Senin, Mei 11, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 104

Bingung Jual Produk Digital di Mana? Nih Rekomendasi Tempat yang Udah Terbukti!

Belakangan ini makin banyak orang yang tertarik jual produk digital. Mulai dari e-book, template desain, preset foto, sampai kelas online. Bukan cuma karena modalnya minim, tapi juga karena produk digital bisa dijual berkali-kali tanpa harus produksi ulang. Tapi muncul satu pertanyaan yang sering banget ditanyain: “Kalau nggak mau repot bikin website sendiri, terus jualannya di mana?”

Tenang, sekarang udah banyak platform yang bisa jadi tempat jual produk digital tanpa perlu kamu pusing mikirin domain, hosting, atau coding. Yang penting kamu punya produk, tinggal upload, kasih harga, dan mulai promosi.

1. Tokopedia Digital & Shopee

Iya, bener banget. Marketplace kayak Tokopedia dan Shopee nggak cuma buat jual barang fisik aja. Sekarang mereka udah punya kategori khusus buat produk digital kayak pulsa, e-book, jasa top up game, sampai template desain. Keuntungannya? Trafik di dua platform ini gede banget. Tinggal pintar-pintarnya aja kasih deskripsi produk yang menarik dan harga yang bersaing.

2. Gumroad

Kalau kamu punya produk digital yang menyasar pasar internasional, Gumroad bisa jadi pilihan oke. Platform ini gampang banget dipakai, bahkan buat pemula. Cukup daftar, upload produk digital kamu, dan langsung bisa dijual. Pembayaran pun bisa pakai kartu kredit atau PayPal. Banyak kreator dari seluruh dunia udah jualan di sini, jadi peluang pasarnya luas banget.

3. Etsy

Meski awalnya terkenal buat kerajinan tangan, Etsy sekarang juga jadi tempat favorit untuk jualan produk digital seperti planner, printable, dan desain undangan. Pasarnya udah terbentuk dan kebanyakan pembelinya memang cari produk-produk unik. Cocok buat kamu yang suka bikin produk digital dengan gaya visual yang artsy.

4. Kelas Online di Skillshare atau Udemy

Kalau kamu punya keahlian tertentu—entah itu desain, memasak, fotografi, atau coding—coba deh bikin kelas digital dan jual di platform seperti Skillshare atau Udemy. Kamu nggak perlu punya pengikut banyak dulu, karena platform ini sudah punya traffic sendiri. Yang penting kelas kamu jelas, menarik, dan punya nilai tambah buat yang belajar.

5. Google Play Books atau Gramedia Digital

Punya karya tulis sendiri? E-book kamu bisa banget dijual di Google Play Books atau Gramedia Digital. Kamu cukup daftar sebagai publisher, upload naskah, lalu tunggu proses approval. Kalau lolos, tinggal promosiin aja!

6. Karyakarsa

Kalau kamu kreator lokal dan ingin menjual produk digital seperti e-book, ilustrasi, audio, atau bahkan konten eksklusif, Karyakarsa bisa jadi pilihan yang tepat. Platform ini memudahkanmu membangun komunitas pendukung dan menawarkan produk digital dengan sistem langganan atau sekali beli. Banyak penulis, ilustrator, dan podcaster Indonesia yang udah pakai platform ini untuk monetisasi karya mereka.

Kamu nggak perlu jago bikin website atau ngerti dunia digital marketing yang rumit buat bisa jualan produk digital. Yang penting kamu tahu produk kamu cocok dijual di mana, dan mau nyoba pelan-pelan. Manfaatkan platform yang udah ada, dan jangan lupa promosiin lewat media sosial biar makin banyak yang tahu.

Intinya, sekarang zamannya serba simpel. Kamu bisa mulai dari apa yang kamu punya. Mau itu desain, tulisan, audio, video, atau skill ngajarmu—asal dikemas dengan baik, produk digital kamu bisa laku dan jadi sumber cuan yang nggak terduga.

Sinyal Positif dari Investor, BI Catat Modal Asing Terus Mengalir

0

Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing bersih ke pasar keuangan domestik mencapai Rp2,36 triliun selama periode 21 hingga 24 April 2025. Angka ini menunjukkan adanya sentimen positif investor terhadap prospek ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa dana asing tersebut sebagian besar mengalir ke pasar Surat Berharga Negara (SBN), yakni sebesar Rp11,13 triliun. Sementara itu, terjadi arus keluar modal asing dari pasar saham dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masing-masing sebesar Rp1,33 triliun dan Rp7,44 triliun.

“Secara keseluruhan, kita masih mencatat net inflow sebesar Rp2,36 triliun, yang menunjukkan kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi domestik tetap terjaga,” ujar Ramdan dalam keterangannya, Jumat (25/4).

Rupiah Stabil, Risiko Investasi Menurun

BI juga mencatat adanya penguatan nilai tukar rupiah yang dibuka di level Rp16.800 per dolar AS pada Jumat (25/4), menguat dibandingkan hari sebelumnya yang ditutup di posisi Rp16.865. Penguatan ini ditopang oleh masuknya dana asing dan sentimen positif pasar keuangan.

Premi risiko investasi Indonesia, yang tercermin dalam Credit Default Swaps (CDS) tenor 5 tahun, juga menunjukkan perbaikan. CDS turun dari 104,87 basis poin (bps) pada 18 April menjadi 98,96 bps per 24 April, menandakan persepsi risiko investasi di Indonesia menurun.

Imbal hasil (yield) SBN 10 tahun juga mengalami penurunan dari 6,93 persen menjadi 6,91 persen. Hal serupa juga terjadi pada US Treasury Note 10 tahun yang turun ke level 4,315 persen, mencerminkan tren penurunan imbal hasil secara global di tengah proyeksi penurunan suku bunga acuan The Fed.

BI Terus Optimalkan Strategi Jaga Stabilitas Eksternal

Bank Indonesia menyatakan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi kebijakan antara fiskal dan moneter guna menjaga ketahanan ekonomi nasional. Dalam menghadapi dinamika global, BI mengandalkan strategi bauran kebijakan yang meliputi stabilisasi nilai tukar, penguatan cadangan devisa, serta pengelolaan arus modal secara hati-hati.

“Koordinasi terus kami tingkatkan dengan pemerintah dan otoritas lain. Kami juga memastikan bahwa instrumen-instrumen yang dimiliki BI siap digunakan untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan mendorong daya saing ekonomi nasional,” pungkas Ramdan.

Selain itu, BI juga tetap memantau perkembangan ekonomi global, termasuk arah kebijakan moneter Amerika Serikat, tensi geopolitik, serta dinamika harga komoditas yang dapat memengaruhi sentimen pasar keuangan domestik.

Bitcoin Lampaui Google dan Amazon, Masuk Daftar 5 Aset Termahal Dunia

0

Bitcoin kembali mencatatkan tonggak penting dalam sejarah keuangan global. Aset digital termahal di dunia ini kini berhasil masuk ke jajaran lima besar aset dengan nilai kapitalisasi pasar tertinggi di dunia, melampaui perusahaan teknologi raksasa seperti Alphabet (induk Google), Amazon, dan bahkan logam mulia seperti perak.

Berdasarkan data dari CompaniesMarketCap per Rabu (23/4), kapitalisasi pasar Bitcoin mencapai USD 1,87 triliun. Angka ini membuatnya bertengger di posisi kelima setelah NVIDIA yang berada di peringkat keempat dengan kapitalisasi sebesar USD 2,41 triliun. Di bawah Bitcoin terdapat Alphabet dengan nilai USD 1,859 triliun, Silver di angka USD 1,849 triliun, dan Amazon di kisaran USD 1,837 triliun.

Pencapaian ini menegaskan posisi Bitcoin sebagai satu-satunya aset digital dalam daftar 10 besar aset termahal secara global—yang selama ini didominasi oleh saham perusahaan besar dan komoditas konvensional.

Kenaikan Tajam Harga dan Kepercayaan Investor Jadi Pemicu

Oscar Darmawan, CEO Indodax, menyambut capaian ini sebagai validasi nyata bahwa Bitcoin telah menjelma dari sekadar aset spekulatif menjadi instrumen investasi utama.

“Bitcoin kini menjadi aset digital paling bernilai di dunia. Bahkan berhasil melampaui perusahaan-perusahaan besar seperti Google dan Amazon, serta logam mulia sekelas perak,” ujar Oscar dalam pernyataannya, Jumat (25/4).

Menurutnya, lonjakan kapitalisasi pasar ini tak terjadi dalam semalam. Kenaikan harga Bitcoin yang kini berada di kisaran USD 94.000—atau naik lebih dari 16,5 persen dalam sebulan terakhir—merupakan cerminan dari semakin kuatnya kepercayaan investor global.

Empat besar aset global saat ini masih dipegang oleh emas (USD 22,34 triliun), Apple (USD 3 triliun), Microsoft (USD 2,73 triliun), dan NVIDIA. Namun, Bitcoin kini semakin mendekati level perusahaan teknologi papan atas tersebut.

“Gap kapitalisasi antara Bitcoin dan Alphabet hanya sekitar USD 11 miliar, dengan perak USD 21 miliar, serta Amazon USD 33 miliar. Ini menunjukkan bagaimana Bitcoin terus memperluas daya tariknya di mata investor,” tambah Oscar.

Ia juga mencatat bahwa tren positif tersebut turut terasa di pasar Indonesia. “Jumlah pengguna aktif Indodax terus meningkat. Transaksi pun menunjukkan tren naik. Bitcoin kini tidak hanya dilihat sebagai alat lindung nilai, tetapi juga sebagai bagian penting dari strategi diversifikasi aset,” jelasnya.

Lebih jauh, Oscar menilai bahwa kenaikan nilai Bitcoin juga menandakan semakin besarnya pemahaman masyarakat global terhadap peran Bitcoin sebagai penyimpan nilai jangka panjang. Hal ini ditandai dengan makin banyaknya lembaga keuangan yang memasukkan BTC ke dalam portofolio investasinya.

Dedi Mulyadi: Masalah Pabrik BYD Bukan Premanisme, tapi Calo Tanah

0

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menepis anggapan bahwa pembangunan pabrik mobil listrik BYD asal Tiongkok di Subang terganggu oleh praktik premanisme. Ia menegaskan bahwa persoalan utama yang dihadapi saat ini adalah praktik percaloan tanah yang mempersulit proses pembebasan lahan.

“Masalah utama di Subang itu bukan premanisme, tapi calo tanah. Ada sejumlah pihak yang telah menerima uang muka dari investor, lalu menetapkan harga tanah jauh di atas kewajaran. Ada yang minta Rp20 juta per meter, ada yang Rp10 juta, bahkan ada juga yang minta Rp5 juta per meter,” ungkap Dedi saat ditemui di Bandung, Kamis (24/4).

Menurutnya, fenomena ini sangat merugikan karena menciptakan ketidakpastian bagi para investor. Padahal, kepastian harga dan kelancaran proses pembebasan lahan menjadi kebutuhan dasar dalam iklim investasi.

Premanisme Dinilai Sudah Tidak Relevan

Menanggapi isu premanisme yang sebelumnya ramai diberitakan, Dedi menilai kabar tersebut sudah tidak sesuai dengan kondisi di lapangan saat ini. Ia menyebut bahwa situasi di Subang sudah kondusif dan jauh lebih aman dibanding sebelumnya.

“Itu cerita lama. Sekarang sudah sangat aman. Silakan dicek langsung ke lokasi. Aktivitas seperti penjualan minuman ringan oleh oknum pun sudah hampir tidak ada. Jadi, tidak ada lagi gangguan seperti itu,” kata Dedi menegaskan.

Ia menyatakan bahwa setiap kendala yang muncul sebaiknya langsung direspons dengan tindakan tegas agar tidak berlarut-larut. “Kalau ada masalah, ya langsung diambil tindakan. Jangan dibiarkan,” imbuhnya.

Progres Pembangunan Pabrik BYD Tetap Berjalan

Meski pembebasan lahan masih menghadapi tantangan di beberapa titik, Dedi memastikan bahwa progres pembangunan pabrik BYD tetap berjalan dengan baik. Bahkan, akses tol menuju kawasan industri sudah mendapat lampu hijau dari pemerintah pusat.

“Sekarang tinggal pihak BYD yang melanjutkan. Masih ada sedikit kendala soal pembebasan lahan, tapi itu sedang kita fasilitasi,” jelasnya.

Sebagai bentuk komitmen pemerintah daerah, Dedi menyatakan akan segera mempertemukan pihak-pihak terkait, mulai dari perusahaan hingga warga, guna mempercepat proses pembebasan lahan. “Minggu depan saya jadwalkan pertemuan antara perusahaan dan warga. Mudah-mudahan selesai secepatnya,” pungkasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno sempat menyerukan agar pemerintah bersikap tegas terkait dugaan gangguan dari ormas dalam pembangunan pabrik BYD. Menurutnya, investasi asing strategis seperti ini harus dilindungi dari segala bentuk gangguan.

Meski LG Mundur, Proyek Kendaraan Listrik Tetap Jalan!

0

Kemenperin terus memperkuat komitmennya dalam membangun proyek kendaraan listrik (EV) di Tanah Air, termasuk mendorong produksi baterai sebagai komponen vital. Upaya ini menunjukkan hasil positif dengan pertumbuhan signifikan jumlah kendaraan listrik di Indonesia yang pada 2024 tercatat mencapai 207 ribu unit, meningkat 78 persen dibanding tahun sebelumnya.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa pertumbuhan industri EV di Indonesia ditopang berbagai kebijakan strategis pemerintah. “Ekosistem kendaraan listrik nasional terus berkembang pesat, bahkan kapasitas produksinya telah melampaui permintaan pasar. Ini tidak lepas dari dukungan regulasi, penyusunan peta jalan industri, dan optimalisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN),” jelas Agus dalam keterangannya, Kamis (24/4).

Target Produksi dan Investasi Menjanjikan

Kemenperin menargetkan produksi kendaraan listrik di dalam negeri pada 2030 mencakup 9 juta unit motor listrik dan 600 ribu unit mobil serta bus listrik. Produksi ini ditaksir mampu menekan konsumsi BBM hingga 21,65 juta barel serta memangkas emisi CO₂ sebanyak 7,9 juta ton.

Saat ini, tercatat 63 perusahaan telah memproduksi motor listrik dengan kapasitas produksi mencapai 2,28 juta unit per tahun dan nilai investasi Rp1,13 triliun. Untuk mobil listrik, ada sembilan perusahaan yang memproduksi hingga 70.060 unit per tahun, didukung investasi Rp4,12 triliun. Di sektor bus listrik, tujuh perusahaan aktif memproduksi dengan kapasitas 3.100 unit per tahun dan total investasi Rp380 miliar.

“Total investasi yang masuk ke sektor ini mencapai Rp5,63 triliun, memberikan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi dan penyerapan tenaga kerja,” ujar Agus.

Mundurnya LG Digantikan Investasi Baru

Terkait mundurnya LG Energy Solution dari proyek kendaraan listrik, Kemenperin memastikan tidak ada dampak negatif yang signifikan. Proyek tersebut akan dilanjutkan oleh mitra baru asal Tiongkok, Huayou, perusahaan spesialis material baterai lithium-ion dan kobalt.

“Pergantian mitra dalam proyek besar adalah hal yang wajar. Proyek pengembangan EV tetap berjalan sesuai target dan tidak terganggu,” tegas Agus.

Seiring pengembangan EV, sektor produksi baterai juga menunjukkan kemajuan. Dua perusahaan lokal, PT Industri Ion Energisindo dan PT Energi Selalu Baru, telah memproduksi baterai motor listrik dengan total kapasitas 22.000 unit per tahun.

Sementara itu, PT HLI Green Power – kolaborasi antara Hyundai dan LG – sudah memproduksi sel baterai dengan kapasitas awal 10 GWh dan investasi sebesar USD1,1 miliar. Sel baterai ini akan dipasok ke PT Hyundai Energy Indonesia, yang memproduksi 120 ribu baterai pack per tahun. Ada juga PT International Chemical Industry yang menargetkan kapasitas produksi hingga 256 MWh per tahun.

Selain itu, PT Gotion Green Energy Solutions Indonesia turut berkontribusi sebagai produsen baterai pack dengan investasi lebih dari USD8,7 juta dan kapasitas hampir 18 ribu unit per tahun.

Kemenperin menegaskan bahwa strategi pengembangan kendaraan listrik sejalan dengan arah kebijakan hilirisasi yang digalakkan Presiden Prabowo Subianto. “Kami terus mendorong nilai tambah dari sumber daya lokal, terutama nikel, untuk mendukung kemandirian industri baterai nasional,” ujar Agus.

Ia juga menambahkan, Kemenperin tengah fokus mengembangkan teknologi daur ulang baterai guna menjaga keberlanjutan industri. “Kami ingin menciptakan rantai industri baterai yang terintegrasi, dari hulu ke hilir, termasuk aspek daur ulang,” tutupnya.

Awas! Ini Risiko Kerja Sama Bisnis Sama Sahabat Sendiri

Banyak orang bilang, “Kalau mau aman, jangan campur urusan bisnis sama urusan pertemanan.” Tapi, di sisi lain, banyak juga kisah sukses dari bisnis yang dibangun bareng sahabat sendiri. Jadi sebenarnya, melibatkan teman dalam bisnis itu ide bagus atau malah makin bahaya?

Jawabannya: tergantung.

Bukan soal boleh atau nggak boleh, tapi lebih ke gimana caranya. Karena kenyataannya, kerja bareng teman bisa jadi kekuatan besar—asal tahu batasannya. Tapi kalau nggak hati-hati, bisa-bisa hubungan rusak, bisnis pun ikut karam.

Teman Itu Nyaman, Tapi Kadang Terlalu Nyaman

Kerja bareng orang yang udah kenal lama memang enak. Nggak perlu basa-basi, komunikasi juga lebih lancar. Tapi justru karena udah terlalu akrab, kadang kita jadi sungkan buat bersikap profesional. Misalnya, ada kesalahan kerja yang harus ditegur, tapi karena dia teman, akhirnya dipendam. Lama-lama bisa jadi bom waktu.

Satu lagi, kalau bisnis mulai jalan dan uang mulai masuk, barulah terasa siapa yang benar-benar serius dan siapa yang cuma numpang nama. Uang bisa jadi sumber masalah kalau dari awal nggak disepakati dengan jelas.

  • Bikin Aturan Sejak Awal

Kalau kamu memang mau jalanin bisnis bareng sahabat, pastikan dari awal udah ada kesepakatan yang tertulis. Bikin pembagian tugas yang jelas. Siapa yang pegang keuangan? Siapa yang urus pemasaran? Siapa yang ambil keputusan penting? Dan yang paling penting: gimana kalau suatu saat ada yang mau keluar dari bisnis?

Jangan ragu juga untuk bikin perjanjian hitam di atas putih. Ini bukan karena nggak percaya, tapi justru untuk menjaga kepercayaan itu tetap aman. Ingat, pertemanan yang sehat butuh batasan yang sehat juga.

  • Tes Dulu Lewat Proyek Kecil

Sebelum langsung bikin bisnis besar, coba dulu kerja bareng di proyek kecil. Misalnya, buka jastip bareng, jualan hampers saat momen lebaran, atau jadi reseller barang tertentu. Dari sini kamu bisa lihat apakah kalian cocok kerja bareng atau justru lebih cocok jadi teman nongkrong aja.

  • Jangan Ragu Tarik Rem

Kalau di tengah jalan ternyata malah sering adu argumen, beda visi, atau satu pihak mulai nggak serius, jangan ragu buat evaluasi ulang. Lebih baik menyelamatkan hubungan daripada memaksakan bisnis yang udah nggak sehat.

Jadi, Apa Harus Dihindari?

Enggak juga. Melibatkan teman dalam bisnis bisa jadi keputusan terbaik, tapi juga bisa jadi pelajaran paling mahal. Semua balik lagi ke kesiapan mental, kedewasaan, dan seberapa jujur kalian bisa bersikap satu sama lain.

Kalau kamu dan temanmu bisa jaga komunikasi dan profesionalisme, kenapa tidak? Tapi kalau dari awal udah banyak keraguan, mungkin lebih aman buat pisahkan urusan bisnis dan pertemanan.

Yang penting, jangan tutup mata hanya karena “teman sendiri”. Karena bisnis tetap butuh komitmen dan kedisiplinan, siapapun partner-nya.

Festival Seni Bernapas Alam, ART Jakarta Gardens Jadi Ajang Unjuk Karya Kreatif

0

Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, turut meramaikan pembukaan ART Jakarta Gardens 2025 yang berlangsung di Hutan Kota by Plataran, Jakarta, pada Selasa (22/4/2025). Pameran seni yang mengusung konsep ruang terbuka ini kembali digelar dan disambut antusias oleh seniman, kolektor seni, hingga pelaku industri kreatif lainnya.

Dalam sambutannya, Irene menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan ART Jakarta Gardens. Ia menilai pemilihan lokasi di Hutan Kota menjadi pendekatan segar yang mampu mempertemukan seni dengan alam, serta memperkuat nilai-nilai budaya dan sejarah yang dimiliki Indonesia.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada para seniman, galeri, serta semua mitra yang telah ikut menciptakan ruang kolaborasi ini. Kami di Kemenparekraf berharap ART Jakarta Gardens bisa menjadi agenda tahunan yang terus berkembang dan membuka peluang kerja sama lintas subsektor,” ujar Irene.

Seni, Alam, dan Perputaran Ekonomi Kreatif

ART Jakarta Gardens, yang tahun ini memasuki edisi keempat, pertama kali diselenggarakan pada 2022 sebagai respons atas vakumnya aktivitas seni selama pandemi. Sejak awal kemunculannya, ajang ini konsisten mengusung konsep pameran luar ruang dan memberikan ruang segar bagi seniman untuk mengekspresikan karya mereka secara lebih leluasa.

Irene juga menekankan bahwa kegiatan seperti ini bukan hanya penting dalam mendukung ekosistem seni rupa, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ekonomi kreatif nasional. Menurutnya, festival seni yang digelar secara berkelanjutan dapat berdampak langsung terhadap perputaran ekonomi dan citra Indonesia di kancah global.

“Pameran ini bukan cuma jadi tempat menikmati karya seni, tapi juga menghidupkan ekonomi kreatif. Orang-orang bisa melihat karya seniman dari berbagai daerah, sekaligus menyadari bahwa Jakarta memiliki ruang publik yang begitu indah seperti Hutan Kota,” tuturnya.

Menyatukan Ragam Karya dalam Napas Urban Tropis

Selama enam hari pelaksanaan, mulai 22 hingga 27 April 2025, ART Jakarta Gardens menyuguhkan berbagai karya seni rupa yang dipamerkan dalam dua tenda khusus serta di sepanjang jalur taman patung yang menyatu dengan lanskap tropis khas kawasan Hutan Kota.

Melalui pameran ini, para seniman dari seluruh penjuru nusantara memiliki kesempatan memperkenalkan karya mereka ke publik yang lebih luas, sekaligus mempererat hubungan antara komunitas seni dan masyarakat.

“Ini adalah ruang pertemuan antar seniman dan penikmat seni. Dari Sabang sampai Merauke, para pelaku seni bisa berkumpul di satu tempat dan menunjukkan siapa saja wajah-wajah kreatif Indonesia,” kata Irene menutup pernyataannya.

Dengan konsep yang terus berkembang dan lokasi yang strategis, ART Jakarta Gardens 2025 menjadi bukti nyata bahwa seni bisa hadir lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus berkontribusi nyata bagi penguatan sektor ekonomi kreatif tanah air.

Indonesia-AS Sepakati Penyelesaian Isu Tarif dalam 60 Hari

0

Pemerintah Indonesia menunjukkan komitmen kuat dalam mempererat hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat melalui dialog strategis yang digelar di Washington DC. Pertemuan tingkat tinggi tersebut menjadi bagian dari upaya mempercepat pembahasan isu tarif dan memperdalam kemitraan ekonomi kedua negara.

Dalam pertemuan itu, delegasi Indonesia yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, bertatap muka langsung dengan dua pejabat tinggi pemerintah AS, yakni Ambassador Jamieson Greer dan Howard Lutnick. Keduanya merupakan sosok kunci dalam bidang perdagangan dan investasi AS.

“Amerika Serikat menyambut baik inisiatif Indonesia, dan mereka telah menyatakan kesediaan untuk menyelesaikan isu mengenai kebijakan tarif dan kerja sama bilateral dalam jangka waktu 60 hari,” jelas Airlangga dalam pernyataan tertulis yang dirilis pada Jumat (18/4).

Komitmen Kerja Sama di Sektor Energi, Pertanian, dan Critical Minerals

Selama pertemuan tersebut, Indonesia mengajukan berbagai usulan konkret untuk meningkatkan hubungan dagang yang adil dan berkelanjutan. Di antaranya adalah peningkatan pembelian komoditas energi dan hasil pertanian, serta penguatan kolaborasi dalam pengelolaan critical minerals—sektor yang kini menjadi perhatian global dalam rantai pasok industri hijau dan kendaraan listrik.

Pemerintah juga mendorong adanya kemudahan akses pasar untuk produk-produk AS masuk ke Indonesia, sekaligus memberikan insentif yang adil bagi perusahaan dari kedua negara agar bisa bersaing secara sehat. Tak hanya itu, Indonesia juga mendorong agar produk ekspor utama Tanah Air yang tidak berkompetisi langsung dengan industri domestik AS bisa mendapatkan perlakuan tarif yang lebih rendah dibandingkan negara pesaing.

Dorongan pada Kerja Sama Pendidikan dan Teknologi

Selain sektor perdagangan dan investasi, pembahasan juga mencakup kerja sama di bidang pendidikan, ekonomi digital, layanan keuangan, serta riset dan sains. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan ekonomi kedua negara sekaligus menciptakan sumber daya manusia unggul.

Delegasi Indonesia yang hadir dalam dialog ini terdiri dari sejumlah tokoh penting seperti Wakil Menteri Keuangan Thomas Djiwandono, mantan Menteri Perdagangan dan Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional Mari Elka Pangestu, serta perwakilan dari Kemenko Perekonomian, Kemendag, dan Kedutaan Besar RI di Washington DC.

Pertemuan ini diharapkan menjadi momentum penting dalam menciptakan ekosistem dagang dan investasi Indonesia–Amerika yang lebih sehat, transparan, dan menguntungkan kedua belah pihak dalam jangka panjang.

Indonesia Cari Mitra Baru Usai LG Mundur dari Investasi Baterai Kendaraan Listrik

0

Meski konsorsium asal Korea Selatan yang dipimpin LG resmi mengundurkan diri dari proyek besar ekosistem baterai kendaraan listrik (EV) di Indonesia, Menteri BUMN Erick Thohir menegaskan bahwa langkah tersebut tak akan menghambat laju percepatan pembangunan rantai pasok industri strategis tersebut.

“Keputusan LG untuk mundur tidak menyurutkan komitmen kami. Pembangunan rantai pasok baterai EV tetap terus dijalankan demi memperkuat ekosistem dalam negeri,” ujar Erick kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/4/2025).

Menurut Erick, masih ada sejumlah mitra strategis internasional yang tetap berkomitmen pada proyek ini, seperti Volkswagen, CBL dari Tiongkok, serta Ford Motor Company. Kolaborasi dengan mereka, kata Erick, masih berjalan aktif.

Lahan Kosong, Peluang Baru

Erick menyebut, lahan yang sebelumnya disiapkan untuk mitra asal Korea Selatan itu kini bisa ditawarkan kembali kepada investor lain yang berminat. “Kami membuka peluang kerja sama dengan pihak lain. Negara-negara seperti Arab Saudi, Qatar, Uni Emirat Arab, Jepang, dan Amerika Serikat jadi prioritas untuk penjajakan selanjutnya,” jelasnya.

Ia juga mengisyaratkan bahwa hubungan dagang Indonesia dengan Amerika Serikat saat ini dalam pembicaraan serius, dan sektor kendaraan listrik menjadi salah satu topik strategis. “Selama tujuannya untuk mempercepat momentum, kami sangat terbuka untuk kolaborasi,” tambahnya.

LG Mundur, Tapi Tidak Pergi Sepenuhnya

Sebagai informasi, LG bersama sejumlah mitranya—LG Energy Solution, LG Chem, LX International, dan lainnya—sebelumnya telah mengajukan rencana investasi sekitar 11 triliun won (setara Rp130 triliun) untuk membangun rantai nilai penuh baterai kendaraan listrik di Indonesia. Rencana itu mencakup pengolahan bahan baku, pembuatan prekursor dan katode, hingga sel baterai.

Namun, dalam beberapa bulan terakhir, terjadi perubahan peta industri global. Pasar kendaraan listrik mengalami fase yang disebut sebagai “jurang EV”, yaitu perlambatan pertumbuhan akibat menurunnya permintaan global secara sementara.

Mengacu pada kondisi pasar dan iklim investasi yang berubah, LG Energy Solution mengonfirmasi keputusannya untuk mundur dari proyek tersebut. Meski demikian, LG menegaskan akan tetap melanjutkan sejumlah kerja sama lain yang telah berjalan, seperti pembangunan pabrik baterai melalui perusahaan patungan HLI Green Power bersama Hyundai Motor Group di Indonesia.

Hari Kartini, Pemerintah Tegaskan Komitmen Dukung UMKM Perempuan

0

Komitmen pemerintah dalam memberdayakan pelaku UMKM perempuan kembali ditegaskan oleh Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Maman Abdurrahman, dalam agenda penandatanganan nota kesepahaman bersama Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifatul Choiri Fauzi, di Jakarta, Senin (21/4).

Dalam sambutannya, Menteri Maman menyoroti kontribusi signifikan perempuan dalam dunia usaha kecil dan menengah. Ia menyebut bahwa lebih dari separuh pelaku UMKM di tanah air dikelola oleh perempuan, dengan angka mencapai 64 persen. “Ini bukan sekadar statistik, tapi representasi nyata kekuatan ekonomi Indonesia yang perlu kita perkuat bersama,” ungkapnya.

Dorong Ekonomi Inklusif dari Rumah

Menteri Maman menjelaskan bahwa peran perempuan tidak hanya terbatas pada lingkup rumah tangga, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak perekonomian melalui UMKM. Perempuan pelaku usaha disebutnya turut membuka lapangan kerja, menambah pendapatan keluarga, sekaligus menopang ekonomi lokal secara berkelanjutan.

Sejalan dengan itu, pemerintah terus mengembangkan sejumlah kebijakan pro-perempuan, antara lain melalui penyederhanaan perizinan usaha via OSS (Online Single Submission), alokasi ruang publik hingga 30 persen untuk UMKM, serta penyerapan produk UMKM melalui belanja kementerian dan BUMN sebesar minimal 40 persen.

“Dukungan pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan berbagai program pelatihan serta pendampingan juga menjadi bagian dari langkah konkret pemerintah untuk meningkatkan kapasitas pengusaha perempuan,” lanjut Maman.

Kolaborasi Nyata untuk Kesetaraan

Kerja sama antara Kementerian UMKM dan KemenPPPA ini diharapkan mampu memperkuat implementasi pengarusutamaan gender di sektor usaha kecil dan menengah. Menteri Maman menilai sinergi lintas kementerian menjadi strategi penting untuk menghadirkan kebijakan yang berpihak dan berdampak langsung bagi perempuan.

Di kesempatan yang sama, Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi menambahkan, penandatanganan nota kesepahaman tersebut memiliki makna simbolis karena bertepatan dengan peringatan Hari Kartini. “Ini menjadi momentum penting untuk menegaskan dukungan terhadap terciptanya ruang yang aman dan produktif bagi perempuan dan anak dalam menyuarakan ide, membangun jejaring, dan mengambil peran aktif dalam pembangunan,” jelasnya.

Arifatul juga menyampaikan apresiasi terhadap komitmen sejumlah kementerian dan lembaga yang telah bergabung dalam kolaborasi ini. Menurutnya, kerja sama lintas sektor akan mempercepat transformasi kesetaraan gender dalam berbagai lini kehidupan, termasuk penguatan ekonomi perempuan melalui UMKM.