Kamis, November 5, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 25

Pembelian Emas Fisik Menguat, Peran Emas Sebagai Aset Strategis Kian Penting!

0

Emas Sebagai Aset Strategis masih menunjukkan daya tarik di tengah dinamika pasar global yang cukup bergejolak. Laporan World Gold Council (WGC) mencatat permintaan emas tetap relatif solid sepanjang kuartal II 2026, terutama berkat kuatnya minat investasi di Asia yang mampu menahan tekanan dari melemahnya konsumsi perhiasan serta arus keluar dana dari produk Exchange-Traded Fund (ETF).

Melansir Kitco News, Senin (3/8/2026), WGC menyebut total permintaan emas dunia, termasuk transaksi over-the-counter (OTC), mencapai 1.269 ton pada kuartal II. Jika dihitung sepanjang semester pertama 2026, permintaan mencapai 2.522 ton atau meningkat 2 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Dari sisi nilai, permintaan emas pada paruh pertama tahun ini bahkan mencapai rekor US$380 miliar atau sekitar Rp6,8 kuadriliun. Capaian tersebut menunjukkan minat terhadap logam mulia masih bertahan meski harga mengalami koreksi dibandingkan level tinggi yang tercatat pada awal tahun.

Tekanan terhadap emas sempat meningkat akibat ketidakpastian ekonomi global dan konflik AS-Iran yang turut memicu kekhawatiran terhadap inflasi serta kondisi energi dunia. Ekspektasi suku bunga AS yang lebih tinggi juga mendorong kenaikan imbal hasil obligasi. Situasi tersebut membuat sebagian investor mempertimbangkan kembali kepemilikan aset yang tidak memberikan imbal hasil berkala seperti emas.

Permintaan Investasi Emas Asia Tetap Menjadi Penopang

Meski menghadapi tekanan tersebut, WGC menilai prospek jangka panjang emas masih cukup kuat. Harga rata-rata emas pada kuartal II tercatat US$4.056,59 per ons. Angka itu memang turun 8 persen dibandingkan kuartal sebelumnya, tetapi masih mencatat kenaikan 37 persen secara tahunan.

WGC memperkirakan permintaan investasi akan tetap menjadi salah satu penggerak utama pasar emas hingga akhir 2026. Investor Asia dan transaksi OTC dinilai memiliki peran penting dalam menjaga permintaan tersebut.

Di luar pasar OTC, investasi emas turun menjadi 262 ton pada kuartal II. Sementara itu, ETF emas berbasis aset fisik mencatat arus keluar bersih 45 ton setelah sebelumnya membukukan aliran dana masuk yang cukup kuat pada awal tahun.

Amerika Utara menjadi kawasan dengan kontribusi terbesar terhadap aksi jual ETF. Namun, secara keseluruhan, kepemilikan ETF masih bertambah 18 ton sepanjang semester pertama 2026 berkat arus dana dari Asia dan permintaan Eropa yang relatif rendah.

Emas Sebagai Aset Strategis Masih Diminati Investor

Di tengah fluktuasi pasar keuangan, pembelian emas fisik juga masih menunjukkan ketahanan. Permintaan global terhadap emas batangan dan koin mencapai 307 ton pada kuartal II, relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun lalu meski lebih rendah dari kuartal sebelumnya.

China menjadi pasar retail investasi emas terbesar. Pembelian emas batangan dan koin di negara tersebut mencapai 107 ton pada kuartal II dan 314 ton sepanjang semester pertama 2026. Capaian semester pertama itu menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.

WGC menilai sebagian investor masih memanfaatkan koreksi harga sebagai kesempatan menambah kepemilikan. Kondisi ini memperlihatkan Emas Sebagai Aset Strategis tetap memiliki tempat di tengah perubahan arah kebijakan moneter dan ketidakpastian ekonomi global.

Dengan dukungan permintaan dari Asia, pembelian emas fisik, serta potensi kembalinya arus investasi ETF, Emas Sebagai Aset Strategis diperkirakan masih menjadi salah satu instrumen yang diperhitungkan investor hingga akhir 2026.

Jangan Cuma Kasih Diskon, Coba Promosi Secara Halus dengan Cara Ini!

0

Promosi secara halus bisa menjadi pilihan menarik bagi bisnis yang ingin menawarkan produk tanpa membuat calon pelanggan merasa sedang dikejar untuk segera membeli. Di Berempat.com, kami melihat persoalan ini cukup dekat dengan keseharian pelaku UMKM: konten sudah rutin dibuat, promo sudah diberikan, tetapi audiens justru cepat melewati unggahan ketika setiap posting berakhir dengan ajakan “beli sekarang”. Padahal, orang datang ke media sosial dengan kebutuhan yang beragam. Ada yang mencari informasi, membandingkan produk, mencari inspirasi, atau sekadar melihat-lihat sebelum akhirnya mengambil keputusan.

Cara komunikasi seperti ini semakin penting ketika pelanggan terbiasa menerima banyak pesan pemasaran dalam satu hari. Menariknya, personalisasi dapat membantu bisnis membuat komunikasi terasa lebih relevan. Dalam laporan State of the Connected Customer, Salesforce mencatat survei terhadap lebih dari 16.000 konsumen dan pembeli bisnis di seluruh dunia. Salah satu temuannya, 73% pelanggan mengatakan perusahaan memperlakukan mereka sebagai individu, bukan sekadar angka.

Artinya, promosi tidak harus selalu terdengar seperti pengumuman diskon. Bisnis dapat mengawali komunikasi dengan sesuatu yang memang berguna bagi calon pelanggan, kemudian menghubungkan informasi tersebut dengan produk secara natural.

Promosi Secara Halus Dimulai dari Masalah Pelanggan

Daripada langsung mengatakan, “Ada promo, buruan checkout!”, coba mulai dari masalah yang sering dialami target pasar.

Misalnya bisnis menjual tumbler.

Konten yang dibuat tidak harus selalu berbunyi, “Tumbler kami diskon 20%.”

Bisa dimulai dengan topik seperti cara memilih tumbler untuk dibawa ke kantor, alasan minuman cepat berubah suhu, atau tips membersihkan botol minum agar tidak berbau.

Setelah memberikan informasi tersebut, produk dapat masuk sebagai bagian dari solusi.

“Kalau sedang mencari tumbler yang praktis untuk dibawa kerja, varian ini bisa dipertimbangkan karena ukurannya pas untuk tas dan tutupnya lebih rapat.”

Ada promosi di dalamnya, tetapi pelanggan tidak merasa sedang diserang iklan.

Inilah inti promosi secara halus: produk tetap ditawarkan, tetapi konteksnya mengikuti kebutuhan audiens.

Jangan Jadikan Semua Konten sebagai Lapak Jualan

Kesalahan yang sering dilakukan bisnis kecil adalah menjadikan setiap unggahan sebagai katalog.

Hari Senin harga produk.

Selasa promo.

Rabu diskon.

Kamis bundling.

Jumat kembali promo.

Lama-kelamaan audiens bisa kehilangan alasan untuk mengikuti akun tersebut.

Konten bisnis sebaiknya memiliki fungsi yang beragam. Sebagian bisa digunakan untuk edukasi, sebagian untuk membangun kedekatan, sebagian menunjukkan proses bisnis, dan sebagian lagi memang digunakan untuk menawarkan produk.

HubSpot dalam State of Marketing 2025 juga menyoroti pentingnya personalisasi. Dalam surveinya terhadap lebih dari 1.700 pemasar B2B dan B2C, 94% responden mengatakan pengalaman pelanggan yang dipersonalisasi berdampak terhadap penjualan perusahaan.

Bagi UMKM, personalisasi tidak harus menggunakan teknologi canggih. Menyebut kebutuhan spesifik pelanggan, membuat contoh yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, atau menyesuaikan penawaran berdasarkan masalah yang mereka hadapi sudah menjadi langkah sederhana.

Buat Konten yang Membuat Orang Berhenti Scroll

Promosi secara halus tetap membutuhkan pembuka yang menarik.

Misalnya, daripada membuat judul:

“Promo Sepatu Sneakers Diskon 30%”

coba ubah menjadi:

“Kenapa Sepatu Baru Cepat Bikin Kaki Pegal?”

Topiknya tetap berhubungan dengan produk, tetapi pembaca memperoleh alasan untuk berhenti dan membaca.

Setelah membahas penyebabnya, bisnis dapat menjelaskan karakteristik sepatu yang nyaman, kemudian memperkenalkan produknya sebagai salah satu pilihan.

Teknik ini membuat alur konten terasa seperti percakapan.

Pola sederhananya bisa berupa:

Masalah → informasi → solusi → produk → ajakan.

Bukan:

Produk → harga → diskon → beli sekarang.

Perbedaannya terlihat kecil, tetapi pengalaman pembaca bisa jauh berbeda.

Berikan Alasan Sebelum Memberikan Penawaran

Calon pembeli biasanya memiliki pertanyaan sebelum mengeluarkan uang.

“Kenapa harus produk ini?”

“Apakah cocok untuk saya?”

“Apa bedanya dengan produk lain?”

“Apakah harganya sepadan?”

Promosi yang baik membantu menjawab pertanyaan tersebut.

Misalnya menjual jasa desain logo. Daripada hanya mengatakan, “Jasa logo mulai Rp500 ribu,” jelaskan terlebih dahulu mengapa identitas visual yang konsisten membantu bisnis terlihat lebih profesional.

Setelah itu, barulah masuk ke penawaran:

“Kalau sedang menyiapkan identitas visual untuk bisnis baru, kami menyediakan paket desain logo yang bisa disesuaikan dengan karakter brand.”

Penawaran menjadi bagian dari informasi, bukan gangguan di tengah informasi.

Gunakan Cerita Pelanggan untuk Menjual Tanpa Terlihat Menjual

Testimoni dapat menjadi salah satu bentuk promosi secara halus yang cukup kuat karena fokus utamanya adalah pengalaman pelanggan.

Daripada menulis:

“Produk kami bagus dan wajib dibeli!”

ceritakan bagaimana produk tersebut digunakan.

Misalnya:

“Awalnya pelanggan ini mencari tas untuk membawa laptop dan perlengkapan kerja sekaligus. Setelah menggunakan model X selama dua bulan, bagian yang paling disukainya justru kompartemen tambahan yang membuat barang lebih mudah diatur.”

Cerita tersebut memberikan gambaran penggunaan produk tanpa harus memaksa pembaca melakukan pembelian.

Tentu saja, testimoni harus berasal dari pengalaman pelanggan yang benar-benar ada. Jangan membuat cerita atau klaim yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Beri Ruang bagi Orang untuk Memilih

Salah satu kalimat promosi yang paling sering digunakan adalah “Jangan sampai kehabisan!”

Dalam situasi tertentu, urgensi memang bisa membantu keputusan pembelian. Namun, terlalu sering menggunakan kelangkaan atau tekanan waktu justru dapat membuat komunikasi terasa agresif.

Tidak semua pelanggan harus langsung checkout.

Ada yang membutuhkan waktu untuk mempertimbangkan.

Ada yang ingin bertanya.

Ada pula yang baru akan membeli beberapa minggu kemudian.

Karena itu, ajakan seperti “Kalau cocok, bisa cek detail produknya di katalog” atau “Kalau masih bingung pilih varian, boleh tanyakan kebutuhanmu” terasa lebih ringan.

Bisnis tetap membuka jalan menuju transaksi, tetapi keputusan akhirnya berada di tangan pelanggan.

Ukur Apakah Promosi Benar-Benar Bekerja

Jangan menilai keberhasilan promosi hanya dari jumlah likes.

Perhatikan juga metrik yang lebih dekat dengan tujuan bisnis, seperti jumlah orang yang mengklik katalog, mengirim pesan, menyimpan konten, meminta informasi lebih lanjut, sampai akhirnya membeli.

HubSpot mencatat bahwa banyak pemasar masih menghadapi persoalan kualitas data audiens. Dalam risetnya, hanya 42% pemasar yang mengatakan mereka mengetahui informasi demografis dasar audiensnya.

Untuk UMKM, hal ini menjadi pengingat bahwa mengenali audiens tidak harus dimulai dari data yang rumit. Bisa dimulai dari pertanyaan sederhana: konten apa yang paling sering ditanyakan? Produk mana yang paling banyak dibicarakan? Masalah apa yang berulang kali muncul di kolom komentar atau chat?

Ekosistem Usaha Diperkuat, Pengembangan Kewirausahaan Ditargetkan Makin Kompetitif

0

Pengembangan Kewirausahaan di Indonesia memasuki babak baru setelah pemerintah resmi menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 38 Tahun 2026. Aturan ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem usaha yang lebih terarah, terintegrasi, serta mampu melahirkan wirausaha yang tidak hanya tumbuh, tetapi juga menciptakan lapangan kerja berkualitas.

Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM Riza Damanik mengatakan, selama ini berbagai program kewirausahaan telah dijalankan oleh kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, pelaku usaha, hingga komunitas. Namun, pelaksanaannya masih cenderung berjalan sendiri-sendiri.

Menurut Riza, Perpres 38/2026 dibutuhkan untuk menyatukan arah kebijakan sekaligus memperkuat koordinasi antaraktor dalam Pengembangan Kewirausahaan di Indonesia.

“Regulasi ini menjadi pedoman bersama dalam membangun ekosistem kewirausahaan nasional,” ujar Riza di Jakarta, Jumat (31/7).

Pengembangan Kewirausahaan Punya Target hingga 2045

Melalui aturan tersebut, pemerintah menetapkan Peta Jalan Kewirausahaan Nasional (PKN) hingga 2045. Strateginya dibagi menjadi empat fase, yakni Penguatan Kewirausahaan pada 2025–2029, Akselerasi Kewirausahaan pada 2030–2034, Ekspansi Global Kewirausahaan pada 2035–2039, serta Kewirausahaan Indonesia Emas pada 2040–2045.

Setiap fase memiliki sasaran berbeda. Pemerintah mulai dari penguatan regulasi dan ekosistem, kemudian mendorong usaha berkembang dan naik kelas, memperluas penetrasi pasar global, hingga menjadikan kewirausahaan sebagai salah satu penggerak transformasi ekonomi menuju 2045.

Rasio kewirausahaan nasional ditargetkan meningkat dari 3,6 persen pada 2029 menjadi 8 persen pada 2045. Pemerintah menilai target tersebut perlu dibarengi peningkatan kualitas wirausaha agar mampu berinovasi, menyerap tenaga kerja, serta menghasilkan nilai tambah.

Riza menegaskan Pengembangan Kewirausahaan ke depan tidak cukup bertumpu pada pelatihan. Ekosistem usaha harus mampu menyediakan akses informasi, perizinan, inkubasi, digitalisasi, pembiayaan, standardisasi, inovasi, hingga pasar.

Ia menambahkan, keberhasilan Pengembangan Kewirausahaan sangat bergantung pada kolaborasi lintas sektor. Dengan sinergi yang kuat, pelaku usaha diharapkan dapat tumbuh sejak tahap awal hingga menjadi bisnis yang mapan, berdaya saing, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.

Karena itu, pemerintah mendorong kolaborasi lintas sektor agar perjalanan pelaku usaha dapat didampingi sejak tahap perintisan hingga berkembang menjadi bisnis yang kuat, kompetitif, dan berkelanjutan.

Pinjol Legal Diawasi OJK, Ini Daftar Pinjol Resmi Agustus 2026

0

Masyarakat yang membutuhkan layanan pinjaman daring perlu mencermati Daftar Pinjol Resmi yang telah memiliki izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hingga Agustus 2026, tercatat 94 perusahaan pinjaman online atau fintech peer-to-peer lending yang berstatus legal dan berada di bawah pengawasan regulator.

Keberadaan Daftar Pinjol Resmi menjadi rujukan penting bagi calon pengguna sebelum mengajukan pinjaman. Langkah tersebut diperlukan mengingat penawaran pinjaman melalui platform digital terus bermunculan, termasuk layanan ilegal yang menawarkan pencairan dana cepat dengan persyaratan sangat mudah.

OJK mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur promosi pinjaman dengan bunga rendah, proses instan, atau iming-iming tanpa syarat. Status legal sebuah perusahaan dapat menjadi salah satu indikator bahwa kegiatan usaha tersebut berada dalam pengawasan regulator dan wajib mengikuti ketentuan yang berlaku.

Ciri Layanan Pinjol Legal yang Perlu Diperhatikan

Perusahaan yang masuk dalam daftar OJK wajib memenuhi sejumlah ketentuan, termasuk transparansi mengenai biaya pinjaman, perlindungan data pribadi, serta penerapan mekanisme penagihan sesuai aturan. Ketentuan tersebut dibuat untuk memberikan perlindungan kepada pengguna sekaligus menciptakan industri pendanaan digital yang lebih sehat.

Sebaliknya, pinjaman online ilegal dapat membawa risiko yang lebih besar. Selain bunga dan biaya yang tidak transparan, masyarakat juga perlu mewaspadai praktik penagihan yang tidak sesuai ketentuan serta potensi penyalahgunaan data pribadi.

Sejumlah perusahaan yang tercantum dalam Daftar Pinjol Resmi antara lain Danamas, Amartha, Modalku, Kredit Pintar, Akseleran, AdaKami, Indodana, JULO, Alami, Easycash, Finplus, Uangme, Cicil, Pintek, ModalRakyat, Danacita, Komunal, Gradana, Danain, Indosaku, EDUFUND, GandengTangan, PAPITUPI Syariah, Asetku, dan Findaya.

Jangan Asal Pilih Pinjaman Online

Masyarakat tetap perlu melakukan pengecekan ulang sebelum menggunakan layanan pinjaman digital. Nama perusahaan, status izin, serta informasi terbaru mengenai penyelenggara dapat berubah sehingga pengecekan melalui kanal resmi OJK menjadi langkah penting.

Memahami Daftar Pinjol Resmi juga membantu calon peminjam menghindari platform yang mengaku legal tetapi sebenarnya tidak memiliki izin. Selain mengecek legalitas, calon pengguna sebaiknya memahami bunga, tenor, biaya layanan, denda, serta konsekuensi pembayaran sebelum menyetujui pinjaman.

Dengan semakin banyaknya layanan finansial berbasis digital, kehati-hatian menjadi bagian penting dalam mengambil keputusan keuangan. Legalitas perusahaan dapat menjadi langkah awal, sementara pemahaman terhadap seluruh ketentuan pinjaman tetap diperlukan agar masyarakat tidak menghadapi beban pembayaran yang melebihi kemampuan.

Pasar Global Bergejolak, Harga Emas Kembali Turun pada Awal Agustus

0

Harga Emas Kembali Turun di pasar global dan turut menekan Harga Patokan Ekspor (HPE) serta Harga Referensi (HR) komoditas tersebut untuk periode pertama Agustus 2026. Kementerian Perdagangan mencatat pelemahan patokan harga emas seiring berkurangnya permintaan global terhadap logam mulia.

Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kemendag Tommy Andana mengatakan tekanan terhadap harga emas dipengaruhi sejumlah faktor eksternal. Penguatan mata uang utama dunia, kenaikan imbal hasil obligasi, serta tingginya suku bunga global membuat daya tarik emas ikut berkurang.

Emas tidak memberikan imbal hasil berkala seperti instrumen berbunga. Karena itu, ketika suku bunga dan yield obligasi meningkat, sebagian investor cenderung memindahkan dana ke aset lain yang dinilai menawarkan potensi keuntungan lebih menarik.

“Peralihan investasi tersebut berdampak langsung pada menurunnya permintaan emas di pasar global. Dengan pasokan emas dunia yang tetap memadai, situasi ini menciptakan tekanan yang memicu koreksi harga di pasar internasional,” ujar Tommy, dikutip dari Antara, Sabtu (1/8/2026).

HPE dan Harga Referensi Emas Turun

Untuk periode 1-14 Agustus 2026, HPE emas ditetapkan sebesar US$130.921,50 per kilogram. Angka tersebut turun 0,7 persen dibandingkan periode kedua Juli yang mencapai US$131.839,51 per kilogram.

Penurunan serupa terjadi pada HR emas. Nilainya terkoreksi menjadi US$4.072,12 per troy ounce dari sebelumnya US$4.100,67 per troy ounce. Secara keseluruhan, harga emas tercatat mengalami penurunan sekitar 0,7 persen selama periode pengumpulan data.

Penetapan tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1669 Tahun 2026 tentang Harga Patokan Ekspor dan Harga Referensi atas Produk Pertambangan yang Dikenakan Bea Keluar.

Perhitungan HPE dan HR dilakukan dengan mempertimbangkan data teknis Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta acuan harga internasional London Bullion Market Association (LBMA). Prosesnya melibatkan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga terkait.

Harga Emas Kembali Turun di Pasar Global

Tekanan juga terlihat dalam perdagangan emas dunia pada Jumat (31/7/2026). Harga emas spot merosot 1,8 persen menjadi US$4.027,75 per ons, sedangkan kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Agustus turun 1,9 persen menjadi US$4.025,10.

Meski Harga Emas Kembali Turun, kinerja bulanan emas masih mencatat kenaikan sekitar 0,5 persen sepanjang Juli. Capaian itu menjadi kenaikan bulanan pertama dalam lima bulan terakhir.

Pergerakan emas sebelumnya mendapat dukungan dari data inflasi AS yang lebih rendah. Kondisi tersebut membuat pelaku pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve sepanjang 2026.

Selain faktor moneter, perkembangan harga minyak dan situasi geopolitik juga ikut menjadi perhatian pasar. Dengan berbagai faktor tersebut, pergerakan emas masih berpotensi fluktuatif dalam perdagangan berikutnya.

229 Juta Pengguna Internet Jadi Peluang, Jasa Service Handphone Makin Prospektif

0

Jasa Service Handphone kini menjadi salah satu peluang usaha yang ikut berkembang seiring tingginya penggunaan smartphone dan layanan digital di Indonesia. Melihat potensi tersebut, pemerintah mendorong pelaku industri kecil dan menengah (IKM) di bidang perbaikan telepon seluler untuk meningkatkan keterampilan agar mampu memberikan layanan yang profesional dan memenuhi kebutuhan konsumen.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan peningkatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) menjadi bagian penting dalam strategi memperkuat daya saing industri nasional. Menurutnya, tenaga kerja dengan kemampuan yang sesuai standar dibutuhkan agar pelaku IKM mampu mengikuti perkembangan teknologi yang bergerak cepat.

“Seiring meningkatnya penggunaan perangkat handphone dan telekomunikasi, kebutuhan terhadap layanan perawatan dan perbaikan juga terus bertumbuh,” kata Agus dalam keterangan resmi di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Data Survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) 2025 menunjukkan penetrasi internet nasional telah mencapai sekitar 80 persen atau lebih dari 229 juta pengguna. Smartphone menjadi salah satu perangkat utama masyarakat untuk mengakses internet. Kondisi tersebut ikut membuka ruang pertumbuhan bagi bisnis perawatan dan perbaikan telepon seluler.

Kemenperin Perkuat Kompetensi Pelaku Usaha

Untuk menangkap peluang itu, Kementerian Perindustrian melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka menggelar Pendampingan Teknis Sertifikasi IKM Service HP di Brebes, Jawa Tengah, pada 21 Juli 2026.

Program yang dijalankan Direktorat IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut tersebut diikuti 12 pelaku Jasa Service Handphone. Peserta mendapatkan pembekalan teknis yang mengacu pada Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI).

Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah dan Aneka Kemenperin Reni Yanita mengatakan Brebes memiliki potensi untuk mengembangkan usaha perbaikan telepon seluler. Dengan jumlah penduduk lebih dari dua juta jiwa, kebutuhan terhadap layanan tersebut dinilai cukup besar dan dapat mendorong lahirnya usaha baru sekaligus lapangan pekerjaan.

Materi pelatihan mencakup kemampuan mendiagnosis kerusakan, melakukan perbaikan, mengganti komponen, hingga menerapkan aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Sertifikasi Jadi Modal Tingkatkan Kepercayaan Pelaku Bisnis Jasa Service Handphone

Plt. Direktur IKM Logam, Mesin, Elektronika, dan Alat Angkut Budi Setiawan mengatakan peserta pendampingan selanjutnya dapat mengikuti uji kompetensi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) yang berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Sertifikasi tersebut diharapkan menjadi bukti kompetensi sekaligus meningkatkan profesionalisme pelaku Jasa Servis Handphone. Pengakuan secara nasional juga dapat membantu pelaku usaha membangun kepercayaan pelanggan, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing.

Pemerintah menilai penguatan kompetensi menjadi langkah penting agar pertumbuhan usaha Jasa Service Handphone berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas layanan. Dengan kemampuan teknis yang terukur, pelaku IKM diharapkan mampu menangkap kebutuhan pasar yang terus tumbuh akibat tingginya ketergantungan masyarakat terhadap perangkat digital.

Bisnis Terasa Mandek? Coba Evaluasi Strategi Komunikasi untuk UMKM Ini!

0

Strategi Komunikasi untuk UMKM sering dianggap sebagai urusan sederhana: balas chat, jawab pertanyaan, lalu tawarkan produk. Padahal, cara sebuah bisnis berbicara kepada pelanggan bisa menentukan apakah percakapan berlanjut atau berhenti begitu saja. Di Berempat.com, kami melihat banyak UMKM sudah punya produk bagus dan harga kompetitif, tetapi pertumbuhannya terasa mandek karena komunikasi dengan calon pembeli masih terlalu kaku, terburu-buru, atau justru tidak memberikan jawaban yang benar-benar dibutuhkan.

Perubahan ekspektasi pelanggan membuat persoalan ini semakin penting. Salesforce, melalui riset terhadap lebih dari 14.300 konsumen dan pembeli bisnis di berbagai negara, menemukan bahwa 73% pelanggan mengharapkan pengalaman yang lebih personal seiring perkembangan teknologi.

Artinya, pelanggan tidak ingin diperlakukan seperti nomor antrean. Mereka ingin pertanyaannya dipahami, kebutuhannya ditangkap, dan jawabannya relevan.

Hal ini juga menjelaskan kenapa kalimat sederhana seperti “Ada yang bisa dibantu?” kadang tidak cukup. Bisnis perlu belajar mengarahkan percakapan tanpa membuat pelanggan merasa sedang dikejar untuk membeli.

Masalahnya Kadang Bukan Produk, tapi Cara Menyampaikannya! Begini Strategi Komunikasi untuk UMKM yang Perlu Dicoba

Bayangkan seorang pelanggan bertanya melalui WhatsApp, “Kak, ini harganya berapa?”

Respons pertama yang muncul mungkin hanya, “Rp150 ribu.”

Jawaban tersebut memang benar, tetapi percakapan langsung berhenti pada angka. Tidak ada informasi tambahan yang membantu pelanggan memahami apakah produk tersebut cocok untuk kebutuhannya.

Coba bandingkan dengan:

“Harganya Rp150 ribu, Kak. Produk ini biasanya dipakai untuk kebutuhan A dan B. Kakak sedang cari untuk penggunaan pribadi atau usaha?”

Pertanyaan lanjutan membuka ruang percakapan.

Pelanggan tidak merasa sedang didorong untuk checkout. Sebaliknya, mereka mendapatkan kesempatan menjelaskan kebutuhannya sendiri.

Di sinilah Strategi Komunikasi untuk UMKM mulai memainkan peran penting. Tujuannya bukan berbicara sebanyak mungkin, tetapi membuat setiap jawaban memiliki fungsi.

Jangan Buru-Buru Menjual Sebelum Memahami Kebutuhan

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah terlalu cepat mengirim katalog, daftar harga, atau promo begitu pelanggan menghubungi.

Padahal, belum tentu semua informasi tersebut relevan.

Pelanggan yang sedang mencari hadiah membutuhkan rekomendasi berbeda dengan pelanggan yang membeli untuk kebutuhan bisnis. Orang yang baru mengenal produk juga membutuhkan penjelasan berbeda dari pelanggan lama yang sudah paham spesifikasinya.

Karena itu, cobalah memakai pola sederhana:

Dengar → pahami → rekomendasikan → tawarkan.

Misalnya, setelah mengetahui kebutuhan pelanggan, penjual bisa mengatakan:

“Kalau untuk kebutuhan tersebut, saya lebih menyarankan varian ini karena ukurannya lebih praktis dan pemakaiannya lebih sederhana.”

Kalimat tersebut terasa seperti bantuan, bukan tekanan.

Pendekatan personal semacam ini juga sejalan dengan perubahan ekspektasi pelanggan. Salesforce mencatat 73% pelanggan menginginkan perusahaan memperlakukan mereka sebagai individu, bukan sekadar angka.

Strategi Komunikasi untuk UMKM yang Bisa Langsung Dipraktikkan

Komunikasi yang baik tidak harus memakai bahasa formal atau teknik sales yang rumit. Justru gaya bahasa yang sederhana sering terasa lebih manusiawi.

1. Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami

Hindari istilah teknis jika pelanggan belum tentu mengerti.

Daripada mengatakan “produk memiliki spesifikasi enhanced durability”, lebih baik menjelaskan bahwa produk tersebut “lebih tahan digunakan untuk aktivitas harian”.

Tujuannya agar pelanggan tidak perlu menerjemahkan informasi sendiri.

2. Jawab Pertanyaan Sampai Tuntas

Jika pelanggan bertanya soal harga, jangan hanya menyebut angka.

Berikan informasi yang memang kemungkinan mereka perlukan, seperti ukuran, varian, ongkos kirim, garansi, atau estimasi pengerjaan.

Ini membuat percakapan lebih efisien karena pelanggan tidak perlu bertanya satu per satu.

3. Jangan Menganggap Semua Chat sebagai Sinyal Closing

  • Ada pelanggan yang memang siap membeli.
  • Mungkin Ada juga yang masih membandingkan beberapa pilihan.
  • Ada yang sekadar mencari informasi.

Semuanya merupakan tahap yang berbeda. Memberikan waktu kepada pelanggan untuk mempertimbangkan pilihan justru dapat menciptakan pengalaman yang lebih nyaman.

Zendesk mencatat bahwa pelanggan saat ini semakin mengharapkan pengalaman layanan yang personal, cepat, dan terasa manusiawi.

4. Buat Template, tetapi Jangan Terdengar Seperti Robot

Template jawaban sangat berguna bagi UMKM yang menerima banyak pertanyaan.

Namun, jangan salin-tempel pesan yang sama untuk semua orang.

Sisakan ruang untuk menyesuaikan jawaban berdasarkan konteks pelanggan.

Misalnya, template pembuka bisa sama, tetapi rekomendasi produk dan pertanyaan berikutnya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.

Ukur Percakapan, Bukan Hanya Jumlah Penjualan

Komunikasi bisnis juga perlu dievaluasi.

Perhatikan pertanyaan apa yang paling sering muncul. Catat bagian mana yang membuat pelanggan berhenti merespons. Lihat pula produk mana yang paling banyak ditanyakan tetapi paling sedikit menghasilkan transaksi.

Dari sana, bisnis dapat menemukan masalah yang sebelumnya tidak terlihat.

Misalnya ternyata pelanggan sering menanyakan ongkos kirim karena informasi tersebut tidak tersedia di katalog. Atau mereka banyak bertanya soal ukuran karena foto produk tidak memberikan gambaran skala yang jelas.

Jadi, data percakapan sebenarnya bisa menjadi sumber informasi untuk memperbaiki pemasaran.

Bagi UMKM, pendekatan ini penting karena setiap interaksi memiliki nilai. Pemerintah sendiri terus mendorong digitalisasi UMKM dan peningkatan daya saing usaha kecil melalui berbagai program. Kementerian Perdagangan, misalnya, mencatat program business matching UMKM sepanjang semester I 2025 menghasilkan transaksi sebesar US$87,04 juta.

Angka tersebut menunjukkan bahwa UMKM memiliki ruang pasar yang luas, tetapi kemampuan mengelola komunikasi dan hubungan bisnis tetap menjadi bagian penting dalam memenangkan pelanggan.

Intinya, strategi komunikasi untuk UMKM bukan tentang menjadi penjual yang paling pintar berbicara. Yang lebih penting adalah mampu membuat pelanggan merasa didengar dan memperoleh jawaban yang relevan.

Bisnis yang komunikasinya jelas akan lebih mudah membangun kepercayaan. Pelanggan tahu apa yang ditawarkan, mengerti manfaatnya, dan merasa nyaman mengambil keputusan.

Jadi, ketika penjualan terasa mandek, jangan buru-buru menyalahkan produk, harga, atau algoritma. Coba periksa kembali cara berbicara dengan pelanggan. Bisa jadi, perubahan kecil dalam cara menjawab chat, mengajukan pertanyaan, dan menawarkan solusi justru menjadi bagian penting dari Strategi Komunikasi untuk UMKM yang selama ini terlewat.

13 dari 15 Merek Bermasalah, Beras Fortifikasi Tak Sesuai Standar Terancam Dicabut Izinnya

0

Beras Fortifikasi kembali menjadi perhatian pemerintah setelah ditemukan sejumlah produk yang diduga tidak memenuhi ketentuan mutu. Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Andi Amran Sulaiman memastikan produk yang terbukti melanggar standar akan ditertibkan, termasuk melalui pencabutan izin edar.

Amran mengatakan pihaknya telah meminta jajaran Bapanas melakukan pemeriksaan lebih mendalam terhadap merek beras yang beredar di pasar. Dari temuan awal, sebanyak 13 dari 15 merek Beras Fortifikasi yang diperiksa diduga tidak memenuhi standar sebagaimana ketentuan yang berlaku.

Menurut Amran, keputusan pencabutan izin akan dilakukan setelah seluruh hasil pemeriksaan dinyatakan lengkap. Pemerintah ingin memastikan hanya produk yang memenuhi persyaratan mutu dan keamanan yang dapat dipasarkan kepada masyarakat.

Saat ini, Bapanas tercatat telah menerbitkan sekitar 40 izin edar untuk produk beras fortifikasi. Namun, pemerintah juga menemukan produk yang beredar tanpa mengantongi izin resmi. Produk semacam itu akan menjadi sasaran penindakan bersama pelanggaran lain yang ditemukan di lapangan.

Hasil Laboratorium Jadi Dasar Penertiban

Sebelumnya, pengujian laboratorium terhadap sejumlah sampel menunjukkan masih adanya produk yang tidak sesuai dengan klaim gizi pada kemasan. Dari 12 sampel beras dengan klaim kandungan gizi, hanya tiga produk yang dinyatakan memenuhi persyaratan, sementara sembilan lainnya tidak lolos pemeriksaan.

Selain persoalan mutu, terdapat pula tiga sampel yang tidak mencantumkan Informasi Nilai Gizi berupa persentase Angka Kecukupan Gizi (AKG) pada label kemasan. Temuan tersebut menjadi dasar pemerintah untuk mengambil langkah lebih tegas terhadap produk yang dinilai tidak memenuhi ketentuan.

Amran menegaskan hasil uji laboratorium akan menjadi pijakan dalam proses pencabutan izin edar. Produk yang telah dinyatakan bermasalah tidak boleh kembali diedarkan sebelum memenuhi seluruh persyaratan yang ditetapkan.

Pemerintah Siapkan Langkah Hukum

Penertiban Beras Fortifikasi tidak berhenti pada tindakan administratif. Pemerintah juga membuka kemungkinan membawa kasus yang mengandung unsur pidana ke jalur hukum.

Amran telah meminta jajarannya berkoordinasi dengan Satgas Pangan untuk menindaklanjuti dugaan pelanggaran. Surat terkait proses tersebut juga disiapkan untuk disampaikan kepada Kepolisian Republik Indonesia.

Pemerintah menegaskan langkah tersebut diperlukan untuk menjaga kualitas pangan sekaligus melindungi konsumen. Produk Beras Fortifikasi yang beredar di pasaran diharapkan benar-benar memberikan manfaat sesuai klaim pada kemasan dan memenuhi standar yang telah ditetapkan.

Dengan pengawasan yang lebih ketat, Bapanas ingin memastikan peredaran beras fortifikasi berjalan tertib dan tidak merugikan masyarakat. Penindakan terhadap produk tanpa izin maupun yang tidak memenuhi standar juga diharapkan meningkatkan kepastian bagi pelaku usaha yang telah mematuhi seluruh ketentuan.

Insentif EV Segera Disusun, Mobil Merek Nasional Jadi Sasaran Utama

Mobil Merek Nasional mendapat perhatian khusus dalam rencana kebijakan insentif kendaraan listrik pemerintah. Kementerian Perindustrian menyatakan pemberian insentif kendaraan listrik akan diprioritaskan untuk produk yang masuk kategori mobil nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat industri otomotif dan memperbesar nilai tambah manufaktur dalam negeri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pemerintah tengah menyiapkan arah kebijakan tersebut. Namun, ia belum merinci kriteria Mobil Merek Nasional yang nantinya berhak memperoleh insentif, termasuk kemungkinan keterlibatan produsen asing yang telah membangun fasilitas produksi di Indonesia.

Pemerintah juga masih perlu menentukan apakah kategori tersebut hanya ditujukan bagi merek yang dimiliki perusahaan Indonesia atau mencakup kendaraan yang diproduksi di dalam negeri dengan tingkat komponen dalam negeri (TKDN) tinggi. Begitu pula dengan waktu pengumuman skema insentif yang hingga kini belum ditetapkan.

Rencana pengembangan kendaraan nasional telah masuk dalam Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-Pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) 2027. Program tersebut menjadi bagian dari agenda hilirisasi dan industrialisasi yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian sektor otomotif.

Pemerintah Siapkan Kawasan Industri Mobil Nasional

Pengembangan Mobil Merek Nasional tidak berhenti pada pemberian insentif. Pemerintah juga menyiapkan kawasan industri khusus kendaraan nasional di Subang, Jawa Barat, dengan luas sekitar 412 hektare.

Proyek tersebut hingga 2026 telah memasuki tahap pre-feasibility study dan penyusunan pradesain prototipe. Pemerintah berharap pembangunan kawasan tersebut dapat menjadi basis pengembangan industri otomotif nasional sekaligus memperkuat rantai pasok komponen domestik.

Pendanaan proyek direncanakan melibatkan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) bersama sektor swasta. Pelaksanaannya juga akan membutuhkan koordinasi lintas kementerian agar pembangunan industri dapat berjalan sesuai target.

Program Kendaraan Listrik Nasional Terus Dikembangkan

Selain mobil, pemerintah juga menjalankan pengembangan motor listrik nasional untuk memenuhi kebutuhan kendaraan operasional negara. Hingga April 2026, proyek yang dipimpin PT LEN telah mendistribusikan sekitar 3.000 unit secara nasional.

Fase pertama proyek tersebut telah selesai, sedangkan fase kedua memasuki tahap akhir kontrak. Program ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih mandiri.

Melalui kebijakan tersebut, pengembangan Mobil Merek Nasional diharapkan tidak sekadar melahirkan produk baru, tetapi juga meningkatkan kandungan lokal, menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri komponen, serta menekan ketergantungan terhadap kendaraan impor.

Tak Mau Ribet Kirim Barang? Coba Jualan File Digital dari Rumah!

0

Buat yang ingin mulai bisnis dari rumah tetapi malas berurusan dengan stok, kardus, bubble wrap, atau antrean ekspedisi, jualan file digital bisa menjadi salah satu pilihan yang menarik. Model ini memungkinkan produk dikirim melalui email, WhatsApp, link unduhan, atau platform digital sehingga tidak membutuhkan proses logistik seperti bisnis barang fisik. Di Berempat.com, kami melihat peluang jualan file digital semakin relevan karena konsumen sudah terbiasa melakukan transaksi dan mengakses berbagai layanan secara online.

Ekosistem digital Indonesia juga terus berkembang. BPS mencatat jumlah usaha e-commerce di Indonesia meningkat 15,30 persen sepanjang 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. BPS juga menempatkan aktivitas penjualan melalui kanal digital sebagai bagian penting dari perkembangan usaha e-commerce nasional.

Dari sisi pembayaran, Bank Indonesia melaporkan volume transaksi pembayaran digital mencapai 16,07 miliar transaksi pada triwulan II 2026, tumbuh 36,88 persen secara tahunan. Transaksi QRIS bahkan tumbuh 100,12 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan transaksi digital semakin melekat dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Artinya, peluang usaha tanpa pengiriman barang memang semakin terbuka. Tantangannya tinggal memilih sesuatu yang benar-benar dibutuhkan pasar.

Apa yang Bisa Dijual Tanpa Barang Fisik?

Produk digital tidak selalu berarti e-book atau kursus online. Bentuknya bisa jauh lebih sederhana.

Misalnya template invoice, template proposal, kalender konten, spreadsheet pencatatan keuangan, desain undangan digital, preset foto, checklist kerja, worksheet, file presentasi, hingga template CV.

Untuk orang yang memiliki keahlian tertentu, produk digital juga bisa dipadukan dengan jasa. Contohnya seorang desainer dapat menjual template desain sekaligus menawarkan jasa desain custom. Penulis bisa menjual template copywriting sambil membuka jasa penulisan. Admin media sosial dapat menjual kalender konten sekaligus menawarkan paket pengelolaan akun.

Model seperti ini menarik karena satu kemampuan dapat menghasilkan beberapa sumber pendapatan.

Jasa Digital Cocok untuk yang Punya Keahlian

Tidak semua orang nyaman membuat produk yang dijual berkali-kali. Kalau lebih suka bekerja berdasarkan pesanan, jasa digital bisa menjadi pilihan.

Beberapa contohnya:

  • Jasa desain logo dan materi promosi.
  • Editing video pendek.
  • Penulisan artikel atau caption.
  • Pembuatan presentasi.
  • Virtual assistant.
  • Pengelolaan media sosial.
  • Pembuatan spreadsheet sederhana.
  • Jasa riset dan administrasi online.

Kelebihan utamanya adalah tidak perlu menyiapkan stok. Pembeli membayar untuk keahlian dan waktu yang diberikan.

Jualan File Digital Bisa Dimulai dari Masalah Sederhana

Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah sibuk mencari ide produk yang terlihat keren, tetapi lupa memikirkan kebutuhan pembeli.

Padahal, produk digital yang sederhana bisa laku ketika mampu menyelesaikan masalah yang jelas.

Misalnya banyak pemilik UMKM kesulitan membuat invoice. Dari masalah tersebut, muncul ide template invoice siap edit.

Ada pekerja yang bingung membuat laporan keuangan pribadi. Solusinya bisa berupa spreadsheet budgeting.

Ada pemilik usaha yang tidak tahu harus mengunggah konten apa setiap hari. Kalender konten bisa menjadi produk yang relevan.

Jadi, sebelum membuat file, tanyakan terlebih dahulu: masalah apa yang ingin diselesaikan?

Jangan Langsung Membuat 20 Produk

Untuk pemula, satu produk yang jelas sering kali lebih baik dibanding banyak produk yang tidak fokus.

Mulailah dengan satu file yang paling dekat dengan kemampuan dan kebutuhan pasar. Buat versi pertama, tawarkan kepada beberapa calon pembeli, lalu lihat bagian mana yang masih membingungkan.

Masukan dari pelanggan dapat digunakan untuk memperbaiki produk berikutnya.

Pola seperti ini juga sejalan dengan perkembangan perilaku konsumen digital di Asia Tenggara. Laporan e-Conomy SEA 2024 menunjukkan konsumen semakin terbiasa berbelanja secara digital, bahkan rata-rata melakukan 27–32 transaksi e-commerce per tahun di kawasan Asia Tenggara. Laporan yang sama mencatat bahwa video commerce telah menyumbang 20 persen GMV sektor e-commerce pada 2024.

Data tersebut menunjukkan bahwa perilaku membeli secara online sudah semakin matang. Bagi penjual, tantangannya adalah membuat produk yang mudah dipahami dan mudah ditemukan.

Gimana Cara Jualan File Digital Tanpa Ribet?

Setelah produk selesai, jangan membuat sistem penjualan terlalu rumit.

Gunakan media sosial sebagai etalase. Tampilkan preview produk, jelaskan manfaatnya, lalu arahkan pembeli ke metode pembayaran yang tersedia.

Setelah pembayaran dikonfirmasi, file dapat dikirim melalui email atau link unduhan.

Buat juga petunjuk penggunaan yang sederhana. Jangan sampai pelanggan sudah membayar tetapi bingung membuka, mengedit, atau menggunakan file.

Untuk produk yang bersifat template, jelaskan aplikasi yang dibutuhkan. Misalnya apakah file dapat dibuka di Excel, Google Sheets, Canva, PowerPoint, atau aplikasi lain.

Hal kecil seperti ini dapat mengurangi pertanyaan pelanggan dan membuat pengalaman membeli terasa lebih profesional.

Bikin Produk Digital yang Sulit Ditiru dengan Cara yang Legal dan Bernilai

Satu hal yang perlu diperhatikan dalam jualan file digital adalah hak cipta.

Jangan asal mengambil template, font berlisensi, foto, ilustrasi, e-book, atau materi kursus milik orang lain kemudian menjualnya kembali.

Lebih aman membuat produk sendiri atau menggunakan aset yang memang memiliki lisensi komersial. Dengan begitu, bisnis dapat berkembang tanpa menghadapi masalah hukum atau reputasi di kemudian hari.

Nilai sebuah produk digital juga tidak harus datang dari desain yang rumit. Kepraktisan, struktur yang rapi, kemudahan penggunaan, dan kemampuan menyelesaikan masalah justru sering menjadi alasan seseorang mau membayar.

Bangun Sistem agar Penghasilan Tidak Selalu Bergantung pada Waktu

Salah satu daya tarik jualan file digital adalah kemungkinan menjual produk yang sama lebih dari sekali tanpa perlu membuatnya ulang dari awal.

Misalnya sebuah template seharga Rp49.000 terjual kepada 20 orang, omzet kotornya menjadi Rp980.000. Ketika produk sudah dibuat, pekerjaan berikutnya lebih banyak berfokus pada pemasaran, pembaruan, dan pelayanan pelanggan.

Model tersebut berbeda dengan jasa yang biasanya menghasilkan uang ketika pekerjaan baru selesai.

Namun, bukan berarti produk digital otomatis menghasilkan uang tanpa usaha. Tetap dibutuhkan promosi, pemahaman pasar, pelayanan, serta pembaruan produk agar tetap relevan.