Senin, Agustus 31, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 24

Dampak Ekonomi di Piala Dunia bagi AS Diperkirakan Positif, Tetapi Efeknya Dinilai Terbatas

0

Penyelenggaraan Piala Dunia 2026 yang dimulai pada Juni diperkirakan membawa manfaat besar bagi perekonomian Amerika Serikat. Meski demikian, sejumlah ekonom menilai Dampak Ekonomi di Piala Dunia tidak serta-merta menghasilkan keuntungan sebesar yang selama ini diproyeksikan oleh penyelenggara turnamen.

Federasi sepak bola dunia atau FIFA memperkirakan ajang empat tahunan tersebut akan mendatangkan miliaran dolar AS melalui lonjakan wisatawan yang memenuhi hotel, restoran, pusat hiburan, hingga berbagai sektor jasa lainnya. Prediksi tersebut menjadi kabar positif bagi ekonomi Amerika Serikat yang masih menghadapi tekanan akibat inflasi tinggi dan melambatnya daya beli masyarakat.

Namun, sejumlah analis mengingatkan bahwa Dampak Ekonomi Piala Dunia kerap kali lebih rendah dibandingkan proyeksi awal. Fenomena ini tidak hanya terjadi pada turnamen sepak bola, tetapi juga berbagai ajang olahraga dan budaya berskala internasional lainnya.

Ekonom dari College of Holy Cross, Victor Matheson, menilai manfaat ekonomi dari turnamen sebesar Piala Dunia biasanya tidak tersebar merata. Beberapa sektor memang berpotensi menikmati peningkatan pendapatan yang signifikan, terutama hotel, restoran, dan tempat hiburan yang berada di sekitar lokasi pertandingan.

Sebaliknya, sejumlah pelaku usaha lain justru berisiko kehilangan pelanggan karena perubahan pola konsumsi wisatawan. Menurut Matheson, dalam setiap perhelatan besar selalu terdapat pihak yang memperoleh keuntungan besar dan pihak lain yang tidak merasakan dampak serupa.

Dampak Ekonomi di Piala Dunia Diperkirakan Tambah PDB AS

FIFA memperkirakan turnamen ini dapat memberikan tambahan Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar US$17 miliar bagi Amerika Serikat. Sementara itu, total aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan penyelenggaraan Piala Dunia diprediksi mencapai US$11 miliar.

Meski nilainya terlihat besar, laporan Saxo Bank menyebut kontribusi tersebut sebenarnya hanya mewakili porsi yang sangat kecil terhadap keseluruhan ekonomi Amerika Serikat. Estimasi manfaat yang dihasilkan bahkan diperkirakan tidak mencapai 0,1 persen dari total PDB tahunan negara tersebut.

Laporan itu menyimpulkan bahwa Dampak Ekonomi di Piala Dunia tidak cukup signifikan untuk menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan ukuran ekonomi Amerika Serikat yang sangat besar, tambahan pendapatan dari turnamen ini hanya memberikan efek terbatas pada pertumbuhan secara keseluruhan.

Pergerakan Ekonomi Pildun dan Sorotan Harga Tiket!

Matheson juga menyoroti sebagian besar pemasukan turnamen akan mengalir langsung kepada FIFA melalui penjualan tiket, merchandise, dan berbagai hak komersial lainnya. Kondisi tersebut membuat tidak semua dana yang dibelanjakan wisatawan akan berputar di perekonomian lokal.

Perdebatan juga muncul terkait harga tiket pertandingan yang dinilai terlalu mahal. Beberapa kategori kursi bahkan dibanderol lebih dari US$1.000. Harga tersebut menuai kritik karena dianggap membatasi akses penonton sekaligus mengurangi peluang belanja wisatawan di sektor usaha lokal.

Meski demikian, Presiden FIFA, Gianni Infantino, membela kebijakan tersebut. Menurutnya, harga tiket ditentukan berdasarkan mekanisme pasar dan tingginya permintaan masyarakat. Ia menilai kondisi itu menunjukkan besarnya minat publik terhadap turnamen, sekaligus menjadi bagian dari Dampak Ekonomi Piala Dunia yang terus menjadi sorotan menjelang kick-off kompetisi.

Menuju Swasembada Susu, Indonesia Perkuat Populasi Ternak dan Pasokan Susu Nasional

0

Swasembada Susu masih menjadi tantangan besar bagi Indonesia. Pemerintah memperkirakan kebutuhan populasi sapi perah nasional harus mencapai sekitar 2 juta ekor agar mampu memenuhi kebutuhan konsumsi susu dalam negeri secara mandiri. Sementara saat ini jumlah sapi perah yang tersedia baru sekitar 540 ribu ekor yang tersebar di berbagai daerah.

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan pada Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Kementerian Pertanian, Makmun, mengatakan Indonesia masih membutuhkan tambahan lebih dari 1,4 juta ekor sapi perah untuk mewujudkan target tersebut.

Menurutnya, peningkatan populasi ternak menjadi salah satu langkah utama untuk memperkuat pasokan susu nasional. Namun, upaya mencapai Swasembada Susu tidak hanya bergantung pada jumlah ternak, melainkan juga produktivitas yang dihasilkan setiap ekor sapi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produktivitas sapi perah di Indonesia saat ini rata-rata sekitar 12,5 liter susu per ekor per hari. Angka tersebut dinilai masih dapat ditingkatkan melalui perbaikan manajemen peternakan, kualitas pakan, serta penggunaan bibit unggul.

Jika produktivitas mampu ditingkatkan hingga 15 hingga 20 liter per hari, kebutuhan tambahan populasi sapi perah diperkirakan tidak perlu mencapai 2 juta ekor. Dengan demikian, target Swasembada Susu dapat dicapai secara lebih efisien.

Swasembada Susu Didukung Penambahan Populasi dan Produktivitas

Kementerian Pertanian telah memulai langkah penambahan populasi sapi perah sejak tahun lalu. Sepanjang 2025, Indonesia mendatangkan sekitar 15 ribu ekor sapi perah bunting untuk mempercepat regenerasi dan meningkatkan populasi nasional.

Sebagian besar sapi tersebut kini telah melahirkan. Anak sapi betina yang dihasilkan diharapkan dapat menjadi sumber pertumbuhan populasi baru dalam beberapa tahun ke depan. Selain itu, populasi sapi perah yang telah ada di dalam negeri juga terus berkontribusi melalui kelahiran anak sapi setiap tahun.

Makmun memperkirakan tambahan populasi dari proses regenerasi alami dapat mencapai hampir 100 ribu ekor per tahun. Kondisi tersebut menjadi modal penting dalam upaya mengejar target Swasemdada Susu yang telah ditetapkan pemerintah.

Di sisi lain, Kementerian Pertanian juga mengusulkan konsep Dapur Susu Indonesia (DaSI) untuk mendukung penyediaan susu dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Program ini dirancang agar koperasi dan pelaku usaha lokal dapat berperan dalam pengolahan serta distribusi susu ke berbagai wilayah.

Konsep DaSI dinilai mampu memperluas akses masyarakat terhadap produk susu sekaligus menciptakan rantai pasok yang lebih merata. Dengan kombinasi peningkatan populasi sapi perah, perbaikan produktivitas, dan penguatan distribusi, pemerintah berharap target Swasembada Susu dapat diwujudkan secara bertahap.

Beli Dolar Dibatasi USD25 Ribu per Bulan, BI Optimalkan Intervensi Pasar Valas

0

Beli Dolar kini Dibatasi mulai Juni 2026 setelah Bank Indonesia (BI) menetapkan batas transaksi pembelian valuta asing tunai terhadap rupiah tanpa dokumen pendukung atau underlying sebesar USD25 ribu per pelaku setiap bulan. Kebijakan ini menjadi salah satu langkah bank sentral dalam menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah meningkatnya tekanan dari pasar global.

Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa BI terus memperkuat koordinasi dengan berbagai otoritas terkait guna menjaga stabilitas sistem keuangan nasional.

Menurutnya, kebijakan Beli Dolar Dibatasi tersebut dibarengi dengan pengawasan yang lebih ketat terhadap aktivitas pembelian dolar AS oleh perbankan maupun korporasi yang memiliki kebutuhan valuta asing dalam jumlah besar.

Ramdan menegaskan bahwa BI akan terus memantau perkembangan pasar keuangan domestik dan global. Bank sentral juga siap mengambil langkah yang diperlukan secara terukur untuk menjaga ketahanan eksternal ekonomi Indonesia serta mengurangi tekanan terhadap rupiah.

Untuk Menjaga Stabilitas Rupiah, Beli Dolar Kini Dibatasi

Selain menerapkan batas pembelian valuta asing, BI juga mengoptimalkan berbagai instrumen kebijakan di pasar keuangan. Langkah tersebut dilakukan melalui intervensi di pasar valas menggunakan transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot, hingga Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di dalam negeri.

Tidak hanya itu, BI juga tetap melakukan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan pasar dan memperkuat stabilitas ekonomi nasional.

Ramdan menjelaskan tekanan terhadap nilai tukar rupiah masih cukup besar. Salah satu faktor utama berasal dari ketidakpastian global yang dipicu perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah.

Di samping faktor eksternal, kebutuhan valuta asing dalam negeri juga mengalami peningkatan secara musiman. Permintaan dolar AS meningkat karena adanya pembayaran utang luar negeri serta repatriasi dividen perusahaan, sementara pasokan dolar yang masuk ke pasar domestik masih terbatas.

Kondisi tersebut membuat kebijakan Beli Dolar Dibatasi menjadi salah satu instrumen yang dinilai penting untuk membantu menjaga keseimbangan pasar valuta asing.

Selain penguatan pengawasan, BI juga terus memperkuat efektivitas bauran kebijakan moneternya. Salah satunya melalui penyesuaian struktur suku bunga instrumen moneter agar tetap menarik bagi investor.

Orang Lain Melihat Gangguan, Entrepreneur Melihat Masalah yang Bisa Jadi Bisnis

0

Banyak orang mencari ide usaha dari tren yang sedang viral, padahal sering kali masalah yang bisa jadi bisnis justru berasal dari hal-hal sederhana yang ditemui setiap hari. Berempat.com melihat bahwa banyak bisnis sukses lahir bukan dari inovasi besar, melainkan dari kemampuan menemukan solusi atas gangguan kecil yang sering membuat orang kesal. Ketika sebuah masalah dialami banyak orang dan belum ada solusi yang praktis, di situlah peluang bisnis mulai terbentuk.

Dalam dunia kewirausahaan, ada istilah yang cukup populer: “fall in love with the problem, not the solution.” Artinya, pelaku usaha sebaiknya fokus memahami masalah yang dialami konsumen sebelum memikirkan produk yang akan dijual.

Banyak perusahaan besar yang berkembang karena berangkat dari persoalan sehari-hari. Layanan transportasi online muncul karena sulitnya mendapatkan kendaraan yang cepat dan transparan. Aplikasi pesan antar makanan berkembang karena banyak orang tidak memiliki waktu untuk keluar membeli makanan. Bahkan layanan penyimpanan cloud hadir karena banyak pengguna kesulitan menyimpan dan berbagi file dalam jumlah besar.

Pendekatan yang sama sebenarnya bisa diterapkan oleh pelaku usaha skala kecil.

Menurut laporan Global Entrepreneurship Monitor (GEM), sebagian besar bisnis baru lahir karena adanya peluang pasar yang ditemukan dari kebutuhan atau masalah yang belum terpecahkan. Sementara itu, data dari Statista menunjukkan konsumen semakin menghargai produk dan layanan yang mampu menghemat waktu serta memberikan kemudahan dalam aktivitas sehari-hari.

Artinya, semakin sering sebuah masalah dialami masyarakat, semakin besar pula potensi bisnis yang bisa dibangun di atasnya.

Masalah Kecil yang Sering Diabaikan Bisa Menjadi Peluang Besar

Banyak orang menganggap masalah kecil tidak cukup penting untuk dijadikan bisnis. Padahal, justru persoalan sederhana yang terjadi berulang kali sering kali memiliki pasar yang luas.

Contohnya adalah layanan titip belanja. Bisnis ini muncul karena sebagian orang tidak memiliki waktu untuk berbelanja langsung atau kesulitan mendapatkan produk tertentu di daerahnya.

Contoh lainnya adalah jasa antre. Di beberapa kota besar, muncul layanan yang membantu pelanggan mengantre untuk pembelian produk, pengurusan dokumen, hingga kebutuhan administrasi tertentu. Bisnis seperti ini lahir dari satu masalah sederhana: orang tidak ingin membuang waktu untuk menunggu.

Beberapa contoh masalah yang bisa jadi bisnis antara lain:

  • Sulit mencari tempat parkir.
  • Tidak sempat mencuci kendaraan.
  • Kesulitan mengatur jadwal harian.
  • Bingung memilih hadiah.
  • Tidak memiliki waktu berbelanja kebutuhan rumah tangga.
  • Kesulitan membuat konten media sosial.
  • Sulit mengurus dokumen administrasi.

Ketika sebuah masalah dirasakan oleh ribuan bahkan jutaan orang, solusi sederhana pun bisa memiliki nilai ekonomi yang besar.

Bahkan, beberapa startup yang kini bernilai miliaran dolar pada awalnya hanya menyelesaikan persoalan yang terlihat sepele bagi sebagian orang.

Cara Menemukan Masalah yang Bisa Jadi Bisnis di Sekitar Kita

Menemukan peluang usaha tidak selalu harus melalui riset pasar yang rumit. Banyak ide bisnis justru muncul dari pengamatan sehari-hari.

Salah satu cara termudah adalah memperhatikan keluhan yang sering muncul di media sosial, forum online, atau percakapan dengan teman dan keluarga. Keluhan yang terus berulang biasanya menunjukkan adanya kebutuhan yang belum terpenuhi secara optimal.

Selain itu, cobalah memperhatikan aktivitas yang sering membuat orang kehilangan waktu, tenaga, atau kenyamanan. Dalam banyak kasus, konsumen bersedia membayar untuk sesuatu yang mampu membuat hidup mereka lebih praktis.

Menurut laporan PwC Global Consumer Insights Survey, kenyamanan dan kemudahan menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi keputusan pembelian konsumen modern. Fakta ini menunjukkan bahwa solusi atas masalah sederhana memiliki peluang pasar yang sangat nyata.

Karena itu, saat mencari ide usaha, jangan hanya fokus pada produk yang sedang tren. Perhatikan juga apa yang membuat orang kesal, repot, atau membuang banyak waktu setiap hari. Sering kali, masalah yang bisa jadi bisnis berada sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari dan terlihat begitu biasa hingga banyak orang mengabaikannya.

Bagi calon entrepreneur, kemampuan melihat peluang dari sudut pandang ini bisa menjadi keunggulan tersendiri. Semakin relevan solusi yang ditawarkan terhadap kebutuhan masyarakat, semakin besar pula peluang bisnis tersebut untuk berkembang dalam jangka panjang. Dengan kata lain, masalah yang bisa jadi bisnis sering kali bukan masalah besar, melainkan gangguan kecil yang terus dirasakan banyak orang tanpa disadari.

Bitcoin Turun Tipis, Investor Masih Bersikap Hati-Hati Meski Akses Perdagangan Diperluas

0

Bitcoin Turun Tipis pada perdagangan awal pekan meski pasar aset digital mendapat sentimen positif dari langkah CME Group yang resmi memperluas jam perdagangan produk derivatif kripto menjadi 24 jam penuh. Kendati demikian, respons pasar masih cenderung hati-hati sehingga harga aset kripto terbesar di dunia itu belum mampu mencatat penguatan berarti.

Berdasarkan data perdagangan terbaru, Bitcoin diperdagangkan di level USD73.630 atau melemah sekitar 0,36 persen. Pergerakan tersebut mencerminkan kondisi pasar yang masih dibayangi sentimen beragam, mulai dari arus investasi institusional hingga perkembangan regulasi di Amerika Serikat.

Salah satu kabar penting datang dari CME Group yang mengumumkan layanan perdagangan kontrak berjangka dan opsi kripto kini tersedia selama 24 jam sehari dan tujuh hari dalam sepekan melalui platform CME Globex.

Kebijakan tersebut membuat jadwal perdagangan CME semakin mendekati karakteristik pasar kripto yang beroperasi tanpa henti. Investor kini dapat merespons berbagai peristiwa yang memengaruhi harga aset digital kapan saja, termasuk saat akhir pekan maupun hari libur.

Bitcoin Turun Tipis Meski CME Perluas Jam Perdagangan

Langkah CME dinilai sebagai upaya memperkuat akses investor institusional terhadap pasar aset digital yang teregulasi. Sepanjang 2025, perusahaan itu mencatat volume perdagangan nominal produk kripto mendekati USD3 triliun, menunjukkan tingginya minat pelaku pasar terhadap instrumen investasi berbasis kripto.

Saat ini, CME menawarkan kontrak derivatif yang terkait dengan bitcoin dan ether. Selain itu, perusahaan juga telah menghadirkan produk baru yang terhubung dengan aset digital lain seperti XRP dan Solana.

Meski perkembangan tersebut dinilai positif, Bitcoin Turun Tipis karena pasar masih menghadapi sejumlah tantangan. Salah satunya adalah melambatnya permintaan terhadap ETF Bitcoin spot dalam beberapa pekan terakhir.

Penurunan minat pada produk investasi tersebut membuat harga bitcoin kehilangan momentum. Dalam sepekan terakhir, bitcoin tercatat melemah sekitar tiga persen. Kondisi serupa juga dialami ether yang mengalami penurunan dalam kisaran yang hampir sama.

Selain faktor permintaan, investor juga terus memantau perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat. Salah satu yang menjadi perhatian adalah pembahasan Rancangan Undang-Undang CLARITY yang bertujuan membentuk kerangka pengawasan aset digital yang lebih jelas.

Perdebatan mengenai regulasi tersebut masih berlangsung. Bahkan CEO JPMorgan Chase, Jamie Dimon, sempat menyampaikan kritik terhadap beberapa ketentuan dalam rancangan aturan tersebut.

Meski demikian, sejumlah analis menilai perkembangan infrastruktur perdagangan yang semakin matang tetap menjadi fondasi penting bagi industri aset digital. Karena itu, meskipun Bitcoin Turun Tipis dalam jangka pendek, pelaku pasar masih melihat prospek pertumbuhan sektor kripto dalam jangka panjang.

Kualitasnya Diakui Dunia, Ikan Arwana Indonesia Terus Perluas Pasar Ekspor

0

Ikan Arwana Indonesia kembali mendapat sorotan di pasar global setelah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mendorong penguatan ekspor melalui penyelenggaraan kontes internasional di Kalimantan Barat. Langkah ini dinilai penting untuk memperluas jangkauan pasar, meningkatkan nilai ekonomi, sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu produsen ikan hias unggulan dunia.

Direktur Konservasi Spesies dan Genetik Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Sarmintohadi, mengatakan pemerintah terus memberikan dukungan terhadap pengembangan sektor ikan hias nasional, terutama arwana super red yang menjadi komoditas unggulan asal Kalimantan Barat.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah mendukung penyelenggaraan APPS International Arowana Contest 2026 yang berlangsung di Pontianak Convention Centre. Kegiatan tersebut menjadi ajang promosi sekaligus sarana memperkenalkan kualitas Ikan Arwana Indonesia kepada komunitas internasional.

Menurut Sarmintohadi, keberhasilan acara tersebut tidak hanya terlihat dari kualitas ikan yang dipamerkan, tetapi juga dari kolaborasi yang terjalin antara pemerintah, pelaku usaha, komunitas, dan peserta dari berbagai negara.

Ikan Arwana Indonesia Kian Dilirik Pasar Global

Kontes internasional tersebut menghadirkan 192 ekor arwana super red terbaik dari berbagai negara seperti Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Jepang, China, Taiwan, hingga Vietnam. Kehadiran peserta dari berbagai negara menjadi bukti tingginya minat pasar terhadap Ikan Arwana Indonesia yang dikenal memiliki kualitas unggul.

Kegiatan yang digelar oleh Asosiasi Penangkar dan Pedagang Siluk (APPS) bersama Mayin International itu juga menjadi wadah memperkuat jaringan perdagangan ikan hias yang legal dan berkelanjutan.

Gubernur Ria Norsan menilai Kalimantan Barat memiliki keunggulan tersendiri karena merupakan habitat asli arwana merah yang terkenal di pasar dunia. Menurutnya, arwana dari wilayah Kapuas Hulu memiliki karakteristik warna dan keindahan yang sulit ditemukan di daerah lain.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan KKP, Koswara, menegaskan bahwa arwana super red menjadi salah satu ikan hias dengan nilai ekonomi tinggi di pasar internasional.

Karakter warna merah yang mencolok, bentuk tubuh yang elegan, serta kualitas sisik yang khas membuat Ikan Arwana Indonesia banyak diburu kolektor dan pecinta ikan hias dari berbagai negara. Permintaan yang terus tumbuh turut membuka peluang besar bagi pelaku usaha dalam negeri.

Meski memiliki nilai ekonomi tinggi, perdagangan Ikan Arwana Indonesia tetap diawasi secara ketat. Arwana super red termasuk spesies yang dilindungi dan masuk dalam daftar Appendiks I CITES sehingga seluruh proses ekspor wajib mengikuti regulasi nasional maupun internasional.

Tidak Punya Brand Sendiri? Jualan Produk Orang Lain Tetap Bisa Menguntungkan

0

Jualan produk orang lain menjadi salah satu cara paling realistis untuk memulai bisnis tanpa harus mengeluarkan modal besar untuk produksi, riset produk, atau membangun merek dari nol. Di Berempat.com, kami melihat model bisnis ini semakin diminati karena menawarkan fleksibilitas dan risiko yang relatif lebih rendah dibanding menciptakan produk sendiri.

Banyak orang mengira memulai bisnis harus memiliki brand, pabrik, atau stok barang dalam jumlah besar. Padahal, perkembangan marketplace dan media sosial telah membuka peluang bagi siapa saja untuk menjadi reseller, dropshipper, affiliate marketer, maupun agen penjualan produk milik pihak lain.

Model bisnis ini bahkan menjadi salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. Menurut laporan Google, Temasek, dan Bain e-Conomy SEA, nilai ekonomi digital Indonesia diperkirakan mencapai lebih dari US$90 miliar dan tetap menjadi yang terbesar di Asia Tenggara. Sebagian besar aktivitas tersebut berasal dari perdagangan digital yang melibatkan jutaan penjual online, termasuk reseller dan dropshipper.

Dengan pasar yang terus berkembang, peluang jualan produk orang lain masih sangat terbuka, terutama bagi mereka yang memiliki kemampuan pemasaran dan memahami kebutuhan konsumen.

Keuntungan utama dari model bisnis ini adalah fokus dapat diarahkan pada penjualan dan pemasaran. Pelaku usaha tidak perlu memikirkan proses produksi, pengadaan bahan baku, atau pengembangan produk yang sering kali membutuhkan waktu dan biaya besar.

Bahkan, banyak bisnis online sukses yang awalnya hanya berperan sebagai penjual produk pihak ketiga sebelum akhirnya memiliki brand sendiri setelah pasar dan modal mulai terbentuk.

Strategi Jualan Produk Orang Lain agar Tetap Menguntungkan

Meski terlihat sederhana, bisnis ini tetap membutuhkan strategi yang tepat agar tidak terjebak dalam persaingan harga yang ketat.

Salah satu kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah menjual produk yang sama persis dengan ribuan penjual lain tanpa memberikan nilai tambah. Akibatnya, satu-satunya cara bersaing adalah menurunkan harga, yang pada akhirnya mengurangi keuntungan.

Karena itu, penting untuk membangun diferensiasi meskipun produk yang dijual bukan milik sendiri.

Beberapa strategi yang bisa diterapkan antara lain:

  • Fokus pada niche pasar tertentu.
  • Membuat konten edukatif terkait produk.
  • Memberikan layanan pelanggan yang responsif.
  • Menawarkan paket bundling produk.
  • Membuat review dan demonstrasi penggunaan produk.
  • Membangun komunitas pelanggan melalui media sosial.

Sebagai contoh, seseorang yang menjual peralatan olahraga dapat membuat konten tips latihan, panduan memilih perlengkapan, atau pengalaman pengguna. Dengan cara ini, konsumen datang bukan hanya karena produknya, tetapi juga karena informasi yang diberikan.

Menurut data dari HubSpot State of Marketing, konten edukatif dan informatif memiliki tingkat keterlibatan yang lebih tinggi dibanding promosi yang hanya berisi penawaran produk. Fakta ini menunjukkan bahwa pemasaran menjadi faktor penting dalam keberhasilan jualan produk orang lain.

Memilih Model Bisnis yang Paling Cocok untuk Pemula

Selain reseller dan dropship, model affiliate marketing juga semakin berkembang. Pelaku affiliate cukup mempromosikan produk menggunakan tautan khusus dan memperoleh komisi dari setiap transaksi yang berhasil dilakukan.

Data dari Influencer Marketing Hub menunjukkan industri affiliate marketing global telah bernilai miliaran dolar dan terus mengalami pertumbuhan dari tahun ke tahun. Tren ini menunjukkan bahwa menjual produk tanpa memiliki brand sendiri bukan lagi sekadar usaha sampingan, tetapi telah menjadi model bisnis yang serius.

Hal lain yang perlu diperhatikan adalah pemilihan produk. Sebaiknya pilih produk dengan permintaan yang stabil, memiliki reputasi baik, serta berasal dari supplier yang dapat dipercaya. Reputasi supplier akan sangat memengaruhi kepuasan pelanggan dan keberlangsungan bisnis dalam jangka panjang.

Dapat Keringanan! Denda Pajak Kendaraan Bermotor Resmi Dihapus

0

Denda Pajak Kendaraan Bermotor bagi warga Jakarta yang selama ini menunggak pembayaran resmi dihapus sementara oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Melalui kebijakan terbaru ini, masyarakat dapat melunasi kewajiban pajak kendaraan tanpa dibebani bunga atau sanksi administratif keterlambatan.

Program tersebut ditetapkan melalui Keputusan Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi DKI Jakarta Nomor e-0018 Tahun 2026 yang mengatur pembebasan sanksi administratif untuk Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB).

Dengan adanya kebijakan tersebut, wajib pajak yang memiliki tunggakan cukup membayar pokok pajak sesuai ketentuan yang berlaku. Pemerintah tidak akan mengenakan tambahan biaya berupa bunga keterlambatan selama masa program berlangsung.

Fasilitas penghapusan Denda Pajak Kendaraan Bermotor ini berlaku mulai 1 Juni hingga 31 Agustus 2026. Selama periode tersebut, masyarakat diberikan kesempatan untuk menyelesaikan kewajiban administrasi kendaraan dengan biaya yang lebih ringan.

Menariknya, proses pembebasan sanksi dilakukan secara otomatis melalui sistem pajak daerah. Wajib pajak tidak perlu mengajukan permohonan khusus ataupun mengurus surat penghapusan denda secara terpisah.

Denda Pajak Kendaraan Bermotor Dihapus Otomatis Melalui Sistem

Pemprov DKI Jakarta menilai kebijakan ini dapat membantu masyarakat yang selama ini menunda pembayaran pajak kendaraan karena terbebani akumulasi denda dan bunga keterlambatan.

Selain memberikan keringanan, program tersebut juga menjadi upaya pemerintah daerah untuk meningkatkan tingkat kepatuhan wajib pajak. Dengan berkurangnya beban biaya tambahan, masyarakat diharapkan lebih terdorong untuk segera melunasi kewajibannya.

Penghapusan Denda Pajak Kendaraan Bermotor juga sejalan dengan pengembangan layanan perpajakan berbasis digital yang terus diperluas di Jakarta. Sistem yang terintegrasi memungkinkan penghapusan sanksi dilakukan secara otomatis sehingga proses pembayaran menjadi lebih cepat dan praktis.

Pemerintah berharap kemudahan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat sebelum masa program berakhir pada akhir Agustus mendatang.

Pajak kendaraan sendiri merupakan salah satu sumber penerimaan daerah yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan. Dana yang terkumpul dari sektor ini digunakan untuk berbagai kebutuhan publik, mulai dari infrastruktur hingga peningkatan kualitas pelayanan masyarakat.

Karena itu, Pemprov DKI Jakarta mengajak masyarakat memanfaatkan kesempatan pembebasan Denda Pajak Kendaraan Bermotor selama periode yang telah ditetapkan. Selain membantu kendaraan kembali tertib administrasi, pembayaran pajak juga menjadi bentuk partisipasi warga dalam mendukung pembangunan daerah.

Lebih dari 1 Juta Orang Naik Kereta, Penumpang KAI di Libur Panjang Catat Rekor Tinggi

Penumpang KAI di Libur Panjang Iduladha 1447 Hijriah dan peringatan Hari Lahir Pancasila menunjukkan lonjakan signifikan. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat lebih dari 1,21 juta pelanggan menggunakan layanan kereta api selama periode 26 Mei hingga 1 Juni 2026, menandakan tingginya mobilitas masyarakat di berbagai daerah selama masa liburan.

Vice President Corporate Communication KAI, Anne Purba, mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap transportasi kereta api terus terlihat sepanjang periode libur panjang. Menurutnya, volume perjalanan tetap berada pada level tinggi bahkan setelah puncak keberangkatan terlewati.

Data KAI menunjukkan hingga Sabtu, 30 Mei 2026 pukul 10.00 WIB, penjualan tiket untuk wilayah operasional Jawa dan Sumatra telah mencapai 1.215.456 tiket. Angka tersebut masih berpotensi bertambah karena penjualan tiket terus berlangsung hingga akhir masa liburan.

Pada puncak arus keberangkatan yang terjadi pada 26 Mei 2026, jumlah pelanggan tercatat mencapai 214.349 orang. Setelah itu, volume perjalanan tetap tinggi dengan 155.110 pelanggan pada 27 Mei dan meningkat kembali menjadi 175.526 pelanggan pada 28 Mei.

Penumpang KAI di Libur Panjang Tetap Tinggi Setelah Puncak Keberangkatan

KAI juga mencatat jumlah pelanggan mencapai 191.834 orang pada 29 Mei. Sementara pada 30 Mei terdapat 178.294 pelanggan yang menggunakan layanan kereta api.

Menjelang berakhirnya masa libur panjang, Penumpang KAI di Libur Panjang masih berada di angka yang cukup besar. Pada 31 Mei tercatat 150.479 pelanggan, sedangkan untuk 1 Juni jumlahnya mencapai 149.864 pelanggan.

Menurut Anne, kondisi tersebut menunjukkan bahwa perjalanan masyarakat tidak hanya terkonsentrasi pada satu hari tertentu, melainkan tersebar lebih merata sepanjang periode liburan. Hal itu membuat operasional kereta api dapat berjalan lebih optimal dalam melayani kebutuhan transportasi masyarakat.

Ia menambahkan bahwa kereta api semakin diminati karena menawarkan waktu tempuh yang lebih terukur, akses yang mudah, serta kenyamanan perjalanan yang konsisten. Faktor tersebut menjadikan moda transportasi berbasis rel sebagai pilihan utama bagi banyak masyarakat untuk bepergian selama masa liburan.

Kepercayaan publik terhadap layanan kereta api juga dinilai terus meningkat dari tahun ke tahun seiring perbaikan layanan dan konektivitas antardaerah.

Penumpang KAI di Libur Panjang Didominasi Stasiun-Stasiun Besar

KAI turut mencatat sejumlah stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi selama periode 26 Mei hingga 1 Juni 2026. Stasiun Pasarsenen menjadi yang paling ramai dengan 84.578 pelanggan, disusul Stasiun Gambir sebanyak 73.532 pelanggan dan Stasiun Yogyakarta dengan 68.951 pelanggan.

Selain itu, Stasiun Semarang Tawang, Bandung, Surabaya Gubeng, Surabaya Pasarturi, Purwokerto, Semarang Poncol, dan Solo Balapan juga masuk dalam daftar stasiun favorit selama masa liburan.

Tingginya Penumpang KAI di Libur Panjang dari sejumlah stasiun tersebut mencerminkan peran kota-kota yang dilayaninya sebagai pusat ekonomi, pendidikan, pemerintahan, hingga destinasi wisata. Dengan tren yang terus meningkat, Penumpang KAI di Libur Panjang menjadi indikator kuat bahwa transportasi kereta api masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian secara aman dan nyaman.

Rupiah Makin Loyo, Pasar Waspadai Risiko Geopolitik dan Harga Minyak Dunia

0

Rupiah Makin Loyo terhadap dolar Amerika Serikat pada penutupan perdagangan Jumat (29/5/2026). Mata uang Garuda kembali berada dalam tekanan setelah sejumlah sentimen global memengaruhi pergerakan pasar keuangan. Pelemahan tersebut terjadi di tengah ketidakpastian geopolitik Timur Tengah serta ekspektasi pasar terhadap arah kebijakan suku bunga Amerika Serikat.

Berdasarkan data perdagangan, rupiah ditutup melemah 35 poin ke posisi Rp17.880 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.845 per dolar AS. Selama sesi perdagangan berlangsung, mata uang domestik bahkan sempat terkoreksi hingga 55 poin sebelum akhirnya menutup hari di level tersebut.

Pengamat ekonomi dan pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai tekanan terhadap rupiah masih didominasi faktor eksternal. Menurutnya, investor global masih mencermati perkembangan konflik di Timur Tengah yang berpotensi memengaruhi stabilitas ekonomi dunia.

Selain itu, pasar juga menunggu kepastian terkait kebijakan moneter Amerika Serikat yang hingga kini masih menjadi perhatian utama pelaku keuangan global. Kombinasi faktor tersebut membuat pergerakan mata uang negara berkembang, termasuk Indonesia, menjadi lebih rentan.

Rupiah Makin Loyo Dipengaruhi Geopolitik dan Suku Bunga AS

Ibrahim menjelaskan bahwa kondisi geopolitik yang belum sepenuhnya stabil turut memengaruhi sentimen pasar. Meskipun upaya diplomasi dan pembahasan perdamaian di Timur Tengah mulai menunjukkan perkembangan positif, risiko terhadap pasokan energi global masih belum sepenuhnya hilang.

Pasar minyak dunia juga bergerak cukup fluktuatif dalam beberapa waktu terakhir. Harga minyak sempat menguat setelah muncul laporan mengenai aktivitas militer baru yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran. Namun penguatan tersebut kemudian mereda setelah optimisme terhadap proses negosiasi kembali muncul.

Rupiah Makin Loyo karena investor masih melihat adanya risiko geopolitik yang dapat memengaruhi jalur perdagangan energi dunia, khususnya melalui Selat Hormuz yang menjadi salah satu rute penting distribusi minyak global.

Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada kondisi ekonomi Amerika Serikat. Data inflasi terbaru menunjukkan tekanan harga masih berada di level tinggi, sehingga memperkuat keyakinan bahwa Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Kondisi tersebut biasanya membuat aset berbasis dolar AS lebih menarik bagi investor global. Akibatnya, permintaan terhadap dolar meningkat dan memberikan tekanan tambahan terhadap mata uang negara berkembang.

Selain inflasi, data ekonomi terbaru menunjukkan pertumbuhan ekonomi AS pada kuartal pertama 2026 hanya mencapai 1,6 persen, lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar 2 persen. Sementara itu, klaim pengangguran mingguan juga meningkat menjadi 215 ribu.