Jumat, Mei 1, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 23

Manajemen Target Bisnis agar Tim Sales Konsisten Closing Setiap Bulan

Setiap awal tahun, awal bulan, atau bahkan awal minggu, banyak pelaku usaha menulis target ambisius: omzet naik dua kali lipat, closing meningkat, tim sales lebih produktif. Menetapkan target memang mudah. Yang sering jadi masalah adalah konsistensi menjalankannya. Di sinilah pentingnya manajemen target bisnis. Tanpa sistem yang jelas, target hanya berubah menjadi motivasi sesaat, bukan alat penggerak pertumbuhan usaha.

Banyak owner merasa sudah membuat target, padahal yang dibuat sebenarnya hanya keinginan. “Bulan depan harus tembus 500 juta” terdengar meyakinkan, tetapi tidak memiliki struktur kerja di belakangnya. Target yang efektif selalu memiliki turunan aktivitas harian. Bisnis tidak tumbuh karena angka di papan tulis, melainkan karena proses yang dilakukan berulang setiap hari.

Kesalahan paling umum adalah fokus ke hasil, bukan ke proses. Padahal hasil hanyalah konsekuensi. Misalnya ingin 40 closing dalam sebulan. Yang perlu dihitung bukan closingnya, tapi aktivitas yang menghasilkan closing.

Coba dibalik logikanya.

Jika dari 10 prospek hanya 2 yang membeli, berarti rasio closing 20%. Maka untuk mendapat 40 transaksi, dibutuhkan 200 prospek. Artinya tim harus menghasilkan sekitar 7 prospek baru per hari. Di titik ini, target mulai berubah menjadi rencana kerja nyata. Inilah inti dari manajemen target bisnis: menerjemahkan angka besar menjadi aktivitas kecil yang bisa dikerjakan.

Masalah berikutnya adalah banyak bisnis menetapkan target bulanan, tetapi tidak memiliki kontrol harian. Akibatnya, evaluasi selalu terlambat. Ketika sadar target meleset, waktu sudah habis.

Kenapa Target Gagal Dijalankan, Bukan Karena Tim Malas

Seringkali pemilik usaha menyalahkan tim sales: kurang disiplin, kurang agresif, atau kurang semangat. Padahal mayoritas kegagalan target bukan soal mentalitas, melainkan sistem kerja.

Bayangkan dua kondisi:

  • Kondisi pertama:
    Sales diberi target 30 closing per bulan.
  • Kondisi kedua:
    Sales diberi target 5 follow up per hari, 3 presentasi per hari, dan 1 penawaran harga setiap hari.

Target pertama terlihat jelas, tapi tidak operasional. Target kedua terlihat sederhana, namun bisa dieksekusi. Tim cenderung bekerja optimal ketika mereka tahu apa yang harus dilakukan hari ini, bukan hanya angka yang harus dicapai di akhir bulan.

Di dalam praktik manajemen target bisnis, yang diukur bukan hanya penjualan, melainkan aktivitas produktif (leading indicator). Penjualan adalah lagging indicator — hasil yang muncul belakangan.

Contoh leading indicator dalam bisnis:

  • jumlah prospek baru

  • jumlah telepon penawaran

  • jumlah meeting

  • jumlah penawaran harga

  • jumlah follow up

Ketika indikator ini stabil, penjualan hampir pasti mengikuti.

Ada satu fenomena menarik: bisnis sering menurunkan target saat kondisi pasar sepi. Padahal yang seharusnya dinaikkan justru aktivitasnya. Market tidak selalu bisa dikontrol, tapi volume usaha bisa dikontrol. Prinsipnya sederhana: saat konversi turun, aktivitas harus naik.

Kesalahan lain adalah target terlalu jauh dari realitas tim. Target yang terlalu rendah membuat bisnis stagnan, tapi target terlalu tinggi membuat tim berhenti mencoba. Target efektif biasanya hanya sekitar 20–40% di atas performa rata-rata sebelumnya. Cukup menantang, tapi masih terasa mungkin.

Terakhir, jangan lupa evaluasi mingguan. Banyak bisnis hanya melakukan review bulanan, padahal 30 hari terlalu lama. Dalam satu minggu, pemilik usaha masih punya waktu memperbaiki strategi: mengubah script penjualan, memperbaiki funnel, atau menambah promosi.

Di sinilah manajemen target bisnis bekerja sebagai sistem, bukan sekadar motivasi. Target bukan alat penyemangat, melainkan alat kontrol. Bisnis yang tumbuh konsisten hampir selalu memiliki pola yang sama: mereka tidak bergantung pada mood kerja, melainkan pada rutinitas kerja yang terukur.

Target tinggi memang mudah ditulis. Yang membuatnya tercapai adalah aktivitas kecil yang dikerjakan setiap hari, berulang, dan dipantau dengan disiplin. Begitu prosesnya berjalan, angka biasanya akan mengikuti dengan sendirinya.

Emas Kian Diburu, Harga Emas Antam Hari Ini Capai Level Tertinggi Pekan Ini

0

Harga emas Antam kembali bergerak naik pada awal pekan. Harga emas Antam hari ini menjadi perhatian pelaku pasar karena melanjutkan tren penguatan yang sudah terlihat sejak beberapa hari terakhir.

Berdasarkan informasi dari laman resmi Logam Mulia, Senin (9/2/2026), harga emas Antam hari ini dipatok Rp2.940.000 per gram di Butik Emas Antam. Nilai tersebut bertambah Rp20.000 dibandingkan posisi sehari sebelumnya. Kenaikan ini sekaligus memperpanjang fase penguatan harga logam mulia di tengah meningkatnya minat investor terhadap aset lindung nilai.

Selain harga jual, nilai pembelian kembali (buyback) juga mengalami penyesuaian. Antam menetapkan harga buyback sebesar Rp2.734.000 per gram atau naik Rp28.000 dari hari sebelumnya. Dengan demikian, harga emas Antam hari ini baik pada sisi jual maupun beli kembali menunjukkan tren yang sama-sama menguat.

Pergerakan harga emas domestik umumnya mengikuti dinamika harga emas global serta nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat. Ketika kondisi ekonomi global dipenuhi ketidakpastian, investor cenderung beralih ke emas karena dianggap lebih stabil dibandingkan instrumen berisiko.

Rincian Harga dan Ketentuan Pajak

Dalam transaksi emas batangan, pemerintah juga menetapkan kewajiban perpajakan. Mengacu pada Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 34/PMK.10/2017, penjualan kembali emas ke Antam dengan nilai di atas Rp10 juta dikenai Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5 persen bagi pemilik NPWP dan tiga persen untuk non-NPWP. Potongan tersebut langsung dikurangkan dari total nilai buyback.

Sementara pada pembelian emas batangan, PPh 22 dikenakan 0,45 persen bagi pembeli ber-NPWP dan 0,9 persen untuk non-NPWP. Setiap transaksi akan disertai bukti pemotongan pajak resmi. Ketentuan ini tetap berlaku mengikuti harga emas Antam hari ini maupun pada perubahan harga di hari-hari berikutnya.

Adapun daftar harga pecahan emas batangan Antam pada perdagangan hari ini adalah sebagai berikut:

  • 0,5 gram: Rp1.520.000

  • 1 gram: Rp2.940.000

  • 2 gram: Rp5.820.000

  • 3 gram: Rp8.475.000

  • 5 gram: Rp14.895.000

  • 10 gram: Rp28.895.000

  • 25 gram: Rp72.112.000

  • 50 gram: Rp144.145.000

  • 100 gram: Rp288.212.000

  • 250 gram: Rp720.265.000

  • 500 gram: Rp1,440 miliar

  • 1.000 gram: Rp2,880 miliar

Kenaikan harga emas Antam hari ini menandakan permintaan investasi logam mulia masih terjaga. Bagi sebagian masyarakat, emas tetap menjadi instrumen penyimpan nilai jangka panjang, terutama saat volatilitas pasar keuangan meningkat. Analis menilai selama faktor eksternal seperti suku bunga global dan pergerakan dolar belum stabil, harga emas berpotensi bergerak fluktuatif namun tetap diminati sebagai aset aman.

Ribuan Merek Terdaftar, Pelindungan Kekayaan Intelektual Kian Diminati Pelaku IKM

0

Pelaku usaha kecil dan menengah kini semakin akrab dengan pertanyaan soal Pelindungan Kekayaan Intelektual. Di tengah persaingan produk yang makin padat dan cepat berubah, aspek hukum terhadap merek, desain, hingga karya kreatif mulai dipandang sebagai kebutuhan mendasar, bukan lagi sekadar pelengkap administrasi. Pemerintah menilai penguatan Pelindungan Kekayaan Intelektual penting agar industri kecil dan menengah (IKM) mampu bertahan sekaligus memperluas pasar, baik domestik maupun ekspor.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa pengamanan hak atas inovasi menjadi bagian dari strategi pembangunan industri nasional. Menurutnya, produk IKM saat ini tidak cukup hanya mengandalkan kualitas produksi, tetapi juga membutuhkan kepastian hukum atas identitas usaha. Merek, desain produk, maupun inovasi teknologi harus diperlakukan sebagai aset ekonomi yang dapat meningkatkan nilai bisnis.

Ia menekankan bahwa Pelindungan Kekayaan Intelektual memungkinkan pelaku usaha memperoleh kejelasan kepemilikan atas karya yang dihasilkan. Kepastian tersebut penting untuk menjaga kepercayaan mitra usaha, investor, hingga konsumen. Tanpa perlindungan, inovasi mudah ditiru dan dapat menurunkan daya saing produk lokal di pasar.

Kementerian Perindustrian kemudian mendorong pembentukan ekosistem industri berbasis inovasi melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA). Program ini diarahkan agar pelaku IKM mampu memanfaatkan kekayaan intelektual sebagai bagian dari strategi bisnis, bukan hanya kewajiban administratif.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita menjelaskan, pemerintah menyediakan layanan pendampingan melalui Klinik Kekayaan Intelektual (Klinik KI). Fasilitas ini beroperasi sejak 1998 dan menjadi sarana konsultasi terpadu bagi pelaku usaha yang ingin memahami proses pendaftaran dan pengelolaan hak kekayaan intelektual.

Menurutnya, kehadiran Klinik KI bertujuan memperluas pemahaman mengenai Pelindungan Kekayaan Intelektual serta mendorong pelaku usaha memanfaatkan hak tersebut untuk memperkuat posisi produk. Melalui layanan ini, pelaku usaha dapat berkonsultasi mengenai merek, paten, desain industri, hak cipta, hingga indikasi geografis.

Klinik KI Jadi Gerbang Legalitas Produk IKM

Klinik KI tidak hanya menyediakan konsultasi, tetapi juga membantu proses pendaftaran secara langsung. Pendampingan dilakukan mulai dari tahap persiapan dokumen hingga pengajuan ke lembaga terkait. Pemerintah juga mengadakan edukasi dan sosialisasi kepada pelaku usaha serta aparatur pembina industri di berbagai daerah.

Sepanjang 2025, layanan ini melayani sekitar 680 pengguna yang berasal dari pelaku IKM dan pembina industri, baik secara tatap muka maupun daring. Selain itu, pemerintah memfasilitasi pendaftaran 292 merek dan pencatatan empat hak cipta dari pelaku usaha.

Secara kumulatif sejak berdiri hingga Desember 2025, Klinik KI telah membantu pendaftaran 7.256 merek, 1.284 hak cipta, 19 paten, 92 desain industri, serta lima indikasi geografis. Data tersebut menunjukkan meningkatnya kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya Pelindungan Kekayaan Intelektual dalam menjalankan bisnis.

Pemerintah berharap pendekatan ini mampu mendorong IKM naik kelas. Produk yang terlindungi secara hukum dinilai lebih mudah memasuki pasar modern, menjalin kerja sama ekspor, hingga memperoleh pembiayaan dari lembaga keuangan. Dengan demikian, Pelindungan Kekayaan Intelektual tidak hanya menjaga karya, tetapi juga menjadi instrumen pertumbuhan ekonomi yang berbasis inovasi.

Tips Membeli Rumah KPR agar Tidak Ditolak Bank, Pahami Dulu Rumus Perhitungannya

Memiliki rumah sendiri masih jadi target finansial terbesar bagi banyak karyawan. Gaji bulanan yang tetap memang membantu perencanaan, tapi harga properti yang terus naik membuat pembelian tunai terasa makin jauh. Di sinilah KPR (Kredit Pemilikan Rumah) jadi solusi paling realistis. Namun, tanpa perhitungan yang matang, cicilan justru bisa berubah menjadi beban keuangan jangka panjang. Karena itu memahami tips membeli rumah KPR sejak awal sangat penting, terutama bagi pekerja dengan penghasilan tetap.

Kesalahan paling sering terjadi bukan saat memilih rumah, melainkan saat menghitung kemampuan bayar. Banyak karyawan hanya fokus pada “cicilan terlihat sanggup dibayar”, padahal bank punya standar kelayakan finansial sendiri. KPR bukan sekadar lolos BI checking atau SLIK OJK — bank menghitung rasio utang terhadap penghasilan atau Debt Service Ratio (DSR).

Secara umum, batas aman cicilan KPR adalah maksimal 30% dari gaji bulanan bersih.

Artinya, bukan gaji kotor, bukan juga termasuk lembur, bonus, atau THR.

Contoh sederhana:

  • Gaji bersih: Rp7.000.000

  • Maksimal cicilan aman: 30% × 7 juta = Rp2.100.000 per bulan

Jika cicilan lebih dari itu, bank biasanya mulai ragu, karena dianggap berisiko gagal bayar. Inilah salah satu poin penting dalam tips membeli rumah KPR yang sering diabaikan: kemampuan finansial dinilai berdasarkan stabilitas, bukan keinginan.

Bank juga menghitung semua kewajiban lain:
kredit motor, paylater, kartu kredit, bahkan cicilan HP.

Misalnya:

  • Cicilan motor: Rp600.000

  • Kartu kredit: Rp400.000

Total kewajiban: Rp1.000.000

Berarti sisa ruang cicilan KPR tinggal:
Rp2.100.000 − Rp1.000.000 = Rp1.100.000

Di tahap ini banyak pengajuan KPR ditolak, bukan karena gaji kurang, tapi karena utang kecil yang menumpuk.

Ini Tips dan Simulasi Perhitungan DP, Tenor, serta Cicilan Jika Ingin Membeli Rumah Dengan Sistem KPR

Selain cicilan, karyawan perlu memahami struktur pembayaran rumah. KPR terdiri dari tiga komponen utama:

  1. Down Payment (DP)

  2. Pokok Pinjaman

  3. Bunga Bank

Mayoritas bank di Indonesia mensyaratkan DP minimal 10%–20% dari harga rumah.

Misalnya harga rumah Rp300.000.000
DP 15% = Rp45.000.000

Sisa pinjaman:
Rp300.000.000 − Rp45.000.000 = Rp255.000.000

Sekarang masuk ke tenor (lama cicilan). Di sinilah strategi berperan besar.

Tenor Estimasi Cicilan
10 tahun tinggi tapi bunga kecil
15 tahun sedang
20–25 tahun cicilan ringan tapi bunga besar

Contoh (bunga efektif ±8% per tahun):
Pinjaman Rp255 juta:

  • 10 tahun → ± Rp3,1 juta/bulan

  • 15 tahun → ± Rp2,4 juta/bulan

  • 20 tahun → ± Rp2,1 juta/bulan

  • 25 tahun → ± Rp1,9 juta/bulan

Terlihat menarik memilih tenor 25 tahun karena cicilan ringan. Tapi total uang yang dibayar ke bank bisa hampir dua kali harga rumah. Karena itu salah satu tips membeli rumah KPR paling penting adalah: ambil tenor panjang hanya untuk lolos bank, lalu percepat pelunasan di tengah jalan.

Mayoritas bank tidak mengenakan penalti setelah 3–5 tahun cicilan berjalan.

Selain DP, jangan lupa biaya awal lain yang sering mengejutkan pembeli pertama:

  • BPHTB (pajak pembeli)

  • Notaris & AJB

  • Provisi bank

  • Asuransi jiwa & kebakaran

Total biaya tambahan biasanya 5%–8% dari harga rumah. Jadi untuk rumah Rp300 juta, dana awal realistis bukan Rp45 juta, tapi sekitar Rp60–70 juta.

Tips lain yang sering terlewat: usahakan usia saat KPR lunas maksimal 55 tahun (usia pensiun). Jika umur sekarang 30 tahun, idealnya tenor tidak lebih dari 25 tahun. Bank juga menggunakan aturan ini dalam analisis kredit.

Terakhir, jangan hanya menghitung sanggup bayar hari ini. Gaji bisa naik, tapi pengeluaran keluarga hampir pasti ikut naik: menikah, anak, sekolah, kendaraan, dan kebutuhan kesehatan. Maka prinsip penting dalam tips membeli rumah KPR adalah menjaga ruang napas finansial. Setelah membayar cicilan, sebaiknya masih ada minimal 40% gaji tersisa untuk kebutuhan hidup dan tabungan.

Aksi Penyelundupan Benih Lobster Digagalkan! Diduga Akan Dikirim ke Malaysia

0

Penyelundupan Benih Lobster kembali berhasil digagalkan aparat Bea Cukai Batam setelah petugas menemukan ratusan ribu benih bening lobster (BBL) yang hendak dikirim keluar negeri melalui jalur laut di wilayah Kepulauan Riau. Aksi ilegal ini terdeteksi di perairan sekitar Pulau Lingga pada Senin (2/2/2026), saat patroli rutin laut mencurigai pergerakan sebuah kapal cepat tanpa identitas.

Kepala Kantor Bea Cukai Batam, Agung Widodo, menjelaskan operasi bermula dari pengawasan Satgas Patroli Laut BC 11001. Petugas melihat speedboat melaju kencang dari arah perairan Lingga menuju Pulau Buaya, pola yang kerap digunakan dalam jaringan Penyelundupan Benih Lobster lintas negara. Kapal kemudian dikejar, namun saat didekati justru ditemukan dalam kondisi kandas di kawasan hutan bakau dan tidak berawak.

Tim melakukan penyisiran di sekitar lokasi, tetapi pelaku diduga telah melarikan diri melalui jalur darat. Kendala medan berupa hutan mangrove yang rapat membuat pencarian tidak dapat dilanjutkan. Meski begitu, pemeriksaan terhadap kapal justru mengungkap muatan ilegal dalam jumlah besar.

Di dalam speedboat, petugas menemukan 29 kotak styrofoam. Setiap kotak berisi puluhan kantong plastik berisi benih lobster hidup. Rata-rata satu kantong memuat hampir dua ratus ekor BBL jenis pasir dan mutiara. Secara keseluruhan, jumlahnya mencapai 231.130 ekor, yang memperkuat indikasi praktik Penyelundupan Benih Lobster dengan tujuan pasar luar negeri, diduga Malaysia.

Kapal beserta barang muatan langsung disegel dan dibawa ke Dermaga Bea Cukai Tanjung Uncang untuk pemeriksaan lanjutan. Sementara itu, benih lobster diamankan dan diserahkan ke Balai Perikanan Budidaya Laut (BPBL) Batam guna menjaga kelangsungan hidup komoditas tersebut.

Upaya Penyelamatan dan Konservasi

Dari total barang bukti, sebanyak 19 koli langsung dilepasliarkan kembali ke habitat alaminya. Proses pelepasliaran dilakukan di kawasan konservasi perairan Kota Batam, meliputi Gugusan Pulau Petong, Pulau Abang, serta Pulau Pengalap. Sisanya, 10 koli BBL dipelihara untuk kegiatan penelitian dan pengembangan budidaya oleh BPBL Batam.

Langkah tersebut dilakukan karena benih lobster memiliki nilai ekologis tinggi. Jika terus terjadi Penyelundupan Benih Lobster, populasi lobster di alam berpotensi menurun drastis dan merusak keseimbangan ekosistem laut. Selain kerugian lingkungan, negara juga kehilangan potensi ekonomi jangka panjang dari sektor perikanan budidaya.

Penindakan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah menegakkan regulasi larangan ekspor BBL sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 21 Tahun 2021. Aturan tersebut dibuat untuk memastikan pemanfaatan sumber daya dilakukan di dalam negeri sehingga memberikan nilai tambah ekonomi.

Bea Cukai Batam menegaskan pengawasan laut akan terus diperketat bersama Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) serta instansi terkait. Pola Penyelundupan Benih Lobster yang memanfaatkan jalur perairan terpencil membuat patroli laut menjadi kunci utama pencegahan.

Kasus ini kembali menunjukkan bahwa wilayah perbatasan laut masih menjadi titik rawan perdagangan ilegal komoditas perikanan. Aparat berharap kolaborasi lintas lembaga serta penguatan pengawasan dapat memutus jaringan Penyelundupan Benih Lobster yang selama ini memanfaatkan celah distribusi antarnegara.

Stok Aman, Harga Dijaga: Program SPHP Beras Diperpanjang Sambut Lebaran

0

Menjelang Ramadan dan Idulfitri, perhatian pemerintah tertuju pada stabilitas harga kebutuhan pokok, khususnya beras. Dalam konteks itu, program SPHP beras diperpanjang hingga akhir Februari 2026 sebagai langkah antisipatif menghadapi potensi lonjakan permintaan. Kebijakan ini ditempuh Badan Pangan Nasional (Bapanas) karena persediaan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dinilai masih kuat sehingga memungkinkan intervensi pasar dilakukan secara intensif.

Perpanjangan tersebut merupakan kelanjutan dari pelaksanaan tahun sebelumnya yang masih berjalan di awal 2026 melalui mekanisme Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA). Pemerintah menilai intervensi tetap diperlukan agar harga beras di tingkat konsumen tidak bergerak terlalu tinggi menjelang periode hari besar keagamaan nasional.

Direktur SPHP Bapanas Maino Dwi Hartono menyampaikan, kebijakan itu sejalan dengan arahan Kepala Bapanas Andi Amran Sulaiman. Menurutnya, ketersediaan stok beras pemerintah saat ini berada pada level yang memadai sehingga operasi pasar dapat dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat. Dengan kondisi tersebut, program SPHP beras diperpanjang sekaligus diharapkan mampu menjaga harga tetap dalam batas wajar di pasar.

Bapanas juga meminta Perum Bulog dan pemerintah daerah mengoptimalkan distribusi melalui berbagai kanal. Penjualan beras SPHP dapat dilakukan lewat pasar rakyat, gerakan pangan murah, koperasi pemerintah daerah, hingga ritel modern. Satgas pengawasan pangan turut diterjunkan untuk memastikan penyaluran berlangsung cepat dan tepat sasaran.

Hingga 31 Januari 2026, realisasi distribusi beras SPHP tercatat sekitar 902,7 ribu ton. Angka ini masih bagian dari program tahun sebelumnya yang dilanjutkan agar tidak terjadi kekosongan intervensi sebelum program baru berjalan penuh. Pemerintah berharap sebelum Ramadan, penyaluran dapat meningkat sehingga masyarakat merasakan langsung dampaknya.

Distribusi dan Anggaran Program Beras

Bapanas menegaskan bahwa program SPHP beras diperpanjang bukan hanya soal menekan harga, tetapi juga menjaga pasokan merata di berbagai wilayah. Bulog diminta mempercepat distribusi melalui lebih dari puluhan ribu mitra distribusi yang tersebar di pasar tradisional maupun jaringan ritel. Upaya ini penting terutama di daerah yang kerap mengalami fluktuasi harga saat permintaan meningkat.

Sementara itu, pelaksanaan SPHP beras untuk 2026 telah memperoleh persetujuan Anggaran Belanja Tambahan dari Kementerian Keuangan. Nilainya mencapai sekitar Rp4,97 triliun atau setara subsidi penyaluran sekitar 828 ribu ton beras kepada masyarakat. Meski demikian, proses administrasi masih berlangsung sehingga program tahun anggaran baru diperkirakan efektif berjalan pada Maret.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menyatakan pihaknya siap menjalankan penugasan pemerintah. Hingga akhir Januari, realisasi penyaluran telah mencapai lebih dari 60 persen target tahunan. Bulog akan terus mengalirkan beras ke pasar untuk memastikan stabilitas pasokan tetap terjaga.

Masih Bingung Berinvestasi Kripto atau Emas? Simak Analisisnya Sebelum Memilih

Banyak orang yang mulai bertanya berinvestasi kripto atau emas sebenarnya lebih menguntungkan ke depan. Pertanyaan berinvestasi kripto atau emas bukan cuma muncul di kalangan trader, tapi juga pekerja kantoran, pebisnis kecil, sampai pemula yang baru belajar mengelola uang. Wajar saja, karena pilihan berinvestasi kripto atau emas terlihat seperti dua dunia yang sangat berbeda: satu sangat modern dan cepat berubah, satunya lagi klasik dan sudah dipercaya ratusan tahun.

Di satu sisi, kripto sering diceritakan sebagai jalan cepat mendapatkan keuntungan besar. Di sisi lain, emas selalu dikenal sebagai aset penyelamat saat ekonomi sedang tidak stabil. Jadi sebenarnya, mana yang lebih menjanjikan?

Mari kita lihat dari sudut pandang yang realistis, bukan sekadar hype.

Karakter Dasar: Stabilitas vs Pertumbuhan

Emas pada dasarnya adalah aset lindung nilai (safe haven asset). Artinya, ketika inflasi naik, mata uang melemah, atau ekonomi global kacau, harga emas biasanya ikut naik. Karena itu, bank sentral di seluruh dunia pun menyimpan emas sebagai cadangan. Emas tidak menghasilkan cashflow, tetapi kekuatannya ada pada stabilitas nilai.

Contohnya sederhana: saat pandemi atau krisis ekonomi, saham bisa anjlok drastis, kripto bisa turun puluhan persen dalam hitungan hari, tapi emas cenderung bertahan atau perlahan naik.

Berbeda dengan kripto.

Kripto — terutama Bitcoin dan Ethereum — lebih mirip aset pertumbuhan (growth asset). Nilainya tidak ditopang oleh fisik, melainkan oleh teknologi, adopsi pengguna, dan kepercayaan pasar. Karena itu, pergerakannya sangat tajam. Bisa naik 100% dalam beberapa bulan, tapi juga bisa turun 60% dalam waktu singkat.

Inilah alasan kenapa orang yang memilih berinvestasi kripto biasanya mengejar potensi keuntungan besar, sementara investor emas mengejar keamanan.

Potensi Keuntungan dan Risiko

Kalau berbicara potensi return, kripto jelas unggul. Dalam sejarahnya, Bitcoin pernah naik ribuan persen sejak awal kemunculannya. Banyak orang menjadi kaya dari kripto — tapi perlu dicatat, jauh lebih banyak juga yang rugi karena masuk di waktu yang salah.

Masalah utama kripto adalah volatilitas. Harga bisa berubah bukan hanya karena ekonomi, tetapi juga karena sentimen media sosial, regulasi pemerintah, bahkan komentar tokoh publik.

Sebaliknya, emas hampir tidak pernah “meledak” naik dalam waktu singkat. Kenaikannya lambat, namun konsisten dalam jangka panjang. Dalam dunia keuangan, emas sering dianggap alat untuk menjaga daya beli, bukan mempercepat pertumbuhan kekayaan.

Artinya:

  • Kripto = peluang besar + risiko besar

  • Emas = peluang moderat + risiko rendah

Jadi saat memikirkan berinvestasi kripto atau emas, sebenarnya pertanyaan utamanya bukan mana paling untung, melainkan profil risiko seperti apa yang cocok.

Faktor Waktu Investasi

Waktu memegang aset juga sangat berpengaruh.

Kripto cocok untuk investor yang tahan fluktuasi. Dalam 1–2 tahun, nilainya bisa naik atau turun ekstrem. Banyak investor panik menjual saat turun, lalu membeli lagi saat harga sudah tinggi. Ini yang sering membuat kripto terasa seperti “judi”, padahal masalahnya ada pada strategi.

Emas justru optimal untuk jangka panjang. Orang tua zaman dulu membeli emas bukan untuk dijual bulan depan, tetapi disimpan bertahun-tahun. Hasilnya baru terasa ketika inflasi tinggi atau mata uang melemah.

Likuiditas dan Akses

Dulu emas sulit diakses. Sekarang sudah berbeda. Ada emas digital, tabungan emas, hingga pembelian pecahan kecil. Namun kripto masih unggul dari sisi kecepatan transaksi. Transfer bisa lintas negara dalam hitungan menit, tanpa bank.

Inilah yang membuat sebagian orang percaya kripto akan punya peran besar di sistem keuangan masa depan.

Jadi Pilih Mana?

Jawaban jujurnya: tidak harus memilih salah satu.

Investor berpengalaman justru menggabungkan keduanya. Emas dipakai sebagai “penjaga kekayaan”, sementara kripto sebagai “pendorong pertumbuhan”. Kombinasi ini dikenal sebagai diversifikasi aset.

Sederhananya:

  • Saat kripto anjlok, emas biasanya stabil

  • Saat emas stagnan, kripto berpotensi naik

Tiket KA Lebaran 2026 Mulai Diburu, Hampir 500 Ribu Kursi Sudah Terpesan

0

Arus pemesanan tiket KA lebaran mulai menunjukkan tren meningkat. PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat minat masyarakat terhadap tiket KA lebaran terus tumbuh sejak penjualan dibuka dengan sistem bertahap H-45 sebelum hari keberangkatan. Skema ini memberi waktu lebih panjang bagi calon penumpang untuk menyusun rencana mudik sekaligus memilih tanggal perjalanan yang lebih fleksibel.

KAI menjual tiket perjalanan reguler untuk periode Angkutan Lebaran 2026 secara berjenjang, mencakup jadwal keberangkatan H-3, H-2, H-1, hari H, hingga H+2 Lebaran. Pola penjualan tersebut dirancang agar distribusi penumpang tidak menumpuk pada satu hari tertentu, sekaligus membantu pengaturan operasional di berbagai lintas.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menjelaskan, hingga 5 Februari 2026 pukul 10.00 WIB, pemesanan perjalanan untuk periode 11–22 Maret 2026 telah mencapai 496.967 tiket. Pemesanan tiket KA lebaran masih akan bertambah karena penjualan berjalan mengikuti pola H-45 dan belum seluruh tanggal keberangkatan dibuka.

Jika dirinci, keberangkatan H-3 Lebaran pada 18 Maret 2026 sudah terjual 58.430 tiket. Untuk H-2 Lebaran atau 19 Maret 2026, penjualan mencapai 60.577 tiket. Sementara H-1 Lebaran pada 20 Maret 2026 tercatat 47.490 tiket. Adapun keberangkatan tepat di hari Lebaran 21 Maret 2026 sudah terpesan 41.228 tiket dan H+2 Lebaran pada 22 Maret 2026 sebanyak 39.802 tiket.

Tanggal H-3 dan H-2 masih menjadi pilihan favorit penumpang. Meski demikian, KAI menyebut sejumlah jadwal lain masih tersedia sehingga masyarakat tetap memiliki alternatif perjalanan saat mencari tiket KA lebaran.

KAI Siapkan Operasional dan Pengamanan Layanan

KAI menilai sistem penjualan H-45 membuat pergerakan penumpang dapat diprediksi lebih awal. Dengan perencanaan yang lebih matang, perusahaan dapat menyiapkan sarana, awak kereta, serta pengaturan stasiun secara lebih terukur menghadapi lonjakan penumpang.

Selain itu, perusahaan juga tengah menyiapkan kereta tambahan yang akan diumumkan setelah proses evaluasi operasional selesai. Pemeriksaan teknis dilakukan secara menyeluruh pada lokomotif dan rangkaian kereta, mulai dari sistem pengereman, kelistrikan, hingga kenyamanan kabin agar siap beroperasi selama masa angkutan Lebaran.

Untuk menjaga ketertiban layanan, sistem penjualan tiket KA lebaran menggunakan identitas resmi penumpang. Satu nomor identitas hanya berlaku untuk satu nama dan satu perjalanan. Proses boarding pun diperkuat dengan teknologi face recognition di sejumlah stasiun besar sehingga mempercepat antrean sekaligus mencegah penyalahgunaan tiket.

KAI juga membatasi transaksi dalam satu kode booking agar tidak terjadi praktik percaloan. Kebijakan ini sekaligus memastikan tiket benar-benar digunakan oleh penumpang yang melakukan perjalanan.

Perusahaan mengimbau masyarakat membeli tiket hanya melalui kanal resmi, yakni aplikasi Access by KAI, situs booking.kai.id, maupun mitra agen perjalanan daring yang bekerja sama dengan KAI. Langkah tersebut penting untuk menghindari penipuan yang kerap muncul saat musim mudik.

Suap Kepabeanan Terkuak, Impor Barang KW Diduga Diloloskan Secara Sistematis

0

Praktik impor barang KW kembali menjadi sorotan setelah Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap dugaan suap di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan. Lembaga antirasuah menduga aliran dana miliaran rupiah diberikan perusahaan jasa logistik kepada sejumlah pejabat agar impor barang KW bisa masuk ke Indonesia tanpa hambatan.

Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menyebut, dari hasil operasi tangkap tangan (OTT), penyidik menemukan indikasi adanya pembayaran rutin dalam jumlah besar. Nilainya tidak kecil, diperkirakan mencapai sekitar Rp7 miliar setiap bulan.

Menurut dia, uang tersebut berkaitan dengan upaya meloloskan berbagai komoditas dari luar negeri. Barang yang masuk bukan hanya satu jenis, melainkan beragam produk konsumsi, mulai dari alas kaki hingga barang lain yang diduga merupakan impor barang KW.

KPK kini masih menelusuri jenis produk secara rinci serta asal negara pengirim. Penyelidikan dilakukan untuk memetakan jaringan distribusi dan pihak-pihak yang diuntungkan dari praktik impor barang KW tersebut.

Kasus ini bermula dari OTT pada 4 Februari 2026 di sejumlah lokasi yang terkait dengan Ditjen Bea Cukai. Salah satu pejabat yang diamankan adalah Kepala Kantor Wilayah DJBC Sumatera Bagian Barat, Rizal.

Enam Orang Jadi Tersangka

Setelah pemeriksaan intensif, KPK menetapkan enam orang sebagai tersangka dari total 17 pihak yang sempat diamankan. Mereka berasal dari unsur pejabat pemerintah maupun pihak swasta.

Tiga pejabat Bea Cukai yang ditetapkan sebagai tersangka yakni Rizal (RZL) yang pernah menjabat Direktur Penindakan dan Penyidikan DJBC periode 2024–Januari 2026, Kepala Subdirektorat Intelijen Penindakan dan Penyidikan Sisprian Subiaksono (SIS), serta Kepala Seksi Intelijen Orlando Hamonangan (ORL).

Sementara dari pihak perusahaan, penyidik menetapkan pemilik PT Blueray Cargo John Field (JF), Ketua Tim Dokumentasi Importasi Andri (AND), dan Manajer Operasional Dedy Kurniawan (DK).

KPK menduga perusahaan tersebut berperan aktif mengurus proses masuknya barang dari luar negeri. Para tersangka diduga memberikan sejumlah uang agar proses pemeriksaan kepabeanan dipermudah sehingga impor barang KW dapat melewati pengawasan.

Penyidik juga mendalami kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas, termasuk keterlibatan importir lain dan jalur distribusi di dalam negeri. Selain menelusuri aliran dana, KPK berupaya mengidentifikasi rantai peredaran barang setelah tiba di pelabuhan.

Kasus ini dinilai penting karena praktik impor barang KW tidak hanya merugikan negara dari sisi penerimaan, tetapi juga berdampak pada industri dalam negeri. Produk tiruan yang masuk tanpa pengawasan dapat mengganggu persaingan usaha dan melemahkan pelaku industri legal.

Mulai April 2026, SPBU Swasta Wajib Beli Solar ke Pertamina

0

Kebijakan SPBU swasta beli ke Pertamina untuk pemenuhan pasokan solar dalam negeri mulai memasuki tahap implementasi. Pemerintah memastikan badan usaha pengelola SPBU swasta akan beralih menggunakan solar produksi domestik yang dipasok Pertamina mulai April 2026. Langkah ini menjadi bagian dari strategi nasional untuk menekan ketergantungan impor sekaligus memperkuat ketahanan energi.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, menyampaikan bahwa proses pemesanan solar oleh SPBU swasta ke Pertamina sejatinya telah berjalan. Seluruh badan usaha ditargetkan menggunakan solar dalam negeri secara penuh mulai kuartal II 2026.

“Iya, sudah memesan solar dari Pertamina. Rencananya mulai April sudah harus menggunakan solar dalam negeri,” kata Laode saat ditemui di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Menurut Laode, kebijakan SPBU swasta beli ke Pertamina disiapkan melalui serangkaian koordinasi intensif antara Kementerian ESDM, Pertamina, dan badan usaha pengelola SPBU swasta. Sejumlah aspek teknis menjadi perhatian utama agar proses transisi berjalan lancar dan tidak menimbulkan gangguan distribusi di lapangan.

Beberapa poin yang dibahas mencakup kesiapan pelabuhan muat atau loading port, pengaturan kargo sesuai volume pesanan masing-masing SPBU, hingga kesesuaian spesifikasi base fuel solar yang dibutuhkan oleh badan usaha.

Pemerintah Antisipasi Kendala Teknis Pasokan Solar

Laode menegaskan, pembahasan spesifikasi solar menjadi krusial untuk menghindari persoalan yang pernah terjadi sebelumnya. Ia menyinggung pengalaman pada akhir 2025, ketika terjadi perbedaan spesifikasi base fuel BBM yang memicu dinamika antara Pertamina dan salah satu SPBU swasta.

“Spek solar harus dibahas sejak awal. Kalau tidak, bisa terjadi lagi persoalan base fuel seperti tahun lalu,” ujarnya.

Kasus yang dimaksud adalah penolakan Vivo terhadap base fuel bensin yang diimpor Pertamina karena mengandung etanol. Meski sempat menimbulkan polemik, persoalan tersebut berhasil diselesaikan. Pada kuartal akhir 2025, Vivo kembali membeli BBM dari Pertamina setelah kuota impor mereka habis. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting dalam penerapan kebijakan SPBU swasta beli ke Pertamina agar berjalan lebih mulus ke depan.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia telah menegaskan bahwa pemerintah akan menghentikan impor solar untuk kebutuhan SPBU swasta mulai 2026. Apabila masih terdapat solar impor yang masuk pada Januari atau Februari, Bahlil menyebut hal itu merupakan sisa kontrak impor tahun 2025.

“Tahun ini, atas perintah Bapak Presiden Prabowo Subianto, karena kapasitas kilang kita sudah memadai, kita tidak lagi membuka impor,” ujar Bahlil.

Penghentian impor tersebut ditopang oleh beroperasinya proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan di Kalimantan Timur. Kilang ini memiliki kapasitas pengolahan hingga 360 ribu barel per hari, setara dengan sekitar 22–25 persen kebutuhan BBM nasional. Dengan kapasitas tersebut, kebijakan SPBU swasta beli ke Pertamina dinilai memiliki dasar pasokan yang kuat.

Secara ekonomi, RDMP Balikpapan diproyeksikan memberikan dampak signifikan bagi perekonomian nasional. Proyek ini diperkirakan mampu menghemat impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun serta memberikan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai Rp514 triliun.