Realisasi Sementara APBN 2025: Pajak Menguat, Defisit Berada di Level Aman

0
39
Realisasi Sementara APBN 2025: Pajak Menguat, Defisit Berada di Level Aman
Realisasi Sementara APBN 2025: Pajak Menguat, Defisit Berada di Level Aman (Dok Foto: Kemenkeu)
Pojok Bisnis

Pada pemaparan terbarunya di Jakarta, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa realisasi sementara APBN 2025 menunjukkan kekuatan fiskal yang tetap terjaga meski tekanan global belum mereda. Penjelasan tersebut disampaikan dalam konferensi pers rutin APBN KiTA pada Kamis (8/1), saat pemerintah membeberkan perkembangan terkini kinerja penerimaan dan belanja negara hingga akhir tahun.

Menkeu menyampaikan bahwa kondisi ekonomi tahun 2025 bergerak dinamis. Ketidakpastian eksternal menuntut pemerintah menggunakan APBN sebagai alat yang luwes, cepat, dan mampu meredam gejolak. Ia menegaskan bahwa kebijakan fiskal terus diarahkan untuk menjaga momentum pertumbuhan, sembari memastikan pengelolaan anggaran tetap berada dalam batas aman.

Kinerja Pendapatan Menguat di Tengah Tekanan Ekonomi

Dalam laporannya, pendapatan negara tercatat mencapai Rp2.756,3 triliun atau sekitar 91,7 persen dari outlook semester. Angka tersebut ditopang oleh penerimaan perpajakan yang mencapai Rp2.217,9 triliun atau 89 persen dari target tahunan. Di dalamnya, penerimaan pajak berkontribusi Rp1.917,6 triliun, sementara kepabeanan dan cukai menyumbang Rp300,3 triliun.

Sumber pendapatan negara lainnya, yakni PNBP, mencatat realisasi yang melampaui ekspektasi dengan nilai Rp534,1 triliun atau 104 persen dari target. Penerimaan hibah juga menunjukkan capaian tinggi, mencapai Rp4,3 triliun atau lebih dari tujuh kali lipat target awal.

PT Mitra Mortar indonesia

Sementara itu, belanja negara yang mencapai Rp3.451,4 triliun menunjukkan tingkat penyerapan 95,3 persen. Angka tersebut terdiri atas belanja pemerintah pusat Rp2.602,3 triliun dan transfer ke daerah Rp849 triliun. Pemerintah menekankan bahwa alokasi belanja tetap diarahkan untuk program prioritas yang langsung menyentuh kepentingan masyarakat.

Defisit Terkendali dan Kebijakan Fiskal Tetap Antisipatif

Di akhir tahun anggaran, defisit tercatat berada pada level 2,92 persen dari PDB atau sekitar Rp695,1 triliun, masih berada dalam kisaran aman. Menkeu menegaskan bahwa langkah konsolidasi fiskal tetap dijaga, meskipun APBN juga harus menjalankan fungsi countercyclical. Pemerintah berupaya memberi dorongan pada sektor ekonomi yang melambat tanpa mengorbankan posisi fiskal jangka panjang.

Purbaya menambahkan bahwa pemerintah optimistis tahun depan fundamental ekonomi akan semakin kuat. Dengan dukungan investasi serta konsumsi domestik yang stabil, defisit pada tahun 2026 diproyeksikan berada pada level lebih rendah.

Optimisme tersebut diperkuat oleh proyeksi pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan sebesar 5,4 persen pada tahun berjalan. Pemerintah masih melihat peluang untuk mengerek angka tersebut ke level yang lebih tinggi, sejalan dengan realisasi program strategis dan peningkatan produktivitas nasional.

Dalam penutupannya, Menkeu kembali menegaskan bahwa realisasi sementara APBN 2025 menjadi bukti bahwa APBN tetap mampu menjalankan fungsi ganda: mendorong pertumbuhan dan menjaga stabilitas. Pemerintah akan terus mengoptimalkan peran APBN sebagai penopang daya beli masyarakat sekaligus bantalan yang memitigasi dampak gejolak global. Kata Menkeu, efisiensi serta ketepatan kebijakan fiskal akan terus ditingkatkan agar realisasi sementara APBN 2025 benar-benar menjadi landasan kokoh menuju tahun anggaran berikutnya.

DISSINDO
Top Mortar Semen Instan