Kamis, November 5, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 22

Bukan Cuma Motor Listrik, MoLiNas Bawa Misi Besar Kemandirian Industri

0

Pemerintah terus mendorong Kemandirian Industri melalui pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Upaya tersebut kembali mendapat momentum setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) sekaligus ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kehadiran MoLiNas menjadi bagian penting dari langkah pemerintah memperkuat kemampuan manufaktur dalam negeri. Pengembangan kendaraan listrik dinilai dapat menjadi sarana untuk memperdalam struktur industri, meningkatkan penguasaan teknologi, serta memperbesar penggunaan komponen buatan Indonesia.

Menurut Agus, Indonesia perlu mengambil posisi lebih kuat dalam perkembangan industri kendaraan listrik global. Penguatan sektor tersebut diarahkan agar Indonesia tidak berhenti sebagai pasar bagi produk kendaraan listrik, tetapi mampu menjadi lokasi produksi sekaligus pusat pengembangan teknologi.

“MoLiNas harus kita jadikan sebagai momentum untuk membangun ekosistem kendaraan listrik nasional yang semakin kuat dari hulu sampai hilir,” kata Agus di Bekasi.

Ia menambahkan, agenda tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk meningkatkan penguasaan sains, teknologi, dan kapasitas industri nasional. Kolaborasi pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, lembaga penelitian, perguruan tinggi, hingga sektor keuangan dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat Kemandirian Industri.

Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo meninjau langsung proses produksi motor listrik di fasilitas ALVA. Presiden juga melihat berbagai produk dan komponen yang menjadi bagian dari ekosistem kendaraan listrik nasional sebelum menandatangani plakat produksi ALVA sebanyak 20 ribu unit.

Prabowo mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan MoLiNas. Menurutnya, kerja sama antara perusahaan swasta, BUMN, pelaku usaha, serta kalangan akademisi menunjukkan penerapan semangat Indonesia Incorporated dalam membangun kemampuan nasional.

Kapasitas Industri Kendaraan Listrik Terus Bertambah

Kemenperin mencatat Indonesia telah memiliki fondasi manufaktur yang cukup besar untuk mengembangkan industri kendaraan listrik. Saat ini terdapat 69 perusahaan KBLBB roda dua dan roda tiga dengan kapasitas produksi mencapai 2,511 juta unit per tahun. Nilai investasi pada kelompok industri tersebut mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

Untuk kendaraan listrik roda empat, terdapat 14 perusahaan dengan kapasitas produksi sekitar 409.860 unit per tahun. Sementara itu, sebanyak 10 perusahaan kendaraan komersial listrik memiliki kapasitas produksi 7.500 unit per tahun.

Jika seluruh sektor perakitan tersebut digabungkan, nilai investasi industri kendaraan listrik nasional telah mencapai sekitar Rp30,468 triliun.

Agus menilai kapasitas produksi yang tersedia menunjukkan Indonesia memiliki modal manufaktur yang memadai. Tantangan berikutnya adalah meningkatkan utilisasi pabrik, menjaga pertumbuhan pasar, serta memperkuat rantai pasok agar semakin banyak komponen kendaraan diproduksi di dalam negeri.

Populasi Kendaraan Listrik Meningkat

Perkembangan pasar juga terlihat dari pertumbuhan jumlah kendaraan listrik yang digunakan masyarakat. Berdasarkan data Kemenperin, populasi KBLBB di Indonesia telah mencapai 468.231 unit hingga sekitar April 2026.

Kendaraan listrik roda dua menjadi kelompok terbesar dengan populasi 242.909 unit, sedangkan kendaraan listrik roda empat penumpang mencapai 223.100 unit. Pertumbuhan populasi KBLBB juga berlangsung sangat cepat dengan compound annual growth rate (CAGR) lebih dari 150 persen sepanjang 2020–2025.

Pemerintah melihat peningkatan tersebut sebagai sinyal positif terhadap penerimaan masyarakat. Namun, pertumbuhan konsumsi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan industri domestik.

Karena itu, Kemandirian Industri menjadi salah satu sasaran utama dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Pemerintah ingin pertumbuhan kendaraan listrik turut menciptakan efek berganda melalui peningkatan produksi komponen lokal, penyerapan investasi, penguasaan teknologi, serta penciptaan aktivitas ekonomi baru.

Dua Kasus Penyelundupan Emas Terbongkar, 23,7 Kg Emas Diamankan

0

Upaya Penyelundupan Emas melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta kembali digagalkan petugas Bea Cukai dan Aviation Security (Avsec). Dalam dua penindakan yang berlangsung hanya dalam rentang waktu kurang dari 24 jam, petugas mengamankan 23,793 kilogram emas dengan perkiraan nilai mencapai Rp63 miliar.

Dua kasus tersebut terjadi pada 10 dan 11 Agustus 2026 di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Petugas menemukan emas dengan berbagai modus penyembunyian, mulai dari pakaian dalam yang dimodifikasi, body strapping, tas kabin, hingga penyembunyian pada bagian tubuh.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pengungkapan kasus tersebut menunjukkan pentingnya penguatan pengawasan di pintu masuk dan keluar Indonesia. Menurutnya, Bea Cukai harus terus menyesuaikan metode pengawasan karena modus penyelundupan dapat berkembang dengan cepat.

Purbaya menilai pemeriksaan fisik perlu didukung analisis risiko, pemanfaatan data penumpang, teknologi pemeriksaan, serta koordinasi dengan berbagai pihak di lingkungan bandara. Pendekatan tersebut diperlukan agar pengawasan tidak hanya mampu menemukan barang ilegal, tetapi juga mengungkap jaringan di balik peredarannya.

Modus Penyelundupan Emas Terungkap dari Pemeriksaan Penumpang

Kasus pertama terungkap ketika petugas Avsec dan Bea Cukai mencurigai seorang penumpang warga negara China di area keberangkatan internasional Terminal 3. Pemeriksaan terhadap tas hand carry menemukan emas berbentuk silinder atau menyerupai telur.

Kecurigaan berlanjut setelah petugas mendeteksi anomali dari pemeriksaan body scanner terhadap penumpang lain. Dari pemeriksaan lanjutan, ditemukan emas yang disembunyikan di dalam pakaian dalam yang telah dimodifikasi.

Analisis Passenger Analysis Unit (PAU) kemudian menemukan dugaan keterkaitan para penumpang dengan beberapa orang lain yang hendak terbang menuju Hong Kong menggunakan penerbangan CX798 dan GA860. Sebanyak tujuh penumpang akhirnya diperiksa secara intensif.

Dari pemeriksaan tersebut, petugas menemukan 41 keping emas dengan berat total 17,436 kilogram dan nilai sekitar Rp46 miliar. Emas tersebut memiliki kadar Au 99,99 persen atau setara 24 karat berdasarkan pemeriksaan menggunakan Detektor Mineral XRF.

Hasil gelar perkara menunjukkan tujuh penumpang itu diduga memenuhi unsur tindak pidana Penyelundupan Emas dalam kegiatan ekspor sebagaimana diatur dalam Pasal 102A huruf a UU Nomor 17 Tahun 2006 tentang Kepabeanan.

Kasus Kedua Libatkan Staf Ground Handling

Belum berselang sehari, petugas kembali menemukan upaya Penyelundupan Emas dengan modus berbeda. Kali ini, seorang staf ground handling diduga membawa emas melalui jalur khusus karyawan atau loading dock untuk diserahkan kepada penumpang yang hendak menuju Dubai menggunakan penerbangan EK357.

Petugas menemukan tujuh keping emas berbentuk cast bar dengan berat 6,357 kilogram. Nilainya diperkirakan mencapai Rp17 miliar. Barang tersebut disimpan dalam tas ransel dan koper kabin serta tidak dilengkapi dokumen kepabeanan.

Purbaya menegaskan pengawasan ke depan akan terus diperketat, terutama terhadap barang bernilai tinggi. Setiap temuan, kata dia, perlu ditelusuri lebih jauh untuk mengetahui asal barang, pihak penerima, serta pihak lain yang kemungkinan terlibat.

Penguatan pengawasan tersebut diharapkan dapat mempersempit ruang bagi jaringan Penyelundupan Emas sekaligus memastikan lalu lintas barang dan penumpang internasional berjalan sesuai ketentuan kepabeanan.

Bukan Cuma Modal, UMKM Kini Hadapi Dampak Produk Impor di Pasar Domestik

0

Dampak Produk Impor terhadap keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mulai mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah. Kementerian Perdagangan tengah memetakan berbagai barang dari luar negeri yang dinilai semakin menekan pelaku usaha lokal di pasar domestik.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Menteri UMKM Maman Abdurrahman untuk mengidentifikasi jenis produk impor yang paling mengganggu daya saing UMKM. Hasil pemetaan tersebut nantinya menjadi pertimbangan pemerintah dalam menyusun kebijakan perdagangan yang lebih tepat sasaran.

Budi menegaskan, aturan impor tidak dapat diterapkan dengan pendekatan yang sama untuk seluruh komoditas. Pemerintah membagi kebijakan impor ke dalam sejumlah kategori, mulai dari barang yang bebas masuk, komoditas yang dilarang, hingga produk yang hanya dapat diimpor dengan memenuhi persyaratan tertentu.

Tekstil dan pakaian jadi, misalnya, termasuk komoditas yang berada dalam pengawasan pemerintah. Peredarannya harus mengikuti ketentuan dalam Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 17 Tahun 2025 mengenai Kebijakan dan Pengaturan Impor Tekstil dan Produk Tekstil.

Pemerintah Petakan Kebutuhan Impor

Dalam menentukan kebijakan, pemerintah juga melibatkan kementerian teknis yang memahami kapasitas produksi industri dalam negeri. Langkah tersebut diperlukan agar impor benar-benar digunakan untuk memenuhi kebutuhan yang belum mampu dipasok produsen lokal.

Budi menjelaskan, besaran impor idealnya disesuaikan dengan perbandingan antara kebutuhan nasional dan kemampuan produksi dalam negeri. Dengan pendekatan itu, masuknya barang dari luar negeri diharapkan tidak berlebihan hingga menekan pasar produk lokal.

Persoalan Dampak Produk Impor sebelumnya juga disoroti Menteri UMKM Maman Abdurrahman. Menurutnya, tantangan UMKM saat ini tidak berhenti pada persoalan modal. Produk impor murah, termasuk barang yang masuk secara ilegal, turut membuat pelaku usaha lokal kesulitan mempertahankan pasar.

Padahal, penyaluran KUR sepanjang 2025 telah mencapai Rp270 triliun kepada 4,58 juta debitur. Maman menilai dukungan pembiayaan dan peningkatan kapasitas usaha akan kurang optimal apabila produk UMKM harus berhadapan dengan tekanan barang impor yang semakin kuat.

Impor Konsumsi Capai Rp92 Triliun

Data BPS menunjukkan nilai impor Indonesia pada kuartal I 2026 mencapai US$61,30 miliar atau sekitar Rp1.095,74 triliun. Dari total tersebut, impor barang konsumsi mencapai US$5,15 miliar atau sekitar Rp92,06 triliun.

Sementara itu, sebagian besar impor masih berupa bahan baku dan barang modal. Kondisi tersebut menunjukkan pemerintah perlu membedakan antara impor yang mendukung kegiatan produksi dengan barang konsumsi yang berpotensi memperbesar Dampak Produk Impor terhadap industri dan UMKM dalam negeri.

Marketing Tanpa Jualan Langsung, Kok Bisa Malah Bikin Produk Dicari?

0

Marketing tanpa jualan langsung bisa menjadi pendekatan yang menarik ketika calon pelanggan sudah terlalu sering melihat konten yang berisi ajakan membeli. Alih-alih terus menunjukkan harga, promo, atau tombol checkout, bisnis dapat membuat konten yang menjawab rasa penasaran, membahas masalah sehari-hari, atau memberikan informasi yang memang dicari audiens. Di Berempat.com, kami melihat pendekatan seperti ini cocok untuk bisnis yang ingin membangun perhatian lebih dulu sebelum mengarahkan orang menuju produk.

Misalnya, sebuah bisnis skincare tidak harus selalu mengunggah foto produknya dengan tulisan “beli sekarang”. Akun tersebut bisa membahas kenapa kulit terasa kering setelah mencuci muka, kesalahan memilih produk berdasarkan jenis kulit, atau kebiasaan sederhana yang membuat kondisi kulit semakin buruk.

Produknya tetap berkaitan dengan pembahasan, tetapi tidak menjadi pusat perhatian setiap saat.

Cara seperti ini penting karena konsumen sekarang punya banyak kesempatan untuk mencari informasi sebelum mengambil keputusan. Mereka dapat membaca ulasan, melihat video demonstrasi, membandingkan alternatif, dan mencari pengalaman pengguna lain.

Data Nielsen dari survei terhadap lebih dari 30.000 responden online di 60 negara menunjukkan bahwa 83% responden global mempercayai rekomendasi dari teman dan keluarga, sedangkan 66% mempercayai opini konsumen yang dipublikasikan secara online.

Angka tersebut memang bukan berarti konten edukasi otomatis menghasilkan penjualan. Namun, data itu memperlihatkan satu hal penting: kepercayaan dan informasi dari sumber yang terasa kredibel punya peran besar dalam proses konsumen mengenal sebuah produk.

Berhenti Membuat Semua Konten Terasa Seperti Katalog

Coba buka kembali akun media sosial sebuah bisnis dan lihat 10 unggahan terakhirnya.

Berapa banyak yang benar-benar memberikan informasi kepada audiens?

Jika hampir semuanya berupa foto produk, harga, promo, diskon, dan ajakan membeli, wajar jika orang hanya datang ketika sedang membutuhkan produk tersebut.

Konten bisnis sebaiknya memiliki ruang untuk berbagai jenis pembahasan.

Bisnis makanan dapat membicarakan cerita di balik bahan, kebiasaan makan, tips menyimpan makanan, atau fakta menarik mengenai menu tertentu. Bisnis properti dapat membahas kesalahan ketika memilih rumah, biaya yang sering terlupakan saat membeli properti, atau cara menghitung kebutuhan ruang.

Sementara bisnis jasa bisa mengangkat kasus yang sering dialami calon pelanggan.

Produk tetap hadir sebagai bagian dari cerita, bukan sebagai satu-satunya isi cerita.

Inilah inti marketing tanpa jualan langsung. Bisnis membangun relevansi terlebih dahulu. Ketika suatu hari audiens menghadapi masalah yang pernah dibahas, nama brand lebih berpeluang muncul dalam ingatan mereka.

Buat Orang Berhenti Scroll karena Merasa “Ini Gue Banget”

Konten yang menarik tidak harus selalu lucu atau kontroversial. Salah satu pemicunya justru kemampuan menggambarkan masalah yang akrab bagi audiens.

Contohnya:

“Kenapa baju baru dicuci dua kali sudah terasa kusam?”

“Mengapa pelanggan bertanya harga lalu menghilang?”

Kalimat seperti itu membuat orang merasa sedang diajak membicarakan masalah mereka sendiri.

Setelah perhatian berhasil diperoleh, barulah konten memberikan penjelasan atau solusi.

Produk dapat muncul secara natural di bagian akhir. Tidak perlu dipaksakan menjadi jawaban untuk semua persoalan.

Pendekatan tersebut membuat konten terasa seperti percakapan. Audiens mendapatkan sesuatu bahkan ketika mereka belum berniat membeli.

Edukasi Bisa Menjadi Jalan Masuk Menuju Produk

Ada perbedaan antara mengedukasi dan mengiklankan produk secara terselubung.

Jika setiap artikel atau video berakhir dengan klaim bahwa produk sendiri adalah solusi terbaik, audiens lama-lama akan menangkap polanya.

Edukasi yang baik seharusnya tetap memberikan informasi yang berguna meskipun pembaca belum membeli apa pun.

Misalnya, pemilik toko kamera bisa membuat panduan memilih lensa untuk pemula. Di dalamnya, berbagai jenis lensa dijelaskan berdasarkan kebutuhan. Produk yang dijual toko tersebut boleh muncul sebagai salah satu contoh, tetapi pembahasannya tetap memberikan konteks yang cukup untuk membantu pembaca mengambil keputusan.

Menurut HubSpot, survei terhadap lebih dari 1.700 pemasar B2B dan B2C untuk laporan State of Marketing 2025 menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap konten terus meningkat. HubSpot juga mencatat bahwa short-form video menjadi format konten yang banyak digunakan dan dinilai memberikan ROI tinggi oleh marketer.

Ini membuka peluang bagi bisnis kecil untuk mengemas edukasi dalam bentuk video pendek, carousel, artikel, newsletter, podcast, atau format lain yang sesuai dengan kebiasaan audiens.

Jangan Takut Membahas Hal yang Tidak Langsung Menghasilkan Transaksi

Salah satu alasan bisnis terlalu sering melakukan hard selling adalah karena setiap konten diukur berdasarkan penjualan langsung.

Padahal, seseorang yang menonton video hari ini mungkin baru membeli tiga bulan kemudian.

Konten dapat berfungsi pada tahap yang berbeda dalam perjalanan pelanggan. Ada yang bertugas mengenalkan brand, menjawab pertanyaan, membangun kepercayaan, menunjukkan keahlian, atau mengingatkan audiens bahwa bisnis tersebut ada.

Karena itu, metriknya juga tidak harus selalu berupa jumlah transaksi.

Perhatikan pertumbuhan pencarian nama brand, komentar berkualitas, pertanyaan yang masuk, jumlah penyimpanan konten, kunjungan ke profil, atau orang yang membagikan konten kepada temannya.

Content Marketing Institute dalam riset B2B 2025 yang melibatkan 980 marketer juga menyoroti bagaimana perusahaan masih mengevaluasi efektivitas strategi content marketing, termasuk tantangan dalam menghasilkan konten yang benar-benar memberikan hasil.

Artinya, membuat banyak konten saja belum cukup. Bisnis perlu memahami konten mana yang benar-benar membantu audiens dan mendukung perjalanan mereka menuju keputusan pembelian.

Produk Tetap Harus Muncul, Hanya Saja Tidak Setiap Saat

Marketing tanpa jualan langsung bukan berarti bisnis harus malu menunjukkan produknya.

Produk tetap perlu diperkenalkan. Calon pelanggan juga perlu mengetahui harga, manfaat, cara mendapatkan, dan alasan mengapa produk tersebut layak dipertimbangkan.

Yang perlu diubah adalah komposisinya.

Jika setiap unggahan berteriak “beli”, audiens akan merasa sedang menghadapi etalase. Tetapi jika seluruh konten hanya berisi edukasi tanpa pernah menjelaskan apa yang dijual, bisnis juga akan kesulitan mengubah perhatian menjadi transaksi.

Karena itu, gunakan campuran konten.

Ada konten untuk mengenalkan masalah. Juga Ada yang menjawab pertanyaan. Lalu Ada yang membagikan pengalaman pelanggan. Ada yang memperlihatkan proses produksi. Ada pula yang secara langsung menawarkan produk.

Dengan komposisi tersebut, marketing tanpa jualan langsung menjadi bagian dari strategi yang lebih luas, bukan pengganti penjualan.

Ada Rp4 Triliun di Balik Biaya Logistik, Purbaya Minta Bisnis Storage Dikaji

0

Tingginya Biaya Logistik kembali menjadi perhatian pemerintah dalam upaya mengurai hambatan dunia usaha. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti persoalan tarif penyimpanan peti kemas yang dinilai ikut menambah beban pelaku usaha hingga mencapai sekitar Rp4 triliun.

Persoalan tersebut mencuat dalam sidang kanal debottlenecking yang membahas pengaduan pengusaha storage dan peti kemas. Keluhan disampaikan Dewan Pimpinan Nasional Dewan Pemakai Jasa Angkutan Indonesia (DPN Depalindo) dan kemudian ditanggapi sejumlah kementerian serta Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta.

Salah satu persoalan yang dibahas adalah perbedaan tarif layanan penyimpanan peti kemas antara lokasi di dalam dan luar kawasan pelabuhan. Menurut Purbaya, kondisi tersebut turut memperbesar Biaya Logistik yang harus ditanggung dunia usaha.

“Kalau Rp4 triliun naiknya biaya logistik gara-gara itu, 70 persen keluar, itu sekitar Rp2-3 triliun kira-kira keluar negeri. Itu merugikan,” ujar Purbaya dalam sidang debottlenecking di Kementerian Keuangan, Rabu (12/8/2026).

Purbaya juga menyoroti dominasi perusahaan asing dalam bisnis storage. Menurutnya, struktur usaha tersebut perlu dikaji karena dapat membuat pelaku domestik menghadapi beban biaya dan pajak yang besar, sementara ruang keuntungan mereka relatif terbatas.

Pemerintah Soroti Persaingan Bisnis Storage

Perhatian pemerintah tidak berhenti pada persoalan tarif. Purbaya juga meminta agar praktik bisnis perusahaan asing yang bergerak di sektor perdagangan sekaligus memiliki usaha penyimpanan peti kemas diperiksa lebih lanjut.

Ia menilai kondisi tersebut berpotensi menimbulkan persoalan persaingan usaha apabila pelaku usaha tertentu memiliki posisi yang lebih dominan dalam rantai bisnis.

Purbaya meminta Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mempelajari struktur bisnis tersebut dan memastikan tidak terdapat praktik yang merugikan pelaku usaha domestik.

Pembahasan Biaya Logistik ini menjadi bagian dari agenda debottlenecking yang tengah digenjot pemerintah. Kanal tersebut disiapkan untuk mempercepat penyelesaian berbagai hambatan investasi, mulai dari perizinan, regulasi, proses bisnis, hingga persoalan koordinasi antarlembaga.

Purbaya sebelumnya menyebut pemerintah optimistis penyelesaian berbagai hambatan tersebut dapat membuka potensi investasi lebih dari USD30 miliar. Pemerintah juga tengah membidik proyek besar di Sumatera dengan nilai sekitar USD40 miliar yang disebut telah lama tertahan.

Melalui debottlenecking, pemerintah berharap berbagai persoalan yang selama ini menghambat investasi dapat segera diselesaikan. Penurunan Biaya Logistik juga menjadi bagian penting untuk menciptakan iklim usaha yang lebih efisien dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.

Mensos Ungkap 1.900 Pegawai Terlibat Judi Online, Mayoritas PPPK

0

Kementerian Sosial (Kemensos) menghadapi temuan serius terkait disiplin internal setelah sekitar 1.900 pegawai dilaporkan terindikasi Terlibat Judi Online sepanjang 2024 hingga 2025. Berdasarkan data Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), transaksi keluar yang berkaitan dengan aktivitas judi online tersebut mencapai Rp8,6 miliar.

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengungkapkan temuan itu saat memberikan pengarahan kepada jajaran pegawai Kemensos di Gedung Aneka Bakti, Jakarta, Selasa (11/8/2026). Ia mengatakan data dari PPATK menunjukkan aktivitas tersebut dilakukan oleh pegawai dengan nilai transaksi dan waktu yang dapat ditelusuri.

Saifullah menyebut komposisi pegawai yang terindikasi Terlibat Judi Online didominasi oleh Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Dari sekitar 1.900 orang, sebanyak 1.800 merupakan PPPK, 42 orang berstatus PNS atau ASN, sementara sisanya merupakan PPPK paruh waktu.

Menurut Saifullah, temuan tersebut menjadi perhatian karena sebagian besar PPPK yang teridentifikasi baru diangkat pada 2025. Sekitar 97,9 persen di antaranya berasal dari kelompok eks tenaga non-ASN.

Kemensos Perketat Pemeriksaan Pegawai

Saifullah menilai temuan pegawai yang Terlibat Judi Online perlu menjadi bahan evaluasi terhadap proses pembinaan sekaligus penyaringan integritas aparatur. Kemensos juga akan menindaklanjuti informasi tersebut melalui pemeriksaan internal untuk memastikan kebenaran data serta menentukan langkah yang diperlukan.

Inspektorat Jenderal Kemensos akan melakukan verifikasi terhadap laporan PPATK. Pegawai yang datanya terkonfirmasi dapat dipanggil untuk menjalani proses pembinaan sesuai ketentuan yang berlaku.

Saifullah menegaskan persoalan tersebut tidak boleh dipandang sebatas pelanggaran kedisiplinan. Sebagai kementerian yang bertugas memberikan perlindungan, jaminan, rehabilitasi, dan pemberdayaan sosial, integritas pegawai menjadi bagian penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

Ia juga mengingatkan seluruh jajaran agar menjauhi berbagai bentuk penyimpangan, termasuk penyalahgunaan anggaran. Komitmen antikorupsi diminta terus diperkuat di seluruh unit kerja Kemensos.

Temuan terkait pegawai yang Terlibat Judi Online sekaligus menjadi momentum bagi Kemensos untuk membenahi disiplin internal. Saifullah mengatakan dirinya menerima berbagai informasi mengenai pelanggaran pegawai, mulai dari kategori ringan hingga berat.

Pembenahan tersebut diharapkan dapat memperkuat budaya kerja sekaligus memastikan pelayanan sosial kepada masyarakat berjalan dengan penuh tanggung jawab.

Investor Makin Selektif, Kredibilitas Pasar Modal Indonesia Bakal Diperkuat

0

Pemerintah mendorong penguatan Kredibilitas Pasar Modal di tengah ketidakpastian ekonomi global yang masih membayangi. Kepercayaan investor dinilai menjadi faktor penting untuk menjaga arus investasi sekaligus memastikan pasar modal mampu menopang kebutuhan pembiayaan jangka panjang bagi dunia usaha dan perekonomian nasional.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan fundamental ekonomi Indonesia masih cukup kuat menghadapi berbagai tekanan eksternal. Pada Semester I 2026, ekonomi nasional tumbuh 5,45 persen dengan tingkat inflasi yang relatif rendah sebesar 2,88 persen.

“Perekonomian Indonesia masih mampu tumbuh sebesar 5,45 persen pada Semester I-2026 di tengah berbagai gejolak global,” ujar Airlangga dalam Musyawarah Anggota Asosiasi Emiten Indonesia 2026 di Jakarta, Selasa (11/8/2026).

Perkembangan ekonomi tersebut berjalan beriringan dengan pertumbuhan pasar modal. Hingga Juni 2026, jumlah perusahaan tercatat mencapai 957 emiten. Sementara itu, jumlah investor telah menyentuh 28,9 juta dengan kapitalisasi pasar sekitar Rp9.897 triliun.

Di kawasan ASEAN, Indonesia tercatat memiliki jumlah investor terbesar. Indonesia juga menempati posisi kedua untuk jumlah perusahaan tercatat dan rata-rata nilai transaksi harian, serta berada di peringkat ketiga dari sisi kapitalisasi pasar.

Pemerintah Dorong Pasar Modal Lebih Berkualitas

Pemerintah menilai pengembangan pasar modal tidak cukup hanya mengejar pertumbuhan jumlah investor dan emiten. Penguatan kualitas, kedalaman pasar, likuiditas, tata kelola, serta keterbukaan informasi menjadi bagian penting untuk meningkatkan Kredibilitas Pasar Modal.

Dari sisi penghimpunan dana, hingga Juli 2026 terdapat tujuh perusahaan baru yang mencatatkan saham melalui penawaran umum perdana (IPO) dengan total dana sekitar Rp2,16 triliun. Pemerintah melihat masih terbuka ruang untuk memperkuat pipeline perusahaan berkualitas yang membutuhkan pembiayaan jangka panjang.

Investor juga semakin mempertimbangkan sejumlah aspek sebelum menanamkan modal, mulai dari likuiditas saham, struktur kepemilikan, kecukupan free float, transparansi, tata kelola, hingga kualitas informasi yang disampaikan perusahaan.

Penguatan pasar modal dilakukan melalui sinergi pemerintah dengan Otoritas Jasa Keuangan, Bursa Efek Indonesia, KSEI, Bank Indonesia, serta pemangku kepentingan lainnya. Sejumlah instrumen investasi baru juga dikembangkan, termasuk PINTAR Reksa Dana dan ETF Emas.

Kepastian Usaha Ikut Diperkuat

Selain pembenahan pasar modal, pemerintah mempercepat penyelesaian hambatan investasi melalui Satgas Debottlenecking. Hingga 30 Juli 2026, tercatat 170 aduan pelaku usaha dan 124 di antaranya telah diselesaikan.

Persoalan yang ditangani mencakup perizinan, perpajakan, kepabeanan, tata ruang, logistik, dan energi. Langkah tersebut diharapkan menciptakan kepastian bagi dunia usaha.

Juru Bicara Kemenko Perekonomian Haryo Limanseto menegaskan peningkatan Kredibilitas Pasar Modal perlu berjalan bersama perbaikan kualitas perusahaan tercatat. Penguatan tata kelola dan transparansi diharapkan membuat penghimpunan dana semakin optimal untuk mendukung ekspansi, investasi, inovasi, serta produktivitas perusahaan.

Kenapa Gaji Cepat Habis? Bisa Jadi Bukan karena Penghasilan Kecil

0

Gaji cepat habis sering terasa seperti teka-teki sederhana: baru beberapa hari menerima penghasilan, saldo rekening sudah kembali menipis. Di Berempat.com, kami melihat persoalan ini menarik karena penyebabnya tidak selalu berasal dari penghasilan yang terlalu kecil. Kebiasaan belanja, biaya rutin, cicilan, gaya hidup, hingga pengeluaran kecil yang berulang bisa membuat uang menghilang tanpa terasa.

Fenomena tersebut semakin mudah terjadi ketika pembayaran digital membuat transaksi terasa praktis. Membeli makanan, berlangganan layanan, memesan transportasi, atau checkout barang dapat dilakukan dalam hitungan detik. Karena uang tidak selalu berpindah secara fisik, seseorang terkadang kurang merasakan akumulasi pengeluaran yang terjadi sepanjang bulan.

Data Bank Indonesia menunjukkan nilai transaksi uang elektronik di Indonesia mencapai sekitar Rp305,4 triliun sepanjang 2024, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan transaksi digital ini menggambarkan bagaimana pembayaran elektronik semakin menjadi bagian dari aktivitas ekonomi masyarakat.

Kemudahan tersebut tentu memberikan banyak manfaat. Namun, semakin mudah transaksi dilakukan, semakin penting pula kemampuan mengendalikan pengeluaran.

Bukan Hanya Pengeluaran Besar yang Menguras Gaji

Banyak orang langsung memeriksa biaya besar ketika merasa gaji cepat habis. Sewa tempat tinggal, cicilan kendaraan, biaya sekolah, atau tagihan rumah tangga memang memiliki pengaruh besar.

Namun, ada jenis pengeluaran lain yang sering luput dari perhatian: transaksi kecil yang dilakukan berkali-kali.

Contohnya kopi Rp25 ribu, biaya pesan makanan Rp15 ribu, ongkos tambahan Rp10 ribu, atau pembelian barang kecil melalui marketplace. Masing-masing terlihat tidak signifikan.

Masalah muncul ketika transaksi tersebut dilakukan hampir setiap hari.

Sebagai ilustrasi sederhana, pengeluaran Rp30 ribu setiap hari selama 25 hari kerja sudah mencapai Rp750 ribu per bulan. Jika terdapat beberapa kebiasaan kecil lainnya, jumlahnya bisa berkembang menjadi jutaan rupiah.

Karena itu, jangan hanya bertanya “Apa barang mahal yang saya beli bulan ini?” Coba periksa juga “Transaksi apa yang paling sering saya lakukan?”

Pertanyaan kedua sering memberikan jawaban yang lebih mengejutkan.

Gaji Besar Tidak Otomatis Membuat Keuangan Aman

Kenaikan pendapatan memang memberikan ruang finansial lebih luas, tetapi pengeluaran sering ikut berubah.

Ketika penghasilan meningkat, seseorang mungkin mulai memilih tempat makan yang lebih mahal, mengganti kendaraan, meningkatkan paket langganan, lebih sering bepergian, atau membeli barang yang sebelumnya dianggap terlalu mahal.

Fenomena ini berkaitan dengan lifestyle inflation, yaitu kondisi ketika pengeluaran meningkat seiring bertambahnya pendapatan.

Akibatnya, seseorang bisa tetap merasa kekurangan meskipun penghasilannya sudah lebih besar.

Laporan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengenai literasi keuangan juga menekankan pentingnya pengelolaan pendapatan dan pengeluaran sebagai bagian dari kesehatan keuangan masyarakat.

Artinya, persoalan keuangan pribadi tidak hanya berkaitan dengan seberapa besar gaji, tetapi juga bagaimana uang tersebut dikelola.

Bedakan Kebutuhan, Keinginan, dan Pengeluaran Spontan

Salah satu cara sederhana untuk mengetahui penyebab gaji cepat habis adalah mengelompokkan transaksi.

Buat tiga kategori:

  1. Kebutuhan: biaya yang memang harus dibayar, seperti makanan pokok, tempat tinggal, transportasi, listrik, dan kewajiban lainnya.
  2. Keinginan: pengeluaran yang memberikan kenyamanan atau kesenangan, tetapi sebenarnya masih dapat ditunda.
  3. Spontan: pembelian yang terjadi karena tergoda promo, melihat rekomendasi media sosial, atau sekadar ingin mencoba sesuatu.

Kategori ketiga patut mendapatkan perhatian khusus.

Promo “gratis ongkir”, cashback, flash sale, dan diskon memang terlihat menguntungkan. Tetapi membeli barang Rp100 ribu hanya karena mendapat diskon 30 persen tetap berarti mengeluarkan Rp70 ribu.

Diskon mengurangi harga barang, bukan menghilangkan pengeluaran.

Jangan Menunggu Sisa Gaji untuk Menabung

Kesalahan lain yang cukup umum adalah menggunakan sebagian besar penghasilan terlebih dahulu, lalu berharap masih ada uang yang tersisa untuk ditabung.

Dalam praktiknya, uang yang tersedia sering memiliki kecenderungan untuk digunakan.

Pendekatan yang lebih terstruktur adalah menetapkan alokasi tabungan sejak awal. Begitu gaji masuk, sisihkan nominal yang sudah ditentukan sebelum uang digunakan untuk kebutuhan lain.

Besarnya tentu perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang. Tidak semua orang memiliki kemampuan menyisihkan persentase yang sama.

Yang lebih penting adalah membangun kebiasaan menyisihkan uang secara konsisten.

Dana tersebut dapat diarahkan untuk dana darurat, tujuan jangka pendek, investasi, pendidikan, atau kebutuhan lain yang sudah direncanakan.

Coba Lakukan Audit Pengeluaran Selama 30 Hari

Jika masih bingung kenapa gaji cepat habis, jangan langsung membuat aturan keuangan yang terlalu rumit.

Mulai dengan eksperimen sederhana selama satu bulan.

Catat semua pengeluaran, termasuk transaksi kecil. Tidak perlu menunggu akhir bulan. Setiap kali melakukan pembayaran, langsung masukkan ke catatan keuangan.

Setelah 30 hari, kelompokkan seluruh transaksi berdasarkan kategori.

Dari sana biasanya mulai terlihat pola yang sebelumnya tidak disadari. Mungkin pengeluaran makan di luar terlalu besar. Bisa juga biaya langganan digital menumpuk, transaksi marketplace terlalu sering, atau biaya transportasi ternyata mengambil porsi cukup besar.

Setelah mengetahui polanya, barulah tentukan bagian mana yang perlu dikurangi.

Tujuannya bukan membuat hidup menjadi serba terbatas. Pengelolaan uang yang sehat justru memberi ruang untuk menikmati penghasilan tanpa terus merasa bersalah setelah membelanjakannya.

Bitcoin Kembali Tertekan, Pasar Kripto Dibayangi Suku Bunga The Fed

0

Bitcoin Kembali Tertekan pada awal pekan setelah harganya merosot di bawah level US$65 ribu. Pergerakan tersebut terjadi ketika kenaikan harga minyak kembali membebani sentimen terhadap aset berisiko. Tekanan pasar juga datang dari aksi penjualan Bitcoin oleh Strategy yang menjadi perhatian investor.

Mengutip Investing, Selasa (11/8/2026), harga Bitcoin tercatat melemah 1,6 persen menjadi US$64.147,9. Pelemahan ini membuat pasar kripto kembali menghadapi tekanan setelah sebelumnya sempat mendapat sentimen positif dari rilis data ketenagakerjaan Amerika Serikat.

Pada Jumat sebelumnya, Bitcoin dan sejumlah aset kripto lainnya sempat menguat setelah data menunjukkan jumlah tenaga kerja nonpertanian AS mengalami penurunan bulanan untuk pertama kalinya sejak Februari. Penurunan tersebut terutama berasal dari berkurangnya lapangan kerja di sektor pendidikan pemerintah daerah.

Data ketenagakerjaan juga menunjukkan revisi turun terhadap angka payroll Mei dan Juni dengan total 103 ribu pekerjaan. Kondisi tersebut membuat arah kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed) semakin sulit diprediksi.

Di satu sisi, pasar tenaga kerja AS masih dinilai cukup tangguh. Namun, tekanan inflasi berpotensi meningkat akibat gejolak harga minyak yang berkaitan dengan konflik Iran. Situasi tersebut membuat investor harus mencermati keseimbangan antara risiko inflasi dan pelemahan pasar tenaga kerja.

Pasar Kripto Menanti Data Inflasi AS

Perhatian investor kini beralih ke sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang berpotensi menentukan arah kebijakan The Fed. Data Indeks Harga Konsumen (CPI) dan Indeks Harga Produsen (PPI) untuk Juli dijadwalkan terbit pada Rabu dan Kamis.

Selanjutnya, pasar akan mencermati data penjualan ritel AS pada Jumat. Serangkaian indikator tersebut diperkirakan menjadi bahan pertimbangan investor dalam memperkirakan arah suku bunga pada pertemuan The Fed berikutnya.

Ekspektasi pasar terhadap kebijakan moneter September sebelumnya mengalami perubahan setelah rilis data tenaga kerja. Namun, tingkat suku bunga yang tetap tinggi masih menjadi faktor yang dapat membatasi ruang penguatan aset spekulatif, termasuk kripto.

Strategy Ikut Membebani Harga Bitcoin

Tekanan terhadap Bitcoin semakin terasa setelah Strategy mengungkapkan penjualan 1.690 BTC sepanjang 3-9 Agustus. Berdasarkan dokumen yang disampaikan kepada Securities and Exchange Commission (SEC), aset tersebut dijual dengan harga rata-rata US$64.262 per Bitcoin dan bernilai sekitar US$108,6 juta.

Setelah transaksi tersebut, Strategy masih memegang 840.447 BTC dengan nilai sekitar US$54,7 miliar. Harga perolehan rata-rata kepemilikan perusahaan berada di US$75.385 per Bitcoin, dengan total basis biaya sekitar US$63,4 miliar termasuk biaya dan pengeluaran.

Sebelumnya, perusahaan juga menjual 6,58 juta saham MSTR senilai US$653,1 juta. Sebagian dana digunakan untuk membeli kembali saham preferen STRC, sementara sekitar US$650 juta dialokasikan untuk menambah cadangan kas.

Per 9 Agustus, cadangan kas Strategy mencapai US$4,65 miliar. Kombinasi tekanan makroekonomi dan aksi korporasi tersebut membuat Bitcoin Kembali Tertekan, sementara investor masih menunggu sinyal baru dari data ekonomi AS dan kebijakan The Fed.

Status UMKM bagi Ojol Segera Resmi, Ini Manfaat yang Bakal Didapat Pengemudi

0

Pemerintah memastikan Status UMKM bagi Ojol akan membawa sejumlah manfaat bagi pengemudi ojek online, terutama dalam hal fleksibilitas menjalankan usaha dan akses terhadap berbagai program pemberdayaan UMKM. Kebijakan tersebut tengah dimatangkan melalui Peraturan Presiden (Perpres) tentang ekosistem transportasi digital yang memasuki tahap finalisasi.

Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman mengatakan masih terdapat sejumlah ketentuan yang perlu diselaraskan sebelum regulasi tersebut ditetapkan. Pemerintah berharap proses finalisasi dapat rampung dalam waktu dekat.

“Sekarang kita sedang dalam tahap finalisasi akhir terkait Perpres mengenai ekosistem transportasi digital. Tinggal ada beberapa pasal lagi yang sedang kita sinkronisasi dan finalisasi,” ujar Maman usai rapat koordinasi di Gedung Nusantara III, Jakarta, Senin (10/8/2026).

Menurut Maman, pemerintah telah memiliki kesepahaman untuk mengategorikan pengemudi ojol sebagai pelaku usaha mikro. Keputusan tersebut juga mempertimbangkan masukan dari berbagai komunitas dan asosiasi pengemudi yang selama ini berdialog dengan pemerintah.

Maman menyebut telah bertemu dengan hampir 20 asosiasi dan komunitas ojol. Aspirasi yang disampaikan mayoritas mengarah pada skema usaha mikro.

Status UMKM bagi Ojol Beri Fleksibilitas

Maman menilai Status UMKM bagi Ojol memungkinkan pengemudi mempertahankan karakter pekerjaan yang fleksibel. Di sisi lain, pengemudi berpeluang memperoleh manfaat dari sejumlah paket kebijakan dan insentif yang memang ditujukan kepada pelaku UMKM.

Menteri UMKM juga menepis anggapan bahwa perubahan status tersebut otomatis membuat pengemudi ojol harus membayar pajak. Berdasarkan ketentuan perpajakan yang berlaku, pelaku UMKM dengan omzet sampai Rp500 juta per tahun tidak dikenai PPh.

Sementara itu, rata-rata omzet pengemudi ojol disebut berada di kisaran Rp10 juta hingga Rp15 juta. Dengan demikian, Maman menegaskan pengemudi ojol tidak perlu khawatir mengenai kewajiban PPh selama memenuhi ketentuan yang berlaku.

Lebih jauh, Status UMKM bagi Ojol diharapkan menjadi pijakan bagi pengemudi untuk mengembangkan kapasitas ekonominya. Pengemudi dapat diposisikan sebagai pelaku usaha yang memiliki peluang memperbesar aset produktif, termasuk melalui kepemilikan kendaraan yang mendukung aktivitas usaha.

Setelah Perpres diterbitkan, kementerian dan lembaga terkait akan menyiapkan aturan turunan sesuai kewenangan masing-masing. Regulasi tersebut nantinya harus tetap sejalan dengan Perpres, terutama dalam menjaga kesejahteraan pengemudi sekaligus memastikan ekosistem transportasi digital dapat berkembang secara berkelanjutan.