Jumat, Mei 1, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 31

Perdagangan Aset Digital Diatur Ketat, OJK Tetapkan Whitelist Aset Kripto Berizin

 Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi menerbitkan daftar penyelenggara Perdagangan Aset Keuangan Digital dan Aset Kripto Berizin sebagai pedoman bagi masyarakat dalam bertransaksi. Penerbitan daftar ini menjadi langkah penting untuk memperkuat perlindungan konsumen sekaligus memastikan bahwa seluruh aktivitas aset digital berjalan sesuai regulasi. Kehadiran Whitelist tersebut diharapkan mampu menekan risiko yang kerap muncul akibat penggunaan platform tidak legal, terutama di tengah tingginya minat masyarakat terhadap aset kripto berizin yang terus berkembang beberapa tahun terakhir.

Langkah regulasi ini berlandaskan Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK). Dalam pasal 218, undang-undang tersebut menegaskan bahwa setiap penyelenggara Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) wajib memenuhi ketentuan perizinan yang ditetapkan Bank Indonesia maupun OJK sesuai kewenangannya. Kewajiban ini ditegaskan kembali pada pasal 304 yang memuat ketentuan pidana bagi pihak yang beroperasi tanpa izin, dengan ancaman penjara hingga 10 tahun serta denda yang dapat mencapai Rp1 triliun.

Dengan adanya daftar resmi ini, masyarakat kini memiliki acuan yang jelas untuk memastikan legalitas layanan yang mereka gunakan ketika bertransaksi. OJK menekankan agar masyarakat berhati-hati dan hanya mengakses platform yang telah masuk dalam daftar Aset Kripto Berizin, baik untuk memastikan keamanan dana maupun menghindari risiko penipuan yang masih sering ditemukan di ruang digital.

Daftar Aset Kripto Berizin dan Panduan Transaksi Aman

OJK menyampaikan bahwa ada tiga poin penting yang wajib diperhatikan masyarakat dalam melakukan transaksi aset digital. Pertama, seluruh transaksi harus dilakukan melalui Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) maupun calon PAKD yang tercantum dalam Whitelist. Pemeriksaan menyeluruh terhadap aplikasi, sistem, hingga situs resmi menjadi langkah yang sangat dianjurkan sebelum melakukan aktivitas investasi atau perdagangan.

Kedua, OJK mengingatkan masyarakat untuk tidak menggunakan aplikasi atau kanal lain di luar daftar Aset Kripto Berizin. Platform yang tidak terdaftar berarti tidak berada di bawah pengawasan, sehingga risiko kerugian akibat kegagalan sistem, manipulasi data, atau penipuan menjadi jauh lebih besar.

Ketiga, masyarakat diminta untuk melakukan verifikasi menyeluruh terhadap identitas platform. Tautan tidak resmi, domain palsu yang menyerupai platform legal, hingga promosi agresif melalui media sosial merupakan pola yang semakin sering digunakan pelaku penipuan.

Dalam daftar terbaru, terdapat tiga kategori penyelenggara yang masuk dalam Whitelist. Pertama, lembaga utama yang mengelola perdagangan aset digital, termasuk Bursa Aset Keuangan Digital yang dikelola oleh PT Central Finansial X (CFX), kliring melalui PT Kliring Komoditi Indonesia (KKI), serta kustodian oleh PT Kustodian Koin Indonesia (ICC).

Di bawah kategori PAKD, lebih dari 20 perusahaan tercatat sebagai pedagang dan platform resmi. Beberapa di antaranya adalah Pintu, Pluang, Tokocrypto, Ajaib Kripto, Triv, Bitwewe, Reku, Nobi, Nanovest, Indodax, BTSE, hingga Upbit. Seluruh platform ini telah memenuhi ketentuan izin dan diawasi secara resmi oleh OJK.

Selain itu, terdapat empat perusahaan yang masuk dalam daftar Calon Pedagang Aset Keuangan Digital (CPKAD), seperti digitalexchange.id, Fasset, Gudang Kripto, dan Luno. Daftar lengkap ini akan diperbarui secara berkala melalui laman dan kanal resmi OJK.

Waspada Modus Edukasi Palsu dan Risiko di Luar Platform Berizin

Selain menyoroti pentingnya bertransaksi melalui platform Aset Kripto Berizin, OJK juga memperingatkan masyarakat terhadap modus penipuan baru yang dikemas dalam bentuk edukasi atau seminar. Kegiatan tersebut sering kali mengarahkan peserta untuk menggunakan aplikasi yang tidak ada dalam Whitelist, bahkan mempromosikan investasi dengan skema meragukan. Masyarakat diminta tetap berhati-hati dan selalu mengecek legalitas platform yang direkomendasikan.

Dengan peluncuran daftar resmi Aset Kripto Berizin, OJK berharap ekosistem aset digital dapat tumbuh lebih sehat dan terproteksi. OJK menegaskan komitmennya untuk mengawasi industri aset digital secara ketat, serta memastikan seluruh layanan yang beroperasi di Indonesia benar-benar sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Pertumbuhan Startup Meningkat, Pemerintah Pertegas Dukungan terhadap Ekosistem Creative Tech

0

Kementerian Ekonomi Kreatif sedang memperkuat Ekosistem Creative Tech nasional dengan membuka ruang dialog bersama East Ventures, salah satu perusahaan modal ventura yang aktif berinvestasi di sektor teknologi Indonesia. Menteri Ekraf Teuku Riefky Harsya menegaskan bahwa kemitraan antara pemerintah dan investor swasta menjadi langkah penting untuk menjaga geliat investasi di tengah perlambatan ekonomi global. Ia menilai penguatan Ekosistem Creative Tech harus dibangun dari daerah, dengan mendorong inovasi berbasis kekayaan intelektual.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, Jumat (9/1/2026), Teuku Riefky menyampaikan bahwa sektor ekonomi kreatif terus menunjukkan daya dorong yang signifikan bagi perekonomian nasional. Kolaborasi lintas pelaku industri, menurutnya, menjadi kunci agar potensi tersebut dapat tumbuh lebih cepat dan merata. “Ekonomi kreatif dapat menjadi mesin pertumbuhan baru jika ditopang kerja sama yang konsisten antara pemerintah, pelaku usaha, dan investor,” ujarnya.

Penguatan Pendanaan dan Pengembangan Talenta Digital

Pertemuan tersebut juga menjadi lanjutan dari program dana ekonomi kreatif yang selama ini difokuskan pada perluasan akses pembiayaan dan investasi bagi pelaku industri. Selain itu, audiensi bersama East Ventures menjadi tindak lanjut dari program Ekraf Tech Innovation Challenge yang difokuskan pada pengembangan inovasi teknologi dan peningkatan kualitas talenta kreatif.

Menteri Riefky menekankan pentingnya peran modal ventura dalam memperkuat subsektor berbasis teknologi. Ia menilai kehadiran investor seperti East Ventures tidak hanya membawa modal, tetapi juga membuka akses jaringan dan mempercepat penguatan Ekosistem Creative Tech di Indonesia. “Kolaborasi hexahelix diperlukan agar inovasi teknologi dan karya kreatif dapat bertumbuh secara berkelanjutan,” ujarnya.

Dari pihak East Ventures, Partner Melisa Irene menyampaikan bahwa Indonesia masih menjadi pasar terbesar dalam portofolio investasi mereka. Saat ini, dari lebih dari 300 perusahaan yang mendapatkan pendanaan East Ventures, sekitar 75 persen di antaranya berasal dari Indonesia, sedangkan sisanya berada di Singapura dan sejumlah negara ASEAN.

Melisa menuturkan bahwa potensi pasar domestik masih sangat besar, mengingat jumlah populasi mencapai sekitar 284 juta jiwa dan tingkat penetrasi internet telah berada di kisaran 80,6 persen. Kondisi tersebut membuat pasar digital Indonesia terus berkembang, khususnya di sektor e-commerce, fintech, hingga layanan aplikasi berbasis kebutuhan harian.

Kontribusi startup lokal juga tercatat signifikan. Ekosistem layanan on-demand di Indonesia telah menyerap sekitar 588 ribu tenaga kerja dan menambah pendapatan rumah tangga hingga Rp33,2 triliun. Angka tersebut menunjukkan peran ekonomi kreatif digital sebagai penggerak kesejahteraan masyarakat.

Peluang pertumbuhan semakin terbuka dengan meningkatnya minat investor pada sektor kecerdasan buatan. Pada 2024, investasi di startup AI tercatat mencapai sekitar US$542,9 juta. Pemerintah menyebut tren ini sebagai sinyal positif dari tumbuhnya ekosistem inovasi yang lebih matang, seiring dukungan lintas kementerian dan lembaga dalam memperkuat fondasi riset, pendanaan, serta pengembangan talenta.

Utang Pinjol Warga Indonesia Menggila, OJK Rilis Data Terbaru Sektor P2P Lending

0

Lonjakan Utang Pinjol Warga Indonesia kembali menjadi perhatian setelah Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merilis data terbaru terkait pembiayaan di sektor pinjaman daring atau fintech peer-to-peer lending. Hingga November 2025, outstanding pembiayaan tercatat mencapai Rp94,85 triliun, mencerminkan peningkatan 2,07 persen secara bulanan serta pertumbuhan 25,4 persen dalam setahun. Angka tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akses pembiayaan digital semakin tinggi, tetapi juga menegaskan perlunya kewaspadaan terhadap potensi risiko yang muncul.

Kepala Eksekutif Pengawasan Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya (PVML) OJK, Agusman, menyampaikan bahwa posisi outstanding pinjaman daring pada November 2025 meningkat dibandingkan Oktober 2025 yang berada di level Rp92,92 triliun. Menurutnya, perkembangan industri fintech lending terus menunjukkan tren naik, sejalan dengan kebutuhan masyarakat terhadap akses pembiayaan cepat dan mudah.

Dalam paparannya saat Konferensi Pers Asesmen Sektor Jasa Keuangan dan Kebijakan OJK, Jumat (9/1/2026), Agusman menambahkan bahwa outstanding pinjaman daring pada November 2024 masih berada di angka Rp75,6 triliun. Dengan kata lain, hanya dalam setahun, pertumbuhannya cukup signifikan.

Tidak hanya sektor pinjaman daring, data OJK juga menunjukkan pergerakan positif di industri pembiayaan lain. Outstanding piutang multifinance per November 2025 mencapai Rp506,8 triliun, sedikit meningkat dari bulan sebelumnya yang berada di Rp505,3 triliun. Dibandingkan November 2024, sektor ini juga masih menunjukkan pertumbuhan meski tidak terlalu besar.

Perkembangan Pembiayaan Sektor Lain dan Tantangan Risiko Pinjaman Online

Industri pegadaian pun memperlihatkan peningkatan penyaluran pembiayaan. Pada November 2025, nilai pembiayaan tercatat Rp125,44 triliun, melonjak secara tahunan dari Rp87,79 triliun. Aset industri pegadaian ikut terdongkrak menjadi Rp151,16 triliun dari sebelumnya Rp106 triliun. Sementara itu, modal ventura mencatat penyaluran pembiayaan Rp16,29 triliun, naik tipis dibandingkan tahun lalu.

Namun, di tengah tren pembiayaan yang terus naik, tantangan utama muncul dari tingginya kasus gagal bayar pinjaman online. Kemudahan pengajuan dana melalui platform fintech lending membuat banyak masyarakat memanfaatkannya tanpa melakukan pertimbangan finansial yang matang. Akibatnya, sebagian peminjam menghadapi beban cicilan yang melebihi kemampuan sehingga meningkatkan risiko gagal bayar. Kondisi ini turut memperburuk posisi Utang Pinjol Warga Indonesia secara keseluruhan.

Mengacu pada penjelasan Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI), gagal bayar terjadi ketika peminjam tidak mampu menyelesaikan sebagian atau seluruh kewajiban cicilan. Jika dibiarkan, kerugian dapat merembet ke pemberi dana atau lender. Karena itu, peminjam disarankan memahami mekanisme pembiayaan, risiko, hingga konsekuensi sebelum mengajukan pinjaman.

Upaya Mengatasi Gagal Bayar dan Menekan Risiko Pinjaman Online

Dalam sejumlah kasus, gagal bayar bukan hanya memicu masalah keuangan, tetapi juga tekanan psikologis. Situasi ini dialami sebagian masyarakat yang terbebani dengan tingginya Utang Pinjol Warga Indonesia yang tidak sebanding dengan pendapatan. OJK dan AFPI mendorong masyarakat segera mengambil langkah mitigasi ketika mulai kesulitan melakukan pembayaran.

Salah satu langkah yang direkomendasikan adalah restrukturisasi pinjaman. Skema ini memberikan keringanan pembayaran melalui penurunan bunga, perpanjangan tenor, pengurangan tunggakan pokok atau bunga, hingga fasilitas pembiayaan tambahan. Restrukturisasi tidak menghapus utang, tetapi membantu peminjam mengatur ulang kewajiban agar lebih terjangkau.

Bagi peminjam yang restrukturisasinya masih belum mencukupi, menjual aset pribadi dapat menjadi solusi terakhir untuk menghindari akumulasi kewajiban. Menurut banyak praktisi keuangan, pelepasan aset dinilai lebih baik daripada menambah pinjaman baru yang justru memperbesar risiko gagal bayar.

Di tengah meningkatnya Utang Pinjol Warga Indonesia, regulator terus mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam berutang dan memahami kapasitas finansial sebelum mengajukan pinjaman daring. OJK menegaskan bahwa perlindungan konsumen dan stabilitas industri tetap menjadi prioritas dalam menghadapi pertumbuhan sektor pembiayaan digital yang kian pesat.

Waspadai Properti Bermasalah! Ini Langkah Cek Legalitas yang Wajib Dilakukan!

Banyak orang nekat membeli properti hanya karena harganya terlihat miring, tanpa mengecek apakah itu properti bermasalah atau tidak. Padahal, kasus-kasus seperti sengketa lahan, sertifikat ganda, atau properti tidak sesuai izin bisa bikin pusing bertahun-tahun. Sebelum tanda tangan apa pun, penting memastikan properti tersebut aman. Apalagi tren investasi tanah terus naik, sehingga semakin banyak pula risiko properti bermasalah yang beredar di pasar. Dengan langkah yang tepat, pembeli bisa menghindari jebakan yang bikin rugi besar dan memastikan properti tersebut bukan bagian dari kategori properti bermasalah yang sering menjerat investor pemula.

Cara Mengecek Legalitas dan Dokumen dengan Benar

Hal pertama yang wajib dilakukan adalah mengecek legalitas dokumen. Ini fondasi paling dasar sebelum membahas lokasi atau harga. Mulailah dari:

1. Cek Sertifikat ke BPN
Mintalah penjual menunjukkan sertifikat asli, lalu cocokkan dengan data di Badan Pertanahan Nasional (BPN). Anda bisa melakukan pengecekan melalui aplikasi Sentuh Tanahku atau datang langsung ke kantor BPN. Di sini bisa terlihat apakah sertifikatnya sah, pernah dipalsukan, atau sedang dalam proses sengketa.

2. Pastikan Nama Pemilik Sesuai Identitas
Kadang properti dijual oleh pihak ketiga yang tidak punya kuasa. Cocokkan nama di sertifikat dengan KTP pemilik. Jika berbeda, tanyakan surat kuasa jualnya.

3. Perhatikan Jenis Sertifikat
SHM (Sertifikat Hak Milik) adalah yang paling aman. SHGB (Sertifikat Hak Guna Bangunan) punya masa berlaku dan harus diperpanjang. Sementara girik, petok D, atau surat desa hanya aman jika sudah diajukan proses peningkatan hak ke sertifikat resmi.

4. Cek IMB atau PBG untuk Bangunan
Jika yang dibeli berupa rumah atau ruko, pastikan bangunan punya izin sesuai peraturan terbaru. Bangunan tanpa izin bisa dianggap ilegal dan suatu hari bisa bermasalah dengan pemerintah daerah.

Cek Kondisi Lapangan dan Potensi Sengketa

Cek lokasi langsung wajib dilakukan, karena ada banyak hal yang tidak terlihat di dokumen.

1. Tanyakan Riwayat Lahan ke Tetangga Sekitar
Orang sekitar biasanya tahu apakah tanah pernah disengketakan, apakah ada konflik keluarga, atau ada pihak lain yang mengklaim kepemilikan.

2. Periksa Batas Tanah Secara Fisik
Pastikan titik patok jelas dan sesuai peta di sertifikat. Banyak kasus patok bergeser atau ukurannya berbeda dengan yang tertulis.

3. Perhatikan Akses Jalan
Banyak properti terlihat murah karena akses jalan masih sengketa atau bukan jalan umum. Jika akses melewati tanah orang lain, pastikan ada surat izin resmi.

4. Cek Risiko Bencana dan Zonasi
Beberapa daerah masuk zona merah banjir, rawan longsor, atau tidak boleh dibangun. Anda bisa mengecek zonasi melalui dinas tata ruang daerah.

Langkah Tambahan agar Pembelian Semakin Aman

Gunakan jasa notaris/PPAT tepercaya. Mereka akan mengecek detail yang mungkin terlewat.
Hindari pembayaran penuh di awal. Lebih aman lakukan bertahap, terutama jika dokumen masih proses validasi.
Minta kuitansi dan perjanjian tertulis. Ini penting sebagai bukti jika terjadi perselisihan.

Mengecek tanah atau properti itu bukan sekadar melihat harga dan lokasi. Dengan sedikit ketelitian, pembeli bisa terhindar dari risiko membeli properti yang menimbulkan masalah jangka panjang. Langkah-langkah pengecekan di atas cukup sederhana, tetapi dampaknya besar untuk menjaga investasi tetap aman. Jika dilakukan dengan benar, proses pembelian akan jauh lebih tenang dan tidak lagi menakutkan.

Produk Lokal Naik Kelas, Keripik Singkong Malang Masuk Pasar Korea Selatan

0

Usaha pangan olahan lokal kembali menjadi sorotan setelah sebuah produk Keripik Singkong Malang berhasil menembus pasar internasional. Produk ini dikembangkan oleh PT Airafood Sejahtera Bersama (ASB), sebuah UMKM yang berawal dari pengolahan singkong lokal Kabupaten Malang dan kini tumbuh menjadi produsen keripik bernilai tambah dengan jangkauan pasar yang terus meluas.

PT ASB dirintis oleh Juli Iswandi, seorang mantan karyawan swasta yang memutuskan beralih ke dunia usaha setelah 13 tahun bekerja. Juli mengaku ingin mencoba tantangan baru sekaligus menciptakan manfaat bagi lebih banyak orang. Upayanya dimulai dari keprihatinan melihat harga singkong petani Malang yang kerap menurun drastis saat panen raya. Dari situ ia memilih fokus pada pengolahan singkong sebagai produk unggulan.

Perusahaan tersebut resmi berdiri pada 26 Desember 2015 dengan visi memberikan nilai tambah terhadap bahan baku lokal. Saat ini, dengan tim beranggotakan 12 karyawan, ASB memproduksi keripik berbahan singkong 100 persen lokal. Juli menyebut bahwa cita rasa autentik serta sentuhan khas daerah menjadi faktor yang membuat produk mereka diminati. Ia menilai bahwa karakteristik Keripik Singkong Malang sangat sesuai dengan selera pasar dalam negeri maupun luar negeri.

Proses Produksi dan Strategi Pemasaran yang Terarah

Proses produksi ASB dilakukan secara mandiri mulai dari pemilihan singkong segar, pengupasan, pengirisan, penggorengan hingga pengemasan. Semua langkah dilakukan dengan standar ketat untuk menjaga kualitas. Distribusi dilakukan secara offline melalui jaringan distributor dan toko ritel, serta secara online melalui marketplace dan media sosial.

Kesempatan untuk memperluas pasar datang setelah PT ASB mengikuti UMKM EXPO(RT) 2023 di Jakarta. Pada pameran tersebut, produk mereka menarik perhatian calon pembeli luar negeri hingga akhirnya berujung pada pesanan ekspor ke Korea Selatan. Meski menghadapi keterbatasan fasilitas dan jumlah tenaga kerja, Juli memilih melayani permintaan secara bertahap agar mutu produk tetap terjaga.

Pendampingan Ekspor dan Rencana Ekspansi Global

Dalam rangka memperkuat kesiapan ekspor, PT ASB bergabung dengan Klinik Ekspor Bea Cukai Malang pada 2023. Menurut Juli, pendampingan yang diberikan sangat membantu terutama dalam proses administrasi dan pemahaman regulasi. Bea Cukai Malang memastikan bahwa prosedur legal ekspor dapat dilakukan UMKM secara mudah dan transparan.

Kepala Seksi Penyuluhan dan Layanan Informasi Bea Cukai Malang, Pitoyo Pribadi, menegaskan bahwa pendampingan serupa akan terus dilakukan. Upaya tersebut meliputi edukasi peraturan ekspor, dukungan teknis, hingga koordinasi dengan instansi terkait. Dengan pijakan ini, PT ASB menargetkan ekspansi ke sejumlah negara seperti Malaysia, Singapura, dan Belanda. Perusahaan optimistis Keripik Singkong Malang mampu menjadi representasi kuliner lokal yang siap bersaing di pasar global.

Angkutan Motor Gratis Kembali Diminati, Partisipasi Pemudik Melesat di Tahun Ini

0

PT Kereta Api Indonesia (Persero) merilis laporan terbaru mengenai layanan mereka selama masa Angkutan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Dalam pernyataan resminya, manajemen memastikan seluruh operasional berjalan tertib dan tepat waktu. Salah satu program yang menjadi sorotan publik adalah Angkutan Motor Gratis, yang kembali dipilih pemudik sebagai alternatif perjalanan yang lebih aman dan efisien.

Sepanjang periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, KAI menjalankan layanan berbasis rel dengan fokus menjaga keandalan jadwal serta keselamatan perjalanan. Program ini juga merupakan dukungan langsung terhadap kebijakan Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan yang bertujuan menjaga kelancaran mobilitas nasional selama puncak libur Nataru.

Pelaksanaan Program Motis dan Antusiasme Pemudik

Pada musim Nataru tahun ini, penyelenggaraan Angkutan Motor Gratis atau Motis dilakukan melalui dua lintas utama. Lintas Utara melayani rute Kampung Bandan, Pasarsenen, Bekasi, Cirebon Prujakan, Tegal, Pekalongan, hingga Semarang Tawang. Sementara Lintas Tengah mencakup perjalanan Kampung Bandan, Pasarsenen, Bekasi, Cirebon Prujakan, Purwokerto, Kebumen, Kutoarjo, Lempuyangan, hingga Purwosari. Pendaftaran dibuka sejak 1 hingga 29 Desember 2025, dan pelaksanaannya berlangsung mulai 23 Desember 2025 sampai 5 Januari 2026.

Hingga akhir masa penyelenggaraan, jumlah pendaftar Motis mencapai 5.923 pelanggan. Dari total tersebut, sebanyak 5.334 unit motor berhasil dimuat, dengan jumlah penumpang mencapai 21.213 orang. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan Motis Nataru 2024/2025 yang hanya mencatat pemuatan 1.868 unit motor. Kenaikan lebih dari 280 persen tersebut menunjukkan kepercayaan yang semakin tinggi terhadap layanan yang disediakan KAI dan Kementerian Perhubungan. Banyak pemudik menilai Angkutan Motor Gratis sebagai opsi yang lebih efektif daripada membawa kendaraan sendiri di tengah padatnya lalu lintas.

Kinerja Operasional dan Komitmen Peningkatan Layanan

Secara keseluruhan, KAI melayani 4.179.095 pelanggan sepanjang masa Angkutan Nataru 2025/2026. Jumlah tersebut tumbuh sekitar 12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ketepatan waktu keberangkatan berada pada level 99,68 persen, sementara ketepatan waktu kedatangan mencapai 96,13 persen. Data tersebut menunjukkan konsistensi operasional perusahaan dalam menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang terus memberikan kepercayaan pada layanan kereta api. Ia menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen memperkuat layanan digital, meningkatkan efisiensi operasional, dan memastikan pengalaman perjalanan yang nyaman dan aman bagi pelanggan.

Ke depan, KAI menargetkan pengembangan layanan berbasis teknologi serta perbaikan berkelanjutan di seluruh lini operasional. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat peran moda kereta api sebagai tulang punggung mobilitas nasional serta penunjang pertumbuhan ekonomi. Melalui peningkatan tersebut, perusahaan berharap program seperti Angkutan Motor Gratis dapat terus memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama pada masa mudik dan arus balik yang memiliki tingkat pergerakan tinggi.

Stop Overthinking Komentar Pembeli, Fokus Saja pada Kritik yang Membangun

Kadang pelaku usaha terlalu sibuk menuruti semua komentar pelanggan, padahal tidak semua masukan itu penting, apalagi relevan. Di awal perjalanan bisnis, banyak orang bingung membedakan mana kritik yang benar-benar bisa mendorong perkembangan, dan mana yang cuma opini kosong. Inilah kenapa memahami kritik membangun jadi kemampuan penting. Dengan memahami cara kerja kritik membangun, pelaku usaha bisa fokus memperbaiki hal yang berdampak dan mengabaikan komentar yang hanya membuang energi. Sebab tanpa kemampuan menyaring kritik membangun, bisnis bisa salah arah hanya karena terlalu mengikuti suara yang tidak perlu.

Faktanya, setiap orang pasti punya pendapat. Pembeli yang suka komplain bukan berarti benci produkmu, dan pembeli yang selalu memuji juga belum tentu jujur. Kuncinya ada pada kemampuan memilah: mana komentar yang bisa dipakai buat memperbaiki kualitas bisnis, mana komentar yang justru bikin kamu ragu mengambil keputusan.

Inilah momen ketika filter harus jalan. Tidak semua masukan harus langsung ditindak. Ada komentar yang perlu didengar, ada yang lebih baik dilewatkan saja.

Cara Menilai Apakah Kritik Itu Layak Didengar

Langkah paling dasar adalah melihat konteks. Ada pembeli yang memberikan kritik karena pengalaman yang memang kurang nyaman. Misalnya pengiriman lama, kemasan kurang rapi, atau pelayanan terlalu lama membalas chat. Komentar seperti ini sifatnya konkret, bisa diukur, dan bisa diperbaiki. Jenis kritik seperti ini biasanya memang masuk kategori masukan yang layak dipertimbangkan.

Sebaliknya, ada komentar yang sifatnya emosional. Contoh: pembeli yang marah hanya karena pesanannya telat satu jam padahal sudah dikabarkan sebelumnya. Ada juga yang komplain karena ekspektasinya tidak realistis. Masukan seperti ini sering kali mencerminkan mood individu, bukan kualitas bisnismu.

Selain konteks, penting juga melihat niat si pemberi komentar. Kritik konstruktif biasanya disampaikan dengan bahasa yang jelas, fokus, dan memberikan saran. Sementara komentar negatif cenderung menyerang, menyudutkan, atau tidak memberikan solusi sama sekali.

Masih banyak pelaku usaha yang panik ketika membaca komentar buruk, sampai akhirnya melakukan perubahan besar yang sebenarnya tidak perlu. Padahal, perubahan yang terburu-buru tanpa analisis sering kali malah merugikan bisnis sendiri.

Cara Menggunakan Kritik Agar Bisnis Semakin Kuat

Setelah tahu cara membedakan mana masukan yang valid, saatnya memanfaatkannya. Kritik yang tepat justru bisa menjadi bahan bakar pengembangan bisnis. Mulailah dengan membuat daftar kategori komentar: soal layanan, soal produk, soal harga, atau soal pengemasan. Dengan begitu kamu bisa melihat mana pola yang paling sering muncul.

Jika banyak pelanggan mengeluh soal hal yang sama, berarti itu bukan sekadar komentar acak, tapi alarm bagi bisnismu. Hal-hal seperti ini bisa langsung dijadikan prioritas perbaikan.

Selain itu, jangan lupa membandingkan komentar pelanggan dengan data bisnis. Misalnya, kalau ada yang bilang harga kemahalan, cek dulu apakah tingkat repeat order menurun atau tetap stabil. Kalau stabil, kemungkinan besar komentar itu hanya berasal dari segelintir orang yang tidak sesuai target pasar.

Terakhir, tetap jaga mental. Sebagai pelaku usaha, kamu tidak bisa menyenangkan semua orang. Tugasmu bukan menuruti semua kemauan pembeli, tetapi memastikan keputusan yang diambil selalu selaras dengan arah pertumbuhan bisnis.

Realisasi Sementara APBN 2025: Pajak Menguat, Defisit Berada di Level Aman

0

Pada pemaparan terbarunya di Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa realisasi sementara APBN 2025 menunjukkan kekuatan fiskal yang tetap terjaga meski tekanan global belum mereda. Penjelasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers rutin APBN KiTA pada Kamis (8/1), saat pemerintah membeberkan perkembangan terkini kinerja penerimaan dan belanja negara hingga akhir tahun.

Menkeu menyampaikan bahwa kondisi ekonomi tahun 2025 bergerak dinamis. Ketidakpastian eksternal menuntut pemerintah menggunakan APBN sebagai alat yang luwes, cepat, dan mampu meredam gejolak. Ia menegaskan bahwa kebijakan fiskal terus diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan, sembari memastikan pengelolaan anggaran tetap berada dalam batas aman.

Kinerja Pendapatan Menguat di Tengah Tekanan Ekonomi

Dalam laporannya, pendapatan negara tercatat mencapai Rp2.756,3 triliun atau sekitar 91,7 persen dari outlook semester. Angka tersebut ditopang oleh penerimaan perpajakan yang mencapai Rp2.217,9 triliun atau 89 persen dari target tahunan. Di dalamnya, penerimaan pajak berkontribusi Rp1.917,6 triliun, sementara kepabeanan dan cukai menyumbang Rp300,3 triliun.

Sumber pendapatan negara lainnya, yakni PNBP, mencatat realisasi yang melampaui ekspektasi dengan nilai Rp534,1 triliun atau 104 persen dari target. Penerimaan hibah juga menunjukkan capaian tinggi, mencapai Rp4,3 triliun atau lebih dari tujuh kali lipat target awal.

Sementara itu, belanja negara yang mencapai Rp3.451,4 triliun menunjukkan tingkat penyerapan 95,3 persen. Angka tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp2.602,3 triliun dan transfer ke daerah Rp849 triliun. Pemerintah menekankan bahwa alokasi belanja tetap diarahkan untuk program prioritas yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.

Defisit Terkendali dan Kebijakan Fiskal Tetap Antisipatif

Di akhir tahun anggaran, defisit tercatat berada pada level 2,92 persen dari PDB atau sekitar Rp695,1 triliun, masih berada dalam kisaran aman. Menkeu menegaskan bahwa langkah konsolidasi fiskal tetap dijaga, meskipun APBN juga harus menjalankan fungsi countercyclical. Pemerintah berupaya memberi dorongan pada sektor ekonomi yang melambat tanpa mengorbankan posisi fiskal jangka panjang.

Purbaya menambahkan bahwa pemerintah optimistis tahun depan fundamental ekonomi akan semakin kuat. Dengan dukungan investasi serta konsumsi domestik yang stabil, defisit pada tahun 2026 diproyeksikan berada pada level lebih rendah.

Optimisme tersebut diperkuat oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sebesar 5,4 persen pada tahun berjalan. Pemerintah masih melihat peluang untuk mengerek angka tersebut ke level yang lebih tinggi, sejalan dengan realisasi program strategis dan peningkatan produktivitas nasional.

Dalam penutupannya, Menkeu kembali menegaskan bahwa realisasi sementara APBN 2025 menjadi bukti bahwa APBN tetap mampu menjalankan fungsi ganda: mendorong pertumbuhan dan menjaga stabilitas. Pemerintah akan terus mengoptimalkan peran APBN sebagai penopang daya beli masyarakat sekaligus bantalan yang memitigasi dampak gejolak global. Kata Menkeu, efisiensi serta ketepatan kebijakan fiskal akan terus ditingkatkan agar realisasi sementara APBN 2025 benar-benar menjadi landasan kokoh menuju tahun anggaran berikutnya.

Ancaman Penipuan Lewat Kartu Kredit Meningkat, BRI Serukan Waspada!

0

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai modus kejahatan perbankan, terutama yang berkaitan dengan penipuan lewat kartu kredit. Peringatan ini disampaikan seiring meningkatnya laporan masyarakat terkait upaya pencurian data pribadi yang dilakukan melalui berbagai pola, mulai dari pesan singkat hingga situs yang menyerupai kanal resmi perbankan. BRI menilai ancaman penipuan lewat kartu kredit perlu menjadi perhatian serius, terutama di tengah tren penggunaan transaksi digital yang makin masif.

Dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis, Corporate Secretary BRI Dhanny menyampaikan bahwa maraknya pemanfaatan layanan non-tunai harus dibarengi peningkatan literasi keamanan digital. Ia menjelaskan bahwa kemudahan transaksi nontunai sering dimanfaatkan oknum untuk menjalankan penipuan lewat kartu kredit, termasuk melalui teknik phishing, skimming, maupun social engineering. Modus-modus ini menyasar informasi pribadi dan data sensitif nasabah.

Dhanny menegaskan bahwa kartu kredit, yang kini menjadi salah satu instrumen pembayaran paling praktis baik di toko offline maupun platform digital, memiliki risiko tersendiri apabila data pemilik tidak dikelola dengan baik. Ia mengingatkan agar pengguna tidak memberikan informasi apa pun terkait nomor kartu, masa berlaku, CVV, dan data sensitif lainnya kepada pihak mana pun.

Penguatan Sistem Keamanan dan Edukasi Nasabah

BRI menekankan bahwa pihak bank tidak pernah meminta informasi rahasia melalui telepon, email, maupun pesan singkat. “BRI tidak pernah meminta data seperti CVV atau OTP dalam kondisi apa pun. Permintaan semacam itu merupakan indikasi kuat adanya upaya penipuan,” ujar Dhanny.

Ia menjelaskan bahwa BRI terus memperkuat sistem keamanan secara bertahap, termasuk validasi data kartu saat aktivasi, notifikasi transaksi secara real time ke perangkat nasabah, serta penerapan PIN untuk penggunaan kartu kredit di mesin EDC. Implementasi OTP untuk transaksi online yang menggunakan sistem 3D Secure juga kini menjadi standar, sehingga memberikan lapisan perlindungan tambahan saat bertransaksi di merchant digital.

Pada sisi teknologi, kartu kredit BRI kini telah dilengkapi verifikasi PIN enam digit khusus untuk transaksi di EDC. Langkah ini disebut memberikan kontrol yang lebih kuat kepada pengguna, sekaligus menutup celah yang sering dimanfaatkan pelaku kejahatan siber.

Selain penguatan sistem, Dhanny mendorong nasabah untuk tetap proaktif. Ia menekankan pentingnya memantau notifikasi transaksi dan segera bertindak bila muncul aktivitas mencurigakan. BRI meminta nasabah menghubungi Contact BRI 1500017 atau aplikasi BRI Credit Card Mobile jika menerima pemberitahuan mengenai transaksi yang tidak pernah dilakukan.

Sebagai bentuk pencegahan tambahan, BRI juga mengimbau nasabah rutin memperbarui data pribadi, termasuk informasi email, nomor ponsel, alamat pengiriman tagihan, hingga dokumen pendukung seperti NPWP dan slip gaji. Pembaruan ini dinilai penting agar setiap notifikasi keamanan dapat tersampaikan tanpa hambatan.

Ide Boleh Banyak, Tapi Konsistensi Bisnis yang Menentukan Siapa yang Bertahan

Semua orang bisa punya ide cemerlang, tapi tidak semuanya bisa menjalankannya dengan disiplin. Di dunia usaha, fondasi terpenting justru datang dari konsistensi bisnis, bukan sekadar konsep brilian. Banyak pengusaha yang memulai penuh semangat, lalu melambat karena rutinitas terasa membosankan atau tidak langsung menghasilkan. Padahal, konsistensi bisnis adalah bahan bakar utama untuk membuat usaha tetap bergerak. Bahkan bisnis sederhana bisa berkembang jauh kalau pemiliknya punya pola kerja yang stabil. Karena itu, kemampuan menjaga konsistensi bisnis sering menjadi pembeda antara mereka yang berhasil dan mereka yang berhenti di tengah jalan.

Banyak orang terjebak pada kebiasaan terlalu banyak merancang strategi, mencoba hal-hal baru tanpa menyelesaikan yang lama, atau menunda eksekusi karena merasa belum sempurna. Akhirnya, ide hanya jadi wacana yang berulang. Dalam dunia bisnis yang semakin cepat berubah, mentalitas seperti itu bisa bikin usaha lambat berkembang. Sementara mereka yang fokus dan tekun menjalankan langkah kecil setiap hari justru perlahan membangun pijakan yang lebih kuat.

Konsistensi Mengalahkan Ide Besar yang Tidak Pernah Dijalankan

Ada banyak kisah pengusaha yang memulai dengan konsep biasa saja, tapi bisa tumbuh karena eksekusi mereka stabil. Mereka posting rutin, merespons pelanggan dengan cepat, menjaga kualitas produk, mencatat laporan keuangan, dan melakukan evaluasi kecil setiap minggu. Hal-hal sederhana seperti ini sering diabaikan, padahal justru menjadi tulang punggung perkembangan bisnis.

Konsistensi juga membangun kepercayaan. Pelanggan cenderung memilih brand yang “selalu ada”. Bukan yang muncul sebentar lalu hilang. Ketika ritme komunikasi, promosi, dan pelayanan berjalan teratur, pelanggan merasa aman. Ini adalah modal besar yang sering tidak disadari: stabilitas. Brand yang stabil terlihat lebih profesional, lebih serius, dan lebih layak dipercaya.

Sebaliknya, bisnis yang tidak konsisten sering terlihat ragu pada diri sendiri. Posting jarang, respon lambat, proses internal berantakan. Pada akhirnya, bukan karena produk jelek, tapi ritme kerja yang tidak terarah.

Konsistensi adalah Sistem, Bukan Soal Semangat Saja

Banyak pelaku usaha mengira konsistensi adalah soal motivasi harian. Padahal yang lebih penting adalah sistem. Ketika sebuah bisnis memiliki pola yang bisa diulang—seperti jadwal produksi, jam khusus untuk balas chat, ritme konten mingguan, atau evaluasi rutin—maka usaha dapat berjalan meski pemiliknya sedang tidak seratus persen. Sistem kecil seperti ini justru menciptakan keberlanjutan.

Dari sistem yang teratur, muncul ritme. Dari ritme, muncul momentum. Momentum inilah yang akhirnya membawa bisnis berkembang. Kamu mungkin tidak menyadari dampaknya hari ini, tapi di bulan keenam atau tahun pertama, hasilnya akan terasa. Sementara mereka yang tidak membangun sistem akan terus merasa seperti memulai dari awal setiap kali ingin bergerak.

Selain itu, konsistensi menciptakan kejelasan arah. Ketika kamu terbiasa mengeksekusi hal yang sama secara rutin, intuisi bisnis akan semakin tajam. Kamu jadi lebih cepat membaca pola pasar, memahami perilaku pelanggan, dan melihat peluang yang tidak terlihat sebelumnya.