Senin, Agustus 31, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 32

Tekanan Global Seret PMI Manufaktur Indonesia ke Level 49,1

Kinerja PMI Manufaktur Indonesia kembali menjadi sorotan setelah mencatatkan penurunan pada April 2026. PMI Manufaktur Indonesia turun ke level 49,1 dari sebelumnya 50,1 pada Maret, menandakan sektor industri pengolahan kembali masuk fase kontraksi. Kondisi ini mencerminkan tekanan yang masih membayangi aktivitas produksi nasional di tengah ketidakpastian global.

Penurunan PMI Manufaktur Indonesia tidak terlepas dari dampak eskalasi geopolitik yang memicu gangguan rantai pasok internasional. Kenaikan harga komoditas serta biaya logistik turut memperberat beban industri dalam negeri. Situasi tersebut berdampak langsung pada penurunan volume produksi dan aktivitas manufaktur secara keseluruhan.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief, menjelaskan bahwa dinamika global menjadi faktor utama di balik melemahnya PMI Manufaktur Indonesia. Konflik geopolitik yang belum mereda membuat distribusi bahan baku terganggu, sementara biaya operasional industri meningkat.

Tekanan Global Ganggu Produksi Industri

Menurutnya, gangguan pada rantai pasok membuat sejumlah sektor industri kesulitan mendapatkan bahan baku dengan harga yang kompetitif. Akibatnya, banyak pelaku usaha harus menyesuaikan kapasitas produksi atau bahkan menunda ekspansi.

Sebagai respons, pemerintah melalui Kementerian Perindustrian mulai memperkuat koordinasi antar pelaku industri, terutama yang berada dalam satu ekosistem rantai pasok. Salah satu sektor yang mendapat perhatian khusus adalah industri plastik, yang dinilai cukup rentan terhadap fluktuasi bahan baku global.

Selain itu, pemerintah juga mendorong pemanfaatan skema Local Currency Transaction (LCT) sebagai langkah strategis untuk mengurangi ketergantungan terhadap mata uang asing. Kebijakan ini diharapkan mampu menekan risiko akibat volatilitas nilai tukar yang turut memengaruhi biaya produksi.

Strategi Penguatan Industri Disiapkan

Di tengah tekanan tersebut, pemerintah tidak hanya fokus pada mitigasi jangka pendek. Berbagai kebijakan strategis juga tengah dipercepat, termasuk peningkatan substitusi impor serta penguatan program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

Langkah lain yang disiapkan adalah diversifikasi sumber bahan baku dan perluasan pasar ekspor. Upaya ini dinilai penting untuk menjaga kesinambungan produksi sekaligus memperkuat daya saing industri nasional di pasar global.

Pemerintah juga memberikan dukungan langsung kepada pelaku industri melalui berbagai program, seperti pendampingan industri kecil dan menengah (IKM), peningkatan kapasitas produksi, serta percepatan transformasi digital. Dengan digitalisasi, diharapkan efisiensi operasional dapat meningkat dan biaya produksi dapat ditekan.

Febri menegaskan bahwa seluruh langkah tersebut bertujuan menjaga stabilitas industri sekaligus melindungi tenaga kerja. Pemerintah berupaya memastikan agar penurunan PMI Manufaktur Indonesia tidak berujung pada gelombang pemutusan hubungan kerja.

Selain kebijakan yang sudah berjalan, Kementerian Perindustrian juga tengah menyiapkan usulan insentif baru sebagai bentuk perlindungan tambahan bagi industri. Rancangan kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan sektor manufaktur dalam menghadapi tekanan global yang masih berlangsung.

Pasar Emas Bergerak Hati-hati, Harga Emas 24 Karat Tunjukkan Arah Berbeda

0

Pergerakan Harga Emas 24 Karat di pasar domestik pada Senin (4/5/2026) menunjukkan pola yang cukup beragam. Sejak pagi, Harga Emas 24 Karat dari PT Aneka Tambang Tbk (Antam) tercatat mengalami koreksi tipis, sementara harga emas yang dipasarkan melalui PT Pegadaian (Persero) cenderung bertahan stabil. Kondisi ini mencerminkan dinamika pasar logam mulia yang masih dipengaruhi berbagai sentimen ekonomi.

Perubahan Harga Emas 24 Karat tidak terjadi begitu saja. Faktor global seperti arah kebijakan suku bunga, pergerakan dolar AS, hingga ketegangan geopolitik masih menjadi penentu utama. Di sisi lain, kondisi domestik seperti permintaan pasar dan daya beli masyarakat turut memberi warna terhadap fluktuasi harga.

Informasi harga emas yang beredar hari ini mengacu pada beberapa pelaku utama di industri, yaitu Antam, Pegadaian, dan Hartadinata Abadi. Masing-masing memiliki pendekatan harga yang berbeda sesuai dengan produk dan jalur distribusi. Pada awal pekan ini, perhatian pasar tertuju pada koreksi harga Antam dan stabilitas harga di Pegadaian.

Harga Antam Terkoreksi Tipis

Untuk produk Antam, Harga Emas mengalami penurunan sebesar Rp1.000 per gram. Dengan penyesuaian tersebut, harga jual emas batangan kini berada di angka Rp2.795.000 per gram. Penurunan ini tergolong tipis, namun tetap menjadi sinyal bahwa pasar masih dalam fase konsolidasi.

Selain harga jual, nilai buyback juga ikut terkoreksi ke level Rp2.585.000 per gram. Harga buyback menjadi indikator penting bagi investor karena mencerminkan nilai yang akan diterima saat menjual kembali emas ke Antam. Dalam praktiknya, transaksi buyback dengan nilai tertentu dikenakan pajak sesuai aturan yang berlaku, sehingga perlu diperhitungkan dalam strategi investasi.

Antam sendiri menyediakan berbagai pilihan ukuran emas batangan, mulai dari 0,5 gram hingga 1.000 gram. Fleksibilitas ini memungkinkan investor dari berbagai kalangan untuk menyesuaikan pembelian sesuai kebutuhan dan kemampuan finansial.

Harga Pegadaian Stabil, Jadi Alternatif

Berbeda dengan Antam, Harga Emas 24 Karat di Pegadaian tidak mengalami perubahan signifikan. Stabilitas ini terlihat pada sejumlah produk seperti emas Antam, UBS, dan Galeri24 yang dipasarkan melalui lembaga tersebut.

Untuk ukuran 1 gram, emas Antam di Pegadaian dipatok sekitar Rp2.908.000. Sementara itu, UBS berada di kisaran Rp2.802.000 dan Galeri24 di angka Rp2.788.000 per gram. Perbedaan harga ini mencerminkan variasi biaya produksi, distribusi, serta nilai merek masing-masing produk.

Kondisi harga yang relatif stabil memberikan kepastian bagi masyarakat yang ingin bertransaksi tanpa tekanan fluktuasi tajam. Banyak investor memanfaatkan momentum ini untuk melakukan pembelian bertahap, terutama bagi yang berorientasi jangka panjang.

Secara keseluruhan, pergerakan Harga Emas 24 Karat hari ini menunjukkan bahwa pasar masih bergerak dalam rentang terbatas. Penurunan tipis dari Antam dan kestabilan di Pegadaian menjadi gambaran bahwa belum ada sentimen kuat yang mendorong perubahan signifikan.

Ke depan, arah Harga Emas 24 Karat akan sangat bergantung pada perkembangan ekonomi global maupun kebijakan domestik. Oleh karena itu, pelaku pasar disarankan untuk terus memantau pergerakan harga secara berkala agar dapat mengambil keputusan investasi yang lebih matang dan terukur.

Masih Andalkan Ingatan? Ini Pentingnya Mencatat Keuangan Bisnis!

0

Banyak pelaku usaha masih menganggap remeh pentingnya mencatat keuangan bisnis. Alasannya klasik: merasa sudah hafal angka di kepala, transaksi belum terlalu banyak, atau sekadar belum sempat mencatat secara rutin. Padahal, kebiasaan ini justru jadi salah satu penyebab utama bisnis sulit berkembang.

Mengandalkan ingatan memang terasa praktis di awal. Tapi semakin bisnis berjalan, transaksi akan semakin kompleks. Di titik ini, tanpa pencatatan yang jelas, pemilik usaha mulai kehilangan kontrol. Tidak tahu pasti berapa keuntungan bersih, bingung membedakan uang pribadi dan bisnis, hingga kesulitan mengambil keputusan.

Data dari U.S. Bank menunjukkan bahwa sekitar 82% bisnis kecil gagal bukan karena kurangnya produk atau pasar, tapi karena masalah pengelolaan keuangan, termasuk pencatatan yang buruk. Ini jadi bukti nyata bahwa pentingnya mencatat keuangan bisnis bukan sekadar teori, tapi faktor krusial dalam keberlangsungan usaha.

Apa yang Terjadi Jika Tidak Mencatat Keuangan?

Tanpa pencatatan, bisnis berjalan seperti “feeling-based”. Semua keputusan diambil berdasarkan perkiraan, bukan data. Ini berbahaya, terutama saat bisnis mulai berkembang.

Misalnya, banyak pelaku usaha merasa penjualannya tinggi, tapi uang di rekening selalu habis. Setelah ditelusuri, ternyata banyak pengeluaran kecil yang tidak tercatat—mulai dari biaya operasional, diskon berlebihan, hingga kebocoran stok.

Menurut laporan dari QuickBooks, sekitar 60% pemilik usaha kecil mengaku tidak memiliki pencatatan keuangan yang rapi. Dampaknya, mereka kesulitan memantau cash flow dan sering terlambat mengambil keputusan penting.

Masalah lain yang sering muncul adalah tercampurnya keuangan pribadi dan bisnis. Tanpa catatan, batas antara keduanya jadi kabur. Ini yang membuat banyak bisnis terlihat “jalan”, tapi sebenarnya tidak menghasilkan keuntungan yang jelas.

Manfaat Nyata dari Mencatat Keuangan

Di sisi lain, bisnis yang disiplin mencatat angka punya keunggulan yang signifikan. Pertama, pemilik usaha bisa melihat kondisi bisnis secara real-time. Berapa pemasukan, berapa pengeluaran, dan berapa margin yang tersisa.

Kedua, pencatatan membantu dalam perencanaan. Dengan data yang jelas, lebih mudah menentukan target penjualan, mengatur stok, hingga merencanakan ekspansi.

Ketiga, mempermudah akses ke pendanaan. Banyak lembaga keuangan atau investor mensyaratkan laporan keuangan yang rapi sebelum memberikan modal. Tanpa itu, peluang untuk berkembang jadi lebih terbatas.

Menurut survei dari Score Association, bisnis yang memiliki pencatatan keuangan yang baik memiliki peluang 30% lebih tinggi untuk bertahan lebih dari lima tahun dibanding yang tidak.

Angka ini cukup menggambarkan bahwa pentingnya mencatat keuangan bisnis tidak bisa diabaikan, terutama jika ingin usaha bertahan dalam jangka panjang.

Tidak Harus Rumit, yang Penting Konsisten

Banyak yang berpikir pencatatan keuangan itu ribet. Harus pakai software mahal atau sistem akuntansi yang kompleks. Padahal, untuk tahap awal, metode sederhana pun sudah cukup.

Bisa dimulai dari mencatat pemasukan dan pengeluaran harian di buku atau spreadsheet. Yang penting, semua transaksi tercatat, sekecil apa pun nilainya.

Seiring waktu, ketika bisnis mulai berkembang, barulah bisa beralih ke sistem yang lebih profesional. Tapi fondasinya tetap sama: disiplin mencatat.

Selain itu, penting juga untuk membuat jadwal rutin. Misalnya mencatat setiap hari atau minimal setiap minggu. Jangan menunggu terlalu lama, karena semakin ditunda, semakin besar kemungkinan ada data yang terlewat.

Masa Depan Bisnis Ditentukan dari Data Hari Ini

Bisnis bukan hanya soal ide atau produk. Tapi bagaimana angka-angka di dalamnya dikelola dengan baik.

Mengandalkan ingatan mungkin masih bisa di awal. Tapi untuk bertumbuh, dibutuhkan data yang jelas dan terukur. Di sinilah pentingnya mencatat keuangan bisnis benar-benar terasa.

Dengan pencatatan yang rapi, setiap keputusan jadi lebih terarah. Risiko bisa dikontrol, peluang bisa dimanfaatkan, dan bisnis punya fondasi yang lebih kuat untuk berkembang.

Jadi, bukan soal punya waktu atau tidak. Tapi soal seberapa serius ingin membawa bisnis ke level berikutnya. Karena sering kali, masa depan usaha ditentukan dari kebiasaan sederhana: menulis angka hari ini.

Burung Kicau Jadi Ladang Ekonomi Baru, Nilainya Capai Rp2 Triliun

0

Geliat Burung Kicau di Indonesia kembali mendapat sorotan setelah pemerintah menilai sektor ini memiliki potensi ekonomi yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Nilai ekonomi dari aktivitas terkait Burung Kicau bahkan diperkirakan mencapai kisaran Rp1,7 triliun hingga Rp2 triliun, seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap hobi tersebut.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, perkembangan komunitas dan ajang lomba Burung Kicau di berbagai daerah menjadi salah satu pendorong utama besarnya perputaran ekonomi di sektor ini. Dalam sebuah kegiatan festival yang menggabungkan lomba kicau dan kuliner UMKM di Jakarta, ia menilai tren ini akan terus berkembang dalam beberapa tahun ke depan.

Menurutnya, semakin banyak kompetisi Burung Kicau yang digelar, maka efek ekonominya juga semakin meluas. Aktivitas tersebut tidak hanya berpusat pada para penghobi, tetapi juga menciptakan rantai usaha yang melibatkan banyak pelaku industri pendukung. Bahkan, data menunjukkan bahwa ekspor burung hias dari Indonesia juga telah menyumbang nilai yang cukup signifikan dalam perdagangan internasional.

Lebih jauh, Budi menjelaskan bahwa ekosistem Burung Ocehan menciptakan efek berganda (multiplier effect) yang luas. Mulai dari peternak burung, pelaku usaha penangkaran atau breeding, hingga produsen pakan dan pembuat sangkar, semuanya merasakan dampak dari meningkatnya popularitas hobi ini. Tidak hanya itu, sektor lain seperti peternak jangkrik sebagai penyedia pakan alami juga ikut terdorong pertumbuhannya.

Fenomena ini menunjukkan bahwa Burung Kicau telah berkembang menjadi industri tersendiri yang melibatkan banyak lapisan ekonomi masyarakat. Para pedagang, penyedia perlengkapan lomba, hingga penyelenggara event turut mengambil bagian dalam perputaran ekonomi yang terus bergerak.

Penghobi Burung Kicau atau Kicau Mania turut Dorong Ekonomi Sekaligus Pelestarian

Di sisi lain, pemerintah juga menekankan bahwa perkembangan Burung Kicau harus tetap sejalan dengan prinsip pelestarian lingkungan. Budi memastikan bahwa burung yang digunakan dalam lomba merupakan hasil penangkaran, bukan tangkapan dari alam liar.

Pendekatan ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem sekaligus memastikan bahwa aktivitas ekonomi yang berkembang tidak merusak populasi satwa di habitat aslinya. Dengan sistem penangkaran, kebutuhan pasar dapat terpenuhi tanpa mengganggu keberlangsungan spesies di alam.

Pemerintah pun berkomitmen untuk terus mendorong penyelenggaraan lomba Burung Kicau yang lebih terorganisir dan berkualitas. Selain sebagai ajang hiburan, kegiatan ini diharapkan mampu menjadi sarana edukasi tentang pentingnya menjaga lingkungan serta meningkatkan kesejahteraan pelaku usaha di dalam ekosistemnya.

Dengan potensi yang terus tumbuh, Burung Ocehan kini tidak lagi sekadar hobi, melainkan bagian dari industri kreatif berbasis komunitas yang memiliki kontribusi nyata terhadap perekonomian nasional.

GoTo Buka Lowongan Kerja, Ini Kesempatan Emas di Industri Teknologi

0

Peluang karier di sektor digital kembali terbuka lebar seiring hadirnya berbagai Lowongan GoTo yang ditujukan bagi tenaga profesional berpengalaman. Perusahaan teknologi besar di Indonesia ini membuka sejumlah posisi strategis untuk memperkuat lini bisnisnya yang terus berkembang di tengah persaingan industri yang semakin dinamis.

Di tengah ketatnya pasar tenaga kerja, Lowongan GoTo menjadi salah satu kesempatan yang cukup diminati, terutama bagi talenta yang ingin berkarier di ekosistem digital terintegrasi. GoTo dikenal memiliki cakupan bisnis luas, mulai dari layanan transportasi, e-commerce, hingga layanan keuangan digital, sehingga membuka peluang pengembangan karier yang beragam.

Berdasarkan informasi dari laman resmi perusahaan, sejumlah posisi yang tersedia dalam Lowongan GoTo kali ini menyasar kandidat dengan pengalaman kerja yang cukup matang di bidangnya. Salah satu posisi yang dibuka adalah Internal Audit Senior Manager, yang membutuhkan pengalaman panjang di bidang audit teknologi serta pemahaman mendalam terkait keamanan siber dan regulasi industri keuangan.

Kandidat untuk posisi ini diharapkan memiliki latar belakang kuat dalam pengujian kontrol sistem teknologi informasi, termasuk standar seperti ISO 27001. Selain itu, pengalaman di kantor akuntan publik serta kepemilikan sertifikasi profesional seperti CISA menjadi nilai tambah yang signifikan.

Selain itu, terdapat pula posisi PAC PMO Manager yang berfokus pada pengelolaan proyek lintas fungsi. Posisi ini menuntut kemampuan koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan, serta keahlian dalam analisis data dan pengambilan keputusan strategis. Pengalaman di lingkungan HR maupun teknologi menjadi salah satu syarat penting dalam Lowongan GoTo ini.

Posisi Strategis Dibuka, Kandidat Berpengalaman Dibutuhkan

Posisi lain yang turut dibuka adalah Senior Employee Life Cycle, yang berperan dalam operasional sumber daya manusia. Kandidat diharapkan memiliki pemahaman terhadap regulasi ketenagakerjaan serta kemampuan mengelola data HR secara akurat. Penguasaan sistem HRIS dan kemampuan analisis menjadi kunci dalam posisi ini.

Tak hanya itu, GoTo juga membuka peluang untuk posisi General Category Sourcing Senior Manager. Peran ini berfokus pada pengadaan barang dan jasa, termasuk pengelolaan rantai pasok lintas negara. Pengalaman dalam sistem procurement serta kemampuan negosiasi dengan mitra internasional menjadi salah satu kualifikasi utama dalam Lowongan GoTo tersebut.

Perusahaan juga menekankan pentingnya kemampuan komunikasi, kepemimpinan, serta adaptasi terhadap teknologi baru bagi seluruh kandidat. Lingkungan kerja yang cepat berubah menuntut setiap individu untuk mampu bekerja secara mandiri sekaligus kolaboratif.

Dengan hadirnya berbagai Lowongan GoTo ini, perusahaan berharap dapat menarik talenta terbaik yang mampu berkontribusi dalam pengembangan inovasi digital di Indonesia. Kesempatan ini tidak hanya menawarkan pekerjaan, tetapi juga ruang untuk berkembang dalam industri yang terus mengalami transformasi.

Bagi para profesional yang ingin meningkatkan karier di sektor teknologi, peluang ini menjadi momentum yang patut dipertimbangkan. GoTo menargetkan kandidat yang tidak hanya memiliki kompetensi teknis, tetapi juga visi jangka panjang untuk tumbuh bersama perusahaan.

Cash Flow Berantakan Bikin Stres? Ini Cara Mengatur Arus Kas Bulanan!

0

Banyak bisnis terlihat lancar di awal bulan, tapi mulai terasa berat ketika mendekati tanggal tua. Tagihan menumpuk, pembayaran dari pelanggan belum masuk, sementara kewajiban terus berjalan. Di titik ini, penting untuk sadar bahwa mengatur arus kas bulanan bukan sekadar soal mencatat pemasukan dan pengeluaran, tapi bagaimana mengatur timing uang masuk dan keluar agar tetap seimbang.

Masalahnya, banyak pelaku usaha belum benar-benar disiplin dalam mengatur arus kas bulanan. Semua pembayaran sering dibiarkan mengalir tanpa jadwal yang jelas. Akibatnya, ketika beberapa tagihan jatuh tempo di waktu yang sama, kondisi keuangan langsung tertekan.

Padahal, kondisi “keteteran di akhir bulan” ini bukan karena bisnis tidak menghasilkan. Dalam banyak kasus, penyebab utamanya adalah pola pembayaran yang tidak terstruktur.

Menurut laporan dari U.S. Bank, sekitar 82% bisnis kecil gagal bukan karena kurangnya keuntungan, tapi karena masalah cash flow. Data ini cukup menggambarkan bahwa kemampuan mengatur arus kas bulanan jauh lebih krusial dibanding sekadar meningkatkan penjualan.

Kenapa Jadwal Bayar Itu Penting?

Tanpa jadwal pembayaran yang jelas, bisnis cenderung reaktif. Membayar saat ditagih, bukan karena sudah direncanakan. Ini yang sering membuat arus kas terasa “berantakan”.

Jadwal bayar membantu menciptakan ritme. Misalnya, ada tanggal khusus untuk membayar supplier, gaji, operasional, dan kewajiban lainnya. Dengan pola ini, semua pengeluaran lebih terprediksi.

Selain itu, laporan dari Intuit QuickBooks menunjukkan bahwa sekitar 61% pemilik usaha mengalami kesulitan cash flow secara berkala. Salah satu penyebab utamanya adalah ketidaksesuaian antara jadwal pemasukan dan pengeluaran.

Artinya, masalah ini bukan hal langka. Tapi kabar baiknya, bisa diperbaiki dengan sistem sederhana.

Cara Membuat Jadwal Bayar yang Lebih Teratur

Langkah pertama adalah memetakan semua pengeluaran rutin. Mulai dari gaji, sewa, listrik, bahan baku, hingga cicilan. Semua harus dicatat dengan jelas, termasuk tanggal jatuh temponya.

Dari sini, mulai terlihat pola beban di setiap minggu atau tanggal tertentu. Banyak bisnis baru sadar bahwa sebagian besar pengeluaran mereka justru menumpuk di akhir bulan.

Langkah berikutnya adalah menyusun ulang jadwal pembayaran. Jika memungkinkan, negosiasikan ulang dengan supplier agar tanggal pembayaran lebih tersebar. Misalnya, sebagian di awal bulan, sebagian di tengah bulan.

Strategi ini membantu menghindari “lonjakan beban” di satu waktu.

Selain itu, penting juga mengatur jadwal pemasukan. Jika bisnis memberikan tempo pembayaran ke pelanggan, pastikan ada sistem penagihan yang jelas. Jangan menunggu terlalu lama tanpa follow up.

Bahkan, beberapa bisnis mulai menerapkan sistem pembayaran di muka atau DP untuk menjaga arus kas tetap sehat.

Tidak kalah penting, pisahkan rekening operasional dan cadangan. Ini membantu menjaga agar dana untuk kebutuhan penting tidak tercampur dengan pengeluaran lain.

Pekerjaan Outsourcing Kini Dibatasi, Ini Daftar Sektor yang Diperbolehkan

0

Momentum May Day 2026 dimanfaatkan pemerintah untuk mempertegas aturan ketenagakerjaan, khususnya terkait Pekerjaan Outsourcing yang selama ini kerap menjadi sorotan. Melalui kebijakan terbaru, pemerintah ingin memastikan praktik alih daya berjalan lebih terarah sekaligus memberikan perlindungan yang lebih kuat bagi pekerja.

Kementerian Ketenagakerjaan resmi menerbitkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan (Permenaker) Nomor 7 Tahun 2026 yang mengatur pembatasan penggunaan tenaga kerja outsourcing. Dalam regulasi tersebut, Pekerjaan Outsourcing kini hanya diperbolehkan pada sektor-sektor tertentu yang bersifat penunjang, bukan kegiatan inti perusahaan.

Kebijakan ini merupakan tindak lanjut dari putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 168/PUU-XXI/2023 yang menguji Undang-Undang Cipta Kerja. Pemerintah menilai perlu adanya penegasan aturan agar praktik outsourcing tidak meluas tanpa batas dan tetap sesuai dengan prinsip perlindungan tenaga kerja.

Secara historis, pengaturan Pekerjaan Outsourcing di Indonesia telah mengalami beberapa perubahan, mulai dari Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003, kemudian diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020, hingga Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2021. Namun, dalam praktiknya, implementasi di lapangan kerap menimbulkan perdebatan, terutama terkait batasan jenis pekerjaan yang boleh dialihdayakan.

Dalam aturan terbaru, pemerintah secara tegas membatasi Pekerjaan Outsourcing hanya pada enam bidang penunjang. Keenam sektor tersebut meliputi layanan kebersihan, penyediaan makanan dan minuman, jasa pengamanan, tenaga pendukung operasional, pengemudi, serta layanan angkutan penunjang di sektor tertentu seperti pertambangan dan energi.

Perlindungan Pekerja dan Outsourcing Diperkuat Lewat Regulasi Baru

Selain pembatasan sektor, regulasi ini juga menitikberatkan pada perlindungan hak pekerja. Pemerintah memastikan bahwa pekerja dalam skema outsourcing tetap memperoleh hak-hak dasar yang layak. Hak tersebut mencakup upah sesuai ketentuan, pembayaran lembur, pengaturan jam kerja dan waktu istirahat, hingga hak cuti tahunan.

Tidak hanya itu, perusahaan juga diwajibkan memberikan jaminan keselamatan dan kesehatan kerja (K3), jaminan sosial, serta Tunjangan Hari Raya (THR). Bahkan, hak atas kompensasi apabila terjadi pemutusan hubungan kerja juga menjadi bagian yang diatur dalam kebijakan ini.

Untuk memperkuat aspek legalitas, setiap hubungan kerja dalam Pekerjaan Outsourcing harus dituangkan dalam perjanjian tertulis antara pekerja dan perusahaan penyedia jasa. Hal ini bertujuan memberikan kepastian hukum sekaligus mencegah potensi pelanggaran hak pekerja di kemudian hari.

Dalam hal sistem kontrak, perusahaan outsourcing diberikan fleksibilitas untuk menggunakan dua skema, yakni Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) maupun Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu (PKWTT). Namun, keduanya tetap harus mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan diterbitkannya regulasi ini, pemerintah berharap praktik outsourcing di Indonesia menjadi lebih tertata dan tidak merugikan pekerja. Kebijakan ini juga menjadi sinyal bahwa negara hadir untuk menyeimbangkan kepentingan dunia usaha dengan perlindungan tenaga kerja, terutama dalam sektor Pekerjaan Outsourcing yang selama ini memiliki dinamika cukup kompleks.

Tekanan Global Meningkat, Industri Manufaktur Jadi Andalan Penopang Ekonomi

0

Di tengah tekanan global yang semakin kompleks, pemerintah menegaskan bahwa Industri Manufaktur Jadi Andalan dalam menjaga stabilitas dan pertumbuhan ekonomi nasional. Ketidakpastian akibat konflik geopolitik, gangguan rantai pasok, hingga fluktuasi harga komoditas mendorong pemerintah mengambil langkah strategis agar sektor industri tetap mampu bertahan dan berkembang.

Pemerintah melihat sektor industri pengolahan, khususnya manufaktur, sebagai tulang punggung perekonomian. Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), penciptaan lapangan kerja, hingga peningkatan ekspor membuat posisi sektor ini semakin krusial. Data terbaru menunjukkan pertumbuhan industri pengolahan pada 2025 mencapai 5,30 persen, melampaui pertumbuhan ekonomi nasional yang berada di angka 5,11 persen. Capaian tersebut memperkuat keyakinan bahwa Industri Manufaktur Jadi Andalan dalam memperkuat fondasi ekonomi jangka panjang.

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso, menilai dinamika global saat ini tidak bisa dianggap ringan. Konflik yang terjadi di berbagai kawasan dunia membawa dampak berantai terhadap sektor ekonomi, termasuk industri dalam negeri. Oleh karena itu, pemerintah dituntut untuk sigap dalam merumuskan kebijakan yang mampu menjaga stabilitas sekaligus mendorong pertumbuhan.

Menurutnya, sektor manufaktur menjadi salah satu yang paling rentan terhadap gangguan eksternal, terutama terkait pasokan bahan baku dan distribusi. Kenaikan biaya produksi serta hambatan logistik dapat menekan kinerja industri jika tidak diantisipasi dengan baik. Dalam konteks ini, pemerintah kembali menegaskan bahwa Industri Manufaktur Jadi Andalan harus diperkuat melalui kebijakan yang terarah dan terintegrasi.

Pemerintah Percepat Kebijakan untuk Jaga Kinerja Industri

Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, pemerintah telah membentuk Satuan Tugas Percepatan Program Pemerintah melalui Keputusan Presiden Nomor 4 Tahun 2026. Satgas ini bertugas mempercepat implementasi kebijakan serta mengatasi berbagai hambatan yang dihadapi pelaku usaha dan investor.

Langkah ini dinilai penting untuk memastikan ekosistem industri tetap berjalan optimal di tengah tekanan global. Dengan koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pemerintah berharap berbagai persoalan di sektor industri dapat diselesaikan lebih cepat dan tepat sasaran. Upaya ini sekaligus memperkuat posisi bahwa Industri Manufaktur Jadi Andalan dalam menghadapi tantangan ekonomi global.

Selain itu, pemerintah juga menyiapkan sejumlah kebijakan pendukung, seperti kemudahan akses bahan baku dan penyesuaian regulasi impor. Kebijakan ini bertujuan menjaga kelangsungan produksi industri agar tidak terganggu oleh keterbatasan pasokan. Pemerintah juga terus memantau sektor-sektor yang paling terdampak untuk memastikan respons kebijakan dapat dilakukan secara cepat.

Di sisi lain, stabilitas ekonomi makro tetap menjadi perhatian utama. Pemerintah berupaya menjaga inflasi, nilai tukar rupiah, serta daya beli masyarakat agar tetap terkendali. Sinergi antara kebijakan fiskal dan moneter terus diperkuat guna menciptakan iklim usaha yang kondusif.

Promo Beli 1 Gratis 1 Ramai Pembeli, Tapi Apakah Promo Menguntungkan Bisnis?

Banyak pelaku usaha pernah tergoda menjalankan promo “beli 1 gratis 1”. Terlihat simpel, menarik, dan cepat mendatangkan pembeli. Tapi di balik itu, muncul pertanyaan penting: apakah promo menguntungkan bisnis atau justru diam-diam menggerus profit?

Faktanya, strategi ini memang punya daya tarik besar. Data menunjukkan sekitar 93% konsumen pernah menggunakan promo Buy 1 Get 1, bahkan hampir setengahnya rela pindah brand hanya demi promo seperti ini . Artinya, dari sisi traffic dan penjualan, promo ini jelas powerful.

Namun, di sisi lain, banyak bisnis yang justru kelelahan karena terlalu sering menjalankannya. Penjualan naik, tapi margin tipis, bahkan tidak terasa untung. Di sinilah penting memahami: apakah promo menguntungkan bisnis dalam jangka panjang, atau hanya sekadar ramai di awal.

Tidak sedikit pelaku usaha yang baru sadar setelah beberapa kali mencoba. Omzet memang naik, tapi stok cepat habis, biaya produksi naik, dan cash flow jadi tidak stabil.

Kapan Promo Beli 1 Gratis 1 Bisa Menguntungkan?

Promo ini sebenarnya bukan strategi yang salah. Bahkan dalam banyak kasus, bisa sangat efektif jika digunakan di waktu yang tepat.

Pertama, saat ingin meningkatkan awareness atau mengenalkan produk baru. Promo ini bisa jadi “trigger” agar orang mencoba produk tanpa banyak berpikir. Dalam studi pemasaran, promo Buy 1 Get 1 terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen . Artinya, strategi ini memang kuat untuk menarik minat awal.

Kedua, saat ingin menghabiskan stok. Produk yang mendekati masa expired atau stok lama bisa diputar lebih cepat dengan promo ini. Daripada tidak terjual sama sekali, lebih baik tetap menghasilkan cash flow.

Ketiga, saat margin masih aman. Ini poin penting yang sering dilewatkan. Promo seperti ini hanya menguntungkan jika harga jual masih menyisakan margin yang cukup, bahkan setelah “gratis 1”. Biasanya ini terjadi pada produk dengan markup tinggi.

Keempat, untuk meningkatkan volume penjualan dalam waktu singkat. Misalnya saat campaign tertentu, momen ramai, atau target bulanan yang belum tercapai.

Dalam kondisi seperti ini, jawaban dari apakah promo menguntungkan bisnis cenderung “iya”, karena ada tujuan jelas dan perhitungan yang matang.

Kapan Promo Justru Bikin Bisnis Lelah?

Masalah mulai muncul ketika promo dijalankan tanpa strategi. Banyak bisnis hanya ikut tren, tanpa benar-benar menghitung dampaknya.

Salah satu kesalahan paling umum adalah terlalu sering menggunakan promo. Konsumen jadi terbiasa, bahkan menunggu promo sebelum membeli. Akibatnya, harga normal jadi kurang menarik.

Selain itu, margin yang terlalu tipis bisa jadi jebakan. Secara kasat mata, penjualan naik. Tapi setelah dihitung, keuntungan hampir tidak ada. Dalam beberapa kasus, bahkan bisa rugi jika biaya operasional ikut membengkak.

Belum lagi soal beban operasional. Lonjakan pesanan saat promo sering kali membuat tim kewalahan. Produksi dikejar, kualitas menurun, dan pelayanan jadi tidak maksimal.

Ada juga risiko positioning brand. Jika terlalu sering memberi “gratisan”, produk bisa dianggap murah atau kurang bernilai. Ini berbahaya terutama untuk bisnis yang ingin membangun citra premium.

Bahkan beberapa analisis menyebutkan bahwa promo seperti Buy 1 Get 1 tidak selalu menguntungkan jika tidak disesuaikan dengan strategi harga dan perilaku konsumen .

Di titik ini, jawaban dari apakah promo menguntungkan bisnis bisa berubah jadi “tidak”, terutama jika dilakukan tanpa perhitungan.

Promo Itu Alat, Bukan Strategi Utama

Banyak bisnis terjebak menjadikan promo sebagai senjata utama. Padahal, promo hanyalah alat bantu, bukan fondasi bisnis.

Yang lebih penting adalah produk yang memang dibutuhkan pasar, harga yang sehat, dan sistem operasional yang efisien. Promo hanya mempercepat hasil, bukan menciptakan hasil dari nol.

Pendekatan yang lebih aman adalah menggunakan promo secara terbatas dan terukur. Misalnya hanya di momen tertentu, atau untuk tujuan spesifik seperti akuisisi pelanggan baru.

Selain itu, penting juga mengevaluasi setiap campaign. Berapa kenaikan penjualan? Berapa margin yang tersisa? Apakah pelanggan kembali membeli tanpa promo?

Respons GOTO soal Potongan Tarif Ojol, Siap Kaji Dampak Perpres Baru

Kebijakan baru terkait potongan tarif ojol menjadi sorotan setelah pemerintah resmi menetapkan batas maksimal potongan bagi perusahaan aplikasi. Aturan ini diyakini akan membawa perubahan signifikan terhadap skema pendapatan para pengemudi ojek online di Indonesia.

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menyatakan akan mengikuti ketentuan tersebut usai Presiden Prabowo Subianto menandatangani Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 27 Tahun 2026. Regulasi ini mengatur bahwa potongan tarif ojol yang diambil oleh aplikator tidak boleh melebihi delapan persen dari total pendapatan pengemudi.

Direktur Utama GOTO Hans Patuwo menegaskan bahwa perusahaan berkomitmen untuk mematuhi seluruh regulasi yang ditetapkan pemerintah. Ia menyebut pihaknya tengah mempelajari secara mendalam isi kebijakan tersebut, termasuk implikasi operasional yang mungkin timbul dari penerapan aturan baru terkait potongan tarif ojol.

Menurut Hans, proses penyesuaian akan dilakukan dengan mempertimbangkan keberlanjutan ekosistem bisnis, baik bagi mitra pengemudi maupun pelanggan. Selain itu, perusahaan juga akan terus berkoordinasi dengan pemerintah serta pemangku kepentingan lainnya agar implementasi kebijakan berjalan efektif.

Kebijakan ini diumumkan langsung oleh Presiden Prabowo saat menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di kawasan Monumen Nasional, Jakarta. Dalam pidatonya, Presiden merespons aspirasi para pekerja, termasuk pengemudi ojek online, yang selama ini mengeluhkan besarnya potongan tarif ojol yang dinilai memberatkan.

Pemerintah Tekan Potongan, Perlindungan Driver Diperkuat

Dalam dialog terbuka bersama massa buruh, Presiden sempat menyinggung usulan penurunan potongan hingga 10 persen. Namun, ia menegaskan bahwa angka tersebut masih terlalu tinggi. Pemerintah justru mendorong agar potongan tarif ojol berada di bawah 10 persen, dengan batas maksimal yang kini ditetapkan sebesar delapan persen.

Presiden menilai pengemudi ojek online memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas masyarakat dan ekonomi digital. Karena itu, kesejahteraan mereka perlu mendapat perhatian serius. Ia juga menekankan bahwa kerja keras para pengemudi di lapangan harus sebanding dengan pendapatan yang diterima.

Selain mengatur pembagian pendapatan, Perpres Nomor 27 Tahun 2026 juga mencakup aspek perlindungan sosial bagi para driver. Pemerintah memastikan bahwa pengemudi ojek online akan mendapatkan jaminan kecelakaan kerja serta akses terhadap layanan kesehatan melalui program BPJS.

Dalam skema terbaru, porsi pendapatan pengemudi ditingkatkan menjadi minimal 92 persen, jauh lebih besar dibanding sebelumnya. Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk memperbaiki keseimbangan antara perusahaan aplikator dan mitra pengemudi dalam ekosistem digital.

Presiden juga memberikan peringatan tegas kepada perusahaan aplikasi agar mematuhi aturan tersebut. Ia menegaskan bahwa perusahaan yang tidak bersedia mengikuti kebijakan terkait potongan tarif ojol tidak perlu melanjutkan operasinya di Indonesia.