Senin, Agustus 31, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 26

Bansos Beras dan MinyaKita Terus Disalurkan, Stabilitas Harga Pangan Jadi Fokus

0

Pemerintah kembali memperpanjang program Bansos Beras dan bantuan minyak goreng hingga Juni 2026 sebagai langkah menjaga stabilitas harga pangan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat. Program tersebut dijalankan melalui Badan Pangan Nasional bersama Perum Bulog guna memastikan pasokan bahan pokok tetap terjangkau di berbagai daerah.

Perpanjangan bantuan ini sekaligus menjadi strategi pemerintah untuk menekan potensi kenaikan harga beras dan minyak goreng di tingkat konsumen. Dalam program terbaru tersebut, setiap keluarga penerima manfaat mendapatkan bantuan berupa 20 kilogram beras dan empat liter minyak goreng merek MinyaKita.

Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal, mengatakan program Bansos Beras diharapkan mampu membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari, terutama bagi kelompok rentan yang terdampak tekanan ekonomi dan kenaikan harga pangan.

“Program ini tidak hanya meringankan beban masyarakat, tetapi juga membantu menjaga harga beras dan MinyaKita tetap terkendali di pasaran,” ujar Rizal dalam keterangan tertulis, Senin (25/5/2026).

Penyaluran Bansos Beras Jangkau Jutaan Penerima

Di sejumlah wilayah, penyaluran bantuan sudah mulai dilakukan secara bertahap. Di Desa Arjasari misalnya, pemerintah telah menyalurkan sekitar 28.940 kilogram beras dan 5.788 liter MinyaKita kepada warga penerima manfaat.

Secara nasional, program Bansos Beras kini menjangkau sekitar 33,2 juta penerima manfaat di berbagai daerah Indonesia. Hingga akhir Mei 2026, total bantuan yang telah disalurkan tercatat mencapai 260 juta kilogram beras serta 52 juta liter MinyaKita.

Pemerintah menilai bantuan pangan tersebut bukan hanya sekadar program sosial, melainkan bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasokan dan kestabilan harga kebutuhan pokok di pasar domestik.

Bulog memastikan seluruh proses distribusi dilakukan secara terkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar bantuan tepat sasaran. Penyaluran juga diklaim mengikuti mekanisme resmi sehingga masyarakat penerima bisa memperoleh bantuan dengan tertib dan aman.

Pemerintah Jaga Stabilitas Harga Pangan

Selain memperkuat daya beli masyarakat, program Bansos Beras juga dianggap penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Dengan distribusi bantuan yang terus berjalan, pemerintah berharap gejolak harga pangan dapat ditekan, terutama menjelang periode peningkatan konsumsi rumah tangga.

Pemerintah optimistis keberlanjutan program ini dapat membantu masyarakat berpenghasilan rendah memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. Di sisi lain, distribusi Bansos Beras dan minyak goreng juga diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi daerah dengan memastikan ketersediaan bahan pangan tetap terjaga di tingkat konsumen.

Harga Emas Antam Turun Lagi, Simak Daftar Harga Terbaru Semua Pecahan

0

Pergerakan harga logam mulia kembali menjadi perhatian pelaku pasar pada perdagangan hari ini. Kabar mengenai Harga Emas Antam Turun Lagi langsung menarik perhatian investor, terutama mereka yang rutin memantau perkembangan emas sebagai instrumen lindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global.

Berdasarkan data terbaru dari laman resmi Logam Mulia, Selasa pagi, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk mengalami penurunan Rp5.000 per gram. Sebelumnya emas Antam diperdagangkan di level Rp2.803.000 per gram, namun kini turun menjadi Rp2.798.000 per gram.

Tak hanya harga jual, nilai buyback atau harga beli kembali juga ikut terkoreksi. Saat ini, harga buyback emas Antam berada di posisi Rp2.607.000 per gram. Kondisi ini memperlihatkan bahwa Harga Emas Antam Turun Lagi setelah beberapa waktu bergerak fluktuatif mengikuti sentimen pasar global dan pergerakan dolar AS.

Penurunan harga emas tersebut dinilai masih berada dalam fase wajar karena pasar tengah merespons sejumlah faktor eksternal, termasuk arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat serta penguatan nilai tukar dolar terhadap sejumlah mata uang dunia.

Meski demikian, emas masih dianggap sebagai salah satu instrumen investasi yang relatif aman untuk jangka panjang. Banyak investor justru memanfaatkan momentum ketika Harga Emas Antam Turun Lagi untuk melakukan pembelian bertahap.

Adapun rincian harga emas Antam terbaru untuk berbagai ukuran pecahan menunjukkan variasi yang cukup signifikan. Untuk ukuran 0,5 gram dibanderol Rp1.449.000, sedangkan ukuran 1 gram berada di level Rp2.798.000.

Sementara itu, emas ukuran 5 gram dijual Rp13.765.000 dan ukuran 10 gram mencapai Rp27.475.000. Untuk pecahan besar, emas 100 gram kini dipasarkan seharga Rp274.012.000. Sedangkan emas batangan ukuran 1 kilogram berada di angka Rp2,738 miliar.

Harga Emas Antam Turun Lagi, Investor Diminta Tetap Cermat

Di sisi lain, masyarakat juga perlu memperhatikan aturan perpajakan dalam transaksi emas batangan. Mengacu pada PMK Nomor 34/PMK.10/2017, transaksi pembelian emas dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 0,45 persen bagi pemilik NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP.

Ketentuan serupa juga berlaku pada transaksi penjualan kembali emas ke Antam. Untuk nominal buyback di atas Rp10 juta, pemegang NPWP dikenakan pajak 1,5 persen, sementara non-NPWP dikenai tarif 3 persen yang dipotong langsung dari nilai transaksi.

Pelaku pasar pun masih terus mencermati arah pergerakan logam mulia dalam beberapa hari ke depan. Jika tekanan global masih berlangsung, bukan tidak mungkin Harga Emas Antam Turun Lagi dalam perdagangan selanjutnya. Namun bagi investor jangka panjang, kondisi ini justru sering dianggap sebagai peluang untuk mengoleksi emas dengan harga lebih rendah.

Aturan Ecommerce Baru Segera Terbit, Marketplace Wajib Lebih Transparan

0

Pemerintah terus mempercepat pembahasan revisi regulasi perdagangan digital nasional. Pembaruan Aturan Ecommerce kini masuk tahap harmonisasi akhir dan ditargetkan dapat segera rampung dalam waktu dekat. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat perlindungan bagi penjual, platform digital, hingga konsumen di tengah pertumbuhan transaksi online yang semakin pesat.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan proses sinkronisasi aturan masih berlangsung bersama sejumlah kementerian dan lembaga terkait. Pemerintah optimistis revisi regulasi perdagangan melalui sistem elektronik atau PMSE dapat diselesaikan pekan ini setelah melalui beberapa tahap pembahasan.

Menurut Budi, penyempurnaan Aturan Ecommerce dilakukan agar ekosistem perdagangan digital di Indonesia bisa berjalan lebih sehat dan adil bagi seluruh pihak. Karena itu, Kementerian Perdagangan juga berencana memanggil para pelaku usaha dan platform marketplace untuk membahas poin-poin penting dalam revisi aturan tersebut.

Pemerintah menilai pertumbuhan perdagangan digital tidak hanya menguntungkan platform besar, tetapi juga harus memberikan ruang yang aman bagi penjual lokal dan konsumen. Oleh sebab itu, revisi kebijakan ini dirancang agar keseimbangan hubungan antara penjual, platform, dan pembeli tetap terjaga.

Revisi Aturan Ecommerce Fokus Lindungi Penjual dan Konsumen

Dalam pembahasan terbaru, pemerintah menyoroti transparansi biaya layanan yang selama ini dibebankan platform digital kepada para penjual. Revisi Aturan Ecommerce nantinya akan mengatur agar seluruh biaya, komisi, maupun potongan layanan bisa disampaikan secara lebih terbuka kepada pelaku usaha.

Selain itu, marketplace juga akan diarahkan untuk memberikan prioritas lebih besar terhadap promosi produk dalam negeri, termasuk barang hasil produksi UMKM. Langkah ini dianggap penting guna memperkuat daya saing produk lokal di tengah ketatnya persaingan perdagangan online.

Tak hanya soal promosi produk, pemerintah juga ingin memastikan konsumen memperoleh perlindungan yang lebih baik saat bertransaksi di marketplace. Karena itu, platform digital diwajibkan menyediakan layanan pengaduan dengan standar waktu penanganan yang jelas atau service level agreement (SLA).

Kebijakan tersebut diharapkan mampu meminimalkan konflik transaksi sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap aktivitas belanja online.

Pemerintah Targetkan Ekosistem Digital Lebih Sehat

Pemerintah menilai keberadaan Aturan E-commerce yang lebih tegas sangat penting untuk menjaga stabilitas perdagangan digital nasional. Regulasi baru nantinya tidak hanya berfungsi sebagai pengawas aktivitas marketplace, tetapi juga menjadi fondasi bagi terciptanya persaingan usaha yang sehat.

Kementerian Perdagangan berharap revisi aturan ini dapat menciptakan ekosistem digital yang lebih berkelanjutan, terutama bagi pelaku UMKM yang kini semakin bergantung pada penjualan online.

Dengan pembaruan regulasi tersebut, pemerintah ingin memastikan perkembangan perdagangan elektronik di Indonesia tetap tumbuh tanpa mengabaikan perlindungan bagi seluruh pihak yang terlibat dalam transaksi digital.

Penyebab Mati Listrik di Sumatra Akhirnya Dijelaskan, Begini Kronologi Blackout Massal

Kondisi kelistrikan di Pulau Sumatra sempat lumpuh akibat gangguan besar yang memicu pemadaman massal di sejumlah daerah. PT PLN (Persero) pun akhirnya mengungkap detail teknis terkait Penyebab Mati Listrik di Sumatra yang terjadi pada Jumat, 22 Mei 2026. Gangguan tersebut disebut dipicu cuaca ekstrem berupa hujan deras dan angin kencang yang berdampak pada sistem transmisi utama kelistrikan di wilayah Sumatra.

Direktur Transmisi dan Perencanaan Sistem PLN, Edwin Nugraha Putra, menjelaskan sistem kelistrikan Sumatra selama ini disokong dua jalur transmisi utama, yakni koridor timur bertegangan 500 kV dan koridor barat bertegangan 275 kV. Kedua jalur tersebut berfungsi menyalurkan pasokan energi listrik dari wilayah selatan menuju utara Sumatra.

Menurut Edwin, Penyebab Mati Listrik di Sumatra bermula saat terjadi gangguan pada transmisi 275 kV New Aur Duri menuju Sumsel 5. Gangguan itu membuat dua sirkuit utama mengalami trip secara bersamaan hingga menyebabkan jalur 500 kV di koridor timur keluar dari sistem interkoneksi.

“Pada saat kejadian memang terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Kondisi cuaca ekstrem diduga menjadi faktor utama yang memicu gangguan transmisi,” ujar Edwin dalam konferensi pers hasil investigasi blackout Sumatra di Jakarta, Senin (25/5/2026).

Gangguan Sistem Picu Pemadaman Besar

PLN menjelaskan setelah jalur timur terputus, beban listrik secara otomatis berpindah ke koridor barat. Perubahan arus yang sangat besar dalam waktu singkat memicu fenomena power swing atau osilasi tegangan tinggi pada sistem transmisi.

Akibatnya, jalur barat juga melakukan pemutusan otomatis untuk mengisolasi gangguan agar kerusakan tidak meluas ke seluruh jaringan. Kondisi ini menjadi salah satu Penyebab Mati Listrik di Sumatra yang membuat sistem kelistrikan terpecah menjadi dua bagian besar.

Wilayah Sumatra bagian selatan mengalami surplus daya dengan frekuensi tinggi, sementara kawasan utara justru kekurangan suplai listrik sehingga frekuensinya turun drastis. Ketidakseimbangan itu akhirnya menyebabkan pembangkit dan jaringan di sejumlah wilayah berhenti beroperasi.

Pemadaman pun terjadi secara meluas di berbagai daerah di Sumatra. Aktivitas masyarakat dan layanan publik sempat terdampak akibat blackout yang berlangsung dalam beberapa jam.

PLN Pastikan Sistem Sudah Kembali Normal

PLN memastikan proses pemulihan sistem langsung dilakukan sesaat setelah gangguan terjadi. Sejumlah pembangkit utama di Sumatra kini telah kembali beroperasi untuk menyuplai kebutuhan listrik masyarakat.

Edwin menyebut pembangkit besar seperti Pangkalan Susu dan beberapa unit lainnya sudah kembali masuk ke dalam sistem interkoneksi. Dengan normalnya pasokan tersebut, PLN optimistis tidak akan ada lagi pemadaman susulan dalam waktu dekat.

Ia juga menegaskan investigasi teknis masih terus dilakukan guna memastikan Penyebab Mati Listrik di Sumatra dapat diantisipasi agar kejadian serupa tidak kembali terulang. PLN berupaya memperkuat keandalan jaringan transmisi, terutama saat menghadapi cuaca ekstrem yang berpotensi mengganggu sistem kelistrikan nasional.

Eksperimen Bisnis Pemula Membantu Mengurangi Overthinking Saat Mau Mulai Usaha

0

Banyak orang terlalu lama belajar bisnis sampai lupa mulai mencoba. Nonton webinar puluhan jam, beli kelas online, simpan banyak thread motivasi, tapi ide bisnisnya tidak pernah benar-benar dites ke pasar. Padahal dalam banyak kasus, eksperimen bisnis pemula justru lebih penting daripada terus menunggu semuanya terasa “siap”.

Di Berempat.com, kita sering melihat calon pebisnis gagal mulai bukan karena kurang pintar, tapi karena terlalu takut salah. Akhirnya waktu habis untuk belajar teori, sementara pasar terus berubah.

Padahal sekarang, ide bisnis bisa diuji dengan cara sederhana dan cepat. Tidak harus langsung keluar modal besar atau bikin sistem rumit. Bahkan banyak startup besar memulai bisnis mereka hanya dari eksperimen kecil untuk melihat respons pasar.

Menurut data dari CB Insights, salah satu penyebab utama bisnis gagal adalah karena produknya tidak benar-benar dibutuhkan pasar. Artinya, masalah terbesar sering bukan kurang ilmu, tapi terlalu lama berasumsi tanpa mencoba langsung.

Karena itu, konsep eksperimen bisnis pemula jadi makin relevan di era digital. Pasar sekarang bergerak cepat, jadi bisnis juga perlu lebih cepat menguji ide.

Belajar Penting, Tapi Pasar Tidak Bisa Dipahami dari Teori Saja

Ada banyak hal yang tidak akan benar-benar dipahami sebelum mencoba langsung.

Misalnya:

  • Orang ternyata tidak tertarik dengan produk yang dianggap keren
  • Harga yang terasa murah ternyata masih dianggap mahal pasar
  • Konten yang dipikir bakal viral ternyata sepi respons
  • Produk sederhana justru lebih banyak dicari dibanding konsep rumit

Hal seperti ini sulit diketahui hanya dari belajar teori.

Menurut laporan dari Harvard Business Review, bisnis yang bergerak cepat melakukan validasi pasar biasanya lebih mudah beradaptasi dibanding bisnis yang terlalu lama menyusun rencana tanpa eksekusi.

Karena itu, eksperimen bisnis pemula sebaiknya dilihat sebagai proses belajar paling nyata.

Bukan soal langsung sukses atau gagal, tapi soal memahami respons pasar secepat mungkin.

Cara Ngetes Ide Bisnis dalam 7 Hari

Banyak orang mengira tes bisnis harus ribet dan mahal. Padahal untuk tahap awal, yang paling penting justru mendapatkan respons nyata dari calon pelanggan.

Berikut pola sederhana yang bisa dicoba:

Hari 1: Tentukan Satu Masalah yang Mau Diselesaikan

Jangan mulai dari produk dulu. Cari masalah kecil yang sering dialami orang.

Misalnya:

  • Sulit cari makanan praktis
  • Bingung bikin konten jualan
  • Tidak sempat cuci sepatu
  • Sulit cari hampers unik
Hari 2: Buat Penawaran Sederhana

Tidak perlu website mahal atau logo rumit. Cukup buat postingan sederhana atau katalog kecil.

Hari 3: Upload dan Sebarkan

Gunakan media sosial pribadi, WhatsApp, TikTok, atau marketplace untuk melihat respons awal.

Hari 4: Perhatikan Respons Orang

Lihat apakah ada yang bertanya, menyimpan postingan, atau bahkan langsung tertarik membeli.

Hari 5: Evaluasi Harga dan Cara Jual

Kadang masalah bukan di produk, tapi di cara menjelaskan atau menentukan harga.

Hari 6: Coba Perbaiki Sedikit

Ubah foto, caption, penawaran, atau target pasar berdasarkan respons sebelumnya.

Hari 7: Hitung Potensi Nyata

Di titik ini biasanya mulai terlihat apakah ide tersebut punya peluang dilanjutkan atau tidak.

Di Berempat.com, kita sering melihat banyak ide sederhana justru berkembang karena cepat diuji, bukan karena terlalu lama dipikirkan.

Pasar Lebih Jujur daripada Rasa Takut

Salah satu hambatan terbesar pebisnis pemula sebenarnya bukan modal, tapi overthinking.

Takut tidak laku.
Terlalu Takut malu.
Takut salah.
Sangat Takut dinilai orang.

Padahal pasar biasanya jauh lebih jujur daripada isi kepala sendiri.

Menurut data dari Statista, pertumbuhan bisnis digital kecil meningkat karena semakin banyak orang mulai menjual produk atau jasa secara cepat lewat media sosial dan marketplace tanpa harus membangun bisnis besar dari awal.

Artinya, sekarang proses mencoba jauh lebih murah dan fleksibel dibanding beberapa tahun lalu.

Generasi Muda Mulai Rajin Menabung, Tabungan Pelajar Catat Pertumbuhan Positif

0

Program Tabungan Pelajar terus menunjukkan pertumbuhan positif sepanjang awal 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat nilai simpanan pelajar di perbankan nasional telah mencapai Rp29,13 triliun pada kuartal pertama tahun ini, dengan jumlah rekening yang menembus 59,03 juta akun.

Capaian tersebut dinilai menjadi indikator meningkatnya inklusi keuangan di kalangan generasi muda. OJK melihat tren kenaikan Tabungan Pelajar tidak hanya mencerminkan bertambahnya jumlah rekening baru, tetapi juga menunjukkan semakin luasnya akses siswa terhadap layanan keuangan formal.

Kepala Eksekutif Pengawas Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Pelindungan Konsumen OJK, Dicky Kartikoyono, mengatakan pertumbuhan rekening pelajar masih bergerak konsisten secara tahunan.

“Jumlah rekening pelajar tumbuh sekitar 1,25 persen secara year on year dan menunjukkan tren yang cukup positif,” ujar Dicky, Minggu (24/5/2026).

Menurut OJK, pertumbuhan Tabungan Pelajar turut didorong pelaksanaan Program Satu Rekening Satu Pelajar (Kejar) yang realisasinya kini telah mencapai lebih dari 88 persen. Program tersebut dinilai efektif dalam memperkenalkan budaya menabung sejak usia dini kepada siswa di berbagai daerah.

Tabungan Pelajar Dinilai Penting untuk Literasi Keuangan

Meski porsi dana simpanan pelajar terhadap total Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan nasional masih tergolong kecil, OJK menilai program ini memiliki dampak strategis jangka panjang. Keberadaan Tabungan Pelajar dianggap mampu memperluas basis nasabah perbankan sekaligus membentuk kebiasaan pengelolaan keuangan sejak muda.

Selain meningkatkan akses keuangan formal, rekening pelajar juga dipandang penting untuk memperkuat literasi finansial di lingkungan sekolah. Kebiasaan menabung dinilai dapat membantu siswa memahami pengelolaan uang secara lebih disiplin dan terencana.

OJK menyebut pergerakan nominal tabungan memang dapat mengalami fluktuasi dalam jangka pendek. Namun kondisi itu dianggap wajar karena karakteristik rekening pelajar cenderung aktif digunakan untuk kebutuhan pendidikan maupun transaksi harian siswa.

OJK Optimistis Tren Positif Terus Berlanjut

Ke depan, OJK optimistis tren pertumbuhan Tabungan Pelajar masih akan terus berlanjut hingga akhir 2026. Optimisme tersebut didukung penguatan program literasi keuangan, kolaborasi dengan sekolah dan perbankan, serta perluasan akses pembukaan rekening di berbagai wilayah Indonesia.

Selain fokus pada peningkatan jumlah rekening, pengembangan program juga diarahkan agar rekening pelajar lebih aktif digunakan. Pemerintah dan industri jasa keuangan juga didorong memperluas edukasi keuangan digital agar siswa semakin akrab dengan sistem transaksi modern sejak dini.

Dengan pertumbuhan yang terus berlanjut, Tabungan Pelajar diharapkan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun budaya keuangan sehat di kalangan generasi muda Indonesia.

Polymarket Diblokir Setelah Dianggap Judi Online Berkedok Teknologi Blockchain

0

Pemerintah resmi mengambil langkah tegas setelah Polymarket Diblokir oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) karena dianggap mengandung unsur perjudian online berkedok prediction market. Pemutusan akses dilakukan terhadap situs utama platform tersebut beserta layanan digital lain yang terafiliasi.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, mengatakan platform seperti Polymarket tetap masuk kategori judi online meski memanfaatkan teknologi blockchain dan aset kripto dalam operasionalnya. Menurutnya, aktivitas taruhan berbasis prediksi suatu peristiwa tetap melanggar aturan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Pemerintah tidak akan memberikan ruang bagi segala bentuk perjudian online. Aktivitas prediction market mengandung unsur taruhan uang terhadap hasil yang belum pasti,” ujar Alexander, Sabtu (23/5/2026).

Langkah Polymarket Diblokir dilakukan sebagai bagian dari upaya perlindungan masyarakat, terutama pengguna muda di ruang digital nasional. Pemerintah menilai model bisnis prediction market memiliki potensi menimbulkan spekulasi berlebihan dan kerugian finansial bagi penggunanya.

Tak hanya memutus akses situs utama, Komdigi juga tengah melakukan penelusuran terhadap akun media sosial yang memiliki keterkaitan dengan platform tersebut. Pemerintah membuka kemungkinan pembatasan hingga pemblokiran tambahan jika ditemukan aktivitas promosi atau distribusi layanan serupa di Indonesia.

Menurut Komdigi, layanan prediction market yang menggunakan aset digital atau blockchain tetap dikategorikan sebagai praktik perjudian apabila melibatkan taruhan uang pada hasil suatu peristiwa. Karena itu, keputusan Polymarket Diblokir disebut sejalan dengan kebijakan pengawasan ruang digital yang diterapkan pemerintah selama ini.

Polymarket juga Diblokir di Berbagai Negara

Komdigi menyebut kebijakan Polymarket Diblokir bukan hanya diterapkan Indonesia. Sejumlah negara lain juga telah mengambil langkah serupa karena platform tersebut dinilai menyerupai praktik judi online modern.

Singapura, Brasil, dan India termasuk negara yang sudah melakukan pemblokiran terhadap Polymarket. Sementara beberapa negara lain seperti China, Jepang, Thailand, dan Taiwan diketahui menerapkan pembatasan akses sesuai regulasi nasional masing-masing.

Pemerintah Indonesia juga mengimbau masyarakat agar tidak ikut terlibat dalam aktivitas taruhan digital berbasis kripto maupun prediction market. Selain berisiko melanggar hukum, aktivitas tersebut dinilai dapat memicu kerugian finansial akibat tingginya unsur spekulasi.

Komdigi memastikan pengawasan terhadap ruang digital akan terus diperkuat, termasuk bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan berbagai pihak terkait. Langkah ini dilakukan untuk menjaga ekosistem digital nasional tetap aman, sehat, dan bebas dari praktik perjudian online.

Dengan keputusan Polymarket Diblokir, pemerintah berharap masyarakat semakin waspada terhadap berbagai bentuk judi digital yang kini dikemas menggunakan teknologi modern dan aset kripto.

Rupiah Tembus Rp17.600 per Dolar AS, Ini Deretan Penyebab Rupiah Melamah

0

Isu mengenai Penyebab Rupiah Melamah kembali menjadi perhatian setelah nilai tukar rupiah bergerak melemah di tengah tekanan ekonomi global dan penguatan dolar Amerika Serikat (AS). Meski demikian, pemerintah menilai kondisi tersebut belum mencerminkan lemahnya fundamental ekonomi Indonesia secara keseluruhan.

Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah, Fithra Faisal Hastiadi, menjelaskan tekanan terhadap rupiah lebih banyak dipicu oleh sentimen eksternal yang sedang melanda pasar keuangan global. Salah satu faktor utama berasal dari kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS atau US Treasury yield yang kini berada di kisaran 4,5 hingga 4,6 persen.

Menurut Fithra, kenaikan yield tersebut membuat investor global mulai menarik dana dari negara berkembang, termasuk Indonesia, untuk kembali masuk ke pasar Amerika Serikat. Kondisi itu menjadi salah satu Penyebab Rupiah Melamah dalam beberapa pekan terakhir.

“Spread yield antara obligasi AS dan Indonesia membuat arus modal kembali ke Amerika Serikat. Ini memberi tekanan pada mata uang negara berkembang,” ujar Fithra, Sabtu (23/5/2026).

Ia menilai secara fundamental rupiah sebenarnya masih layak berada di kisaran Rp16.700 per dolar AS. Namun tekanan global membuat kurs sempat bergerak hingga menyentuh level Rp17.600 per dolar AS.

Selain faktor pasar obligasi, lonjakan harga minyak dunia juga menjadi Penyebab Rupiah Melamah berikutnya. Kenaikan harga energi menyebabkan kebutuhan impor meningkat sehingga permintaan dolar AS ikut bertambah.

Fithra menyebut tekanan dari kenaikan harga minyak memberikan pengaruh sekitar 180 basis poin terhadap pelemahan rupiah. Di sisi lain, meningkatnya volatilitas pasar global, terutama di bursa saham Amerika Serikat, turut memperbesar tekanan terhadap mata uang domestik.

Faktor Global Jadi Penyebab Tekanan Rupiah yang Terus Melemah

Menurut Fithra, meningkatnya indeks volatilitas global atau VIX menjadi salah satu indikator penting yang memengaruhi pergerakan rupiah. Ketidakpastian pasar membuat investor cenderung mencari aset aman seperti dolar AS.

Selain itu, laporan dan penilaian dari sejumlah lembaga pemeringkat internasional terhadap pasar saham dan obligasi juga ikut memengaruhi sentimen investor. Faktor tersebut dinilai menjadi tambahan Penyebab Rupiah Melamah di tengah kondisi pasar global yang belum stabil.

Tekanan musiman juga ikut berperan, salah satunya berasal dari repatriasi dividen investor asing yang biasanya terjadi pada Mei. Saat investor membawa kembali keuntungan ke negara asal, permintaan dolar meningkat dan menekan rupiah.

Tak hanya itu, musim haji juga disebut menjadi salah satu Penyebab Rupiah Melamah karena kebutuhan valuta asing meningkat untuk keperluan perjalanan ibadah.

Meski menghadapi tekanan, pemerintah optimistis rupiah dapat kembali menguat dalam beberapa bulan ke depan. Salah satu langkah yang disiapkan yakni menjaga stabilitas harga energi, termasuk melalui kerja sama pembelian minyak dari Rusia untuk mengantisipasi lonjakan harga minyak global.

Isu Deindustrialisasi Dibantah, Motor Ekonomi Nasional Justru Tunjukkan Tren Positif

Sektor manufaktur disebut masih menjadi Motor Ekonomi Nasional di tengah munculnya anggapan bahwa Indonesia mengalami deindustrialisasi dini. Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan tudingan tersebut tidak sesuai dengan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang justru menunjukkan kontribusi industri pengolahan terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, menyampaikan industri pengolahan masih memegang peran penting sebagai penopang pertumbuhan ekonomi Indonesia. Berdasarkan catatan BPS, kontribusi Produk Domestik Bruto (PDB) industri pengolahan terhadap PDB nasional mengalami kenaikan dari 17,92 persen pada triwulan II-2022 menjadi 19,20 persen pada triwulan I-2026.

Menurut Febri, peningkatan kontribusi tersebut menjadi bukti bahwa sektor manufaktur tetap menjadi Motor Ekonomi Nasional dan tidak sedang mengalami penurunan seperti yang banyak diasumsikan sebagian pihak.

“Kami berulang kali menegaskan bahwa sektor manufaktur Indonesia tidak mengalami deindustrialisasi. Data BPS justru menunjukkan kontribusinya terhadap ekonomi nasional meningkat,” kata Febri dalam keterangannya di Jakarta.

Ia menilai kesimpulan yang menyebut manufaktur melemah muncul akibat kesalahan membaca data deret waktu PDB industri pengolahan periode 2005 hingga 2025. Banyak pihak disebut tidak memahami adanya perubahan konsep klasifikasi industri dan metode perhitungan PDB yang diterapkan BPS dalam beberapa periode berbeda.

Febri menjelaskan, pada masa sebelumnya terdapat beberapa subsektor yang masih masuk dalam kategori industri pengolahan. Namun sejak 2010, sejumlah subsektor seperti pengelolaan sampah, informasi dan komunikasi, hingga jasa lainnya dipisahkan menjadi sektor tersendiri.

Perubahan Metode PDB Dinilai Picu Salah Persepsi

Perubahan klasifikasi tersebut membuat nilai kontribusi industri pengolahan terlihat menurun secara statistik karena tidak lagi menghitung subsektor yang dipisahkan. Selain itu, metode penghitungan PDB juga berubah dari berbasis harga produsen menjadi harga dasar.

Kondisi inilah yang dinilai memicu kesalahan persepsi terhadap posisi manufaktur sebagai Motor Ekonomi Nasional. Padahal, secara tren terbaru, kontribusi industri pengolahan justru menunjukkan penguatan.

Febri menegaskan data PDB dari periode berbeda tidak bisa dibandingkan secara langsung karena memakai konsep dan metode penghitungan yang tidak sama. Karena itu, ia meminta analisis mengenai deindustrialisasi dilakukan secara lebih hati-hati agar tidak menghasilkan kesimpulan keliru.

Kemenperin optimistis sektor manufaktur tetap akan menjadi Motor Ekonomi Nasional dalam beberapa tahun mendatang, terutama dengan meningkatnya investasi industri dan penguatan hilirisasi di berbagai sektor strategis.

Riset Masalah Pasar Ternyata Bisa Menemukan Ide Bisnis yang Selama Ini Diabaikan Loh!

0

Banyak orang berpikir ide bisnis harus datang dari sesuatu yang besar, canggih, atau benar-benar baru. Padahal kenyataannya, banyak usaha sukses justru lahir dari masalah kecil yang sering dianggap sepele. Karena itu, kemampuan melakukan riset masalah pasar sekarang jadi jauh lebih penting dibanding sekadar mencari ide yang terlihat keren.

Fenomena ini juga sering kami bahas di Berempat, terutama karena pola bisnis modern makin fokus pada solusi praktis untuk kebutuhan sehari-hari. Mulai dari jasa titip makanan, aplikasi pengingat minum air, sampai layanan cuci sepatu, semuanya muncul karena ada masalah kecil yang dirasakan banyak orang.

Menariknya, banyak peluang usaha justru muncul dari hal-hal yang sering bikin orang merasa repot, malas, atau buang waktu. Di sinilah pentingnya memahami cara melakukan riset masalah pasar secara sederhana dari lingkungan sekitar.

Menurut data dari CB Insights, salah satu alasan startup gagal adalah karena membuat produk yang sebenarnya tidak terlalu dibutuhkan pasar. Artinya, ide bisnis yang terlihat menarik belum tentu menyelesaikan masalah nyata.

Karena itu, bisnis yang bertahan biasanya bukan yang paling rumit, tapi yang paling relevan dengan kebutuhan orang sehari-hari.

Ide Bisnis Sering Muncul dari Keluhan yang Dianggap Biasa

Kalau diperhatikan, banyak usaha yang sekarang ramai sebenarnya berangkat dari masalah sederhana.

Contohnya:

  • Orang malas antre makanan, lalu muncul jasa titip atau delivery
  • Banyak pekerja sibuk tidak sempat cuci sepatu, lalu muncul jasa cleaning shoes
  • Orang kesulitan edit video cepat, lalu muncul jasa edit konten instan
  • Banyak UMKM bingung bikin caption jualan, lalu muncul jasa copywriting murah

Hal-hal seperti ini awalnya mungkin terdengar kecil. Tapi ketika masalah dirasakan banyak orang, peluang bisnisnya bisa berkembang besar.

Menurut laporan dari HubSpot, bisnis yang berangkat dari pain point konsumen biasanya lebih mudah membangun loyalitas karena produknya terasa relevan dengan kebutuhan sehari-hari.

Makanya sekarang banyak bisnis sukses justru lahir bukan dari teknologi rumit, tapi dari solusi sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat.

Cara Melakukan Riset Masalah Pasar dari Lingkungan Sekitar

Melakukan riset masalah pasar sebenarnya tidak harus selalu memakai survei besar atau data yang rumit. Banyak ide bisa ditemukan hanya dari observasi sehari-hari.

Beberapa cara sederhana yang cukup efektif antara lain:

1. Perhatikan Keluhan yang Sering Diucapkan Orang

Biasanya peluang bisnis muncul dari kalimat seperti:
“Ribet banget.”
“Susah cari yang begini.”
“Kenapa belum ada layanan kayak gini ya?”

Keluhan kecil seperti ini sering jadi petunjuk kebutuhan pasar.

2. Lihat Kebiasaan Orang Mengeluarkan Uang

Kalau orang rela bayar untuk sesuatu, berarti ada masalah yang ingin mereka selesaikan.

Contohnya layanan antar makanan, jasa titip, atau aplikasi pengingat aktivitas harian.

3. Amati Aktivitas yang Menghabiskan Waktu

Semakin sibuk masyarakat sekarang, semakin besar peluang bisnis yang bisa membantu menghemat waktu.

4. Baca Komentar di Media Sosial atau Marketplace

Kolom komentar sering jadi tempat paling jujur untuk melihat masalah konsumen.

Kadang ide bisnis bagus justru muncul dari komplain pelanggan.

5. Cari Aktivitas yang Mulai Jadi Kebiasaan Baru

Pola hidup masyarakat terus berubah. Dari situ biasanya muncul kebutuhan baru yang sebelumnya belum ada.

Seperti yang sering kami bahas di Berempat.com, perubahan kebiasaan kecil masyarakat sering jadi awal munculnya peluang usaha baru.

Masalah Kecil Bisa Jadi Pasar Besar Kalau Dialami Banyak Orang

Banyak orang gagal memulai bisnis karena merasa masalah yang mereka lihat terlalu sederhana. Padahal justru kesederhanaan itu yang membuat peluang lebih dekat dengan pasar.

Menurut data dari Statista, tren convenience economy atau ekonomi berbasis kemudahan terus meningkat karena masyarakat semakin menghargai layanan yang praktis dan menghemat waktu.

Itulah kenapa sekarang banyak bisnis sederhana bisa berkembang cepat. Bukan karena produknya rumit, tapi karena benar-benar membantu kehidupan sehari-hari.

Di era digital seperti sekarang, orang tidak selalu mencari sesuatu yang revolusioner. Kadang mereka hanya ingin solusi yang lebih cepat, lebih praktis, atau lebih nyaman.