Jumat, November 6, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 31

RANS Entertainment Resmi Melantai di Bursa, Raup Dana IPO Rp429 Miliar

0

RANS Entertainment resmi mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (10/7/2026). Perusahaan yang didirikan Raffi Ahmad dan Nagita Slavina itu berhasil menghimpun dana segar sebesar Rp429,25 miliar melalui aksi Initial Public Offering (IPO). Antusiasme investor langsung terlihat pada hari pertama perdagangan ketika saham perseroan melesat hingga menyentuh batas Auto Reject Atas (ARA).

Saham RANS Entertainment ditawarkan dengan harga Rp170 per lembar dan ditutup melonjak menjadi Rp228 per saham atau naik sekitar 34 persen. Kenaikan tersebut mencerminkan tingginya minat pasar terhadap emiten yang bergerak di sektor industri kreatif dan hiburan tersebut.

Direktur Utama RANS Entertainment, Nagita Slavina, mengatakan Indonesia memiliki potensi besar dalam melahirkan karya kreatif yang mampu berkembang menjadi bisnis bernilai tinggi. Menurutnya, industri kreatif tidak hanya menghasilkan hiburan, tetapi juga dapat menciptakan intellectual property yang kuat, membuka lapangan pekerjaan, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.

Dana IPO Difokuskan untuk Ekspansi Bisnis

Melalui penawaran saham perdana, perseroan melepas sekitar 2,525 miliar saham baru atau setara 20,02 persen dari total modal yang ditempatkan dan disetor penuh. Dana hasil IPO kemudian akan digunakan untuk mempercepat berbagai agenda pengembangan usaha.

Porsi terbesar dialokasikan untuk penyelenggaraan konser yang menyerap sekitar 37,61 persen dana atau sekitar Rp161,5 miliar. Selain itu, RANS Entertainment juga menyiapkan investasi untuk mengakuisisi mayoritas saham PT Rans Kosmetika Indonesia senilai sekitar Rp85 miliar.

Perseroan turut mengembangkan Cipungland, wahana bermain dan edukasi keluarga, dengan alokasi investasi sekitar Rp80 miliar. Di sisi lain, perusahaan juga memperluas langkah ke sektor teknologi melalui investasi pada perusahaan patungan berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) bersama PT Feedloop Global Teknologi.

Raffi Ahmad: Ini Awal Babak Baru Perusahaan

Pendiri RANS Entertainment, Raffi Ahmad, menegaskan bahwa pencatatan saham di BEI bukanlah garis akhir perjalanan perusahaan. Menurutnya, status sebagai perusahaan publik justru menjadi awal untuk menjalankan bisnis dengan tata kelola yang semakin profesional, transparan, dan akuntabel.

Sebagian dana IPO juga akan dimanfaatkan untuk memperkuat struktur keuangan perusahaan, termasuk melunasi sebagian fasilitas kredit investasi dan menambah modal kerja anak usaha. Dengan strategi tersebut, perseroan berharap mampu memperluas lini bisnis sekaligus memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan kreatif yang terus berkembang di Indonesia.

BPS Ungkap Perkembangan Harga Beras Mulai Membaik, Daerah Terdampak Semakin Berkurang

0

Perkembangan Harga Beras nasional masih menunjukkan kondisi yang relatif stabil pada awal Juli 2026. Pemerintah mencatat jumlah daerah yang mengalami kenaikan harga beras terus berkurang seiring berbagai langkah pengendalian yang dilakukan. Kondisi tersebut menjadi sinyal positif di tengah kewaspadaan menghadapi musim kemarau dan potensi dampak El Nino terhadap produksi pangan.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa hingga pekan pertama Juli terdapat 113 kabupaten dan kota yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras. Angka itu lebih rendah dibandingkan akhir Juni yang masih mencapai 138 daerah.

Menurut Ateng, meskipun beras masih mengalami inflasi, kenaikannya belum menunjukkan lonjakan yang mengkhawatirkan. Pergerakan harga di berbagai provinsi juga dinilai masih berada dalam batas yang terkendali sehingga belum memberikan tekanan besar terhadap stabilitas pangan nasional.

Cadangan Beras Pemerintah Jadi Penyangga Stabilitas Harga

Sementara itu, analisis Badan Pangan Nasional (Bapanas) menunjukkan kondisi yang lebih baik. Dari seluruh daerah yang dipantau, hanya 55 kabupaten dan kota yang mencatat kenaikan harga beras hingga melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk beras medium. Selebihnya masih berada dalam kisaran harga yang ditetapkan pemerintah.

Melihat Perkembangan Harga Beras tersebut, pemerintah terus mengoptimalkan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebagai instrumen utama menjaga stabilitas pasar. Hingga 7 Juli 2026, stok CBP yang dikelola Perum Bulog telah mencapai sekitar 5,2 juta ton, jumlah yang disebut sebagai cadangan terbesar sepanjang sejarah Indonesia.

Sekretaris Utama Bapanas, Sarwo Edhy, menyatakan cadangan tersebut menjadi modal penting dalam menjaga pasokan pangan, terutama ketika produksi menghadapi tantangan cuaca ekstrem. Pemerintah optimistis kebutuhan masyarakat tetap dapat dipenuhi berkat dukungan stok yang memadai dan distribusi yang terus diperkuat.

Intervensi Pasar Terus Dilanjutkan di Berbagai Daerah

Pemerintah juga terus menjalankan berbagai program intervensi untuk menjaga Perkembangan Harga Beras tetap stabil. Sejak awal tahun, realisasi penyaluran CBP telah mencapai sekitar 1,36 juta ton melalui sejumlah program, termasuk Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), bantuan pangan, penyaluran bagi aparatur sipil negara di wilayah tertentu, hingga bantuan untuk daerah terdampak bencana.

Program bantuan pangan untuk alokasi Februari dan Maret telah disalurkan kepada lebih dari 33 juta keluarga penerima manfaat dengan total distribusi beras mencapai ratusan ribu ton. Selain itu, pemerintah terus menggencarkan pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di berbagai daerah guna menjaga ketersediaan dan keterjangkauan bahan pangan pokok.

Melalui kombinasi cadangan beras yang kuat, distribusi yang semakin luas, serta pelaksanaan intervensi pasar secara berkelanjutan, pemerintah berharap Perkembangan Harga Beras tetap terkendali hingga beberapa bulan mendatang. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus memastikan stabilitas pangan nasional tetap terjaga di tengah tantangan iklim dan dinamika pasar.

Usaha Online Tapi Bangkrut, Ternyata Kesalahan Ini Masih Sering Dilakukan!

0

Usaha Online Tapi Bangkrut menjadi kekhawatiran yang sering muncul di kalangan pelaku bisnis digital, termasuk bagi mereka yang berstatus Karyawan tapi Punya Usaha. Banyak orang memulai bisnis online dengan semangat tinggi karena melihat kisah sukses di media sosial, tetapi tidak sedikit yang akhirnya berhenti sebelum usahanya berkembang. Fenomena ini menunjukkan bahwa membangun bisnis digital tidak cukup hanya dengan modal internet dan akun marketplace, tetapi juga membutuhkan strategi, konsistensi, dan pengelolaan usaha yang baik.

Perkembangan ekonomi digital memang membuka peluang yang sangat besar. Menurut laporan Google, Temasek, dan Bain & Company dalam e-Conomy SEA 2024, Indonesia masih menjadi pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai puluhan miliar dolar AS dan terus bertumbuh seiring meningkatnya transaksi e-commerce serta penggunaan layanan digital.

Namun, besarnya peluang juga berarti persaingan semakin ketat. Banyak pelaku usaha baru masuk ke pasar yang sama tanpa memiliki pembeda yang jelas. Akibatnya, sebagian bisnis kesulitan mendapatkan pelanggan dan akhirnya berhenti beroperasi.

Memulai Terlalu Cepat Tanpa Perencanaan

Salah satu penyebab Usaha Online Tapi Bangkrut adalah memulai bisnis hanya karena mengikuti tren.

Misalnya, ketika suatu produk sedang viral, banyak orang langsung menjual produk serupa tanpa melakukan riset pasar. Ketika tren mulai mereda, permintaan ikut turun sehingga penjualan menurun drastis.

Padahal sebelum memulai usaha, pelaku bisnis sebaiknya memahami siapa target konsumennya, bagaimana tingkat persaingan, serta nilai tambah apa yang bisa ditawarkan.

Perencanaan sederhana seperti menentukan segmen pasar, menghitung modal, hingga memperkirakan biaya operasional dapat membantu mengurangi risiko di kemudian hari.

Terlalu Fokus pada Penjualan, Lupa Membangun Kepercayaan

Kesalahan lain yang cukup sering terjadi adalah hanya mengejar transaksi.

Banyak toko online langsung menawarkan harga murah tanpa membangun identitas merek, pelayanan yang baik, atau komunikasi yang konsisten dengan pelanggan.

Padahal menurut laporan PwC Global Consumer Insights Survey, pengalaman pelanggan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian ulang. Artinya, bisnis yang mampu memberikan pelayanan memuaskan memiliki peluang lebih besar mempertahankan pelanggan dibanding hanya bersaing lewat harga.

Membangun kepercayaan memang membutuhkan waktu, tetapi hasilnya jauh lebih berkelanjutan dibanding sekadar mengejar penjualan sesaat.

Penyebab Usaha Online Tapi Bangkrut yang Sering Tidak Disadari

Selain faktor eksternal, ada beberapa kebiasaan yang sering menjadi penyebab bisnis berhenti di tengah jalan.

  • Tidak Memisahkan Keuangan Pribadi dan Bisnis

Masih banyak pelaku usaha yang menggunakan satu rekening untuk seluruh kebutuhan.

Akibatnya, keuntungan bisnis sulit dihitung karena bercampur dengan pengeluaran pribadi.

Pemisahan keuangan menjadi langkah sederhana yang membantu pelaku usaha mengetahui kondisi bisnis secara lebih akurat.

  • Tidak Konsisten Membuat Konten

Dalam bisnis online, pemasaran digital memiliki peran penting.

Sayangnya, banyak pemilik usaha hanya aktif membuat konten ketika penjualan sedang turun.

Padahal algoritma media sosial dan perilaku konsumen lebih menyukai akun yang aktif secara konsisten.

Konten tidak selalu harus berupa promosi. Edukasi, cerita di balik bisnis, testimoni pelanggan, hingga proses produksi juga dapat meningkatkan kedekatan dengan audiens.

  • Terlalu Cepat Menyerah

Tidak semua bisnis langsung memperoleh keuntungan dalam beberapa minggu.

Menurut Global Entrepreneurship Monitor (GEM), sebagian besar usaha baru membutuhkan waktu untuk menemukan model bisnis yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan pasar.

Karena itu, hasil yang belum maksimal pada tahap awal bukan berarti bisnis tidak memiliki masa depan.

Belajar dari Data, Bukan Sekadar Perasaan

Banyak keputusan bisnis masih didasarkan pada asumsi.

Misalnya menambah stok karena merasa produk akan laris atau menghentikan promosi karena menganggap tidak efektif.

Padahal hampir semua platform digital saat ini menyediakan data mengenai jumlah pengunjung, tingkat konversi, hingga perilaku pelanggan.

Dengan memanfaatkan data tersebut, pelaku usaha dapat mengambil keputusan yang lebih tepat dibanding hanya mengandalkan perkiraan.

Bangun Bisnis Secara Bertahap

Bagi Karyawan tapi Punya Usaha, membangun bisnis secara bertahap justru menjadi strategi yang lebih aman.

Pendapatan dari pekerjaan utama dapat membantu menjaga kondisi keuangan ketika usaha masih dalam tahap pengembangan.

Pendekatan ini juga memberikan ruang untuk memperbaiki produk, memahami pelanggan, dan membangun sistem bisnis tanpa tekanan yang berlebihan.

Mayoritas Aspirasi Pengemudi Ojol Pilih Jadi Pengusaha Mikro, Bukan Pekerja

0

Pemerintah kembali menyerap aspirasi pengemudi ojol sebagai bagian dari penyusunan kebijakan penguatan sektor usaha mikro. Menteri UMKM Maman Abdurrahman bertemu dengan ratusan pengemudi ojek online yang mewakili 19 komunitas mitra Gojek, Grab, dan Maxim untuk mendengar langsung pandangan mereka terkait status sebagai pengusaha mikro transportasi daring.

Dalam dialog yang berlangsung di Kantor Kementerian UMKM, Jakarta, mayoritas peserta menyampaikan keinginan untuk tetap berstatus sebagai pelaku usaha dibandingkan menjadi pekerja. Menurut Maman, hasil pertemuan tersebut menunjukkan bahwa aspirasi pengemudi ojol mengarah pada kebutuhan mempertahankan fleksibilitas dalam menjalankan pekerjaan sekaligus membuka peluang usaha lainnya.

Ia menilai pilihan tersebut menjadi dasar penting bagi pemerintah dalam merancang kebijakan yang lebih berpihak kepada pengemudi transportasi daring.

Status Pengusaha Mikro Buka Akses Program Pemberdayaan

Maman menjelaskan, status sebagai pengusaha mikro memberikan kesempatan lebih luas bagi pengemudi untuk memperoleh berbagai fasilitas yang selama ini disediakan pemerintah. Mulai dari pelatihan kewirausahaan, peningkatan kapasitas usaha, hingga akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menurutnya, aspirasi pengemudi ojol juga memperlihatkan keinginan agar ekosistem transportasi digital tidak hanya menjadi sumber pendapatan harian, tetapi juga pintu masuk membangun usaha yang lebih berkembang di masa depan.

Keberadaan platform digital dinilai memudahkan proses identifikasi usaha dan penilaian kelayakan penerima pembiayaan. Kondisi tersebut diharapkan dapat memperbesar peluang pengemudi memperoleh modal usaha sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Pemerintah Pastikan Kebijakan Berjalan Sesuai Aturan

Dalam pertemuan tersebut, para pengemudi turut menyampaikan apresiasi terhadap kebijakan pemerintah yang menetapkan porsi pendapatan sebesar 92 persen bagi mitra pengemudi dan 8 persen sebagai komisi perusahaan aplikator. Maman menyebut aspirasi pengemudi ojol menunjukkan dukungan terhadap terciptanya ekosistem transportasi daring yang lebih adil dan berkelanjutan.

Ia juga menanggapi isu penurunan pendapatan yang sempat muncul setelah kebijakan baru diberlakukan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak sepenuhnya dipengaruhi perubahan sistem komisi, melainkan juga faktor musiman seperti masa libur sekolah yang menyebabkan jumlah penumpang menurun.

Pemerintah, lanjut Maman, akan terus mengawal implementasi kebijakan tersebut agar berjalan sesuai ketentuan. Apabila ditemukan pelanggaran oleh platform digital, pemerintah tidak akan ragu mengambil langkah sesuai regulasi.

Karyawan tapi Punya Usaha? Ini Cara Menjalani Dua Peran Tanpa Kewalahan

0

Menjadi Karyawan tapi Punya Usaha bukan lagi hal yang asing di era digital. Banyak pekerja kantoran mulai membangun bisnis sampingan sebagai sumber penghasilan tambahan, sarana mengembangkan hobi, atau persiapan finansial jangka panjang. Berempat melihat tren ini semakin berkembang karena kemudahan teknologi membuat seseorang dapat menjalankan bisnis tanpa harus meninggalkan pekerjaan utamanya.

Namun, menjalani dua peran sekaligus tentu bukan perkara mudah. Di satu sisi, pekerjaan kantor memiliki target dan tanggung jawab yang harus diselesaikan. Di sisi lain, usaha membutuhkan perhatian agar terus berkembang. Tanpa pengelolaan waktu yang baik, keduanya justru bisa saling mengganggu.

Menurut laporan Global Entrepreneurship Monitor (GEM) 2024/2025, semakin banyak individu yang memulai bisnis sebagai aktivitas sampingan sebelum memutuskan menjadi wirausaha penuh waktu. Fenomena ini menunjukkan bahwa membangun usaha sambil tetap bekerja menjadi pilihan yang realistis bagi banyak orang untuk mengurangi risiko finansial.

Karena itu, kunci utama bukan memilih salah satu, melainkan menemukan cara agar pekerjaan dan bisnis dapat berjalan berdampingan secara sehat.

Mulailah dengan Usaha yang Fleksibel

Kesalahan yang sering dilakukan calon pebisnis adalah langsung memilih usaha yang membutuhkan perhatian penuh setiap hari.

Padahal, jika masih bekerja kantoran, sebaiknya pilih model bisnis yang lebih fleksibel dan mudah dikelola di luar jam kerja.

Contohnya adalah menjadi reseller, menjalankan bisnis print on demand, membuka toko online dengan sistem pre-order, menjual produk digital, atau menawarkan jasa berbasis keahlian seperti desain grafis dan penulisan konten.

Model bisnis seperti ini memungkinkan pekerjaan utama tetap menjadi prioritas tanpa menghambat perkembangan usaha.

Selain itu, manfaatkan berbagai aplikasi digital untuk membantu mengelola pesanan, pembayaran, hingga komunikasi dengan pelanggan secara lebih efisien.

Pisahkan Waktu Kerja dan Waktu Mengelola Bisnis

Salah satu tantangan terbesar bagi Karyawan tapi Punya Usaha adalah membagi fokus.

Hindari mengurus bisnis saat jam kerja kantor, kecuali memang diizinkan oleh perusahaan. Selain mengganggu produktivitas, kebiasaan tersebut juga berpotensi menimbulkan konflik dengan tempat bekerja.

Sebaliknya, buat jadwal khusus untuk mengembangkan usaha, misalnya satu hingga dua jam setiap malam atau beberapa jam pada akhir pekan.

Dengan jadwal yang konsisten, bisnis tetap berjalan tanpa mengorbankan tanggung jawab sebagai karyawan.

Menurut penelitian dari Harvard Business Review, pengelolaan waktu yang terstruktur mampu meningkatkan produktivitas sekaligus mengurangi risiko kelelahan akibat menjalankan banyak peran.

Strategi agar Karyawan tapi Punya Usaha Tetap Seimbang

Menjalankan dua aktivitas sekaligus membutuhkan sistem yang sederhana, tetapi konsisten. Berikut beberapa strategi yang dapat diterapkan.

  • Tentukan Target yang Realistis

Tidak semua usaha harus langsung menghasilkan keuntungan besar dalam beberapa bulan.

Fokuslah membangun fondasi bisnis terlebih dahulu, seperti mendapatkan pelanggan pertama, memperbaiki layanan, atau memperluas jaringan.

Target yang realistis membantu menjaga motivasi tanpa memberikan tekanan berlebihan.

  • Gunakan Teknologi untuk Menghemat Waktu

Manfaatkan aplikasi pencatatan keuangan, kalender digital, platform manajemen proyek, hingga fitur balas otomatis pada aplikasi pesan.

Otomatisasi sederhana dapat mengurangi pekerjaan administratif sehingga waktu lebih banyak digunakan untuk aktivitas yang benar-benar penting.

  • Jangan Kerjakan Semua Sendiri

Ketika usaha mulai berkembang, pertimbangkan untuk mendelegasikan sebagian pekerjaan.

Misalnya menggunakan jasa pengiriman, desainer lepas, admin media sosial, atau aplikasi kasir digital.

Delegasi bukan berarti kehilangan kontrol, tetapi membantu menjaga keseimbangan antara pekerjaan utama dan bisnis.

  • Pahami Aturan di Tempat Kerja

Sebelum memulai usaha, pastikan memahami kebijakan perusahaan tempat bekerja.

Beberapa perusahaan memiliki aturan mengenai konflik kepentingan atau pembatasan terhadap jenis bisnis tertentu.

Selama usaha tidak bersaing langsung dengan perusahaan dan tidak mengganggu kinerja, banyak tempat kerja yang tetap memperbolehkan karyawannya memiliki bisnis sampingan.

Memahami aturan sejak awal akan membantu menghindari persoalan di kemudian hari.

Bangun Bisnis sebagai Investasi Jangka Panjang

Menjadi Karyawan tapi Punya Usaha bukan berarti harus terburu-buru meninggalkan pekerjaan tetap.

Justru banyak pelaku usaha sukses yang membangun bisnisnya secara bertahap hingga memiliki fondasi yang kuat.

Menurut laporan OECD mengenai kewirausahaan, bisnis yang berkembang secara bertahap sering kali memiliki peluang bertahan lebih tinggi karena pemiliknya memiliki waktu untuk memahami pasar dan memperbaiki model bisnis tanpa tekanan kehilangan sumber penghasilan utama.

Industri Manufaktur Indonesia Siap Go Global, Kerja Sama Industri Jadi Fokus di Rusia

Peluang kerja sama industri antara Indonesia dan negara-negara Eurasia terus menunjukkan perkembangan positif. Untuk memperluas kolaborasi tersebut, Kementerian Perindustrian membawa 16 perusahaan sektor logam, mesin, alat transportasi, dan elektronika (ILMATE) mengikuti pameran internasional INNOPROM 2026 di Ekaterinburg, Rusia, yang berlangsung pada 6–9 Juli 2026.

Ajang tersebut menjadi wadah bagi Indonesia untuk memperkenalkan kemampuan industri manufaktur nasional melalui beragam inovasi, mulai dari teknologi kecerdasan buatan (AI), Virtual Reality, RFID, komponen maritim, industri perkapalan, drone, energi surya, logam, hingga mesin industri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan keikutsertaan Indonesia tidak hanya bertujuan mempromosikan produk unggulan, tetapi juga membuka peluang kerja sama industri yang lebih luas dengan Rusia, negara-negara anggota Eurasian Economic Union (EAEU), serta BRICS. Bentuk kolaborasi yang diharapkan meliputi investasi, pengembangan rantai pasok, perluasan pasar ekspor, hingga produksi bersama.

Industri ILMATE Tunjukkan Daya Saing Global

Menurut Agus, partisipasi Indonesia di INNOPROM 2026 mencerminkan semakin kuatnya kapasitas industri manufaktur nasional. Indonesia ingin dikenal bukan sekadar sebagai pasar, melainkan mitra strategis yang mampu menghadirkan produk berteknologi tinggi dengan nilai tambah yang kompetitif.

Kinerja sektor ILMATE juga memperlihatkan tren positif. Pada triwulan pertama 2026, sektor tersebut tumbuh 4,28 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 4,28 persen, sementara nilai investasi yang masuk menyentuh Rp90,48 triliun.

Capaian tersebut memperkuat optimisme pemerintah bahwa kerja sama industri dengan negara-negara Eurasia akan semakin berkembang seiring meningkatnya kualitas produk manufaktur Indonesia.

Kolaborasi Teknologi dan Investasi Terus Diperkuat

Direktur Jenderal ILMATE Kementerian Perindustrian, Setia Diarta, menilai kehadiran perusahaan nasional di INNOPROM menjadi bukti bahwa industri Indonesia mampu bersaing di pasar internasional melalui produk yang mengedepankan inovasi dan teknologi.

Ia berharap pameran tersebut menjadi pintu masuk lahirnya kerja sama industri baru, baik dalam bentuk transfer teknologi, investasi, maupun penguatan rantai pasok global. Menurutnya, kolaborasi internasional menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan daya saing manufaktur Indonesia di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Hubungan Indonesia dengan kawasan Eurasia sendiri terus berkembang melalui berbagai proyek strategis. Salah satunya ditandai dengan penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) antara PT PAL Indonesia dan Rosatom pada April 2026. Kesepakatan tersebut menjadi contoh nyata kerja sama industri yang membuka peluang pengembangan teknologi maritim dan rekayasa tingkat lanjut, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra manufaktur yang semakin diperhitungkan di pasar internasional.

BPS Jamin Kerahasiaan Data Sensus Ekonomi, OJK Ingatkan Bahaya Oknum Palsu

0

Keamanan Data Sensus Ekonomi menjadi perhatian OJK seiring berlangsungnya Sensus Ekonomi 2026 yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS). Meski meyakini BPS memiliki sistem perlindungan data yang kuat, OJK tetap mengimbau masyarakat untuk memastikan identitas petugas lapangan sebelum memberikan informasi guna menghindari penyalahgunaan oleh oknum yang mengatasnamakan petugas sensus.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi, menegaskan pihaknya menaruh kepercayaan terhadap kredibilitas BPS dalam mengelola proses pendataan. Namun, menurutnya, kewaspadaan masyarakat tetap diperlukan karena selalu ada kemungkinan pihak tidak bertanggung jawab memanfaatkan momentum tersebut untuk memperoleh data pribadi secara ilegal.

Ia menilai pelaksanaan sensus memiliki peran strategis dalam memotret kondisi perekonomian nasional secara lebih rinci. Karena itu, kualitas Data Sensus Ekonomi sangat bergantung pada keakuratan informasi yang diberikan oleh masyarakat maupun pelaku usaha.

OJK Dorong Akurasi Data Sensus Ekonomi

Friderica juga mengajak seluruh pelaku usaha jasa keuangan untuk memberikan informasi sesuai kondisi sebenarnya kepada petugas BPS. Data yang lengkap dan valid dinilai akan membantu pemerintah maupun regulator memperoleh gambaran yang lebih akurat mengenai perkembangan ekonomi di berbagai daerah.

Menurutnya, Data Sensus Ekonomi menjadi salah satu sumber informasi penting yang dapat mendukung proses pengambilan kebijakan, termasuk dalam pelaksanaan fungsi pengawasan sektor jasa keuangan.

Kepercayaan OJK terhadap BPS juga didasarkan pada pengalaman kerja sama kedua lembaga dalam pelaksanaan Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK). Selama ini, metodologi, prosedur lapangan, hingga standar operasional yang diterapkan BPS dinilai berjalan dengan baik dan memenuhi prinsip kerahasiaan data.

Masyarakat Diminta Verifikasi Identitas Petugas

Di sisi lain, OJK mengingatkan masyarakat agar tidak langsung memberikan informasi kepada siapa pun yang mengaku sebagai petugas sensus. Pemeriksaan kartu identitas, surat tugas, hingga konfirmasi kepada pengurus RT atau RW menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan sebelum proses pendataan berlangsung.

Sementara itu, BPS kembali menegaskan bahwa Data Sensus Ekonomi hanya dimanfaatkan untuk kepentingan statistik dan tidak digunakan sebagai dasar perpajakan maupun pungutan lainnya. Seluruh informasi responden dilindungi sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, memastikan kerahasiaan Data Sensus Ekonomi menjadi komitmen utama lembaganya. Data yang terkumpul nantinya akan diolah dalam bentuk statistik agregat sehingga identitas responden tetap terlindungi, sekaligus menjadi dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Jangan Asal Tempel Label, Ini Informasi Dalam Kemasan Produk yang Harus Ada!

0

Informasi Dalam Kemasan Produk bukan sekadar pelengkap yang dicetak pada label. Bagi pelaku usaha, terutama UMKM, informasi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat membangun kepercayaan konsumen sekaligus membantu memenuhi ketentuan yang berlaku. Di Berempat.com, kami melihat masih banyak bisnis yang sudah memiliki kemasan menarik, tetapi belum menyajikan informasi yang lengkap sehingga berpotensi mengurangi nilai produk di mata calon pembeli.

Ketika seseorang melihat sebuah produk untuk pertama kalinya, label kemasan biasanya menjadi sumber informasi utama. Konsumen akan mencari tahu nama produk, komposisi, berat bersih, hingga identitas produsen sebelum memutuskan membeli. Apalagi di era marketplace, pembeli tidak selalu bisa bertanya langsung kepada penjual sehingga label kemasan memiliki peran yang semakin penting.

Menurut survei NielsenIQ, mayoritas konsumen menyatakan mereka lebih percaya pada produk yang memberikan informasi secara jelas dan transparan pada kemasannya. Sementara itu, regulasi di Indonesia juga mengatur bahwa produk tertentu wajib mencantumkan informasi tertentu agar dapat dipasarkan secara legal.

Karena itu, memahami Informasi Dalam Kemasan Produk bukan hanya berkaitan dengan pemasaran, tetapi juga menyangkut kepatuhan terhadap aturan dan perlindungan konsumen.

Mengapa Label Kemasan Memiliki Peran Penting?

Kemasan sering disebut sebagai “silent salesman” karena mampu menyampaikan pesan kepada calon pembeli tanpa bantuan tenaga penjual.

Label yang informatif membantu konsumen memahami manfaat produk sekaligus memberikan rasa aman sebelum melakukan pembelian.

Sebaliknya, kemasan yang minim informasi dapat menimbulkan keraguan. Konsumen mungkin mempertanyakan siapa produsennya, bagaimana cara menggunakan produk, atau apakah produk tersebut aman dikonsumsi.

Menurut Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, informasi yang jelas pada label juga menjadi salah satu bentuk perlindungan terhadap hak konsumen untuk memperoleh informasi yang benar mengenai barang yang dibeli.

Informasi Dalam Kemasan Produk yang Sebaiknya Tidak Dilewatkan

Setiap jenis produk memiliki ketentuan yang berbeda. Namun secara umum, terdapat beberapa informasi penting yang sebaiknya selalu dicantumkan.

1. Nama Produk

Nama produk harus mudah dikenali dan menggambarkan isi produk secara jelas.

Hindari penggunaan nama yang membingungkan atau terlalu sulit diingat karena dapat menyulitkan konsumen ketika ingin melakukan pembelian ulang.

2. Identitas Produsen

Cantumkan nama usaha beserta alamat atau informasi kontak yang dapat dihubungi.

Informasi ini membantu meningkatkan kepercayaan sekaligus memudahkan pelanggan jika ingin memberikan masukan atau melakukan pemesanan kembali.

3. Komposisi atau Bahan Penyusun

Untuk produk makanan, minuman, kosmetik, maupun produk tertentu lainnya, daftar komposisi menjadi informasi yang sangat penting.

Selain membantu konsumen memahami kandungan produk, informasi ini juga bermanfaat bagi mereka yang memiliki alergi terhadap bahan tertentu.

4. Berat Bersih atau Isi Bersih

Mencantumkan berat bersih merupakan bentuk transparansi kepada konsumen.

Dengan informasi tersebut, pembeli dapat membandingkan nilai produk dengan produk lain secara lebih objektif.

Informasi Tambahan yang Membuat Produk Lebih Profesional

Selain informasi utama, ada beberapa elemen lain yang dapat meningkatkan kredibilitas produk.

  • Tanggal Produksi dan Kedaluwarsa

Untuk produk yang memiliki masa simpan tertentu, tanggal produksi dan kedaluwarsa menjadi informasi yang wajib diperhatikan.

Konsumen akan merasa lebih aman ketika mengetahui produk masih berada dalam periode konsumsi yang layak.

  • Nomor Izin Edar atau Sertifikasi

Apabila produk telah memiliki izin edar dari instansi terkait, nomor registrasi sebaiknya dicantumkan pada kemasan.

Untuk produk pangan, misalnya, pelaku usaha dapat mencantumkan nomor izin sesuai ketentuan yang berlaku. Jika telah memiliki sertifikasi halal, logo resmi juga dapat ditampilkan sesuai aturan yang ditetapkan.

  • Petunjuk Penggunaan atau Penyimpanan

Tidak semua produk langsung dapat digunakan tanpa petunjuk.

Informasi mengenai cara penggunaan, penyimpanan, atau peringatan tertentu membantu konsumen memperoleh manfaat produk secara optimal.

Label yang Lengkap Membantu Meningkatkan Kepercayaan

Di tengah persaingan yang semakin ketat, konsumen tidak hanya menilai produk dari harga atau desain kemasan.

Mereka juga memperhatikan seberapa lengkap informasi yang diberikan oleh sebuah merek.

Menurut laporan PwC Global Consumer Insights Survey, transparansi menjadi salah satu faktor yang semakin diprioritaskan konsumen saat memilih produk. Mereka cenderung lebih percaya kepada merek yang terbuka mengenai informasi produknya.

Karena itu, melengkapi Informasi Dalam Kemasan Produk sebaiknya dipandang sebagai investasi jangka panjang. Selain membantu memenuhi regulasi, label yang informatif juga memperkuat citra profesional sebuah usaha.

PHK Karyawan Tokopedia Dibantah, TikTok Sebut Hanya Terapkan Internal Mobility

0

Isu PHK Karyawan Tokopedia menjadi perhatian publik dalam beberapa waktu terakhir hingga mendorong DPR mempertemukan pihak TikTok-Tokopedia dengan pemerintah. Pertemuan tersebut digelar untuk memberikan penjelasan langsung mengenai kabar yang beredar sekaligus memastikan kondisi ketenagakerjaan di perusahaan e-commerce tersebut.

Agenda berlangsung di Gedung Nusantara III DPR, Jakarta, dan dipimpin Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad. Pemerintah diwakili Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, sedangkan pihak perusahaan dihadiri Executive Director of Tokopedia and TikTok E-commerce Indonesia, Stephanie Susilo.

Dasco menjelaskan, DPR merasa perlu memfasilitasi dialog karena menerima banyak masukan dari masyarakat terkait isu PHK Karyawan Tokopedia yang ramai diperbincangkan, terutama di media sosial. Menurutnya, klarifikasi secara langsung diperlukan agar informasi yang diterima publik tidak menimbulkan kesalahpahaman.

TikTok-Tokopedia Tegaskan Tidak Ada PHK Karyawan Tokopedia

Dalam konferensi pers setelah pertemuan, Stephanie Susilo membantah adanya pemutusan hubungan kerja massal di lingkungan TikTok maupun Tokopedia Group. Ia menegaskan perusahaan saat ini hanya menjalankan proses penataan organisasi untuk menyesuaikan kebutuhan bisnis.

Menurut Stephanie, kebijakan tersebut dilakukan melalui mekanisme internal mobility atau perpindahan karyawan ke unit usaha lain dalam grup perusahaan. Dengan skema tersebut, pegawai tetap memiliki kesempatan melanjutkan karier di lingkungan bisnis TikTok-Tokopedia.

Ia juga menjelaskan sebagian pekerja memilih menerima paket kompensasi dan melanjutkan karier di perusahaan lain. Di sisi lain, perusahaan masih membuka rekrutmen untuk lebih dari 100 posisi di Indonesia sebagai bagian dari pengembangan organisasi.

Penjelasan tersebut sekaligus menjadi jawaban atas isu PHK Karyawan Tokopedia yang berkembang di tengah masyarakat. Perusahaan memastikan tidak ada kebijakan pemutusan hubungan kerja secara massal sebagaimana yang ramai diperbincangkan.

Pemerintah Apresiasi Penataan Internal Perusahaan

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli mengapresiasi langkah DPR yang mempertemukan seluruh pihak sehingga informasi mengenai PHK Karyawan Tokopedia dapat dijelaskan secara terbuka. Ia menilai komunikasi seperti ini penting agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan akurat.

Yassierli juga memberikan apresiasi terhadap kebijakan internal mobility yang diterapkan perusahaan. Menurutnya, upaya tersebut menunjukkan adanya komitmen untuk tetap memberikan kesempatan bekerja kepada karyawan melalui penempatan di lini usaha lain dalam grup.

Pemerintah berharap proses penataan organisasi dapat berlangsung dengan tetap memperhatikan hak-hak pekerja serta menjaga iklim ketenagakerjaan yang kondusif. Sementara itu, klarifikasi mengenai isu PHK Karyawan Tokopedia diharapkan dapat mengakhiri berbagai spekulasi yang berkembang dan memberikan kepastian bagi para pekerja maupun masyarakat.