Jumat, September 4, 2026
Top Mortar Gak Takut Hujan
Beranda blog Halaman 103

Nggak Cuma Buat Orang Tua, Pentingnya Asuransi Kesehatan Juga Krusial Buat Anak Muda

Ketika mendengar kata asuransi, banyak orang langsung mengaitkannya dengan orang tua atau mereka yang sudah berkeluarga. Padahal, Pentingnya Asuransi Kesehatan justru semakin relevan untuk anak muda yang masih berada di usia produktif. Kondisi kesehatan memang sering dianggap “aman” ketika masih muda, tapi kenyataannya, risiko sakit, kecelakaan, atau pengeluaran medis besar bisa datang tanpa permisi.

Generasi muda sering kali lebih fokus mengejar karier, membangun bisnis, atau menikmati gaya hidup. Namun, justru karena itulah memiliki perlindungan kesehatan menjadi langkah bijak. Bayangkan saja, tanpa asuransi, biaya rumah sakit bisa langsung menguras tabungan bahkan mengganggu rencana finansial jangka panjang. Pentingnya Asuransi Kesehatan di sini bukan hanya soal perlindungan, tetapi juga tentang menjaga kestabilan keuangan agar tidak goyah karena situasi darurat.

Kenapa Anak Muda Harus Mulai Peduli dengan Asuransi?

Banyak yang beranggapan bahwa asuransi baru diperlukan ketika tubuh sudah rentan atau memasuki usia lanjut. Faktanya, anak muda yang aktif justru memiliki risiko lebih besar mengalami kecelakaan, mulai dari aktivitas olahraga ekstrem, perjalanan kerja, hingga rutinitas harian di jalan raya.

Selain itu, dunia modern membuat pola hidup sering kali tidak seimbang. Begadang karena pekerjaan, makanan cepat saji yang berlebihan, hingga stres berkepanjangan bisa memicu penyakit meski di usia muda. Tanpa perlindungan, biaya pengobatan bisa jadi beban besar yang tidak semua orang siap menanggungnya.

Asuransi juga memberikan ketenangan. Dengan premi yang relatif lebih murah di usia muda, seseorang bisa mendapatkan perlindungan maksimal sejak dini. Artinya, semakin cepat memulai, semakin ringan beban finansial yang harus ditanggung.

Menjadikan Asuransi sebagai Bagian dari Perencanaan Finansial

Merdeka secara finansial tidak hanya berarti memiliki banyak pemasukan atau tabungan, tapi juga siap menghadapi risiko yang tidak terduga. Di sinilah asuransi berperan sebagai tameng agar rencana keuangan tidak berantakan.

Bagi anak muda yang sedang membangun masa depan, asuransi kesehatan bisa dipandang sebagai “investasi perlindungan.” Dengan begitu, alih-alih menghabiskan tabungan untuk biaya pengobatan, dana tersebut bisa tetap dialokasikan untuk hal-hal produktif seperti mengembangkan bisnis, menambah skill, atau investasi jangka panjang.

Intinya, melihat Pentingnya Asuransi Kesehatan, anak muda sebaiknya tidak lagi memandangnya sebagai beban tambahan. Justru dengan memilikinya sejak dini, mereka bisa hidup lebih tenang, fokus meraih mimpi, dan tetap aman secara finansial meskipun risiko tak terduga datang menghampiri.

Kerugian Rp4,6 Triliun, Pemerintah Perkuat Langkah Lawan Scam dan Aktivitas Keuangan Ilegal

0

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Satgas Pemberantasan Aktivitas Keuangan Ilegal (Satgas PASTI) resmi menggelar Kampanye Nasional Berantas Scam dan Aktivitas Keuangan Ilegal di Jakarta, Selasa (12/8). Inisiatif ini digagas untuk melindungi masyarakat sekaligus mempertegas komitmen kolektif berbagai lembaga negara dalam menghadapi maraknya penipuan digital yang kian meresahkan.

Kampanye ini menekankan pentingnya kolaborasi antara regulator, pemerintah, aparat penegak hukum, hingga industri jasa keuangan dalam menanggulangi kejahatan finansial berbasis teknologi. Kasus scam dan aktivitas keuangan ilegal dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan dengan modus yang semakin kompleks, terorganisir, dan menyasar masyarakat luas melalui berbagai platform digital.

Peluncuran kampanye nasional dilakukan langsung oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, didampingi sejumlah pejabat tinggi, antara lain Kepala Eksekutif Edukasi dan Perlindungan Konsumen OJK Friderica Widyasari Dewi, Kepala Eksekutif Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Hasan Fawzi, serta Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. Hadir pula Kepala BNPT Eddy Hartono, Kepala PPATK Ivan Yustiavandana, Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi, dan Ketua AFTECH Pandu Sjahrir.

Satgas PASTI sendiri terdiri dari 21 kementerian/lembaga, termasuk OJK, Bank Indonesia, PPATK, Kepolisian, Kejaksaan Agung, BSSN, BNPT, hingga Kementerian UMKM. Kehadiran lintas sektor ini disebut Mahendra sebagai bukti nyata bahwa penanganan kejahatan finansial tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri.

“Kepercayaan publik adalah fondasi sistem keuangan. Karena itu, memberantas scam dan aktivitas keuangan ilegal harus dijalankan dengan konsisten, terkoordinasi, dan berkelanjutan,” ujar Mahendra. Ia menekankan bahwa keberhasilan kampanye ini sangat bergantung pada literasi keuangan masyarakat serta sinergi antar-lembaga.

Data Penipuan Digital di Indonesia

Dalam kesempatan tersebut, OJK juga memaparkan data terbaru dari Indonesia Anti Scam Center (IASC). Hingga 17 Agustus 2025, tercatat 225.281 laporan penipuan keuangan masuk ke sistem. Dari jumlah itu, 139.512 laporan disampaikan korban melalui pelaku usaha, sementara 85.769 laporan masuk langsung dari masyarakat.

IASC telah memverifikasi 359.733 rekening, dengan 72.145 di antaranya berhasil diblokir. Kerugian korban tercatat mencapai Rp4,6 triliun, meski Rp349,3 miliar di antaranya sudah berhasil dibekukan. Data ini menunjukkan betapa seriusnya ancaman kejahatan digital terhadap masyarakat, sekaligus menegaskan pentingnya penanganan cepat agar dana korban dapat segera diamankan.

Kepala BSSN Nugroho Sulistyo Budi mengingatkan bahwa pelaporan segera dari korban sangat menentukan keberhasilan pelacakan. “Perpindahan dana dalam kasus scam berlangsung sangat cepat. Karena itu, laporan yang terlambat bisa mempersulit proses pelacakan,” tegasnya.

Edukasi Publik Jadi Benteng Pertama

Friderica Widyasari Dewi menekankan bahwa edukasi dan literasi keuangan menjadi garda terdepan dalam melawan kejahatan digital. Menurutnya, masyarakat yang melek literasi keuangan akan lebih waspada terhadap modus penipuan.

Ia menjelaskan ada tiga kunci utama dalam kampanye nasional ini: pertama, sinergi antar-regulator, pelaku industri, dan pemerintah; kedua, literasi publik yang masif; dan ketiga, partisipasi masyarakat untuk ikut serta dalam gerakan kolektif melawan scam.

Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menambahkan bahwa kerja sama yang terjalin sejak satu tahun terakhir sudah menunjukkan hasil positif. Ia mengajak masyarakat agar selalu berhati-hati dalam bertransaksi, serta segera melapor jika menjadi korban penipuan.

Kampanye nasional ini juga membuka ruang kerja sama global. Dalam acara yang sama, digelar Seminar Internasional Preventing and Combating Financial Scams dengan menghadirkan perwakilan Singapore Police Force Anti-Scam Command dan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC).

Kolaborasi lintas negara dinilai penting karena banyak kejahatan keuangan bersifat transnasional. Dengan sinergi internasional, upaya pelacakan, pemblokiran rekening, hingga penindakan hukum diharapkan bisa dilakukan lebih efektif.

Pemerintah Bongkar 19 Ribu Bal Produk Tekstil Impor Ilegal Senilai Rp112 Miliar

0

Kementerian Perdagangan bersama Badan Intelijen Negara (BIN) dan Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS) kembali mengungkap peredaran produk tekstil impor ilegal dalam jumlah besar. Sebanyak 19.391 bal pakaian bekas yang dikemas dalam karung berhasil diamankan dari sejumlah gudang di wilayah Jawa Barat. Jika ditotal, nilai barang tersebut mencapai Rp112,35 miliar.

Menteri Perdagangan Budi Santoso menegaskan, penindakan ini menjadi langkah penting untuk melindungi industri tekstil nasional dan menjaga keberlangsungan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dari serbuan barang impor ilegal. Menurutnya, pakaian bekas dari luar negeri tidak hanya dilarang oleh aturan, tetapi juga bisa membahayakan kesehatan masyarakat.

“Sinergi dengan BIN dan BAIS TNI ini merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam melindungi pasar dalam negeri. Produk tekstil impor ilegal harus diberantas karena merugikan industri nasional dan berpotensi menimbulkan risiko kesehatan,” ujar Budi saat ekspose hasil pengawasan di salah satu gudang di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Selasa (19/8).

Temuan Terbesar di Jawa Barat

Menurut Budi, operasi pengawasan dilakukan pada 14–15 Agustus 2025 di sebelas titik berbeda. Dari hasil investigasi, pakaian bekas itu diduga berasal dari Korea, Jepang, dan Tiongkok sebelum masuk ke pasar Indonesia. Jumlah temuan kali ini disebut sebagai salah satu yang terbesar sepanjang sejarah pengawasan Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (Ditjen PKTN).

Rinciannya, sebanyak 5.130 bal dengan nilai ekonomi Rp24,75 miliar ditemukan di tiga gudang di Kota Bandung. Lalu, 8.061 bal senilai Rp44,2 miliar diamankan dari lima gudang di Kabupaten Bandung. Sementara di Kota Cimahi, petugas menemukan 6.200 bal dengan nilai sekitar Rp43,4 miliar.

Seluruh barang bukti kini dalam proses pengumpulan keterangan lebih lanjut bersama BIN dan BAIS TNI untuk kemudian dilanjutkan ke jalur hukum. “Temuan ini akan kami proses sesuai aturan. Harus ada efek jera bagi para pelaku yang terbukti melakukan impor ilegal,” tegas Budi.

Komitmen Pemerintah Berantas Impor Ilegal

Mendag menekankan, pemerintah pusat bersama daerah akan terus meningkatkan koordinasi agar praktik impor ilegal bisa ditekan. Selain merugikan keuangan negara, keberadaan pakaian bekas ilegal juga mengancam daya saing industri tekstil lokal.

Budi juga mengajak masyarakat untuk aktif melaporkan jika menemukan indikasi peredaran barang impor ilegal. Menurutnya, partisipasi publik penting untuk menjaga ketahanan industri dalam negeri. “Kalau ada dugaan praktik semacam ini, segera laporkan agar bisa kita tindak. Industri kita harus tumbuh sehat tanpa diganggu produk yang masuk secara ilegal,” ujarnya.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa pelaku usaha yang melanggar ketentuan impor dapat dikenakan sanksi tegas, baik administratif maupun pidana. Sanksi administratif mencakup teguran tertulis, penghentian sementara kegiatan usaha, hingga pencabutan izin. Sedangkan untuk barang yang sudah masuk, sanksinya bisa berupa reekspor, pemusnahan, hingga penarikan dari distribusi sesuai regulasi yang berlaku.

Dengan langkah ini, pemerintah berharap keberlangsungan industri tekstil nasional semakin terjamin, dan UMKM yang bergerak di sektor fesyen maupun konveksi tidak lagi tertekan oleh derasnya arus produk tekstil impor ilegal.

Bisa Hasilkan Jutaan per Bulan, Apa Rahasia Affiliate Marketing TikTok?

Siapa sangka, platform yang awalnya identik dengan video hiburan singkat kini menjelma jadi ladang bisnis baru. Affiliate marketing TikTok sedang naik daun, bahkan mampu membuat banyak orang meraup penghasilan jutaan hingga puluhan juta rupiah per bulan. Fenomena ini nggak cuma jadi tren sesaat, tapi peluang nyata yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja yang paham cara mainnya.

Keunggulan TikTok terletak pada algoritmanya yang sangat kuat dalam mendistribusikan konten. Artinya, video kreatif yang membahas atau menampilkan produk bisa dengan mudah menjangkau ribuan bahkan jutaan orang tanpa harus punya followers banyak. Inilah mengapa affiliate marketing TikTok lebih cepat berkembang dibandingkan platform lain.

Bagaimana TikTok Affiliate Bisa Membuat Orang Jutaan Rupiah Perbulan?

Secara sederhana, sistemnya mirip seperti menjadi “sales online.” Kreator cukup mendaftar di program TikTok Affiliate, lalu memilih produk yang tersedia di TikTok Shop. Setelah itu, setiap kali ada orang yang membeli produk lewat link di konten mereka, komisi langsung masuk ke akun. Besaran komisi bervariasi, mulai dari beberapa persen hingga puluhan persen, tergantung produk yang dipilih.

Keberhasilan seseorang dalam menjalankan TikTok Affiliate bukan hanya soal menjual produk, melainkan bagaimana membangun konten yang relatable dengan audiens. Misalnya, seorang kreator kuliner bisa membuat review peralatan dapur, sedangkan kreator fashion bisa mempromosikan outfit kekinian.

Apa Aja Strategi yang Bisa Digunakan agar Affiliate Marketing di TikTok Berhasil?

  1. Pahami audiens – Konten yang tepat sasaran akan lebih mudah memancing penonton untuk membeli.

  2. Fokus pada storytelling – Jangan cuma jualan produk, tapi buat cerita menarik agar penonton merasa “butuh.”

  3. Konsisten posting – Algoritma TikTok lebih menyukai kreator yang aktif.

  4. Ikuti tren – Manfaatkan musik atau challenge yang sedang viral untuk meningkatkan peluang FYP.

  5. Pilih produk dengan margin komisi tinggi – Supaya hasil lebih maksimal.

Meski menjanjikan, bukan berarti jalan selalu mulus. Persaingan di TikTok cukup ketat, apalagi semakin banyak orang yang melirik peluang ini. Tantangan lainnya adalah menjaga konsistensi membuat konten yang kreatif. Banyak kreator berhenti di tengah jalan karena merasa hasil tidak instan. Padahal, kunci sukses justru ada pada kesabaran membangun personal branding.

Affiliate marketing di TikTok bisa jadi salah satu cara paling efektif untuk mendapatkan penghasilan tambahan, bahkan bisa menjadi sumber income utama jika ditekuni dengan serius. Dengan strategi yang tepat, konten yang konsisten, serta pemilihan produk yang relevan, peluang menghasilkan jutaan rupiah per bulan bukan cuma mimpi.

Bukan Hanya Ekspor, UMKM Didorong Fokus Juga Penuhi Kebutuhan Domestik

0

Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, menegaskan pentingnya para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah untuk mengutamakan pasar dalam negeri. Menurutnya, UMKM penuhi kebutuhan domestik lebih dari 280 juta penduduk Indonesia merupakan langkah strategis yang harus menjadi prioritas, sebelum terlalu jauh mengejar pasar ekspor ke luar negeri.

Ia menekankan bahwa UMKM penuhi kebutuhan domestik tidak hanya menjaga stabilitas pasokan di dalam negeri, tetapi juga memperkuat pondasi perekonomian nasional. Dengan potensi pasar raksasa di Indonesia, pelaku UMKM sebenarnya memiliki peluang yang sangat besar tanpa harus selalu bergantung pada penjualan internasional.

Dorongan untuk Memperluas Daya Saing UMKM

Dalam sambutannya saat membuka Sampoerna Festival UMKM 2025 di Jakarta, Selasa (19/8), Maman menjelaskan bahwa UMKM sudah lama menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan daya saing harus terus dilakukan, baik melalui inovasi produk maupun pemanfaatan teknologi.

“Banyak pengusaha yang bercita-cita bisa memasarkan produknya ke luar negeri. Itu memang bagus, tetapi pasar domestik kita juga tidak boleh diabaikan. Lebih dari 280 juta konsumen di Indonesia adalah potensi besar yang harus diisi produk UMKM,” ujarnya.

Maman juga menyinggung soal derasnya arus produk impor yang membanjiri pasar dalam negeri. Menurutnya, perlindungan terhadap UMKM lokal perlu diperkuat agar pelaku usaha kecil tidak kalah bersaing dengan produk asing yang harganya lebih murah.

Dukungan Pemerintah: KUR, Sertifikasi, dan Digitalisasi

Pemerintah, kata Maman, terus memberikan dukungan agar UMKM bisa naik kelas. Salah satunya melalui penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang hingga pertengahan 2025 sudah mencapai Rp132,7 triliun, disalurkan kepada lebih dari 2,29 juta debitur.

Selain akses pembiayaan, pemberian legalitas usaha juga menjadi perhatian. Hingga 30 Juni 2025, Kementerian UMKM telah membantu menerbitkan lebih dari 1,44 juta Nomor Induk Berusaha (NIB), 2,34 juta sertifikat halal, serta berbagai sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI). Langkah ini, menurutnya, sangat penting untuk memperkuat daya saing produk lokal di pasar modern.

Tak hanya itu, digitalisasi juga didorong agar UMKM bisa masuk ke ekosistem ritel modern maupun platform online. Dengan begitu, jangkauan pasar menjadi lebih luas, sekaligus mendorong pelaku usaha untuk berinovasi sesuai kebutuhan konsumen.

UMKM Terlibat dalam Program MBG

Menteri Maman menambahkan, keterlibatan UMKM dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) turut membuka peluang usaha baru. Ribuan dapur umum MBG yang tersebar di berbagai daerah banyak dipasok oleh produk UMKM, mulai dari bahan makanan hingga kebutuhan logistik.

“Kolaborasi seperti ini bisa menumbuhkan pasar baru sekaligus menggerakkan roda perekonomian rakyat. Semoga langkah ini bisa ikut mendukung target pertumbuhan ekonomi Indonesia yang ditetapkan Presiden hingga delapan persen,” ucapnya.

Acara pembukaan festival tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Presiden Direktur Sampoerna Strategic Bambang Sulistyo, Dirjen Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan Fajarini Puntodewi, Deputi Bidang Usaha Mikro Kementerian UMKM Riza Damanik, serta perwakilan dari BPJPH dan BPOM.

Resmi, Gaji PNS Tak Naik di 2026: Pemerintah Alihkan Anggaran ke 8 Program Lain

0

Isu mengenai Gaji PNS Tak Naik pada 2026 akhirnya terjawab setelah pemerintah memastikan tidak ada penyesuaian penghasilan aparatur sipil negara tahun depan. Keputusan tersebut diambil lantaran anggaran negara akan lebih diarahkan untuk mendukung delapan program prioritas yang dianggap mendesak bagi pembangunan nasional.

Menteri Keuangan Sri Mulyani menegaskan, kebijakan ini tidak berarti pemerintah mengabaikan kesejahteraan pegawai negeri. Menurutnya, langkah tersebut diambil dengan pertimbangan kondisi fiskal dan kebutuhan pembiayaan program strategis yang menjadi fokus utama tahun depan. Dengan demikian, meski Gaji PNS Tak Naik, pemerintah tetap berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan daya beli masyarakat melalui instrumen lain.

Fokus pada Delapan Program Prioritas Pemerintah

Pemerintah telah menetapkan delapan agenda prioritas yang akan menyerap porsi besar dari anggaran 2026. Program tersebut mencakup peningkatan layanan kesehatan, penguatan pendidikan, pembangunan infrastruktur, transformasi digital, ketahanan pangan, transisi energi, perlindungan sosial, serta pemberdayaan UMKM.

Dengan fokus tersebut, alokasi anggaran untuk belanja pegawai, termasuk gaji PNS, tidak ditambah pada tahun depan. Pemerintah menilai langkah ini sebagai upaya memastikan dana publik benar-benar diarahkan pada program yang berdampak luas bagi masyarakat.

Meski keputusan ini menimbulkan beragam reaksi, terutama dari kalangan ASN yang berharap adanya kenaikan penghasilan, pemerintah menilai bahwa manfaat jangka panjang dari program prioritas lebih besar untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Menjaga Keseimbangan Fiskal

Keputusan untuk menahan kenaikan gaji PNS juga tidak terlepas dari kondisi fiskal negara. Pemerintah berupaya menjaga defisit anggaran tetap terkendali sambil memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan. Sri Mulyani menyebut, ruang fiskal harus dikelola dengan hati-hati agar tidak menimbulkan beban berlebihan di masa depan.

Selain itu, pemerintah juga tengah menghadapi tantangan global, mulai dari fluktuasi harga energi, dinamika geopolitik, hingga kebutuhan investasi besar dalam transisi menuju energi bersih. Semua faktor ini mendorong perlunya kebijakan fiskal yang disiplin.

Meski tidak ada kenaikan gaji di 2026, ASN tetap diharapkan bisa menjaga kinerja pelayanan publik. Pemerintah menilai penghargaan terhadap ASN tidak semata-mata berbentuk kenaikan gaji, melainkan juga melalui perbaikan sistem kerja, digitalisasi birokrasi, serta peningkatan fasilitas penunjang.

Sejumlah pihak berharap keputusan ini hanya bersifat sementara. Dengan membaiknya kondisi fiskal dan meningkatnya penerimaan negara di masa depan, kemungkinan penyesuaian gaji ASN tetap terbuka. Namun untuk saat ini, fokus utama pemerintah adalah memastikan program prioritas berjalan efektif sehingga manfaatnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.

HUT RI ke-80, Saatnya Pemuda Indonesia Merdeka Secara Finansial!

0

Bertepatan dengan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-80, isu tentang bagaimana generasi muda bisa merdeka secara finansial kembali mencuat. Merdeka bukan hanya soal terbebas dari penjajahan bangsa lain, tetapi juga terbebas dari tekanan ekonomi dan keterbatasan finansial. Bagi pemuda, kemandirian finansial adalah bentuk perjuangan baru yang tidak kalah penting dengan perjuangan di masa lalu.

Merdeka secara finansial berarti mampu mengelola pendapatan, memiliki tabungan atau investasi, serta tidak terjebak dalam lilitan utang konsumtif. Dengan kondisi ini, seseorang bisa lebih fokus membangun masa depan, mengejar mimpi, bahkan berkontribusi lebih besar pada bangsa.

Namun, kenyataannya masih banyak anak muda yang salah dalam menyikapi keuangan. Gaya hidup konsumtif, keinginan tampil “wah” di media sosial, hingga minimnya literasi finansial membuat banyak orang sulit mencapai kemandirian keuangan.

Ini Langkah-Langkah Menuju Merdeka atau Bebas Secara Finansial!

Untuk bisa merdeka secara finansial, ada beberapa tips sederhana yang bisa mulai diterapkan oleh pemuda Indonesia, terutama di momen HUT RI ini:

  1. Kelola Pendapatan dengan Bijak
    Jangan sampai gaji atau pendapatan habis hanya untuk gaya hidup. Terapkan aturan sederhana seperti 50-30-20 (50% kebutuhan pokok, 30% keinginan, 20% tabungan atau investasi).

  2. Hindari Utang Konsumtif
    Utang untuk barang mewah atau sekadar gaya hidup hanya akan menjadi beban di masa depan. Fokuslah pada pengeluaran yang memberi nilai tambah, bukan sekadar gengsi.

  3. Mulai Berinvestasi Sejak Dini
    Anak muda punya kelebihan waktu. Semakin cepat mulai berinvestasi, semakin besar pula peluang untuk merasakan hasil di masa depan. Pilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko, seperti reksa dana, saham, atau emas.

  4. Bangun Sumber Pendapatan Tambahan
    Jangan hanya mengandalkan satu sumber penghasilan. Pemuda bisa memanfaatkan skill digital, membuka usaha kecil, atau menjadi freelancer untuk menambah pemasukan.

  5. Perluas Networking dan Belajar Finansial
    Ikut komunitas atau seminar keuangan bisa membuka wawasan baru. Networking yang kuat juga dapat membuka peluang bisnis atau kerja sama.

Cara Menyikapi Tantangan Finansial di Era Modern

Generasi muda hidup di era yang penuh distraksi. Tawaran belanja online, tren gadget terbaru, hingga gaya hidup nongkrong bisa jadi jebakan. Di sinilah pentingnya mindset. Menyikapi finansial dengan cara yang lebih visioner adalah kunci agar tidak terjebak pada kesenangan jangka pendek.

Momentum HUT RI ke-80 bisa dijadikan refleksi. Jika dulu pejuang memperjuangkan kemerdekaan dengan senjata, sekarang anak muda bisa memperjuangkan masa depan lewat literasi keuangan. Menjadi merdeka secara finansial bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga bentuk kontribusi nyata bagi bangsa.

Kemerdekaan finansial adalah tentang pilihan. Apakah pemuda ingin terus terjebak dalam gaya hidup konsumtif, atau mulai menata langkah untuk hidup lebih mandiri? Jawabannya ada pada setiap individu, dan momen kemerdekaan ini bisa menjadi titik awal perubahan.

Diskon BBM di Hari Kemerdekaan, Pertamina Beri Kado Istimewa untuk Konsumen

0

Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia tidak hanya diramaikan dengan upacara dan berbagai kegiatan masyarakat, tetapi juga membawa kabar baik bagi konsumen. BBM di Hari Kemerdekaan mendapat perhatian khusus dari sejumlah penyedia energi, termasuk Pertamina dan perusahaan swasta, yang memberikan promo menarik serta menjaga kestabilan harga.

Pertamina misalnya, menghadirkan program diskon harga BBM untuk jenis Pertamax. Selama periode 17 hingga 31 Agustus, masyarakat bisa menikmati potongan harga hingga Rp450 per liter. Langkah ini dinilai sebagai salah satu bentuk apresiasi terhadap konsumen sekaligus kado istimewa di bulan kemerdekaan.

Sementara itu, perusahaan swasta seperti Shell, BP, dan Vivo juga menjaga harga BBM tetap stabil di tengah momen perayaan nasional. Dengan kondisi harga global yang cenderung fluktuatif, keputusan tersebut dianggap mampu memberi kepastian bagi masyarakat yang bergantung pada bahan bakar untuk aktivitas sehari-hari.

Kado Energi untuk HUT ke-80 RI

Selain program diskon, Pertamina juga meluncurkan proyek energi strategis sebagai bagian dari perayaan kemerdekaan tahun ini. Proyek tersebut tidak hanya berfokus pada ketersediaan energi, tetapi juga menargetkan efisiensi dan keberlanjutan. Kehadiran proyek ini dipandang sebagai langkah penting dalam mendukung ketahanan energi nasional.

Kebijakan diskon BBM di Hari Kemerdekaan ini pun menjadi sorotan positif, terutama di tengah tekanan harga minyak dunia yang belum stabil. Konsumen merasakan manfaat langsung dari adanya promo, sementara pemerintah dan pelaku industri energi dapat menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat.

Di sisi lain, promo ini juga diharapkan mampu mendorong peningkatan konsumsi Pertamax, yang dikenal lebih ramah lingkungan dibandingkan jenis BBM bersubsidi. Dengan begitu, program ini tidak hanya bernuansa perayaan, tetapi juga mendukung upaya transisi energi bersih di masa depan.

Momen ini menunjukkan bagaimana perayaan kemerdekaan bisa dimaknai tidak hanya dalam aspek simbolis, tetapi juga melalui langkah konkret yang berdampak pada kehidupan masyarakat sehari-hari. Stabilitas harga dan ketersediaan BBM menjadi faktor penting yang membuat mobilitas tetap terjaga, terutama saat aktivitas ekonomi terus bergerak.

Ke depan, konsumen berharap langkah serupa bisa terus dilakukan, baik dalam bentuk promo maupun kebijakan harga yang berpihak kepada masyarakat. Dengan begitu, perayaan kemerdekaan dapat selalu diiringi dengan manfaat nyata yang dirasakan langsung oleh rakyat.

Hadiah HUT RI ke-80, Kini Pembayaran QRIS Bisa Digunakan di Jepang!

Pembayaran QRIS kini bisa digunakan di Jepang bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 pada 17 Agustus 2025. Langkah ini menjadi pencapaian penting karena untuk pertama kalinya Quick Response Code Indonesian Standard diperluas ke luar kawasan ASEAN. Sebelumnya, fitur QRIS sudah hadir di Thailand, Malaysia, dan Singapura, namun kini masyarakat Indonesia bisa memanfaatkannya juga di Jepang.

Pada tahap awal, pengguna dari Indonesia dapat bertransaksi di 35 merchant Jepang hanya dengan memindai kode JPQR Global melalui aplikasi pembayaran domestik. Kehadiran fasilitas ini merupakan hasil sinergi antara Bank Indonesia (BI) dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Diharapkan, kehadiran QRIS di Jepang mampu memberikan kenyamanan transaksi lintas negara, sekaligus mempererat hubungan ekonomi kedua negara.

Perluasan Layanan QRIS Antarnegara

Bank Indonesia memastikan jumlah merchant di Jepang yang menerima QRIS akan terus bertambah. Dengan begitu, wisatawan atau pelaku bisnis asal Indonesia semakin mudah bertransaksi tanpa harus menukar uang tunai. Sebaliknya, kerja sama juga akan diperluas agar masyarakat Jepang yang berkunjung ke Indonesia bisa melakukan pembayaran hanya dengan memindai QRIS melalui aplikasi pembayaran mereka sendiri.

Gubernur BI Perry Warjiyo menegaskan, perluasan QRIS antarnegara menjadi bukti nyata kemajuan sistem pembayaran nasional. Sejak diperkenalkan enam tahun lalu, QRIS sudah dimanfaatkan oleh lebih dari 57 juta pengguna. Inovasi ini dianggap sebagai salah satu pendorong utama inklusi keuangan digital di Indonesia.

Selain Jepang, BI juga tengah menguji coba konektivitas QRIS dengan Tiongkok bersama People’s Bank of China (PBoC). Jika berhasil, transaksi perdagangan maupun pariwisata antarnegara dapat berlangsung lebih efisien, terutama bagi UMKM yang membutuhkan akses pembayaran lintas batas dengan biaya lebih rendah. Uji coba tersebut melibatkan ASPI, UnionPay International, dan beberapa penyelenggara sistem pembayaran.

Capaian Positif di Negara Lain

Hingga pertengahan 2025, implementasi QRIS Antarnegara menunjukkan hasil yang cukup signifikan. Kerja sama dengan Thailand mencatat hampir 1 juta transaksi dengan nilai Rp437,54 miliar sejak diluncurkan pada 2022. Sementara itu, kerja sama dengan Malaysia sudah menghasilkan 4,31 juta transaksi dengan nominal Rp1,15 triliun sejak Mei 2023. Adapun dengan Singapura, sejak November 2023 tercatat 238 ribu transaksi dengan nilai Rp77,06 miliar.

Melihat capaian tersebut, peluncuran QRIS yang bisa digunakan di Jepang menjadi tonggak baru yang diharapkan mampu mendongkrak transaksi lintas negara sekaligus memperluas akseptasi pembayaran digital Indonesia di pasar global.

Keberhasilan inisiatif ini tak lepas dari kerja sama lintas otoritas, mulai dari BI, ASPI, hingga dukungan Ministry of Economy, Trade, and Industry (METI) Jepang, Payment Japan Association (PJA), Netstars, dan sejumlah lembaga keuangan. BI menegaskan akan terus mendorong pengembangan inovasi dan memperluas jangkauan QRIS, baik di dalam negeri maupun di kancah internasional.

Pendapatan Gojek Tumbuh, GOTO Pangkas Kerugian hingga 77 Persen

0

Pendapatan Gojek menjadi sorotan utama setelah PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) melaporkan hasil kinerja keuangan terbaru. Pada semester I 2025, perusahaan teknologi tersebut membukukan pendapatan bersih dari layanan on-demand, mulai dari transportasi online hingga pengantaran makanan, sebesar Rp 5,9 triliun. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan capaian periode sama tahun lalu yang hanya Rp 4,8 triliun.

Jika dirinci, pendapatan Gojek dari layanan transportasi roda dua maupun roda empat tercatat Rp 1,4 triliun. Sementara kontribusi terbesar masih datang dari layanan pengantaran makanan, logistik, hingga bisnis quick commerce dengan nilai Rp 4,5 triliun. Lonjakan ini menandai konsistensi GOTO dalam memperkuat posisi di pasar layanan digital yang semakin kompetitif.

GTV dan Pendapatan Kuartalan Terus Menguat

Pada kuartal II 2025, GOTO membukukan nilai transaksi bruto (Gross Transaction Value/GTV) dari layanan on-demand mencapai Rp 16,4 triliun atau tumbuh 9 persen dibandingkan periode sama tahun sebelumnya. Secara kumulatif sepanjang semester I, GTV perseroan tercatat sebesar Rp 32 triliun.

Kinerja ini turut mengerek pendapatan bersih GOTO secara keseluruhan di kuartal II 2025 menjadi Rp 4,3 triliun. Angka tersebut naik 23 persen dibandingkan kuartal II 2024 yang tercatat Rp 3,6 triliun.

Direktur Utama Grup GOTO, Patrick Walujo, menegaskan bahwa capaian tersebut merupakan pencapaian bersejarah. Ia menyebut, investasi yang dilakukan perusahaan pada infrastruktur teknologi, migrasi ke layanan cloud, hingga pengembangan kecerdasan buatan (AI) menjadi kunci peningkatan performa.

“Kami berada di jalur yang tepat untuk mencapai pedoman kinerja. Fokus kami tetap pada pengembangan bisnis teknologi yang berkelanjutan, serta mendukung kesejahteraan jutaan mitra pengemudi dan pelaku usaha di seluruh Indonesia,” ujar Patrick dalam keterangannya di Bursa Efek Indonesia, Rabu (13/8/2025).

Laba Usaha dan Efisiensi Biaya

Selain mencatatkan pendapatan yang solid, GOTO juga melaporkan perbaikan signifikan pada sisi profitabilitas. Laba usaha pada semester I 2025 mencapai Rp 21 miliar. Hasil ini memangkas kerugian periode berjalan hingga 77 persen menjadi Rp 222 miliar.

Di sisi lain, kinerja EBITDA grup yang disesuaikan tercatat Rp 427 miliar, berbalik positif setelah sebelumnya masih mencatat kerugian di 2024. Layanan on-demand khususnya mencatatkan EBITDA sebesar Rp 328 miliar atau meningkat 264 persen.

Direktur Keuangan Grup GOTO, Simon Ho, menilai kinerja positif ini membuktikan kekuatan operasional perusahaan. “Kami membukukan EBITDA grup yang disesuaikan sebesar Rp 427 miliar, sekaligus mencatat arus kas dari aktivitas operasi yang positif hingga Rp 313 miliar,” jelasnya.

Simon menambahkan, hasil tersebut tak lepas dari pendapatan yang terus meningkat serta penerapan efisiensi biaya di seluruh lini bisnis. “Dengan skala yang semakin besar, kami berupaya menjaga disiplin keuangan sekaligus menciptakan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham,” katanya.