Kamis, November 5, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 24

Harga Bitcoin Sedikit Turun ke US$64.457, Pasar Kripto Belum Pulih?

0

Harga Bitcoin Sedikit Turun pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026, seiring melemahnya sentimen terhadap aset berisiko di pasar global. Kenaikan harga minyak menjadi salah satu faktor yang ikut menekan minat investor terhadap aset kripto, sementara perhatian pasar juga tertuju pada perkembangan situasi geopolitik di Timur Tengah.

Mengutip Investing, Bitcoin sebagai aset kripto dengan kapitalisasi terbesar di dunia tercatat melemah 0,4 persen menjadi sekitar US$64.457,4. Pergerakan tersebut berlangsung ketika mayoritas pasar kripto masih menghadapi tekanan setelah mengalami penurunan tajam pada awal tahun.

Sentimen terhadap aset digital juga belum sepenuhnya pulih. Di tengah kondisi tersebut, sebagian aliran modal investor justru mengarah ke saham perusahaan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), yang dinilai menawarkan prospek pertumbuhan lebih menarik.

Selat Hormuz Jadi Perhatian Investor

Perkembangan terkait Selat Hormuz menjadi salah satu isu yang ikut memengaruhi sentimen pasar sepanjang pekan ini. Iran disebut tengah mengupayakan kesepakatan dengan Oman untuk mengatur kembali lalu lintas di jalur pelayaran strategis tersebut.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan pembicaraan dengan Iran berjalan baik. Namun, Teheran disebut masih membantah adanya negosiasi langsung dengan Washington.

Kantor berita Fars melaporkan rancangan awal kesepakatan mengenai Selat Hormuz tengah ditinjau oleh otoritas Iran. Dalam skema tersebut, kapal Amerika Serikat, Israel, dan sejumlah negara yang dianggap sebagai pihak bermusuhan disebut tidak diperbolehkan melintasi jalur tersebut sebelum persoalan kompensasi diselesaikan.

Rencana itu juga mencakup pengaturan jalur pelayaran melalui koridor utara dan selatan yang masing-masing berada di dekat pantai Iran dan Oman. Jika terealisasi, skema tersebut berpotensi menghadapi penolakan dari Washington.

ETF Bitcoin Mulai Catat Arus Dana Positif

Di tengah Harga Bitcoin Sedikit Turun, terdapat sinyal positif dari pasar ETF Bitcoin spot. Produk investasi tersebut mencatat arus masuk sekitar US$626 juta sepanjang Agustus hingga saat ini. Nilainya meningkat tajam dibandingkan arus masuk US$172,4 juta yang tercatat sepanjang Juli berdasarkan data SoSoValue.

Meski demikian, investor masih perlu melihat apakah tren tersebut dapat bertahan. Sebelumnya, ETF Bitcoin mengalami arus keluar hampir US$7 miliar sepanjang Mei dan Juni.

Pergerakan altcoin juga cenderung mengikuti Bitcoin. Ether turun 0,1 persen menjadi US$1.907,78, sedangkan XRP melemah lebih dalam sebesar 2,9 persen.

Dengan sentimen risiko yang masih rapuh, Harga Bitcoin Sedikit Turun menjadi gambaran pergerakan pasar kripto yang masih menghadapi tekanan. Investor kini mencermati perkembangan harga minyak, geopolitik, serta keberlanjutan arus dana ETF untuk melihat arah pasar berikutnya.

Industri Keuangan Syariah Makin Kuat, Aset Tembus Rp3.131 Triliun

0

Industri Keuangan Syariah nasional terus menunjukkan perkembangan positif di tengah ketidakpastian ekonomi global. OJK menilai pertumbuhan sektor tersebut mulai diikuti penguatan kualitas dan daya saing, sejalan dengan kebijakan yang dijalankan bersama pelaku industri dan pemangku kepentingan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan perkembangan tersebut perlu dijaga agar sektor jasa keuangan tetap kuat menghadapi perubahan ekonomi dunia, fragmentasi perdagangan, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik.

Menurut Friderica, kondisi fundamental ekonomi Indonesia masih cukup solid. Perekonomian nasional tumbuh 5,11 persen pada 2025, meningkat dari 5,03 persen pada tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menjadi salah satu fondasi bagi ekspansi Industri Keuangan Syariah.

Data OJK menunjukkan total aset keuangan syariah nasional sepanjang 2025 mencapai Rp3.131,02 triliun. Nilai tersebut tumbuh 8,56 persen secara tahunan sekaligus menjadi rekor tertinggi yang pernah dicatat sektor ini.

Perbankan dan Pasar Modal Syariah Terus Tumbuh

Dari total aset tersebut, perbankan syariah mencatat nilai Rp1.067,73 triliun dengan pertumbuhan 8,92 persen secara tahunan. Sementara itu, aset pasar modal syariah di luar kapitalisasi saham syariah mencapai Rp1.875,25 triliun atau meningkat 8,18 persen.

Pertumbuhan juga terlihat pada sektor industri keuangan non-bank (IKNB) syariah. Aset perasuransian, penjaminan, dan dana pensiun mencapai Rp74,27 triliun atau tumbuh 10,59 persen. Adapun aset lembaga pembiayaan, perusahaan modal ventura, lembaga keuangan mikro, serta lembaga jasa keuangan lainnya mencapai Rp124,51 triliun dengan pertumbuhan 10,29 persen.

Kinerja tersebut memperlihatkan bahwa penguatan ekosistem syariah berlangsung di berbagai lini, mulai dari perbankan hingga sektor keuangan non-bank.

OJK Perkuat Koordinasi Pengembangan Keuangan Syariah

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK sekaligus Ketua Komite Pengembangan Keuangan Syariah (KPKS) Dian Ediana Rae mengatakan regulator akan terus memperkuat pengembangan sektor syariah melalui regulasi, peta jalan sektoral, dan kebijakan peningkatan daya saing.

KPKS yang dibentuk sejak Juni 2025 menjadi wadah koordinasi antarpemangku kepentingan. Forum ini diarahkan untuk mempercepat pertukaran informasi serta menghasilkan kebijakan yang lebih terintegrasi.

OJK juga telah menerbitkan Laporan Perkembangan Keuangan Syariah Indonesia (LPKSI) 2025. Laporan bertema “Penguatan Daya Saing Industri Keuangan Syariah dalam Mendukung Akselerasi Pertumbuhan Ekonomi Nasional” tersebut menjadi rujukan untuk melihat ketahanan dan arah pengembangan sektor syariah.

Melalui koordinasi dan kebijakan yang berkelanjutan, Industri Keuangan Syariah diharapkan semakin kompetitif sekaligus mampu memperkuat stabilitas sektor jasa keuangan dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Potensi Naik Harga Emas Masih Kuat, Tapi Investor Perlu Waspadai Profit Taking

0

Potensi Naik Harga Emas masih terbuka pada perdagangan Kamis, 6 Agustus 2026. Dupoin Futures melihat momentum bullish XAU/USD belum kehilangan tenaga setelah logam mulia tersebut berhasil keluar dari fase konsolidasi. Sinyal teknikal menunjukkan buyer masih memiliki kendali dan berpeluang mendorong harga menuju level resistance berikutnya.

Analis Dupoin Futures Geraldo Kofit menjelaskan pergerakan emas pada grafik harian telah menembus pola Bullish Pennant. Pola tersebut biasanya menjadi sinyal keberlanjutan tren setelah harga bergerak dalam fase konsolidasi.

Menurutnya, keberhasilan menembus pola tersebut memperbesar ruang penguatan dalam beberapa sesi mendatang. Sinyal positif juga diperkuat dengan terbentuknya Double Bottom, yang mengindikasikan tekanan jual mulai berkurang dan minat beli kembali menguat.

Emas Berpeluang Menuju US$4.354

Dupoin Futures memperkirakan resistance terdekat berada di kisaran US$4.354. Jika level tersebut berhasil ditembus dengan dukungan volume transaksi yang kuat, harga emas berpeluang melanjutkan kenaikan menuju US$4.483.

Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan risiko profit taking. Aksi ambil untung ketika harga mendekati resistance dapat memicu pergerakan yang lebih volatil dalam jangka pendek.

“Potensi naik harga emas tetap ada, tetapi pelaku pasar perlu memperhatikan reaksi harga ketika memasuki area resistance,” ujar Geraldo dalam analisis hariannya.

Dolar AS dan The Fed Jadi Perhatian

Dari sisi fundamental, pergerakan emas masih menghadapi dua sentimen yang berlawanan. Kemajuan pembicaraan Amerika Serikat dan Iran berpotensi mengurangi permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven jika ketegangan geopolitik mereda.

Sebaliknya, pelemahan dolar AS menjadi katalis positif karena membuat emas lebih terjangkau bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar.

Prospek kebijakan Federal Reserve juga menjadi perhatian. Kebijakan moneter yang lebih longgar dapat memberikan dorongan tambahan bagi emas. Sebaliknya, data ekonomi AS yang tetap kuat bisa mengurangi peluang pemangkasan suku bunga dan membatasi ruang kenaikan.

Dengan kombinasi indikator teknikal dan fundamental tersebut, Potensi Naik Harga Emas masih menjadi perhatian pasar. Namun, arah selanjutnya akan sangat bergantung pada kekuatan breakout dan perkembangan kebijakan The Fed.

Pemilik Tidak Selamanya Harus Turun Tangan, Apa Ciri Usaha Scalable?

0

Membangun usaha scalable berarti memikirkan bisnis sebagai sebuah sistem yang bisa terus tumbuh tanpa seluruh aktivitasnya bergantung pada pemilik. Di Berempat.com, kami melihat konsep ini semakin relevan bagi pengusaha yang suatu hari ingin menjual bisnisnya, mencari investor, atau sekadar membuat usaha tetap berjalan meskipun dirinya tidak lagi terlibat dalam setiap keputusan.

Bayangkan ada dua usaha dengan omzet yang sama. Usaha pertama memiliki pelanggan loyal, pencatatan keuangan rapi, SOP lengkap, tim yang bisa bekerja mandiri, serta pemasaran yang sudah memiliki pola. Usaha kedua memiliki penjualan tinggi, tetapi seluruh pelanggan mengenal pemiliknya secara personal, supplier hanya berhubungan dengan pemilik, dan hampir semua keputusan harus menunggu instruksi pendiri.

Ketika tiba waktunya mencari pembeli, kedua bisnis tersebut tentu memiliki daya tarik yang berbeda.

Pembeli tidak hanya melihat berapa besar omzet yang bisa dihasilkan. Mereka juga ingin mengetahui apakah bisnis tersebut dapat terus menghasilkan uang setelah kepemilikan berpindah tangan.

Menurut U.S. Small Business Administration, persiapan penjualan bisnis perlu mencakup penilaian terhadap kondisi keuangan, aset, operasional, dan aspek lain yang menentukan nilai sebuah usaha. Artinya, membangun bisnis yang mudah dialihkan sebaiknya dilakukan jauh sebelum pemilik benar-benar memutuskan untuk menjualnya.

Pisahkan Bisnis dari Sosok Pemilik

Salah satu ciri bisnis yang sulit dialihkan adalah ketergantungan yang terlalu besar pada pendirinya.

Jika pelanggan datang hanya karena ingin bertemu pemilik, semua negosiasi harus dilakukan sendiri, dan karyawan tidak bisa mengambil keputusan tanpa menunggu arahan, calon pembeli akan melihat adanya risiko.

Langkah awalnya sederhana: mulai pindahkan pengetahuan yang selama ini hanya ada di kepala pemilik ke dalam sistem.

Catat cara menerima pesanan, menangani komplain, melakukan pembelian bahan, mengelola stok, membuat laporan, hingga menangani pelanggan. Dokumentasi tersebut kemudian dapat dikembangkan menjadi SOP yang mudah dipahami tim.

Tujuannya bukan membuat bisnis terasa birokratis. Justru sistem yang jelas membuat orang lain lebih mudah mengambil alih pekerjaan.

Dalam sebuah usaha scalable, pemilik idealnya berperan sebagai pengarah bisnis, bukan menjadi satu-satunya orang yang mengetahui bagaimana seluruh aktivitas perusahaan berjalan.

Rapikan Keuangan Sebelum Mencari Pembeli

Calon pembeli akan kesulitan menentukan nilai bisnis jika laporan keuangannya berantakan.

Mencampurkan uang pribadi dengan rekening bisnis, tidak menyimpan bukti transaksi, atau hanya mengandalkan catatan omzet bulanan dapat membuat proses evaluasi menjadi panjang.

Mulailah dengan memisahkan rekening pribadi dan bisnis. Setelah itu, catat pendapatan, biaya operasional, utang, aset, kewajiban, serta arus kas secara konsisten.

Data tersebut akan membantu menunjukkan kondisi bisnis secara lebih objektif.

Menurut U.S. Internal Revenue Service – Business Records, pencatatan keuangan yang baik membantu pemilik usaha memantau kondisi bisnis sekaligus memenuhi kebutuhan dokumentasi terkait kewajiban pajak.

Bagi calon pembeli, laporan yang rapi juga memberikan gambaran mengenai seberapa sehat dan stabil sebuah usaha.

Bangun Tim yang Tidak Bergantung pada Satu Orang

Bisnis akan lebih menarik jika aktivitas utamanya dapat dilanjutkan oleh tim.

Misalnya, sebuah kedai memiliki resep dan standar produksi yang terdokumentasi. Karyawan baru dapat mempelajarinya tanpa harus menunggu pemilik datang setiap hari.

Hal yang sama berlaku pada bisnis jasa. Proses menerima klien, membuat penawaran, mengerjakan proyek, melakukan revisi, sampai mengirim invoice sebaiknya memiliki alur yang jelas.

Ketika fungsi penting sudah tersebar di dalam organisasi, risiko bisnis menjadi lebih rendah.

Ini merupakan salah satu fondasi usaha scalable karena pertumbuhan tidak selalu mengharuskan pemilik menambah jam kerja pribadi.

Pelanggan Harus Mengenal Brand, Bukan Hanya Pemilik

Personal branding dapat membantu bisnis berkembang, tetapi ketergantungan berlebihan pada figur pendiri dapat menjadi masalah ketika bisnis hendak dialihkan.

Coba perhatikan apakah pelanggan memiliki alasan untuk tetap membeli ketika pemilik tidak lagi aktif.

Brand yang kuat biasanya memiliki identitas sendiri, mulai dari nama, kualitas layanan, karakter komunikasi, database pelanggan, hingga pengalaman yang konsisten.

Karena itu, dokumentasikan data pelanggan dan bangun saluran pemasaran yang dapat diteruskan kepada pemilik baru. Website, akun media sosial bisnis, email pelanggan, database penjualan, dan aset digital lainnya dapat menjadi bagian dari nilai usaha.

Ciptakan Bisnis yang Bisa Tumbuh Tanpa Menambah Beban Secara Linear

Konsep scalable menjadi semakin penting ketika bisnis mulai berkembang.

Misalnya, toko online menerima 100 pesanan per hari. Jika setiap kenaikan pesanan selalu membutuhkan tambahan tenaga secara proporsional, kapasitas bisnis akan cepat terbatas.

Sebaliknya, penggunaan sistem inventory, software akuntansi, otomatisasi pemasaran, template layanan pelanggan, dan teknologi pembayaran dapat membantu meningkatkan kapasitas tanpa menambah beban operasional dengan rasio yang sama.

Menurut OECD – Digitalisation of SMEs, digitalisasi dapat membantu usaha kecil dan menengah meningkatkan produktivitas, memperluas pasar, dan memperbaiki proses bisnis.

Teknologi memang bukan satu-satunya jawaban. Namun ketika proses yang tepat digabungkan dengan teknologi, bisnis menjadi lebih mudah direplikasi dan dikembangkan.

Nilai Bisnis Terletak pada Sistem yang Bisa Dipindahkan

Intinya, membuat usaha mudah dijual berarti membangun sesuatu yang memiliki nilai bahkan ketika pemiliknya tidak berada di dalamnya setiap hari.

SOP, laporan keuangan, database pelanggan, brand, aset digital, kontrak supplier, sistem operasional, serta tim yang kompeten merupakan bagian dari aset tersebut.

Karena itu, usaha scalable sebaiknya dipandang sebagai bisnis yang memiliki mesin pertumbuhan, bukan sekadar bisnis dengan omzet tinggi.

Pemilik usaha tidak harus langsung memiliki rencana untuk menjual bisnisnya. Prinsip ini tetap berguna jika suatu hari ingin mencari partner, membuka cabang, mendapatkan pendanaan, atau menyerahkan pengelolaan kepada generasi berikutnya.

Bisnis yang dapat berjalan secara konsisten tanpa bergantung pada satu orang akan memiliki fleksibilitas lebih besar dalam menghadapi perubahan.

Pembiayaan Pinjol Tembus Rp105 Triliun, OJK Soroti Risiko Kredit Macet

0

Pembiayaan Pinjol terus mencatat pertumbuhan hingga pertengahan 2026. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat outstanding pembiayaan industri pinjaman daring atau pindar mencapai Rp105,14 triliun pada Juni 2026. Nilai tersebut meningkat 25,88 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Modal Ventura, dan Lembaga Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan pertumbuhan bisnis pinjaman daring masih berjalan dengan risiko kredit yang relatif terkendali.

“Outstanding pembiayaan pada Juni 2026 tumbuh 25,88 persen secara year on year dengan nilai sebesar Rp105,14 triliun,” kata Agusman dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Meski tumbuh pesat, kualitas pembiayaan tetap menjadi perhatian regulator. OJK mencatat tingkat wanprestasi lebih dari 90 hari atau TWP90 berada di angka 4,26 persen. Indikator tersebut digunakan untuk melihat tingkat risiko kredit bermasalah pada industri pinjaman daring.

OJK Pantau Permodalan Industri Pinjaman Daring

Selain kualitas kredit, OJK memperketat perhatian terhadap kemampuan permodalan pelaku industri. Hingga Juni 2026, sebanyak tujuh dari 94 penyelenggara pindar tercatat belum memenuhi kewajiban ekuitas minimum Rp12,5 miliar.

Seluruh penyelenggara yang belum memenuhi ketentuan tersebut telah menyampaikan rencana aksi kepada OJK. Regulator meminta perusahaan menjalankan langkah perbaikan agar ketentuan permodalan dapat segera dipenuhi.

Agusman menilai penguatan modal penting untuk menjaga ketahanan industri sekaligus memastikan perusahaan memiliki kapasitas yang memadai dalam menjalankan kegiatan usahanya.

Puluhan Penyelenggara Pinjol Dikenai Sanksi

Pengawasan juga diperkuat melalui penegakan aturan. Sepanjang Juli 2026, OJK menjatuhkan sanksi administratif kepada sejumlah pelaku industri yang melanggar ketentuan.

Sanksi diberikan kepada 21 perusahaan pembiayaan, delapan perusahaan modal ventura, 39 penyelenggara pindar, 11 perusahaan pergadaian, dua lembaga keuangan mikro, dan dua lembaga keuangan khusus. Secara keseluruhan, regulator menjatuhkan 44 sanksi denda serta 132 peringatan tertulis.

Langkah tersebut diharapkan mendorong pelaku usaha memperbaiki tata kelola, menerapkan prinsip kehati-hatian, dan meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi.

Dengan pertumbuhan yang masih tinggi, Pembiayaan Pinjol dinilai memiliki ruang ekspansi yang besar. Namun, OJK menegaskan perkembangan industri harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas pembiayaan dan tata kelola agar pertumbuhan tetap sehat.

BPS Ungkap Jumlah Pekerja Bertambah, 148 Juta Orang Kini Berstatus Bekerja

0

Jumlah Pekerja di Indonesia kembali bertambah pada Mei 2026 seiring membaiknya kondisi pasar kerja nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) turun menjadi 4,65 persen, lebih rendah dibandingkan Februari 2026 yang berada di level 4,68 persen.

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS Moh Edy Mahmud mengatakan penurunan tersebut berjalan seiring dengan bertambahnya penduduk yang bekerja. Pada Mei, jumlah angkatan kerja mencapai 155,41 juta orang. Dari angka tersebut, sebanyak 148,19 juta orang tercatat bekerja, sedangkan 7,22 juta lainnya masih menganggur.

“Angka ini lebih rendah dibandingkan Februari 2026 sebesar 4,68 persen atau turun sekitar 0,03 poin persentase,” ujar Edy dalam konferensi pers BPS, Rabu (5/8/2026).

Dibandingkan Februari, jumlah penduduk bekerja bertambah sekitar 522 ribu orang. Pada periode yang sama, jumlah pengangguran berkurang sekitar 24 ribu orang.

Pertanian Masih Jadi Penyerap Tenaga Kerja Terbesar

Berdasarkan lapangan usaha, sektor pertanian tetap menjadi penyerap tenaga kerja terbesar dengan kontribusi 28,75 persen dari keseluruhan pekerja. Posisi berikutnya ditempati perdagangan besar dan eceran sebesar 17,80 persen serta industri pengolahan dengan porsi 13,53 persen.

Pertumbuhan tenaga kerja paling besar selama Februari hingga Mei terjadi di sektor akomodasi dan makan minum yang menyerap tambahan 195 ribu orang. Transportasi dan pergudangan menyusul dengan tambahan 121 ribu pekerja, sementara sektor aktivitas jasa lainnya bertambah 110 ribu orang.

Pekerja Formal dan Informal Sama-Sama Bertambah

BPS juga mencatat proporsi pekerja formal naik dari 40,58 persen pada Februari menjadi 40,70 persen pada Mei. Secara jumlah, pekerja formal mencapai 60,31 juta orang, sedangkan pekerja informal tercatat 87,88 juta orang.

Mengacu standar International Labour Organization (ILO), seseorang sudah dikategorikan bekerja apabila melakukan pekerjaan sedikitnya satu jam dalam sepekan.

BPS membagi penduduk bekerja berdasarkan jam kerja menjadi pekerja penuh, paruh waktu, dan setengah pengangguran. Pada Mei, pekerja penuh mencapai 98,98 juta orang atau 66,80 persen. Pekerja paruh waktu sebanyak 38,42 juta orang atau 25,93 persen, sedangkan setengah pengangguran mencapai 10,79 juta orang atau 7,28 persen.

El Nino Mengancam, Jurus Pemerintah Kendalikan Harga Beras Mulai Digeber

0

Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk Kendalikan Harga Beras di tengah ancaman El Nino yang mulai aktif pada 2026. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya memperkirakan fenomena tersebut berpotensi menguat hingga kategori sangat kuat, sehingga pemerintah mulai mengantisipasi dampaknya terhadap pasokan dan harga pangan.

Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan kondisi perberasan dari sisi produksi masih cukup baik. Harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani bahkan berada pada level yang dinilai menguntungkan. Namun, kenaikan harga gabah turut memberikan tekanan terhadap harga beras ketika memasuki tahap penggilingan dan distribusi.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas I Gusti Ketut Astawa mengatakan harga GKP terendah yang terpantau berada di Sulawesi Tenggara sekitar Rp6.500 per kilogram. Sementara di sejumlah daerah, termasuk beberapa wilayah di Jawa, harga GKP mencapai hampir Rp7.700 per kilogram.

“Kondisi GKP saat ini memang relatif sangat bagus bagi petani, tapi berdampak pada harga beras di penggilingan,” ujar Ketut di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Berdasarkan pemantauan hingga 30 Juli, harga beras medium di tingkat penggilingan rata-rata mencapai Rp13.251 per kilogram. Sementara beras premium berada di sekitar Rp14.673 per kilogram. Harga beras medium di tingkat konsumen masih relatif terkendali, sedangkan harga beras premium tercatat sedikit melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET).

GPM dan SPHP Diperkuat untuk Kendalikan Harga Beras

Bapanas memperkuat intervensi di tingkat konsumen melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) dan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP). Langkah tersebut diarahkan untuk menjaga pasokan sekaligus membantu Kendalikan Harga Beras di sejumlah wilayah yang masih membutuhkan intervensi.

Sejak Januari hingga akhir Juli 2026, GPM telah digelar sebanyak 6.589 kali di 38 provinsi dan 448 kabupaten/kota. Sementara penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai sekitar 1,43 juta ton.

Bantuan Pangan Disiapkan, Inflasi Beras Mulai Melandai

Pemerintah juga akan mempercepat bantuan pangan beras tahap kedua pada Agustus. Program tersebut mencakup penyaluran 997,2 ribu ton beras kepada 33,24 juta keluarga penerima, dengan alokasi 10 kilogram per keluarga selama tiga bulan.

Dengan tambahan program tersebut, stok CBP yang saat ini sekitar 5,25 juta ton dapat kembali disalurkan untuk memperkuat stabilisasi pasar.

Upaya Kendalikan Harga Beras juga terlihat dari perkembangan indikator harga daerah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah kabupaten/kota yang mengalami penurunan Indeks Perkembangan Harga (IPH) beras meningkat menjadi 43 daerah pada pekan keempat Juli.

Dari sisi inflasi, harga beras pada Juni 2026 tercatat naik 3,98 persen secara tahunan, melandai dari 4,55 persen pada Mei. Secara bulanan, inflasi beras berada di level 0,45 persen.

Sinyal Positif Industri Indonesia, Kenaikan PMI Manufaktur Capai Level Ekspansi

0

Kenaikan PMI Manufaktur Indonesia menjadi sinyal positif bagi industri nasional setelah sektor pengolahan kembali masuk zona ekspansi pada Juli 2026. Data S&P Global mencatat PMI Manufaktur Indonesia berada di level 50,2, naik cukup tajam dari 46,9 pada Juni. Angka di atas 50 menunjukkan aktivitas manufaktur mulai mengalami pertumbuhan setelah sebelumnya berada dalam fase kontraksi.

Perbaikan tersebut terlihat dari kembali meningkatnya output produksi untuk pertama kalinya sejak Februari 2026. Pesanan baru juga mulai stabil seiring membaiknya kepercayaan pelanggan dan munculnya sejumlah proyek baru. Kondisi ini ikut mendorong penyerapan tenaga kerja yang kembali tumbuh setelah empat bulan berturut-turut mengalami penurunan.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian Febri Hendri Antoni Arif menyambut positif capaian tersebut. Menurutnya, Kenaikan PMI Manufaktur mencerminkan mulai pulihnya aktivitas produksi sekaligus meningkatnya keyakinan pelaku usaha terhadap prospek pasar domestik.

“Kami menyambut baik kembalinya PMI Manufaktur Indonesia ke level ekspansif 50,2 pada Juli 2026,” ujar Febri di Jakarta, Senin (3/8).

Produksi dan Penyerapan Tenaga Kerja Mulai Menguat

Survei S&P Global menunjukkan pemulihan tidak hanya terjadi pada sisi produksi. Optimisme perusahaan terhadap kondisi bisnis selama 12 bulan mendatang juga mencapai level tertinggi dalam enam bulan terakhir. Pada saat bersamaan, tekanan kenaikan harga bahan baku melambat ke level terendah dalam empat bulan.

Febri menilai perkembangan tersebut menjadi indikasi bahwa sektor manufaktur mulai mendapatkan ruang untuk kembali memperkuat aktivitas produksinya. Pemerintah pun terus mendorong kebijakan yang dapat menjaga biaya produksi sekaligus memberikan kepastian bagi pelaku industri.

Salah satu kebijakan yang dinilai berpengaruh adalah Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT). Kepastian harga dan pasokan gas dinilai membantu industri pengguna gas menjaga daya saing, termasuk sektor pupuk, petrokimia, keramik, kaca, baja, sarung tangan karet, dan oleokimia.

Relaksasi Bea Masuk Jadi Penopang Industri

Selain HGBT, pemerintah juga memberikan dukungan melalui relaksasi bea masuk bahan baku plastik. Kebijakan tersebut ditujukan untuk menekan beban biaya input yang sebelumnya meningkat akibat pelemahan nilai tukar dan gangguan pasokan global.

Kementerian Perindustrian menilai kebijakan ini dapat memberikan ruang bagi industri kemasan, makanan dan minuman, otomotif, hingga elektronika untuk menjaga efisiensi produksi.

Dengan membaiknya produksi, pesanan baru, tenaga kerja, dan optimisme bisnis, Kenaikan PMI Manufaktur pada Juli menjadi salah satu indikator awal pemulihan industri nasional. Pemerintah berharap tren tersebut berlanjut sehingga momentum ekspansi dapat terjaga pada bulan-bulan berikutnya.

Cara Mempertahankan Pembeli agar Tidak Berhenti di Transaksi Pertama

0

Cara mempertahankan pembeli sering kali luput dari perhatian ketika pemilik bisnis terlalu sibuk mengejar pelanggan baru. Padahal, pelanggan yang sudah pernah membeli sebenarnya telah melewati satu tahap penting: mereka sudah mengenal produk dan bersedia mengeluarkan uang. Di Berempat.com, kami melihat kondisi ketika pelanggan datang sekali lalu tidak pernah kembali sebagai sinyal yang layak diperiksa, bukan sekadar persoalan sepi pembeli.

Ada banyak alasan seseorang tidak melakukan pembelian kedua. Bisa karena pengalaman pertama kurang berkesan, komunikasi setelah transaksi terputus, produk tidak sesuai harapan, atau pelanggan memang tidak pernah mendapatkan alasan untuk kembali.

Persoalan retensi juga memiliki dampak langsung terhadap biaya pemasaran. Menurut Bain & Company, peningkatan retensi pelanggan sebesar 5% dapat meningkatkan keuntungan perusahaan secara signifikan, bahkan dalam beberapa industri bisa mencapai 25% hingga 95%. Angka tersebut menunjukkan bahwa pelanggan lama memiliki nilai ekonomi yang besar bagi bisnis.

Artinya, mencari pembeli baru tetap penting, tetapi menjaga orang yang sudah pernah percaya pada bisnis juga tidak kalah strategis.

Pelanggan Tidak Selalu Pergi karena Harga

Ketika pelanggan tidak kembali, harga sering menjadi tersangka pertama. Padahal keputusan membeli kembali dipengaruhi banyak faktor.

Bayangkan seseorang membeli makanan dari sebuah kedai. Rasanya memang enak, tetapi pesanannya lama datang, kasir kurang responsif, atau informasi menu tidak jelas. Pada transaksi pertama, pelanggan mungkin masih memberikan kesempatan. Namun ketika memiliki pilihan lain, pengalaman tersebut dapat membuat mereka berpindah.

Hal serupa terjadi pada toko online. Produk bisa saja sesuai pesanan, tetapi proses pengiriman lambat, kemasan kurang rapi, atau penjual menghilang setelah pembayaran dilakukan.

Pengalaman kecil seperti ini membentuk persepsi terhadap sebuah bisnis.

Riset PwC Voice of the Consumer Survey menunjukkan bahwa pengalaman pelanggan menjadi salah satu faktor penting dalam keputusan konsumen. Jadi, cara mempertahankan pembeli tidak cukup hanya dengan memberikan potongan harga.

Yang perlu dilihat adalah keseluruhan pengalaman sejak pelanggan menemukan bisnis hingga setelah transaksi selesai.

Beri Alasan untuk Datang Kembali

Pelanggan tidak selalu membutuhkan diskon untuk melakukan pembelian kedua. Terkadang mereka hanya membutuhkan alasan yang jelas.

Bisnis kuliner misalnya bisa memperkenalkan menu mingguan. Toko fashion dapat memberi informasi ketika stok baru masuk. Jasa perawatan bisa mengingatkan pelanggan ketika sudah waktunya melakukan kunjungan berikutnya.

Bentuknya sederhana, tetapi membuat bisnis tetap muncul dalam ingatan pelanggan.

Program loyalitas juga bisa digunakan jika sesuai dengan model bisnis. Poin, voucher pembelian berikutnya, bonus setelah transaksi tertentu, atau akses khusus bagi pelanggan lama dapat menciptakan dorongan tambahan.

Menurut Antavo Global Customer Loyalty Report, program loyalitas tetap menjadi salah satu pendekatan yang digunakan bisnis untuk meningkatkan keterikatan pelanggan. Namun mekanismenya perlu dibuat relevan dengan kebiasaan konsumen agar tidak sekadar menjadi kartu atau aplikasi yang akhirnya dilupakan.

Jangan Putus Hubungan Setelah Pembayaran

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan bisnis kecil adalah menganggap transaksi sebagai garis akhir.

Justru setelah pembayaran, bisnis memiliki kesempatan untuk membangun hubungan yang lebih panjang.

Pesan terima kasih, panduan penggunaan, permintaan ulasan, informasi produk terkait, atau sekadar pemberitahuan mengenai layanan terbaru dapat membuat pelanggan merasa masih diperhatikan.

Komunikasi tersebut tidak harus dilakukan setiap hari. Terlalu sering menghubungi pelanggan justru dapat terasa seperti spam. Yang lebih penting adalah memilih momen yang relevan.

Misalnya, bisnis skincare dapat memberikan panduan penggunaan setelah produk diterima. Toko elektronik dapat mengirim tips perawatan. Sementara bisnis jasa bisa melakukan follow-up untuk memastikan layanan sebelumnya berjalan dengan baik.

Pendekatan seperti ini membuat cara mempertahankan pembeli terasa lebih manusiawi karena komunikasi tidak selalu berujung pada ajakan membeli.

Cari Tahu Kenapa Mereka Tidak Kembali

Daripada menebak-nebak, bisnis bisa bertanya langsung kepada pelanggan.

Tidak perlu membuat survei panjang. Satu pertanyaan sederhana seperti “Apa yang bisa kami perbaiki dari pengalaman pembelian kemarin?” sudah dapat menghasilkan masukan berharga.

Keluhan yang muncul berulang kali perlu dicatat. Jika beberapa pelanggan mengeluhkan respons admin yang lambat, berarti ada persoalan pada proses pelayanan. Kalau banyak orang mempertanyakan cara penggunaan produk, mungkin informasi di kemasan atau media sosial belum cukup jelas.

Data sederhana dari pelanggan dapat menjadi bahan evaluasi yang jauh lebih berguna daripada sekadar melihat jumlah penjualan.

Intinya, cara mempertahankan pembeli berangkat dari pemahaman bahwa transaksi pertama hanyalah awal dari hubungan. Pelanggan akan kembali ketika mereka mendapatkan pengalaman yang memuaskan, merasa dihargai, dan memiliki alasan yang masuk akal untuk memilih bisnis yang sama.

Komdigi Tegur YouTube Gegara Konten Vape Bigmo Libatkan Anak!

0

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) akan memanggil YouTube untuk meminta penjelasan terkait Konten Vape Bigmo yang diduga mempromosikan rokok elektronik dengan melibatkan anak di bawah umur. Pemanggilan tersebut menjadi langkah lanjutan setelah pemerintah mengirimkan teguran pertama kepada platform digital itu pada Minggu (2/8).

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan, surat pemanggilan telah disampaikan kepada YouTube. Pemerintah memberikan waktu bagi platform tersebut untuk memberikan penjelasan mengenai konten yang dibuat kreator Muhammad Jannah alias Bigmo.

“Kita juga sudah keluarkan surat pemanggilan untuk mendengar jawaban dari platform YouTube,” ujar Meutya di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Senin.

Menurut Meutya, masih munculnya promosi rokok elektronik di ruang digital menunjukkan bahwa sistem moderasi platform belum berjalan secara konsisten. Pemerintah menilai persoalan tersebut semakin serius karena Konten Vape Bigmo melibatkan anak-anak dalam siaran langsung.

Komdigi Soroti Moderasi Konten YouTube

Komdigi menilai konten promosi vape tidak hanya berpotensi melanggar ketentuan di Indonesia, tetapi juga dapat bertentangan dengan aturan internal platform. Berdasarkan informasi pada Pusat Bantuan YouTube, produk yang mengandung nikotin, termasuk rokok elektronik, masuk kategori produk yang tidak diperbolehkan untuk dipromosikan melalui konten kreator.

Meutya menegaskan, pemerintah berkepentingan memastikan ruang digital tetap aman, terutama bagi kelompok anak dan masyarakat yang rentan terpapar konten berbahaya.

“Ini membahayakan tidak hanya anak-anak tapi juga banyak pihak, masyarakat Indonesia yang dirugikan,” katanya.

Komdigi juga menilai platform digital memiliki tanggung jawab dalam memastikan konten yang beredar tidak menimbulkan dampak negatif bagi pengguna.

Fokus Pemanggilan Ditujukan kepada Platform

Dalam penanganan Konten Vape Bigmo, Komdigi menegaskan fokus pengawasan diarahkan kepada YouTube sebagai platform yang menyediakan ruang bagi konten tersebut. Pemerintah belum menjelaskan langkah terhadap kreator karena aspek hukum terhadap individu berada dalam ranah aparat penegak hukum.

Meutya mengatakan, apabila ditemukan unsur pidana, proses selanjutnya dapat ditangani oleh aparat berwenang. Sementara itu, Komdigi akan menilai kepatuhan platform terhadap kewajiban menjaga keamanan ruang digital.

Pemanggilan YouTube diharapkan dapat memberikan kejelasan mengenai mekanisme moderasi yang diterapkan sekaligus menjadi evaluasi agar kasus serupa tidak kembali terjadi.