Free Fire World Series 2025 Jadi Panggung Global Bagi Produk Kreatif Indonesia

0
260
Free Fire World Series 2025 Jadi Panggung Global Bagi Produk Kreatif Indonesia
Free Fire World Series 2025 Jadi Panggung Global Bagi Produk Kreatif Indonesia (Dok Foto: Kemenekraf)
Pojok Bisnis

Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) bersama Garena Indonesia resmi membuka kolaborasi lintas subsektor dalam penyelenggaraan Free Fire World Series (FFWS) Global Finals 2025. Acara ini diperkenalkan dalam konferensi pers di Gold Ballroom, Thamrin Nine Complex, Jakarta, dan akan berlangsung pada 31 Oktober hingga 15 November 2025 di Indonesia Arena. Tidak sekadar menghadirkan turnamen e-sports, Indonesia juga menampilkan batik, musik elektronik, seni visual, hingga komik digital, sebagai bukti bahwa produk kreatif nasional mampu bersaing di panggung global.

Menteri Ekraf, Teuku Riefky Harsya, menegaskan bahwa industri game menjadi salah satu subsektor penting yang kini berperan sebagai mesin pertumbuhan baru bagi perekonomian. Menurutnya, FFWS 2025 adalah momentum untuk menunjukkan kekuatan talenta muda Indonesia.

Industri game bukan hanya soal hiburan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berkualitas, membuka peluang usaha, dan menjadi ruang bagi generasi muda untuk berkompetisi di level dunia,” ungkap Teuku Riefky.

Kolaborasi Seni, Budaya, dan E-Sports

Dalam penyelenggaraan Free Fire World Series 2025, sejumlah kreator lokal dilibatkan untuk menampilkan kekayaan budaya Indonesia dalam balutan modern. Grup musik elektronik Weird Genius, seniman visual Muklay, komikus digital Tahilalats, hingga Guru Batik turut serta memperkaya gelaran ini. Perpaduan karya seni dengan kompetisi e-sports diharapkan menciptakan pengalaman baru bagi para penonton internasional.

PT Mitra Mortar indonesia

“Kolaborasi hexahelix antara pelaku usaha, kreator, akademisi, komunitas, media, dan pemerintah adalah kunci untuk mempercepat lahirnya ciptaan lokal yang bisa bersaing secara global,” tambah Menteri Ekraf. Ia menegaskan bahwa dukungan Garena Indonesia dan berbagai pihak menjadi bukti ekosistem kreatif Indonesia semakin solid.

Wakil Menteri Ekraf, Irene Umar, menilai bahwa FFWS bukan sekadar kompetisi, melainkan juga etalase inovasi. “Komunitas Free Fire adalah salah satu yang terbesar di dunia. Melalui keterlibatan seniman, musisi, hingga perajin batik, kita membuktikan karya anak bangsa bisa hadir di panggung global. Indonesia bukan hanya tuan rumah, tetapi juga penampil,” ujarnya.

Batik Jadi Ikon Baru di Dunia Game Indonesia

Country Head Garena Indonesia, Hans Saleh, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi kreatif ini. Ia menekankan bahwa e-sports dapat dipadukan dengan seni untuk membuka peluang ekonomi baru. “Free Fire World Series di Indonesia membuktikan bahwa e-sports tidak hanya soal kompetisi, tetapi juga perayaan ide-ide kreatif dan keberagaman budaya,” jelasnya.

Sementara itu, perwakilan Guru Batik, Dheni Nugroho, menyebut keterlibatan batik dalam turnamen ini sebagai sejarah baru. Ia memperkenalkan motif Glompol (kebersamaan) dan Nitik (ketekunan) yang dipilih khusus untuk merchandise resmi turnamen. “Kami ingin menunjukkan bahwa batik bukan kuno, justru bisa tampil modern dan relevan untuk generasi muda,” katanya.

Kehadiran produk kreatif di ajang FFWS 2025 menjadi bukti nyata bahwa Indonesia tidak hanya mampu menjadi penyelenggara kompetisi kelas dunia, tetapi juga memanfaatkan panggung tersebut untuk memperkenalkan identitas budaya bangsa. Dengan audiens global yang mencapai jutaan penonton, momentum ini dipandang sebagai langkah strategis untuk mengukuhkan posisi Indonesia di industri kreatif internasional.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan