Kamis, November 5, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 21

Tarif Layanan Ojek Online Tak Lagi Cuma Atur Penumpang, Barang dan Makanan Ikut Masuk

Pemerintah tengah menyiapkan aturan baru terkait Tarif Layanan Ojek Online yang mencakup jasa pengantaran penumpang, barang, hingga makanan. Penyusunan regulasi tersebut dilakukan melalui Peraturan Presiden (Perpres) tentang ojek daring dengan melibatkan kementerian terkait, perusahaan aplikasi, serta perwakilan pengemudi.

Kebijakan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun ekosistem transportasi daring yang lebih tertata sekaligus meningkatkan kesejahteraan pengemudi. Berdasarkan pembahasan pemerintah bersama DPR, pengaturan tarif untuk layanan antar barang dan makanan nantinya berada di bawah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Sementara itu, layanan transportasi orang menjadi kewenangan Kementerian Perhubungan. Adapun Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) akan berperan dalam pembinaan serta penguatan kapasitas ekonomi para pengemudi ojol.

Menteri UMKM Maman Abdurrahman mengatakan pemerintah masih membuka ruang dialog dengan asosiasi dan komunitas pengemudi sebelum regulasi tersebut disahkan. Pertemuan lanjutan dijadwalkan berlangsung dalam waktu dekat dengan target Perpres dapat diteken paling lambat awal September 2026.

Menurut Maman, regulasi tersebut diharapkan mampu memberikan ruang lebih besar bagi pengemudi untuk meningkatkan kesejahteraan. Penghasilan pengemudi juga diharapkan tidak hanya bergantung pada aktivitas menarik penumpang.

Tarif Layanan Ojek Online Akan Dibahas Bersama

Pembahasan Tarif Layanan Ojek Online menjadi salah satu bagian penting dalam penyusunan ekosistem transportasi digital. Pemerintah ingin memastikan ketentuan yang diterapkan mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan pengemudi, konsumen, dan perusahaan aplikasi.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjelaskan, aturan mengenai biaya jasa aplikasi untuk layanan antar orang sebenarnya sudah ditetapkan melalui keputusan Menteri Perhubungan. Besaran biaya jasa aplikasi maksimal delapan persen dan telah berlaku sejak 1 Juli 2026.

Namun, cakupan Perpres kini diperluas karena pemerintah tidak lagi hanya membahas transportasi orang. Pengaturan juga akan mencakup layanan pengiriman barang dan makanan yang selama ini menjadi bagian penting dari aktivitas ekonomi digital.

Dudy mengatakan perluasan cakupan tersebut membuat proses finalisasi regulasi membutuhkan pembahasan lebih lanjut agar seluruh ketentuan dapat berjalan secara konsisten.

Pemerintah Cari Titik Keseimbangan

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Nezar Patria menyebut pemerintah telah berdiskusi dengan perusahaan aplikator dan pengemudi mengenai ekosistem pengantaran barang serta makanan.

Pembahasan tersebut diarahkan untuk mencari titik keseimbangan dalam penetapan Tarif Layanan Ojol. Pemerintah ingin kebijakan yang dihasilkan tetap memberikan perlindungan kepada pengemudi tanpa mengganggu keberlanjutan bisnis perusahaan aplikasi.

Selain persoalan tarif, pemerintah juga mendorong agar pengemudi memiliki kesempatan mengembangkan sumber pendapatan lain. Dengan demikian, kebijakan baru diharapkan tidak sekadar mengatur tarif, tetapi turut memperkuat posisi pengemudi dalam ekosistem ekonomi digital.

Uang Cepat Habis Setelah Gajian? Coba Audit Pengeluaran Selama 30 Hari

0

Uang Cepat Habis Setelah Gajian sering terasa seperti kejadian yang sulit dijelaskan. Hari pertama menerima gaji masih merasa lega, tetapi beberapa hari kemudian saldo mulai turun drastis. Berempat.com melihat persoalan ini menarik untuk dibahas karena penyebabnya tidak selalu berkaitan dengan besarnya penghasilan. Cara mengatur uang, kebiasaan belanja, tagihan rutin, cicilan, sampai transaksi kecil yang dilakukan berulang kali bisa membuat penghasilan terasa cepat menghilang.

Fenomena tersebut semakin relevan ketika pembayaran digital menjadi bagian dari keseharian. Membeli makanan, membayar transportasi, berlangganan layanan digital, sampai berbelanja di marketplace dapat dilakukan hanya dengan beberapa sentuhan layar. Transaksi menjadi praktis, tetapi rasa “kehilangan uang” terkadang tidak terasa sebesar ketika seseorang mengeluarkan uang tunai.

Bank Indonesia mencatat nilai transaksi uang elektronik pada 2024 mencapai Rp1.305,3 triliun, meningkat sekitar 29,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya aktivitas transaksi menggunakan instrumen pembayaran digital di Indonesia.

Kemudahan transaksi tentu memberikan manfaat. Namun, semakin mudah seseorang membayar sesuatu, semakin penting pula kemampuan untuk mengetahui ke mana uang pergi.

Uang Cepat Habis Setelah Gajian?Pengeluaran Kecil Bisa Diam-Diam Menghabiskan Gaji Loh!

Ketika menghadapi kondisi Uang Cepat Habis Setelah Gajian, banyak orang langsung mencari pengeluaran besar.

Cicilan kendaraan, biaya sewa, tagihan rumah, biaya pendidikan, atau kebutuhan keluarga memang bisa mengambil porsi besar dari pendapatan. Namun, ada jenis pengeluaran lain yang sering tidak mendapatkan perhatian cukup: transaksi kecil.

Secangkir kopi seharga Rp25 ribu mungkin terasa biasa. Begitu juga biaya pesan makanan Rp35 ribu, ongkos tambahan Rp10 ribu, atau pembelian barang kecil seharga Rp50 ribu.

Masalahnya muncul ketika semua transaksi tersebut dilakukan berkali-kali.

Sebagai contoh, pengeluaran rata-rata Rp35 ribu selama 25 hari bisa mencapai Rp875 ribu dalam satu bulan. Jika ditambah beberapa kebiasaan belanja lainnya, nominalnya bisa menembus angka jutaan rupiah.

Karena itu, ketika saldo terasa cepat menipis, jangan hanya mencari satu transaksi besar. Periksa frekuensi.

Bisa jadi masalahnya bukan satu pembelian mahal, melainkan puluhan keputusan kecil yang terjadi sepanjang bulan.

Gaji Naik, Gaya Hidup Ikut Naik

Pendapatan yang meningkat seharusnya memberikan ruang finansial yang lebih besar. Namun, dalam praktiknya, kenaikan penghasilan sering diikuti kenaikan standar hidup.

Ketika gaji bertambah, seseorang mungkin mulai makan di tempat yang lebih mahal, memilih layanan berlangganan dengan paket premium, mengganti perangkat lebih sering, atau meningkatkan frekuensi bepergian.

Fenomena ini sering disebut lifestyle inflation.

Misalnya, seseorang sebelumnya memperoleh Rp6 juta per bulan dan mampu menyisihkan Rp1 juta. Setelah penghasilan naik menjadi Rp9 juta, pengeluarannya ikut meningkat menjadi Rp8 juta. Secara nominal memang mendapatkan tambahan Rp3 juta, tetapi jumlah yang berhasil disimpan justru tidak banyak berubah.

Inilah alasan mengapa gaji yang lebih tinggi tidak otomatis membuat kondisi finansial lebih sehat.

Otoritas Jasa Keuangan juga menempatkan pengelolaan keuangan sebagai bagian penting dari literasi keuangan, termasuk kemampuan mengelola pendapatan, pengeluaran, tabungan, dan tujuan finansial.

Artinya, persoalan keuangan pribadi tidak berhenti pada pertanyaan “berapa besar gaji?” tetapi juga “bagaimana gaji tersebut digunakan?”

Jangan Menunggu Sisa Uang untuk Menabung

Salah satu kebiasaan yang membuat Uang Cepat Habis Setelah Gajian adalah menabung hanya jika masih ada uang pada akhir bulan.

Masalahnya, uang yang tersedia cenderung memiliki banyak tujuan.

Awalnya mungkin hanya digunakan untuk makan dan transportasi. Kemudian muncul ajakan nongkrong, promo marketplace, biaya langganan, kebutuhan mendadak, atau keinginan membeli sesuatu yang sudah lama diincar.

Akhirnya, uang yang tadinya ingin ditabung ikut terpakai.

Pendekatan yang lebih terstruktur adalah memisahkan tabungan setelah menerima penghasilan. Nominalnya tidak harus sama untuk semua orang. Kondisi penghasilan, jumlah tanggungan, cicilan, dan kebutuhan hidup setiap orang berbeda.

Yang lebih penting adalah membuat tabungan menjadi bagian dari anggaran sejak awal.

Uang tersebut bisa dialokasikan untuk dana darurat, investasi, pendidikan, membeli aset, atau tujuan finansial tertentu.

Dengan cara ini, menabung tidak lagi bergantung pada keberuntungan memiliki sisa uang.

Waspadai Belanja karena Promo

Promo memang menarik. Kata-kata seperti “diskon 50 persen”, “gratis ongkir”, “flash sale”, atau “cashback” dapat menciptakan dorongan untuk segera membeli.

Namun, ada perbedaan antara menghemat uang dan mengeluarkan uang lebih sedikit untuk sesuatu yang memang dibutuhkan.

Jika seseorang membeli barang Rp200 ribu karena mendapatkan diskon 40 persen, tetap ada Rp120 ribu yang keluar dari rekening.

Karena itu, sebelum checkout, coba tanyakan tiga hal:

  • Apakah barang ini memang dibutuhkan?
  • Apakah sudah direncanakan sebelumnya?
  • Kalau tidak ada diskon, apakah tetap ingin membelinya?

Jika jawabannya tidak, kemungkinan besar pembelian tersebut berasal dari dorongan sesaat.

Kebiasaan sederhana ini bisa membantu mengurangi pengeluaran impulsif yang sering menjadi salah satu penyebab Uang Cepat Habis Setelah Gajian.

Lakukan Audit Keuangan Selama Satu Bulan

Jika kondisi keuangan masih terasa sulit dikendalikan, tidak perlu langsung membuat sistem budgeting yang rumit.

Mulailah dengan mencatat seluruh pengeluaran selama 30 hari.

Catat semuanya, termasuk pengeluaran Rp5 ribu atau Rp10 ribu. Setelah satu bulan selesai, kelompokkan berdasarkan kategori seperti kebutuhan rumah tangga, makanan, transportasi, hiburan, belanja online, cicilan, langganan, dan kebutuhan lainnya.

Dari sana akan terlihat pola yang sebelumnya tidak disadari.

Mungkin ternyata pengeluaran terbesar bukan berasal dari belanja barang, tetapi makanan. Bisa juga ternyata ada beberapa layanan digital yang masih aktif meskipun jarang digunakan.

Audit sederhana seperti ini memberikan gambaran nyata tentang perilaku finansial.

Setelah mengetahui polanya, barulah tentukan bagian mana yang perlu dikurangi.

Tujuannya bukan membuat hidup menjadi terlalu ketat. Pengelolaan uang yang baik justru memberikan ruang untuk menikmati penghasilan dengan lebih tenang karena kebutuhan utama, tabungan, dan keinginan sudah memiliki porsinya masing-masing.

BI Gratiskan Biaya Transaksi QRIS untuk UMKM, Berlaku Mulai Oktober

0

Kebijakan Biaya Transaksi QRIS kembali mendapat perhatian setelah Bank Indonesia (BI) memperluas pemberlakuan Merchant Discount Rate (MDR) sebesar nol persen untuk sejumlah kategori merchant. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada 1 Oktober 2026 dan diarahkan untuk meringankan beban pelaku usaha sekaligus memperluas penggunaan pembayaran digital di masyarakat.

Pejabat Gubernur Sementara BI Destry Damayanti mengatakan kebijakan MDR nol persen diharapkan memberikan efisiensi bagi pelaku usaha, khususnya UMKM. Menurutnya, perkembangan sistem pembayaran digital perlu memberikan dampak langsung terhadap kegiatan ekonomi dan memperkuat daya saing nasional.

“Setiap kemajuan sistem pembayaran harus bermuara pada satu tujuan, yaitu kebijakan pro-growth yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Destry di Jakarta, dikutip dari Antara, Selasa (18/8/2026).

MDR QRIS merupakan biaya jasa yang dibayarkan merchant kepada penyedia jasa pembayaran (PJP) dalam setiap transaksi menggunakan QRIS. BI menegaskan biaya tersebut menjadi tanggungan merchant dan tidak boleh dialihkan kepada konsumen.

Aturan Biaya Transaksi QRIS untuk UMKM

Dalam aturan terbaru, BI tetap mempertahankan MDR nol persen bagi merchant usaha mikro (UMI) untuk transaksi hingga Rp500 ribu. Sementara transaksi dengan nilai di atas Rp500 ribu dikenakan MDR sebesar 0,3 persen.

Kebijakan tersebut memberikan ruang bagi pelaku usaha mikro untuk menekan Biaya Transaksi QRIS, terutama dalam transaksi dengan nominal kecil yang banyak terjadi pada aktivitas perdagangan sehari-hari.

Perubahan juga diterapkan untuk merchant usaha kecil, menengah, dan besar. Transaksi hingga Rp100 ribu mendapatkan MDR nol persen. Untuk transaksi di atas nominal tersebut, tarif MDR ditetapkan sebesar 0,7 persen.

Sebelumnya, kategori merchant tersebut dikenakan MDR 0,7 persen untuk seluruh transaksi. Perluasan tarif nol persen ini diharapkan dapat meningkatkan minat pelaku usaha menggunakan QRIS sebagai sarana pembayaran.

MDR QRIS Juga Berlaku untuk Sejumlah Layanan

BI turut menetapkan skema berbeda untuk merchant pada sektor tertentu. Di bidang pendidikan, transaksi hingga Rp100 ribu dikenakan MDR nol persen, sedangkan transaksi di atasnya dikenakan tarif 0,6 persen.

Untuk transaksi QRIS di SPBU, MDR gratis berlaku hingga Rp100 ribu. Transaksi dengan nilai lebih tinggi dikenakan tarif 0,4 persen.

Sementara itu, transaksi pada layanan publik dan pemerintah juga memperoleh MDR nol persen. Ketentuan tersebut mencakup Badan Layanan Umum (BLU), Public Service Obligation (PSO), Government to People (G2P), termasuk penyaluran bantuan sosial, serta People to Government (P2G) seperti pembayaran pajak, paspor, dan donasi sosial.

Rantai Pasok Motor Listrik Diperkuat, Peluang Besar Terbuka bagi IKM Lokal

0

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong keterlibatan industri kecil dan menengah (IKM) dalam Rantai Pasok Motor Listrik nasional. Langkah ini dinilai penting agar pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia ikut memperkuat industri komponen dalam negeri, meningkatkan nilai tambah, sekaligus membuka peluang usaha dan lapangan kerja baru.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan pengembangan industri kendaraan listrik harus memberikan manfaat yang lebih luas bagi struktur manufaktur nasional. IKM didorong tidak hanya menjadi penerima pembinaan, tetapi mampu berkembang menjadi pemasok bagi industri besar dan memperoleh pesanan secara berkelanjutan.

“Target kami bukan sekadar semakin banyak IKM yang mendapatkan pembinaan, tetapi juga memenuhi persyaratan industri, karena IKM harus mampu memenuhi kualifikasi sebagai pemasok, masuk ke dalam rantai pasok, dan pada akhirnya memperoleh pesanan secara berkelanjutan,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (18/8).

Upaya tersebut mulai membuahkan hasil. Dua IKM binaan Kemenperin, yakni PT Kannindo Metal Industri dan PT Multikon Rekatama Industri, kini telah masuk dalam ekosistem pendukung motor listrik nasional atau Molinas yang diluncurkan Presiden Prabowo Subianto di Cikarang pada 13 Agustus 2026.

IKM Mulai Masuk Rantai Pasok Motor Listrik

Kedua perusahaan tersebut memproduksi komponen box baterai dan bracket baterai untuk motor listrik Alva yang diproduksi PT Electra Mobilitas Indonesia. Keterlibatan tersebut menunjukkan peluang IKM dalam Rantai Pasok Motor Listrik semakin terbuka seiring meningkatnya kebutuhan terhadap komponen lokal.

Kemenperin menjalankan pembinaan dengan pendekatan supplier development. Kebutuhan industri besar dan original equipment manufacturer (OEM) menjadi dasar untuk memetakan kemampuan IKM. Setelah itu, dilakukan asesmen terhadap teknologi, kualitas, kapasitas produksi, sertifikasi, produktivitas, hingga ketepatan pengiriman.

Menurut Agus, pola tersebut membuat pembinaan lebih terarah karena IKM dikembangkan berdasarkan kebutuhan pasar. Pemerintah kemudian membantu menutup kesenjangan melalui peningkatan teknologi, sumber daya manusia, standardisasi, serta fasilitas pengujian.

Pemerintah Perluas Lokalisasi Komponen

Penguatan Rantai Pasok Motor Listrik juga diarahkan pada peningkatan penggunaan komponen buatan dalam negeri. IKM yang sudah memiliki kemampuan manufaktur dapat diarahkan memproduksi komponen seperti bracket, housing, sheet metal, fastener, wiring harness, hingga komponen berbahan logam, plastik, dan karet.

Sementara itu, IKM dengan kemampuan engineering lebih tinggi berpeluang masuk ke produksi battery housing, motor housing, precision machining, komponen kelistrikan, hingga bagian pendukung battery pack dan power electronics.

Direktur Jenderal IKMA Kemenperin Reni Yanita menilai kemitraan antara IKM, industri besar, OEM, dan Tier-1 menjadi salah satu kunci mempercepat integrasi tersebut. Kemenperin juga menggelar business matching yang dilengkapi penyampaian spesifikasi, supplier assessment, pengembangan prototipe, pengujian, dan proses kualifikasi pemasok.

Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap semakin banyak IKM nasional yang mampu memenuhi standar industri dan mengambil posisi dalam Rantai Pasok Motor Listrik, sehingga pertumbuhan kendaraan listrik turut memperkuat fondasi manufaktur Indonesia.

Jangan Sampai Nasihat yang Baik Justru Menjadi Penghambat Karier

0

Penghambat karier kadang datang dari tempat yang tidak disangka-sangka. Salah satunya adalah nasihat orang tua yang sebenarnya diberikan karena rasa sayang, tetapi belum tentu selalu cocok dengan kondisi dunia kerja saat ini. Di Berempat.com, kami melihat bahwa kalimat seperti “cari pekerjaan yang aman saja”, “jangan terlalu sering pindah kerja”, atau “yang penting jadi pegawai tetap” tetap bisa menjadi bahan pertimbangan, tetapi tidak harus diterima sebagai aturan mutlak dalam menentukan arah profesional.

Orang tua tentu memiliki pengalaman hidup yang berbeda. Banyak nasihat mereka lahir dari kondisi ekonomi dan dunia kerja pada zamannya. Sementara itu, pasar kerja terus berubah. Teknologi, kecerdasan buatan, pekerjaan remote, ekonomi digital, profesi kreatif, hingga pekerjaan berbasis proyek membuat pilihan karier saat ini semakin beragam.

World Economic Forum dalam Future of Jobs Report 2025 memperkirakan 170 juta pekerjaan baru akan tercipta secara global hingga 2030, sementara sekitar 92 juta pekerjaan berpotensi terdampak atau tergeser. Secara bersih, perubahan tersebut diproyeksikan menghasilkan tambahan 78 juta pekerjaan. Laporan ini berdasarkan survei terhadap lebih dari 1.000 perusahaan yang mewakili lebih dari 14 juta pekerja.

Perubahan tersebut menunjukkan bahwa pekerjaan yang dianggap aman hari ini belum tentu memiliki bentuk yang sama beberapa tahun mendatang. Bahkan, WEF memperkirakan 39% keterampilan inti pekerja akan berubah hingga 2030.

Karena itu, mendengarkan nasihat keluarga tetap penting. Namun, keputusan tanpa penghambat karier perlu disesuaikan dengan kemampuan, tujuan pribadi, dan kondisi industri yang sedang dihadapi.

“Yang Penting Kerja Tetap” Tidak Selalu Menjadi Pilihan Terbaik

Bagi generasi sebelumnya, pekerjaan tetap sering dianggap sebagai simbol kestabilan. Pendapatan rutin, jenjang karier yang jelas, dan fasilitas perusahaan menjadi alasan kuat untuk mempertahankan satu pekerjaan selama mungkin.

Nilai tersebut masih relevan. Namun, kondisi setiap orang berbeda.

Ada orang yang berkembang pesat dalam pekerjaan tetap. Ada pula yang memiliki potensi lebih besar melalui pekerjaan profesional independen, bisnis, startup, konsultasi, pekerjaan kreatif, atau profesi digital.

Masalah muncul ketika seseorang memilih pekerjaan semata-mata karena dianggap aman, padahal bidang tersebut tidak sesuai dengan kemampuan atau minatnya.

Dalam jangka panjang, keputusan seperti ini dapat menjadi penghambat karier karena seseorang berhenti mengembangkan kemampuan yang sebenarnya menjadi kekuatannya.

Karier juga tidak harus mengikuti satu jalur lurus. Seseorang bisa memulai sebagai staf pemasaran, kemudian menjadi spesialis digital marketing, membangun agensi kecil, dan akhirnya menjadi konsultan. Perpindahan tersebut tidak otomatis berarti gagal mempertahankan karier. Bisa saja itu merupakan proses menemukan posisi yang lebih sesuai.

Nasihat “Jangan Sering Pindah Kerja” Perlu Dilihat Konteksnya

Nasihat untuk tidak terlalu sering berganti pekerjaan sebenarnya memiliki dasar. Terlalu banyak perpindahan tanpa alasan yang jelas memang dapat menimbulkan pertanyaan ketika seseorang melamar pekerjaan baru.

Namun, menjadikan semua perpindahan sebagai sesuatu yang buruk juga kurang tepat.

Pindah pekerjaan dapat dilakukan karena ingin mendapatkan tanggung jawab lebih besar, mempelajari teknologi baru, memasuki industri yang sedang berkembang, memperoleh kompensasi yang lebih sesuai, atau mencari lingkungan kerja yang lebih cocok.

Yang perlu dilihat bukan sekadar berapa kali seseorang pindah perusahaan, tetapi apa yang diperoleh dari setiap perpindahan tersebut.

Jika jawabannya iya, perpindahan tersebut dapat menjadi bagian dari strategi pengembangan karier.

Sebaliknya, bertahan selama bertahun-tahun di posisi yang sama tanpa menambah keterampilan juga tidak otomatis membuat karier lebih aman.

Nasihat Orang Tua yang Bisa Menjadi Penghambat Karier

Ada beberapa nasihat yang terdengar masuk akal, tetapi perlu diperiksa kembali sebelum dijadikan prinsip hidup.

Salah satunya adalah “ikuti pekerjaan yang paling aman.”

Keamanan pekerjaan memang penting. Namun, keamanan tidak hanya berasal dari status pegawai tetap. Kemampuan yang terus berkembang juga dapat menjadi bentuk keamanan karier.

Nasihat lain yang perlu dipertimbangkan adalah “jangan terlalu mengejar uang.”

Kalimat tersebut mungkin dimaksudkan agar seseorang tidak menjadikan uang sebagai satu-satunya ukuran keberhasilan. Namun, kompensasi tetap perlu diperhatikan. Jika tanggung jawab terus bertambah sementara penghasilan dan kesempatan berkembang tidak bergerak, seseorang perlu mengevaluasi situasinya.

Ada pula anggapan bahwa “yang penting punya pekerjaan sesuai jurusan.”

Dunia profesional saat ini tidak selalu bekerja seperti itu. Banyak orang justru membangun karier melalui keterampilan yang mereka kembangkan setelah lulus pendidikan.

LinkedIn dalam laporan Skills on the Rise 2026 menyebut perusahaan semakin memperhatikan keterampilan yang dimiliki seseorang, bukan hanya gelar, jabatan, atau jalur karier yang linear.

Artinya, kemampuan untuk terus belajar dapat menjadi aset yang sangat penting.

Jangan Terlalu Terpaku pada Gelar dan Jabatan

Pendidikan tetap memiliki peran penting dalam membangun fondasi profesional. Namun, gelar bukan satu-satunya faktor yang menentukan perkembangan karier.

Kemampuan analisis data, komunikasi, kepemimpinan, pemasaran digital, penggunaan AI, negosiasi, pemecahan masalah, dan kemampuan menjual ide dapat memiliki nilai tinggi tergantung bidang yang dipilih.

WEF menempatkan analytical thinking sebagai salah satu keterampilan inti teratas yang dianggap penting oleh pemberi kerja. Resiliensi, fleksibilitas, agility, kepemimpinan, dan pengaruh sosial juga termasuk keterampilan yang banyak dibutuhkan.

Karena itu, seseorang perlu melihat karier sebagai proses membangun kompetensi, bukan sekadar mengumpulkan jabatan.

Dengarkan Nasihat, tetapi Tetap Periksa Relevansinya

Sebelum menerima atau menolak nasihat orang tua, ada beberapa pertanyaan yang dapat membantu.

Pertama, apakah kondisi industri saat ini masih sama dengan ketika nasihat tersebut terbentuk?

Kedua, apakah saran tersebut sesuai dengan tujuan karier pribadi?

Ketiga, keterampilan apa yang sedang dibutuhkan pasar?

Keempat, apakah pilihan tersebut memberikan ruang untuk berkembang dalam tiga sampai lima tahun ke depan?

Kelima, apa konsekuensinya jika nasihat tersebut benar-benar diikuti?

Pertanyaan semacam ini membuat keputusan karier lebih objektif. Seseorang tidak harus melawan orang tua hanya demi terlihat mandiri. Begitu pula tidak perlu mengikuti semua nasihat hanya karena merasa tidak enak hati.

Harga BBM Nonsubsidi Terbaru di Sejumlah SPBU, Ada yang Belum Tersedia

0

Harga BBM Nonsubsidi di sejumlah jaringan SPBU pada 17 Agustus 2026 masih menggunakan tarif yang telah ditetapkan sejak awal bulan. Tidak ada perubahan harga baru bertepatan dengan peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia, sehingga konsumen masih mengacu pada daftar tarif yang berlaku di Pertamina, BP-AKR, Shell, Vivo, dan Mobil Indostation.

Pertamina sebelumnya melakukan penyesuaian harga pada sejumlah produk BBM nonsubsidi mulai 1 Agustus 2026. Perubahan tersebut mencakup produk bensin dalam jajaran Pertamax serta beberapa jenis bahan bakar diesel.

Penyesuaian harga juga terjadi di sejumlah SPBU swasta. BP-AKR dan Vivo menetapkan tarif baru untuk beberapa produk mereka, sedangkan Shell melakukan perubahan pada produk diesel. Namun, beberapa varian bensin Shell masih belum tersedia di sejumlah jaringan SPBU.

Bagi masyarakat yang ingin mengetahui Harga BBM Nonsubsidi terbaru, berikut daftar harga yang berlaku pada 17 Agustus 2026.

Daftar Harga BBM Nonsubsidi di SPBU

Di jaringan Pertamina, harga Pertamax dengan RON 92 berada di level Rp15.950 per liter. Pertamax Green RON 95 dijual Rp16.600 per liter, sementara Pertamax Turbo RON 98 dipatok Rp18.300 per liter.

Untuk bahan bakar diesel, Dexlite dengan CN 51 dibanderol Rp19.700 per liter. Adapun Pertamina Dex CN 53 memiliki harga Rp21.150 per liter.

Sementara itu, BP-AKR menetapkan harga BP 92 sebesar Rp16.130 per liter. BP Ultimate dijual Rp16.760 per liter, sedangkan BP Ultimate Diesel berada di level Rp21.910 per liter.

Di jaringan Shell, produk diesel yang tersedia adalah Shell V-Power Diesel dengan harga Rp21.910 per liter. Untuk Shell Super RON 92, Shell V-Power RON 95, dan Shell V-Power Nitro+ RON 98, produk tersebut masih belum tersedia.

Vivo juga mencatat harga Revvo 92 sebesar Rp16.130 per liter dan Revvo 95 Rp16.760 per liter. Sementara Diesel Primus dijual Rp21.910 per liter.

Adapun Mobil Indostation masih mencantumkan harga Gasoline 92 sebesar Rp16.670 per liter dan belum melakukan pembaruan tarif.

Dengan belum adanya perubahan baru, Harga BBM Nonsubsidi pada 17 Agustus masih mengikuti penetapan sebelumnya. Perbedaan harga antaroperator membuat konsumen dapat mempertimbangkan jenis BBM dan jaringan SPBU yang sesuai dengan kebutuhan kendaraan maupun anggaran.

Ribuan Wisatawan Batal ke Bromo, Kapan Akses Wisata Bromo Dibuka Lagi?

Pembukaan kembali Akses Wisata Bromo masih menunggu perkembangan penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo. Aparat memastikan kawasan wisata tersebut baru dapat dibuka setelah pemantauan menunjukkan kondisi benar-benar aman dari titik api maupun kepulan asap.

Komandan Sektor (Dansektor) Penanganan Karhutla Wilayah Korem 083/Baladhika Jaya, Kolonel Inf Wahyu Ramadhanus Suryawan, mengatakan keputusan pembukaan kawasan akan mengacu pada kondisi faktual di lapangan. Menurutnya, keselamatan wisatawan dan masyarakat menjadi pertimbangan utama sebelum aktivitas pariwisata kembali berjalan.

Dilansir ANTARA, Wahyu mengatakan pihaknya berharap kegiatan wisata dapat segera kembali normal. Namun, rekomendasi pembukaan baru diberikan apabila hasil pemantauan memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi membahayakan pengunjung maupun petugas.

“Kami berharap pariwisata segera berjalan kembali, tetapi tentunya setelah dilakukan kajian dan dipastikan wilayah tersebut benar-benar aman,” ujar Wahyu dalam keterangan pers yang diterima di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu.

Ia menegaskan penutupan sementara kawasan terdampak karhutla merupakan langkah pencegahan. Pemerintah tidak ingin terburu-buru membuka Akses Wisata Bromo sebelum seluruh risiko kebakaran dapat dipastikan terkendali.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) Rudijanta Tjahja Nugraha mengatakan pihaknya masih menunggu laporan dari satuan tugas penanganan karhutla mengenai kondisi terkini kawasan Bromo.

Menurut laporan ANTARA, setelah rekomendasi keamanan diterima, Balai Besar TNBTS akan kembali mengecek kesiapan fasilitas dan sarana prasarana wisata. Peralatan yang ditemukan mengalami kerusakan atau belum layak digunakan akan diperbaiki sebelum kawasan menerima kunjungan wisatawan.

Rudi mengatakan waktu pembukaan kawasan nantinya akan diumumkan pemerintah setelah seluruh proses evaluasi selesai.

Ribuan Pengunjung Bromo Terdampak Akses Penutupan Wisata

Penutupan Akses Wisata Bromo berdampak terhadap wisatawan yang sebelumnya telah memiliki tiket kunjungan. Untuk periode 9-15 Agustus 2026, tercatat lebih dari 3.000 wisatawan telah membeli tiket untuk berkunjung ke kawasan tersebut.

ANTARA melaporkan Balai Besar TNBTS memberikan pilihan kepada wisatawan untuk melakukan penjadwalan ulang atau meminta pengembalian dana tiket. Hingga periode tersebut, sebanyak 2.056 wisatawan tercatat telah mengajukan refund.

Dari jumlah itu, sebanyak 1.944 merupakan wisatawan nusantara dan 112 wisatawan asing. Selain refund, terdapat 32 wisatawan nusantara yang memilih menjadwalkan ulang kunjungannya.

Penutupan dilakukan melalui seluruh pintu masuk wisata Gunung Bromo dari wilayah Kabupaten Probolinggo, Malang, Pasuruan, dan Lumajang. Pembukaan kembali Akses Wisata Bromo akan dilakukan setelah kondisi kawasan dinilai aman dan rekomendasi dari tim penanganan karhutla diterima.

Harga Telur Ayam Rp29.400, Harga Cabai dan Bawang Masih Tinggi

0

Harga Telur Ayam ras di tingkat pedagang eceran masih berada di kisaran Rp29.400 per kilogram berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia. Angka tersebut tercatat bersama sejumlah komoditas pangan lainnya yang menjadi perhatian masyarakat karena berpengaruh langsung terhadap kebutuhan sehari-hari.

Data PIHPS yang diperbarui pada Minggu pukul 08.30 WIB menunjukkan harga bawang merah secara nasional berada di level Rp39.450 per kilogram. Sementara bawang putih tercatat Rp40.500 per kilogram.

Pergerakan harga pangan juga terlihat pada komoditas beras dengan berbagai kualitas. Beras kualitas bawah I dijual rata-rata Rp14.800 per kilogram, sedangkan kualitas bawah II berada di angka Rp14.600. Untuk beras medium I dan II, masing-masing tercatat Rp16.500 dan Rp16.300 per kilogram.

Adapun beras kualitas super I mencapai Rp17.750 per kilogram dan super II sebesar Rp17.250 per kilogram. Perbedaan harga tersebut mencerminkan variasi kualitas yang tersedia di pasar eceran nasional.

Harga Telur Ayam dan Komoditas Pangan Lain

Selain Telur Ayam, komoditas hortikultura juga mencatat harga yang cukup tinggi. Cabai merah besar berada di kisaran Rp49.100 per kilogram, sementara cabai merah keriting mencapai Rp50.450. Harga cabai rawit hijau tercatat Rp55.350 per kilogram dan cabai rawit merah menjadi salah satu yang paling tinggi dengan harga Rp62.650.

Untuk kelompok protein hewani lainnya, harga daging ayam ras segar tercatat Rp41.350 per kilogram. Sementara daging sapi kualitas I berada pada level Rp151.450 per kilogram dan kualitas II sebesar Rp142.900.

Harga gula pasir juga masuk dalam daftar komoditas yang dipantau PIHPS. Gula pasir premium tercatat Rp20.350 per kilogram, sedangkan gula pasir lokal berada di angka Rp19.050.

Di sektor minyak goreng, harga minyak goreng curah tercatat Rp20.350 per liter. Minyak goreng kemasan bermerek I berada pada level Rp24.300 per liter, sedangkan kemasan bermerek II dijual rata-rata Rp23.550 per liter.

Data harga pangan tersebut menjadi salah satu acuan untuk melihat perkembangan harga berbagai kebutuhan pokok di pasar. Bagi masyarakat, perubahan harga Telur Ayam, beras, cabai, daging, hingga minyak goreng dapat memengaruhi pengeluaran rumah tangga, terutama ketika terjadi kenaikan pada sejumlah komoditas secara bersamaan.

Isolasi Ekonomi Iran Makin Nyata, Selat Hormuz Kembali Bikin Pasar Cemas

0

Harga minyak dunia kembali menguat setelah Amerika Serikat (AS) membuka kemungkinan blokade laut terhadap pelabuhan Iran berlangsung tanpa batas waktu. Situasi tersebut membuat pasar kembali mencermati potensi gangguan pasokan energi sekaligus dampak dari kebijakan Isolasi Ekonomi Iran yang mulai digaungkan Washington.

Mengutip CNBC, Sabtu (15/8/2026), harga minyak Brent sebagai acuan global naik 1,7 persen menjadi US$88,52 per barel. Sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat 1,4 persen ke level US$82,40 per barel.

Kenaikan itu terjadi setelah kedua harga acuan sempat terkoreksi sekitar 2 persen pada perdagangan Kamis. Meski demikian, secara mingguan Brent dan WTI masih mencatat penguatan lebih dari 5 persen.

Perhatian pelaku pasar kembali tertuju pada pernyataan Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengenai sejumlah langkah untuk menciptakan Isolasi Ekonomi Iran. Dalam wawancara dengan Newsmax, Bessent menyebut langkah yang tengah disiapkan pemerintah AS memiliki skala yang belum pernah terjadi sebelumnya.

Pernyataan tersebut muncul tidak lama setelah Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyatakan pasukan Amerika dapat mempertahankan blokade terhadap pelabuhan Iran dalam waktu yang tidak ditentukan.

Ketegangan Hormuz Kembali Mengerek Risiko Pasokan

Situasi semakin memanas setelah Uni Emirat Arab (UEA) menyatakan Iran menyerang dua kapal milik Abu Dhabi National Oil Company (ADNOC) yang sedang melintasi Selat Hormuz pada Kamis malam.

Kabar tersebut kembali menempatkan Selat Hormuz sebagai pusat perhatian pasar energi. Jalur perairan yang menghubungkan kawasan Teluk dengan pasar global itu merupakan salah satu rute utama pengiriman minyak dunia. Gangguan terhadap lalu lintas kapal berpotensi menimbulkan tekanan baru terhadap pasokan dan harga energi.

Sehari sebelumnya, kekhawatiran pasar sempat mereda setelah Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan volume ekspor minyak yang melewati Selat Hormuz masih lebih tinggi dibandingkan sejumlah perkiraan independen. Pernyataan itu membuat harga minyak terkoreksi.

Namun, perkembangan geopolitik terbaru kembali membalik sentimen tersebut. Pelaku pasar kini memperhitungkan kemungkinan kebijakan Isolasi Ekonomi Iran berlangsung lebih lama dan berdampak terhadap aktivitas perdagangan energi.

Di sisi lain, Badan Energi Internasional (IEA) memperkirakan pertumbuhan permintaan minyak global tahun ini akan lebih rendah dari proyeksi sebelumnya. Tekanan terhadap aktivitas ekonomi serta gangguan arus energi di sekitar Selat Hormuz menjadi sejumlah faktor yang diperhatikan dalam prospek tersebut.

Bukan Cuma Motor Listrik, MoLiNas Bawa Misi Besar Kemandirian Industri

0

Pemerintah terus mendorong Kemandirian Industri melalui pengembangan kendaraan bermotor listrik berbasis baterai (KBLBB). Upaya tersebut kembali mendapat momentum setelah Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meluncurkan Motor Listrik Nasional (MoLiNas) sekaligus ekosistem pendukungnya di fasilitas produksi ALVA, Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (13/8/2026).

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan kehadiran MoLiNas menjadi bagian penting dari langkah pemerintah memperkuat kemampuan manufaktur dalam negeri. Pengembangan kendaraan listrik dinilai dapat menjadi sarana untuk memperdalam struktur industri, meningkatkan penguasaan teknologi, serta memperbesar penggunaan komponen buatan Indonesia.

Menurut Agus, Indonesia perlu mengambil posisi lebih kuat dalam perkembangan industri kendaraan listrik global. Penguatan sektor tersebut diarahkan agar Indonesia tidak berhenti sebagai pasar bagi produk kendaraan listrik, tetapi mampu menjadi lokasi produksi sekaligus pusat pengembangan teknologi.

“MoLiNas harus kita jadikan sebagai momentum untuk membangun ekosistem kendaraan listrik nasional yang semakin kuat dari hulu sampai hilir,” kata Agus di Bekasi.

Ia menambahkan, agenda tersebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo untuk meningkatkan penguasaan sains, teknologi, dan kapasitas industri nasional. Kolaborasi pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, lembaga penelitian, perguruan tinggi, hingga sektor keuangan dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat Kemandirian Industri.

Dalam kunjungannya, Presiden Prabowo meninjau langsung proses produksi motor listrik di fasilitas ALVA. Presiden juga melihat berbagai produk dan komponen yang menjadi bagian dari ekosistem kendaraan listrik nasional sebelum menandatangani plakat produksi ALVA sebanyak 20 ribu unit.

Prabowo mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam pengembangan MoLiNas. Menurutnya, kerja sama antara perusahaan swasta, BUMN, pelaku usaha, serta kalangan akademisi menunjukkan penerapan semangat Indonesia Incorporated dalam membangun kemampuan nasional.

Kapasitas Industri Kendaraan Listrik Terus Bertambah

Kemenperin mencatat Indonesia telah memiliki fondasi manufaktur yang cukup besar untuk mengembangkan industri kendaraan listrik. Saat ini terdapat 69 perusahaan KBLBB roda dua dan roda tiga dengan kapasitas produksi mencapai 2,511 juta unit per tahun. Nilai investasi pada kelompok industri tersebut mencapai sekitar Rp1,2 triliun.

Untuk kendaraan listrik roda empat, terdapat 14 perusahaan dengan kapasitas produksi sekitar 409.860 unit per tahun. Sementara itu, sebanyak 10 perusahaan kendaraan komersial listrik memiliki kapasitas produksi 7.500 unit per tahun.

Jika seluruh sektor perakitan tersebut digabungkan, nilai investasi industri kendaraan listrik nasional telah mencapai sekitar Rp30,468 triliun.

Agus menilai kapasitas produksi yang tersedia menunjukkan Indonesia memiliki modal manufaktur yang memadai. Tantangan berikutnya adalah meningkatkan utilisasi pabrik, menjaga pertumbuhan pasar, serta memperkuat rantai pasok agar semakin banyak komponen kendaraan diproduksi di dalam negeri.

Populasi Kendaraan Listrik Meningkat

Perkembangan pasar juga terlihat dari pertumbuhan jumlah kendaraan listrik yang digunakan masyarakat. Berdasarkan data Kemenperin, populasi KBLBB di Indonesia telah mencapai 468.231 unit hingga sekitar April 2026.

Kendaraan listrik roda dua menjadi kelompok terbesar dengan populasi 242.909 unit, sedangkan kendaraan listrik roda empat penumpang mencapai 223.100 unit. Pertumbuhan populasi KBLBB juga berlangsung sangat cepat dengan compound annual growth rate (CAGR) lebih dari 150 persen sepanjang 2020–2025.

Pemerintah melihat peningkatan tersebut sebagai sinyal positif terhadap penerimaan masyarakat. Namun, pertumbuhan konsumsi harus berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan industri domestik.

Karena itu, Kemandirian Industri menjadi salah satu sasaran utama dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik. Pemerintah ingin pertumbuhan kendaraan listrik turut menciptakan efek berganda melalui peningkatan produksi komponen lokal, penyerapan investasi, penguasaan teknologi, serta penciptaan aktivitas ekonomi baru.