Selasa, September 1, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 50

Bisnis Mendadak Viral? Ini yang Harus Dilakukan dalam 7 Hari Pertama

Ketika bisnis mendadak viral, rasanya seperti mimpi yang jadi nyata. Notifikasi masuk tanpa henti, order melonjak, media sosial ramai komentar, bahkan mungkin media mulai menghubungi. Namun di balik euforia itu, ada risiko besar jika tidak dikelola dengan tenang. Banyak bisnis mendadak viral justru tumbang karena tidak siap menghadapi lonjakan permintaan. Tujuh hari pertama adalah fase krusial yang menentukan apakah momentum ini akan jadi batu loncatan atau justru awal kekacauan.

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menenangkan diri. Viral sering kali memicu keputusan impulsif: menambah varian produk, membuka pre-order tanpa hitung kapasitas, atau menjanjikan pengiriman super cepat. Padahal, langkah paling penting justru mengukur kemampuan produksi dan operasional saat ini.

Periksa stok, bahan baku, dan kapasitas tim. Jika perlu, batasi order sementara. Lebih baik menolak sebagian pesanan daripada menerima semuanya tapi gagal kirim tepat waktu. Reputasi dibangun dari kepercayaan, bukan sekadar angka penjualan.

Hari 1–3: Stabilkan Operasional dan Komunikasi

Di tiga hari pertama, fokus utama adalah stabilitas. Pastikan semua pesanan tercatat dengan rapi. Gunakan sistem sederhana jika sebelumnya masih manual. Jika perlu, rekrut bantuan sementara untuk packing atau admin.

Komunikasi ke pelanggan harus jelas. Jika ada potensi keterlambatan, sampaikan sejak awal. Pelanggan biasanya bisa memahami kondisi bisnis mendadak viral, selama informasinya transparan. Yang sering memicu komplain bukan keterlambatan, melainkan ketidakjelasan.

Selain itu, manfaatkan momentum untuk mengumpulkan data. Catat produk mana yang paling diminati, demografi pembeli, serta kanal promosi yang paling efektif. Data ini sangat berharga untuk strategi jangka panjang.

Hari 4–7: Ubah Viral Jadi Strategi Jangka Panjang

Setelah operasional mulai terkendali, masuk ke fase penguatan. Jangan hanya menikmati lonjakan sesaat. Pikirkan bagaimana mengubah bisnis mendadak viral menjadi bisnis yang stabil.

Pertama, optimalkan media sosial. Tambahkan informasi penting di bio, perjelas katalog, dan sematkan testimoni pelanggan baru. Momentum viral adalah waktu terbaik membangun kredibilitas.

Kedua, siapkan sistem pre-order yang realistis jika permintaan masih tinggi. Jangan memaksakan produksi instan jika kapasitas terbatas. Lebih baik memberi estimasi waktu jelas daripada mengecewakan banyak orang.

Ketiga, pertimbangkan penyesuaian harga jika memang permintaan sangat tinggi dan kapasitas terbatas. Ini bukan soal memanfaatkan situasi, tetapi menjaga keseimbangan antara permintaan dan kemampuan produksi.

Keempat, mulai pikirkan manajemen arus kas. Lonjakan penjualan berarti uang masuk besar, tetapi juga berarti biaya produksi meningkat. Jangan sampai dana habis untuk belanja bahan baku tanpa perhitungan margin.

Yang tidak kalah penting, siapkan skenario jika tren mulai turun. Banyak bisnis mendadak viral mengalami penurunan drastis setelah hype mereda. Karena itu, manfaatkan perhatian publik untuk membangun database pelanggan, seperti mengumpulkan email atau nomor WhatsApp (dengan izin). Dengan begitu, hubungan tidak putus saat tren selesai.

Viral adalah peluang, tetapi juga ujian. Dalam tujuh hari pertama, keputusan kecil bisa berdampak besar. Fokus pada kualitas, komunikasi, dan pengelolaan operasional. Jangan terburu-buru ekspansi hanya karena merasa momentum sedang tinggi.

Kapan THR Pensiunan Dibayarkan? Pemerintah Siapkan Anggaran Rp55 Triliun

0

Memasuki pekan kedua Ramadan 2026, informasi mengenai pencairan THR Pensiunan mulai menjadi perhatian. Tidak hanya aparatur sipil negara (ASN) yang masih aktif, para pensiunan PNS, termasuk purnawirawan TNI dan Polri, juga masuk dalam daftar penerima manfaat tersebut. Kepastian jadwal dan mekanisme pencairan THR Pensiunan kini tinggal menunggu pengumuman resmi pemerintah.

Mengacu pada Pasal 14 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2025, tunjangan hari raya dapat dibayarkan paling cepat 15 hari kerja sebelum Hari Raya Idulfitri. Jika Lebaran 2026 diperkirakan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026, maka estimasi awal pencairan bisa dimulai sekitar Rabu, 25 Februari 2026. Meski demikian, tanggal tersebut masih bersifat proyeksi karena keputusan final tetap menunggu regulasi teknis yang diteken pemerintah.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya menyampaikan bahwa anggaran sebesar Rp55 triliun telah disiapkan untuk pembayaran THR ASN 2026, termasuk di dalamnya THR Pensiunan. Pemerintah menargetkan penyaluran dilakukan pada awal Ramadan agar dapat membantu kebutuhan masyarakat menjelang hari raya. Namun, jadwal pasti pencairan akan diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto.

Komponen dan Perkiraan Besaran THR Pensiunan

Dalam skema yang berlaku, komponen THR Pensiunan tidak hanya mencakup pensiun pokok. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2025, tunjangan yang diterima meliputi pensiun pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta tunjangan penghasilan. Struktur ini pada dasarnya mengikuti komponen yang diterima setiap bulan, sehingga besarannya relatif konsisten.

Sementara itu, ketentuan mengenai besaran pensiun pokok diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2024. Untuk Golongan I (Juru), kisaran pensiun berada di rentang Rp1.748.100 hingga Rp2.256.700. Golongan II (Pengatur) berkisar Rp1.748.100 sampai Rp3.208.800. Golongan III (Penata) mencapai Rp4.029.536 pada batas atas, sedangkan Golongan IV (Pembina) bisa mencapai Rp4.957.100.

Mekanisme pencairan THR Pensiunan saat ini sebagian besar dilakukan melalui transfer langsung ke rekening masing-masing penerima. Bagi pensiunan yang terbiasa mengambil dana secara tunai, pencairan tetap dapat dilakukan melalui kantor pos atau bank mitra yang bekerja sama dengan Taspen.

Taspen juga mengingatkan agar para pensiunan berhati-hati terhadap informasi yang belum terverifikasi, terutama yang meminta data pribadi dengan mengatasnamakan institusi tersebut. Pemerintah menegaskan bahwa seluruh proses penyaluran THR Pensiunan dilakukan secara resmi dan transparan melalui kanal yang telah ditetapkan.

Bahan Pokok Jelang Lebaran Dipastikan Aman, Bapanas Klaim Stok Cukup hingga Pasca-Idulfitri

0

Ketersediaan bahan pokok jelang lebaran dipastikan dalam kondisi aman oleh Badan Pangan Nasional (Bapanas). Pemerintah menegaskan stok nasional mencukupi hingga setelah Idulfitri 2026, sementara pengawasan harga terus diperketat untuk mencegah lonjakan yang merugikan masyarakat. Situasi bahan pokok jelang lebaran menjadi perhatian serius mengingat pola konsumsi biasanya meningkat signifikan pada periode tersebut.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan neraca pangan nasional menunjukkan posisi yang sangat aman. Berdasarkan proyeksi hingga Minggu IV Februari 2026, seluruh komoditas strategis berada dalam kategori cukup.

“Jika melihat neraca sampai pasca-Lebaran, kondisinya sangat aman,” ujar Ketut di Jakarta, Selasa (24/2/2026).

Data Bapanas mencatat total ketersediaan beras sepanjang 2026 mencapai 47,21 juta ton. Untuk jagung sebesar 22,05 juta ton, kedelai 3,10 juta ton, daging ayam ras 5,72 juta ton, telur ayam ras 7,42 juta ton, cabai rawit 968 ribu ton, serta cabai besar 994 ribu ton. Angka tersebut menjadi dasar keyakinan pemerintah bahwa stabilitas bahan pokok jelang lebaran dapat terjaga.

Satgas dan Intervensi Pasar Diperkuat

Di sisi pengawasan, Satgas Saber Pelanggaran Harga Pangan telah bergerak hampir satu bulan terakhir. Hingga 22 Februari 2026, pemantauan dilakukan di 1.329 titik yang mencakup pedagang eceran, ritel modern, grosir, distributor, hingga produsen.

Satgas memfokuskan pengawasan pada pelaku usaha yang berpotensi menaikkan harga secara tidak wajar atau melakukan spekulasi. Langkah ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas bahan pokok jelang lebaran, terutama pada komoditas yang sensitif terhadap fluktuasi pasokan.

Salah satu komoditas yang sempat mengalami tekanan harga adalah cabai rawit merah. Pemerintah melakukan intervensi sejak 19 hingga 24 Februari dengan total distribusi mencapai 10,9 ton. Pasokan ke Pasar Induk Kramat Jati meningkat menjadi 16 ton pada 23 Februari, naik 45,45 persen dibanding hari sebelumnya. Tambahan suplai tersebut mendorong koreksi harga sebesar 22,22 persen menjadi Rp70.000 per kilogram.

Distribusi dilakukan melalui skema Fasilitas Distribusi Pangan, bekerja sama dengan petani binaan Kementerian Pertanian dari sejumlah sentra produksi cabai. Pemerintah berharap dalam beberapa hari ke depan harga semakin terkendali.

Selain intervensi langsung, stabilisasi juga ditempuh melalui Gerakan Pangan Murah (GPM). Sepanjang Februari 2026, kegiatan ini telah digelar 1.452 kali di 32 provinsi dan 287 kabupaten/kota. Khusus daging ayam ras, distribusi dilakukan lewat sekitar 1.200 outlet dengan harga Rp40.000 per kilogram sesuai Harga Acuan Penjualan (HAP).

Jangan Panik Saat Emas Antam Langka, Cek Investasi Selain Emas Antam Ini

Banyak orang mulai melirik emas saat kondisi ekonomi terasa tidak pasti. Nama PT Aneka Tambang Tbk atau Antam sering jadi pilihan utama karena reputasinya kuat dan sertifikasinya jelas. Namun pertanyaannya, bagaimana kalau stoknya kosong atau sulit ditemukan? Di momen seperti ini, mencari investasi selain emas antam jadi langkah yang masuk akal. Faktanya, pilihan investasi selain emas antam cukup banyak, baik dalam bentuk fisik maupun non-fisik.

Perlu dipahami, emas Antam memang populer karena mudah dijual kembali dan diakui luas. Tapi secara prinsip, nilai emas tetap mengikuti harga pasar global, bukan semata-mata mereknya. Artinya, ketika Antam tidak tersedia, masih ada alternatif yang fungsinya sama sebagai lindung nilai dan penyimpan aset.

Berikut beberapa opsi yang bisa dipertimbangkan secara rasional.

Apa Investasi Alternatif Emas Fisik Selain Antam

Pilihan pertama tentu emas batangan dari produsen lain, seperti UBS. Emas UBS juga memiliki kadar kemurnian 99,99% dan tersedia dalam berbagai ukuran. Di banyak toko emas besar, produk ini cukup mudah ditemukan. Dari sisi fungsi investasi, pergerakan harganya tetap mengikuti harga emas dunia.

Selain batangan, ada juga emas perhiasan. Meski sering dianggap kurang ideal untuk investasi, perhiasan tetap memiliki nilai emas di dalamnya. Namun harus disadari bahwa harga jual kembali biasanya dipotong ongkos pembuatan. Jadi opsi ini lebih cocok untuk simpanan jangka panjang, bukan untuk kebutuhan likuiditas cepat.

Pilihan lain adalah membeli emas di butik atau distributor resmi yang menyediakan sertifikasi tambahan. Selama kadar dan legalitasnya jelas, emas tetap menjadi instrumen defensif yang relatif stabil dalam jangka panjang.

Opsi Non-Fisik dan Diversifikasi Investasi

Jika tidak ingin repot menyimpan emas fisik, emas digital bisa menjadi solusi praktis. Banyak platform menyediakan pembelian emas mulai nominal kecil. Yang penting, pastikan platform tersebut berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan agar keamanannya terjamin.

Selain emas digital, ada juga tabungan emas di pegadaian. Skemanya memungkinkan pembelian bertahap dan bisa dicetak menjadi emas fisik setelah mencapai berat tertentu. Cara ini cocok bagi yang ingin disiplin mengumpulkan emas tanpa harus membeli langsung dalam jumlah besar.

Bagi investor yang lebih terbuka pada instrumen pasar modal, reksa dana berbasis emas atau ETF emas juga termasuk bentuk investasi selain emas antam yang menarik. Instrumen ini mengikuti pergerakan harga emas global tanpa perlu menyimpan fisiknya. Likuiditasnya tinggi dan transaksi bisa dilakukan lewat aplikasi investasi.

Bahkan saat harga emas sedang tinggi dan stok fisik terbatas, sebagian investor memilih melakukan diversifikasi ke instrumen lain seperti obligasi negara atau saham sektor tambang emas. Strategi ini membantu menjaga keseimbangan portofolio agar tidak terlalu bergantung pada satu aset.

Yang perlu diingat, mencari investasi selain emas antam bukan berarti meninggalkan emas sepenuhnya. Ini lebih soal fleksibilitas dan manajemen risiko. Ketika satu produk sulit diperoleh, alternatif lain tetap bisa menjalankan fungsi yang sama.

Selain itu, pertimbangkan juga faktor biaya penyimpanan. Emas fisik memerlukan brankas atau safe deposit box, yang artinya ada biaya tambahan. Sementara emas digital dan ETF tidak memiliki risiko kehilangan fisik, tetapi bergantung pada keamanan sistem platform.

Kesepakatan Impor BBM ke AS Masuk Masa Review, Pemerintah Siapkan Langkah Strategis

0

Rencana Impor BBM ke AS kembali menjadi sorotan setelah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan akan melakukan peninjauan ulang atas kesepakatan pembelian komoditas energi dari Amerika Serikat. Evaluasi ini dilakukan menyusul putusan Mahkamah Agung Amerika Serikat yang membatalkan kewenangan penerapan tarif global oleh Presiden AS berdasarkan Undang-Undang Kekuasaan Ekonomi Darurat Internasional (IEEPA).

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyampaikan pemerintah memiliki waktu 90 hari untuk melakukan review atas sejumlah komitmen dagang, termasuk skema Impor BBM ke AS, minyak mentah, dan LPG. Pernyataan itu disampaikan di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 27 Februari 2026.

Menurut Yuliot, masa 90 hari tersebut menjadi ruang evaluasi untuk memastikan implementasi kesepakatan berjalan sesuai kepentingan nasional. Ia membuka kemungkinan adanya penyesuaian atau pembahasan lanjutan selama periode tersebut, terutama terkait aspek teknis dan mekanisme pelaksanaan.

Ia menegaskan, yang dibatalkan oleh Mahkamah Agung AS adalah kebijakan tarif resiprokal, bukan keseluruhan kesepakatan dagang antarnegara. Karena itu, komitmen Impor BBM ke AS senilai USD15 miliar yang tercantum dalam skema Agreement on Reciprocal Trade (ART) secara prinsip berbeda dengan isu tarif yang tengah dipersoalkan di pengadilan.

“Peninjauan Mahkamah Agung itu terkait tarif. Sementara kesepakatan impor energi merupakan bagian dari komitmen perdagangan bilateral,” ujar Yuliot.

Putusan Mahkamah Agung AS Ubah Lanskap Tarif Global

Sebelumnya, pada 19 Februari 2026, pemerintah Indonesia dan Amerika Serikat menandatangani kesepakatan tarif resiprokal melalui skema ART. Dalam perjanjian tersebut, sebanyak 1.819 pos tarif produk Indonesia mendapatkan fasilitas pembebasan bea masuk hingga nol persen. Produk yang tercakup meliputi minyak sawit, kopi, kakao, rempah-rempah, karet, komponen elektronik termasuk semikonduktor, hingga komponen pesawat terbang.

Selain itu, produk tekstil dan garmen asal Indonesia juga memperoleh fasilitas tarif nol persen melalui mekanisme kuota tertentu. Kesepakatan ini diharapkan memperluas akses pasar Indonesia di Amerika Serikat sekaligus memperkuat neraca perdagangan bilateral.

Namun sehari setelah penandatanganan, Mahkamah Agung AS memutuskan bahwa Presiden Donald Trump tidak memiliki kewenangan memberlakukan tarif global berdasarkan IEEPA. Putusan tersebut memicu penyesuaian kebijakan perdagangan di Washington.

Sebagai langkah sementara, pemerintah AS menerapkan tarif global 10 persen, dengan rencana peningkatan menjadi 15 persen sebagaimana diumumkan Gedung Putih. Dinamika ini turut memengaruhi kalkulasi strategis Indonesia, termasuk dalam perencanaan Impor BBM ke AS dan komoditas energi lainnya.

Kementerian ESDM menilai evaluasi menyeluruh diperlukan agar setiap keputusan, termasuk kelanjutan Impor BBM ke AS, tetap sejalan dengan stabilitas pasokan energi nasional serta menjaga keseimbangan hubungan dagang kedua negara. Dalam 90 hari ke depan, pembahasan lintas kementerian diperkirakan akan semakin intens guna memastikan kepastian regulasi dan kepentingan ekonomi nasional tetap terjaga.

Mau Langsung Gaji Besar? Kenali Pekerjaan untuk Fresh Graduate yang Potensial

Memasuki dunia kerja setelah lulus kuliah sering memunculkan satu pertanyaan besar: apa saja pekerjaan untuk fresh graduate yang benar-benar menawarkan gaji tinggi? Banyak lulusan baru ingin langsung mendapatkan posisi dengan penghasilan menjanjikan, apalagi setelah bertahun-tahun menempuh pendidikan. Kabar baiknya, pilihan pekerjaan untuk fresh graduate saat ini jauh lebih beragam dibanding beberapa tahun lalu, terutama karena perkembangan industri digital dan perubahan pola bisnis.

Namun ada satu hal yang perlu dipahami sejak awal. Gaji tinggi bukan semata soal gelar, melainkan kombinasi antara skill, kesiapan mental, dan relevansi dengan kebutuhan pasar. Beberapa pekerjaan untuk fresh graduate memang membuka pintu lebar bagi lulusan baru, tetapi tetap menuntut kompetensi yang jelas.

Berikut beberapa bidang dengan potensi penghasilan tinggi yang realistis untuk level entry.

1. Bidang Teknologi dan Digital yang Terus Tumbuh

Industri teknologi masih menjadi primadona. Posisi seperti software developer, data analyst, UI/UX designer, hingga cloud engineer termasuk yang memiliki standar gaji awal cukup tinggi. Perusahaan rintisan maupun korporasi besar terus berburu talenta muda yang adaptif dan cepat belajar.

Menariknya, di bidang ini portofolio sering lebih penting daripada pengalaman kerja formal. Lulusan baru yang aktif mengerjakan proyek pribadi, mengikuti bootcamp, atau membangun aplikasi sederhana punya nilai jual kuat. Tidak heran jika sektor ini menjadi salah satu pilihan paling realistis untuk mendapatkan penghasilan besar sejak awal karier.

Selain itu, digital marketing spesialis, terutama yang fokus pada performance ads dan data analytics, juga semakin dicari. Perusahaan ingin hasil terukur, dan lulusan baru yang paham angka serta strategi digital punya peluang besar masuk dengan kompensasi kompetitif.

2. Management Trainee dan Jalur Kepemimpinan Cepat

Program Management Trainee (MT) di perusahaan besar juga dikenal menawarkan gaji awal yang menarik. Skema ini dirancang untuk membentuk calon pemimpin masa depan. Peserta biasanya diputar ke beberapa divisi sebelum mendapatkan posisi tetap.

Seleksinya memang ketat. Tes kemampuan analitis, kepemimpinan, hingga wawancara berlapis menjadi standar. Namun bagi yang lolos, jalur kariernya relatif jelas dan percepatan kenaikan jabatan lebih terstruktur dibanding posisi entry biasa.

Perbankan, FMCG, manufaktur, dan perusahaan multinasional rutin membuka program ini setiap tahun. Bagi lulusan manajemen, ekonomi, teknik, maupun jurusan lain dengan IPK kompetitif dan pengalaman organisasi, jalur ini patut dipertimbangkan.

3. Keuangan, Konsultan, dan Industri Spesifik Berisiko Tinggi

Sektor keuangan juga termasuk ladang potensial. Posisi seperti financial analyst junior, credit analyst, atau risk analyst menawarkan kompensasi yang cukup baik untuk level awal. Industri fintech yang berkembang pesat ikut mendorong kebutuhan talenta baru.

Di sisi lain, firma konsultan bisnis dan manajemen terkenal juga dikenal memberikan paket gaji di atas rata-rata. Ritme kerja cepat dan tekanan tinggi menjadi konsekuensinya, tetapi exposure dan pembelajaran yang diperoleh sangat besar dalam waktu singkat.

Industri pertambangan dan energi pun masih menawarkan gaji tinggi, terutama untuk lulusan teknik. Lokasi kerja mungkin menantang, namun kompensasi dan tunjangannya biasanya sebanding.

Meski begitu, penting untuk tidak hanya terpaku pada angka. Gaji besar sering datang bersama target tinggi dan jam kerja panjang. Karena itu, kesiapan mental dan komitmen kerja menjadi faktor krusial.

Satu strategi penting untuk memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan untuk fresh graduate bergaji tinggi adalah membangun profil sejak kuliah. Magang, sertifikasi, proyek freelance, hingga aktif di organisasi akan memperkaya CV. Perusahaan ingin melihat bukti konkret kemampuan, bukan sekadar nilai akademik.

Tiket Mudik Lebaran 2026 Laris Manis, Lebih dari 1,6 Juta Kursi Sudah Terjual

0

PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat penjualan Tiket Mudik Lebaran untuk periode Angkutan Lebaran 2026 terus menunjukkan tren peningkatan. Minat masyarakat terhadap Tiket Mudik Lebaran yang mencakup keberangkatan 11 Maret hingga 1 April 2026 terlihat semakin kuat, menandakan perencanaan perjalanan dilakukan lebih dini demi mengamankan jadwal favorit. Fenomena ini juga memperlihatkan perubahan pola konsumen yang kini lebih sigap berburu Tiket Mudik Lebaran jauh sebelum puncak arus mudik.

Data per 23 Februari 2026 pukul 07.00 WIB mencatat sebanyak 1.659.819 tiket telah terjual dari total kapasitas 3.872.810 kursi yang disediakan. Tingkat keterisian sementara mencapai 42,85 persen. Artinya, lebih dari separuh kursi masih tersedia dan peluang mendapatkan Tiket Mudik Lebaran sesuai kebutuhan tetap terbuka lebar.

Penjualan paling signifikan saat ini terjadi pada relasi jarak jauh di Pulau Jawa dan Sumatra. Sejumlah rute menjadi primadona, di antaranya Gambir–Yogyakarta dengan 18.515 pelanggan, Yogyakarta–Gambir 16.807 pelanggan, Gambir–Semarang Tawang 14.105 pelanggan, serta Pasarsenen–Lempuyangan 13.483 pelanggan. Selain itu, Surabaya Pasar Turi–Pasarsenen mencatat 12.802 pelanggan, Pasarsenen–Kutoarjo 12.743 pelanggan, Lempuyangan–Pasarsenen 12.571 pelanggan, Gambir–Purwokerto 11.999 pelanggan, Pasarsenen–Surabaya Pasar Turi 11.791 pelanggan, dan Gambir–Cirebon 11.568 pelanggan. Angka-angka tersebut masih terus bergerak seiring mendekatnya musim mudik.

Tanggal Favorit dan Insentif Tarif Jadi Daya Tarik

Bila dilihat berdasarkan tanggal keberangkatan, 23 Maret 2026 sementara ini menjadi hari dengan penjualan tertinggi, yakni 120.858 pelanggan. Disusul 24 Maret 2026 dengan 117.476 pelanggan, kemudian 19 Maret 2026 sebanyak 108.494 pelanggan, serta 18 Maret 2026 mencapai 107.668 pelanggan. Meski beberapa tanggal favorit mulai terisi cukup padat, alternatif jadwal di hari lainnya masih relatif longgar.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mendorong masyarakat untuk menetapkan rencana perjalanan sedini mungkin agar opsi jadwal tetap optimal. Ia menyebutkan bahwa perencanaan awal memberi keleluasaan dalam memilih waktu keberangkatan maupun mempertimbangkan skema perjalanan lanjutan melalui connecting train apabila tanggal pilihan utama mulai penuh.

Di sisi lain, pemerintah turut memberikan stimulus berupa potongan tarif 30 persen untuk periode 14 hingga 29 Maret 2026. Kebijakan ini membuka ruang bagi masyarakat untuk mengatur perjalanan dengan biaya yang lebih terjangkau, sekaligus menyebarkan arus keberangkatan agar tidak terpusat pada satu atau dua tanggal saja.

KAI kembali mengingatkan pentingnya membeli tiket melalui kanal resmi seperti aplikasi Access by KAI, situs kai.id, maupun mitra penjualan yang telah bekerja sama. Langkah ini diperlukan untuk menjamin keamanan transaksi serta memastikan perjalanan selama Angkutan Lebaran 2026 berlangsung lancar dan nyaman.

Mitra Ojek Online Tunggu Kepastian, THR untuk Ojol Dijanjikan Cair Sebelum Lebaran

0

Isu THR untuk Ojol kembali mengemuka memasuki Ramadan 2026. Pemerintah memberi sinyal bahwa pengumuman resmi terkait bonus hari raya bagi mitra pengemudi ojek daring akan disampaikan bersamaan dengan surat edaran tunjangan hari raya bagi pekerja formal. Kepastian ini dinilai penting karena menyangkut jutaan pengemudi dan kurir berbasis aplikasi di seluruh Indonesia.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan pemerintah tengah memfinalisasi skema kebijakan tersebut. Ia memastikan pengumuman mengenai THR untuk Ojol dan bonus hari raya (BHR) akan dilakukan dalam satu momentum agar tidak menimbulkan kebingungan di lapangan.

“Kita umumkan nanti bersamaan, baik BHR maupun THR,” ujar Yassierli dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu.

Menurutnya, Kementerian Ketenagakerjaan saat ini aktif berkomunikasi dengan sejumlah perusahaan transportasi berbasis aplikasi. Hasil pembahasan sementara menunjukkan respons positif dari para aplikator. Mereka, kata Yassierli, menyatakan komitmen untuk kembali menyalurkan insentif keagamaan kepada mitra pengemudi.

Pembahasan teknis mengenai THR untuk Ojol juga melibatkan Kementerian Sekretariat Negara. Pemerintah ingin memastikan format kebijakan, baik dalam bentuk surat edaran maupun peluncuran resmi, memiliki dasar administrasi yang kuat.

Skema bonus hari raya bagi pengemudi dan kurir sebenarnya bukan hal baru. Kebijakan ini pertama kali diperkenalkan melalui Surat Edaran Menteri Ketenagakerjaan Nomor M/3/HK.04.00/III/2025 yang terbit pada Maret 2025. Dalam aturan tersebut, BHR diberikan secara proporsional berdasarkan kinerja.

Besaran bonus ditetapkan sebesar 20 persen dari rata-rata pendapatan bersih bulanan selama 12 bulan terakhir bagi mitra yang dinilai aktif dan produktif. Pencairannya mengikuti ketentuan umum, yakni paling lambat tujuh hari sebelum Hari Raya Idulfitri.

Usulan Pembayaran Lebih Awal

Di tengah proses penyusunan kebijakan, muncul dorongan dari parlemen agar pembayaran dilakukan lebih cepat. Anggota Komisi IX DPR RI Edy Wuryanto mengusulkan agar pencairan THR untuk Ojol maupun pekerja formal dimajukan menjadi 14 hari sebelum Lebaran.

Menurut Edy, percepatan pembayaran memiliki dampak strategis bagi perekonomian. Dengan pencairan lebih awal, pekerja dan mitra pengemudi memiliki waktu lebih panjang untuk mengatur kebutuhan rumah tangga menjelang hari raya.

Ia juga menyoroti potensi pelanggaran yang kerap muncul setiap tahun. Jika pembayaran dilakukan mendekati Lebaran, ruang pengawasan menjadi sempit, apalagi bertepatan dengan cuti bersama. Situasi tersebut bisa menyulitkan penanganan laporan apabila terjadi sengketa.

Selain aspek perlindungan pekerja, percepatan THR untuk Ojol dinilai dapat membantu menjaga daya beli. Tradisi peningkatan konsumsi menjelang Idulfitri biasanya diikuti kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok. Dengan dana yang cair lebih awal, risiko terdampak lonjakan harga bisa ditekan.

Pemerintah sendiri belum memutuskan perubahan jadwal resmi. Namun, Yassierli menegaskan komitmen untuk memastikan kebijakan berjalan adil dan terukur. Ia berharap skema THR untuk Ojol tahun ini mampu memberikan kepastian bagi para mitra sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem ekonomi digital.

Strategi Bisnis Keluarga agar Perbedaan Pendapat Tak Berujung Drama

Banyak usaha lahir dari ruang makan rumah sendiri. Obrolan santai berubah jadi ide dagang, lalu berkembang jadi sumber penghasilan utama keluarga. Namun ketika bisnis mulai serius, perbedaan pendapat hampir pasti muncul. Di titik inilah pentingnya punya Strategi Bisnis Keluarga yang jelas. Tanpa Strategi Bisnis Keluarga, diskusi soal harga, ekspansi, atau pembagian tugas bisa berubah jadi konflik pribadi. Padahal tujuan semua sama: usaha maju dan hubungan tetap utuh.

Bisnis keluarga memang unik. Relasi yang terlibat bukan hanya profesional, tapi juga emosional. Ada sejarah panjang, ada perasaan sungkan, ada ego, bahkan ada peran senioritas yang sulit dipisahkan. Karena itu, mengelola perbedaan di bisnis keluarga tidak bisa disamakan dengan perusahaan biasa.

Sering kali masalah bukan pada perbedaannya, melainkan pada cara menyampaikannya. Kritik terdengar seperti serangan. Saran dianggap meremehkan. Ujung-ujungnya, meja makan yang seharusnya hangat berubah jadi ruang debat.

Di sinilah Strategi Bisnis Keluarga berperan: bukan sekadar strategi mencari untung, tapi strategi menjaga komunikasi.

Cara Mengelola Perbedaan Tanpa Mengorbankan Hubungan

Langkah pertama yang sering diabaikan adalah memisahkan forum keluarga dan forum bisnis. Kedengarannya sederhana, tapi dampaknya besar. Jangan membahas laporan keuangan saat acara ulang tahun. Jangan membicarakan ekspansi saat kumpul santai hari Minggu.

Buat waktu khusus untuk rapat bisnis. Duduk bersama, siapkan agenda, dan sepakati bahwa yang dibahas adalah kepentingan usaha, bukan menyerang pribadi. Ketika forum jelas, emosi lebih mudah dikontrol.

Kedua, tentukan peran yang tegas. Dalam banyak bisnis keluarga, semua merasa punya hak bicara di semua lini. Akhirnya keputusan jadi tarik-menarik. Padahal salah satu bentuk Strategi Bisnis Keluarga yang sehat adalah pembagian tanggung jawab yang jelas. Siapa mengurus operasional, siapa mengelola keuangan, siapa fokus pemasaran.

Ketika peran sudah ditentukan, perbedaan pendapat bisa difokuskan pada data dan hasil, bukan pada siapa yang lebih tua atau siapa yang merasa paling berpengalaman.

Ketiga, gunakan data sebagai penengah. Perdebatan soal harga misalnya, sering kali emosional. Ada yang ingin murah agar cepat laku, ada yang ingin mahal demi margin. Daripada berdebat tanpa arah, lihat angka penjualan, biaya produksi, dan margin keuntungan. Data membuat diskusi lebih objektif.

Keempat, biasakan budaya evaluasi rutin. Banyak konflik muncul karena masalah kecil dibiarkan menumpuk. Dengan evaluasi mingguan atau bulanan, unek-unek bisa disampaikan dalam forum yang tepat. Ini bagian penting dari Strategi Bisnis Keluarga yang jarang disadari: menyediakan ruang aman untuk berbeda pendapat.

Membedakan Peran Keluarga Di Rumah dan Di Bisnis Secara Profesional

Tidak kalah penting, pisahkan identitas pribadi dari peran profesional. Seorang kakak bisa saja menjadi direktur operasional, sementara adik memimpin pemasaran. Di kantor, hubungan yang berlaku adalah profesional. Di rumah, kembali menjadi saudara. Perpindahan peran ini memang tidak selalu mudah, tapi bisa dilatih dengan kesepakatan bersama.

Ada satu hal yang sering terlupakan: bisnis keluarga bukan hanya soal keuntungan hari ini, tetapi warisan jangka panjang. Tanpa pengelolaan komunikasi yang sehat, usaha bisa bertahan, tetapi hubungan retak. Dan ketika hubungan rusak, bisnis pun biasanya ikut terdampak.

Karena itu, membangun Strategi Bisnis Keluarga sejak awal jauh lebih penting daripada menunggu konflik besar terjadi. Strategi ini mencakup aturan komunikasi, mekanisme pengambilan keputusan, hingga cara menyelesaikan perbedaan.

Wacana Pembatasan Toko Ritel Modern Mencuat, Kemendag Siap Bahas dengan Mendes

0

Pemerintah mulai menyoroti keberadaan toko ritel modern seiring munculnya wacana pengaturan ekspansi jaringan minimarket nasional. Menteri Perdagangan Budi Santoso menyatakan akan berkoordinasi langsung dengan Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto untuk memahami lebih jauh usulan tersebut, terutama setelah program penguatan koperasi desa berjalan.

Budi mengaku belum mengetahui secara rinci tujuan pembatasan pertumbuhan toko ritel berjaringan. Karena itu, pertemuan lintas kementerian dinilai penting agar arah kebijakan tidak menimbulkan salah tafsir di lapangan. Ia menegaskan pemerintah perlu memastikan keseimbangan antara pengembangan usaha masyarakat desa dan iklim investasi perdagangan.

Menurutnya, kebijakan terkait toko ritel modern tidak dapat diputuskan secara terburu-buru karena menyangkut rantai pasok, distribusi barang kebutuhan pokok, serta stabilitas harga. Pemerintah juga harus mempertimbangkan dampaknya terhadap pelaku usaha kecil, koperasi, dan konsumen.

Sementara itu, Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan, Iqbal Shoffan Shofwan, menjelaskan bahwa pengelolaan ritel telah memiliki dasar hukum yang jelas. Regulasi tersebut tertuang dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan serta Peraturan Pemerintah Nomor 29 Tahun 2021. Perizinan usaha dilakukan melalui sistem Online Single Submission (OSS) dengan validasi pemerintah daerah.

Peran Koperasi dan Potensi Kemitraan

Iqbal menyebut mayoritas toko ritel modern masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Perusahaan ritel biasanya melakukan perhitungan demografi, kepadatan penduduk, hingga daya beli sebelum membuka gerai baru. Karena itu, jaringan minimarket relatif jarang menjangkau desa terpencil.

Sebaliknya, koperasi desa justru memiliki jangkauan distribusi yang lebih luas hingga ke pelosok. Lembaga ekonomi berbasis komunitas ini berfungsi menampung hasil produksi masyarakat setempat, mulai dari produk pertanian hingga olahan UMKM. Dengan fungsi tersebut, koperasi menjadi instrumen penting dalam penguatan ekonomi desa.

Kementerian Perdagangan menilai keberadaan toko ritel modern tidak otomatis menjadi ancaman bagi koperasi. Kedua model usaha memiliki segmen pasar berbeda. Minimarket menyediakan kebutuhan harian dengan sistem distribusi cepat, sedangkan koperasi berperan menggerakkan ekonomi lokal dan pemberdayaan anggota.

Pemerintah bahkan membuka peluang kemitraan. Produk UMKM desa dapat dipasarkan melalui jaringan ritel sepanjang memenuhi standar kualitas, kontinuitas pasokan, serta persyaratan distribusi. Skema kerja sama ini dinilai dapat memperluas akses pasar bagi produsen kecil.

Dengan pengaturan yang tepat, ekspansi toko ritel modern diharapkan berjalan berdampingan dengan penguatan koperasi desa. Pemerintah menegaskan tujuan utamanya adalah menciptakan ekosistem perdagangan yang sehat, menjaga distribusi barang tetap lancar, serta memastikan masyarakat memperoleh pilihan produk dengan harga wajar.