri pengolahan susu memegang peranan penting dalam mendukung program prioritas pemerintah. Menurutnya, kesiapan industri tidak hanya dilihat dari sisi volume produksi, tetapi juga dari kualitas produk dan keberlanjutan pasokan bahan baku.

“Industri pengolahan susu nasional harus mampu menjawab kebutuhan program MBG secara konsisten. Pemerintah mendorong peningkatan kapasitas Produksi Susu UHT, penerapan teknologi modern, serta kemitraan yang kuat dengan peternak sapi perah dalam negeri,” ujar Agus Gumiwang dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/1).

Investasi dan Teknologi Dorong Kapasitas Produksi

Sebagai bagian dari investasi tersebut, PT Ultrajaya telah mengoperasikan pabrik baru di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi, sejak 8 Desember 2025. Fasilitas ini dilengkapi tiga lini Produksi Susu UHT dengan ukuran kemasan 125 mililiter dan 200 mililiter yang dirancang khusus untuk mendukung distribusi program MBG. Perusahaan juga berencana menambah lini produksi baru pada Maret 2026 guna memperkuat kapasitas nasional.

Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin, Putu Juli Ardika, menjelaskan bahwa pabrik tersebut telah mengadopsi teknologi industri 4.0 untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing. Teknologi yang diterapkan antara lain Automated Guided Vehicle (AGV), sistem forklift autopilot, Manufacturing Execution System (MES), serta sistem manajemen gudang berbasis Automated Storage and Retrieval System (ASRS).

“Penerapan teknologi industri 4.0 terbukti mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi energi, serta menjaga konsistensi mutu Produksi Susu UHT,” kata Putu.

Selain itu, pabrik Ultrajaya juga dilengkapi fasilitas pengolahan limbah cair melalui Waste Water Treatment Plant (WWTP) berbasis ultrafiltration. Sistem ini memungkinkan sebagian besar limbah cair didaur ulang dan digunakan kembali dalam proses produksi, sehingga mendukung prinsip industri ramah lingkungan.

Penguatan Hulu untuk Pasokan Susu Segar

Dari sisi hulu, penguatan Produksi Susu UHT juga dilakukan melalui pengamanan pasokan bahan baku susu segar. PT Ultrajaya saat ini mengelola dua peternakan sapi perah di wilayah Bandung dan Sumatera Utara dengan total populasi sekitar 7.000 ekor sapi. Perusahaan juga merencanakan penambahan investasi untuk sekitar 4.000 ekor sapi perah guna meningkatkan ketersediaan susu segar dalam negeri.

Kemenperin menilai langkah ini penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak lokal. Ke depan, pemerintah akan terus mendorong peningkatan pemanfaatan susu segar domestik dalam Produksi Susu UHT, sejalan dengan target program MBG dan agenda ketahanan pangan nasional.

Selain itu, Kemenperin juga mengajak PT Ultrajaya untuk mengikuti seleksi National Lighthouse Industry 4.0 sebagai percontohan industri pengolahan susu berbasis teknologi dan otomasi. Sebelumnya, Kemenperin telah menjalankan program digitalisasi di Tempat Penampungan Susu (TPS) guna menjaga kualitas, kandungan protein, dan kesegaran susu segar dari peternak.

Koperasi Pesantren Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Syariah dan Pendamping Koperasi Desa

0

Peran Koperasi Pesantren kembali ditegaskan sebagai salah satu pilar penting dalam penguatan ekonomi syariah nasional. Pemerintah menilai Koperasi Pesantren memiliki kapasitas dan pengalaman yang cukup untuk berkontribusi langsung dalam pemerataan ekonomi, khususnya melalui pendampingan Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes/Kel) Merah Putih yang menjadi program strategis nasional.

Menteri Koperasi dan UKM, Ferry Juliantono, menyampaikan bahwa Koperasi Pesantren yang telah berkembang di berbagai daerah dapat berperan sebagai “kakak asuh” bagi koperasi desa. Skema pendampingan ini dinilai penting untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan kapasitas usaha, serta menjaga keberlanjutan koperasi di tingkat akar rumput.

Pernyataan tersebut disampaikan Ferry saat memberikan sambutan dalam Symposium bertajuk Halal Beyond Compliance: A Strategic Pathway to Global Leadership yang digelar di Menara Syariah, PIK 2, Kabupaten Tangerang, Banten, Rabu (21/1). Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antarpelaku ekonomi syariah untuk mendorong pertumbuhan yang inklusif dan berkelanjutan.

Menurut Ferry, sejumlah Koperasi Pesantren telah menunjukkan kinerja yang solid dan mampu mengelola usaha berskala besar, mulai dari sektor manufaktur hingga ritel modern. Pengalaman tersebut menjadi modal berharga untuk ditransfer kepada koperasi desa agar mampu berkembang secara profesional dan mandiri.

Koperasi Pesantren sebagai Penggerak Ekonomi Desa

Ferry menyebut beberapa Koperasi Pesantren yang telah sukses, seperti Koperasi Pondok Pesantren Sidogiri, Sunan Gresik, dan Nurul Jadid. Koperasi-koperasi tersebut dinilai berhasil membangun ekosistem usaha yang kuat, termasuk pengelolaan pabrik, jaringan distribusi, serta unit usaha ritel yang menjangkau masyarakat luas.

Model pengelolaan yang diterapkan Koperasi di Ponpes ini diharapkan dapat menjadi contoh bagi Kopdes Merah Putih dalam menjalankan kegiatan ekonomi produktif. Dengan pendampingan yang tepat, koperasi desa diharapkan mampu meningkatkan skala usaha, memperbaiki manajemen, dan memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat setempat.

Kopdes Merah Putih sendiri difokuskan pada sektor-sektor strategis, seperti distribusi bahan kebutuhan pokok, pengelolaan apotek dan klinik desa, serta penyediaan layanan keuangan mikro. Pemerintah berharap, dengan dukungan Koperasi Pesantren, koperasi desa dapat tumbuh lebih cepat dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga.

Infrastruktur dan Perluasan Peran Ekonomi Syariah

Selain pendampingan manajerial, pemerintah juga mendorong percepatan pembangunan infrastruktur pendukung bagi Kopdes Merah Putih. Ferry menjelaskan bahwa program ini mencakup pembangunan gudang modern untuk penyimpanan barang kebutuhan pokok dan produk lokal desa, serta fasilitas apotek dan klinik guna meningkatkan akses layanan kesehatan masyarakat.

Koperasi desa juga akan dilengkapi dengan armada logistik untuk memperlancar distribusi barang. Langkah ini bertujuan memutus rantai distribusi yang panjang dan mahal, sehingga harga barang dapat lebih terjangkau bagi masyarakat desa. Menurut Ferry, koperasi desa diharapkan menjadi ujung tombak distribusi dan pelayanan kebutuhan dasar masyarakat.

Lebih jauh, Ferry menekankan bahwa penguatan Koperasi Pesantren sejalan dengan upaya memperluas peran ekonomi syariah di sektor riil. Ia menilai ekonomi syariah harus hadir langsung dalam aktivitas produksi dan distribusi, bukan hanya terbatas pada sektor keuangan.

Sebagai Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah (MES), Ferry juga menyampaikan optimisme terhadap posisi Indonesia dalam peta ekonomi syariah global. Saat ini, Indonesia berada di peringkat ketiga Global Islamic Economy Indicator. Dengan dukungan Koperasi Pesantren dan koperasi desa yang kuat, Indonesia dinilai memiliki peluang besar untuk menjadi pemimpin industri halal dunia.

“Kolaborasi antara Koperasi Pesantren, koperasi desa, dan penerapan prinsip keberlanjutan akan memperkuat ekonomi syariah nasional sekaligus memberikan dampak langsung bagi masyarakat,” pungkas Ferry.

Prospek Perekonomian Indonesia Tetap Positif di Tengah Ketidakpastian Global

0

Di tengah dinamika global yang masih dipenuhi ketidakpastian, Prospek Perekonomian Indonesia dinilai tetap berada pada jalur yang solid dan menjanjikan. Ketahanan fundamental ekonomi, stabilitas makro yang terjaga, serta konsistensi bauran kebijakan pemerintah menjadi faktor utama yang menopang Prospek Perekonomian Indonesia dalam jangka menengah hingga panjang.

Optimisme tersebut sejalan dengan proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di kisaran 5,0 persen pada 2025 dan meningkat menjadi sekitar 5,1 persen pada 2026. Angka tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan laju pertumbuhan paling stabil di tengah tekanan ekonomi global yang masih berlangsung.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, menyampaikan bahwa proyeksi IMF mencerminkan kepercayaan dunia internasional terhadap daya tahan ekonomi nasional. Pemerintah, kata dia, terus memastikan kebijakan ekonomi dirancang secara responsif dan antisipatif guna menjaga kesinambungan pertumbuhan. Dengan fondasi yang kuat, Prospek Perekonomian Indonesia diyakini tetap terjaga meskipun tantangan eksternal belum sepenuhnya mereda.

Dalam satu dekade terakhir, perekonomian nasional secara konsisten mencatatkan pertumbuhan di kisaran 5 persen. Capaian tersebut menjadi indikator kuat bahwa kebijakan makroekonomi yang ditempuh mampu menjaga stabilitas, baik dari sisi inflasi, nilai tukar, maupun pengelolaan fiskal yang disiplin.

Stabilitas Fiskal dan Kepercayaan Pasar Jadi Penopang

Dari sisi fiskal, pemerintah dinilai berhasil menjaga defisit anggaran dalam batas aman, sekaligus memenuhi kewajiban keuangan negara secara tepat waktu. Pendekatan fiskal yang prudent ini memperkuat kepercayaan pasar serta menjadi penyangga utama ketahanan ekonomi nasional di tengah meningkatnya volatilitas global.

Stabilitas tersebut juga menjadi modal penting dalam menarik minat investor. Perbaikan iklim investasi, reformasi struktural yang terus berjalan, serta peningkatan efisiensi alokasi modal memperkuat Prospek Perekonomian Indonesia sebagai tujuan investasi jangka panjang. Indonesia semakin dipandang tidak hanya sebagai negara yang stabil, tetapi juga sebagai pasar dengan peluang pertumbuhan yang luas.

Peran Indonesia dalam rantai pasok global pun kian strategis. Peningkatan kapasitas industri, penguatan sektor manufaktur, serta pengembangan ekonomi digital dan energi berkelanjutan membuka ruang ekspansi yang lebih besar. Faktor-faktor tersebut dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.

Berdasarkan asumsi makro dalam APBN, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 ditargetkan mencapai 5,4 persen. Target tersebut dinilai realistis apabila realisasi investasi dan konsumsi domestik dapat terus diperkuat. Sejumlah indikator menunjukkan momentum pemulihan ekonomi masih berlanjut, seiring daya beli masyarakat yang relatif terjaga dan aktivitas dunia usaha yang membaik.

Meski proyeksi IMF masih sedikit di bawah target pemerintah, optimisme tetap terpelihara. Sinergi kebijakan fiskal dan moneter, percepatan belanja produktif, serta penguatan konsumsi dan investasi domestik diyakini mampu menjadi pengungkit utama. Dengan berbagai faktor tersebut, Prospek Perekonomian Indonesia dipandang tetap positif dan berpeluang tumbuh lebih optimal dalam beberapa tahun ke depan.

Pemerintah Siapkan Skema Pencairan THR 2026 untuk ASN dan Pensiunan

0

THR 2026 menjadi topik yang paling banyak dibicarakan menjelang datangnya Hari Raya Idulfitri, terutama di kalangan aparatur negara, anggota TNI/Polri, serta para pensiunan. Setiap tahun, pencairan tunjangan ini selalu dinantikan karena berperan penting dalam membantu memenuhi kebutuhan selama periode Lebaran. Pada THR 2026, pemerintah kembali menegaskan komitmennya untuk memastikan hak para penerima tersalurkan tepat waktu sesuai ketentuan yang berlaku.

Seiring semakin dekatnya perayaan Idulfitri, pertanyaan mengenai jadwal pencairan THR terus mengemuka. Tunjangan Hari Raya bukan sekadar tambahan penghasilan, tetapi juga menjadi bagian dari kebijakan fiskal yang berdampak langsung pada daya beli masyarakat. Oleh karena itu, kepastian waktu pencairan THR 2026 menjadi perhatian serius bagi berbagai pihak, khususnya para pegawai negeri dan aparat negara.

Perkiraan Jadwal Pencairan THR 2026

Mengacu pada pola pencairan di tahun-tahun sebelumnya, THR 2026 diperkirakan akan mulai disalurkan paling cepat sekitar tiga minggu sebelum Hari Raya Idulfitri. Sementara itu, batas paling lambat pencairan umumnya dilakukan sekitar 10 hari sebelum Lebaran.

Ketentuan mengenai pemberian tunjangan ini merujuk pada regulasi pemerintah yang mengatur pembayaran THR dan gaji ke-13 bagi aparatur negara, pensiunan, serta penerima tunjangan lainnya. Aturan tersebut menjadi dasar hukum dalam memastikan proses pencairan berjalan tertib, terstruktur, dan sesuai jadwal.

Pemerintah menekankan bahwa kebijakan ini tidak hanya bertujuan memenuhi kewajiban negara terhadap pegawainya, tetapi juga menjadi salah satu instrumen untuk menjaga stabilitas ekonomi menjelang hari besar keagamaan, di mana konsumsi masyarakat cenderung meningkat.

Komponen dan Besaran yang Diterima Penerima Manfaat

Dalam skema THR 2026, komponen yang diterima oleh ASN dan anggota TNI/Polri mencakup sejumlah unsur penghasilan. Di antaranya meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta tambahan penghasilan lainnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Besaran tunjangan yang diterima bervariasi berdasarkan golongan kepangkatan. Untuk aparatur negara di Golongan I, nominal yang diterima berkisar pada rentang terendah hingga menengah. Sementara itu, Golongan II dan III memperoleh nilai yang lebih besar sesuai dengan struktur penggajian yang berlaku. Adapun Golongan IV menerima nominal tertinggi seiring dengan tingkat jabatan dan masa kerja.

Pemerintah menegaskan bahwa pembayaran THR 2026 akan dilakukan secara penuh tanpa pemotongan, sebagai bentuk dukungan terhadap kesejahteraan aparatur negara dan pensiunan. Kebijakan ini juga diharapkan dapat memberikan efek positif terhadap perputaran ekonomi di tingkat nasional dan daerah.

Mekanisme dan Antisipasi Pencairan

Untuk memastikan proses pencairan berjalan lancar, para penerima diimbau melakukan sejumlah langkah antisipatif. Di antaranya memastikan rekening pada bank penyalur dalam kondisi aktif guna menghindari kendala teknis. Selain itu, validitas data kepesertaan pada lembaga pengelola dana pensiun juga perlu diperhatikan.

Bagi pensiunan, pemutakhiran data pribadi menjadi hal penting apabila terdapat perubahan informasi. Sementara untuk ahli waris penerima hak, kelengkapan dokumen administratif sesuai ketentuan hukum wajib dipenuhi agar proses pencairan tidak terhambat.

Dengan berbagai persiapan tersebut, diharapkan penyaluran THR 2026 dapat berlangsung tertib, tepat sasaran, dan sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan. Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk memantau rekening masing-masing secara berkala sebagai bentuk kewaspadaan dan memastikan hak yang diterima tersalurkan dengan baik.

Tak Pernah Sepi, Inilah Ragam Bisnis Saat Imlek yang Laris Manis di Pasaran

Tiap kali memasuki awal tahun baru penanggalan Tionghoa, aktivitas ekonomi biasanya ikut menghangat. Bisnis saat Imlek selalu menarik untuk dibahas karena momen ini bukan sekadar perayaan budaya, tetapi juga periode belanja besar-besaran. Mulai dari kebutuhan rumah tangga, hadiah, hingga konsumsi makanan khas, semuanya mengalami lonjakan permintaan. Bagi pelaku usaha, memahami pola bisnis saat Imlek bisa membuka peluang cuan yang tidak kecil, apalagi jika dieksekusi dengan strategi yang tepat. Tidak heran bila bisnis saat Imlek kerap dianggap sebagai salah satu momentum emas di awal tahun.

Perayaan Imlek identik dengan tradisi berbagi, berkumpul bersama keluarga, serta simbol keberuntungan. Nilai-nilai tersebut secara tidak langsung membentuk perilaku konsumsi masyarakat. Konsumen cenderung tidak ragu mengeluarkan uang demi kelancaran perayaan, tampilan rumah yang lebih menarik, hingga pemberian angpao. Inilah yang membuat sejumlah sektor usaha selalu kebanjiran pesanan setiap tahunnya.

Salah satu sektor yang paling menonjol adalah kuliner. Kue keranjang, lapis legit, manisan, hingga makanan khas Tionghoa lainnya selalu diburu menjelang Imlek. Bahkan, banyak konsumen yang memesan jauh-jauh hari untuk memastikan stok aman. Tidak hanya produsen skala besar, usaha rumahan pun sering kali ikut kecipratan rezeki karena permintaan melonjak drastis dalam waktu singkat.

Selain makanan, bisnis hampers juga mencatat pertumbuhan signifikan. Paket bingkisan berisi makanan, minuman, teh premium, atau produk kesehatan menjadi pilihan favorit untuk diberikan kepada keluarga, relasi bisnis, hingga rekan kerja. Pelaku usaha kreatif yang mampu mengemas hampers dengan tampilan eksklusif biasanya lebih cepat menarik perhatian pasar.

Peluang Bisnis Lain yang Ikut Bersinar Saat Imlek

Di luar kuliner dan hampers, sektor dekorasi rumah juga tidak kalah ramai. Ornamen bernuansa merah dan emas, lampion, hingga pernak-pernik bertema shio tahun berjalan banyak dicari untuk mempercantik rumah atau tempat usaha. Penjualan dekorasi Imlek tidak hanya laris di toko fisik, tetapi juga di platform digital, sehingga pelaku usaha online memiliki kesempatan yang sama besar.

Bisnis pakaian turut merasakan dampak positif. Baju bernuansa merah, dress, atau atasan dengan sentuhan oriental sering menjadi pilihan untuk dikenakan saat perayaan. Menariknya, konsumen tidak selalu mencari pakaian tradisional. Banyak yang memilih busana modern dengan warna dan detail yang tetap mencerminkan suasana Imlek. Hal ini membuka ruang bagi brand lokal untuk berinovasi.

Jasa penukaran uang baru juga menjadi bisnis musiman yang hampir selalu dicari. Tradisi berbagi angpao membuat kebutuhan uang pecahan baru meningkat tajam. Meskipun terkesan sederhana, layanan ini bisa menghasilkan margin yang cukup menarik jika dikelola dengan aman dan sesuai aturan.

Tidak kalah penting, sektor jasa digital pun ikut kecipratan peluang. Toko online, jasa desain grafis untuk kartu ucapan Imlek, hingga layanan pemasaran digital sering kebanjiran permintaan dari pelaku usaha yang ingin tampil maksimal selama musim perayaan. Di era digital, promosi yang tepat waktu dan relevan menjadi kunci untuk memenangkan persaingan.

Melihat berbagai peluang tersebut, kunci sukses menjalankan bisnis saat Imlek terletak pada persiapan dan pemahaman pasar. Pelaku usaha perlu memprediksi tren, menyiapkan stok lebih awal, serta menyesuaikan strategi promosi dengan karakter konsumen. Waktu yang singkat menjelang Imlek menuntut eksekusi yang cepat dan tepat.

Pada akhirnya, Imlek bukan hanya soal tradisi dan perayaan, tetapi juga momentum ekonomi yang berulang setiap tahun. Bagi siapa pun yang jeli membaca peluang, bisnis saat Imlek bisa menjadi sumber pendapatan tambahan yang signifikan, sekaligus batu loncatan untuk memperluas pasar di bulan-bulan berikutnya.

Penguatan Industri Nasional Jadi Fokus Utama Kebijakan Investasi Pemerintah

0

Di tengah arus investasi global yang semakin kompetitif, pemerintah menegaskan bahwa setiap modal yang masuk ke Indonesia harus berkontribusi langsung terhadap Penguatan Industri Nasional. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan investasi tidak lagi dipandang sebatas aliran dana, melainkan sebagai instrumen strategis untuk memperdalam struktur industri, memperkuat rantai pasok dalam negeri, serta meningkatkan daya saing industri nasional di tingkat global. Kebijakan ini menjadi landasan utama Penguatan Industri Nasional agar pertumbuhan industri berjalan berkelanjutan dan inklusif.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa arah kebijakan investasi industri Indonesia kini difokuskan pada peningkatan kapabilitas industri dalam negeri. Pemerintah mendorong investasi yang membawa alih teknologi, transfer pengetahuan, serta keterlibatan nyata pelaku industri lokal, termasuk industri kecil dan menengah (IKM), dalam ekosistem industri nasional.

“Investasi yang kami dorong adalah investasi berkualitas, yang menghadirkan know-how, teknologi, dan keterlibatan industri domestik secara nyata. Indonesia tidak ingin investasi bersifat enclave, tetapi terhubung erat dengan ekosistem industri dalam negeri dan memperkuat Penguatan Industri Nasional,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (23/1).

Menurutnya, pendekatan tersebut penting agar manfaat investasi dapat dirasakan secara luas, tidak hanya oleh industri besar, tetapi juga oleh pelaku usaha lokal yang menjadi bagian dari rantai pasok. Dengan struktur industri yang saling terhubung, Indonesia dinilai akan lebih siap menghadapi dinamika ekonomi global.

Investasi Global Didorong Perkuat Rantai Pasok Domestik

Arah kebijakan Kemenperin tersebut sejalan dengan pesan strategis Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto yang disampaikan dalam World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss. Dalam forum tersebut, Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara yang stabil, kredibel, dan memiliki prospek besar sebagai mitra investasi global, sekaligus berkomitmen mempercepat industrialisasi nasional.

Presiden Prabowo juga menyoroti pembentukan sovereign wealth fund Danantara Indonesia sebagai instrumen strategis untuk mendukung transformasi ekonomi dan memperluas kerja sama investasi jangka panjang. Melalui Danantara, pemerintah ingin memastikan investasi yang masuk tidak hanya berorientasi pada keuntungan finansial, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah dan Penguatan Industri Nasional.

Menperin menambahkan bahwa investasi berkualitas akan diarahkan pada sektor-sektor prioritas yang mampu memperkuat kapasitas industri nasional. Selain mendorong alih teknologi, Kemenperin juga memperluas dukungan bagi peningkatan peran IKM melalui berbagai program fasilitasi, insentif berbasis komponen dalam negeri, serta integrasi ke dalam rantai pasok industri besar.

Lebih lanjut, setiap investasi baru diharapkan berkontribusi pada pengembangan sumber daya manusia industri. Pemerintah memastikan adanya keterkaitan antara investasi dengan pendidikan vokasi, peningkatan keterampilan tenaga kerja, serta transfer kompetensi yang berkelanjutan. Langkah ini dipandang krusial agar Penguatan Industri Nasional tidak hanya tercermin dari sisi produksi, tetapi juga kualitas SDM.

Dengan strategi tersebut, Kemenperin optimistis kolaborasi global yang terbangun mampu mendorong industrialisasi yang lebih kuat dan berdaya saing. Investasi yang terintegrasi dengan ekosistem industri domestik diyakini akan memperkokoh fondasi ekonomi nasional dan menempatkan Indonesia sebagai pemain penting dalam rantai nilai global.

Aplikasi Transaksi Digital dan Kios Digital, Semakin jadi Solusi Transaksi Praktis Masa Kini!

Perkembangan teknologi finansial membuat cara masyarakat bertransaksi ikut berubah. Jika dulu layanan pembayaran dan pembelian produk digital identik dengan konter fisik atau loket tertentu, kini semuanya bisa dilakukan melalui aplikasi transaksi digital. Salah satu wujud nyata dari perubahan ini adalah hadirnya kios digital, sebuah konsep layanan yang menggabungkan kemudahan aplikasi dengan fungsi kios konvensional. Melalui aplikasi transaksi digital, pelaku usaha kecil hingga masyarakat umum dapat mengakses berbagai layanan keuangan dan pembayaran hanya dari satu platform. Tidak heran jika aplikasi transaksi digital menjadi tulang punggung bagi kios digital yang kini semakin menjamur, terutama di daerah pemukiman dan kawasan UMKM.

Kios digital bukan sekadar tren sesaat. Model bisnis ini tumbuh seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat terhadap layanan cepat, praktis, dan minim kontak fisik. Dengan modal relatif terjangkau, kios digital membuka peluang usaha baru yang relevan dengan kebiasaan transaksi modern.

Apa Itu Kios Digital dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Secara sederhana, kios digital adalah usaha berbasis layanan transaksi yang dijalankan melalui aplikasi. Pemilik kios biasanya menggunakan satu atau beberapa aplikasi transaksi digital untuk melayani kebutuhan pelanggan, mulai dari pembelian pulsa, paket data, token listrik, pembayaran tagihan, hingga transfer uang dan top up dompet digital.

Cara kerjanya cukup praktis. Pemilik kios mendaftar pada penyedia aplikasi tertentu, melakukan deposit saldo, lalu mulai melayani transaksi pelanggan. Setiap transaksi yang berhasil akan memberikan komisi atau margin keuntungan. Dari sisi pelanggan, prosesnya juga lebih mudah karena tidak perlu berpindah-pindah tempat untuk membayar berbagai kebutuhan.

Yang menarik, kios digital tidak selalu membutuhkan tempat khusus. Banyak pelaku usaha menjalankannya dari rumah, warung kecil, atau bahkan sebagai usaha sampingan. Inilah yang membuat kios digital relevan bagi masyarakat yang ingin memulai bisnis dengan risiko terukur.

Peran Kios Digital dalam Ekosistem Bisnis Modern

Kios digital memiliki peran penting dalam memperluas inklusi keuangan. Tidak semua masyarakat terbiasa menggunakan aplikasi perbankan atau dompet digital secara mandiri. Di sinilah kios digital menjadi jembatan antara teknologi dan pengguna akhir. Dengan bantuan operator kios, pelanggan tetap bisa menikmati layanan keuangan tanpa harus memahami teknis aplikasi secara mendalam.

Dari sudut pandang bisnis, kios digital membantu menciptakan perputaran ekonomi di tingkat lokal. Warung yang sebelumnya hanya menjual kebutuhan harian kini dapat menambah sumber pendapatan dari layanan transaksi. Hal ini membuat usaha kecil lebih adaptif terhadap perubahan zaman.

Selain itu, keberadaan kios digital juga mendukung transformasi digital nasional. Semakin banyak transaksi non-tunai terjadi, semakin kuat pula ekosistem digital yang terbentuk. Bagi pelaku usaha, keterlibatan dalam ekosistem ini membuka peluang kolaborasi dan pengembangan layanan di masa depan.

Keuntungan Menggunakan Aplikasi Transaksi Digital untuk Kios

Mengandalkan aplikasi transaksi digital memberikan sejumlah keuntungan yang signifikan. Pertama, efisiensi waktu dan operasional. Semua layanan terpusat dalam satu aplikasi, sehingga proses transaksi menjadi lebih cepat dan minim kesalahan. Kedua, transparansi. Riwayat transaksi, laporan penjualan, dan komisi dapat dipantau secara real time.

Keuntungan lainnya adalah fleksibilitas. Pemilik kios dapat menyesuaikan jam operasional sesuai kebutuhan tanpa terikat sistem rumit. Bahkan, banyak yang menjalankan kios digital sebagai usaha tambahan di luar pekerjaan utama.

Dari sisi pelanggan, kehadiran kios digital memberikan kenyamanan. Mereka tidak perlu pergi jauh atau menunggu lama untuk menyelesaikan urusan pembayaran. Cukup datang ke kios terdekat, semua kebutuhan transaksi bisa selesai dalam satu tempat.

Kios Digital sebagai Peluang Usaha di Era Digital

Melihat perkembangannya, kios digital memiliki potensi jangka panjang. Selama kebutuhan transaksi digital terus meningkat, permintaan terhadap layanan ini akan tetap ada. Kunci keberhasilannya terletak pada pemilihan aplikasi yang tepat, pelayanan yang konsisten, serta kemampuan membangun kepercayaan pelanggan.

Bagi yang ingin terjun ke dunia usaha tanpa harus membangun sistem dari nol, kios digital bisa menjadi pilihan realistis. Dengan dukungan aplikasi transaksi digital yang terus berkembang, model bisnis ini menawarkan keseimbangan antara kemudahan, peluang keuntungan, dan relevansi dengan gaya hidup modern.

Ke depan, kios digital bukan hanya tempat transaksi, tetapi bisa berkembang menjadi pusat layanan digital di lingkungan sekitar. Sebuah peran kecil yang dampaknya besar bagi ekonomi lokal dan transformasi digital secara keseluruhan.

PSSI Gandeng Kelme sebagai Aparel Resmi Timnas Indonesia, Perkuat Identitas dan Performa

0

PSSI melalui PT Garuda Sepak Bola Indonesia (GSI) resmi mengumumkan Kelme sebagai Kelme Aparel Resmi Timnas Indonesia. Penunjukan jenama asal Spanyol tersebut menandai dimulainya kemitraan jangka panjang yang mencakup seluruh kelompok usia Timnas Indonesia, termasuk kerja sama dengan Federasi Futsal Indonesia (FFI). Kehadiran Kelme Aparel Resmi Timnas diharapkan mampu memperkuat identitas nasional sekaligus meningkatkan standar profesionalisme sepak bola Indonesia.

Kerja sama ini tidak hanya berfokus pada penyediaan jersey pertandingan, tetapi juga mencakup kebutuhan teknis lain seperti perlengkapan latihan, apparel ofisial tim, hingga kebutuhan wasit dan kompetisi usia muda. Sejak awal, PSSI menegaskan bahwa pemilihan Kelme Aparel Resmi Timnas merupakan bagian dari strategi besar untuk membangun ekosistem sepak bola nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing internasional.

Proses pemilihan mitra apparel tersebut dilakukan melalui mekanisme tender yang ketat dan transparan sejak Juli 2025. Tercatat, sedikitnya tujuh produsen apparel ternama, baik dari dalam maupun luar negeri, ikut bersaing. Setelah melalui berbagai tahap evaluasi, Kelme dinilai paling memenuhi kriteria yang ditetapkan, mulai dari kapasitas produksi, kualitas material, hingga komitmen jangka panjang.

Keunggulan Kelme sebagai sponsor global AFC menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan tersebut. Selain reputasi internasional, Kelme juga menawarkan fleksibilitas desain yang dapat disesuaikan dengan karakter dan identitas Timnas Indonesia. Hal inilah yang membuat Kelme Aparel Resmi Timnas dipercaya mampu menjawab kebutuhan teknis sekaligus aspek kebanggaan nasional.

Komitmen Jangka Panjang untuk Ekosistem Sepak Bola Nasional

CEO Kelme Indonesia, Kevin Wijaya, menegaskan bahwa kolaborasi ini melampaui kepentingan bisnis semata. Menurutnya, kemajuan sepak bola Indonesia membutuhkan konsistensi dan komitmen jangka panjang dari seluruh pemangku kepentingan.

Ia menyampaikan bahwa Kelme hadir sebagai mitra strategis yang ingin tumbuh bersama Timnas Indonesia dalam setiap fase perjalanan, mulai dari pembinaan usia dini hingga level senior. Melalui peran sebagai Kelme Aparel Resmi Timnas, pihaknya ingin memastikan bahwa standar perlengkapan yang digunakan pemain nasional setara dengan praktik terbaik di level internasional.

Kelme juga memastikan bahwa produk-produk yang dikenakan para pemain Timnas akan tersedia bagi masyarakat luas. Langkah ini dipandang sebagai upaya untuk memperluas budaya sepak bola serta memperkuat keterikatan publik dengan Timnas Indonesia. Ketersediaan produk resmi diharapkan mampu meningkatkan rasa memiliki sekaligus mendukung perkembangan industri olahraga nasional.

Mulai Maret 2026, Kelme juga akan secara resmi menjadi mitra apparel Timnas Futsal Indonesia. Selain itu, mereka turut mendukung kompetisi usia muda seperti Piala Soeratin, yang selama ini menjadi fondasi pembinaan talenta sepak bola nasional.

Pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, menyambut positif kehadiran apparel baru bagi skuadnya. Ia menilai perlengkapan berkualitas tinggi dapat memberikan dampak psikologis yang signifikan, baik dalam sesi latihan maupun pertandingan resmi. Menurut Herdman, setiap detail dalam tim, termasuk apparel, memiliki peran penting dalam membangun standar profesional dan rasa kebanggaan.

Sementara itu, Ketua Umum PSSI Erick Thohir menilai masuknya Kelme Aparel Resmi Timnas sebagai sinyal meningkatnya nilai industri sepak bola Indonesia di mata global. Ia menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar pergantian jersey, melainkan bagian dari strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas, daya saing, dan citra sepak bola nasional.

Perluas Pasar dan Substitusi Impor, Industri Pati Ubi Kayu Terus Diperkuat

0

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat pengembangan Pati Ubi Kayu sebagai salah satu komoditas strategis nasional yang dinilai mampu menopang kinerja industri berbasis sumber daya lokal. Penguatan sektor ini diarahkan untuk meningkatkan daya saing industri dalam negeri, memperluas penetrasi pasar, sekaligus mendorong substitusi impor melalui optimalisasi produksi nasional. Dengan potensi pasar yang luas, Pati Ubi Kayu diposisikan sebagai bahan baku penting dalam berbagai rantai industri.

Sebagai langkah konkret, Kemenperin menggandeng Perhimpunan Pengusaha Tepung Tapioka Indonesia (PPTTI) menggelar Business Matching Pati Ubi Kayu yang berlangsung di Jakarta pada Kamis, 22 Januari 2026. Kegiatan ini mempertemukan pelaku industri produsen dengan industri pengguna guna memperkuat keterhubungan hulu dan hilir serta memastikan kebutuhan bahan baku dapat dipenuhi dari dalam negeri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa penguatan sektor Pati Ubi Kayu sejalan dengan arah Strategi Besar Industri Nasional (SBIN) yang menekankan integrasi rantai nilai industri. Menurutnya, pengembangan industri berbasis komoditas lokal menjadi kunci dalam menciptakan struktur industri nasional yang tangguh dan berkelanjutan.

“Saat ini terdapat sekitar 125 perusahaan pati ubi kayu dengan tingkat utilisasi produksi sekitar 43 persen. Meski demikian, produk dalam negeri telah menguasai sekitar 79 persen pasar domestik. Angka ini menunjukkan peluang besar untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing industri pati ubi kayu nasional,” ujar Agus dalam sambutannya.

Potensi Pati Ubi Kayu untuk Berbagai Sektor Industri

Pati ubi kayu dikenal sebagai komoditas bernilai tambah tinggi dengan cakupan pemanfaatan yang luas. Di sektor pangan, pati ubi kayu digunakan sebagai bahan baku pemanis, bumbu, makanan ringan, hingga mie instan. Sementara di sektor nonpangan, komoditas ini dimanfaatkan dalam industri kertas, bahan kimia, farmasi, hingga energi terbarukan seperti etanol.

Kinerja ekspor Pati Ubi Kayu juga menunjukkan tren yang menggembirakan. Hingga November 2025, nilai ekspor tercatat mencapai USD18,7 juta atau tumbuh sekitar 58,34 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini memperkuat keyakinan pemerintah bahwa pati ubi kayu memiliki peluang besar untuk menembus pasar global.

Meski demikian, Agus mengakui bahwa sektor pati ubi kayu masih menghadapi tantangan, terutama terkait persaingan harga dan mutu dengan produk impor. Untuk menjawab tantangan tersebut, Kemenperin mendorong penguatan sinergi antara produsen dan industri pengguna agar produk dalam negeri semakin kompetitif.

Strategi Penguatan Rantai Pasok dan Substitusi Impor

Dalam rangka memperkuat posisi sektor Pati Ubi Kayu, Kemenperin juga mengoptimalkan penerapan mekanisme Neraca Komoditas sebagai instrumen pengendalian impor. Kebijakan ini diharapkan dapat menciptakan keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan industri, sekaligus memberi ruang bagi produsen lokal untuk meningkatkan kapasitas produksi.

Selain itu, diversifikasi spesifikasi produk menjadi fokus utama. Pemerintah mendorong pelaku industri agar mampu menyesuaikan karakteristik pati ubi kayu dengan kebutuhan industri pengguna, baik dari sisi kualitas, fungsi, maupun standar teknis. Langkah ini penting agar produk lokal dapat menggantikan peran produk impor secara berkelanjutan.

Melalui forum business matching, Kemenperin berharap terjalin kerja sama jangka panjang antara pelaku industri hulu dan hilir. Penguatan industri Pati Ubi Kayu tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kinerja sektor manufaktur, tetapi juga untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku lokal, memperluas pasar, serta memperkokoh struktur industri nasional berbasis sumber daya dalam negeri.